FF: Loosing You (JeWook Couple)

Author POV

 

Je Ri sedang sibuk menyeesaikan tugas kuliahnya di dalam kamar ketika handphonenya bergetar di atas meja, tangannya bergerak mengambil handphone yang dia letakkan tidak jauh dari jangkauannya itu, matanya masih menatap buku bacaan yang sedang dia baca, sejenak dia berhenti dan melihat handphonenya mencari tahu apa yang menyebabkan handphonenya bergetar tadi ternyata ada sebuah sms masuk, wajah Je Ri langsung berubah senang ketika melihat siapa yang mengirimkannya sms, dia meletakkan puplen yang baru saja dia pakai kemudian jarinya mulai bergerak membalas pesan singkat dari seseorang itu.

 

Sementara itu Rae Bin baru saja membuat dua cangkir coklat hangat di dapur, dia sengaja membuatnya untuk Je Ri, dia ingin mengobrol sedikit dengan Je Ri karena sudah seminggu ini dia jarang bahkan tidak pernah berinteraksi kecuali sarapan dan makan malam, hal ini disebabkan karena Je Ri sangat sangat sibuk akhir-akhir. Rae Bin menaruh dua cangkir itu ke nampan lalu membawanya ke kamar Je Ri.

 

“Je Ri-ya…”panggil Rae bin dari luar kamar Je Ri namun tidak ada yang menjawab, Rae Bin pun membuka pintu kamar Je Ri yang ternyata tidak dikunci itu.

 

Dia melihat Je Ri sedang duduk di meja belajarnya, Rae Bin menghampiri meja tersebut dan menaruh nampan, dia melihat Je Ri sedang sibuk dengan handphonenya.

 

“Ya..aku piker kau sedang belajar”ucap Rae Bin.

 

“Onnie?!”seru Je Ri kaget karena kehadiran Rae bin yang tiba-tiba itu.

 

“Aku memanggilmu tidak kau dengarkan?”Tanya Rae bin.

 

“Mianhe onnie..”jawab Je Ri sambil tersenyum malu karena tidak mendnegar panggilan Rae Bin tadi.

 

“Kau sedang apa?”Tanya Rae Bin.

 

“Seperti yang onnie lihat..aku sedang mengerjakan tugas”jawab Je Ri.

 

“Eoh..”ucap Rae Bin kemudian memperhatikan kertas dan buku-buku yang sedang Je Ri tulis atau baca. Tiba-tiba mata Rae Bin terhenti pada handphone Je Ri yang menyala karena ada sebuah pesan masuk.

 

“Siwon oppa? Kau sedang sms-an dengannya?”ucap Rae bin.

 

Je Ri buru-buru mengambil handphonenya dan mengangguk pada Rae Bin.

 

“bagaimana kabarnya? Sudah lama tidak melihatnya..hemm aku jadi merindukannya”ucap Rae Bin.

 

“dia baik-baik saja onnie..siwon oppa memang sedang sibuk akhir-akhir..aku juga merindukannya”kata Je ri. Rae bin mengangguk-anggukan kepalanya.

 

“Oh ya..besok aku mau ke dorm..kau mau ikut? Sudah lama kan kita tidak kesana…”ajak Rae Bin.

 

Je Ri terdia berpikir, entah kenapa akhir-akhir ini dia malas sekali untuk ke dorm kekasihnya itu, biasanya dia senang kalau Rae Bin mengajaknya namun kali ini dia tidak ada niatan sama sekali kesana, sejak pertengkarannya dengan Wookie beberapa bulan yang lalu, hubungan Je Rid an Wookie memang menjadi agak renggang meski mereka sudah baikan namun mungkin karena kesibukan masing-masing membuat mereka jarang bertemu dan terkesan masih seperti terbawa masalah yang lalu tapi bagi Je Ri sendiri dia sudah tidak mau mengingat kesalahpahaman mereka kemarin itu namun tetap saja masih ada yang aneh dalam hubungan mereka bagi Je Ri.

 

“Aku akan pergi dengan Yeon Ji juga”lanjut Rae Bin.

 

“Mianhe eonn..aku sibuk..”tolak Je Ri.

 

Rae bin menatapnya aneh, tidak biasanya Je Ri tidak mau ke dorm, meski sesibuk apapun dia pasti semangat, piker Rae Bin.

 

“Wae?”Tanya Rae Bin seakan tidak mendengar alas an Je Ri tadi.

