FF: Summer, I’ll Fix You Part 5

Part 5

 

Kyu POV

 

Apa yang sudah aku lakukan? Hah kenapa aku bisa melakukan hal itu? dimana harga diriku? Aisshh, aku mengacak-acak rambutku frustasi sebelum membuka pintu apartemenku, aku mulai masuk ke dalam dengan menghentak-hentakkan kakiku, hari ini benar-benar hari terburuk, hari paling memalukan selama hidupku, sekarang harus bagaimana? Pasti gadis itu akan berpikiran yang macam-macam, bisa-bisanya seseorang yang tidak pernah kau kenal memasukan nomor handphonemu. Ck apa yang salah dengan otakku?!

 

“Kyu..”panggil Wookie, aku tidak sedang ingin bicara pada siapapun kali ini maka aku menghiraukannya dan langsung masuk ke dalam kamar.

 

Hari ini aku melakukan hal paling memalukan dalam hidupku, bagaimana bisa aku melakukannya? Berkali-kali aku bertanya pada diriku sendiri bagaimana aku bisa berpikir memberikannya nomorku dan memasukan nomornya di handphoneku.

 

“Ottohke?”lirihku.

 

“Kyu..gwenchana?”tanya Wookie yang menyebulkan kepalanya dari balik pintu, aku yang sedang berdiri di depan lemariku menoleh padanya, dia menatapku bingung.

 

“Nde..”jawabku malas, dia mengangguk-anggukan kepalanya dan kemudian menutup pintu perlahan, aku kembali menghembuskan nafasku perlahan.

 

“Jinjja micheoso!”seruku sambil memukul-mukulkan kepalaku perlahan.

 

Author POV

 

 Kyuhyun sedang bekerja di depan komputernya untuk menyelesaikan tugas akhirnya, tangannya bergerak menulis namun pikirannya masih tertuju pada kejadiaan tadi sore. Tiba-tiba dia berhenti menulis dan terdiam.

 

“Apa yang aku pikirkan saat itu?”gumamnya, dia berdecak pelan dan kembali menulis namun lagi-lagi dia berhenti di tengah-tengah.

 

“Dwesso..aku tidak akan bisa menyelesaikannya kalau seperti ini”gerutu Kyuhyun sambil beranjak dari duduknya dan membuka jendela kamarnya lebar-lebar membiarkan angin malam masuk sementara dia berdiri di depan jendela itu.

 

Kyuhyun masih memikirkan apa yang harus dia lakukan setelah kejadian paling memalukan itu, dia berpikir pasti Yong Soon akan menganggapnya aneh, Kyuhyun tidak bisa membayangkan bagaimana tanggapan Yong Soon.

 

“Ara..aku harus menyelesaikan semuanya”ucap Kyuhyun mantap kemudian mengambil handphonenya di atas meja dan mulai mengetikkan sms yang akan ditujukannya pada Yong Soon.

 

To: Yongie

 

Untuk yang tadi anggap saja aku tidak pernah melakukan itu

 

Begitu selesai menulis, Kyuhyun menjadi bingung dan hanya terdiam menatap layar handphonenya, dia jadi bimbang mengirimkannya atau tidak, dia kembali menghapus kata-kata yang sudah dibuat dan membuat yang baru tapi kembali di hapus.

 

“Shiro!”gerutu Kyuhyun, dia menaruh handphonenya ke meja lagi namun sejurus kemudian dia mengambil handphonenya lagi dan langsung mengetikkan kata-kata itu lagi dan kali ini dia langsung mengirimkannya.

 

“Ok..done..tinggal menghapus nomor gadis itu”ucap Kyuhyun sambil membuka kontaknya mencari nama gadis itu, sampai pada nama gadis itu kyuhyun kembali bingung.

 

“Sebaiknya aku tunggu balasannya dulu..”ucap Kyuhyun dan menaruh handphonenya kembali ke meja, lagi-lagi sedetik kemudian dia kembali mengambilnya lagi menimbang-nimbang untuk segera menghapus nomor itu.

 

Yong Soon POV

 

Drrt..Drtt..Drrttt

 

Aku melihat handphoneku bergerak di atas meja, siapa yang menghubungiku malam-malam seperti ini, aku menghentikan kegiatanku menulis skripsiku dan menuju meja disamping tempat tidurku, ada sebuah pesan masuk, aku menautkan alisku ketika melihat siapa pengirimnya, namja aneh tadi sore yang memberikanku nomornya, mau apa dia? Seharusnya sejak tadi aku hapus.

