FF: Love Is Really Hurt After Story(Donghae)

Love Is Relly Hurt

After Story

Donghae Story

 

Donghae POV

Aku berkali-kali menatap cermin di kamarku, mengamati penampilanku. Sudah tampan!*narsis donghae kumat…ckckckck*

Hari ini akan menjadi hari yang tidak terlupakan untukku dan juga dia, hari ini aku akan melamar Hyo Jin, setelah hyung dan dongsaengku menikah sepertinya aku juga ingin menyusul mereka untuk menikah. Aku mengambil kotak cincin berwarna biru safir dari atas mejaku dan mengamatinya sebentar, pasti akan sangat cantik sekali jika Hyo Jin yang memakainya. Gumamku, kemudian aku memasukkan ke dalam sakuku. Tiba-tiba handphoneku berbunyi ada sms masuk dari Hyo Jin.

Hae-ya kau akan menjenputku kan?

Aku pun segera membalas smsnya, sepertinya dia sudah menungguku, aku tidak mau membuatnya lama menunggu maka aku pun segera keluar dari kamarku, begitu aku keluar aku merasa rumah ini sangat sepi sekali, kemana mereka? Yesung hyung memasng sudah tidak tinggal disini, dia membeli rumah bersama Yoon Yang, Eunhyuk pasti sedang asyik pacaran dengan Rae Bin, Han hyung sedang kembali ke China mengurusi restorannya, Teukie hyung sibuk mengurusi perusahaan di Jepang, Henry, anak itu pasti sedang kelayapan, Zhoumi pasti sedang bersama Sungmin hyung belanja karena tugas belanja memang diserahkan pada Zhoumi dan Wookie sepertinya sedang sibuk mencoba resep-resep baru. Kyuhyun dan Yong Soon, pasti mereka sedang  berduaan, kedua anak itu memang sangat enah, sering sekali bertengkar hanya karena masalah kecil tapi kemudian bisa sangat romantis, mereka sudah menikah tapi tetap saja seperti anak kecil bahkan sekarang sudah mau punya anak tetap saja sering bertengkar karena Yong Soon yang terlalu dekat dengan kamilah atau Yong Soon yang lebih suka menghabiskan waktu dengan Wookie memasak dan itu sering membuat Kyu ngambek. Dasar mereka berdua sama-sama egois, kuharap anak mereka tidak mengikuti salah satu dari mereka.

Aku sedang melewati ruang TV begitu aku melihat Yong Soon dan Kyuhyun sedang menonton TV bersama dengan Yong Soon yang merebhkan kepalanya di pangkuan Kyuhyun, aisshh mereka ini!kenapa mereka tidak seperti Yesung hyung saja yang pindah dari rumah ini, membuat iri saja.

Tiba-tiba Yong Soon melihatku dan terbangun.

”Oppa!!tampan sekali!mau kemana?”tanyanya langsung menghampiriku, bisa kulihat Kyu sudah memasang wajah tidak suka, aigoo adikku  yang satu ini.

”Rahasia…”ucapku sambil tersenyum.

”Omo…sekarang Oppa main-main rahasiaan nieh….aku tahu pasti mau ketemu Hyo Jin Onniekan?”serunya dan aku hanya mengangguk sambil tersenyum.

”Hyo Jin Onnie pasti akan sangat terpesona melihat Oppaku yang tampan ini…”ucapnya lagi.

”Shiruh!”seru Kyuhyun kemudian pergi menaiki tangga ke kamarnya.

Pasti mereka sedang bertengkar lagi.

”Aigoo…apa kalian bertengkar lagi?”tanyaku padaYong Soon.

”Anni…dia saja yang cepat ngambek..dasar makhluk egois…semoga saja ankanya tidak seperti ayahnya..lebih baik seperti Donghae Oppa yang tampan dan sangat baik dan yang pasti tidak egois!”seru Yong Soon sengaja mengeraskan suaranya agar Kyuhyun mendengar dari kamar. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka berdua.

”Yong Soon-ah…jangan seperti itu..kalian ini masih saja seperti anak kecil…ya sudah aku pergi dulu ya nanti Hyo Jin lama menunggu….”ucapku kemudian mengacak-acak rambutnya lembut.

”Hati-hati Oppa!!”serunya.

Aku menghela nafas menghilangkan rasa gugupku malam ini. Kau akan menjadi milikku Hyo Jin-ah. Ucapku dalam hati.

Aku pun mengendarai mobiku menuju apartemen Hyo Jin, ya Hyo Jin memang tinggal sendiri disini meski dia masih punya keluarga yaitu paman dan bibinya yang tinggal di Incheon tapi dia lebih memilih tinggal sendiri sambil melanjutkan kuliahnya. Orang tua Hyo Jin tidak tinggal disini, mereka tinggal di Jerman, Hyo Jin pun sebenarnya lahir di Jerman tapi karena ada beberapa masalah keluarga yang kutahu ayah dan ibunya bercerai, kemudian dia memilih untuk kembali ke kampung halamannya. Sekarang ayah dan ibunya masih di Jerman, Hyo Jin bercerita sekarang ayahnya sudah menikah lagi dengan perempun korea juga sedangkan ibunya sudah menikh dengan seorang Jerman. Dia anak tunggal jadi dia tdiak mau membuat orang tuanya kecewa dengan harus memilih dimana dia mau tinggal bersama ayahnya atau ibunya, dia tidak mau menyakiti mereka jadi dia meraa lebih bebas seperti ini, dia bisa bersama keduanya tanpa ada yang membatasi. Aku mengendarai mobiku melewati setiap jalanan yang sangat kuhapal ini karena hampir setiap harinya aku melewati jalanan ini sudah setahun ini. Kalau dia tidak pindah kesini mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengannya, seseorang yang sesuai dengan impianku, pikiranku membawaku pada saat kami pertama bertemu.

