FF: Summer, I’ll Fix You Part 6

Part 6

 

Kyu POV

 

“Ya!apa yang kau lakukan disini?”tanya gadis cerewet itu dihadapabku, sungguh sial sekali aku bertemu gadis ini disaat aku sedang memata-matai gadis aneh yang sudah masuk kembali ke apartemennya tanpa menoleh sedikitpun atau memberikan tanggapan atau mungkin marah karena aku sudah mengikutinya sejak kemarin-kemarin, dia tidak memberikan tanggapan apa-apa, dia aneh atau memang tipe sangat cuek??

 

Aku menatapa gadis cerewet dihadapanku yang masih memasang wajah kaget dan juga bingung.

 

“Eopseo..kebetulan aku sedang lewat”jawabku singkat, aku kembali memperhatikan apartemennya, entahlah aku berharap dia akan keluar.

 

“Apa kau mengikuti Yongie?”tanya gadis itu lagi, aku langsung menggeleng.

 

“Aniya..kan sudah kubilang aku hanya sedang lewat secara kebetulan disini”jawabku lagi, aku melihatnya mengangguk-anggukan kepalanya, kemudian gadis itu berbalik.

 

Sepertinya gadis cerewet ini sangat dekat dengan gadis aneh itu dan sepertinya tampak sangat peduli, berarti kemungkinan dia tahu kenapa gadis itu sangat aneh, ah benar kenapa aku tidak bertanya padanya saja pasti dia bisa memberikanku jawaban atas rasa penasaranku dan setelah aku tahu semua akan selesai aku akan kembali seperti dulu karena rasa penasaranku sudah hilang, joha.

 

“Ya!”panggilku pada gadis cerewet itu, dia berhenti berjalan dan menoleh padaku, aku segera menghampirinya.

 

“Chogi..apa kau temannya gadis itu?”tanyaku langsung.

 

“Ne..wae?”tanyanya balik.

 

“Ah..aniya…”jawabku, dia malah kembali berjalan, isshh sama-sama aneh, aku segera menahan tangannya.

 

“Jamkaman…kenapa gadis itu sangat aneh ya?”tanyaku tanpa basa-basi lagi, aku harus tahu kenapa gadis itu amat sangat aneh.

 

Dia menautkan alisnya menatapku.

 

“Apa pentingnya untukmu?”tanyanya lagi, kali ini aku tidak bisa menjawab, apa pentingnya untukku tahu kenapa gadis itu sangat aneh, sahabatku, bukan, pacar tentu saja bukan, lalu apa pentingnya untukku, aku hanya bertemu dengannya secara tidak sengaja saat dia mau bunuh diri kurasa tapi anehnya gadis itu selalu ada dipikiranku sejak kejadian itu, jadi apa alasan yang membuat pertanyaanku penting?tidak ada.

 

Gadis itu tidak terlalu lama menunggu jawabanku dan malah kembali berjalan, maunya apa gadis cerewet itu, tinggal bilang saja apa susahnya, penting atau tidak penting untukku, aku hanya penasaran kenapa dia malah bertanya hal itu. aku kembali mengejarnya.

 

“Ya..aku hanya penasaran kenapa gadis itu sering pergi ke taman dan tiba-tiba menangis?”tanyaku lagi.

 

“jadi kau mengikutinya?”tanyanya, bukan menjawab dia malah kembali bertanya.

 

“Ah..aniya…aku hanya melihatnya hari ini..”jawabku langsung, gadis ini sungguh banyak sekali pertanyaanya, susah sekali untuk menjawab.

 

Dia terdiam mengamati dan malah kembali berjalan, aisshh gadis menyebalkan.

 

“Ya..ya…aku memang mengikutinya sejak tiga hari yang lalu dan aku selalu melihatnya ke taman itu setiap hari dan dia trekadang tiba-tiba menangis..”seruku.

 

Gadis cerewet itu berhenti berjalan dan menatapku dengan seksama, apa aku salah bicara? Apa menurutnya aku salah telah mengikuti sahabatnya selama tiga hari ini?

 

“Kenapa kau sangat penasaran padanya?”

 

Kyu POV

 

Apakah kehilangan seseorang yang kau sayang bisa membuatmu seperti itu bahkan meski sudah dua tahun berlalu? Aku masih memikirkan cerita gadis cerewet itu tadi, sekarang aku tahu kenapa gadis itu tampak sangat aneh,jadi karena itu? Apa tidak terlalu berlebihan. Benar-benar aneh.

 

Aku mematikan laptopku begitu aku mendengar pintu kamarku diketuk, itu pasti Wookie, aku segera berjalan kea rah pintu dan membukanya.

 

“Makan malam dulu”ucapnya, aku mengangguk dan setelah itu dia pergi, aku menutup pintu kamarku dan mengikutinya.

