FF: Love Is Really Hurt After Story(Yesung)

Love Is Really Hurt

After Story

Fisrt Story Yesung

 

Kejadiaan itu selalu saja muncul dalam mimpiku setiap malam. Padahal sudah 75 tahun berlalu tetap saja aku tidak bisa melupakannya. apa aku akan terus hidup dalam bayang-bayang itu? Anni!

Bahkan disaat aku akan mendapatkan kebahagiaanku, memang bukan dengannya tapi dengan seseorang yang begitu mirip dengnnya, bayangan kejadiaan itu kembali menghantuiku, aku takut aku akan melakukan hal yang sama. Andwe, itu tidak boleh terjadi.

Aku menatap lukisan gadis itu yang kubuat, gadis yang 75 tahun lalu mengisi hatiku dan bahkan sampai sekarang masih mengisi hatiku meski aku melihatnya pada sosok gadis lain yang begitu mirip dengannya. Mungkin orang menganggap aku sangat jahat, menyukai gadis itu hanya karena di mirip dengan gadis yang pernh aku cintai, aku pun sudah mengatakan yang sebenarnya pada Yoon Yang dan anehnya dia menerima hal itu. Aku takut hanya akan mencintainya karena dia mirip tapi dia meyakinkanku bahwa aku akan mencintainya sebagai Yoon Yang bukan Marie.

Tib-tiba Handphone-ku berbunyi, aku segera mengambilnya dan ternyata ada pesan masuk dari Yoon Yang.

Oppa gumawo untuk yang tadi ^^

Aku pun segera membalasnya. Aku merasa dia sangat perhatian sekali padaku meski terkadang aku sedikit cuek padanya tapi selalu saja dia yang lebih perhatian padaku bahkan tadi dia tadi yang mengunjungiku di rumah.

”Hyung…”sebuah suara membuatku menoleh.

Dia tiba-tiba muncul di kamarku. Kibum, sudah lama sekali aku tidak melihatnya sejak terakhir kali aku bicara dengannya.

Aku memang sangat dekat dengan Kibum karena menurutku dia adalah pendengar yang baik hanya dia satu-satunya yang tahu mengenai ceritaku itu selain ayahnya tentunya yang membuatku ada disini sekarang tapi anehnya sifat Kibum jauh berbeda dari ayahnya, dia sangat dingin terutama sejak kematian ibunya yang disebabkan oleh Kyu. Aku tahu dia sangat dekat dengan ibunya bahkan Kibum merupakan anak kesayangan ibunya dan dia sangat shock begitu tahu ibunya mati ditangan adiknya sendiri, padahal dulu Kyu dan Kibum memiliki hubungan yang baik tapi sejak itu Kibum menghindar dari Kyu dan juga keluarga ini, dia lebih memilih untuk tinggal di Madeira, puluhan kali ayahnya memintanya kembali namun dia hanya bilang selama Kyu ada dirumah dia tidak akan kembali. Aku pun sudah berusaha membujuknya melupakan dendamnya itu, dia sangat ingin agar Kyu menderita dan dia melihat visi itu dari kemampuannya, dia sering cerita padaku mengenai setiap visi yang dilihatnya juga tentang Kyu. Sama seperti hal yang sudah terjadi tapi sepertinya argumen Kyu yang kembali benar, takdir bukan ditulis di atas batu semua dapat diubah, buktinya akhirnya Kyu bisa bahagia bersama Yong Soon.

”Kemana saja kau?”tanyaku padanya, dia tersenyum miris.

”Sepertinya anak itu selalu beruntung…aku pikir dia akan habis oleh orang-orang di Madeira itu….”ucap Kibum.

”Jadi kau kesini hanya ingin memastikan hal itu…Kibum-ah…kapan kau akan menganggp dia adikmu…sekarang tidak ada lagi ayahmu…kenapa kau tidak kembali kemari…”seruku padanya.

”Anni…selama dia masih disini…aku tidak akan disini…anak itu menyusahkan saja…bahkan sebentar lagi akan ada keturunan dari anak itu…membuatku semakin malas ke rumah ini…”ucap Kibum sambil berjalan menuju balkon kamarku.

”Kau masih dendam padanya?”tanyaku.

”Molla…dia berhasil memenangkan argumennya tentang masa depannya…aku kalah kali ini…”serunya sambil tersenyum.

