FF: A Ghost Love Story Part 4

 

 

Part 4

 

Yong Soon POV

 

Aku hanya mendengarkan dia menjelaskan sama sekali tidak tertarik, kenapa aku sangat tidak menyukai pelajaran matematika, terlalu banyak angka, aku mendesah pelan kemudian menutup bukuku.

 

“Ya!kau belum menyelesaikan Prmu!gadis malas!”serunya menatapku tajam, siapa suruh dengan baik hati mengajarkanku matematika, tidak akan pernah masuk ke otakku.

 

“Aku mengantuk..mau tidur”ucapku singkat kemudian berdiri dari dudukku membawa buku-buku lalu berjalan ke kamarku.

 

Tiba-tiba aku merasakan seseorang menahan tanganku dan perasaan itu kembali muncul, aku menoleh ke arahnya, satu lagi keanehan pada dirinya, dia bisa mneyentuhku, dia langsung melepaskan tangannya begitu melihatku menatapnya aneh.

 

“Kerjakan dulu PR mu..baru kau tidur..kau mau dimarahi ibumu lagi, hah”serunya namun kali ini dia tidak menatapku.

 

Aku mendesah pelan, kemudian kembali duduk dan membuka bukuku. Dia kembali menjelaskan namun aku kembali tidak memperhatikan, kali ini bukan karena aku malas belajar tapi entahlah, mataku selalu terpaku pada wajahnya, dan jantungku, kenapa menjadi berdetak lebih kencang dari biasanya dan ini selalu terjadi setiap dia menyentuhku, wae?

 

**

 

Aku memperhatikan diriku di depan cermin di kamar mandiku, teringat percakapanku kemarin dengan nenekku, Kyuhyun belum meninggal hanya saja dia tersesat, hah aneh sekali. Lalu apa yang harus aku lakukan? Dia sama seklai tidak ingat apa-apa, darimana aku mulai mencari siapa dia sebenarnya? Masa aku harus mendatangi setiap rumah sakit dan bertanya, apa ada pasien bernama Cho Kyuhyun yang koma? Ada berapa banyak rumah sakit di Seoul ini dan ada berapa banyak orang yang bernama Cho Kyuhyun?!

 

Aku memukul kepalaku perlahan, ottohke??

 

“Yongie..kau tidak mau berangkat sekolah, hah?!”seri ibuku dari luar kamarku, aku menghela nafas perlahan lalu keluar kamar mandi, mengambil tasku dan keluar kamar.

 

Baru sampai di ujung tangga, Kyuhyun sudah berdiri disitu sambil tersenyum, aku menaikkan alisku tidak mengerti dengan ekspresi yang dia berikan pagi ini, bukan aneh tapi lebih tepatnya, kau tahu senyumnya membuatku terpesona, aku pura-pura tidak peduli kemudian berjalan melewatinya.

 

“Ya..tidak ramah sekali dirimu itu..pantas kau belum punya pacar sampai sekarang..mana ada seorang namja yang suka melihat wajah cemberutmu itu…”cerocosnya panjang lebar.

 

Aku menghentikan langkahku dan menghadapkan diriku ke arahnya dan menatapnya tajam.

 

“Bisa tidak kau berhenti bicara..aku tidak butu ceramahmu”ucapku dengan nada sinis dan kembali berjalan meninggalkannya.

 

“Pagi”sapaku pada semua yang sudah ada di meja makan, tidak ada yang menyahut.

 

“Ya..aku menyapa kalian”ucapaku.

 

“Pada siapa?”tanya ayahku yang sedang menghabiskan sarapannya, aku berjalan mendekatinya dan mencium pipinya.

 

“Ayahku tercinta”ucapku, ayahku tersenyum dan mengacak-acak rambutku lembut.

 

Ibu datang menaruh sarapanku dan aku mulai memakan sarapanku.

