FF: Saengil Chukkaeyo Uri Yongie (KyuSoon Couple)

SAENGIL CHUKKAE URI YONGIE

 

Yong Soon POV

 

“Saengil chukkaeyo Yongie sayang”ucap ibu dan ayahku di seberang telepon, aku tersenyum, tidak menyangka mereka akan meneleponku tepat tengah malam di seoul tentu saja hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun untukku, mereka orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku.

 

“Gamsaheyo appa..eomma”jawabku, entah kenapa mataku terasa panas saat ini dan bisa kurasakan sesuatu mengalir di pipiku, aku menangis, menangis bahagia juga rindu sekali pada mereka, ini sudah ulang tahun yang kesekian kalinya tidak bersama ayah dan ibuku, terakhir saat usiaku 13 tahun, aku merindukannya, aku merindukan ibuku membangunkanku tengah malam kemudian berkumpul di ruang keluarga dengan kue dan lilin diatasnya, lalu aku akan meniup lilin itu dan membuat permohonan, aku merindukan momen itu.

 

“Jeongmal saranghaeyo Yongie..jigeum..uri Yongie..sudah menjadi seorang yang dewasa..chukkae”ucap ayahku.

 

Aku mengigit bibir bawahku untuk meredakan tangisku.

 

“Neomu bogosipo”ucapku.

 

“Nado Yongie-ya..uljimarago..kan sekarang sudah dewasa..”ucap ayahku lagi.

 

“Nde..”jawabku sambil mengusap mataku yang basah.

 

“Ada yang kau inginkan untuk hadiah ulang tahunmu?”tanya ayahku.

 

“Eopseo..appa dan eomma adalah hadiah terbaik yang pernah diberikan Tuhan padaku selama ini”jawabku, aku mendengar ayahku tertawa pelan, aku pun jadi ikut tertawa kecil.

 

“Aigoo..uri Yongie..sudah sangat dewasa..cha..sudah tengah malam kan disana..tidurlah..besok kau harus kuliahkan..jal ja..”ucap ayahku kemudian memutuskan sambungan telepon.

 

Aku menghela nafas perlahan dan menaruh handphoneku di atas meja, aku sudah 19 tahun, mulai harus menjadi dewasa, apa aku bisa.

 

Drrtt..drtt…drtt…

 

Handphoneku kembali bergetar, aku segera mengambilnya dan melihat banyak sms masuk, dari siapa ya? Aku membuka pesannya satu persatu.

 

Jinjja, 2PM oppadeul, aku tersenyum membaca pesan teks mereka yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku, mereka ingat juga ternyata, aku segera membalas ucapan mereka satu persatu.

 

Aku melihat jam sudah pukul 1 malam, aku baru selesai membalas sms dari mereka, sial sekali mereka malah mengajakku sms-an, oppadeul aneh-,-, eh ada satu sms yang belum terbaca begitu aku melihat lambang surat masih ada di atas handphoneku, aku membukanya dna ternyata itu dari Minho Oppa.

 

From: Minho Oppa

 

Yongie baby..aniya bukan baby lagi sekarang kau sudah menjadi seorang wnaita dewasa..johta..jangan cengeng, berhenti menjadi tukang ngambek, sopan dengan yang tua, jangan egois….

 

Ahk aku malas membaca semua pesannya yang sangat panjang aku menscrollnya langsung ke akhir.

 

SAENGIL CHUKKAEYO NAE YEODONGSAENG..NEOMU YEPPEO DONGSAENG.,SARANGHAE ^^

 

Cih, Minho Oppa..Minho Oppa selalu penuh nasehat, jinjja semua yang dia ingin ungkapkan ditulis semua,aku segera membalasnya dengan sebuah pesan singkat.

 

To: Minho Oppa

 

Gomapta

 

Selesai membalas sms aku membaringkan tubuhku di atas tempat tidur dan mulai memejamkan mataku, beosk aku harus kuliah pagi, kalau aku terlambat bangun ini gara-gara 2PM Oppadeul terutama Junho Oppa!

 

**

 

Tok..Tok..Tok..

 

Aku mendengar pintu kamarku diketuk, segera aku menyambar tasku dan menyampirkannya di bahuku lalu membuka pintu sekalian keluar kamar, aku terkejut melihat siapa yang ada di depan kamarku.

 

“Saengil chukka hamnida uri Yongie”ucap eomma dan appaku bersamaan, wow bahkan mereka menyiapkan kue dan lilin diatasnya, aku menatap mereka tidak percaya.

 

“Eomma..appa..omo..”ucapku tidak percaya mereka menyiapkannya sampai seperti ini.