Apa ini berarti dia sudah mulai melupakan dendamnya.

”Kembalilah menjadi Kibum yang dulu…”seruku sambil menepuk bahunya.

Dia menoleh dan tersenyum.

”Chukkae hyung sebentar lagi kau akan menikah….dengan orang yang mirip Marie noonakan? Aku melihat…”

”Tidak usah Kibum-ah…aku akan menjalani takdirku tanpa perlu tahu….”potongku sebelum dia melihat masa depanku.

”Sepertinya hyung dan Kyu sehati sekarang…”seru Kibum sambil tersenyum.

Kemudin kami sama-sama terdiam.

”Kau datangkan?”tanyaku padanya.

Dai menghela nafasnya dan menatapku dengan padangan sedih, apa dia tidak bisa datang di pernikahanku.

”Mianhe…jeongmal mianhe hyung….aku harus pergi…klan timur meminta bantuanku…oleh sebab itu hari ini aku datang untuk mengucapkan selamatku padamu…..”ucap Kibum dengan wajah sedih.

”Ne gwenchana…tentang visi daerah kekuasaan?”tanyaku dan dia menjawabnya dengan anggukan.

Sepertinya dia memang sangat dimanfaatkan oleh para vampir murni itu namun untung dia tidak mau terikat dengan Madeira. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarku.

”Oppa…”seru Yong Soon menyembulkan wajahnya dari balik pintu.

”Masuklah..”seruku menyuruhnya masuk, aku melihatnya masuk dan berjalan menghampiriku, dia sedikit terkejut begitu melihat seseorang disampingku, apa dia pernah bertemu dengan Kibum sebelumnya, aku melihat Kibum tersenyum.

”Yong Soon-ah…ini hyung Kyu juga…Kibum…pasti kau belum bertemu dengannya kan….”seruku mengenalakan Kibum pada Yong Soon setidaknya Kibum harus tahu tentang Yong Soon ,maksduku mengenal lebih dekat.

”Ah…Kibum Oppa…Yong Soon-imnida…”ucap Yong Soon sambil membungkuk dan tersenyum.

Bisa kulihat Kibum agak sedikit canggung namun dia tetap membalas senyum Yong Soon.

”Oppa…makan malam dulu…Oppadeul sudah menungu…ayo Oppa…”ajaknya padaku dan juga Kibum.

Aku menarik tangan Kibum, awalnya dia menolak tapi kemudian malah Yong Soon yang menarik tangan Kibum membuatnya mau tidak mau harus mengikutinya. Yong Soon tidak tahu mengenai masalah Kyu dan Kibum.

Begitu sampai di meja makan, bisa kulihat semua orang langsung terkejut melihat Yong Soon yang berjalan bersama Kibum terutama Kyu, Kyu dan Kibum saling menatap, Kyu sedikit tidak suka namun berbeda dengan Kibum yang tetap berusaha tersenyum.

”Kibum-ah…sudah lama sekali…ayo makan malam bersama…”seru Teukie hyung memeprsilahkan Kibum duduk dan dia pun duduk di salah satu bangku.

Suasana makan malam kali ini benar-benar hidup, aku merasa benar-benar seluruh keluarga berkumpul bahkan Siwon sekalipun, meski dia sangat sibuk akhir-akhir ini tapi hari ini dia datang untuk makan malam bersama dan meski hubungan Siwon dan Kyu masih belum begitu membaik tapi itu tidak terlihat malam ini, apalagi ditambah Yong Soon yang begitu ceria. Mungkin anaknya akan sama cerianya seperti dirinya, rumah ini akan berwarna jadinya.

Tak disangka Kibum akan bercerita soal dirinya yang akan pergi jauh beberapa tahun yang membuat Teukie hyung agak sedikit sedih, begitu selesai makan malam, Kibum hendk pamit dan satu perstu dari mereka memberikan pelukan perpisaha pada Kibum, termasuk Kyu.

”Hati-hati hyung…”ucap Kyu sedikit canggung.

Terakhir Kibum memelukku dengan erat.

”Hyung bilang pada Kyu agar menjaga Yong Soon baik-baik…orang-orang Madeira itu masih belum puas…berhati-hatilah…”pesan Kibum begitu aku mengantarnya sampai keluar rumah.

