FF: A Ghost Love Story Part 3

 

 

 

Part 3

 

Yong Soon POV

 

Dengan perlahan, aku membuka pintu rumahku, membiarkan arwah itu masuk lebih dahulu ke dalam rumah, setela itu aku menutup pintunya perlahan, ruang tamu sudah dimatikan lampunya, sepertinya keluargaku sudah ada di ruang tengah semu.

 

Aku sengaja berjalan perlahan agar tidak ada yang mendengar langkah kakiku.

 

“Kenapa kau berjalan seperti itu?”tanya arwah menyebalkan disampingku ini, aku menunjuk bibirku dengan telunjukku menyuruhnya diam, dia malah menatapku heran.

 

“Yongie…”panggil sebuah suara mmebuatku langsung berhenti mendadak, tubuhku menegang, selamatkan aku malam ini ya Tuhan, doaku dalam hati, aku berbalik ke arah yang memanggilku dan aku menghembuskan nafas lega ketika yang memanggilku ternyata adalah nenekku.

 

Nenek tersenyum padaku, aku menatapnya dengan pandangan memohon agar tidak diberitahu pada ibuku, dia mengangguk, aku mengucapkan terima kasih tanpa berusara dan menujukan tanda hati pada nenekku yang kembali masuk ke dalam.

 

Aku bergegas menuju kamarku dan menutupnya, bersandar di pintu dan menghela nafas perlahan.

 

“Ya..aku masih diluar”seru sebuah suara, oh ya aku lupa masih ada arwah itu, aku hendak membuka pintu kembali namun aku ingat, hey arwah itu kan seorang namja masa aku memperbolehkannya masuk ke dalam kamarku, tidak.

 

Aku keluar dan kembali menutup pintu kamarku.

 

“Kau boleh berkeliaran di seluruh rumahku sekarang”ucapku padanya.

 

“Mwo?”serunya.

 

“Aku tidak mungkin mengajakmu masuk ke dalam kamarku..kau namja dan aku yeoja”kataku lagi.

 

Dia menatapku meremehkan, cih namja ini benar-benar menyebalkan padahal sudah jadi hantu.

 

“Ya..kau pikir aku tertarik padamu…sama sekali bukan tipeku…”ucapnya dengan tatapan yang merendahkan seperti itu, isshh kalau manusia sudah kuhabisi namja ini.

 

“Ya sudah baik aku menolongmu…dasar arwah tidak tahu terima kasih”sungutku padanya, dia menghela nafas perlahan.

 

“Bukan begitu..setidaknya berikan aku tempat yang layak”belanya.

 

Aku mendesah pelan, tempat yang laya? Memangnya dia manusia? Dia tidak butuh tidurkan, memang arwah yang sangat merepotkan dia itu, kenapa aku mau menampungnya ><

 

“Kau ini hantu tidak butuh tempat yang layak..aisshh sudahlah..kau di ruangan ini saja..”tunjukku pada gudang yang ada diujung ruangan, dia menatapku tidak percaya, aisshh kau pikir rumahku hotel, gerutuku dalam hati.

 

“Kalau tidak mau..silahkan keluar dari rumahku”seruku kemudian masuk ke dalam kamar dan segera menutup pintu dan menguncinya, ok terlalu berlebihan dia tidak akan pernah bisa masuk ke dalam kamarku dia hantu dan lagipula dia bilang dia tidak bisa menghilang. Jamkamman ruangannya kan belum aku buka.

 

Aku kembali membuka pintu kamarku dan dia masih berdiri di depan kamarku, aku berjalan menuju ruangan yang berfungsi sebagai gudang itu sekarang dan membukanya, lalu setelah itu kembali ke kamarku dan menutup pintunya. Aku menghela nafas perlahan, benar-benar merepotkan saja dia itu.

 

**

 

Pagi hari aku bangun tepat waktu, aku menunggu ibu membangunkanku dan bersiap menerima omelan pagi harinya.