 

Author POV

 

Kyuhyun menunggu Yong Soon di depan pintu, dia berkali-kali menoleh ke dalam rumah, kenapa gadis itu lama sekali? Dia mau telat apa? Pikir Kyuhyun, entah kenapa sekarang menjadi kebiasaan baginya untuk mengikuti gadis itu kemanapun dia pergi termasuk ke sekolah, dia merasa senang berada di sekitar gadis itu karena banyak hal yang menarik yang dapat dia lihat dari gadis itu. setelah beberapa hari bersama gadis ini dia merasa Yong Soon adalah orang yang sangat cuek dan aneh serta ceroboh tapi dia sangat lucu.

 

Tak lama kemudian Yong Soon muncul, dia kaget melihat Kyuhyun yang sudah menungguya di depan pintu, dia langsung saja mengambil sepatunya dan memakainya seakan tidak ada Kyuhyun disitu, lalu dia segera keluar rumah dan menutup pintu begitu saja sebelum Kyuhyun ikut keluar.

 

“Aisshhh…apa dia marah karena tadi?!”ucap Kyuhyun, dia menghela nafas perlahan dan memutuskan untuk menunggu gadis itu pulang.

 

Satu lagi sifat Yong Soon yang dia tahu, mudah tersinggung, padahal niatnya tadi hanya untuk bercanda tapi gadis itu malah menganggapnya serius.

 

“Salah lagi..”lirih Kyuhyun.

 

**

 

Yong Soon sedang duduk di kursinya dengan eraphone di telinganya, wajahnya ditelungkupkan di atas meja, dia masih kesal dengan Kyuhyun akibat kata-katanya tadi.

 

“Aku akan memulangkannya segera!”ucap Yong Soon.

 

Dia sudah berencana setelah ini dia akan mencari siapa Kyuhyun sebenarnya, pada ujungnya dia akan mengambil resiko mencari ke seluruh rumah sakit di Seoul  yang penting arwah itu segera pergi dari rumahnya.

 

“ya!”seru seseorang mengagetkan Yong Soon, membuatnya menegakkan kepalanya, dia mendesah pelan begitu mendapati Je Ri yang melakukannya.

 

“Kenapa kau tidak bersemangat sekali?”tanya Je Ri kemudian duduk di bangku di depan Yong Soon, Yong Soon menggeleng.

 

“Yongie-ya..akhir-akhir ini kenapa sepertinya kau aneh sekali?”tanya Je Ri pada Yong Soon.

 

Yong Soon mengerutkand dahinya tidak mengerti.

 

“Iya..kau jadi sering bicara sendiri…apa kau berbicara pada hantu?”tanya Je Ri dengan wajah antusias.

 

“Tidak.”jawab yong Soon singkat, tidak mungkinkan dia cerita bahwa ada hantu yang selalu mengikutinya kemana-mana.

 

“Dan juga kenapa wajahmu selalu bersemu merah ketika sedang berbicara dengan hantu itu?”tanya Je Ri lagi.

 

“Ya..siapa yang berbicara dengan hantu, hah”bantah Yong Soon.

 

Yong Soon POV

 

Aku sudah tidak sabar menunggu Park seonsangnim selesai mengajar, beberapa kali aku menatap jam dinding di depan kelas, aku ingin kelas segera selesai sehingga aku bisa cepat-cepat mencari dimana tubuh hantu menyebalkan itu!

 

Aku bernafas lega ketika bel berbunyi, dengan segera aku memasukan buku ke dalam tas dan keluar dari kelas, aku berjalan cepat melewati koridor sekolah dan keluar gedung sekolah.

 

Baru sampai di depan gedung sekolah,s ebuah motor berhenti tepat di hadapanku, aku sedikit kaget, siapa? Orang yang membawa moto itu melepas helmnya dan aku terkejut ternyata itu adalah Ryeowook.

 

“Kau mau pergi? Aku antar”ucapnya sambil menyerahkah helm, apa maksudnya?

 

“Ah..tidak..aku bisa pergi sendiri..”jawabku.

