FF: First Day We Meet (KyuSoon Couple)

Author POV

 

“Aishhh…shiro…telat..telat…”

 

Yong Soon menyambar tas di atas tempat tidurnya, dengan terburu-buru mengenakan sweaternya dan segera keluar kamarnya, hari ini dia ada kuliah pagi dan dia sudah sangat telat.

 

Baru beberapa langkah di depan kamarnya dia berhenti, dia ingat untuk membangunkan Kyuhyun tapi kalau harus membangunkan Kyuhyun dulu dia pasti akan sangat telat. Selagi dia masih berpikir untuk membangunkan Kyuhyun atau tidak, Kyuhyun sudah lebih dahulu keluar kamarnya, dengan rambut yang masih acak-acakan dia menatap Yong Soon yang berdiri mematung dengan heran.

 

“Ya..kenapa kau berdiri disitu?”tanya Kyuhyun.

 

“Ah..anni..aku pergi dulu..”

 

Yong Soon langsung meninggalkan Kyuhyun begitu saja, untung Kyuhyun sudah bangun, pikir Yong Soon.

 

Kyuhyun melihat jam di dinding ruangan itu.

 

“Tumben masih pagi sudah berangkat..”gumam Kyuhyun.

 

Kyuhyun hendak berbalik ke kamarnya begitu dia teringat sesuatu, dia segera masuk ke kamarnya dengan cepat dan mengambil handphonenya.

 

“Cih..sudah kuduga dia lupa..”gumam Kyuhyun sambil menatap tanggal di handphonenya.

 

**

 

Yong Soon berjalan dengan sangat cepat keluar apartemennya, dia hanya terus menatap jam ditangannya yang terus bergerak, sesekali dia menggurutu karena jalanan cukup ramai dan dia harus berusaha melewati beberapa orang dan beberapa kali sempat menyenggol mereka.

 

“Oh God..stop the time”

 

Yong Soon terus menggerutu sampai diluar gedung apartemen mereka dan dia sedang berjalan menuju halte terdekat, wajahnya semakin cemas setiap kali melihat jam di tangannya.

 

Dari jauh seseorang memperhatikannya dengan seksama, seakan tidak percaya kalau itu adalah Yong Soon, dia terus saja memperhatikan Yong Soon dengan seksama.

 

“Tidak mungkin itu Yong Soon”gumam orang itu yang ternyata adalah seorang yeoja.

 

“Bukankah Yong Soon tinggal dengan bibinya..bukan disini..”lanjut gadis itu masih sambil memperhatikan Yong Soon.

 

Yong Soon berhasil mendapatkan bis yang akan mengantarkannya sampai kampusnya, namun wajahnya masih saja cemas, dia sudah sangat yakin akan telat masuk kali ini.

 

**

 

Sae Ra menunggu Yong Soon di luar ruangan kelasnya, sesekali dia melihat ke dalam apakah kelas Yong Soon sudah selesai atau belum, dia ingin memastikan satu hal pada Yong Soon, entahlah sebenarnya sudah sejak lama curiga akan hal ini dan kejadian tadi pagi semakin membuktikan kecurigaaanya, dia ingin mendengar yang sebenarnya dari Yong Soon.

 

“Sae Ra-ya”

 

Yong Soon melihat Sae Ra berdiri bersandar di depan kelas yang seharusnya dia masuki tadi pagi,sayangnya dia datang sudah telat dan tidak mungkin baginya untuk masuk kelas karena dia sudah yakin akan dikeluarkan lebih dahulu, dia memanggil Sae Ra dan menghampirinya.

 

“Yong Soon-ah..kenapa kau ada diluar? Aku pikir..”

 

“Aku telat tadi pagi..”potong Yong Soon sambil tersenyum miris.

 

Sae Ra hanya menggumam, dia ingin sekali mengutarakan pertanyaannya pada Yong Soon namun dia juga takut kalau Yong Soon akan marah, dia hanya menatap Yong Soon dengan tatapan bingung.

 

“Wae geureu?”tanya Yong Soon yang merasa aneh dengan sikap sahabatnya ini.

 

“Ah..anniya…kau mau makan siang Yong Soon-ah..ayo..”ucap Sae Ra sambil tersenyum dan langsung menggamit lengan Yong Soon seperti kebiasaannya, Yong Soon hanya menurut saja namun dia masih merasa aneh dengan Sae Ra hari ini.

 

Sambil berjalan ke kantin Sae Ra berpikir mungkin dia salah lihat orang, sudah jelas-jelas Yong Soon tinggal bersama bibinya, tidak mungkin dia keluar dari dorm Super Junior, pasti dia salah lihat.

 

Begitu sampai di kantin karena Yong Soon juga sudah lapar dia segera memesan makanan begitu juga dengan Sae Ra, begitu makanan mereka sampai Yong Soon langsung memakannya dengan lahap karena dia sangat lapar. Sae Ra meski sudah meyankinkan dirinya bahwa apa yang dia lihat tadi pagi salah tetap saja masih penasaran.

 

“Yong Soon-ah”panggil Sae Ra, Yong Soon mendongak dari makannya.

 

“Wae?”tanyanya.

 

Sae Ra hanya diam, dia maish bingung bertanya atau tidak pada Yong Soon namun sedetik kemudian dia langsung menggeleng dan tersenyum lalu menyuap bibimbapnya.