 

Sepertinya rasa penasaranku pada gadis itu belum hilang, buktinya cerita gadis cerewet itu masih saja terngiang jelas di pikiranku, aku mendesah pelan, kenapa aku masih terus memikirkannya? Apa aku sangat sangat penasaran pada gadis itu, mollaso.

 

“Ya..kenapa kau diam saja?”Tanya Wookie.

 

“Ah..aniya..”aku sadar sejak tadi aku tidak menyentuh mangkuk nasiku sama sekali tentu saja hal itu membuat Wookie sangat heran, aku segera menyuap makananku.

 

“Wookie-ya..aku mau bertanya sesuatu”ucapku, dia berhenti makan dan menautkan alisnya bingung menatapku.

 

“Kyu..kau aneh sekali hari ini..wae geure?”tanyanya menatapku intens, aku segera menggeleng.

 

“Ani..aku baik-baik saja..”ucapku, dia akan merasa ada sesuatu jika aku malah bertanya hal itu tapi aku sangat penasaran, ini menyangkut gadis itu dan semua yang menyangkut dengannya membuatku selalu penasaran.

 

“Wookie-ya..menurutmu apakah sulit melupakan seseorang yang kau sayangi ketika dia meninggalkanmu?”tanyaku.

 

Lagi-lagi Wookie manatapku aneh namun sedetik kemudian dia menaruh mangkuk nasinya dan tampak seakan berpikir, aku berharap dia mnejawabnya namun tidak lama dia berpikir dia kembali menatapku.

 

“Mana aku tahu..aku belum pernah merasakannya”jawabnya singkat kemudian kembali memakan makan malamnya, aku mendesah pelan, sepertinya salah bertanya pada namja dihadapanku ini, aku kembali memakan makan malamku.

 

“Kyu..bagaimana dengan gadis itu?”tanyanya tiba-tiba membuatku yang sedang makan sedikit tersedak.

 

“Yeoja?nugu?”tanyaku, dia tersenyum penuh arti dan hanya dengan isyarat itu aku tahu siapa yang dia maksud gadis aneh itu.

 

“Ya..apa yang kau katakana pada Donghae..kau bilang aku sedang dekat dengan yeoja itu…kami hanya bertemu beberapa kali kenapa kau bisa bilang kami dekat..”ucapku menyangkalnya, andai dia tahu kalau selama ini aku selalu mengikutinya pasti dia akan semakin yakin dengan hipotesisnya bahwa aku mungkin menyukainya? Anni tidak mungkin aku menyukai gadis itu, tidak.

 

“Beberapa kali tapi tampak sangat kebetulan..benar kan Kyu? Bahkan kau memiliki nomornya”ucap Wookie lagi menatapku penuh arti, aisshh darimana dia tahu hal itu.

 

“darimana kau tahu?”tanyaku.

 

“Aku tidak sengaja melihat nomor gadis itu ada di handphonemu…namanya Yongiekan”ucap Wookie tersenyum dengan maksud yang aku tahu apa itu.

 

“Aku tidak sengaja masih menyimpannya…”jawabku singkat, kemudian dengan cepat menghabiskan makan malamku, aku tidak mau dia terus menginterogasiku dengan pertanyaan mengenai gadis itu dan pada akhirnya dapat membuatku keceplosan mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak dikatakan.

 

“Done..”ucapku kemudian beranjak dari dudukku dan hendak pergi menuju ke kmarku.

 

“Ya..malam ini tugasmu mencuci piring Kyu!”seru Wookie.

 

**

 

Aku baru saja konsultasi dengan dosen pembimbingku mengenai tugas akhirku, sedikit lagi dan semuanya akan selesai, aku akan segera kembali ke Korea dan tidak akan lagi bertemu dengan gadis yang selalu berkeliaran di otakku ini, tidak akan bertemu..kenapa kata-kata itu jadi terdengar aneh dan membuat perasaanku..aisshh apa yang aku pikirkan? Aku tidak rela kembali ke Korea karena gadis aneh itu? Tidak.

 

Aku berjalan di koridor kampusku sebelum aku memutuskan pergi ke kantin, sesampainya disana aku melihat Donghae yang sedang duduk sendirian, entah kenapa aku berpikir donghae dapat menjawab pertanyaanku, hah bahkan aku masih penasaran dengan hal itu, aku menghampiri donghae yang sedang seirus makan.

 

“Hae-ya”sapaku, dia mendongak dan sedikit kaget dengan kedatanganku yang tiba-tiba, aku tersenyum padanya, dia membalasnya dan menggerakan tangannya menyuruhku duduk.

 

“Sudah selesai?”tanyanya padaku.

 

“Belum sedikit lagi…”jawabku.