 

“Aku sibuk onnieku sayang”jawab Je Ri sambil kembali menggunakan pulpennya dan menggoreskan sesuatu di kertas.

 

“Jinjja?kau tidak kangen dengan Wookie?”Tanya Rae Bin lagi.

 

Je Ri menghentikan gerakan pulpennya dan menghela nafas perlahan.

 

“Molla”jawabnya membuat Rae Bin mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan jawaban Je Ri.

 

“Kalian masih bertengkar?”Tanya Rae Bin lagi. Je Ri menggeleng lalu tersenyum tipis.

 

Rae Bin hanya menatap bingung Je Ri yang kembali lagi dengan aktivitasnya itu.

 

Wookie POV

 

Kenapa aku jadi menunggu-nunggu kabar darinya, sudah seminggu ini kami tidak saling bertukar kabar dan itu membuatku merindukannya, sangat, malahan sudah hamper sebulan ini kami tidak bertemu, dia sibuk, aku apalagi, hah. Aku menghela nafas perlahan sambil menatap layar handphoneku sambil membuka folder foto-fotonya, kenapa aku jadi tampak seperti Kyu kalau sedang merindukan Yong Soon. Aku langsung menghentikan aktivitasku itu dan menaruh handphoneku disampingku.

 

Kenapa gadis itu sama sekali tidak mengabariku? Apa dia benar-benar sibuk? Aku merasa hubunganku dengannya setelah masalah itu semakin kaku, kami memang jarang bertemu sangat tapi aku tetap bertukar kabar dengannya lewat sms tapi sms yang kami lakukan paling hanya bertanya ‘apa kabar?’ ‘sudah makan’ jaga kesehatan’ hanya sebatas itu dan paling dua sampai tiga kali balas selesai, dia sudah jarang sekali bertanya dengan hari-hariku padahal biasanya dia akan selalu bertanya tentang hari-hariku. Aku merasa dia berubah tapi kenapa? Aku sudah tidak mempermasalahkan kedekatannya dengan Junhyung aku tahu mereka sahabat dekat meski maish suka cemburu sedikit tapi aku berusaha untuk berpikir dewasa, mereka hanya sebatas sahabat tapi kenapa sikap Je Ri seperti itu, kenapa dia menjadi sangat kaku padaku?

 

“Hah”aku kembali menghela nafas perlahan dan menatap langit-langit dorm.

 

“Oppa..aku ambil tempat makanku ya?oddie?”seru sebuah suara membuatku menoleh dan mendapati seorang gadis berambut pendek dengan jaket kupluk berwarna merah, memasuki dorm.

 

“Wae Yong Soon-ah?”Tanya Donghae hyung yang menghampiri gadis itu, Yong Soon.

 

“Tempat makanku yang waktu itu aku bawa..mana?”tanyanya lagi.

 

“Eoh itu..di kulkas..”jawab Donghae hyung.

 

“Ya Oppa kalian pasti menggunakannya untuk tempat lagi..isshh dasar…”gerutu Yong Soon, aku tersenyum melihat tingkah gadis AB itu, kenapa Kyuhyun bisa menyukainya ya? Ckckckck

 

“Tinggal dikeluarkan saja isinya…memangnya untuk apa sih?”Tanya Donghae hyung lagi.

 

“Mau buat bekal untuk Kyu besok pagi”jawab Yong Soon sambil berjalan menuju dapur, meski begitu Yong Soon sangat mencintai Kyuhyun, semenjak mereka menikah Yong Soon terlihat semakin menunjukan perhatiannya pada Kyuhyun, beruntung sekali Kyuhyun,tiba-tiba aku menjadi teringat pada Je Ri, bekal, Je Ri sering mmebuatkannya dulu sebelum masalah itu.

 

“Hah”lagi-lagi aku menghel nafas perlahan.

 

“Oppa…gomawo resepnya”ucap sebuah suara sambil menepuk bahuku membuatku kaget.

 

“Ya!Yong Soon-ah!”seruku sambil mengelus dadaku kaget, dia hanya terkikik pelan.

 

“Oppa melamun sih..sedang memikirkan apa sih? Je Ri ya?”tebak Yong Soon sambil tersenyum padaku.

 

Aku menggeleng.

 

“Eh sudah lama ya Je Ri tidak kesini…Oppa tidak merindukannya?”Tanya Yong Soon lagi.

 

“Tentu saja merindukannya…dia sedang sibuk sekarang”jawabku.