 

Yong Soon benar-benar merasa aneh dengan tingkah sahabatnya ini, dia memperhatikan Sae Ra beberapa saat sebelum dia mengangkat bahunya, kenapa harus dipikirkan.

 

Yong Soon selesai dengan makanannya kemudian berdiri dari duduknya.

 

“Aku mau ke toilet dulu”ucap Yong Soon, dia meninggalkan Sae Ra dan pergi ke toilet.

 

Sae Ra menghela nafas perlahan, seharusnya dia bertanya saja, toh Yong Soon bukan tipe gadis yang gampang marah tapi masalahnya dia tidak terlalu yakin itu Yong Soon, kalau Yong Soon malah tertawa saat dia tanyakan bagaimana? Karena menurut Sae Ra ini benar-benar aneh, Yong Soon selalu bilang dia tidak punya pacar, bukan dia belum mau punya pacar, dia tidak pernah mau membicarakn tentang Super Junior, bagaimana bisa dia berpikir Yong Soon memiliki kekasih dan itu adalah member Super Junior hanya karena dia melihat seorang mirip Yong Soon keluar dari dorm Super Junior tinggal.

 

“Michigetta”lirih Sae Ra sambil memukul kepalanya perlahan.

 

ullyeo peojineun eumage matchwo
Everyone put your hands up and get your drinks up
on sesangi hamkke michyeo
Everyone put your hands up and get your drinks up
Now, put your hands up, put your hands up put, put, put, put, put

 

Sae Ra menoleh begitu mendengar sebuah suara yang ternyata berasal dari handphone Yong Soon yang diletakkan diatas meja tidak jauh dari dia duduk, sepertinya Yong Soon lupa mmebawa handphonenya, pikir Sae Ra, dia hanya melihat sekilas karena sepertinya hanya sebuah pesan masuk, Sae Ra kembali asyik dengan makan siangnya.

 

I hate this love song
I hate this love song
I hate this love song
I hate this love song
I sarang noraega shireo
Dashin an bureuri
Neoreul ddeowolliji anhge ijeul soo itge
I sarang noraega shireo useumyeo bureuri
Geudaega weropji anhge jigeum neoyegero nan~
Ooh ooh ooh ooh ooh-hoo

 

Sae ra kembali berhenti memakan makan siangnya ketika mendnegar suara lagi yang berasal dari handphone Yong Soon dan kali ini lebih lama, dia menimbang untuk mengangkatnya atau tidak, Yong Soon juga belum kembali dari kamar mandi, pada akhirnya dia mengambil handphone Yong Soon itu, matanya membulat kaget begitu melihat layar handphone itu.

 

“Stupidkyu…”lirih Sae Ra, dia tidak percaya dengan apa yang dilihat, ini sebuah kebetulan atau memang…dia masih menatap layar handphone yang terus berbunyi itu bukan hanya nama yang membuatnya kaget tapi juga foto yang muncul disana. Kyuhyun dan Yong Soon.

 

“Maldo andwe…”lirihnya lagi, sekarang seakan semua yang dilihat tadi pagi, kecurigaan dia selama ini seakan menunjukan satu kata dengan adanya hal ini, semua yang dia pikir, dia lihat tadi pagi merujuk pada satu hal, memanng benar Yong Soon sudah mempunyai kekasih dan kekasihnya itu adalah member Super Junio dan…itu adalah Cho Kyuhyun.

 

Sae Ra menggelengkan kepalanya berkali-kali berharap kalau apa yang dia lihat tadi tidak benar, dia berharap dia salah lihat tapi jelas itu adalah Cho Kyuhyun dan Yong Soon, dia tidak mungkin tidak mengenali mereka berdua, yang satu sahabat baiknya dan satu lagi adalah idolanya. Bagaimana bisa mereka berfoto seperti itu kalau mereka tidak memiliki hubungan apa-apa? Gumam Sae Ra dalam pikirannya.

 

Yong Soon sudah kembali lagi dari toilet, Sae Ra buru-buru kembali menaruh handphone Yong Soon di tempat tadi dan berpura-pura biasa namun tidak bisa dipungkiri oleh Sae Ra dia menjadi sangat penasaran dan hal ini menyebabkannya terus mentap Yong Soon.

 

Setelah kembali duduk ke temptnya tadi, Sae Ra terus menatap Yong Soon penasaran, membuat Yong Soon merasa aneh.

 

“Wae geureu?”tanya Yong Soon.

 

“Yong Soon-ah..neo…”

 

Sae Ra menghentikan kata-katanya, dia tidak tahu harus darimana memulai pembicaraan mengenai hal itu, apakah nantinya Yong Soon akan mengelak atau membenarkan?

 

“Wae?”tnya Yong Soon lagi pada Sae Ra yang masih menatapnya serius.

 

Sae Ra langsung menggelengkan keplanya.

 

“Anni.anni…kau jadikan ke rumahku hari ini untuk mengerjakan tugas?”tanya Sae Ra mengalihkan topik.

 

“Eoh..”jawab Yong Soon sambil mengambil handphonenya yang terletak disampingnya itu. Sae Ra terus memperhatikan ekspresi Yong Soon dengan sms yang dia dapat.

