FF: Fishy’s Birthday (SooHae Couple)

Fishy’s Birthday

 

 

Hyo Soo POV

 

“ONNIEEEE!!!” seru dua orang yeoja dihadapanku, aku tersenyum mendengar panggilan mereka, rasanya sudah lama sekali tidak melihat mereka, aku sangat merindukan dua gadis kecil ini><

 

”Annyeong Yong Soon-ah..Yeon Ji-ya…”seruku pada mereka sambil melambaikan tanganku, kami hanya bisa bertemu seperti ini, sungguh menyedihkan.

 

”Bagaimana kabar kalian?”tanyaku pada mereka.

 

”Baik…sangat baik…”jawab Yeon Ji.

 

”Onnie?”tanya Yong Soon.

 

Aku menganggukan kepalaku dan tersenyum.

 

”Onnie..lusa kan ulang tahun Donghae Oppa..Onnie tidak pulang?”tanya Yong Soon lagi.

 

Aku mendesah pelan, aku tahu lusa adalah ulang tahun Donghae Oppa dan biasanya setiap tahun kami akan merayakannya bersama tapi tidak tahun ini, padahal aku ingin sekali pulang membuatkannya kue ulang tahun dan menghabiskan seharian itu bersamanya tapi mulai tahun ini kegiatan itu tidak ada.

 

”Mollaso..”jawabku dengan wajah sedih.

 

”Ya..onnie..pulanglah..Donghae Oppa pasti mengharapkan onnie untuk datang di pesta yang akan kami buat untuk Oppa…pulanglah onnie”pinta Yeon Ji memohon.

 

Tidak bisa semudah itu, masih ada yang harus aku lakukan hari itu, aku tidak mungkin pulang.

 

”Bagaimana kabarnya?”tanyaku mengalihkan pembicaraan.

 

”Nugu?”tanya Yeon Ji polos dan langsung mendapatkan pukulan dariYong Soon.

 

”Ya..Yeon Ji-ya…Donghae Oppa-lah siapa lagi…”ucapnya padaYeon Ji yang mengembungkan pipinya kesal.

 

”Dia baik-baik saja onnie..dia tidak melakukan hal yang aneh-aneh..tenang saja aku kan selalu mengawasinya sesuai perintah onnie…”ucap Yong Soon padaku, aku tersenyum menanggapinya.

 

”Ara..ara..dia pasti menurut pada dongsaeng kesayangannya ini..oiya bagaimana kabar Kyuhyun?”tanyaku.

 

”Onnie..kenapa bertanya dia?”ucap Yong Soon sedikit kesal, apa dia cemburu? Dasar gadis itu.

 

”Ya..aku ingin menanyakan kabar mereka satu persatu jadi dimulai dari yang bawah..jangan cemburu dulu…kajja tell me how are they?”tanyaku pada mereka berdua, akhirnya mereka mulai menceritakan kabar mereka satu persatu, sepertinya mereka sangat sibuk sekali promosi album, aku tidak tahu mereka sesibuk itu bahkan aku baru tahu Teukie Oppa ikut WGM dan Hello Baby,ah sepertinya aku memang ketinggalan sekali berita tentang mereka, Donghae Oppa juga jarang sekali bercerita tapi akhir-akhir ini kami sudah jarang berkomunikasi, sepertinya dia benar-benar sibuk.

 

Semakin lama mendengar cerita mereka, aku semakin merindukan mereka,terutama dia, aku ingin pulang, aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung padanya.

 

 

**

 

Aku merapatkan jaketku melewati jalanan kota Vancouver yang banyak genangan airnya, baru saja hujan berhenti ketika aku memutuskan untuk keluar apartemenku untuk membeli keperluanku. Aku sampai ditoko dan mulai mengambil barang-barang keperluanku, lalu membayarnya.

 

Menikmati sejukanya kotaVancouver setelah hujan sambil berjalan memang sangat menyenangkan, meski baru beberapa bulan disini aku sudah betah,disini nyaman menurutku meski mencari makanan sulit. Dalam beberapa bulan ke depan kota ini akan mulai tertutupi salju makanya cuaca seperti ini harus dinikmati, aku berheti di depan kedai kopi, sepertinya minum coklat panas akan sangat menyenangkan di hari hujan seperti ini.

 

Aku duduk di luar sehingga bisa menikmati jalanan dengan jelas juga orang-orang yang berlalu lalang. Aku menyeruput coklat panasku perlahan, tiba-tiba aku teringat beberapa bulan yang lalu aku pernah kesini bersama Donghae Oppa saat dia tiba-tiba datang kemari tanpa memberitahuku.