 

“sebenarnya ingin tadi tepat tengah malam tapi kami takut menganggumu yang sedang tidur..gwenchana?”tanya eommaku.

 

Aku tersenyum dan menggeleng.

 

“Eomma..appa..tidak perlu sampai seperti ini..aku sudah dewasa bukan anak kecil lagi..”ucapku, dulu setiap kau ulang tahun eomma dan appa selalu membuatkan pesta ulang tahun untukku dengan mengundang teman-temanku, mereka benar-benar ingin membuatku merasa betah tinggal disini namun sejak aku berusia 17 tahun aku meminta mereka tidak melakukan hal itu lagi, aku lebih suka ulang tahun yang sederhana, paling-paling hanya pergi makan malam saja.

 

“Ah…kau tetap Yongie baby untuk kami…kajja tiup lilinnya dan buat permohonan”ucap appa, eomma menyodorkan kue yang dia bawa, aku memejamkan mataku kemudian meniup lilinya lalu tersenyum pada mereka.

 

“Saengil chukkaeyo”ucap appa sambil mengusap kepalaku. Aku kembali tersenyum pada mereka, jinjja neomu haengbokhae, aku punya ayah dan ibu yang baik dan eomma juga appa yang sama-sama baiknya, lengkap sekali, walaupun tidak bertemu ayah dan ibuku aku masih punya mereka, eomma, appa, dan Minho Oppa. Neoumu gamsaheyo Tuhan^^

 

“Ah..Yongie..ada sesuatu yang kau inginkan?”tanya appa, kenapa keluargaku begitu baik?

 

“Aniya..semua cukup..aku punya kalian, Minho Oppa, eomma, appa..semua cukup..neomu haengbokhae”jawabku sambil tersenyum pada mereka, appa mengacak rambutku pelan.

 

“Yongie-ya..bagaimana kalau malam ini kita makan malam bersama..Minho juga akan ikut..kau tidak ada janji dengan Kyuhyunkan?tanya eommaku.

 

“Eopseo”jawabku, aku baru sadar dia sama sekali belum mengucapkan selamat padaku, cih aku yakin namja itu pasti lupa, sudah biarkan saja tidak penting.

 

“Ah..keure..sana sarapan setelah itu berangkat…”ucap eommaku lagi. Aku mengangguk kemudian berjalan melewati mereka untuk sarapan.

 

**

 

Sudah kesekian kalinya aku menatap layar handphoneku bahkan sejak di bis tadi, hah kenapa aku jadi sangat berharap padanya, sudah aku pikir dia pasti lupa, apalagi dia sedang sangat sibuk sekarang, awal tahu yang sibuk untuknya, dwesseo lupakan Choi Yong Soon tidak terlalu pentingkan.

 

Aku berjalan santai menuju kelas pertamaku sampai sebuah tangan menahanku.

 

“Yong Soon-ah saengil chukkaeyo!!!”serunya seorang yeoja dengan rambut sebahu itu, Han Sae Ra.

 

“Sae Ra-ya!kau mengangetkanku tau!”seruku sambil mengelus dadaku yang kaget dengan kedatangannya yang tiba-tiba itu.

 

Sae Ra hanya terkekeh pelan.

 

“Aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun padamu..mianhe aku belum menyiapkan kado untukmu..aku baru tahu tadi…”ucapnya dengan wajah sedih.

 

“Aniya..gwenchana..aku bukan anak kecil yang butuh kado..”jawabku.

 

Sae Rae tersenyum lalu menggamit tanganku untuk berjalan ke kelas, aku tersenyum melihat tingkah sahabatku ini.

 

Aku melihat seseorang berjalan ke arahku, seorang namja dan dia berhenti tepat di hadapanku.

 

“Yong Soon-ah”panggilnya begitu tepat di hadapanku.

 

“Dong Gun-ah”ucapku pada namja yang kukenal bernama Lee Dong Gun, beda jurusan denganku tapi entah kenapa dia bisa mengenalku.

 

“Igo..saengil chukkaeyo”ucapnya sambil menyerahkan sebuah kotak berpita padaku, aku menatapnya bingung namun dia menghindari tatapanku dan malah menunduk, kenapa dia seperti itu, aku melirik ke arah Sae Ra disampingku, dia hanya menggedikan bahunya, aku mengambil kotak itu.

 

“Gomapta”ucapku sambil tersenyum, dia mendongakkan wajahnya menatapku dan mengangguk kemudian menunduk lagi, kenapa dia seperti itu? aneh?

 

**

 

“Yong Soon-ah”panggil Sae Ra dihadapanku ketika kami sedang ada di kantin untuk makan siang, kali ini dia yang mentraktirku karena dia belum sempat membelikanku hadiah dia bernia untuk mentraktirku sebagai hadiah ulang tahunku,hahahahha johta^^

 

“Wae?”tanyaku sambil menyuap ddokboki, makanan kesukaanku.

