FF:What If (KyuSoon Couple)

 

 

Yong Soon POV

 

Damn, kenapa hari ini harus turun hujan, sangat deras lagi,cih bagaimana aku pulang???aku memandang langit yang masih menjatuhkan tetesan air yang rapat dengan ukuran yang besar, langit pun masih sangat gelap tidak ada indikasi akan cerah dalam lima menit atau sepuluh menit ke depan, jadi harus berapa lama aku menunggu??-___-

 

Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang buruk untukku dengan turunnya hujan,ya aku sangat tidak suka hujan, salju dan segala sesuatu yang bisa membuat rasa tidak nyaman pada tubumu karena rasa basah, ya aku benci menjadi basah, hujan dan salju hanya akan membuat basah pada tubuhmu, sangat tidak enak -___-

 

Aku memperhatikan sekelilingku, banyak juga mahasiswa yang tidak jadi pulang dan menunggu hujan sama sepertiku, aku mundur sedikit ke belakang agar tidak terkena hujan dan lebih memilih bersandar di dinding, berkali-kali aku menghela nafas,kapan hujan akan berhenti?!

 

Selagi asyik menggerutu karena hujan yang datang tiba-tiba, mataku menangkap dua orang yeoja yang sedang asyik menujulurkan tangannya bermain dengan air hujan yang turun dari atap, hal yang tidak akan pernah aku lakukan,mereka terlihat asyik mengobrol terkadang tertawa. Aku mengalihkan pandanganku ke arah lain,ada sekelompok namja yang sedang mengobrol terlihat sangat seru, mengamati kegiatan orang lain itu sangat menyenangkan.

 

 

**

 

Tiga puluh menit sudah aku menunggu hujan berhenti dan belum berhenti juga masih gerimis, sama saja, aku akan tetap basah, beberapa orang sudah meninggalkan tempat ini menantang gerimis yang menurut mereka tidak apa-apa dibanding hujan sedangkan menurutku sama saja.aku kembali menghela nafas perlahan, sampai kapan aku harus disini??malam.

 

Drtttt…Drrrttttt…Drrtttt

 

Aku merasakan handphoneku bergetar di dalam tas, apa namja bodoh itu yang ingin menanyakan aku sudah pulang atau belum? Isshh masih sempat-sempatnya saja,bukannya dia sedang sibuk sekarang, semenjak aku dan dia..err…menikah dia semakin over protective menurutku, aku pulang telat saja dimarahi, lama-lama dia tampak seperti orang tuaku saja. Namun saat aku melihat layar handphoneku,nama yang tertera disitu bukanlah nama namja itu tapi Donghae Oppa? Tumben dia menghubungiku, ada apa ya?

 

”Wae Oppa?”tanyaku tanpa basa-basi seperti biasa begitu kuangkat teleponnya

 

”Saengi-ya kau sudah pulang? Aku jemput ya”ucapnya.

 

”Ya…Oppa…waeyo?”tanyaku yang merasa aneh,tiba-tiba saja dia ingin menjemputku?

 

”Nanti aku ceritakan…aku jemput ya…kau sudah pulangkan?”tanyanya lagi.

 

”Jamkaman…Oppa..ada apa sih? Kau tidak boleh menjemputku sebelum Oppa memberitahuku ada apa!”kataku.

 

”Aishhh…ara..ara…bantu aku mencarikan hadiah untuk Hyo Soo ya…”pintanya.

 

”Ya…kenapa aku yang harus membantu Oppa..Oppa kan tahu aku paling tidak bisa memilih hadiah apalagi untuk yeoja..Hyo Soo onnie kan sangat yeoja sekali berbeda denganku kenapa tidak meminta bantuan Rae Onnie saja…”jelasku.

 

”Anni aku maunya kau..sudah ya aku jemput sekarang..”ucapnya, sebelum aku berkata lebih lanjut dia sudah mematikan teleponnya, dasar oppaku yang satu itu.