 

From: Cho Kyuhyun

 

Untuk yang tadi anggap aku tidak pernah melakukannya

 

Aku semakin bingung dengan smsnya itu, benar-benar namja aneh, lalu apa maksudnya tadi, sudahlah membuang waktuku saja, aku segera menghapus sms itu. sebaiknya aku hapus nomornya juga, aku membuka kontaku yang hanya dua, jadi dua karena dia menambahkannya.

 

Kenapa tiba-tiba aku bingung mau menghapusnya atau tidak?

 

**

 

Aku mengambil jaket hitam panjangku sebelum pergi ke kampus, semalam London diguyur hujan dan sampai pagi ini belum juga berhenti, begitu selesai memakai jaketku aku memasukan laptopku ke dalam tas kemudian keluar dari kamarku.

 

Aku menatap ruang tengah apartemenku dengan tatapan kosong, sepi, itu yang aku rasakan, sudah dua tahun ruangan ini terasa sepi, sangat, aku menghembuskan nafasku perlahan

 

**

 

“Oppa”seruku begitu melihat seorang namja tengah menaruh piring-piring di atas meja kemudian mengisinya dengan telur yang baru saja dia buat, dia menoleh padaku dan tersenyum dengan senyum favoritku itu.

 

“Morning”sapanya.

 

Aku menghampirinya dan duduk di meja makan.

 

“Jam berapa Oppa bagun?”tanyaku padanya.

 

“Emm..lebih pagi dibanding dirimu pastinya..”jawabnya sambil menyodorkan segelas susu coklat kesuakanku.

 

“Sudah kubilang biar aku saja yang masak”ucapku, dia duduk di kursi di hadapanku dan mulai mengambil sendok dan garpu.

 

“Ya..kau pikir aku tidak bisa masak…kau ingat siapa yang sering membuatkanmu makanan dulu, hah?”serunya sambil menujukkku dengan sendok yang dia pegang.

 

“Ara..ara tapi kan kita sudah sepakat Oppa..kau mengacaukannya”seruku membalasnya.

 

“Isshh..kau tidur larut malam sekali karena tugas..kau pasti sangat lelah..mana mungkin aku tega membiarkanmu membuat sarapan pagi ini…harusnya kau berterima kasih padaku…”lagi-lagi dia memberi alasan, aku mengerucutkan bibirku, dia selalu saja seperti itu, memberi perhatian terlalu berlebiahn seakan-akan aku masih gadis kecilnya.

 

“Aku tidak memintanya jadi untuk apa berterima kasih”ucapku cuek.

 

“keure..keure..aku selalu kalah darimu Choi Yong Soon..do like what you want”ucapnya mengalah.

 

“Joha..jangan sentuh dapurku lagi”ucapku mengingatkan.

 

“Mwo? Dapurmu? Sejak kapan?”ucapnya kesal.

 

“Sejak Oppa bilang ini apartemenku karena aku adalah calon istrimu”ucapku sambil tersenyum padanya, bisa kulihat mukanya memerah karena malu, aku senang sekali menggodanya seperti itu, dia terlihat sangat lucu.

 

**

 

Enough, kenapa aku harus selalu mengingat kenangan itu, aku segera keluar dari apartemenku sebelum aku memutuskan untuk lebih lama disana, dengan cepat kuturuni tangga apartemenku, begitu sampai di depan tangga aku melihat seorang namja berdiri tidak jauh darisitu, begitu dia melihatku namja itu berjalan ke arahku.

 

“Zhoumi”ucapku perlahan sebelum dia benar-benar sampai di hadapanku, namja yang selalu saja berusaha ada disekitarku, jujur aku paling tidak suka ada orang yang mengikutiku atau melakukan hal-hal yang terlalu berlebihan menurutku, sama seperti dia.

 

Aku berusaha tidak peduli dengan dia dan memutuskan untuk berjalan namun begitu melintas tepat dihadapannya dia menahan tanganku, aku berusaha melepaskannya namun dia tetap menahannya.

 

“Lepaskan aku”ucapku tanpa menoleh padanya.

 

“Sampai kapan kau akan seperti ini? Mendiamkanku?kau pikir aku akan menyerah?”ucapnya terus.

 

Aku kembali berusaha melepaskan tangannya namun dia jauh lebih kuat menahan tanganku.

 

“Kita berangkat bersama”ucapnya kemudian menarik tanganku berjalan, aku berusaha menolak namun dia terlalu kuat untuk dilawan dan pada akhirnya aku menurutinya.