 

“Aku penasaran kenapa sejak tadi Dong Gun selalu melihat ke arahmu?”tanya Sae Ra membuatku tersedak dan langsung mengambil air mineral disampingku dan meminumnya.

 

“Mwo?”ucapku kaget kemudian mengikuti arah telunjuknya dan aku melihat Dong Gun sedang duduk beberapa meja dariku bersama teman-temannya namun tatapan matanya mengarah padaku, begitu aku menatapnya dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.

 

“Ah..aku tahu..dia menyukaimu!”seru Sae Ra tiba-tiba membuatku kembali kaget. Dia menatapku sambil tersneyum aneh.

 

“Cih..berhenti menunjukan senyum seperti itu…mungkin kau salah liat tadi..”jawabku asal-asalan sambil kembali menyuap ddokbokiku.

 

“Aku yakin dia memperhatikanmu dan lagi sejak kau baru masuk kuperhatikan dia selalu saja berusaha mendekatimu..buktinya tadi dia memberikanmu kado..padahal aku saja yang satu jurusan denganmu bahkan satu kelas denganmu baru tahu tadi pagi kalau kau ulang tahun hari ini sedangkan dia bahkan sudah menyiapkan kado untukmu…aku sangat yakin Dong Gun menyukaimu Yong Soon-ah..ah dia tidak buruk juga..namja yang manis..”ucap Sae Ra panjang lebar.

 

“Ya..anniya..Dong Gun tidak menyukai..mungkin hanya kebetulan saja..”jawabku lagi-lagi asal, aku tidak mau terlalu memikirkan hal itu toh aku sudah punya pacar, eii sepertinya aku mengakui kalau aku sudah memiliki pacar sekarang tapi sayang pacarku itu sama sekali tida ingat ulang tahun pacarnya sendiri, cisss.

 

“Kalau kau tidak percaya..lihat saja sebentar lagi dia akan menyatakan perasaanya padamu..kalau dia bilang begitu bagaimana?”tanya Sae Ra lagi.

 

Aku menghentikan aktifitas makanku dan meneguk air minumku lagi, aku menatapnya serius dan sedikit berpikir.

 

“Menolaknya”jawabku cepat.

 

“Wae?dia tidak terlalu tampan sih tapi dia manis dan baik lagi..ah..kau sudah punya pacar?”tanyanya lagi. Aku punya sahabat yang sangat-sangat ingin tahu, ck.

 

“Aniya..aku ingin fokus belajar”ucapku kemudian menyampirkan tasku lalu mengambil botol minumku dan beranjak pergi dari kursiku.

 

“kau yang bayarkan? Gomapta Sae Ra-ya”ucapku kemudian segera berlalu namun sekilas aku merasa Dong Gun kembali melihat ke arahku, hah sudahlah mungkin dia hanya penasaran apa aku sudah membuka kadonya atau belum.

 

**

 

Aku membereskan bukuku dengan cepat dan memasukannya ke dalam tas, senangnya hari ini pulang siang, jadwal yang sangat menyenangkan^^ aku berjalan keluar mejaku, Sae Ra tidak ada karena memang aku tidak sekelas padanya di mata kuliah ini.

 

Hari ini tampak cerah, kemana dulu ya sebelum pulang? Aku malas pulang buru-buru hari ini.

 

“Yong Soon-ah..kau sudha pulang?”tanya seseorang yang tiba-tiba sudah ada disampingku.

 

“Dong Gun-ah…ah..ne..kau sudah pulang?”tanyaku balik pada namja yang kini berjalan disampingku yang ternyata adalah Dong Gun.

 

“Ne..”jawabnya.

 

Kemudian kamu berjalan bersama sampai depan kampus, selama jalan kami hanya diam, ok dia yang lebih banyak diam, suasana jadi canggung dan tiba-tiba saja aku ingat kata-kata Sae Ra tadi, ah anni tidak mungkin dia menyukaiku.

 

“kau suka kadonya?”tanyanya tiba-tiba membuatku sedikit kaget.

 

“Ahh..aku belum membukanya..nanti dirumah”jawabku agak sedikit terbata-bata karena pertanyaannya yang tiba-tiba itu.

 

“Ah..keureu…emm..kau mau langsung pulang?”tanyanya.

 

“Nde..waeyo?”tanyaku balik.

 

“A..aniya..aku hanya ingin bertanya..mungkin kau mau aku traktir es krim hari ini..otte?”tawarnya padaku.

