FF: Summer, I’ll Fix You Part 3

Part 3

 

Kyu POV

 

Aku keluar dari apartemenku dengan helaan nafas panjang begitu melihat tetesan hujan yang rapat menyambutku tepat sebelum melangkah ke jalan. Menjalani musim semi berhujan? Jinjja, mana ada itu? aku melihat jam ditanganku, sudah sangat siang dan aku harus segera ke kampus tapi bagaimana dnegan hujan ini? Aku juga tidak membawa payung, kalau kembali ke atas akan memakan waktu, ah kenapa tidak minta tolong pada Wookie saja? Aku segera merogoh handphoneku di saku jaketku dan segera meneleponnya.

 

Tak lama kemudian aku mendnegar derap langkah menuruni tangga tepat disampingku, sepertinya itu Wookie dan benar saja ketika bunyi itu menghilang seorang namja dengan sebuah payung di tangannya menghampiriku.

 

“Ah..neomu gomawoyo Wookie-ah..”ucapku sambil mengambil payung ini.

 

“Nde..lain kali kau harus selalu membawa payung…cuaca London akhir-akhir ini sangat buruk..”ingatnya padaku.

 

Aku mengangguk kemudian mulai membuka payung itu lalu melambaikan tanganku padanya sebelum mulai menerobos hujan dengan payung ini.

 

Hujan yang mengguyur kota London cukup deras bahkan aku yang sudah memakai payung saja masih terkena tetesan hujan, kalau bukan aku punya kepentingan yang sangat penting ke kampus hari ini, aku tidak akan pernah mau menantang hujan deras seperti ini. Sampai di halte terdekat apartemenku aku menutup payungku dan membersihkan tetesan hujan di jaketku. Begitu selesai membersihkan jaketku, bis sudah datang, hari ini bis terlihat sepi mungkin karena hari ini hujan semua orang malas berangkat pagi, hanya aku? Salahkan cuaca London yang sangat menyebalkan, mana ada musim semi hujan deras, ck.

 

**

 

Ini yang sangat aku tidak suka dari London, jika sudha hujan maka sepanjang hari akan hujan, lihat saja ini sudah pukul tiga sore dan matahari belum muncul. Aku menatap langit dari jendela kampusku, masih sama seperti tadi pagi deras sepertinya tidak akan berhenti sampai besok, untung besok aku tidak perlu ke kampus, hari ini hari terakhirku konsultasi dengan dosen pembimbingku.

 

Aku melangkah cepat meninggalkan koridor kampusku kenapa? Pertama menghindari Donghae, sejak kejadiaan tiga hari yang lalu sepertinya dia terus-terus mencariku, mungkin dia marah karena aku membatalkan janjiku seperti itu, kalau bukan masalah penting juga aku tidak akan membatalkan janji itu, jamkaman jadi masalah mengembalikan handphone gadis aneh itu menjadi penting? Aisshh micheoso,  sudahlah yang jelas handphone itu sudah kembali kepada pemiliknya untuk apa aku pikirkan lagi.

 

Tiba-tiba aku kembali teringat wajah gadis itu dengan tatapan kosongnya, aku menggeleng-gelengkan kepalaku menghilangkan bayangan gadis itu di pikiranku.

 

“Hah kenapa aku terus memikirkan gadis aneh itu ya?sudah lupakan Cho Kyuhyun, semua sudah selesai”ucapku pada diriku sendiri sambil terus berjalan keluar kampus.

 

Beruntung hari ini aku tidak melihat Donghae dimanapun di kampus ini, taenggida, sebaiknya aku segera pulang. Aku segera membuka payungku sebelum berjalan ke jalan. Hujan masih mengguyur dengan derasnya, aku mempercepat langkahku agar segera sampai halte secepatnya sebelum semua tubuhku basah kuyup.

 

Author POV

 

Yong Soon membereskan bukunya dengan cepat dan memasukannya ke dalam tas, dia terlihat terburu-buru untuk keluar kelas, namun sampai di depan pintu kelasnya seorang yeoja menahan tangannya, Je Ri.