 

Kyu POV

 

Apa-apaan gadis itu sama sekali tidak memberikan tanggapan apapun? Aisshh shiroh, benar-benar gadis aneh dan bisa-bisanya aku melakukan hal itu kemarin.jeongmal baboya!gerutuku pada diriku sendiri sambil menatap handphoneku, semalaman aku menunggu balasan anni tanggapan dari gadis itu tapi mana? Tidak ada sama sekali, apa dia benar-benar tidak sepeka itu, gadis bodoh yang aneh, sangat aneh!

 

Aku melemprakan handphoneku dan menghempaskan tubuhku ke sofa, benar-benar menyebalkan! Sudah seharian ini aku menggurutu tidak jelas karena gadis aneh itu tidak memberikan tanggapan apapun setelah aku mengirimkannya sms semalam.

 

Drrt..Drrtt..drttt

 

Aku mendengar handphoneku bergetar, aku segera mengambilnya, berharap itu sms dari gadis aneh itu namun saat aku melihat nama pengirimnya, aku mendesah kecewa.

 

From: Wookie

 

Kyu bisa kau belikan aku ddokboki instan..aku lupa kalau sudah habis

 

Bukan, bukan dari gadis itu tapi dari Wookie, jinjja kenapa harus dia, aku kan berharap gadis itu. aku berjalan dengan malas ke dalam kamarku mengambil jaketku lalu keluar apartemenku. Seharian ini aku benar-benar gila menunggu sms dari gadis aneh itu.

 

“Mwoya? Seharian ini aku seperti orang gila karena menunggu sms dari gadis aneh itu..bukannya seharusnya aku senang dia tidak membalas smsnya itu berarti dia tidak menggap kejadian aneh itu kan..hah kenapa denganku?”ucapku begitu sampai di depan pintu apartemenku.

 

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, semua sudah selesai jangan memikirkannya lagi. Joha.

 

**

 

Bagaiman aku tidak memikirkannya jika ternyata aku malah bertemu dengan gadis aneh itu, bukan bertemu tapi aku melihatnya lagi, wae? Kenapa aku harus selalu bertemu dengannya disaat aku berpikir semua sudah selesai dan aku bisa menjalani hidupku seperti dulu lagi tanpa adanya yeoja aneh yang selalu ada di otakku.

 

Aku melihanya berjalan melewatiku, sepertinya dia tidak melihatku, lagi-lagi aku melakukan hal aneh dengan mengikutinya,aku tidak tahu kenapa aku melakukannya yang jelas aku sangat penasaran dengan yeoja super cuek ini.

 

Aku terus mengikutinya berjalan sampai beberapa blok dari tempat tadi, aku sengaja menjaga jarak dengannya agar dia tidak menyadari aku mengikutinya, ok aku sekarang merasakan bagaimana menjadi stalker, stalker gadia aneh yang selalu aku pikirkan. Aku tidak tahu apa aku akan menyesal sudah melakukan hal memalukan lagi setelah pulang ke apartemen atau aku malah senang saat tahu dimana dia tinggal.

 

Yap, dia berhenti di depan sebuah apartemen, dia sepertinya benar-benar sangat cuek bahkan dia tidakmerasa ada orang yang mengikutinya yaitu aku. Aku melihatnya masuk ke salah satu pintu disitu, aku tidak mengikutinya dan malah menunggu di depan saja. Entah apa yang aku pikirkan sampai menunggu seperti ini tapi tidak lama kemudian dia keluar dari apartemennya, aku kembali mengikutinya diam-diam.

 

Dia berjalan melewati beberapa blok dari apartemennya sampai ke sebuah taman, dia masuk ke taman itu dan duduk disalah satu bangku panjang disana, apa yang dia lakukan? Aku hanya mengawasinya dari jauh, harus kuingatkan pada diriku lagi, aku mengikutinya karena aku penasaran kenapa dia bisa sangat-sangat tidak peka.

 

Aku melihatnya memejamkan matanya kemudian dia menatap lurus ke depannya dan tiba-tiba saja aku melihat sesuatu yang bening mengalir dari matanya, dia menangis?!

 

“Sungguh yeoja yang sangat-sangat aneh”ucapku kemudian berbalik hendak pulang, selesai dia memang sangat aneh, sebaiknya aku segera pulang,rasa penasaranku sudah hilang bukan.

 

Baru berjalan beberapa langkah aku kembali berbalik dan melihatnya lagi.

 

Author POV

 

Kyuhyun kembali mengikuti Yong Soon kembali ke apartemennya, entah apa yang dipikirkannya sampai dia melakukan hal itu semuanya terjadi begitu saja, saat melihat gadis itu dia menjadi sangat penasaran ingin tahu segalanya tentang gadis itu.