 

Aku berhenti berjalan dan menghadap ke arahnya, menatapnya sambil berpikir, dia menatapku seperti harap-harap cemas, sepertinya lumayan juga makan es krim gratis, hehehe.

 

“Ok”jawabku dan bisa kulihat dia langsung tersenyum senang.

 

“Kajja”ucapnya dan tiba-tiba saja dia langsung menarik tanganku untuk berjalan, aku menatapnya kaget, jinjja apa dia memang menyukaiku?

 

Author POV

 

Dong Gun mengajak Yong Soon ke sebuah toko es krim yang tidak jauh dari kampus mereka, Dong Gun tampak sangat senang bisa pergi berdua dengan Yong Soon, Dong Gun memang sudah sejak lama menyukai Yong Soon, sejak pertama kali melihatnya masuk universitas ini.

 

Begitu sampai di toko itu, Dong Gun dan Yong Soon memesan pesanan mereka masing-masing, Yong Soon membuka pembicaraan dengan Dong Gun bertanya banyak hal, Dong Gun terlihat canggung pada awalnya namun lama-lama terbiasa.

 

Disaat yang bersamaan member Super Junior baru saja menyelesaikan aktivitas mereka dan akan kembali ke dorm.

 

“Aishh..aku benar-benar capek hari ini”keluh Heechul sambil menyadarkan kepalanya di jok mobil van mereka.

 

“Faktor umur hyung”celetuk Donghae dari belakang lalu tawa mulai mucul.

 

Heechul yang memang sedang lelah berpura-pura tidak mendengar, malas harus memarahi dongsaeng kurang ajar seperti mereka, pikir Heechul, dia melirik namja disampingnya yang sednag tertidur pulas, Kyuhyun. Dia berpikir sepertinya tidur lebih baik, dia pun mulai memejamkan matanya.

 

“Ya!itu Yong Soon-kan!!”seru Donghae lagi membuat Heechul harus membuka matanya yang baru saja mau ditutup tadi, kali ini dia ingin marah pada dongsaeng yang tidak tau diri itu.

 

“Ya!Donghae-ya berisik sekali..aku mau tidur!”seru Heechul.

 

“Hyung..Yong Soon itu!”seru Donghae lagi sambil menujuk ke suatu arah, ke sebuah toko es krim, Heechul mengikuti arah telunjuk Donghae dan melihat Yong Soon yang sedang duduk berdua bersama seorang namja yang tidak mereka kenal sama sekali.

 

“Apa mereka bertengkar?”tanya Heechul sambil menatap Kyuhyun yang masih tertidur.

 

“Ciss..yeoja memang seperti itu”ucap Eunhyuk.

 

“Ya hyukkie!dongsaengku tidak seperti itu..aisshh akan aku tanyakan padanya”ucap Heechul sambil mencari handphonenya kemudian mulai mengetik sms pada dongsaeng kesayangannya itu.

 

To: Yongie Cry Baby

 

Saengi Oddiya?

 

From:Yongie Cry Baby

 

Oh penting untuk Oppa tahu tumben sms

 

Heechul mengerutkan dahinya, dia bingung kenapa Yong Soon menjawabnya seperti itu, apa dia sedang bad mood? Pikir Heechul.

 

To: Yongie Cry Baby

 

Ya..waeyo?!kau marah padaku?

 

From: Yongie Cry Baby

 

Ani

 

Heechul tampak berpikir mendapat balasan sms sangat singkat dari adiknya, dia menatap Kyuhyun yang sedang tidur, apa sedang bertengkar? Tapi kalau bertengkar mana mungkin Kyuhyun bisa tidur seperti ini yang ada dia akan langsung pergi menemui Yongie, pikir Heechul lagi.

 

“Untuk tanggal 14 besok kalian…”

 

Tiba-tiba Heechul kaget mendengar perkataan manager mereka, tanggal 14 besok berarti hari ini tanggal, Heechul langsung mengecek handphonenya lagi.13 januari.

 

“Aishhh pantas saja dia seperti itu”ucap Heechul.

 

Heechul tersenyum kemudian kembali mengetik sms pada adiknya itu.

 

To: Yongie Cry Baby

 

Ah aratta seangil chukkaeyo saengi…aku sengaja mengerjaimu tadi :p

 

From: Yongie Cry Baby

 

Aku kira Oppa lupa

 

To: Yongie Cry Baby

 

Ya mana mungkin aku lupa ulang tahun dongsaeng kecilku yang cengeng ini..hehehehehe

 

From: Yongie Cry Baby

 

Cih-.- mana kadonya?

