FF: Love Is Really Hurt (Epilog)

EPILOG

 

Yong Soon POV

 

Wajahnya damai sekali ketika tidur, lucu sekali. Aku terus memperhatikan yang tertidur pulas disampingku dengan wajah menghadap ke arahku. Aku menjulurkan tanganku dan menyentuh pipinya, mengelusnya perlahan. Namun kemudian aku merasakan tangannya menyentuh tanganku yang sedang mengelus wajahnya, dia membuka matanya perlahan dan menyunggingkan senyum evilnya itu.

”Pagi jagi…”sapanya sambil tersenyum dan itu membuat mukaku memerah mengingat kejadian semalam. Ok, ini bukan yang pertama kalinya tapi tetap saja itu membuatku malu apalagi dia tersenyum seperti itu padaku.

Aku memalingkan mukaku tidak berani menatapnya. Aku mendengarnya terkekeh pelan. Dasar menyebalkan!

Aku hendak berdiri untuk memakai pakaianku namun tiba-tiba dia langsung menarikku ke dalam pelukannya.

”Ya!Kyuhyun-ah…aku mau membuat sarapan…lepaskan aku…”seruku berusaha melepaskan pelukannya namun dia menggeleng dan terus saja memelukku dan dia kembali memejamkan matanya. Dasar magnae!gerutuku dalam hati.

”Ya!kau mau mati kelaparan!cepat lepaskan aku…sudah pagi!”seruku masih berusaha melepaskan pelukannya.

”Anni…kau harus disini…”ucapnya menatapku tajam.

Dia membalikan tubuhku dan kini dia tepat diatasku.

”Coba saja kalau kau bisa lepas dariku”serunya sambil mengeluarkan senyum evilnya dan tangannya mulai menggelitiki perutku.

”Ahh…Kyuhyun-ah..geli…lepaskan…aku…ahhh..Kyu-ya…”seruku berusaha menahan tangannya yang terus menggelitiku.

Tangannya yang dingin terus menggelitiku yang sama sekali tidak memakai apapun membuatku semakin kegelian. Dia sepertinya senang sekali melihat ekpresiku yang kegelian seperti ini.

”Kyuhyun-ah…berhenti…”seruku dengan sedikit memohon.

”Anni…”serunya sambil tersenyum dan terus saja menggelitiku.

Tiba-tiba handphonenya berbunyi di atas meja.

”Ya!angkat teleponnya…itu pasti dari Oppadeul…”seruku saat dia berhenti sesaat dari aktivitasnya itu.

Namun dia hanya melirik sekilas handphonenya dan kembali asyik menggelitiku.

”Kyu-ya…jebal….ahh…geli…berhenti…”seruku lagi ketika dia terus saja menggelitiku, handphonenya kembali berbunyi.

”Aisshhh…menganggu saja…”akhirnya dia bangkit dari tubuhku dan mengambil handphonenya.

Aku pun segera bangkit dari tempat tidur dan mengenakan pakaianku.

”Ne hyung…arasso…”seru Kyuhyun di telepon, sepertinya memang itu Oppadeul, pasti mereka sedang memarahi Kyuhyun karena tidak mengabari mereka kalau kami sudah sampai. Sudah kubilang untuk memberitahu Oppadeul dia malah tidak mau.

Aku berjalan keluar kamar menuju dapur. Apa yang kami lakukan disini? Bulan madu. Entah darimana ide itu di dapat Kyuhyun dan parahnya semua Oppadeul menyetujuinya, bahkan Teukie Oppa sekalipun. Semua ini sudah dipersiapkan oleh para Oppadeul, sebuah mansion di Pulau Jeju yang menurut Kyuhyun ini memang milik keluarganya. Aisshh apalagi yang mereka punya. Pikirku.

 

Aku sedang membuat makanan kesukaan Kyuhyun, jajangmyeon. Sampai aku merasakan sebuah tangan melingkari leherku, membuatku terkejut.