 

Yong Soon POV

 

Isshh tadi dia meneleponku? Babo kalau ada yang tahu bagaimana? Kira-kira Sae Ra melihat atau tidak ya? Dia tidak bilang apa-apa berarti dia tidak terlalu memperhtikan atau mungkin mengabaikan saja, biasany Sae Ra adalah tipe gadis yang sangat penasaran, kalau dia tahu pasti akan langsung ditanykan tapi ini tidak, berarti dia tidak sadar, hufft syukurlh, aku tidak tahu harus berbohong apa soalnya.

 

Aku segera membalas sms Kyu yang mengajakku bertemu nanti malam, buat apa? Malas sekali tapi klau tidak penting pasti dia tidak sampai menelepon, aku hanya membalasnya dengan jwaban iya dan kemudian memasukan kembali handphoneku ke dalam tasku, saat aku tersdar Sae Ra kembali memperhatikanku, sudah sejak pagi ini dia aneh, dia terus saja memperhatikanku seperti ada sesuatu yang ingin dia tanyakan, kenapa ya?

 

“Sae Ra-ya…aku ada kelas setelah ini..kau tunggu aku di depan saja ya jam 4…”kataku padanya sambil berdiri dari dudukku.

 

“Eoh…ne…annyeong..”ucapnya sambil tersenyum dan melmbaikan tangannya.

 

Jinjja, aneh sekali dia hari ini, aku pun berjalan keluar kantin menuju kelasku selnjutnya.

 

**

 

Kelas selesai tepat pukul empat, aku bergegas keluar kelas karena aku yakin Sae Ra sudah menungguku, dia keluar lebih awal katanya tadi saat aku masih di kelas dia mengirimkn pesan padaku, dengan lngkah cepat aku sampai di depan kampusku, Sae Ra melambaikan tangannya padaku.

 

“Kajja..”ucap Sae Ra kemudian berjalan ke lapangan parkir, hei memangnya temanku ini membawa mobil ke kampus? Aku berpikir sebentar, apa aku sangat-sangat tidak peka sampai-sampai aku tidak tahu hal sekecil ini? Aku menghela nafas perlahn kembli teringat kata-kata namja bodoh itu yang selalu bilang aku tidak peka dengan sekitarku.

 

“Yong Soon-ah…ini pertama kalinya kau ke rumhaku”

 

Sae Ra tersenyum padaku sebelum masuk ke dalam mobilnya, aku baru sadar juga ini pertama kalinya aku ke rumahnya, ck sepertinya aku memang sangat-sangat tidak peka dengan sekitarku.

 

Rumah Sae Ra ternyata cukup jauh dari kampus pantas dia membawa mobil, kami sampai di depan sebuah rumah yang, well besar, halamannya luas banyak sekali pohon, aku pikir kebun, ah bunga-bunga juga banyak, apa keluarga Sae Ra pecinta tanaman? Sepertinya begitu.

 

“Ayo masuk”ajak Sae Ra.

 

Aku mengangguk dan berjalan mengikutinya di belakang, sambil mengamati rumahnya, kebiasaanku jika pergi ke tempat baru, masuk ke dalam rumhnya, sangat sepi, tidak jauh beda dengan rumahku yang dulu, tidak ada yang terlalu istimewa di ruang tengahnya karena aku tidak terlalu memperhtikan, tangan Sae Ra sudah lebih dulu menarikku menuju kmarnya.

 

“Ini kamarku”ktany sambil membuka pintu kamarnya, well sangat seorang gadis, berbeda sekali denganku.

 

“Yong Soon-ah..aku ingin melihat kamarmu? Kapan aku boleh ke rumahmu?”tanya Sae Ra menghentikan aktivitas mengamatiku.

 

“Eh…kamarku tampak seperti kamar laki-laki..”jawabku sambil tersenyum, kenapa dia  bertanya seperti itu?

 

“Jinjja? Aku ingin lihat!bagaimana kalau setelah ini aku mengantarmu pulang dan kau menunjukan kamarmu..otte?”tanya Sae Ra antusias.

 

Mworago? Kamarku? Rumahku? Aku segera menggeleng. Tidak mungkin.

 

“Aku ada janji setelah ini..lain kali saja ya…”jwabku.

 

“Janji? Dengan siapa?”tanyanya, salah aku bicara tentu saja dia akan bertanya lagi, Sae Ra tipe gadis yang sangat sangat ingin tahu.

 

“Teman”jwabku cepat.

 

“Temanmu yang mana?”tnynya lagi, aishh aku salah bicara.

 

“Temanku dari London…dia sedang liburan disini..jadi aku mau bertemu dengannya…”jawabku mencari alasan yang tepat.

 

“Malam-malam begitu?”

 

“Nde…dia baru sampai malam nanti”kembali aku berbohong, tidak mungkinkan aku bilang, aku ada janji dengan Cho Kyuhyun Super Junior untuk..entahlah dia mau mengajakku bertemu untuk apa..impossible.

 

Akhirnya Sae Ra mengangguk, aku mendesah pelan, syukurlah dia percaya.

 

**

 

Belum selesai aku menulis tugasku, ternyata hari sudah sangat gelap, aku mengecek jam di handphoneku, Omo sudah jam setengah 9, aku ada janji dengannya jam 9 dan baru saja dia mengirimku sms tempat kami akan bertemu. Mau apa di itu?

 

Aku menghentikan kegitan mengetikku dan menoleh pada Sae Ra yang sedang membaca buku untuk tugas kami.