 

Aku kembali menatap layar handphoneku, apa aku perlu memberitahu Kyu kalau aku mau pergi dengan Donghae Oppa? Atau dia sudah tahu? Hemmm mungkin dia sudah tahu dan setuju buktinya dia tidak mengirimku sms atau meneleponku untuk melarangku pergi, dia masih saja suka cemburu pada Donghae oppa padahal sudah berapa kali aku bilang aku hanya menganggapnya oppa saja, meski dulu aku sempat menyukainya sekarang juga sih hanya saja rasa suka sekarang hanya rasa kagum tidak lebih tapi namja posesif bernama Kyu itu tidak pernah mengerti.

 

Drrtt…Drttt…

 

Sebuah pesan masuk dari Donghae Oppa.

 

From: Donghae Oppa

 

Aku sudah di depan kampusmu..kau dimana?

 

To: Donghae Oppa

 

Masih gerimis, aku tidak mau keluar sebelum tidak ada air yang turun lagi dari langit

 

Ya meski siapapun yang memaksaku keluar dari persembunyianku yang aman jauh dari tetesan hujan ini tidak akan berhasil, aku akan tetap disini sampai hujan berhenti, tidak peduli berapa lama.

 

Tiba-tiba dari jauh aku melihat seseorang memakai payung, aku menyipitkan mataku agar bisa melihat dengan jelas, sial aku tidak pakai kacamata tapi rasanya aku kenal, semakin lama orang itu semakin dekat dan

 

”Omo..Oppa!!!”seruku kaget begitu melihat siapa yang memakain payung tadi Donghae Oppa, dia berhenti tepat di hadapanku dan tersenyum, senyumnya yang selalu bisa membuatku tersipu malu, aku benci jika Donghae oppa sudah menunjukan senyum itu.

 

”Kajja”ucapnya.

 

Aku segera memperhatikan sekelilingku, semoga tidak ada yang menyadari keberadaan Donghae oppa, masalahnya dia tidak memakai penyamaran, dasar bodoh!

 

Aku segera menarik tangan Donghae Oppa sebelum ada yang sadar seorang Donghae Super Junior menjemput seorang gadis di sebuah kampus menjadi headline surat kabar. Aku berjalan dengan cepat menuju mobilnya dan segera masuk ke dalam, dia pun mengikutinya.

 

”Oppa..neo micheyoso..kalau ada yang melihat bagaimana, hah?!”seruku kesal dengan tingkahnya yang sama saja dengan namja bodoh itu. Aku melipat kedua tanganku di depan dada dan mentapnya kesal.

 

”Habisnya aku lupa bawa kacamata..ya sudah..kau tidak mau keluar jadi terpaksa aku masuk ke dalam..lagian tidak ada yang melihat kok…”alasannya.

 

Aku mendesah pelan.

 

”Lain kali kalau ada yang melihat bagaimana”ucapku.

 

”Tidak lain kali..selanjutnya aku akan memakai penyamaran..yaksok…”ucapnya sambil tersenyum lagi.

 

”Memangnya siapa yang mau dijemput Oppa lagi..”ucapku sambil menulurkan lidahku padanya.

 

”Ya!”serunya hendak memukul kepalaku namun aku keburu menutup kepalaku dengan tasku, aku tertawa padanya.

 

Begitu menurunkan tasku lagi dia menyentuh kepalaku dan mengacak-acak rambutku perlahan.

 

”Kau sangat tidak sopan Choi Yong Soon..opppsss salah sekarang kan Cho Yong Soon”ucapnya sambil tersenyum jahil.

 

”Choi Yong Soon lebih bagus”kataku sambil menatap lurus ke depan.

 

Donghae oppa terkekeh pelan kemudian mulai menjalankan mobilnya.

 

 

**

 

”Jadi Oppa menyuruhku mencarikan hadiah sebenarnya untuk menuliskan surat dalam bahasa Inggris untuk Hyo Soon onnie?!”seruku tidak percaya pada namja berkacamata hitam dengan wajah seperti anak kecil dihadapanku ini.

 

Aku tidak percaya apa niatan Donghae oppa meminta bantuanku memilih hadiah, bukan hadiah tapi menulis surat untuk Hyo Soo onnie menggunakan bahasa inggris, dasar!!