”Ne…arasso…”seruku sepertinya Kibum mulai menerima Yong Soon buktinya dia memperingatkan kami untuk menjaga Yong Soon, gadis itu mengubah semuanya bukan hanya Kyu tapi juga keluarga ini. Baru beberapa langkah keluar Kibum sudah menghilang.

Aku berjalan masuk ke dalam rumah kembali dan mendapati Eunhyuk yang sedang bertengkar dengan Yong Soon.

”Oppa itu milikku!”seru Yong Soon.

”Anni…ini milikku Yong Soon-ah..lihat ada namanya….”seru Eunhyuk.

”Ya!tapi sekarang ini jadi milikku!berikan!”serunya sambil menarik barang yang dipegang Eunhyuk tapi Eunhyuk menahannya agar tidak diambil jadilah mereka saling tarik menarik. Yong Soon sekarang menjadi seperti anak kecil, apapun yang dia inginkan harus dipenuhi, terkadang sangat menyusahakan kami terutama Eunhyuk karena selalu saja Eunhyuk yang sering dimintai tolong olehnya. Sepertinya anaknya akan seperti Kyu nantinya, egois dan ingin apapun menjadi miliknya. Dua Kyu dirumah.ckckckck

”Eunhyukkie mengalahlah….ini keinginan keponakanmu….”seruku mencoba menengahi mereka.

”Shiruh!”seru Eunhyuk, namun akhirnya dia memmberikannya pada Yong Soon bisa kulihat Yong Soon sangat senang sekali.

Aku naik ke kamarku dan melihat ada sebuah pesan masuk dari Yoon Yang.

Oppa sudah makan? Jangan lupa makan ya….jangan lupa besok Oppa harus menjemputku ^^

Saranghae ❤

Setiap membaca smsnya aku pasti langsung terpikirkan ekpresinya ketika berbicara apa yang dia katakan di sms, dia akan sangat lucu sekali dengan aegyonya itu, Marie tidak punya itu, mungkin itu yang membuatnya berbeda dengan Marie, ok setidaknya aku memiliki sisi Yoon Yang yang aku sukai bukan karena dia mirip Marie tapi karena seorang dia. Aku pun segera membalas smsnya.

Nado saranghae ^^

Iya…aku tidak akan lupa..kau juga jangan lupa makan…jangan tidur malam-malam..aku tidak mau pengantin wanitaku sakit dihari pernikahan kami…kekekekeke.

Aku kembali teringat pertemuanku dengan gadis ini 5 bulan yang lalu.

Flashback.

Aku sedane berjalan menikmati  kota Seoul di sore hari, aku memang sering keluar dari rumah meski harus dengan jaket dan kacamata juga topi, tidak ada yang tahu kebiasaanku ini karena aku lebih sering diam-diam keluar. Aku sedang berjalan perlahan di pinggir sungai Han sampai aku mendengar suara orang menangis.

DEG! Suaranya begitu mirip, mirip sekali dengan gadis itu. Andwe! Tidak mungkin! Aku pasti salah dengar. Aku pun kembali berjalan dan menghiraukan suara itu namun entah kenapa aku malah berbalik dan mendapati seorang gadis sedang menangis dengan wajah ditelungkupkan diantara kedua kakinya.

”Agassi…gwenchanayo?”tanyaku padanya.

Dia mendongak dan menunjukan wajahnya saat itu juga duniaku seakan berhenti, aku pasti sedang bermimpi. Apa maksud semua ini?

”Ne gwenchana…waeyo?”tanya gadis itu.

Semenatara aku masih menyadarkan diriku yang masih menganggap ini hanya sebuah mimpi, aku yakin ini hanya mimpi. Tidak mungkin dia kembali. Tidak…tidak…

”Gwenchanayo?”kini giliran gadis itu yang bertanya sambil mengibaskan tangannya di depn wajahku.

”Ah…ne….”seruku cepat, tersadar dari lamunanku.

”Mianhe…apa tangisanku menganggumu?”tanya gadis ini dengan wajah polosnya.

”Ah anni…”jawabku lagi, kenapa aku jadi gugup seperti ini, ada apa denganku, apa ini karena dia mirip dengan Marie.