 

“Bukankah mencari satu orang itu susah..aku akan membantumu”ucapnya yang membuatku semakin tidak mengerti, hey apa dia bisa membaca pikiran orang? Atau dia..aisshhh aneh sekali -,-

 

**

 

Siap yang menyangka kalau Ryeowook memiliki kemampuan yang sama denganku tapi bedanya dia tidak bisa berkomunikasi dengan arwah-arwah itu hanya bisa melihat, sudah beberapa hari ini dia melihatku bersama dengan arwah menyebalkan itu.

 

“Apa kau menganggapku aneh pada awalnya?”tanyanya begitu selesai bercerita kenapa dia bisa tahu semuanya.

 

“sejujurnya iya”jawabku sambil tersenyum malu karena sudah menganggapnya aneh waktu itu.

 

“Gwenchana”ucapnya.

 

“Baiklah..ayo aku antar ke rumah sakit”katanya kemudian kembali memberikan helm padaku, aku memakainya kemudian dia mengantarku sampai ke rumah sakit.

 

Dia berhenti di depan sebuah rumah sakit. Ok ini tempat pertama, ada berapa banyak rumah sakit lagi yang harus aku datangi, hah sabar-sabar, yang penting arwah atau hantu menyebalkan itu segera pergi dari rumahku.

 

“Akan lebih cepat kalau kita berbagi tempat..aku akan ke rumah sakit disana..nanti aku akan menjemputmu disini baru ke tempat lain lagi..”terangnya padaku, aku mengangguk dan kemudian dia segera pergi.

 

Aku menatap rumah sakit pertama, semoga aku beruntung dan langsung menemukannya. Aku berjalan masuk ke dalam rumah sakit namun tiba-tiba seseorang menabrak pundakku.

 

“Ah..jwesonghamnida”ucap seorang namja berambur coklat yang menabrakku.

 

Aku hanya mengangguk, dia kembali berjalan dengan buru-buru, aku masuk ke dalam rumah sakit menuju meja informasi.

 

“Permisi..apa ada pasien bernama Cho Kyuhyun disini?”tanyaku pada perawat yang ada di belakang meja informasi ini.

 

“Tunggu sebentar ya..”ucapnya sambil mengecek di sebuah komputer, tak lama kemudian sepertinya sudah ketemu, semoga ada, doaku dalam hati.

 

“Ada tiga..Cho Kyuhyun yang mana, agassi?”tanyanya.

 

Matilah aku! Aku hanya tahu namanya Cho Kyuhyun mana aku tahu lagi data-data dirinya, tidak mungkinkan aku masuk ke setiap kamar mencari wajah mirip hantu menyebalkan itu. tiba-tiba aku ingat, dia sedang koma.

 

“Cho Kyuhyun yang sedang koma”jawabku.

 

“Oh..dia dirawat di kamar nomor 234”ucap perawat itu, syukurlah ada, tapi benar dia atau tidak ya? Ah yang penting dilihat dulu, kalau bukan ya berarti aku belum beruntung.

 

Aku mengucapkan terima kasih pada perawat itu dan kemudian berjalan menuju lift.

 

**

 

Mataku mengamati setiap nomor di lantai ini, 231..232..233.. ah itu diujung, aku berjalan cepat menuju kamar dengan nomor 234 yang ada diujung lantai ini, sampai di depan kamar aku melihat melalu jendela kecil yang ada disitu, sepi, tidak ada yang menunggu, kasihan sekali namja itu, aku mengamati sekelilingku, sepi. Aku pun membuka pintu kamar ini dan masuk ke dalam perlahan.

 

Aku melihat seseorang terbaring dengan banyak peralatan di tubuhnya, entah kenapa aku merasa kasihan melihatnya terlepas apakah itu benar namja itu atau bukan tetap saja, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku ada diposisi itu. aku berjalan mendekati tempat tidurnya untuk melihat wajahnya.

 

Itu benar dia, aku tersenyum senang karena berhasil menemukannya diusahaku yang pertama, sepertinya aku beruntung. Aku mengamati wajahnya, tanganku bergerak menyentuh tangannya yang terbebas dari selang infus perlahan.