 

**

 

”Apa kau betah disini?”tanya Donghae Oppa yang duduk dihadapanku sambil memperhatikanku lekat-lekat.

 

”Nde…disini nyaman…”jawabku.

 

”Bukannya disini hujan terus..apa nyamannya?”tanyanya lagi.

 

”Aku kan suka hujan Oppa..kau lupa”ucapku yang seperti tidak suka bahwa aku suka hujan.

 

”Ara..ara aku ingat hanya saja…”ucapannya terhenti dan dia memperhatikan sekelilingnya.

 

”Terlalu asing…”ucapnya sambil menatapku,aku ingin tertawa melihat ekspresinya itu, dia bilang begitu karena dia pernah tersesat disini.

 

”Salah sendiri kenapa malah terbang ke Quebec..kan sudah kubilang aku di Vancouver”ucapku lagi.

 

”Aishhh…sudah jangan bicarakan itu…”ucapnya dengan wajah kesal,aku tertawa pelan melihat ekspresinya itu.

 

”Tapi..kau tahu enaknya disini…aku tidak perlu menyamar untuk berjalan-jalan disini..”ucapnya sambil tersenyum, senyum yang sangat aku rindukan,masih tetap mempesona seperti biasanya.

 

**

 

Bahkan dia sempat tersesat, bagaimana bisa di pergi ke Quebec sedangkan aku di Vancouver? Dasar namja itu, aku tersenyum mengingat kejadian itu, dimana aku harus menjemputnya ke Quebec.

 

**

 

”Oppa..oddie?”tanyaku panik ditelepon ketika dia menghubungiku dia ada di Kanada tapi tidak tahu dimana.kenapa dia tidak bilang mau kesini, paling tidak aku bisa menjemputnya di Ottawa.

 

”Mollaso…”jawabnya terdengar bingung.

 

Aigoo, kenapa dia malah tersesat seperti itu

 

”Oppa…coba kau tanyakan petugas bandara disana..Oppa yakin bukan di Ottawa?”tanyaku lagi, kalau dari Ottawa dia mengambil penerbangan lagi bagaimana? Kanada itu sangat luas kalau dia dibawa ke bagaian utara atau…aigoo ottohke?? Aku jadi panik sendiri karenanya.

 

”Soo-ya…aku  tidak bisa bahasa Inggris…hah kenapa tulisan di papannya bahasa tidak jelas..bukan bahasa Inggris…ottohhke?”ucapnya panik.

 

”Apa yang tertulis disitu?”tanyaku menyuruhnya untuk membacanya.

 

”Qe..Qui..Que…ah..molla…molla…aku tidak bisa membacanya…Soo…”

 

”Que..Quebec?!Oppa kau disitu?”tanyaku memastikan pengucapannya adalah Quebec, mungkin dia malah kesana, disana memang lebih sering di pakai bahasa Prancis.

 

”Molla..mungkin…ah…kerue..kerue…aku di Qui..”

 

”Quebec…ara..aku akan menjemput Oppa disana…tunggu…”potongku.

 

**

 

Aku kembali menyeruput coklat panasku, kenapa jadia semakin merindukannya padahal baru beberapa bulan tapi aku sudah sangat merindukannya. Aku segera menghabiskan coklat panasku lalu keluar dari kedai itu dan mulai berjalan pulang menuju apartemenku, baru beberapa blok dari kedai kopi itu aku melihat sebuah toko jam, aku melihat jam yang dipajang disana dan aku melihat satu yang bagus,setidaknya aku akan megirimkannya hadiah meski tidak memberikannya langsung. Hah aku ingin pulang tapi….

 

 

”I want this…”ucapku pada pelayan disana sambil menunjuk jam itu.

 

”Can you wrap it”pintaku, dia mengangguk lalu mulai membungkusnya, aku akan mengirimkannya hari ini.

 

 

 

**

 

Aku menulis sebuah surat yang akan aku kirim bersama dengn hadiahnya itu, aku tersenyum begitu selesai menulisnya, aku ingin sekali pulang memberikan hadiah ini langsung padamu keundeu aku tidak bisa Donghae-ya.

 

”Mianhe…”lirihku sambil melipat surat itu, tiba-tiba handphoneku bergetar diatas meja, buru-buru aku mengangkatnya, aku kaget melihat nama yang tertera disitu.