 

“Ya..oddiega?”tanyanya.

 

Yong Soon menunjukan ekspresi datarnya.

 

“Ada yang harus aku beli..pulanglah duluan..”jawab Yong Soon datar.

 

Je Ri menghela nafasnya perlahan kemudian melepaskan tangannya dari tangan Yong Soon dan membiarkan gadis itu pergi, dia hanya menatap luru punggung Yong Soon yang semakin menjauh.

 

“Kau semakin dingin Yongie..aku merindukan senyumanmu..ottohke?”lirih Je Ri.

 

“Hei..”tiba-tiba seseorang menepuk bahu Je Ri membuatnya kaget, dia segera menoleh ke belakang dan menadapati seorang namja tinggi berdiri dihadapannya.

 

“Mana Yongie?”tanya namja itu.

 

“Dia pulang duluan”jawab Je Ri singkat, dia tahu siapa namja ini, sejak dulu dia memang menyukai Yong Soon dan berusaha mengejar Yong Soon, namun seperti yang semua orang tahu Yong Soon sekarang sudah berubah menjadi yeoja yang dingin karena kepergian namja itu.

 

“Baru atau sudah lama?”tanyanya lagi.

 

“baru.”jawab Je Ri namja itu langsung tersenyum kemudian berlari meninggalkan Je Ri.

 

“Ya..kau hanya membuang waktumu mengejarnya”seru Je Ri namun namja itu sama sekali tidak menghiraukan perkataan Je Ri dan berlari mengejar Yong soon yang memang berjalan belum terlalu jauh.

 

**

 

Yong Soon berjalan dengan cepat keluar kampusnya namun langkahnya terhenti ketika mendapati hujan turun sangat deras, ini yang dia takutkan sejak tadi makanya dia ingin segera pulang cepat sebelum hujan kembali menjadi deras. Yong Soon menghela nafas perlahan.

 

“Yongie..kau mau pulang? Aku antar ya”ucap namja tadi yang kini sudah berada disamping Yong Soon.

 

Yong Soon tidak menanggapi perkataan namja itu dan hanya diam menatap lurus ke depan.

 

“Palli..”ucap namja itu sambil menyentuh tangan Yong Soon.

 

“Aniya..”ucap Yong Soon sambil melepaskan tangan namja itu. dia menatap namja itu sekilas kemudian mulai berjalan menerobos hujan.

 

“Ya..Yongie..sedang hujan biar kuantar…”seru namja itu berusaha mengejar langkah Yong Soon namun Yong Soon sudah berjalan lebih cepat. Pada akhirnya namja itu hanya menatap Yong Soon yang berjalan menerobos hujan dnegan cepat.

 

Yong Soon sampai di halte dengan baju yang setengah basah, dia langsung menaiki bus yang berhenti tepat di depannya karena bis sudah penuh dia harus berdiri, tanpa sadar seorang namja menatapnya kaget dan segera memalingkan wajahnya.

 

Kyu POV

 

Untung saja aku membawa payung, hujan masih setia mengguyur tidak ada tanda-tanda akan gerimis, aku menatap jalanan yang sudah penuh genangan air dari dalam bis ini, setidaknya aku kering. Bus berhenti di halte selanjutnya dan aku melihat seseorang menaiki bus dengan pakaian yang setengah basah, sepertinya dia tidak membawa payung, kasihan sekali, cuaca sangat buruk seperti ini dia lupa membawa payung,.

 

“Mwo?”ucapku tanpa sadar begitu aku melihat siapa orang yang tadi aku komentari dipikiranku, gadis aneh itu, aku segera memalingkan wajahku darinya, hei kenapa aku jadi ketakutan bertemu dengannya, memangnya dia mengenaliku, mungkin saja dia sudah lupa apalagi faktanya gadis itu gadis yang aneh.