 

”Bantulan Oppamu sekali saja!aku kan sudah membawamu ke toko es krim ini”ucapnya.

 

Pantas, setelah membeli hadiah dia mengajakku kesini, menyuapku sepertinya.

 

”Ya sudah mau tulis apa”ucapku malas sambil mengeluarkan pulpen dari tasku dan Donghae oppa mengeluarkan kertas yang sudah dia siapkan.

 

Aku melihatnya tersenyum.

 

”Hyo Soo sayang…”ucapnya, aku mulai menulis, cih Hyo Soo sayang, aku bergidik mendengarnya, selalu terlalu romantis-___-

 

Aku menunggunya berbicara lagi.

 

”Ehm…sebentar aku berpikir dulu”ucapnya, aku menghela nafas perlahn, kenapa tidak disiapkan saja sih.

 

Aku mendongakan wajahku, aku melihatnya sedang berpikir, lama-lama aku malah memperhatikan wajah Donghae oppa lekat-lekat, wajah yang tampan menurutku, meski tidak setampat Siwon oppa tapi Donghae oppa memiliki ketampanannya sendiri, dia berbeda, tiba-tiba aku jadi teringat beberapa tahun lalu, bagaimana bisa aku menyukai namja di hadapanku ini, sekarang aku tahu kenapa? Tidak ada yang bisa menolak ketampanannya itu, sampai sekarang pun dia tetap tampan, malah tambah tampan.wajahnya itu seperti anak kecil, sangat polos apalagi ketika tersenyum, sangat manis.

 

Aku tersenyum sendiri jadinya, aku memang masih menyukainya meski rasa untuknya sekarang berbeda tentu saja, aku hanya mencintai namja bodoh itu tapi bagaimana ya kalau saat itu aku dan Donghae oppa benar-benar menjadi sepasang kekasih?

 

 

Author POV

 

Donghae merasa sejak tadi Yong Soon terus memandanginya,dia bisa melihat tatapan mataYong Soon yang tertuju padanya meski dia menggunakan kaca mata hitam, gadis itu memang tidak pernah bisa lepas dari ketampananku, ucap Donghae dalam hati.

 

Bukannya berpikir untuk menulis apa di surat itu, Donghae malah menatap balik Yong Soon, gadis kecilnya, itulah Yong Soon menurut Donghae, dia kembali ingat awal-awal pertemuannya dengan gadis kecil ini, bagaimana dia bisa menjadi dekat dengannya bahkan Yong Soon sempat menyukainya.

 

Donghae POV

 

Gadis kecilku, aku selalu menyebutnya begitu bahkan namanya di handphoneku adalah gadis kecil, dulu gadis kecilku tapi sejak dia menikah dengan dongsaengku aku menghilangkan kata milik karena dia bukan milikku lagi. Hyo Soo tau tentang hubunganku dengan Yong Soon, tidak bisa kupungkiri aku menyukai Yong Soon, sangat bahkan kalau dibanding Kyu aku lebih posesif lagi terhadapnya namun itu dulu, sebelum Kyuhyun menggantikan posisiku, sampai sekarang aku masih menyukainya hanya sebatas adik.

 

Banyak yang bertanya padaku mengenaik hubunganku dengan Yong Soon yang sebenarnya dulu, terutama maknae itu, aku selalu menjawab aku hanya menganggapnya adik sejak dulu dan tidak pernah memiliki hubungan apapun dengannya untuk yang itu benar tapi untuk hanya menganggap adikk, tidak, aku sempat menyukainya dulu, sebenarnya aku bimbang perasaanku itu perasaan sayang seorang namja pada yeoja atau hanyaperasaan sayang oppa pada yeodongsaengnya, nah itu yang membuatku bingung.