”Kyu-ya!”seruku padanya.

”Minahe jagi…”serunya di telingaku.

Dia mulai membaui tengkukku, menikmati bau darahku, itu yang selalu dia bilang. Dia lebih senang hanya dengan menciumnya dibanding merasakan darahku, meski dia bilang begitu tapi aku tetap merasa kalau dia berusaha keras menahan nafsunya untuk merasakan darahku dan aku tahu dia menderita.

Dia mulai mengecup tengkukku, aku bergidik merasakan dingin bibirnya namun aku tetap diam tidak menganggunya yang sedang melakukan aktvitasnya itu.

”Kau merasa terganggu?”tanyanya tiba-tiba sambil terus memeluk tubuhku.

”Anni….aku malah takut kau yang terganggu….”ucapku dengan membalikan tubuhku dan menatapnya.

”Kyuhyun-ah…aku tahu kau menderita hanya bisa menciumnya tanpa merasakannya…aku tidak tega melihatmu…kenapa kau tidak mau menjadikanku sepertimu?”tanyaku padanya.

Dia terlihat terkejut mendengar pertanyaanku, kemudian dia menaruh tangannya di wajahku.

”Andwe…aku tidak akan menjadikanmu sepertiku…aku tidak mau kehilangan dirimu…wajahmu yang selalu merona merah setiap aku menyentuhnya…”serunya sambil mengelus pipiku perlahan membuat jantungku berdegup sangat kencang. Tiba-tiba dia terkekeh pelan.

”Juga suara detak jantungmu….”ucapnya sambil tersenyum.

”Dan yang paling penting….aku tidak bisa lagi merasakan hangatnya bibirmu…”serunya sambil menyentuh bagian bawah bibirku membuat jantungku berdegup lebih kencang lagi. Memang dia sering melakukannya tapi entah kenapa setiap perlakuannya tetap saja membuat jantungku berdegup sangat kencang.

Dia mulai mendekatkan wajahnya padaku dan aku mulai merasakan bibirnya bergerak pelan di bibirku, melumatnya perlahan. Aku pun mulai membalasnya dan merapatkan tubuhku padanya, mengalungkan tanganku di lehernya. Dia berhenti melumat bibirku dan beralih pada leherku memberiku ruang untuk bernafas namun kemudian dia melakukannya lagi, aku semakin merapatkan tubuhku padanya.

”Cukup…”serunya sambil terkekeh pelan melihatku yang masih terbawa suasana.

Aku berusaha mengembalikan kesadaranku akibat ciumannya itu.

”Mana sarapanku?bukannya kau tadi sedang memasak?”tanyanya tiba-tiba.

Aisshh, dia menyebalkan sekali, siapa yang mengangguku tadi sekarang dia menuntut sarapannya.

”Ya!salah sendiri mengangguku….aku kan sedang memasak sarapanmu…”ujarku kesal padanya.

Dia  kemudian duduk di meja makan menungguku selesai memasak, begitu selesai aku segera memberikannya. Dia tampak senang sekali seperti anak kecil yang mendapat permen. Sepertinya dia sangat lapar, aku terkekeh pelan melihat ekpresinya, kemudian aku mengambil bagianku. Dia makan dengn terburu-buru, sebegitu laparnyakah dia?

Aku terus mengamatinya. Rasanya aku tidak bisa membayangkan kalau saat itu dia benar-benar pergi, aku tidak sanggup membayangkannya, aku pikir dia akan meninggalkanku, aku tidak mau membayangkan dua bulan lalu saat dia ada dintara hidup dan mati. Tanpa sadar aku malah menangis.

”Jagi…waeyo?”tanya, tiba-tiba berhenti makan dan menatapku, aku buru-buru menghapus air mataku, kenapa aku menangis? bodoh sekali aku, sekarang dia sudah kembali.

”Anni…aku hanya takut kehilanganmu…”ucapku.

Dia mengenggam tanganku dengan erat.