 

“Sae Ra-ya..temanku sudah sms…aku pulang dulu ya..besok kita lanjutkan…”kataku.

 

“Eoh..dia sudah sampai?ara..aku antar ya ke bandara…”ucapnya, aku segera menggeleng.

 

“Tidak..tidak perlu…aku bisa sendiri kok…”bantahku.

 

“Tapi ini sudah malam..”katanya lagi.

 

“Gwenchana…aku kan naik taksi”jawabku.

 

Dia pun akhirnya mengangguk, meyankinkn gadis ini sungguh sangat sulit ternyata. Sae Ra tetap saja mengikutiku sampai depn rumahnya, aku pamit dan tersenyum padanya setelah itu keluar dari gerbang rumhnya, dia masih saja mengikutiku, aku tersenyum lagi kemudian berjalan agak menjauh dari rumahnya itu.

 

Haltenya disebelah mana ya? Ah chogi, aku segera bergegas menuju halte, sebelum aku telat dan harus mendengar omelan namja bodoh itu.

 

Author POV

 

Sae Ra merasa ada sesutu yang aneh dengn Yong Soon dan entah kenapa dia curiga kalau ada kaitannya dengan apa yang dia lihat tadi siang, Sae Ra terus memperhatikan Yong Soon berjalan meninggalkan rumahnya dan entah ide darimana dia ingin mengikuti Yong Soon.

 

Yong Soon sampai di alamat yang Kyuhyun berikan dan ternyata itu adalah sebuah restoran, Yong Soon menautkan alisnya begitu sampai di depan restoran itu, apa maksudnya bertemu disini? Pikir Yong Soon, tidak jauh dari sana seseorang memperhatikan Yong Soon yang mulai masuk ke dalam tempat itu.

 

Yong Soon POV

 

Ada angin apa dia mengajakku bertemu ditempat seperti ini? Aku menatap sekeliling restoran yang tidak terlalu ramai karena mungkin sudah lewat jam makan malam, hanya terisi beberapa kursi saja,aku paling tidak suka ke tempat seperti ini? Masalahnya kenapa restoran ini harus terkesan sangat romantis dengan cahaya yang redup dan..beberapa pasangan yang makan disini, jinjja kenapa dia mengajakku kesini? Aku alergi dengan keromantisan.

 

Aku melihat seseorng yang sangat kukenal duduk agak ke dalam, tentu saja aku mengenlinya bahkan jika dia memakai penyamaran yang sesempurna apapun, aku bisa tahu itu dia, sama seperti sekarang meski dengan kacamata dan topi aku tetap mengenlinya, cih salah sendiri mengjak bertemu di tempat umum, dia jadi repotkan, aku juga-____-

 

Aku langsung duduk di kursi dihadapannya.

 

“Ada apa?”tanyaku tanpa basa-basi dan mentapnya sedikit kesal, kesal karena pertama mengjakku bertemu malam-malam untuk suatu alasan yang tidak dia katakan apa, kedua dia meminta bertemu di tempat seperti ini.

 

“Kau sudah makan?”tanyanya bukan menjawab pertanyaaku, kebiasaan sekali.

 

“Sudah”jawabku malas.

 

“Ya..kenapa kau sudah makan..aku memintamu kesini untuk makan malam bersama”katanya.

 

Aku memutar bola mataku mendengar jawabannya.

 

“Kau pikir ini jam berapa Cho Kyuhyun? Jam 9? Tentu saja aku sudah makan..kau ingin aku mati kelaparan…tadi aku sudah makan di rumah Sae Ra”

 

“Kau tidak bilang pergi ke rumah temanmu itu?”tanyanya, selalu membahas sesuatu yang tidak penting.

 

“Aku hanya mengerjakan tugas untuk apa memberitahumu yang jelas aku datang sekarang…”kataku lagi.

 

Dia menghela nafas perlahan.

 

“Ya sudah temani aku makan…”katanya.

 

Sebenarnya dia mau apa sih mengjakku makan di tempat seperti ini? Benar-benr aneh, kenpa seharian ini orang-orang terdekatku sangat aneh.

 

“Ya…kenapa kau mengajkku makan malam disini?memangnya ada apa?”tanyaku padanya sambil mendekatkan tubuhku padanya.

 

“Nanti juga kau tahu”jawabnya sambil mendektkan tubuhnya padaku dan menunjukan senyum setannya itu, aku kembali menegakkan tubuhku berpikir, apa ada yang spesial hari ini?

 

Kyu POV

 

Sudah jelas yeoja ini sama sekali tidak sadar hari ini hari apa, tentu saja dia tidak akan ingat, apa saja tanggal penting yang dia ingat tidak ada.

 

Begitu selesai makan malam, aku akan mengajaknya ke suatu tempat, di depan restoran aku baru sadar dia hanya memakai T-shirt saja padahal bulan sudah masuk musim dingin dan ini sudah malam, dasar yeoja bodoh, kalau dia sakit bagaimana?

 

“Mana jaketmu?”tanyaku sebelum berjalan menuju mobil, dia mengikutiku di belakang.

 

“Hah?”tanyanya.

 

“Kau mau sakit..ini sudah malam dan sudah masuk musim dingin..kenapa kau tidak memakai jaketmu?”tanyaku lagi.