 

Hubungaku dengannya bisa dibilang lebih dari oppa dan yeodongsaeng dulu, dalam artian aku sangat protective padanya, bagiku dia hanya milikku, siapapun yang mendekatinya aku tidak suka, aku sering menghabiskan waktuku bersamanya jika aku sedang tidak bekerja mungkin hal itu yang membuatku merasa keberadaanya harus selalu ada disampingku itu membutku bimbang, aku menyukainya karena dia yeoja atau karena aku menganggapnya adik perempuanku, aku sering mengatakan saranghae padanya berkali-kali tapi entah kenapa kata-kata itu hanya sebagai formalitas tidak ada rasa apapun, karena itu akhirnya aku sadar, aku hanya menganggapnya sebagai adikku saja.

 

Aku memang pernah menjauhinya saat itu, ya saat aku sadar perasaanku padanya hanya sekedar perasaan sayang kakak pada adiknya tidak lebih, aku menjauhinya saat itu agar dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku, maksdunya aku tidak mau dia menyukaiku sebagai namja, aku hanya ingin hubungan ini tetap sebagai kakak dan adik,aku tahu dia marah saat itu, saat aku memintanya untuk jangan terlalu sering menemuiku,aku hanya ingin membuat diriku tidak terlalu dekat sehingga membuatku kembali bingung dengan perasaanku, sepertinya saat itu dia mulai dekat dengan Kyu.

 

Satu hal yang sangat mengejutkan untukku saat tiba-tiba Kyu membawa gadis kecilku itu ke hadapan kami dan memperkenalkannya sebagai yeojachingunya, sontak aku kaget saat itu, bahkan Yong Soon tidak pernah cerita dia dekat dengan Kyu saat dekat denganku dan tiba-tiba saja Kyu bilang Yong Soon pacarnya. Jujur perasaanku sakit saat itu, aku masih belum bisa merelakan Yong Soon menjadi milik orang lain, bagaimanapun juga aku masih menyukainya,menyanyanginya dan menganggap hanya aku yang pantas melindunginya,Kyu tampak kesal denganku beberapa minggu setelah itu karena aku juga sih yang salah, aku mendiamkannya, aku masih belum bisa terima terlebih dia tidak bilang apa-apa sebelumnya.

 

Aku selalu kesal setiap Kyu selalu membicarakan Yong Soon pada memberdeul dan ada aku disitu juga, rasanya aku ingin bilang, aku jauh lebih tahu dibanding dia tetang Yong Soon, ada rasa menyesal menajuhinya saat itu namun saat aku melihat Yong Soon menangis sejadinya saat Kyu kecelakaan, aku tahu Kyu namja yang tepat untuk Yong Soon, Yong Soon sudah mulai menyukai Kyu sepertinya, mulai saat itu aku hanya memperhatikan Yong Soon dari jauh, rasa sayangku tetap pada gadis kecilku itu tapi sekarang ada yang benar-benar menjaganya mungkin lebihdibanding aku, Kyu.

 

Tiba-tiba Yong Soon mengarahkan tangannya ke arahku dan menyentuh kacamataku.

 

”Kacamata Oppa miring”ucapnya sambil membetulkan letak kacamataku.

 

Aku tersenyum dan membuka kacamatku.

 

”Issshh Oppa”ucapnya lagi menahan tanganku untuk membuka kacamata.

 

”Kau seperti namja bodoh itu..kalau ketahuan bagaimana,huh!”serunya sambil mengerucutkan bibirnya.

 

Aku tertawa mendengar perkatannya.

 

”Jinjja..aku sama dengan Kyu? Tapi siapa yang lebih kau suka..aku atau Kyu?”tanyaku memancingnya.

 

Diam menatapku bingung dengan mengerutkan dahinya, aku tertawa melihatnya.

 

”Aku hanya bercanda…tentu saja kau lebih menyukai Kyukan..dia kan suamimu…”kataku lagi.

 

”Kata siapa”ucapnya sambil tersenyum penuh arti.

 

”Neomu johaeyo Donghae oppa”ucapnya lagi sambil menunjukku dan tersenyum dengan senyum kesukaanku itu, senyumnya yang seperti anak kecil, matanya yang bulat besar tepat menatap mataku. Aku menggelengkan kepalaku perlahan dan tertawa pelan. Inilah gadis kecilku.