 

“Sepertinya sebentar lagi aku tidak akan melihatmu disekitar London lagi..”ucapnya sambil tertawa kecil, aku hanya menanggapinya dengan senyuman, tidak di Londong berarti tidak melihat gadis itu, haruskah aku senang atau sedih?

 

“Hae-ya..ada yang ingin kutanyakan?”tanyaku memulai menuju pada maksud aku menghampirinya, kenapa aku berpikir untuk bertanya padanya karena dia pasti tahu hubungan antara seorang namja dan yeoja, ya seseorang yang meninggalkan gadis aneh itu adalah namja, aku tidak tahu siapa tapi begitu aku tahu orang itu adalah namja yang ada dipikiranku apa hebatnya namja itu sampai-sampai dua tahu dia tidak bisa melupakannya juga.

 

“Wae?”tanyanya.

 

“Apa..kalau kita kehilangan orang yang kita sayang..dalam artian benar-benar pergi selamanya kau akan tampak sangat aneh?”tanyak to the point, sama seperti ekspresi wookie semalam dia juga menatapku aneh namun kemudian dia mendesah pelan.

 

“Ya..tentu saja..apalagi kalau itu orang yang sangat kau cintai..pasti sangat..sulit”

 

“Bahkan setelah dua tahun berlalu?”tanyaku memotongnya.

 

“Kan sudah kubilang kalau orang itu benar-benar kita cintai tentu akan sangat sulit melupakannya meksi sudah dua tahu bahkan mungkin bisa ada yang bunuh diri..”terang Donghae.

 

Mwo? Bunuh diri? Entah kenapa aku kembali mengingat pertemuan pertamaku dengannya, saat dia menyebrang jalan tanpa melihat jalan, apa jangan-jangan saat itu dia ingin bunuh diri, cih kenapa namja itu bisa membuatnya seperti itu, apa gadis itu sangat mencintai namja itu? Apa hebatnya? Tiba-tiba aku merasa tidak suka dengan namja itu, ada perasaan aneh yang muncul yang aku sendiri tidak tahu apa itu.

 

“Kyu..apa gadis yang sedang kau dekati itu ditinggal kekasihnya?”Tanya Donghae tiba-tiba dan tepat sasaran, aku terdiam sebentar namun langsung menggeleng, takut ketahuan kalau itu benar.

 

“Kyu,,,kusarankan jangan menyerah..mungkin sulit buatnya melupakan kekasihnya itu tapi aku yakin dia bisa lupa..intinya kalau kau memang menyukainya jangan menyerah,..semangat Kyu…”ucap Donghae sambil menyentuh bahuku, aku menatapnya bingung dan langsung bangkit dari dudukku sebelum dia terus meledekku sebaiknya ak pergi.

 

“Hwaiting Kyu!”

 

Author POV

 

Sepulangnya dari kampusnya Kyuhyun kembali menunggu Yong Soon di depan apartemennya, kali ini dia berniat untuk bicara pada Yong Soon, dia sendiri tidak tahu mau bicara apa namun kebutuhan untuk melihat gadis itu membuatnya berjalan menuju apartemen gadis itu bukan ke apartemennya.

 

Dia menunggu tidak jauh dari sana dengan sesekali memperhatikan jalan menunggu Yong Soon, tak lama kemudian sebuah mobil muncul dan berhenti tepat di depan apartemen Yong Soon. Zhoumi memaksa Yong Soon untuk mengantar pulang Yong Soon, awalnya Yong Soon menolak namun Zhoumi berhasil memaksanya, Yong Soon segera keluar dari mobil namun Zhoumi dengan cepat juga keluar dari mobil dan menahan tangan Yong Soon, membuat Yong Soon berhenti berjalan dan berbalik menghadap Zhoumi.

 

“Aku tidak akan menyerah untuk mendaptkanmu”ucapnya menatap mata Yong Soon, Yong Soon segera mengalihkan pandangannya,Zhoumi melepas cengkraman tangannya dan mmebiarkan Yong Soon berjalan meninggalkannya, setelah itu dia kembali ke mobilnya dan meninggalkan tempat itu.

 

Kyuhyun memperhatikan kejadian tadi, tanpa sadar tangannya mengepal dengan kuat, dia tidak tahu siapa namja itu yang jelas dia tidak suka melihatnya dekat dengan Yong Soon, begitu mobil Zhoumi melewatinya dia terus menatap namja itu dengan tatapan tajam.

 

Kyu POV

 

Aku mengetuk-ngetukkan pulpenku ke atas meja, aku masih mengingat apa yang kulihat tadi, siapa namja itu? Aku tidak suka caranya menatap gadis itu, kenapa aku jadi seperti ini?kenapa aku begitu peduli dengan gadis itu.

 

“wae..wae…wae…”keluhku.