 

To: Yongie Cry Baby

 

Besok kau ambil di dorm..sudah lama kau tidak main kesini..ok Yongie Cry Baby^^

 

Hampir saja aku lupa ulang tahunnya, gumam Heechul dalam hati, dia tidak bisa membayangkan bagaimana marahnya gadis itu kalau dia sampai lupa ulang tahunnya, heechul kembali melirik namja disampingnya.

 

“Anak ini ingat tidak ya?”lirih Heechul sambil memperhatikan Kyuhyun yang maish tertidur sejak tadi.

 

**

 

“Kau sangat dekat dengan Minho hyung?”tanya Dong Gun pada Yong Soon yang sedang menyantap es krimnya.

 

“Hemmm”jawab Yong Soon.

 

I’m gonna be ok, gonna be ok, I’ll be ok, gonna be ok
Baby without you, baby without you
Neo eobshi meojige, eobshi meojige, deo meojige, eobshi meojige
Ireonal geoya, without you, saragal geoya, without you

Handphone Yong Soon berbunyi, dia segera berhenti menyendok es krimnya dan merogoh tasnya, dia melihat layarnya sebentar.

 

“Minho Oppa..”ucapnya.

 

“Jamkamanyo”ucap Yong Soon lagi pada Dong Gun kemudian meninggalkan Dong Gun untuk menjawab telepon.

 

“Wae ire?”tanya Yong Soon langsung.

 

“Saengil chukkaeyo!!!!”seru banyak orang disana, Yong Soon tersenyum saat tahu itu suara siapa saja, SHINee Oppadeul plus Taemin, pikir Yong Soon.

 

“Mereka menyuruhku meneleponmu”ucap Minho yang sekarang berbicara.

 

“Nde…gomapta”ucap Yong Soon.

 

“Malam ini kita makan malam bersama kan? Kau tidak ada janji dengan Kyuhyun hyung?”tanya Minho lagi.

 

“Eoh..jadi..anni aku tidak punya janji dengannya”jawab Yong Soon dengan nada suara yang terdengar aneh menurut Minho.

 

“Hei..hyung sudah mengucapkan selamat ulang tahun untukmu?”tanya Minho lagi.

 

“Tidak..lupa kali..lagipula tidak penting”jawab Yong Soon dengan nada dingin, Minho menghela nafas perlahan, adikku ini masih saja cepat marah, pikir Minho.

 

“Bukan lupa mungkin belum sempat..dia pasti mengucapkannya padamu..tunggu saja”ucap Minho memberi penjelasan pada adiknya.

 

“Tidak..juga tidak apa-apa..masih banyak yang ingat..sudahlah..aku sedang bersama temanku..kasihan lama menunggu..annyeong”ucap Yong Soon kemudian langsung memutuskan sambungan telepon bahkan sebelum Minho berbicara.

 

Yong Soon kembali ke tempat duduknya, Dong Gun menatap Yong Soon, menangkan perubahan di wajah Yong Soon.

 

“Gwenchana?”tanya Dong Gun.

 

Yong Soon yang baru duduk langsung menatap Dong Gun dan mengangguk sambil tersennyum.

 

“Wah..kau benar-benar dekat ya dengan Minho hyung..emm..apa dia mengucapkan selama ulang tahun untukmu?”tanya Dong Gun.

 

“Eoh…semalam..”jawab Yong Soon.

 

“Dia yang pertama?”tanya Dong Gun lagi.

 

Yong Soon menggeleng.

 

“Eomma dan appa yang pertama..”jawab Yong Soon lagi, Dong Gun menganggukan kepalanya.

 

“Kau pasti merindukan mereka”ucap Dong Gun sambil menatap wajah Yong Soon lekat-lekat, Yong Soon mengangguk.

 

“Nde..sangat..eomma dan appa selalu membangunkanku tepat tengah malam setiap aku ulang tahun..membawakan kue dengan lilin di atasnya..menyruhku mengucapkan permohonan lalu meniup lilin itu..”

 

 

Yong Soon POV

 

Daebak, namja ini benar-benar, terserah, kalau tidak ingat  juga tidak apa-apa, jangan harap aku ingat ulang tahunnya nanti. Aku menatap layar hadnphoneku dengan kesal.

 

“Ada apa?”tanya Dong Gun yang sedang menyetir disampingku, setelah makan es krim, dia meminta untuk mengatarku pulang, padahal aku sudah menolaknya.

 

“Ah ani”jawabku sambil tersenyum padanya, meski sebenarnya sekarang sebenarnya aku sedang sangat sangat kesal pada namja bodoh yang sangat menyebalkan itu, Cho Kyuhyun.

 

“Sampai”ucapnya begitu kami sudah sampai di depan rumahku. Aku menoleh padanya dan tersenyum padanya.

 

“Gomawo kadonya..gomawo es krimnya Dong Gun-ah”ucapku padanya, dia tersenyum dan mengangguk.