”Aku akan selalu disini bersamamu…arachi…”serunya sambil tersenyum, aku pun mengangguk mantap.

”Kajja..lanjutkan makanmu…hari ini kita akan keliling pulau!”ucapnya penuh semangat.

 

 

Kyuhyun POV

Baru kali ini aku melihatnya benar-benar tertawa lepas sekali, dia berlari di pinggir pantai dengan wajah sangat bahagia. Kyeopta!

”Tangkap aku!”serunya sambil terus berlari.

Aku pun segera berlari mengejarnya.

”Kena kau!”seruku sambil memeluknya dari belakang. Dia tertawa dan berusaha melepaskan pelukanku namun aku memeluknya semakin erat.

”Ok kau menang”ucapnya.

Kami sedang menikmati matahari terbenam di luar mansion kami. Dia menyenderkan kepalanya di bahuku. Aku menyanyikan sebuah lagu untuknya.

Uhnjenga bami jinagago ddo bami jinagago ddo bami jina na giuhki heemihaejyuhdo

Uhnjena nae mameun misojitneun nae nooneun dduhnaji anhgeddago geudael yuhngwuhnhi

”Suaramu sangat bagus Kyu…”ucapnya.

Aku mengelus kepalanya perlahan.

”Entah kenpa aku seperti merasa kalau pertemun kita seperti sebuah takdir…sejak awal kita bertemu..kau ingat…sampai semuanya…seolah-olah setiap kejadian pasti membawaku dan kau bersama…”serunya sambil mentapku.

Aku mengangguk.

”Kau memang ditakdirkan untukku….cintaku hanya untukmu dan cintamu hanya untukku…you’re mine…don’t give your heart to anyone else…”ucapku sambil menatapnya serius.

”Arasso….”serunya kemudian memelukku, aku pun membalas pelukannya.

 

Yong Soon POV

Malam ini aku benar-benar lelah sekali, seharian berkeliling pulau dengannya, bermain di pantai dan menikmati matahari terbenam. Sungguh menyenangkan. Aku berjalan menuju balkon kamarku sementara Kyuhyun sedang mandi. Aku merentangkan tanganku merasakan angin pantai membelai lembut wajahku. Rasanya aku tidak mau pulang ke Seoul, aku ingin disini saja. Tak terasa liburan kami tinggal seminggu saja disini. Aku tidak mau pulang, aku ingin tinggal disini saja.

”Yong Soon-ah…”panggil Kyuhyun yang berjlan menghampiriku.

”Ne…”jawabku.

”Aku pikir kau kemana….”ucap Kyuhyun lagi.

”Aku sedang menikmati udara segar…aku ingin tetap disini Kyu…aku tidak mau pulang….”ucapku manja padanya.

Dia berdiri disampingku dan merangkul bahuku, aku pun menyenderkan kepalaku di bahunya.

”Kau ingat setelah ini kita akan ke Incehon menemui ibumu…kau tidak kangen padanya juga Ji Woon?”seru Kyuhyun.

”Tentu saja aku kangen sekali dengan mereka…tapi bisakah setelah itu kita kemari lagi….”tanyaku memasang puppy eyesku.

Aku melihatnya hanya terkekeh pelan.

”Hemm…bagaimana ya?”serunya berusaha mengerjaiku tampaknya. Aku mendengus sebal melihatnya dan hendak berjalan masuk kembali ke kamar namun tiba-tiba dia langsung memelukku.

”Tentu saja tuan puteri apapun untukmu…”ucapnya, aku hnya terdiam, kalau dia bisa melihat wajahku sudah memerah karena ucapannya tadi.

”Apa Kau marah?ekpresimu sangat lucu ketika marah…aku suka itu….”ucapnya kemudian mencium leherku lembut membuatku menggeliat.