 

“Dia lebih tampan jika dilihat aslinya”gumamku,namun aku langsung tersadar dengan apa yang aku ucapkan barusan, apa dia tampan? Hantu atau arwah menyebalkan itu?! aisshh apa otakku sudah rusak?!

 

Aku juga baru sadar aku terus mengenggam tangannya, langsung saja aku lepaskan tanganku yang mengenggam tangannya, aigooo ada apa denganku.

 

Aku hanya dia mengamatinya, sedih sekali kalau menjadi dia, tidak jelas, hidup atau mati, siapa yang tahu saat dia kembali ke tubuhnya ternyata dia malah pergi, tidak ada yang bisa menjamin dia kembali ke tubuhnya dia akan hidup, kalau seperti itu lebih baik benar-benar pergi saja kan?

 

Semakin aku sering berhubungan dengan arwah-arwah aku semakin mengerti dengan kematian, terkadang kematian lebih baik terkadang juga tidak, sebaiknya jalani hidup saja dengan baik karena kau tida tahu kapan kematian akan menjemputmu.

 

“Semoga takdirmu setelah kembali adalah hidup..”ucapku.

 

“Nuguya?”tanya sebuah suara membuatku menoleh dan mendapati seorang gadis berambut sebahu masuk ke dalam kamar ini, ottohke? Apa yang harus aku lakukan? Kabur? Tentu saja tidak mungkin, ottoghke? Dia masih menatapku heran.

 

“Kau temannya Kyuhyun Oppa?”tanyanya, Oppa? Apa dia adiknya?

 

 

Author POV

 

“Oh..kau teman sekelasnya Kyuhyun Oppa”ucap Hye Jin gadis yang tadi menemukan Yong Soon di ruang rawat Kyuhyun. Saat ini dua gadis ini sedang duduk di taman rumah sakit.

 

 

Yong Soon mengangguk, dia tidak tahu harus mengatakan dirinya siapa, selain temannya Kyuhyun, dia tidak mungkin bilang, dia adalah orang yang menemukan arwah Kyuhyun dan bersedia membantunya mengembalikan Kyuhyun ke tubuhnya, tidak akan ada yang percaya dan kebetulan sekali hari itu Yong Soon memakai jaket sehingga dia tidak terlihat memakai seragam SMA.

 

“Sudah beberapa hari dia tidak masuk dan ada yang bilang dia sedang dirawat disini..sebetulnya kami ingin menjenguknya bersama-sama tapi ternyata yang lain sedang sibuk…”jelas Yong Soon panjang lebar agar semakin meyakinkan kalau dia memang teman Kyuhyun.

 

Hye Jin mengangguk.

 

“Kau adiknya?”tanya Yong Soon, Hye Jin menggeleng.

 

“Aku yeojachingunya..mungkin..”jawab Hye Jin menggantung, Yong Soon tiba-tiba menjadi terdiam, entah kenapa dia merasa hatinya sakit mendengar perkataan Hye Jin.

 

“Kau pasti sangat sedih”lirih Yong Soon berusaha menormalkan perasaannya akibat perkataan Hye Jin tadi.

 

“Aku merasa bersalah padanya”ucap Hye Jin dengan pandangan menerawang.

 

“Kenapa?”tanya Yong Soon refleks, dia baru sadar tidak seharusnya dia bertanya terlalu jauh, itu bukan urusannya, urusannya hanya mencari tahu dimana tubuh Kyuhyun, kenapa dia harus menanyakan kehidupan pribadi arwah itu.

 

“Donghae Oppa bercerita kalau dihari dia kecelakaan itu sebenarnya dia ingin melamarku..dia baru pulang dari mengambil cincin untuk melamarku tapi dia malah kecelakaan..yang membuatku merasa bersalah adalah di hari itu juga aku berniat mengakhiri hubunganku dengannya…aku akan meninggalkannya karena orang tuaku memintaku pindah ke luar negeri dan aku tidak bisa dengan hubungan jarak jauh…aku menyesal punya niat seperti itu…”cerita Hye Jin.