Ya, Marie, tunanganku 75 tahun yang lalu saat aku masih tinggal disebuah daerah di Eropa, aku mengenalnya karena dia adalah tetanggaku, kami sangat dekat satu sama lain sampai akhirnya aku merasakan perasaan yang lain padanya, aku tahu saat itu aku salah, aku dan dia berbeda, aku adalah manusi setengh vampir dan dia manusia namun aku begitu mencintainya dan begitupun juga dia sampai akhirnya kami memutuskan untuk bertunangan, namun Marie adalah flower, saat itu aku sudah hampir 3 bulan tidka berburu karena aku sudha berjanji untuk membiasakan diriku untuk tidak meminum darah lagi meski hewan sekalipun, aku ingin menjadi normal di depan Marie yang memang tidak tahu siapa aku sebenarnya. Namun hal itu malah membuat kesalahan yang sangat fatal, aku tidak bisa mengendalikan diriku begitu melihatnya terjatuh dan terluka sehingga darahnya langsung tercium olehku yang memang sedang haus dan semuanya terjadi begitu saja. Aku mengutuk diriku yang telah membutnya meninggal, aku pergi dari kota itu berjalan tanpa arah, aku benar-benar frustasi saat itu sampai akhirnya aku bertemu dengan ayah Kyu yang membawaku bersamanya tidak kusangka aku akan bertemu dengan flower lagi yaitu ibunya Kyu dan bahkan Yong Soon adalah flower tapi aku benar-benar merasa iri dengan Kyu yang bisa bersama seorang flower tanpa menyakitinya tidak sepertiku.

”Mian…kau baik-baik saja….”seru gadis itu lagi.

Aku segera tersadar kembali dari lamunanku.

”Ne…”jawabku cepat sepertinya aku hanya menjawab iya saja daritadi.

”Omo…Oppa kau lucu sekali…daritadi hanya menjawab iya saja…”seru gadis itu sambil tertawa.

Aneh sekali tadi aku melihatnya menangis kenapa sekarang tertawa, kenapa dia menganggap aku lucu. Aneh sekali?

Flashback end

Aku merasa lucu mengingat pertemuan pertama kami, dia menganggapku lucu, sedangkan aku sangat kaget melihat wajahnya yang begitu mirip dengan Marie. Saat itu kami belum berkenalan dan aku tidak berpikir untuk berkenalan dengannya karena jujur dia sangat mirip dengan Marie dan itu membuatku merasa bersalah kembali atas kejadiaan yang dulu. Maka aku tidak pernah berpikir jangankan mengenalnya bertemu dengannya lagi saja tidak mungkin, namun takdirku mengatakan hal lain aku kembli bertemu dengannya, saat dia sedang bertengkar dengan seseorang.

Flashback

”Kalau aku memang ingin membatalkan pertunangan kita…batalakan sekarang….aku tidak mau berharap apapun padamu Kyujong-ah….kau bilang tidak menyukaiku…kau bilang terpaksa bertunangan denganku tapi kenapa kau terus membatasiku…kau bilang ini hanya pura-pura…aku sakit Kyujong-ah…kau hanya memberiku harapan kosong…”seru sebuah suara yang sangat aku kenal.

Kenapa aku harus bertemu gadis ini lagi, sial sekali! Aku melihatnya sedang bertengkar dengan seorang namja di depannya dan kemudian namja itu pergi meninggalkannya.

”Baik…kalau itu yang kau mau…”ucap namja itu kemudian pergi meninggalkan gadis itu.

Gadis itu jatuh terduduk ke tanah dan mulai menangis tersedu-sedu. Ya apa yanng aku lakukan disini?kenapa aku terus saja mengamatinya. Aku pun hendak berjalan pergi namun lagi-lagi aku tidak tega dan malah menghampirinya.

”Jangan menangis disini…”ucapku sambil menepuk bahunya dia mendongak dan menatapku dengan air mata yang mengalir.

”Oppa…”serunya kemudian langsung memelukku, aku begitu terkejut dia memelukku an entah kenapa aku menjadi gugup seperti ini dengan perlahan aku membalas pelukannya. Yesung-ah, apa yang kau pikirkan!seruku dalam hati.

Dia terus saja menangis dalam pelukanku, mungkin sekitar 30 menit sampai akhirnya hanya tinggal sesenggukan saja. Aku memberanikan diri bertanya padanya.

”Kenapa kau menangis? apa namjachingumu memutuskanmu?”tanyaku hati-hati.

Dia mengangguk dalam pelukanku kemudian melepaskan pelukannya.