 

“Yong Soon-ah”panggilnya lagi begitu aku hendak turun, aku kembali menoleh padanya, dia menatapku takut-takut, kenapa dengannya?

 

“Chogi..”ucapnya, melihat tingkahnya mengingatkanku dnegan perkataan Sae Ra tadi siang, apa dia benar menyukaiku? Ah andwe kalau dia bilang bagaimana? Bukannya aku bingung menolak apa tidak tentu saja aku tolak, aku yeoja yang setia meski namjaku entahlah dia setia atau tidak, masalahnya adalah kalau kutolak aku jawab apa? Tidak mungkin aku bilang, aku sudah punya pacar, kau tahu maknae Super Junior, eoh dia pacarku. Non sense! Tidak mungkin!

 

“Ah..gomapta..aku harus segera masuk Dong Gun-ah..annyeong”ucapku kemudian langsung turun dan berjalan cepat ke dalam rumah, mianheyo Dong Gun-ahL

 

**

 

“Yong Soon-ah..kau memakai itu?”tanya eomma begitu aku turun hendak pergi makan malam keluar bersama eomma, appa dan juga Minho Oppa.

 

“Dress? Shiro!”seruku.

 

“Aishh..sudahlah..hari ini kan ulang tahunnya biarkan dia memakai pakaian sesuka hatinya eomma”ucap Minho sambil merangkul bahuku, aku tersenyum padanya, eomma hanya menggelengkan kepalanya.

 

“Kajja berangkat”ucap appa.

 

“Gomapta”ucapku pada Minho Oppa yang masih merangkul bahuku kemudian mengajakku berjalan mengikuti appa dan eomma yang sudah berjalan lebih dahulu.

 

“Hyung sudah mengucapkan selamat?”tanya Minho Oppa lagi.

 

“Oppa..jangan membuat moodku buruk malam ini..jangan membahasnya..arachi”ucapku sambil melepas rangkulannya dan berjalan lebih dahulu meninggalkannya.

 

Cih, kenapa harus diingatkan lagi, aku malas tau, sekarang aku tidak peduli lagi, dia mau mengucapkan kek, tidak kek, bukan urusanku. Dia sangat sibuk, sangat sibuk bahkan melupakan ulang tahun yeojachingunya sendiri, johta Cho Kyuhyun.

 

Kami makan malam di restoran tempat biasanya kami makan malam bersama jika ada waktu, aku duduk berdampingan dengan Minho Oppa sedangkan appa dan eomma di hadapan kami, sesekali eomma bertanya tentang kuliahku namun selebihnya lebih banyak membicarakan tentangku, masa kecilku lebih tepatnya, mereka akan tertawa jika mendapati hal-hal lucu terutama namja disampingku ini -.-

 

Begitu pesanan datang kami makan sambil sesekali mengobrol, sementara aku maish terus menatap layar handphoneku, aisshh shiro kenapa aku masih saja berharap, sudah jelas-jelas dia lupa, joha..joha..lupakan dia kau sedang bersama keluargamu, kenapa ucapannya begitu penting, banyak orang yang lebih mengingat ulang tahunmu contohnya Dong Gun, dia tidka dekat denganmu tapi dia bahkan memberimu kado yang belum sempat kubuka.

 

“Aishhh..aku lupa”lirihku.

 

“Ada apa Yongie?”tanya eommaku menatapku heran.

 

“Ah aniyo..”ucapku sambil menyantap makananku lagi, harus aku buka begitu pulang ke rumah.

 

**

 

Sebuah strap handphone, wow lucu sekali, kucing, aku suka kucing, hei darimana dia tahu aku suka kucing, aku memandangi strap handphone hadiah dari Dong Gun, aku menggantungkannya di handphoneku sama-sama putih jadi cocok.

 

“Sepertinya namja itu menyukaiku..hhh..mianhe Dong Gun-ah..kau baik tapi..”ucapanku terhenti begitu sosok wajah namja menyebalkan itu masuk ke dalam pikiranku, cih.

 

“Hah..kenapa aku memiliki seorang pacar yang bahkan tidak ingat ulang tahun kekasihnya sendiri..Dong Gun lebih baik sepertinya..”ucapku kemudian merebahkan tubuhku di atas tempat tidur.

 

Aku kembali mengecek handphoneku, tidak ada tanda-tanda sms dari namja bodoh itu. sudahlah, ulang tahunmu sudah berakhir dan Cho Kyuhyun sama sekali tidak ingat. Keureu. Aku memejamkan mataku dan mulai tidur.