 

Yong Soon hanya bisa diam, tidak tahu harus menanggapi apa, dia berpikir tidak seharusnya dia bertanya karena sekarang jujur perasaannya semakin kacau, jadi Kyuhyun mengalami kecelakaan karena dia mau melamar pacarnya, pikir Yong Soon. Yong Soon menghela nafasnya perlahan.

 

“Dia akan dibawa keluarganya ke Amerika minggu depan dan aku benar-benar tidak akan pernah bertemu dengannya lagi…bahkan aku tidak akan bisa melihatnya membuka matanya lagi..”ucap Hye Jin lagi sambil menunduk.

 

Tidak ada yang bisa Yong Soon  lakukan, dia hanya bisa diam.

 

Yong Soon POV

 

Aku ingin segera pulang saat ini tapi Ryeowook belum datang, aku harus menunggunya dulu. Tak lama kemudian motor Ryeowook berhenti di hadapanku.

 

“Maaf lama menunggu..disana tidak ada”ucapnya.

 

“Ne..gwenchana..aku sudah menemukannya”ucapku dengan tidak semangat, harusnya aku senang dia sudah ditemukan tapi kenapa aku merasa tidak senang ya.

 

Aku mengambil helm yang Ryeowook berikan padaku dan memakainya lalu naik ke motornya, sepanjang jalan pulang, aku lebih memilih diam, aku tidak tahu kenapa aku seperti ini, tiba-tiba saja moodku hilang setelah mendengar cerita gadis itu, pacar Kyuhyun.

 

Aisshhh kenapa denganku???

 

Ryeowook mengantarku sampai ke depan rumah, aku melepas helmku dan memberikannya padanya.

 

“Gwenchanayo?”tanya Ryeowook padaku, aku mengangguk lemah, aku sedang tidak ingin bicara dengan siapa-siapa saat ini.

 

“Ara..aku pulang dulu..”ucapnya.

 

“Gomawo”kataku, dia tersenyum kemudian setelah itu dia sudah berlalu pergi.

 

Aku berjalan dengan perlahan masuk ke dalam rumahku. Rumahku sangat sepi mungkin nenek sedang ada di belakang.

 

“Kau sudha pulang!”seru Kyuhyun yang ada di depan tangga, aku sedang tidak ingin melihatnya sekarang, kenapa dia malah ada disitu? Aku pura-pura tidak melihatnya dan langsung menaiki tangga menuju kamarku.

 

“kau diantar seorang namja? Apa dia pacarmu?kurasa dia tidak cocok denganmu”Kyuhyun mulai lagi berbicara hal yang tidak penting.

 

Aku berhenti berjalan.

 

“Itu bukan urusanmu..mau dia pacarku atau tidak!”seruku mulai kesal dengan sikapnya itu, aku berjalan cepat menuju kamarku dan langsung menutup pintu sebelum dia ikut masuk ke dalam kamarku.

 

Aku langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur.

 

“Ya..kau masih marah karena tadi pagi..hey aku hanya bercanda”seru Kyuhyun di luar kamarku.

 

Aku tidak peduli, aku membenamkan wajahku ke bantal, kenapa perasaanku jadi seperti ini? Apa masalahnya jika dia punya pacar dan bahkan mau melamarnya???

 

“Aku tidak akan keluar kamar malam ini….jangan menungguku di depan kamar”seruku pada Kyuhyun yang aku yakin ada di depan kamar.

 

Aku bangkit dari dudukku dan berjalan menuju jendelaku, membukanya dan mulai memanjat ke atap menggunakan sulur tanaman yang ada disamping kamarku, aku butuh waktu sendiri.

 

Aku duduk di ata atap dengan menelungkupkan wajahku diatara kedua kakiku yang aku tekuk, ah lupakan Yong Soon, semua itu bukan urusanmu, kenapa kau harus peduli, kau tidak menyukainya, kan?

 

 

Advertisements

4 thoughts on “FF: A Ghost Love Story Part 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s