 

“Eoh..Omona..sweaterku tertinggal di rumah Sae Ra..”jawabnya.

 

Kenapa dia sangat pelupa sekali.

 

“Ya sudah…sweatermu yang lain ada di mobil”kataku, lalu masuk ke dalam mobil.

 

Dia mengikutiku masuk.

 

“Kenapa bisa ada di mobilmu? Kapan aku menaruhnya?”tanyanya.

 

“Mana kutahu..sudah cepat pakai sebelum kau kena flu”

 

Dia hanya mengumam pelan kemudian mengambil sweaternya yang aku letakkan di kursi belakang dan dia pun memakainya.

 

Aku merasa sepertinya sejak tadi ada yang memperhatikn kami, atau hanya perasaanku saja? Aku mengedarkan pandanganku, tidak ada siapa-siapa, lagipula aku memakai penyamaran dan ini sudah sangat malam, pasti tidak jelas.

 

“Ada apa?”tanya gadis ini.

 

“Ah..anni…”jawabku.

 

**

 

Setelah makan malam romantis, seharusnya romantis tapi semua hancur karena gadis ini, sepertinya kami memang tidak ditakdirkan menjadi pasangn yang romantis dan sanga tidak cocok dengan hal-hal yang berbau keromantisan. Aku mengajaknya ke Namsan Tower, melakukan hal yang biasanya pasangan lakukan, kencan. Kami tidak pernah kencan yang benar-benar kencan maksudnya, selama ini kami kencan yah hanya seperti itu, ujung-ujungnya kalau tidak dipenuhi perdebatan dan adu mulut biasanya gadis ini akan marah karena suatu hal, tidak pernah seperti kencan.

 

“Ayo turun”kataku.

 

“Mwo?! Katanya mau pulang..kenapa kesini?”serunya menatapku kesal.

 

“Siapa bilang akan pulang…aku tidak bilang mau pulang…”

 

Dia mendengus kesal, aku pun segera keluar dari mobil, aku berjalan ke pintunya dan membukakaknnya.

 

“Kajja..kita kencan”kataku.

 

Dia membulatkan matanya kaget.

 

“Ya!”serunya kesal, aku segera menarik tangannya untuk keluar dari mobil dan setelah itu menariknya untuk berjalan. Setelah dia kalah dan mengikutiku berjalan, aku berganti mengenggam tangannya, dia hanya menghela nafas perlahan.

 

Aku mengajaknya ke puncak Namsan Tower, karena malam sudah semakin larut tidak terlalu banyak orang lagi, hanya ada beberapa orang saja yang umunya berpasangan.

 

“kenapa kau mengajakku kesini?”tanyanya heran, aku menoleh padanya.

 

“Kita belum pernah kencan seperti pasangan lainnya kan dan sekarang kita akan melakukannya….”jawbku sambil tersenyum, dia memutar bola matanya dan mendesah pelan.

 

Ada banyak hal yang belum pernah kami lakukan sama seperti pasangan lain dan aku ingin melakukannya hari ini, aku melihat banyak kartu yang digantung di pagar di atas sini, sepertinya menarik.

 

“Kau tunggu disini”kataku menyuruhnya menungu disalah satu tempat duduk disini, aku segera mengambil kertas-kertas untuk digantung itu dan tidak lama aku kembali lagi.

 

“Ayo tulis”kataku sambil menyodorkan kertas itu padanya.

 

“Shiro! Untuk apa sih Kyu”serunya.

 

“Kita sedang kencan Yongie sayang”ingatku padanya.

 

“Lalu?”

 

“Ya..kita akan melakukan apa yang biasanya pasangan lakukan…”jawabku santai.

 

“Ayo tulis…”lanjutku.

 

“andwe..kekanak-kanakan sekali…”dia masih saja tidak mau.

 

“Bukannya kau memang kekanak-kanakan…jadi cepat tulis…”perintahku.

 

“Shiro!”

 

“Tulis Yongie sayang”

 

“Shiro Kyunnie babo”

 

“Tulis!”

 

“Tidak mau!”

 

Aku menghela nafas perlahan, yeoja keras kepala, tinggal tulis saja apa susahanya sih, dia menatapku tajam.

 

“Ya..sebenarnya ada apa sih? Kenapa kau mengajakku makan malam..lalu kesini menyuruhku melakukan hal kekanak-kanakan seperti ini..memagnya hari ini hari apa? Ulang tahunku..bukan..ulang tahunmu juga bukan..kita menikah..itu buln Juli…lalu?apa maksdumu melakukan hal tadi?”tanyanya.

 

Aku mendektkan tubuhku padanya.

 

“Nanti kau juga tahu..cepat tulis…”perintahku lagi sambil tersenyum, dia memundurkaan tubuhnya.

 

“Tidak sebelum kau jawab ada apa”katanya lagi.

 

Baiklah, harus dengan sedikit pemaksaan rupanya, aku melepas kacamata dan topiku.

 

“Ya..kenapa kau membuka kacamata dan topimu..kalau ada yang lihat bagaimana…isshhh..”serunya kesal.

 

“Cepat tulis dan aku akan memakainya kembali”ucapku, dia mendengus kesal, kemudian mulai mengambil kertas itu dan spidolnya, aku kembali memakai kacamata dan topiku, dia selalu bisa aku paksa, hehehehe.

 

“Mau tulis apa?”tanyanya malas.