Dia kemudian menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur, dia mulai melumat bibirku. Sepertinya dia merasa kemarin sudah bisa mengendalikan dirinya untuk tidak melukaiku saat kami melakukannya. Dia melumat bibirku dengan liar, ciuman kami semkin dalam dan panas dan aku mulai merasakan tangannya masuk ke dalam bajuku dan mengelus punggungku perlahan.

”Kyuhyun-ah…”desahku memanggil namanya.

Bisa kulihat dia semakin bergairah melakukannya, tangannya mulai melepaskan kausku dan kembali menyapukan bibirnya pada bibirku. Aku mendesh hebat begitu tangannya menyetuh pingganggku dan menurunkan celanaku. Aku seperti kehilangan akal sehatku dan menikmati setiap apapun yang dia lakukan pada tubuhku meski hanya dengan desahan yang membuatnya terus melakukannya.

Tanganku mulai mengelus dadanya yang bidang dan meremas kausnya, aku pun berusaha melepaskan kausnya tapi akhirnya dia sendiri yang melakukannya. Aku menyentuh dadanya yang sudah tidak dilapisi apapun dan dia seperti sangat menikmatinya dan dia kembali melumat bibirku kini lebih liar karena tangannya yang terus mengelus punggungku yang sudah tidak menggunakn apapun.

”Saranghae…”lirihnya ditelingaku.

Namun saat dia akan melakukannya. Bel berbunyi. Aku mendorong tubuhnya menjauh. Dia menyadarinya dan bangkit dari atas tubuhku.

”Aisshh menganggu saja…”ucapnya, aku hanya terkekeh pelan melihatnya yang terlihat kecewa. Dia segera mengenakan kausnya kembali dan berjalan keluar kamar.

Aku penasaran siapa yang datang malam-malam seperti ini, aku pun segera mengenakan pakaianku kembali dan mengikutinya untuk tahu siapa yang datang.

”Hyung!!!”seru Kyuhyun begitu membuka pintu.

”Oppadeul!!!”seruku begitu melihat siapa yang datang.

”Yong Soon-ah!annyeong!”seru Eunhyuk Oppa langsung berlari ke arahku dan memelukku dengan erat membuatku sulit bernafas.

”Ya!hyung lepaskan istriku!”seru Kyuhyun dan Eunhyuk Oppa pun melepaskan pelukannya takut melihat Kyuhyun yang sedang menatapnya tajam. Aku terkekeh geli melihat tingkah mereka.

”Yong Soon-ah!”seru Hyo Jin Onnie dan Rae Bin Onnie bersamaan, ternyata mereka datang juga.

”Onniedeul!”teriakku pada mereka dan segera memeluk mereka. Huwa ku benar-benar kangen dengan mereka. Ok kami baru seminggu tidak bertemu tapi entahlah rasanya sudah lama sekali.

”Dasar wanita!”ucap Donghae Oppa melihat tingkah kami.

”Aisshh Oppaku yang paling tampan!”ucapku sambil menggamit lengannya. Aku bisa melihat Kyuhyun mendengus kesal saat aku mengatakan Donghae Oppa tampan, aku memang tidak pernah memanggil Kyu tampan karena itu akan membuatnya semakin sombong, padahal dia sangat-sangat tampan untukku.

”Kyu-ya!istrimu ternyata lebih menyukai Oppanya!”seru Rae Bin Onnie pada Kyuhyun, dia menatapku yang terus saja menggamit lengan Donghae Oppa, aku menjulurkan lidahku padanya. Aisshh dasar Kyu, sifat egoisnya tidak pernah hilang!

”Wah..jagi nanti kita bulan madu disini saja ya…”seru Eunhyuk Oppa dengan mata yang terus mengamati mansion ini.

PLETAKK

Rae Bin Onnie memukul kepala Eunhyuk Oppa dan membuatnya meringis, kami semua hanya tertawa melihat tingkah pasangan aneh ini, darimana mereka bisa menjadi sepasang kekasih kalau mereka lebih banyak bertengkar.ckckckck. apa itu kekuatan cinta.