 

”Yoboseyo”

 

 

Donghae POV

 

”Saengil chukka hamnida…saengil chukka hamnida…saaranghaneun uri Donghae…saengil chukka hamnida….”ucap hyungdeulku juga dongsaengdeulku.aku terharu melihat mereka yang sudah menyiapakn pesta ulang tahun untukku seperti ini, meski pesta kecil-kecilan aku cukup senang, aku mengusap mataku perlahan.

 

”Hae-ya..usiamu sudah bertambah setahun..kau sudah tahu..jangan cengeng lagi…”ucapTeukie hyung sambil menepuk bahuku.

 

”Huaa..uri fishy…”ucap Eunhyuk sambil merangkul bahuku dan mengusap mataku, dasar dia itu.

 

”Isshh Oppa cengeng…”ledek Yong Soon.

 

”Ya…ya..aku hanya terharu karena bahagia…kalian ini..”seruku tidak terima dibilang cengeng aku hanya senang karena mereka masih mengingat ulang tahunku.

 

Aku melihat mereka tertawa.

 

”Oppa!”seru Yong Soon yang sudah mencolek krim kue dan ingin menaruhnya di wajahku namun tangannya segera ditahan Kyuhyun.

 

”Kue itu untuk dimakan..bukan untuk main-main…ChoYong Soon”ucapnya sambil menatap tajam Yong Soon yang hanya mengerucutkan bibirnya kesal dilarang Kyuhyun.

 

”Kalau begitu ayo kita makan kuenya…”seru Yeon Ji semangat sambil membawa kue itu.

 

**

 

Aku memperhatikan mereka yang sedang makan malam bersama, sudah lama rasanya tidak berkumpul seperti ini, rasanya kurang lengkap, tidak ada gadis itu. Hyo Soo. Mulai tahun ini aku harus mulai terbiasa dia tidak akan ada lagidi tengah-tengah kami, aku merindukannya sekarang padahal baru dua bulan yang lalu aku bertemu dengannya, aksi nekatku ke Kanada sendirian yang pada akhirnya aku tersesat.

 

Aku memandang handphoneku, dia belum mengirimkan sms atau telepon ucapan selamat sama sekali. Apa dia sangat sibuk? Akhir-akhir ini dia memang sepertinya sangat sibuk.

 

”Merindukan Hyo Soo ya?”ucap Eunhyuk disampingku sambil menyentuh daguku.dan tersenyum menggodaku.

 

”Ya…Hyukkie”seruku tidak suka dia melakukan itu.

 

Eunhyuk hanya tertawa, sahabat yang tidak mengerti perasaan sahabatnya, sudah tahu aku sedang merindukannya, dia malah menggodaku. Dasar monyet jelek!

 

Aku beranjak dari dudukku meninggalkan mereka, Eunhyuk membuat moodku buruk, aku ingin keluar sebentar namun saat aku ingin membuka pintu, pintu itu sudah terbuka dan yeoja itu, yeoja yang sangat aku rindukan berdiri di hadapanku.

 

”Apa aku terlambat?”ucapnya menatapku kaget.

 

”Soo-ya?”seruku tidak percaya pada apa yang aku lihat, dia datang, di hari ulang tahunku, benarkah?

 

 

Hyo Soo POV

 

Aku menatap lekat-lekat wajah namja di hadapanku, begitu juga dengan dia, sudah berapa lama kami seperti ini, setengah jama, entahlah kenapa, sepertinya aku benar-benar menrindukan wajahnya dna hanya ingin seperti ini, memandang wjahnya sampai rasa rinduku hilang.

 

”Kau merindukanku?”tanyanya sambil tetap mentapku lekat-lekat.

 

”Sangat..Oppa?”tanyaku balik.

 

”Sangat..sangat…”ucapnya sambil tersenyum.

”Apa aku terlihat semakin tampan?”tanyanya lagi,aku tersenyum tipis.

 

”Kau selalu tampan Oppa”jawabku.

 

”Kau selalu cantik Soo-ya”ucapnya, aku kembali tersenyum mendengar perkatannya itu.

 

Tiba-tiba dia langsung menarikku ke dalam pelukannya dan mendekapku erat.

 

”Jeongmal bogoshippo..aku pikir kita tidak akan pernah merayakan ulang tahunku bersama lagi…”ucapnya.

 

”For my prince i will do anything…”ucapku sambil melepaskan tubuhku dari pelukannya dan menatapnya lekat-lekat, dia mendekatkan wajahnya dan mencium bibirku sekilas.