 

 

Author POV

 

Yong Soon baru saja pulang setelah pergi dengan Donghae tadi, dia terlihat sangat senang, sudah lama memang dia tidak pergi hanya berdua dengan Donghae saja karena Kyuhyun selalu melarangnya. Yong Soon memasuka password apartemennya sebelum membuka pintu.

 

”Aku pulang”serunya sambil melepas sepatunya, dia tahu Kyu sudah pulang makanya dia masuk langsung menyapa.

 

Yong Soon berjalan menuju ruang tengah apartemennya dan melihat Kyu sedang asyik menggonta-ganti chanel TV terlihat sangat tidak tertarik tampaknya,begitu menyadari keberadaan Yong Soon, Kyuhyun langsung berbalik dan menatap Yong Soon marah.

 

”Ya..kemana saja kau? Kenapa baru pulang?!”tanyanya ketus.

 

Yong Soon POV

 

Kenapa dia menatapku dengan tatapan marah? Memangnya aku salah apa? Omo apa dia tidak tahu aku pergi dengan Donghae Oppa, aisshh ottohke?

 

”Kau pergi dengan Donghae hyung, kan?!”tanyanya lagi dengan ketus.

 

”Nde…”jawabku bingung.

 

”Aku pikir kau tahu”lanjutku lagi.

 

”Hyung memberitahuku saat kau sudah pergi dengannya…cih..lain kali kau harus bilang kemana kau pergi..aku kan sudah bilang kemanapun kau pergi kau harus memberitahuku”kata-katanya seakan memojokanku, ok sekarang aku yang salah, sangat salah.

 

”Aratta…mianhe…”ucapku meminta maaf padanya, dia menghela nafas perlahan dan tersenyum tipis, tumben dia tidak melanjutkan acara marah-marahnya.

 

”Kau sudah makan?”tanyaku mengganti topik, sebenarnya untuk mengecek dia marah atau tidak.

 

”Belum”jawabnya singkat tanpa menoleh padaku.

 

”Mau makan?”tanyaku lagi.

 

”Boleh…”jawabnya lagi-lagi sakit.

 

”Aku buatkan dulu ya…”kataku lagi kemudian berjalan ke kamarku lalu menaruh tasku dan ke dapur memasakan sesuatu yang bisa dimakan, hah semoga dia tidak marah.

 

**

 

Akhirnya selesai juga tugas kulaihku, aku mengumpulkan kertas-kertas dan memasukannya ke dalam map,kemudian memebereskan sisa barang-barangku di meja di kamar Kyuhyun, lagi-lagi dia memaksaku mengerjakan tugas di kamarnya, aku menoleh padanya yang sedang duduk bersandar di tempat tidur dengan PSP ditangannya.

 

”Ya…aishhh…oh…ah.,.sial”serunya di hadapan PSPnya itu, cih dia tampak seperti orang gila kalau seperti itu, kalau yang dihadapannya itu game..sudah dijamin dia tidak akan peduli dengan yang lain, oh yang yang paling aku heran kenapa saat dia bermain game dia bisa sangat berkespresi berbeda ketika dia sedang beranyanyi, ada yang salah dengan otaknya? Mollaso!

 

Aku memasukan buku ke dalam tas.

 

”Aisshh…babo!”serunya dengan ekpresi kesal pada PSPnya, aku menggelengkan kepalaku, sepertinya aku kembali saja ke kamarku, aku sudah capek dan ingin tidur, tugas ini benar-benar menyitaku,aku berjalan perlahan keluar kamarnya.

 

”Ya..mau kemana kau?”sebuah suara menginterupsi langkahku tepat sebelum sampai ke pintu.

 

”Aku mau tidur di kamarku..aku capek”jawabku.

 

”Siapa yang menyuruhmu kembali ke kamarmu? Malam ini kau tidur disini!”ucapnya dengan penekanan di setiap katanya sambil menepuk tempat disampingnya.