 

“Namaku dan namamu”jawabku cepat.

 

“Mwo?!kalau orang tidak sengaja melihat bagaimana hah?kau mau orang-orang tau”serunya.

 

“Yongie sayang memangnya orang yang bernama Cho Kyuhyun itu hanya ada satu..yang tampan dan memiliki suara yang bagus sih hanya satu yaitu aku..tapi Korea Selatan itu luas tidak mungkin hanya aku saja yang bernama Cho Kyuhyun…”terangku.

 

Dia menatapku kesal.

 

“Satu saja sudah merepotkan apalagi kalau banyak…”lirihnya, apa yang dia katakan tadi? Apa dia membicarakanku?

 

“Kau bicara apa?”tanyaku padanya.

 

Dia segera menggeleng dan menuliskan namaku disana.

 

“Sudah..”katanya masih dengan tampang tidak suka.

 

“Namamu mana?”tanyaku. dia menghela nafas perlahan.

 

“Tidak perlu”jawbnya.

 

“Ya…ini harus diisi pasangan…kau tidak tahu apa?sini biar kutulis saja”kataku kemudian mengambil kertas dan spidol yang dia gunakan, namun aku baru sadar aku tidak tahu cara menulisnya,aku kembali menyodorkan kertas itu padanya.

 

“Kau saja yang tulis…Cho Kyuhyun adalah takdir Cho Yong Soon…tapi dalam bahasa Inggris…”kataku.

 

Tiba-tiba saja dia tertawa, sudah kuduga tanggapannya seperti ini dan sebentar lagi dia akan mulai mengejekku.

 

“Cih..ternyata kau tidak bisa menuliskannya ya Kyunnie babo…ckckckck…sini”katanya kemudian mulai menuliskan kata-kataku tadi, bukannya tidak bisa aku hanya takut salah.

 

“Aku hanya takut salah”elakku, dia hanya mentapku sekilas.

 

“Ini..” dia menunjukan kertas itu padaku, aku tersenyum senang.

 

“Ayo kita gantungkan…”kataku, dia segera menggeleng.

 

“Simpan saja.,..tidak perlu digantung..sangat kekanak-kanakan”katanya lagi. Dia pikir dia tidak kekanak-kanakan, aku segera menarik tangannya untuk berdiri kemudian menariknya menuju pagar yang banya berisi gantungan kertas juga kunci, aku memasangkan kertas itu disana.

 

“Aku yakin milik kita yang akan paling lama disini” kataku.

 

“Ya sudah..ayo pulang…”ajaknya.

 

Author POV

 

Kyuhyun kembli tidak mengajak Yong Soon pulang melainkan ke tempat lain, Yong Soon yang menyadari ini bukan jalan pulang ke apartemen mereka bertanya pada Kyuhyun.

“Mau kemana lagi?”tanya Yong Soon.

 

“Lihat saja”

 

Kyuhyun hanya menjawab singkat mmebuat Yong Soon sangat heran, dia hanya menatap keluar jendela, sesekali dia menguap karena memang hari sudah sangat larut, Kyuhyun memperhatikan itu dan tersenyum kecil, dia sudah tidak sabar untuk menunjukan satu lagi kejutan untuk gadisnya itu.

 

Kyuhyun memberhentikan mobinya tidak jauh dari tempat yang mereka tuju, dia menoleh ke arah Yong Soon yang sepertinya sadar ada dimana.

 

“Aku merasa kenal dengan tempat ini”katanya.

 

“Tentu saja..kau pernah kesini…tutup matamu”perintah Kyuhyun.

 

“Untuk?”tanya Yong Soon heran.

 

“Lakukan perintahku”

 

Kyuhyun segera turun dari mobil, dia melepas kacamata juga topinya, dia membuka pintu tempat duduk Yong Soon dan menyuruhnya keluar, Yong Soon keluar dari mobil dengan heran.

 

“Kyu..kau mau membawaku kemana?”tanya Yong Soon yang semakin heran, Kyuhyun hanya tersenyum.

 

“Tutup matamu dan kau akan lihat”ucap Kyuhyun.

 

Kyuhyun menutup mata Yong Soon dengan tangannya.

 

“Ya..Kyu”seru Yong Soon yang kaget karena tiba-tiba matanya ditutup.

 

“Ikuti aku…ayo jalan”

 

Kyuhyun memberi tahu arah jalan dengan tetap menutup mata Yong Soon, Kyuhyun ternyata membawa Yong Soon ke taman tempat Kyuhyun melamar Yong Soon waktu itu.

 

Tak jauh darisana ternyata Sae Ra masih mengikuti Yong Soon dan dia sangat kaget begitu memperhatikan namja yang bersama Yong Soon ternyata adalah Cho Kyuhyun Super Junior, sejak tadi dia tidak bisa melihat jelas karena namja itu menggunakan topi dan kacamata, sekrang Kyuhyun tidak memakai penyamarannya itu sehingga dapat dilihat dengan jelas.

 

“Jinjja?Kyuhyun Oppa?!”gumamnya tidak percaya.

 

Begitu sampai ditengah-tengah taman itu Kyuhyun melepas tangannya dari mata Yong Soon. Yong Soon membuka matanya perlahan dan menatap takjub pemandangan dihadapannya itu. Taman ini sungguh sangat indah dengan lampu-lampu yang digantungkan di setiap phon disiini dan juga disemak-semaknya, ditambah lagi lampu yang ditaruh disekitar mainan yang ada disini. Yong Soon masih ingat ini adalah taman dimana Kyuhyun melamarnya waktu itu.