 

Apa yang membuatku sangat tertarik pada gadis itu? Apa karena ceritanya? Tidak aku sudah tahu ceritanya tapi aku masih penasaran, lalu apa?

 

Tiba-tiba aku teringat perkataan donghae tadi siang, menyukainya? Kata-kata yang sudah aku hindari sejak awal aku merasa terlalu penasaran pada gadis ini, kata-kata yang berusaha aku lupakan dan sekarang kata-kata itu kembali masuk kepikiranku.

 

Menyukainya? Apa aku menyukainya?

 

Yang aku tahu perasaanku tidak menolak kenyataan itu tapi pikiranku, dia belum siap menerima kenyataan bahwa aku menyukainya…

 

**

 

Hari itu aku kembali menunggunya di depan apartemennya, aku ingin bicara padanya, ya sudah aku putuskan untuk mulai berbicara dengannya, aku menunggunya tidak lama karena selang lima menit dari aku menunggu, aku sudah melihatnya berjalan, syukurlah dia tidak bersama namja itu, dia berhenti begitu melihatku yang sedang menghadap kearahnya, ingin rasanya aku tersenyum namun melihat wajahnya yang dingin aku mengurungkan niatku, entah kenapa aku kembali mengingat ceritanya, dia masih belum bisa melupakan namja itu, ya itu yang aku tangkap dari ekspresinya, dia begitu mencintai namja itu dan aku tidak suka akan hal itu.

 

Dia hanya menatapku sekilas kemudian dia malah berjalan melewatiku bukannya masuk ke apartemennya, aku segera mengejar langkahnya dan berjalan disampingnya, sama seperti kemarin, dia terus berjalan beberapa blok darisini dengan tatapan lurus ke depan, sampai di ujung jalan tiba-tiba dia langsung menyebrang jalan tanpa melihat dulu.

 

Aku segera menarik tangannya dan membuatnya masuk dalam dekapanku, itu membuat jantungku berdetak tidak karuan, dia segera melepaskan dirinya dari dekapanku dan berbalik kembali ke apartemennya, aku yang masih terpaku karena apa yang baru terjadi segera tersadar dan kembali mengejarnya.

 

“Ya”panggilku, aku mempercepat langkahku untuk mengejarnya.

 

Begitu sampai di depan apartemennya aku sudah hendak menahan tangannya namun tiba-tiba dia berhenti berbalik.

 

“berhenti mengikutiku!”ucapnya ketus, dia menatapku tajam lalu dia kembali berjalan, aku segera menahan tangannya.

 

“Aku tahu apa yang terjadi padamu”ucapku, dia berbalik kehadapanku.

 

“Lalu..apa pentingnya untukmu tahu dan apa pentingnya untukku kau tahu akan hal itu”ucapnya lagi-lagi ketus.

 

Aku terdiam, aku sendiri tidak tahu apa pentingnya untukku dan dia, dia menghela nafas perlahan dan kembali berjalan, aku segera menahan tangannya lagi.

 

“Karena aku menyukaimu”ucapku, aku sendiri tidak sadar apa yang aku katakan, bisa-bisanya aku mengatakan hal itu, aku sudah gila karena gadis ini.

 

Dia menatapku tidak percaya.

 

“Micheoso..bagaimana kau bisa menyukaiku? Bahkan kita tidak saling kenal…namamu saja aku tidak tahu..darimana kau bisa menyukaiku..aneh”ucapnya, ini ucapan tepanjangnya yang pernah aku dengar.

 

“Nae..ireumeun Cho Kyuhyun…”

 

 

Yong Soon POV

 

Apa ada namja seaneh dia didunia ini? Tidak kurasa hanya dia, sudah selama ini terus mengikutiku sekarang dia menyatakan kalau dia menyukaiku, apa yang ada di otaknya, aneh, gila. Aku masuk ke dalam apartemenku dnegan perasaan sedikit kesal karena tingkah namja yang mengikutiku terus.

 

Aku melihat Je Ri duduk di sofa tengahku, aku tidak peduli dan ingin segera masuk ke dalam kamarku.

 

“Yongie-ya..kau kemana? Aku menunggumu sejak tadi”ucapnya, aku berhenti berjalan sebelum sampai di kamarku.

 

“Apa namja itu benar-benar gila..kenapa dia terus mengikutiku”kataku mengeluarkan semua unek-unekku.

 

Je Ri menatapku heran, kemudian terkekeh pelan.

 

“Kurasa dia menyukaimu”ucapnya.

 

“Dan dia baru saja mengatakannya”ucapku.

 

Namja aneh, bagaimana bisa dia menyukaiku mengenalku saja tidak, apa maunya?

Advertisements

3 thoughts on “FF: Summer, I’ll Fix You Part 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s