 

 

Kyu POV

 

Aku membuka selimut yang menutupi tubuhku sejak tadi, aku melihat tempat tidur disampingku, sudah tidur, aku turun dari tempat tidur dan mengambil sesuatu di bawah tempat tidurku, sebuah kotak, aku membukanya sedikit untuk mengeceknya, johta masih bagus. Kemudian aku mengambil jaket dan topi lalu  berjalan perlahan keluar kamar.

 

Dorm sudah gelap, sepertinya mereka sudah tidur semua, bagus kalau begitu, saatnya pergi.

 

**

 

Aku menatap sebuah rumah, melihat gerbangnya sudah dikunci, aku melirik ke atas ke sebuah kamar, lampunya sudah mati, apa dia sudah tidur ya? Aku bejalan kesamping rumahnya, heuh kalau bukan karena hal sepenting ini aku tidak akan pernah memanjat pagar rumah orang, untung pagarnya seperti ini setidaknya tidak terlalu sulit.

 

Aku mengeluarkan benda yang bisa memudahkanku memanjat dari mobilku.

 

“Ini untukmu Choi Yong Soon”ucapku kemudian mulai memanjat, pagarnya tidak terlalu tingggi tapi tetap saja.

 

Aku sudah sampai di halaman samping rumah ini. Aku melihat dapurnya yang sudah gelap, sepertinya sudah tidur, apa yeoja itu juga ya? Aku segera mengeluarkan handphoneku dari saku jaketku dan segera meneleponnya.

 

Aku hanya mengeceknya masih tidur atau tidak, begitu telepon diangkat aku langsung mematikannya, joha dia belum tidur sepertinya. Aku mencari-cari sesuatu yang bisa aku lempar ke kaca kamarnya, sesuatu yang tidak terlalu besar pastinya.

 

 

Yong Soon POV

 

Tuk..

 

Aku mendengar kaca kamarku di lempar sesuatu

 

Tuk..

 

Suara itu lagi, siapa yang iseng melempar? Aku bangun dari tidurku, sebenarnya aku baru saja tidur kalau bukan namja bodoh itu yang meneleponku tapi langsung mematikannya begitu aku angkat, menyebalkan sekali karena hal itu membuatku tidak bisa tidur, bagus sekali Cho Kyuhyun, melupakan ulang tahunku dan sekarang membuatku tidak bisa tidur ><

 

Tuk.

 

Lagi-lagi jendela kamarku berbunyi, aku segera membuka jendela kamarku untuk melihat siapa yang melakukannya tengah malam begini. Begitu aku membuka jendela aku terkejut melihat seseorang berdiri di halaman samping rumahku.

 

“Neo?!”seruku pada orang itu.

 

Aku segera turun ke bawah, apa-apaan orang itu datang tengah malam seperti itu, aisshh orang aneh ><

 

**

 

“Ya..apa yang kau lakukan teng…”

 

“Saengil chukka hamnida…saengil chukka hamnida..saranghaneun uri Yongie…saengil chukka hamnida..saengil chukkaeyo..”Kyuhyun menyanyikan lagu ulang tahun untukku, dia berdiri tepat di hadapanku dengan kue ditangannya lengkap dengan sebuah lilin, aku menatapnya tidak percaya, jinjja apa yang dia? Aisshh.

 

“Sepertinya tahun ini banyak yang berulang tahun ke 19 sehingga semua toko kekurangan stok angka 1 dan 9..”ucapnya.

 

“Neo..”seruku kemudian mengeleng-gelengkan kepalaku tidak percaya dengan apa yang dia lakukan. Tengah malam ke rumahku hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun.

 

“Palliwa..buat permohonan dan tiup lilinnya sebelum ulang tahunmu selesai”ucapnya.

 

Aku tersenyum kemudian memejamkan mataku. Hanya satu doaku selalu sama setiap tahun, aku hanya ingin yang terbaik dan aku ingin selalu bisa bersama namja di hadapanku ini. Aku membuka mataku dan meniup lilinnya.

 

“Saengil chukkaeyo”ucap Kyuhyun menatapku lembut.

 

Kyu POV

 

“Apa permohonanmu tadi?”tanyaku padanya yang duduk disampingku dan sedang memotong kue ulang tahunnya.

 

 

“Rahasia”jawabnya singkat sambil menyodorkan potongan kue ke hadapanku.

 

“Ya..kenapa harus dirahasiakan?”tanyaku sambil menerima suapannya itu.

 

“Nanti tidak dikabulkan”jawabnya lagi sambil menyuapkan kue ke mulutnya sendiri.

 

“Cis..kau percaya mitos seperti itu..yeoja”ucapku. dia hanya mendelik padaku kemudian kembali menyuapiku.