 

Aku kembali berekspresi biasa dan memandang jendela disampingku namun entah kenapa mataku tidak mau hanya menatap jalanan diluar dan malah menatap gadis itu, dia memakai swetaer berwarna hitam yang sedikit basah, jeans dan sneakers, dia tampak seperti gadis biasa tapi kenapa dia seperti tidak bisa bicara, hemm, apa mungkin dia tidak bisa bicara. Aku menatapnya dari atas sampai bawah dan terhenti pada wajahnya, rambut pendeknya sedikit basah karena hujan dan wajahnya…

 

“Dia manis..”

 

Aku menggelangkan kepalaku perlahan, kenapa kata-kata Donghae muncul lagi dipikiranku tapi kali  bukan Donghae tapi aku, aku yang menyebutnya manis. Mwoya? Kenapa aku jadi berpikir seperti itu. aku memutuskan untuk kembali menatap jalanan demi tidak berpikiran yang aneh-aneh terhadap gadis itu.

 

Tiba-tiba bisa berhenti di sebuah halte, aku melihat gadis itu turun, mwo? Dia turun di halte yang tidak beratap tanpa membawa payung, dia akan langsung basah begitu turun, memang gadis aneh. Tanpa berpikir lagi aku malah ikut turun dan menyadari tingkah anehku begitu sudah turun dari bus.

 

“Heii..apa yang aku lakukan?”ucapku pada diriku sendiri begitu aku sadar bus tadi juga sudah pergi.

 

Aku melihat gadis itu mulai berjalan di tengah jalan, aisshh gadis itu memang aneh bukan aneh lagi tapi gila sepertinya dan aku lebih gila lagi kenapa malah mengikutinya turun, aku segera mengejar langkah gadis itu dengan payungku.

 

“Ya..kau bisa basah kalau seperti ini”ucapku sambil memayunginyu, ok aku semakin aneh dan gila sepertinya, aku sendiri tidak mengerti kenapa aku melakukannya.

 

Dia berhenti berjalan dan menoleh padaku, matanya tepat menatapku, ini kedua kalinya kami saling bertatapan, dia segera memalingkan wajahnya,sementara aku maish terpaku karena tatapannya, kenapa tatapannya sangat sedih. Tiba-tiba dia kembali berjalan cepat meninggalkanku yang masih terpaku.

 

“Ya..”seruku mengejarnya sambil berlari dan memayunginya kembali namun lagi-lagi dia berhenti.

 

“Kka..”ucapnya membuatku kaget, hei aku pikir dia tidak bisa bicara, kali ini dia bicara entah kenapa aku merasa senang, stop, sepertinya aku sudah mulai aneh.

 

“Aniya..ini sedang hujan deras..kau bisa basah kuyup kalau terus berjalan..”ucapku, kata-kata yang tidak pernah aku pikirkan akan aku keluarkan, sejak kapan aku peduli pada seorang gadis? Gadis aneh ini benar-benar membuatku merasa aneh juga.

 

Aku segera menarik tangannya ke sebuah toko yang tutup daripada dia terus berjalan dan menjadi basah kuyup, dia tidak menolak ketika tangannya kutarik menuju toko itu. dia berdiri menjaga jarakk denganku, sesekali aku meliriknya, jinjja aku benar-benar sudha gila sepertinya, aku melihat tangannya yang dia tautkan gemetar begitu juga bibirnya, sepertinya dia kedinginan.

 

Entah ide darimana aku melepas jaketku dan memakaikan padanya, baiklah sepertinya bisa kubilang aku sudah gila karena gadis aneh ini, gadis itu sedikit terkejut ketika aku memakaikan jaketku padanya.

 

“Kau terlihat kedinginan..”ucapku kikuk.

 

Tiba-tiba handphonenya berbunyi, dia segera mengangkatnya, aku tidak bisa mendnegar siapa yang meneleponnya namun sepertinya orang yang diteleponnya banyak bicara karena sejak tadi gadis ini hanya dia mendnegarkan, atau memang gadis ini tidak suka banyak bicara, mollaso, sudah lupakan, sebaiknya aku segera meninggalkannya sekarang sebelum hal aneh lagi yang aku lakukan.