”Oppa mianhe aku menangis di depanmu..ne…dia baru saja memutuskn pertunangan kami….”terangnya.

”Sebaiknya kita pindah ke tempat duduk disana…tidak enak dengan orang-orang yang melihat kita…”ucapku.

Dia pun mengikutiku berjalan menuju salah satu bangku, kemudian aku memebelikannya jus kaleng.

”Gumawo Oppa…”ucapnya sambil meminum jus itu.

Gadis yang aneh, dia sudah memanggilku Oppa padahal aku belum bilang siapa namaku atau berapa usiaku.

”Lalu bagaimana ceritanya?”tanyaku.

Akhirnya dia bercerita bahwa dia dan namja tadi sudah bertunangan, ayahnya yang menjodohkannya dengan namja itu, awalnya dia tidak suka dengan namja itu tapi dia tetap berusaha untuk membahagiakan orang tuanya dengan mulai mencintai namja itu, lama kelamaan akhirnya dia mulai suka dengan namjaitu namun tidak dengan namja itu, malah namja itu terang-terangan berpacaran dengan gadis lain. Sungguh gadis yang bodoh, masih saja menyukai namja seperti itu.

”Begitu Oppa..aku tidak kuat dengan sikapnya itu tapi aku sakit juga jika dia memutuskanku…”serunya lagi.

”Lupakan saja namja seperti dia masih banyak namja lain yang lebih baik…lebih baik dia yang memutuskanmu agar ayahmu tahu dia bukan namja yang baik…”seruku berusaha bijak.

”Ne Oppa…gumawo…oh ya siapa nama Oppa?”tanya gadis itu pada akhirnya.

”Kau ini benar-benar gadis yang aneh…tiba-tiba saja kau memanggilku Oppa tanpa tahu namaku…memangnya aku lebih tua darimu….”seruku.

”Sepertinya begitu Oppa…Choi Yoon Yang-imnida…Oppa?”seru gadis itu lagi.

”Yesung-imnida…”jawabku singkat.

”Nama keluarga Oppa?”tanya gadis itu lagi.

”Tidak penting….”jawabku, tentu saja gawat kalau mereka tahu aku adalah anggota keluarga Lee.

Flashback end

Darisitu aku mulai mengenalnya dan sejak saat itu kami selalu bertemu di sungai Han setiap hari bahkan Wookie sempat curiga melihatku yang selalu keluar di sore hari. TernyataYoon Yang adalah gadis yang sangat baik dan juga ceria, aku pun mulai berani bercerita padanya tentang banyak hal juga cerita cintaku dengan Marie, aku pun mengatakan padanya bahwa dia sangat mirip dengan Marie-ku itu. Dia menangis mendengar ceritaku saat itu.

 

Flashback

”Oppa..kasihan sekali dirimu…kau pasti lebih sakit daripada aku…hikss…hikss..”serunya sambil menyeka air matanya dengan tangannya.

Aku menceritakan soal Marie padanya tentu tidak dengan adegan pembunuhannya, dia tetap tidak boleh tahu aku adalah manusia setengah vampir.

”Ne…aku selalu tidak beruntung dalam masalah cinta…”ucapku sambil menerawang ke atas berusaha menahan tangisku yang hampir turun.

”Apa Marie cinta pertama Oppa?”tanya Yoon Yang lagi dan aku menjawabnya dengan anggukan.

”Dia beruntung masih dicintai Oppa sampai sekarang….”ucapnya membuatku langsung menoleh ke arahnya dan tiba-tiba dia mengalihkan pandangannya dariku.

Flashback end

 

Sejak saat itu aku merasa dia menyukaiku, aku takut begitu mengetahui kenyataan itu, aku tidak mau Yoon Yang menyukaiku, dia tidak boleh menyukaiku. Aku berusaha menghindarinya tapi entah kenapa semua kejadian selalu saja membuatku bersama dengannya. Aku pun merasakan perasaan yang sama padanya tapi aku berusaha menepisnya, aku tidak mau perasaan ini berlanjut tapi pada akhirnya aku menyerah, aku memang mencintainya.

 

Flashback

Dia mengenggam tanganku erat begitu aku selesai bercerita tentang semuanya tentang perasaanku dan juga siapa aku, aku benar-benar kaget melihat ekspresinya, aku pikir dia akan takut ternyata tidak dia malah sangat prihatin melihatku.