 

”Ya..Oppa…ini di dorm?bagaimana kalau mereka lihat”seruku tidak suka karena tiba-tiba dia menciumku.

 

”Biarkan saja…aku rasa mereka sudah memperhatikan kita sejak tadi…”ucapnya kembali menarikku ke dalam pelukannya lagi.

 

”Hah..biarkan aku memelukmu seperti ini terus sampai pagi Soo-ya…aku sangat merindukanmu…”ucapnya sambil mendekapku erat, aku tersenyum kecil.

 

”Oppa…aku tahu sebenarnya aku tidak mau pulang tapi….kau tahu kenapa aku pulang?”tanyaku padanya.

 

”Wae?”tanyanya balik sambil tetap memelukku.

 

”Appa yang menyuruhku pulang untuk mengucapkan ulang tahun padamu…”jawabku.

 

”Aboji?”tanyanya seakan memastikan.

 

”Eoh…sepertinya lama-lama Oppa yang menjadi anaknya bukan aku…masa dia sampai ingat ulang tahun Oppa”ucapku, aku mendengar Donghae Oppa tertawa pelan sambil mengelus kepalaku perlahan.

 

”Jamkaman…”ucapku melepas pelukannya ketika aku sadar aku belum memberikannya hadiah padahal aku sudah membelianya dan menyiapkannya, aku beranjak dari sofa dan mengambil tasku, sebuah kotak.

 

Aku memberikannya padanya, dia menautkan alisnya bingung.

 

”Your present…open it…”ucapku, dia membukanya dan mengambil jam tangan itu lalu memandanginya.

 

“Awalnya aku hanya ingin mengirimkannya tapi berhubung aku pulang jadi aku langsung berikan saja..otte Oppa suka?”tanyaku.

 

”Aku akan selalu suka apapun yang kau berikan Soo-ya..gomawo…”ucapnya, aku tersenyum dan kembali memeluknya.

 

”Aku ingin segera semuanya selesai dan kembali padamu Oppa”ucapku.

 

Dia mengelus kepalaku perlahan dan mencium puncak kepalaku.

 

”Saengil chukkaeyo my prince”ucapku.

 

 

**

 

“Kenapa kau tidak menginap di dorm”seru Donghae Oppa kesal ketika sudah sampai di depan rumahku.

 

“Ya..Oppa..kau piker dormmu itu penginapan..lagipula aku punya rumah disini”ucapku.

 

“Waktu aku ke Vancouver aku menginap di apartemenmu…kenapa kau tidak mau menginap di dorm”ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya. Aisshh seperti anak kecil saja, masalahnyakan beda, habisnya aku tidak yakin kalau meninggalkannya di hotel saat itu.

 

“Itu beda Oppaku sayang… oh ya lusa aku pulang..Oppa harus mengantarku…”seruku padanya.

 

”Arasso…”ucapnya malas, dia masih ngambek rupanya, dengan cepat aku mencium pipinya sekilas dan itu membuatnya kaget namun sejurus kemudian dia tersenyum.

 

”Oh ya minggu depan ada SM Town di New York…aku akan mengunjungimu lagi…”ucapnya senang.

 

”Mwo? Aniya..nanti Oppa tersesat lagi…aku saja yang kesana…”ucapku.

 

”Jinjja? Kau mau melihat kami?”tanyanya dengan wajah senang.

 

”Tidak melihat kalian…aku akan menunggu Oppa selesai konser..aku tidak tahan mendengar gadis-gadis itu meneriakan nama Oppa…”jawabku, dia tersenyum kecil kemudian mengacak-acak rambutku perlahan.

 

”Keure..aku akan menghubungimu begitu konser selesai dan kita akan jalan-jalan di New York..wah aku tidak bisa membayangkan kota itu…”ucapnya, lucu sekali namjaku ini.

 

”Oppa kau norak sekali…”seruku sambil tertawa.

 

”memangnya kau pernah kesana?”tanyanya ingin tahu.

 

”Tentu saja..sudahlah..sudah malam..besok Oppa masih ada jadwalkan…jal ja my prince”ucapku kemudian meninggalkannya namun tangannya kembali menahanku.

 

”Poppo…”tunjuknya pada bibirnya, isshh dasar dia ini, aku kemudian mendekatkan wajahku dan mencium bibirnya sekilas namun tangannya malah menahan tengkuku dan mulai menciumku dalam.

Advertisements

2 thoughts on “FF: Fishy’s Birthday (SooHae Couple)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s