 

“Ne..gwenchana..”jawab gadis itu perlahan kemudian dia menutup teleponnya.

 

Aku melihatnya melepaskan jaketku dan menyodorkannya padaku.

 

“Kau pakai saja..pakaianmu basa dan kau sepertinya kedinginan…”jawabku, hei kata-kata apa lagi itu? bukannya aku mengambil jakteku kembali tapi kenapa aku malah seakan menyerahkannya padanya.

 

Dia kembali menyuruhku mengambilnya dengan tatapannya itu sampai suara seorang yeoja membuatku menoleh ke belakang. Yeoja yang waktu itu juga, apa tadi yang menelepon itu gadis ini? Mungkin.

 

“Yongie…kau ini..aku pikir kau pergi dengan dia..kau malah hujan-hujanan seperti ini..kalau kau sakit bagaimana..untung aku tahu kau kemari…kajja kita pulang..kau sudah membelinya?”tanya gadis itu panjang lebar, ada bertanya ada pernyataan, cerewet sekali gadis ini.

 

Gadis aneh itu yang dipanggil Yongie, ah namanya Yongie rupanya, hanya menatapnya datar sama seperti tatapannya yang biasa, tiba-tiba dia melirikku, membuat gadis cerewet ini juga menoleh padaku.

 

“Neo?yang waktu itukan?”tanya gadis itu memastikan.

 

“Ah..ne..”jawabku. gadis cerewet itu menatapku dan Yongie-nama gadis aneh itu-bergantian.

 
“Kajja”ucap Yongie pada gadis cerewet itu yang masih menatapku dan Yongie bergantian. Setelah itu mereka pergi, sebelumnya aku melihat Yongie menoleh kebelakang, aku menunjukan senyumku padanya.

 

“Mwo? Nan jeongmal micheoso?”seruku pada diriku sendiri, kenapa aku bisa tersneyum pada gadis aneh itu, aigoo, apa yang salah dengan otakku ini?!

 

Author POV

 

Kyuhyun menaruh payung tepat di depan pintu apartemennya sebelum membuka pintunya, gara-gara tingkahnya yang aneh tadi Kyuhyun pulang dengan pakaian yang basah, begitu masuk ke dalam apartemenya, Ryeowook langsung menatap Kyuhyun aneh.

 

“Kyu..kenapa kau basah seperti itu? bukannya kau memakai payung?”tanya Wookie yang penasaran kenapa pakaian Kyuhyun bisa basah sedangkan dia memakai payung.

 

“Aku mengalami kejadian aneh tadi”jawabku Kyu singka yang semakin membuat wookie bingung, Kyuhyun segera masuk ke dalam kamarnya, Wookie sebenanya masih bingung dengan Kyuhyun namun dia akan menyimpan banyak pertanyaannya nanti saat makan malam, Wookie pun kembali melanjutkan kegiatannya memasak makan malam.

 

**

 

Kyuhyun keluar kamarnya dengan handuk  yang dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya, dia mengenakan training outih dan T-shir putih lalu duduk di depan meja makan, Wookie yang baru selesai memasak makan malam, menghampiri Kyuhyun dengan dua gelas coklat panas, Kyuhyun mengambil satu, Wookie kemudian duduk berhadapan dengan Kyuhyun.

 

“Apa kejadian aneh yang kau maksud?”tanyaku Wookie yang masih penasaran dengan perkataan Kyu tadi.

 

Kyuhyun meminum isi gelasnya lalu berdehem pelan.

 

“kau masih ingat gadis aneh yang handphonenya tertinggal itu?”tanya Kyu memastikan kalau wookie masih ingat ceritanya saat itu. Wookie mengangguk.

 

“Aku bertemu gadis itu lagi tadi”ucap Kyu lagi.