”Andwe! Aku maunya keluar negeri….atau jangan-jangan kau ingin gratis ya…”seru Rae Bin Onnie.

”Anni..jagi…bukan begitu maksudku…”Eunhyuk Oppa buru-buru meralat ucapannya takut kepalanya kembali menjadi sasaran.

”Kalau aku tidak keberatan disini Hae-ya…”seru Hyo Jin Onnie sambil merangkul lengan Donghae Oppa.

”Ne..jagiya…tapi aku akan membawamu ke tempat yang lebih indah lagi…seindah wajahmu…”seru Donghae Oppa mulai menggombal lagi.

Dan bisa dipastikan kami semua mengeluarkan suara yang sama ingin muntah.

”Hoekkk!”seru kami bersamaan.

”Ya!gombal sekali kata-katamu itu Hae-ya…”seru Sungmin Oppa.

”Hyung sepertinya kita juga harus cari pasangan agar kita tidak iri melihat mereka…”seru Wookie Oppa pada Sungmin Oppa.

Aigoo, mereka pikir membina hubungan itu seperti mainan. Dasar Oppadeulku! Aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.

 

Seminggu sisa liburanku dihabiskan bersama para Oppadeul, aku bisa melihat Kyu yang snagat tidak suka dengan kedatangan Oppadeul. Apalagi kalau bukan kami tidak ada waktu untuk berduaan karena apa? aku harus tidur dengan kedua Onnieku. Selama seminggu itu dia terus saja marah-marah tidak jelas, selanjutnya kami pergi ke rumah ibu dan menginap disana selama 3 hari, aku senang sekali bisa bertemu dengan ibuku. Aku sangat rindu padanya dan dia berjanji akan datang bulan depan. Namun tetap saja Kyuhyun memasang wajah tidak suka, sama seperti alasan awal karena tidak ada waktu untuk kami berduaan. Dasar evil magnae! Apa semua yang dia inginkan harus dituruti.

Dan akhirnya kami sampai di rumah juga. Oppadeul sedang sibuk sekarang karena Yesung Oppa akan menikah. Benar-benar mengejutkan setahuku Donghae Oppa dan Eunhyuk Oppalah yang duluan memiliki pacar tapi kenapa Yesung Oppa duluan yang menikah dan yang lebih mengejutkan lagi, pcarnya itu seumuran denganku.

”Choi Yoon Yang-imnida…”serunya padaku sambil membungkuk dan tersenyum manis sekali pantas Yesung Oppa menyukai gadis ini.

”Wah kita sama…aku juga Choi Yong Soon-imnida…”ucapku.

”Anni..namamu sekarang Lee..”seru seorang namja yang sangat menyebalkan tapi membuatku jatuh cinta setengah mati padanya.

”Ne..arasso..Yoon Yang-ah…ini Kyuhyun adiknya Yesung Oppa”ucapku memperkenalakan Kyuhyun.

”Suaminya Yong Soon…”tambah Kyuhyun. Benar-benar deh namja ini sangat menyebalkan, tidak perlu menambah kata-kata itu. Aku pun menginjak kakiknya.

”Auwww!”seru Kyu, aku hanya menatapnya dengan senyum evilku.

Aku bisa melihat Yoon Yang sedikit tersenyum melihat tingkahku dan Kyuhyun.

”Ne..aku tahu..Yesung Oppa pernah cerita…kalian serasi sekali…”ucap Yoon Yang padaku dan Kyu.

”Tentu saja…kami sudah ditakdirkan bersama….”seru Kyu sambil merangkul bahuku. Namja ini benar-benar menyebalkan, aku pun bersiap menginjak kakinnya.

”Ara..ara…aku pergi dulu…”ucap Kyu kemudian langsung pergi. Hufft, namja itu benar-benar menyebalkan, setiap hari dia semakin menyebalkan saja. Yoon Yang kembali terkekeh melihat tingkah kami. Pasti dia pikir aku benar-benar aneh! Huwaa nasib menikah dengan namja super egois.