 

“Ya!Choi Yong Soon, pulang jam berapa kau semalam, hah?!”seru ibuku sambil membuka pintu kamarku, aku yang memang sudah bersiap sejak tadi hanya menanggapinya dengan santai.

 

“Eomma..aku sudah telat..”ucapku bangkit dari tempat tidurku dan langsung mengambil tasku lalu bergegas melewatinya keluar kamar, aku sudah mempersiapkan diriku menghindari ceramah panjang ibuku dengan bangun sangat pagi dan langsung memakai seragamku.

 

“Yongie!”panggil ibuku namun aku tidak menghiraukan perkatannya itu, aku baru mau turun dari tangga ketika aku sadar, ada seorang yang menginap di rumahku, aku kembali ke atas dan membuka pintu gudang, aku tidak tahu dia masih disana atau tidak, atau mungkin dia marah dan pulang terserah.

 

Aku langsung saja turun kembali ke bawah meneguk susuku dengan cepat dan berpamitan pada ayah dan nenek lalu segera keluar rumah, aku menghembuskan nafas lega setelah sampai di luar rumah.

 

“Dasar yeoja nakal..setiap hari kau selalu pulang malam, hah?”seru seseorang yang sudah ada disampingku, aku menoleh dan mendapti arwah menyebalkan itu sudah berdiri disampingku, darimana dia bisa ada disampingku.

 

“Ya!kau bagaimana bisa?”tanyaku.

 

“Kau tidak sadar aku mengikutimu…dasar yeoja aneh”aku menatapnya tidak suka, cih aku tidak akan membantunya jika dia menyebalkan seperti ini tapi…aku sudah janji akan membantunya habis kemarin dia tampak kasihan sekali tidak seperti sekarang.

 

“Berhenti memanggilku yeoja aneh!aku punya nama tau!”sungutku, kemudian berjalan meninggalkannya.

 

“Cho Kyuhyun..namaku Cho Kyuhyun…kau?”tanyanya yanng tiba-tiba sudah ada disampingku, aku ragu sebenarnya dia memiliki kekuatan seperti arwah umunya, dia hanya membohongiku rupanya.

 

“Choi Yong Soon”jawabku singkat dan kemudian kembali berjalan tanpa mempedulikannya.

 

“Sepertinya kau lebih muda dibandingku..berapa usiamu?”tanyanya lagi, banyak sekali arwah bernama Kyuhyun ini, sepertinya saat dia hidup dia pasti tidak disukai teman-temannya karena sifatnya yang menyebalkan ini.

 

“Tujuh belas”jawabku singkat tanpa menoleh padanya.

 

“Kau harus memangiilku Oppa..aku tiga tahun lebih tua dibanding denganmu”ucapnya.

 

Aku berhenti berjalan dan menoleh padanya.

 

“Saat menjadi hantu tidak ada lagi penggunaan panggilan kesopanan seperti itu Cho Kyuhyun-ssi..aku tidak akan memanggilmu Oppa”ucapku dengan penuh penekanan kemudian berjalan lebih cepat meninggalkannya.

 

Aku merasakan tatapan mata heran menatapku, aku tidak peduli dan terus berjalan.

 

 

Author POV

 

Kyuhyun duduk disamping Yong Soon selama pelajaran berlangsung, dia terus mengamati kegiatan gadis ini terkadang dia tersenyum dan tertawa tertahan melihat ekpresi gadis ini yang sangat unik. Namun kemudian dia teringat sesuatu, dia merasa pernah melakukan hal ini memperhatikan seorang yeoja yang duduk disampingnya tapi dia sama sekali tidak bisa mengingat yeoja itu.

 

Kyuhyun mengehla nafas perlahan, dia merasa tidak dapat mengingat siapapun setelah dia meninggal seperti ini dan itu membuatnya sedih, dia juga tidak ingat teman-temannya bahkan keluarganya, sebenarnya kenapa dia tidak langsung saja dibawa? Kenapa harus berkeliaran seperti ini? Masalah apa yang belum selesai? Pikir Kyuhyun.