”Oppa…kenapa Oppa tidak cerita dari awal?”tanyanya padaku.

”Aku takut…kau akan takut padaku karena aku seorang pembunuh…”seruku dengan air mata yang hampir turun.

”Anni Oppa…aku ingin Oppa bisa membagi semua cerita Oppa sama sepertiku pada Oppa yang selalu kujadikan tempatku bercerita….”serunya sambil memelukku erat.

Aku membalas pelukannya, dia melepaskan pelukanku dan menatapku.

”Aku ingin menjadi tempat Oppa bersandar ketika sedih sama seperti yang Oppa lakukan menjadi sandaranku ketika sedih meski saat itu aku tidak tahu Oppa siapa tapi entah kenapa aku yakin Oppa adalah orang yang baik dan aku tidak salah….”serunya menatap ke dalam mataku.

Aku benar-benar mencintai gadis dihadapanku ini, apa aku bisa bersamanya? Aku takut, aku takut hal itu akan terjadi lagi, aku tidak mau menyakitinya. Ottohke?

”Kalau begitu jadilah sandaranku…”ucapku tiba-tiba aku pun tidak sadar dengan ucapanku sendiri. Apa yang aku katakan?

”Jadilah sandaranku selamanya….”seruku lagi. Aisshhh aku sepertinya sudah gila saat ini.

”Menikahlah denganku…”ucapku lagi.

Aigoo, apa yang aku katakan. Entah darimana pikiran itu masuk aku memberanikan diri mendekatkan wajahku padanya dan kemudia menempelkan bibirku padanya. Ciuman pertamaku. Ya ini ciuman pertamaku, aku belum pernah berciuman seumur hidupku meski dengan Marie sekalipun, aku melihatnya sedikit kaget namun kemudian dia memejamkan matanya.

Aku melepaskan ciumanku dan menatapnya dalam.

”Jadi…maukah kau menikah denganku?”tanyaku dengan wajah serius.

”I do Oppa…”ucapnya sambil tersenyum, aku pun segera memeluknya dengan erat.

”Saranghae Yoon Yang-ah…”ucapku sambil terus memeluknya.

”Nado…Oppa….”jawab Yoon Yang.

Flashback end

 

Malam itu benar-benar malam yang sangat indah untukku, meski terkesan tidak terlalu romantis tapi saat itulah aku melamarnya dan beberapa hari kemudian aku melamarnya langsung pada orang tuanya dan tanpa disangka orang tua Yoon Yang langsung menyetujuinya, ternyata selama ini Yoon Yang sering bercerita tentangku pada kedua orangtuanya dan keluaranya sangat kaget begitu tahu aku adalah anggota keluarga Lee, Yoon Yang sudah aku beritahu lebih dahulu tapi aku menyuruhnya untuk tidak mengatakan hal ini pada orang tuanya sampai mereka menyetujuiku melamarnya.

Semua dongsaengku dan hyung-ku terkejut begitu mendengar rencanaku untuk menikah sata itu mereka baru saja pulang dari mengunjungi atau lebih tepatnya mengacaukan bulan madu Kyuhyun dan Yong Soon, mereka bertanya-tanya siapa gadis yang akan aku nikahi, mereka berpikir selama ini tidak pernah melihatku membawa seorang gadis ke rumah berbeda dengan Eunhyuk dan Donghae yang terang-terangan mengenalkan pacarnya. Aku masih ingat mereka rela begadang hanya ingin mendengarkan ceitaku saat pertama kali bertemu Yoon Yang sampai saat ini

 

Flashback

”Yesung hyung daebak!!”seru Eunhyuk begitu aku selesai bercerita.

”Sungie-ah…kau memang sangat dewasa…”ucah Han hyung yang sangat antusia mendengar ceritaku.

”Oppa…romantis sekali!”seru Yong Soon dengan wajah berbinar-binar sementar Kyu disampingnya tampak tidak suka, dasar Kyu!

”Yong Soon-ah…aku lebih romantis saat melamarmu…”serunya berusaha menarik perhatian Yong Soon kembali namun Yong Soon tidak mendengarkannya dan membuat Kyu hanya mendengus kesal.

”Hyung kapan dia kemari?aku ingin bertemu…”seru Donghae dengan penuh semangat.