 

Yong Soon menoleh ke belakang dan mendapati Kyuhyun tersenyum lembut padanya, dia tidak percaya Kyuhyun akan membawanya kesini.

 

“Kyu..kau yang membuatnya?”tanya Yong Soon.

 

“Anni..memang tamannya dari dulu sudah seperti ini..kau tidak sadar ya…”jawab Kyuhyun membuat Yong Soon yang berpikir bahwa Kyuhyun menyiapkan ini semua sedikit kecewa juga kesal, seharusnya dia tidak berpikiran Kyuhyun menyiapkan ini semua karena tidak mungkin.

 

“Kau berharap aku menyiapkan ini semua ya”

 

Kyuhyun tersenyum menggoda pada Yong Soon, Yong Soon hanya mendengus kesal kemudian berjalan menuju ayunan dan duduk disana. Kyuhyun mengikutinya dan berdiri di belakang Yong Soon mengayunkan ayunan yang dia naiki.

 

“Kau masih ingat tempat ini?”tanya Kyuhyun.

 

“Eoh…mana mungkin aku tidak ingat..ada namja bodoh yang tiba-tiba datang ke rumahku dan menyeretku kesini…”

 

“Dan melamarmu…”potong Kyuhyun.

 

Yong Soon tersenyum kecil, ya itu alasan dia ingat tempat ini.

 

Kyu POV

 

Kami terdiam satu sama lain,menikmati suasana yang tenang di taman yang indah karena banyak lampu-lampu disini, aku menganyunkan Yong Soon yang duduk di ayunan.

 

“Kau tahu kenapa aku melakukan banyak hal hari ini..mengajakmu makan malam, kencan di Namsan Tower juga kesini?”tanyaku.

 

“Wae?”tanyanya balik.

 

“Menurutmu hari apa yang penting untuk diingat?”tanyaku lagi.

 

Dia terdiam, mungkin berpikir.

 

“Ulang tahunmu…ulang tahunku..hari pernikahan kita tapi dari semua itu ada hari yang lebih penting lagi…”

 

“Apa?”tanyanya.

 

“Hari dimana pertama kali aku bertemu denganmu”jawabku.

 

Dia memberhentikan ayunanku.

 

“Kenapa?”tanyanya.

 

Aku memeluknya dari belakang dan menyandarkan daguku di atas kepalanya.

 

“Hari itu sangat penting karena…tanpa adanya hari itu..kita tidak mungkin bersama seperti ini…hari itu membuatku sadar bahwa kaulah takdirku…”

 

“Kyu…”panggilnya.

 

“Hemmm”

 

“Jadi hari ini…”

 

“Hari dimana aku pertama kali bertemu dengan takdirku”potongku.

 

**

 

“Tutup matamu…”perintahku lagi, aku duduk berjongkok dihadapannya yang masih duduk di ayunan.

 

“Untuk apa lagi?”tanyanya heran.

 

“Tutup saja matamu..kali ini hanya sebentar…”ucapku, dia mulai menutup matnya, aku tersenyum kecil kemudian mengeluarkan hadiah yang ingin aku berikan padanya, sebuah kalung.

 

Aku memasangkan kalung itu dilehernya, dia semakin cantik dengan kalung itu.

 

“Buka matamu”perintahku lagi, dia membuka matanya perlahan dan mengamti kalung yang tergantung dilehernya itu.

 

“Kyuhyun?!”tanyanya tidak percaya.

 

“Wae?”tanyaku balik.

 

“Aku juga punya…”ucapku kemudian menujukan kalung yang aku juga pakai, sama persis seperti miliknya hanya saja namanya berbeda, nama yang aku pakai Yongie.

 

“Kalau ada yang tahu bagaimana? Aku tidak mau memakainya”dia menatapku kesal, merusak suasana saja, aku pikir dia akan senang kemudian berterima kasih padaku, ini dia malah menanggapinya seperti itu, bisa tidak dia romantis sedikit ?-____-

 

“Andwe..kau harus selalu memakainya kemanapun kau pergi..paling-paling kau dianggap fansku..tidak akan ada yang curiga…”jawabku santai, dia mengembungkan pipinya mendengar jawabanku. Aku terkekeh pelan, kemudian menatapnya lembut.

 

“Kau tahu…aku senang saat melihatmu memakai semua yang aku berikan padamu…gelang ini…”aku menyentuh gelang yang aku berikan saat aku ke Paris dan dia masih memakainya sampai sekarang.

 

“Cincin pernikahan kita..yah meski aku harus membuatnya sama seperti milikku dan Sungmin hyung agar tidak ada yang curiga tapi tetap saja ini cincin pernikahan kita….juga kalung ini…”lanjutku sambil menyentuh kalung yang baru saja aku berikan.

 

Aku tersenyum lembut padanya, bisa kulihat mukanya memerah, jinjja yeppeo.

 

Yong Soon POV

 

“Bisa kita pulang sekarang…”kataku datar kemudian menguap, sebenarnya aku tidak terlalu mengantuk, hanya saja aku tidak tahan ditatapnya seperti itu >< mukaku sudah panas sejak tadi dan aku tidak suka terlihat seperti itu dihadapannya.