 

“Menyerah”ucap Yong Soon sambil menelungkupkan wajahnya ke atas meja. Kyuhyun menatapnya heran, gadis ini sedang belajar malah tidur, pikir Kyuhyun.

 

Dia menyenggol lengan Yong Soon untuk membangunkannya, daripada nanti gadis ini dimarahi oleh gurunya.

 

“Aku menyerah dengan matematika”ucap Yong Soon.

 

“Nde..Choi  Yong Soon…ada apa?”tanya seonsangnim di depan membuat Yong Soon langsung menegakkan kepalany dan kaget melihat tatapan tajam seonsangnimnya.

 

Yong Soon berusaha tersenyum dan menggeleng.

 

“Coba kerjakan nomor dua di depan kelas”perintah seonsangnim pada Yong Soon yang membuatnya terkejut bagaimana mau mengerjakan mengerti saja tidak, pikir Yong Soon, akhirnya mau tidak mau dia keluar dari bangkunya dan berjalan ke papan tulis, dia akan menulis apa saja yang ada dipikirannya tapi kali ini tidak ada apa-apa dipikirannya.

 

Kyuhyun menahan tawanya melihat ekspresi gadis ini yang sangat lucu, kemudian dia mengikuti Yong Soon ke depan kelas. Yong Soon mulai menuliskan sesuatu di papan tulis.

 

“Hey…aku akan membantumu…”ucap Kyuhyun tepat disamping Yong Soon, Yong Soo  menoleh padanya dan menatapnya tidak percaya kemudian Kyuhyun mulai menyebutkan angka-angka yang harus ditulis, tidak menunggu lama lagi Yong Soon mengikuti apa yang Kyuhyun katakan.

 

 

**

 

“Gomapta”ucap Yong Soon pada Kyuhyun ketika Yong Soon sedang makan siang dikantin, teman-teman Yong Soon menatap Yong Soon heran.

 

“Ya..teman-temanmu..menatapmu heran..kau tidak risih”ucap Kyuhyun.

 

“Tidak..sudah biasa…”ucap Yong Soon sambil menyendok makanannya.

 

“Apa kau sudah terbiasa berbicara dengan arwah sepertiku?”tanya Kyuhyun lagi.

 

“Bukan biasa..memang tugasku…mereka selalu datang padaku meminta menyelesaikan urusan mereka..kau salah satu klienku juga”jawab Yong Soon sambil meminum jus jeruknya.

 

Kyuhyun tersenyum melihat Yong Soon dan tiba-tiba saja yong soon terdiam begitu melihat senyum Kyuhyun, dia terpaku pada waja Kyuhyun namunsedetik kemudian dia langsung menggelengkan kepalanya berusaha mengenyahkan pikiran yang sempat hinggap tadi lalu kembali menyendok makan siangnya.

 

“Oh ya..apa kau ingat sesuatu tentang dirimu dulu…seperti keluargamu..temanmu…atau rumahmu?”tanyaku.

 

Dia menggeleng dengan tatapan sedih.

 

“Aku tidak ingat apapun”jawabnya perlahan.

 

Yong Soon menghela nafas perlahan, kalau begini kasusnya sungguh berat, dia tidak tahu kenapa namja ini tidak bisa pergi dengan tenang, alasan kenapa dia masih disini saja dia tidak ingat, tidak ada apapun yang namja ini ingat, bahkan keluarganya, sekarang harus bagaimana?

 

“Aku ingin segera pergi saja”ucapnya lagi.

 

“Kau maish disini berarti ada suatu hal yang belum kau selesaikan tau…tenang saja aku akan membantumu..asal kau jangan bertindak menyebalkan seperti tadi..”ucap Yong Soon, Kyuhyun malah tertawa pelan.