”Ne..kapan hyung?”tanya Sungmin.

”Nanti aku ajak dia kesini….”ucapku.

”Asyik…aku punya Onnie lagi…”seru Yong Soon.

”Sepertinya bukan Onnie…dia seumuran denganmu…”seruku membuatnya kaget.

”Jeongmal???Omona…keren….”seru Yong Soon lagi. Gadis ini!

”Wah hyung jadi tidak sabar ingin bertemu gadis itu…”seru Wookie.

Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan mereka.

Flashback end

 

Tiba-tiba handphoneku berbunyi membuyarkan lamunanku, aku melihat layar handphoneku dan ternyata dari Yoon Yang, aku segera mengangkatnya sambil tersenyum.

”Jagi…waeyo?”tanyaku langsung.

”Oppa..kau belum tidur? Aku pikir kau sudah tidur…apa yang kau lakukan?”tanyanya.

”Memikirkan saat kita pertama bertemu…kenapa kau bisa menyukaiku?”tanyaku.

Dia tertawa begitu aku bertanya.

”Karena Oppa lucu….”jawabnya.

”Aishhh…hanya itu?”tanyaku lagi.

”Entahlah tapi sejak awal hatiku langsung mengatakan kalau aku menyukai namja lucu yang tiba-tiba menanyakan kenapa aku menangis…”ucapnya.

”Ara…ara…aku memang lucu…kau belum tidur?”tanyaku.

”Aku ingin memastikan calon suamiku tidur dulu…”serunya.

”Tidurlah…sudah malam…sebentar lagi aku akan tidur…”jawabku.

”Apa vampir tidur di siang hari…”serunya sambil terkekeh.

Dia senang sekali meledekku dengan hal itu.

”Tentu karena malam hari saatnya mencari mangsa…kajja tidurlah sebelum ada vampir yang masuk ke kamarmu….”seruku lagi.

”Oppa…jangan menakutiku!!!aku sendirian di rumah….”serunya.

Aku tertawa membayangkan ekspresinya yang ketakutan, dia itu sebenarnya gadis penakut tapi senang sekali menggodaku, aku kan bisa membalasnya dengan lebih menakutkan lagi.

”Gwenchana…ada aku yang menjagamu…nah sekarang tidurlah…”seruku lagi.

”Anni…aku mau Oppa menyanyikan lagu untukku dulu…”serunya memohon.

Aisshh, dia sangat manja sekali, aku pun menghela nafas dan mulai menyayikan lagu kesukaannya.

Hanbeon nal dorabwa neomu meolji anheun geose yeojeonhi seo ineun deuthae
Ajik giyeok haneunji neomani jeonbu in nal mineunji
Eonjekkaji ni gyeote naldulsu ineun geonji
Neolbeun sesange danhan saram, neoman won haneun na, ireon nareul algo ineunji

Hari ini adalah hari pernikahanku. Aku sudah berdiri di depan altar menantinya masuk, tak lama kemudian dia berjalan masuk, dia mengenakan gaun putih yang cocok ditubuhnya, dia benar-benar sangat cantik hari ini. Kami berdiri berdampingan mengucapkan wedding vow kami dan akhirnya kami resmi menjadi suami istri. Aku bisa melihat dongaseng-dongasengku juga hyung-hyungku tersenyum padaku.

Aku menatap Yoon Yang yang kini sudah resmi menjadi istriku, melihatnya memakai gaun putih mengingatkanku akan Marie tapi tidak aku mencintai Yoon Yang bukan karena dia mirip Marie tapi karena dia Yoon Yang.

”Saranghae…”ucapku sebelum aku mulai mendekatkan wajahku dan mencium bibirnya lembut.

”Kyu-ya…aku mau muntah…”seru Yong Soon yang kulihat langsung keluar dan diikuti oleh Kyuhyun yang mengejarnya.

Oh ya aku baru ingat, Yong Soon akan selalu muntah jika melihat orang berciuman bahkan jika Kyuhyun ingin menciumnya dia akan muntah. Ada-ada saja keinginan anak mereka.

Seluruh hyung dan dongsaengku langsung menghampiriku dan memberikan ucapan selamat padaku. Aku merangkul istriku dan tidak henti-hentinya tersenyum begitupun juga dia. Aku meras hidupku sempurna sekarang.

Advertisements

3 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt After Story(Yesung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s