 

Dia tersenyum kecil kemudian berdiri.

 

“Kajja..kita pulang…”ucapnya kemudian berjalan lebih dahulu di depannya.

 

Bagaimana perasaaanku saat ini? Kalau tidak senang tidak mungkin, ya aku sangat senang, dia selalu ingat banyak hal-hal penting dalam hubungan kami yng aku sendiri tidak ingat seperti hari ini, dia terlihat cuek tapi sebenarnya dia snagat peduli bahkan lebih peduli tentangku, ternyata memang aku yang sangat tidak peka, aku menyentuh kalung yang baru saja dia berikan, dan sebuah senyuman terbentuk dibibirku, aku menatap punggungnya yang berjalan didepanku, aku mengejar langkahnya.

 

“Kyu”panggilku, dia berhenti berjalan dan berbalik, aku menghampirinya dengan cepat, dengan sedikit menjinjitkan kakiku, aku menyentuhkan bibirku pada bibirnya, dia membulatkan matanya kaget.

 

“Gomawo”kataku setelah melepaskan ciumanku, dia tersenyum sekilas sebelum menarikku ke dalam pelukannya, aku tidak peduli kalau terlihat aneh dengan menciumnya terlebih dahulu, sesuatu yang sangat jarang aku lakukan, entah kenapa aku mau melakukannya kali ini, mungkin karena aku merasa aku benar-benar mencintainya.

 

Author POV

 

Sae Ra tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini, dia hanya bisa menatap tidak percaya pada pasangan dihadapannya ini.

 

“Yong Soon dan…omona…”

 

Kyuhyun membawa Yong Soon pulang karena sudah hampir tengah malam, sepanjang perjalanan Yong Soon sudah terlelap tidur, sesekali Kyuhyun melirik gadisnya yang sedang tertidur kemudian tersenyum kecil, dia tidak menyangka Yong Soon akan menciumnya lebih dahulu, dia mengusap lembut kepala gadisnya itu.

 

Begitu sampai di apartemen mereka, Yong Soon masih tertidur, Kyuhyun tersenyum kemudian mendekatkan tubuhnya pada gadisnya itu dan mencium bibirnya sekilas. Yong Soon membuka matanya perlahan dan kaget dengan wajah Kyuhyun yang tepat di depan wajahnya.

 

“Ya!”serunya kesal, kemudian mendorong tubuh Kyuhyun menjauh. Kyuhyun terkekeh pelan.

 

“Kita sudah sampai..kau mau tidur di mobil, hah”kata Kyuhyun, Yong Soon mengerucutkan bibirnya, Kyuhyun segera keluar dari mobil, Yong Soon mengikutinya dibelakang namun Kyuhyun langsung menarik Yong Soon untuk berjalan disampingnya dan mengenggam erat tangannya.

 

**

 

Keesokan harinya Yong Soon kembali ke rumah Sae Ra untuk mengerjakan tugas mereka. Sejak masih di kampus Sae Ra sudah sangat ingin bertanya bukan lebih tepatnya menyatakan, tidak perlu ditanya lagi karena semuanya sudah jelas, makanya dia lebih memilih untuk mengatakanny di rumah saja karena takut ada yang mendengar jika dia bicara di kampus.

 

“Yong Soon-ah..”panggil Sae Ra pada Yong Soon yang sedang mengetik di depan laptopnya.

 

“Eoh…”Yong Soon memalingkan wajahnya dari layar laptop dan menatap sahabatnya.

 

“Kau punya hubungan dengan Cho Kyuhyun Super Junior”

 

Kata-kata Sae Ra membuat Yong Soon terkejut, Sae Ra terus menatapnya mengamati ekspresi Yong Soon, ottohke? Gumam Yong Soon.

Advertisements

13 thoughts on “FF: First Day We Meet (KyuSoon Couple)

  1. uwa…
    bca ff dsni seru2 smua dh..
    author’a DEABAK ^^

    oiya, aku pembaca baru diblog ini, puput imnida 17 y.o ^^

    after story’a love is really hurt msih dilnjut kan? aku ska lho ff itu ^^ keren..
    d(^-^)b

  2. uwa…
    bca ff dsni seru2 smua dh..
    author’a DEABAK ^^
    oiya, aku pembaca baru diblog ini, puput imnida 17 y.o ^^
    after story’a love is really hurt msih dilnjut kan? aku ska lho ff itu ^^ keren..
    d(^-^)b

  3. Huwaaaa“ si Kyu bisa so sweet jugaa yaa walaupun ujung2nya jg ga bisa romantis!!! haha“

    Tapi jarang2 loh org yg inget tgl brp ketemu pertama kali… ^^

    Waaahh selanjutnya gmn yaa Kyu ma Yongsoon, kan udah ketauan sm Saera!!??

  4. akhirnya kyuhyun ngelakuin hal romantis juga , apalagi yong soon ,udah main cium2 aja heheeh tp kyunya suka kan hahahaha *.*

  5. Buahahahaaa…. Ketahuan >.<
    pdhl udah disembunyikan sedalam mungkin, tetep aja ketahuan
    yongie dah gk bs bo'ong lg. Sae ra sdh tau semuanya
    daebak daebak
    hadeh.. Bingung mo ngomong pa lg kekeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s