”Yesung Oppa ada dibelakang…ayo kuantar….”seruku sambil menggamit tangannya dan mengajaknya pergi menemui Yesung Oppa.

 

Kyuhyun POV

”Kyuhyun-ah….mana boneka beruangnya?”serunya sambil mencari disetiap inchi kamar, ada apa dengannya? Kenapa peduli sekali dengan boneka itu, pikirku.

”Kyu-ya!kau lihat tidak?”tanyanya lagi.

Aku sama sekali tidak bergeming dan masih asyik menatap game-ku, lagian hal itu sangat tidak penting kenapa dia masih saja mencarinya.

Tiba-tiba dia mengambil stik Psku.

”Ya!kembalikan Yong Soon-ah!sedikit lagi aku menang!”seruku dengan wajah kesal karena permainanku terganggu..

”Kau dari tadi tidak mendengarkanku malah asyik dengn gamesmu…aku sedang mencari boneka beruangmu tahu!”serunya mengomeliku.

”Aishhh..untuk apa…biarkan saja…”ucapku dan mengambil kembali stik PS ku dari tangannya itu.

”Ya!kau egois!aku benci kau!”serunya tiba-tiba membuatku kaget.

Aisshh, kenapa lagi dengan gadis ini, seharian ini di benar-benar aneh sekali, ada apa dengannya? Masa gara-gara beruang dia bilang aku egois dan malah membenciku karena tidak membntunya mencari. Aku mengacak-acak rambutku frustasi lalu mataku menangkap boneka yang dia cari ada di ujung meja dekat kaset gameku. Itu dia. Dia pasti lupa kalau menaruhnya disana, aku pun mengambilnya dan mengamatinya sebentar.

”Ternyata kau lebih penting dibandingkanku…bahkan dia bilang aku egois hanya karena tidak mau mencarimu..”seruku berbicara pada boneka ini.

Aku pun segera berjalan ke kamar dan mendapatinya sedang duduk di tepi tempat tidur, aku duduk dismpingnya namun dia segera menggeser duduknya.

”Annyeong…”seruku sambil menggerakan boneka itu di depan wajahnya.

Dia berbalik dan tersenyum, aishh secepat itukah dia merubah moodnya.

”Gumawo Kyu…”serunya kemudian memelukku.

”Aigoo…kau sayang sekali dengan boneka ini sampai kau bilang aku egois…”ucapku ketika dia melepaskan pelukannya.

”Dia itu kau…”ucapnya.

”Maksudmu..aku mirip beruang….shiruh!”seruku dan dia hanya terkekeh.

Aku mengacak-acak rambutnya lembut dan kemudian mendekatkan wajahku padanya namun tiba-tiba dia mendorongku menjauh.

”Anni Kyuhyun-ah…”serunya kemudian dia langsung berlari ke kemara mandi sambil memegangi mulutnya.

Aku mendengarnya muntah berkali-kali.

”Yong Soon-ah…gwenchanayo?”tanyaku dari luar kamar mandi.

”Ne…jangan masuk…”serunya terdengar sedikit lemah.

Aku khawatir terjadi sesuatu padanya, aku menunggunya ke luar kamar mandi, lima menit dia tidak juag keluar bahkan dia terus muntah-muntah. aku pun segera turun ke bawah memanggil hyung-hyungku.

”Han hyung sepertinya Yong Soon sakit…dia muntah-muntah…”seruku sedikit panik, selama ini Yong Soon tidak pernah sakit seperti itu.

Han hyung menautkan alisnya tidak mengerti namun dia tetap mengikutiku ke kamar dn juga hyung-hyungku yang lain. Begitu sampai di kmar Yong Soon baru keluar dari kamar mandi, wajahnya terlihat sangat pucat.

”Yong Soon-ah…gwenchananyo?”tanya Han hyung langsung.

”Ah..ne..”Yong Soon menjawab dengan suara yang lemah sambil memegangi kepalanya.