 

“Aku tidak menyangka seorang Cho Kyuhyun akan melakukan hal seperti ini”katanya lagi.

 

Aku tersenyum.

 

“Aku tidak mau jadi yang pertama itu sudah biasa..lebih baik jadi yang terakhir tapi spesial..kau harusnya bersyukur aku rela memanjat pagar rumah orang demi mengucapkan selamat ulang tahun di detik-detik terakhir ulang tahunmu..”jelasku padanya.

 

Dia hanya mendengus kesal dan kembali menyuapiku.

 

“Ya..siapa saja yang mengucapkan selamat ulang tahun padamu?”tanyaku penasaran dengan siapa saja yang mengucapkan selamat ulang tahun untuknya, apa da Taemin? Junho?

 

“Eomma, appa, eomma, appa, Minho Oppa, 2PM Oppadeul, SHINee Oppadeul, Taemin, Sae Ra, Heechulie Oppa…ah Dong Gun”ucapnya sambil menoleh padaku.

 

“Mwo? Ciss Dong Gun? Namja yang sering menggodamu itu, hah?”seruku kesal dengan nama yang dia sebut terkahir itu, seorang namja yang satu kampus dengannya yang sering ada disekitar dia itu, yang sepertinya menyukai yeojaku itu, heuh kenapa dia harus mengucapkan selamat ulang tahun pada yeojaku? Apa dia sangat sangat menyukai yeojaku ini?

 

“Ya..siapa yang menggodaku..Dong Gun tidak seperti itu”ucapnya.

 

“Tidak menggoda apanya? Sudah jelas-jelas dia menyukai mu Cho Yong Soon…sudah kubilang jangan dekat-dekat dengannya..kau hanya memberi harapan kosong padanya..sudah jelas kau tidak akan bisa lepas dari pesona seorang Cho Kyuhyun…”ucapku.

 

“Mwo?kau pikir kalau dia menyatakan perasaanya padaku..aku akan tetap memilihmu..cih”jawabnya.

 

“Keugeu…lihat ini..dia memberikanku strap handphone kucing..dia sangat mengerti sekali diriku”lanjutnya sambil menunjukan handphonenya yang sudah ada sebuah gantungan baru.

 

“Ya!lepaskan itu Cho Yong Soon”seruku padanya.

 

“Andweyo!”balasnya, aku segera mengambil handphonenya dengan kasar dan melepaskan gantungan kucing itu, cih.

 

Yong Soon POV

 

Dia melepaskan gantungan itu dari handphoneku, ishhh kenapa dia sangat menyebalkan seperti itu ><

 

“Ya!kenapa kau lepaskan?!itu hadiah darinya..dia sudah sangat baik padaku hari ini..dia satu-satunya orang yang memberikan kado padaku…dia ingat ulang tahunku..berbeda denganmu..kau tidak tahu seharian ini aku hanya menunggu sms ucapan darimu…”ucapku mengutarakan semua rasa kesalku padanya.

 

Dia diam dan hanya menatapku. Tiba-tiba dia langsung menarikku ke dalam pelukannya.

 

“Mianhe…aku bukannya lupa..tidak aku sama sekali tidak lupa..aku tidak akan lupa tanggal 13 januari..hanya saja seperti yang aku bilang tadi..aku ingin menjadi yang spesial dengan menjadi orang yang terakhir mengucapkan selamat ulang tahun padamu… mianheyo Yongie..”

 

 

**

 

“Kyu!kenapa anjing?!”seruku melihat sebuah gantungan anjing di handphoneku, aku menatap Kyuhyun kesal, dia hanya menatapku santai, issh menyebalkan.

 

“Anjing lebih bagus dibanding kucing”jawabnya singkat sambil berayun di ayunan, saat ini kami sedang ada di taman yang tidak jauh dari rumahku, dia memintaku bertemu denganku disini beberapa saat yang lalu hanya untuk memberikanku gantungan handphone anjing lagi?!

 

“Aku suka kucing Kyu”seruku.

 

“Tapi aku tidak suka kucing!”serunya masih berayun.

 

“Kau menyebalkan!”seruku lagi, dia berhenti berayun dan menatapku.

 

CUP

 

Tiab-tiba dia mencium pipiku sekilas.

 

“Tapi kau sangat mencintaiku”ucapnya santai.

 

“KYU!!!”

Advertisements

6 thoughts on “FF: Saengil Chukkaeyo Uri Yongie (KyuSoon Couple)

  1. wkwkwkwk …lucu lucu !!!
    smpe manjat pagar rumah orng cuma buat ngucapin slmt ulang tahun,,bagus kyu!!!
    diberi gantungan anjing ???aaahh,,kyu gak kreatif(??) !!!
    suka suka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s