 

“kau lucu saat sedang kesal…”kata Kyuhyun sambil tersenyum pada Yong Soon dan sukses kembali membuat Yong Soon terdiam karena senyum Kyuhyun.

 

 

**

 

“Oppa..jebal buka matamu…”pinta seorang yeoja sambil mengenggam tangan seorang namja yang sedang terbaring dengan banyak perlatan di tubuhnya, yeoja itu menatap wajah namja yang sednag terbaring itu dengan pandangan sedih.

 

“oppa..”panggilnya lagi.

 

Tak lama kemudian seorang namja masuk ke dalam ruangan tersebut dan berjalan menghapiri yoja itu, menepuk bahunya perlahan.

 

“Orang tua Kyu akan datang minggu depan dan membawa Kyu ke Amerika untuk diobati disana”ucap namja itu.

 

“Andweyo Oppa..aku ingin bersamanya…”ucap yeoja itu.

 

“Hye Jin-ah…kau harus mengerti…”ucap namja itu lagi, yeoja yang bernama Hye Jin itu hanya menggelengkan kepalanya, dia menatap namja yang terbaring itu dengan wajah sangat sedih dan air matanya kembali mengalir.

 

Namja itu langsung memeluk yeoja bernama Hye Jin itu dan mengusap punggunya perlahan, menenangkannya.

 

 

Yong Soon POV

 

Jinjja, harus darimana mulai membantu namja ini? Pikirku. Aku masuk ke dalam rumah dengan tidak bersemangat.

 

“Aku pulang”seruku pada penghuni rumah, aku langsung menaiki tangga menuju kamarku, aku melemparkan tasku ke sembarang tempat dan langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, hah kenapa ada arwah yang aneh seperti dia, lupa dengan semunya.

 

Oh ya tanya nenak saja, siapa tahu nenek bisa membantuku, aku kembali bangkit dari tidurku kemudian keluar kamar, mencari nenek.

 

“halmoni…dimana?”seruku memanggil nenek.

 

“dibelakang sayang”jawab nenekku, aku bergegas menuju belakang rumahku dan benar saja nenenkku sedang ada di belakang rumahku bersama bunga-bunga tanamannya.

 

“Halmoni”panggilku sambil duduk di bangku dihadapannya yang sedang memotong daun tanamannya.

 

Dia berhenti memotong dan menoleh padaku.

 

“Siapa yang kau bawa ke rumah?”tanya nenekku langsung, tentu saja nenek tahu, dia bisa merasakan walaupun tidak bisa melihat.

 

“Dia..aneh halmoni…dia tidak seperti hantu yang lain..masa dia tidak bisa menghilang dan…”

 

Aku menceritakan semuanya pada nenek dan nenek mendengarkanku dengan seksama.

 

Author POV

 

Kyuhyun berjalan-jalan di rumah, dia mulai bosan, ditambah dia tidak menemukan Yong Soon dimana-mana, dia berjalan ke belakang rumah Yong Soon dan tersenyum begitu melihat gadis itu, entah kenapa sekarang sekedar melihat wajah gadis itu saja sudah membuat perasaan Kyuhyun menjadi senang.

 

“Dia belum meninggalkan Yongie…dia tersesat dari tubuhnya…kau harus membantunya kembali ke tubuhnya”ucap nenek Yong Soon membuat Kyuhyun berhenti melangkah dan mendengarkan dari jauh percakapan kedua orang ini.

 

“Jinjja?pantas dia berbeda..jadi Kyuhyun belum meninggalkan?masalahnya dia tidak ingat apa-apa”ucap Yong Soon.

 

Kyuhyuh kaget mendengar perkataan Yong Soon, jadi dia belum sepenuhnya meninggal, dia sekarang ada diantara hidup dan mati, itu sebabnya dia tidak bisa pergi dengan tenang.

 

“Keundeu halmoni ada berapa banyak orang yang koma di Seoul..bagaimana bisa menemukannya???”

Advertisements

4 thoughts on “FF: A Ghost Love Story Part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s