 

Kalau dia sudah bilang seperti itu, mau tidak mau aku harus mengikutinya, aku tipe istri yang baik kan? Habisnya kalau tidak dituruti bisa-bisa dia melakukan hal yang aneh-aneh kau tahu namja mesum seperti dia-___-

 

”Aku mau menaruh bukuku dulu”ucapku.

 

”Awas kalau kau tidak kembali lagi…Oppadeulmu itu akan memilik keponakan dan menjadi samcheon kalau kau tidak kembali”ancamnya, tuh kan ancamannya saja seperti itu, cih kenapa aku harus memiliki suami yang sangat mesum seperti di T.T

 

Begitu aku kembali ke kamarnya, aku melihatnya masih memegang PSPnya, berhubung aku sudah sangat mengantuk dan lelah, aku ingin segera tidur dan malas memarahinya untuk tidur, habisnya dia itu sangat-sangat ngeyel kalau diberitahu, harus ekstra kerasa menyuruhnya tidur kalaudia sudah memegang PSPnya itu atau sedang di depan laptopnya tapi untuk malam ini pengecualian aku ingin tidur tidak peduli dia mau tidur jam berapa, aku sudah sangat lelah.

 

Aku berbaring disampingnya dan mulai memejamkan mataku, namun kok hening ya suasananya biasanya juga diakan ribut, apa dia sudah tidur? Aku membuka mataku sedikit dan melihatnya terdiam sambil menatap PSPnya, aku bangkit dari dudukku dan ikut bersandar disampingnya.

 

”Ada yang ingin kau bicarakan denganku?”tanyaku.

 

Dia menggeleng dan kembali menatap PSPnya yang sudah dimatikan.

 

”Yakin?”tanyaku lagi, biasanya kalau seperti ini pasti ada sesuatu yang ingin dia bicarakan.

 

”Kau pergi kemana dengan hyung?”tanyanya, aku berusaha menahan tawaku, sudah kubilang pasti dia ingin bertanya sesuatu. Dasar gengsian.

 

”Cuma mengantarnya membeli hadiah untuk Hyo Soo onnie..dia memintaku membantu memilih tapi ujung-ujungnya dia juga yang memilih..ehmm terus ke toko es krim untuk mentraktirku yang sebenarnya dia memintaku mengantarnya itu untuk menuliskan surat bahasa Inggris untuk Hyo onnie….sudah itu pulang”ceritaku lalu menoleh padanya, dia mengangguk.

 

”Ya..tumben sekali kau tidak marah-marah…”ucapku sambil terkekeh pelan,dia diam.

 

”Memangnya aku selalu marah-marah kalau kau pergi dengan Donghae hyung”bantahnya, dasara gengsian.

 

Tiba-tiba aku jadi ingin menanyakan sesuatu padanya.

 

”Kyu”panggilku.

 

Dia berdehem tanpa menoleh padaku, sepertinya dia takut aku menggodanya. Aku menghela nafas perlahan sebelum melanjutkan kata-kataku.

 

”Kenapa kau menyukaiku?”tanyaku.

 

Dia diam, apa dia tidak mau menjawabnya? Kenapa? Aku menoleh padanya.

 

”Kau tidak mau menjawabnya?”tanyaku. Dia menggeleng.

 

”Bukan..bukan tidak mau…aku tidak tahu harus menjawab apa”ucapnya tanpa menoleh padaku, aku menatapnya seksama.

 

”Wae?”tanyaku lagi.

 

”Apa ada alasan untuk seseorang mencintai seseorang yang lain..aku juga tidak tahu kenapa aku menyukaimu..rasa itu hadir begitu saja…tidak penting untuk tahu kenapa aku menyukaimu yang harus selalu kau ingat..aku selalu menyukaimu..anni mencintaimu…”terangnya sambil menoleh padaku dan menatap mataku, aku tersenyum padanya dia membalasany dengan tersenyum juga.

 

”Oh ya..satu lagi..sejak kapan kau menyukaiku?”tanyaku lagi.

 

Kyu POV

 

Ada apa dengan gadis ini,kenapa dia bertanya hal-hal yang aneh sejak tadi, aku terdiam berpikir, mengingat kapan aku mulai menyukai gadis bodoh dihadapanku ini.