Han hyung menuntunnya ke tempat tidur. Aku duduk disampingnya mengenggam tangannya. Padahal tadi dia baik-baik saja kenapa sekarang seperti ini.

Han hyung memeriksa Yong Soon dan menyentuh keningnya. Tiba-tiba dia tersenyum. Ya! Masih sempat-sempatnya dia tersenyum.

”Chukae Kyu-ya…sepertinya akan ada Kyu kecil disini….Yong Soon sedang hamil…”seru Han hyung sambil tersenyum.

Aigoo, apa aku tidak salah dengar. Aku menatap Yong Soon, wajahnya masih pucat tapi terlihat segurat senyum di bibirnya.

”Ya!kita akan punya keponakan Donghae-ya!”seru Eunhyuk hyung kemudian berangkulan dengan Donghae hyung.

”Kau butuh sesuatu Yong Soon-ah!”seru Wookie hyung juga terlihat antusias. Aisshh mereka ini sungguh menyebalkan, aku kan suaminya bukan mereka.

”Yong Soon-ah…sebaiknya kau istirahat dulu…”seru Sungmin hyung.

”Noona…semoga dia perempuan ya noona…aku ingin punya adik perempuan…”ucap Henry.

Aisshh mereka semua ini.

”Ya!hyung, aku kan yang suaminya kenapa kalian yang repot!”seruku tidak suka mereka menjadi lebih perhatiaan lagi pada Yong Soon.

”Kyu-ya…kami hanya senang karena sebentar lagi kami akan memiliki keponakan…semoga dia tidak sepertimu Kyu…”seru Zhoumi hyung membuat semuanya tertawa termasuk Yong Soon. Aisshh tentu saja dia harus sepertiku, aku kan ayahnya.

”Mwo?!dia anakku harus sepertiku!”seruku kesal dengan ucapan hyung-hyungku.

Yong Soon terkekeh disampingku, dia masih tampak lemah. Sementara hyung-hyungku sedang berdebat jenis kelamin apa yang mereka inginkan, aku merapatkan dudukku pada Yong Soon.

”Gumawo…kau melengkapiku…”ucapku padanya sambil mendekatkan wajahku untuk menciumnya namun lagi-lagi dia mendorongku menjauh.

”Mian Kyu….”serunya kemudian berlari masuk ke dalam kamar mandi lagi.

”Kyu-ya….sepertinya bayimu tidak mau ibunya dicium oleh ayahnya…..hahahaha sepertinya dia akan lebih egois darimu…pasti akan seru Kyuhyun dan anaknya berebut perhatian Yong Soon…tidak sabar aku menunggu bayi itu lahir…the next evil….hahahahaha…”seru Eunhyuk hyung.

”Ya!”seruku melihat hyung-hyungku yang tertawa.

Aisshh jangan-jangan apa kata Eunhyuk hyung benar, dia akan merebut perhatian Yong Soon, andwe!

 

Aku beruntung memilikimu disampingku, melewati banyak hal bersama. Perjalanan cinta yang menyakitkan tapi pada akhirnya aku bisa bersamamu selamanya. Saranghae yeongwonhi Kyuhyun-ah ^^

 

Hidupku berubah sejak mengenalmu, mencintaimu yang berbeda denganku. Bahkan mungkin aku lebih sering menyakitimu tapi cintamu padaku tidak pernah hilang dan begitupun cintaku padamu. You’re mine, don’t give your heart to anyone else. Jeongmal saranghae Yong Soon-ah ^^

 

Advertisements

7 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt (Epilog)

  1. daebak~
    Aku suka bca ff yg kaya gini, tp aku bingung mau comment apa, aku bner2 suka ffnya, jd bingung hrs gimana
    10thumb

  2. Daebak eon, dari part pertama aq suka banget sama ffnya . tapi mian aq coment di akhir2nya doang, hehe 😀
    #izin baca ff eoni yg lain yah ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s