 

Yong Soon sebenarnya merasa sejak tadi ada yang mengikutinya namun dia berusaha untuk tidak peduli, apa pentingnya sekarang baginya untuk peduli tentang sekitarnya, saat Yong Soon sudah masuk ke dalam apartemennya, Kyuhyun berjalan untuk pulang, dalam perjalanan pulang dia terdiam berpikir,melihat gadis itu menangis membuatnya merasa sangat aneh, kenapa gadis itu menangis? Pikir Kyuhyun, patah hati?

 

Dia segera masuk ke dalam apartemennya dan menaruh belanjaannya itu di dapur dimana saat itu Wookie sedang sibuk memasak makan malam.

 

“Kenapa lama sekali?”tanya Wookie.

 

Kyuhyun tidak menjawab karena pikirannya memang sedang tidak ada disini melainkan masih memikirkan gadis itu, dia berjalan ke kamarnya sementara Wookie menatapnya bingung, dia merasa akhir-akhir ini sahabatnya itu menjadi sangat aneh.

 

“Apa karena yeoja itu ya? Jadi dia benar-benar menyukai gadis itu?”gumam Wookie.

 

Di dalam kamar Kyuhyun duduk di meja belajarnya, dia membuka hanpdhonenya mencari nama gadis itu.

 

“Yongie..kenapa aku begitu penasaran denganmu?”gumam Kyuhyun.

 

**

 

Setelah kejadian itu, Kyuhyun kembali mengikuti Yong Soon keseokan harinya, sepulangnya dari kampus dia pasti akan menuju apartemen gadis itu mengawasinya dari jauh menunggu gadis itu keluar atau pulang, Kyuhyun benar-benar sudah sangat penasaran pada gadis yang bahkan dia belum tahu namja jelasnya siapa, dia hanya tahu gadis yang bersama Yong Soon memanggilnya dengan Yongie.

 

Dari yang diamati Kyuhyun, Yong Soon selalu ke taman itu sepulangnya dia dari entah darimana, pikir Kyuhyun mungkin kuliah. Dia akan duduk disana sekitar tiga puluh menit sebelum kembali pulang, kadang dia hanya akan mendengarkan musik, membaca buku atau apapun itu yang jelas sejak hari pertama dia mengikuti gadis itu, gadis itu belum menangis lagi.

 

Ini sudha hari ketiga Kyuhyun mengikuti Yong Soon, terkadang dia ingin menghampiri gadis itu apalagi jika gadis itu sudah memasang wajah sedihnya, dia begitu penasaran apa yang membuat gadis itu terlihat sangat sedih.

 

Hari ini Kyuhyun kembali melihat Yong Soon menangis,refleks dia bergerak mendekat namun baru beberapa langkah dia berhenti, dia tersadar dengan apa yang dia lakukan sangat salah, dia kembali hanya melihat gadis itu dari jauh.

 

 

Kyu POV

Semua orang bisa bilang kalau aku sudah gila karena gadis aneh yang sedang berjalan di depanku ini, aku sendiri tidak tahu kenapa aku sangat sangat penasaran dan bahkan sudah tiga hari ini mengikutinya, gadis ini bisa membuat akal sehatku hilang. Tiba-tiba gadis dihadapanku ini berhenti berjalan dan menoleh ke belakang, aigoo, aku harus sembunyi dimana??!

 

Karena tidak ada tempat sembunyi aku pura-pura sedang melihat-lihat, aku meliriknya lewat ekor mataku, dia hanya menatapku tanpa ekspresi kemudian kembali berbalik, isshh gadis itu, aku kembali mengikutinya sampai di depan apartemennya dan sial gadis cerewet itu juga ada disana.

 

Aku ingin segera berbalik namun terlambat gadis cerewet itu menyadari keberadaaku lebih dahulu.

 

“Neo?!”serunya padaku, aku hanya berpura-pura melihat-lihat kemudian tersenyum padanya, aku melihat gadis aneh bernama Yongie itu kembali menatapku dan saat itu pandangan mata kami saling bertemu, ini yang ketiga kalinya dan kini muncul debaran aneh di dadaku melihat matanya yang menatapku, apa itu?!

Advertisements

3 thoughts on “FF: Summer, I’ll Fix You Part 5

  1. kyuhyun udah kyk fans ny yong soon aja, tiap hari diikutin..gak ada kerjaan apa?
    sebel deh liat kyu yg diem aja merhatiin yong soon, seharusnya kan hampiri yong soon nya…kl kyk gt gak bkl ada perubahan…

    eonni ditnggu lanjutannya~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s