 

”Ya..jawab”pintanya, kenapa dia begitu penasaran sih.

 

”Jamkaman..aku sedang berpikir kapan”ucapku.

 

”Mwo?jadi kau tidak menyukai sejak awal”serunya menatapku kaget, sebenarnya sih iya, awalnya itu, aku kesal saja kenapa gadis ini sangat suka sekali dengan Donghae hyung sampai seperti itu.

 

”Boleh aku jujur?”tanyaku, dia mengerucutkan bibirnya kesal, aku tertawa pelan.

 

”Jadi sebenarnya..saat aku mengatakan hal itu aku belum menyukaimu..kau tahu aku hanya kesal saja melihatmu yang terlalu berlebihan pada Donghae hyung….bagimu seakan Donghae hyung segalanya..aku tidak suka…ya sudah aku ingin kau tidak terlalu berlebihan pada hyung makanya aku bilang seperti itu…mungkin setelah kecelakaan itu aku baru benar-benar menyukaimu”ceritaku.

 

”Babo..kalau begitu sama saja denganku..harusnya aku tidak usah meladenimu saat itu”ucapnya.

 

”Tapi kan pada akhirnya kau jatuh padaku”ucapku lagi.

 

Aku menatapnya sambil tersenyum mengejek, dia menatapku kesal namun sedetik kemudian tersenyum.

 

”Ah..Kyu…bagaimana kalau aku tetap lebih memilih Donghae Oppa?”tanyanya lagi sambil menatapku serius, aku berdehem pelan, kenapa dia malah membawa Donghae hyung sih?!

 

”Aku akan merebutmu..sudah kubilang aku tidak suka kau terlalu berlebihan pada Donghae hyung..kalau kau sampai memilihnya..kau sudah sangat berlebihan menyukai orang..dan itu tidak baik tau…”jawabku.

 

”Kalau begitu aku juga terlalu berlebihan dengan menyukaimu dan memilihmu..itu juga tidak baik kan?”ucapnya sambil tersenyum penuh arti,hei kenapa malam ini dia snagat aneh sekali sih?aku menolehkan pandanganku dari menatapnya.

 

”Tidak itu tidak berlebihan..memamg sudah seharusnya kau berlebihan padaku”jawabku.

 

Aku mendengarnya terkekeh pelan.

 

”Ok…bagaimana kalau pertanyaannya diganti…bagaimana kalau aku dan kau tidak bertemu saat itu…kira-kira siapa yang menggantikanmu berkata itu ya?”tanyanya lagi.

 

”Ya..itu akan selalu aku..karena hanya aku yang merasa risih melihatmu selalu ada disamping Donghae hyung…walaupun tidak bertemu denganmu di lift itu tetap saja aku akan melihatmu disekeliling Donghae hyung…sangat berlebihan tau”ucapku dengan penekanan sambil menatapnya lekat-lekat.

 

Dia mengangguk dan tersenyum, aneh sekali dia, apa yang Donghae hyung katakan padanya sampai dia jadi aneh seperti ini, bukankah dia paling tidak suka membahas hal ini.

 

”Ya apa yang hyung katakan padamu..sampai-sampai muncul pertanyaan itu dari otakmu”ucapku sambil menyentuh kepalanya dan mengguncangkannya.

 

”Kyu…ihhh”serunya tidak suka berusaha menghentikan gerakan tanganku.

 

”Tidak ada aku hanya ingin bertanya saja”jawabnya begitu aku menghentikan gerakan tanganku, tanganku masih menyentuh kepalanya, aku memaksa kepalanya mengarah padaku, aku menatapnya tepat di matanya.

 

”Kau tidak perlu bertanya kenapa aku menyukaimu, kapan aku mulai menyukaimu, dan semua pertanyaan anehmu tadi..seperti yang sudah kubilang berkali-kali..kau takdirku….meski kita tidak bertemu saat itu..bahkan kalau aku tidak mengenalmu..kita akan tetap bersama seperti ini…aku yakin itu…”ucapku, matanya yang besar dan bulat itu tepat menatapku.