 

“Oppa tidak sedang bertengkar dengan Je Ri kan?”Tanya Yong Soon tiba-tiba mmebuatku kaget, bertengkar? Tentu saja tidak tapi kami tidak bicara selama seminggu ini, apa itu bisa disebut bertengkar? Molla.

 

Je Ri POV

 

Kelasku selesai tepat sebelum pukul 12, kumasukan bukuku dengan cepat ke dalam tas dan segera keluar kelas. Aku berjalan di koridor menuju kantin, entah kenapa sejak semalam aku terus mengingat percakapanku dengan Rae onnie, dia menanyakanku apakah aku sedang bertengkar dengan Wookie Oppa, sebenarnya kami tidak bertengkar tapi kenapa rasanya jadi aneh.

 

Aku merogoh handphoneku di dalam tasku, menatapnya sejenak, apa sebaiknya aku mengirimkannya sms?sudah seminggu tidak bertanya kabarnya, aku bukannya tidak mau menanyakannya hanya saja aku takut dia sedang sibuk, aku tidak mau menganggunya tapi..ah kenapa jadi bingung seperti ini.

 

Aku menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, ada apa dengan perasaanku??

 

“Je Ri-ya”panggil sebuah suara dari arah depanku, seorang gadis berjalan menghampiriku, Yong Soon, jarang sekali aku bertemu dengannya di kampus karena jurusan kami yang memang berbeda. Aku tersenyum padanya ketika dia tepat berhenti dihadapanku.

 

“Sudah lama tidak melihatmu”ucapnya.

 

“Apa kabar?bagaimana kehidupan rumah tanggamu?”tanyaku menggodanya.

 

“Ya!jangan sebut-sebut itu..oh ya..kenapa kau jadi jarang ke dorm? Kau sedang bertengkar dengan Wookie Oppa?”tanyanya tiba-tiba, kenapa semua orang menganggap seperti itu?

 

“Kenapa kau berpikir seperti itu?”tanyaku.

 

“Habisnya kau jarang ke dorm..kemarin Wookie Oppa juga aneh saat aku tanyakan hal ini..kau jug aneh..ada apa?”tanyanya.

 

Wookie Oppa, kenapa jadi aneh juga? Apa dia merasa hubungan kami akhir-akhir ini tidak jelas, bukan salah dia mungkin ini salahku kenapa aku masih saja mengingat masalah kemarin itu, aku merasa sangat bersalah pada Wookie oppa saat mengatakan aku lebih memilih Junhyung. Sekarang harus bagaimana??

 

“Je ri-ya..gwenchana?”Tanya Yong Soon lagi mmebuyarkan lamunanku.

“Ah..ne…”ucapku.

 

“Ya sudah..aku hanya bertanya saja kok..kalau tidak ada acara sore ini main ke dorm ya ada Rae onnie dan Yeon Ji juga..ara..”ucapnya lagi.

 

Aku mengangguk dan berusaha tersenyum padanya, sejurus kemudian Yong Soon pergi. Kenapa jadi semakin tidak jelas seperti ini? Akhir-akhir ini aku merasa menjauh dari Wookie Oppa, bukan wookie oppa yang menjauhiku tapi aku sendiri. Aku sendiri semakin bingung dengan perasaanku padanya akhir-akhir ini, kenapa rasanya menjadi semakin biasa.

 

“wae?”lirihku.

 

Author POV

 

Sore itu Je ri menerima ajakan Yong Soon untuk ke dorm kebetulan dia tidak sedang sibuk, namun Je Ri dating tidak bersama Rae Bin karena Je Ri pulang kuliah sangat sore. Awalnya dia ragu untuk dating tapi Je Ri berpikir jika dia tidak dating semakin menunjukan pada orang-orang kalau mereka bertengkar walau pada kenyataanya mereka tidak bertengkar sama sekali, lagipula mungkin ini bisa membuat perasaan Je Ri kembali.

 

Je Ri menghela nafas perlahan sebelum membunyikan bel pintu dorm, biasanya Je Ri akan langsung masuk namun sekarang entahlah dia seperti merasa asing.

 

“Je Ri-ya”panggil seorang namja membuat Je Ri kaget dan menoleh ke belakang,Wookie menatapnya bingung, dia baru saja keluar membeli beberapa makanan.

 

“Oppa”ucap Je Ri agak sedikit kaku.

 

Wookie sendiri tiba-tiba merasa bingung harus berbuat apa, bukankah dia sangat merindukan Je Ri seminggu ini tapi kenapa setelah bertemu rasanya biasa saja, JeRi pun begitu dia merasa aneh dengan Wookie, dia merasa canggung dan agak kaku.