 

“Bukannya kau sudah mengembalikan handphone gadis itu?”tanya Wookie, Kyuhyun mengangguk.

 

“Sudah… aku bertemu dengan gadis aneh itu lagi secara tidak sengaja di bis saat aku mau pulang”jawab Kyu.

 

“Lalu apa anehnya?”tanya Wookie lagi.

 

Kyuhyun terdiam, dia bingung harus bercerita seperti apa, apa dia harus bilang entah kenapa aku malah mengikuti gadis itu turun, memayunginya dan bahkan memberikan jaketku.

 

“Aishhh..jaketku!”seru Kyuhyun membuat Wookie semakin bingung.

 

“Mwo?!”tanya Wookie.

 

“Aku memberikan gadis itu jaketku…”seru Kyuhyun lagi dengan wajah kesal, tiba-tiba wookie langsung tertawa terbahak-bahak, entah kenapa dia berpikir namja dihadapannya ini sedang jatuh cinta.

 

“Kau memberikannya jaketmu?”tanya Wookie lagi memastikan, Kyuhyun mengangguk dengan wajah kesal, pertama jaketnya raib dan yang kedua, kenapa Wookie malah tertawa?

 

Wookie semakin merasa yakin sahabatnya ini sedang jatuh cinta, kyuhyun tidak pernah memberikan barang milikinya pada siapapun bahkan seorang yeoja sekalipun, dia tampak tidka tertarik pada yeoja selama ini meski banyak yeoja yang menyukainya, seperti yang dia bilang dia kesini hanya untuk memenuhi tanggung jawabnya pada kedua orang tuanya.

 

“Bagaimana aku mengambilnya lagi? Itu jaket kesayanganku..apa sih yang aku pikirkan sampai memberikan jaket itu padanya..ck..”gerutu Kyuhyun.

 

Wookie berusaha menahan tawanya.

 

“Ya sudah nanti juga kau akan bertemu lagi dengannya..buktinya kau tadi bertemu lagi…ayo makan..”ucap Wookie kembali ke dapur mengambil mangkuk nasi.

 

Kyuhyun masih kesal dengan sikapnya tadi yang bisa-bisanya memberikan jaketnya pada gadis aneh itu dan sekarang dia tidak tahu bagaimana mengambilnya lagi.

 

“Kenapa aku harus kembali berurusan dengan gadis aneh itu?!”seru Kyuhyun pada dirinya sendiri.

 

**

 

“Yongie..jaket siapa itu?”tanya Je Ri yang melihat sebuah jaket di sofa apartemen Yong Soon, dia merasa Yong Soon tidak memiliki jaket seperti itu.

 

“Ah..namja itu?”tanya Je Ri setelah menganalisi beberapa saat, dia ingat tadi Yong Soon menyodorkan jaket itu pada namja yang sama yang dia temui tiga hari yang lalu hanya saja saat itu dia langsung datang.

 

Yong Soon mengangguk dan mengambil jaket itu lalu membawanya ke kamar.

 

“Yongie-ya..kau tidak merasa aneh..kenapa kau bisa bertemu dengan namja itu lagi…apa yang dia lakukan tadi?”tanya Je Ri yang merasa teramat penasaran pada namja yang dia temui tadi, yaitu Kyuhyun.

 

Dia merasa aneh saja, kenapa bisa tiba-tiba kembali bertemu.

 

“Eopseo..”jawab Yong Soon singkat kemudian masuk ke kamarnya.

 

Je Ri hanya menatap sahabatnya itu sambil menghela nafas perlahan.

 

“Yongie..Yongie…kapan kau akan kembali seperti dulu lagi?”gumamnya.

Advertisements

4 thoughts on “FF: Summer, I’ll Fix You Part 3

  1. kyuhyun kyk terhipnotis gitu pas ngeliat yongie,sampe ngash jaket segala…
    ah kira2 siapa ya yg suka sama yong soon?penasaran…!
    kayakny ff ini bnyk part ny! yey

    ditnggu lanjutannya~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s