 

Tanganku perlahan mengelus pipinya dan aku mulai mendekatkan wajahku padanya, aku membiarkan hidung kami bersentuhan satu sama lain, sebelum aku memiringkan kepalaku dan menyentuh bibirnya dengan bibirku.

 

 

Yong Soon POV

 

Bibirnya yang lembut menyentuh bibirku perlahan membiarkannya hanya menempel sesaat sebelum dia mulai menghisap bibir atas dan bawahku bergantian, selalu tidak sabaran, selalu saja ciuman yang awalnya lembut akan mulai berubah menjadi lebih panas seperti ini, saat tanganku mulai dikalungkan pada lehernya dan dia menahan pinggangku dengan tangannya, aku mulai membalas ciumannya. Bunyi kecupan dan deruan nafas kami begitu jelas terdengar, setiap berciuman dengannya seakan aku tidak butuh oksigen yang aku butuhkan hanya bibirnya yang melumat bibirku namun tentu saja aku butuh oksigen untuk brenafas, aku mendorong tubuhnya perlahan karena aku mulai kehabisan nafas, dia melepaskan ciumannya aku menarik nafas setelah ciuman panjang kami, dia kembali menyentuhkan hidung kami berdua, dia tersenyum lembut padaku dan membelai wajahku perlahan. Bibirnya kembali menyentuh bibirku lagi namun kali ini dengan cepat dia berpindah ke pipiku dan bibirnya terus menyapukan kulitku sampai pada leherku, dia menciumnya sekilas sebelum menciumnya dalam, aku menggigit bibir bawahku menahan suara yang ingin aku keluarkan,jinjja apa-apaan dia ini. Aku merasakan bibirnya menghisap leherku, ottohke? Bagaimana besok aku kuliah?!!!

 

Kyu melepaskan ciumannya dan mendekatkan bibirnya ketelingaku,hembusan nafasnya ditelingaku membuatku mengigit bibir bawahku lagi menahan suara yang ingin aku keluarkan.

 

”Bagaimana kalau kita membuat keponakan untuk Oppdeulmu..”bisiknya di telingaku, OMO!! Aku segera mendorong tubuhnya menjauh.

 

”Andweyo!Kyu jangan macam-macam..kalau begitu aku pindah kamar!”seruku hendak turun dari tempat tidur namun dia menahan tanganku.

 

”Ne..ne..aku hanya bercanda tadi..keureu..tidurlah disini…”ucapnya dengan tatapan memohon.

 

”Awas jangan macam-macam!”ancamku padanya,dia mengangguk seperti anak anjing saja, lagian, kenapa otaknya itu sangat mesum jangan-jangan karena terlalu dekat dengan Eunhyuk oppa jadi dia seperti ini, aku harus mulai menjauhkan mereka.

 

Aku mulai merebahkan tubuhku juga dia, aku merasakan tangannya mengenggam tanganku, hanya mengenggamnya, 0bagus dia menuruti perkataanku, biasanyakan dia akan memelukku, aku menoleh padanya dan melihatnya yang sudah memejamkan matanya.

 

”Babo”lirihku.

Advertisements

13 thoughts on “FF:What If (KyuSoon Couple)

  1. aaahhhh,,kyu bisa bner ngarang omongan!
    klo suka donghae itu berlebihan tapi klo suka sama dirinya itu gak berlebihan …ckckckck
    bisa bisa !!!
    hhhuuuuhh,,meskipun sdikit adegan itunya tapi langsung bikin tegang …!!!wkwkwkwk
    suka suka

  2. kyu blg ajh udh suka , knpa msti blg gara” trlalu brlebihan ama donghae . Hahaha
    Aigoo .. Knpa gg d.lnjutin ajh bkin kponakan.a XD
    Couple ini bner” deh bkin gemes ^^

  3. wah protektif banget si kyuhyun..
    Hehe kan gpp sama istri sendiri, ayo lanjutin buat keponakannya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s