 

“Darimana Oppa?”Tanya Je Ri berusaha memecah kekikukan diantara mereka berdua, apa karena sudah tidak pernah bertemu akhir-akhir bisa membuat hubungan kami menjadi kaku seperti ini, piker Je Ri.

 

“Je Ri-ya..aku ingin bicara denganmu”ucap Wookie.

 

Je Ri POV

 

Aku hanya bisa menunduk sejak tadi, tidak berani menatap wajah Wookie Oppa yang duduk di hadapanku, dia memakai kacamata hitam dan topi tapi aku tahu dibalik kacamatanya sejak tadi dia memperhatikanku. Apa yang kami lakukan sejak tadi? Hanya diam, aku tidak tahu harus memulai darimana, aku merasa aneh, kaku, canggung dengan namja di hadapanku ini. Ada apa denganku?

 

“kau berubah”ucap Wookie Oppa tiba-tiba membuatku kaget dan langsung mendongak, apa yang dia maksud?

 

Aku mengerutkan dahiku tidak mengerti.

 

“Kau tidak seperti Je Riku yang dulu..ada apa denganmu?”tanyanya, aku hanya diam, aku tidak tahu harus menjawab apa, aku bingung, aku sendiri tidak tahu apa aku berubah atau tidak, atau dia yang berubah, semuanya mmebuatku bingung><

 

“Apa aku melakukan kesalahan padamu..malhaebwa Je Ri-ya..kau tahu aku merasa hubungan kita semakin aneh akhir-akhir ini..wae?”ucapnya lagi dengan wajah serius.

 

Aku berdehem pelan, aku juga merasa yang sama Oppa, ucapku dalam hati, tapi aku tidak tahu kenapa, aku yang salah, aku tidak bisa memahami perasaanku sendiri.

 

“Aku juga merasakan itu Oppa..molla..tapi bukan Oppa yang salah..aku..aku yang bingung dengan perasaanku sendiri..aku..”

 

“Wae? Junhyung kah? Aku sudah bilang aku tidak akan marah..aku tahu kau dan Junhyung telah mengenal lebih dahulu…kalian sahabat kecil..aku tidak mempermasalahkan itu lagi tapi kenapa sikapmu masih seperti itu Je Ri-ya”potong wookie Oppa, aku menggeleng pelan.

 

“Aniya..bukan itu oppa..bukan…seperti yang aku bilang aku juga tidak tahu..aku merasa kita semakin jauh oppa..nado molla..padahal meski dulu sesibuk apapun kita aku tidak pernah merasa seperti ini tapi sekarang…”aku mengeluarkan semua unek-unekku, perasaanku tentang hubungan ini, dia menatapku serius bisa kulihat tatapan matanya bercampur antara bingung, kesal, juga sedih.

 

“Kau tidak mencintaiku lagi?”Tanya Wookie Oppa tiba-tiba, kata-kata yang benar-benar mengejutkan, aku membulatkan mataku kaget sementara Wookie Oppa menatapku dengan tatapan sedih, aniya bukan maksudku seperti itu, ah aku sendiri bingung.

 

“Anni bukan seperti itu..aku mencintai oppa hanya saja aku merasa perasaanku pada Oppa sekarang terasa aneh..aku..”

 

“Keureom..lalu kau mau bagaimana?”potongnya lagi kini tatapannya berubah kesal, baru kali ini aku melihat perubahan emosi Wookie Oppa yang cepat.

 

“Oppa..”lirihku.

 

“Mungkin kau butuh waktu untuk menentukan perasaanmu antara aku atau Junhyung…sebaiknya kita tidak bertemu dulu..kau butuh wajtu untuk menentukan pilihanmu”ucap Wookie Oppa lagi serius.

 

“Oppa..”ucapku, apa yang dia maksud? Memilih? Junhyung dan dia? Apa yang dia inginkan? Kenapa Wookie Oppa jadi seperti ini, ottohke??

Advertisements

One thought on “FF: Loosing You (JeWook Couple)

  1. Mwo…..???

    Andwe… Jgn donk Wookppa!! Kasian tuh Je Ri, tp Je Ri.. kasian jg tuh wookppa kyk digantungin gitu…!! Huhu ~~

    Author, Jewook couple jgn di bikin putus yaa ^^ #plakk,, byk omong aaah!! hehe, mian!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s