 

Flashback

”Malas sekali…kenapa aku harus menemanimu sih?”gerutu Eunhyuk yang sedang mengenakan jaket dan kemudian kacamatanya sambil menatap cermin. Hari ini Teukie hyung meminta kami atau lebih tepatnya aku untuk bertemu manager hotel milik kami di Seoul karena hari ini Teukie hyung sudah bernjanji untuk bertemu tapi tidak bisa karena harus segera pergi ke Jepang dan dia memintaku menggantikannya, sebenarnya malas sekali oleh sebab itu aku mengajak Eunhyuk karena aku tidak suka pergi kemana-mana sendiri dan dengan sedikit pemaksaan akhirnya Eunhyuk mau, tentu saja dia harus mau diakan pembantuku.hahahaha.

”Apa aku masih keliatan Hae-ya?”tanyanya sambil menunjukan pakaian yang dipakainya, aku mengamatinya dari atas sampai bawah, jaket sudah, kacamata sudah, masker sudah. Aha ada yang kurang.

Aku segera berjalan menghampiri lemariku dan membukanya mencari-cari sesuatu dan aku menemukan kaca mata hitam yang aku beli di Swiss, sayang sebenarnya tapi mau apa lagi.

”Pakai ini…”seruku sambil memberikan kacamata itu padanya.

Dia pun memakainya dan menatap dirinya sebentar dicermin.

”Aigoo, aku seperti artis yang sedang menghindari fans-fansnya dengan berpakaian seperti ini…”serunya sambil menatap cermin.

”Cih…percaya diri sekali kau Hyuk…sudah cepat jangan lama-lama bercermin…aku ingin segera pulang…”ucapku kemudian berdiri di depannya menghalanginya bercermin menatap sekilas pakaianku yang sudah rapih. Aisshh aku benar-benar tampak seperti Teukie hyung. Andwe, berarti aku sudah tua!

”Kau tampak seperti Teukie hyung, Hae…”seru Eunhyuk kemudian tertawa melihat dandananku.

PLETAKK

Aku pun menjitak kepala Eunhyuk dan dia pun meringis kesakitan. Rasakan kau, berani-beraninya mengejekku.

”Ya!rasakan itu! Aku masih muda dan ganteng tau…”seruku tidak terima dibilang tua seperti Teukie hyung.

”Huh, Hae-ya sudah untung aku mau mengantarmu meski harus berpakain aneh seperti ini masih saja kau mengomeliku…”ucap Eunhyuk sambil mengembungkan pipinya kesal.

”Aigoo..Hyukkieku marah ya…kau semakin imut jika marah…”seruku sambil mencubit pipinya.

”Hae-ya…geli tahu..aku masih normal..”ucapnya menepis tanganku. aku tertawa melihatnya ketakutan seperti itu, dia pikir aku homo, aku juga normal Hyuk. Dasar otakmu itu harus dibersihkan segera.

”Sudah…ayo kita berangkat nanti Teukie hyung ngomel lagi…”seruku kemudian keluar kamar.

Aku melihat Kyu baru pulang sekolah sendiri dan wajahnya kusut sekali. Anak itu pasti bertengkar lagi dengan Yong Soon. Aishh mereka itu, dasar pasangan muda.

”Kyu-ya…kau kenapa?”tanya Eunhyuk namun Kyu tidak menjawab dan langsung naik ke atas.

Dasar magnae yang satu itu!

Aku hendak masuk ke mobil begitu Eunhyuk menghalangiku.

”Aku yang nyetir Hae…aku takut kita tidak selamat sampai sana…aku belum menikah Hae…”seru Eunhyuk bertubi-tubi.

Aisshh, aku tahu cara mengemudiku buruk tapi aku pikir aku dan Teukie hyung sama buruknya juga.

”Arasso…”seruku kemudian masuk ke tempat duduk disamping.

Begitu sampai di depan hotel aku segera turun dan semua orang langsung menyambutku seperti aku seorang presiden saja, apa Teukie hyung selalu seperti ini? Aku baru beberapa kali menggntiknnya, sepertinya dikeluarga kami hanya Teukie hyung yang tertarik mengurus segalanya dan sepertinya yang akan menggantikan itu Kyu, secara sikapnya sudah seperti bos di rumah.

Aku berjalan masuk ke dalam hotel.

”Lee sajangnim…”ucap mereka semua begitu aku melewati mereka sementara Hyuk mengikutiku di belakang, semua orang sepertinya agak sedikit aneh melihat Hyuk, dia satu-satunya keluarga Lee yang tidak pernah dilihat orang karena kalau orang ada yang melihatnya, habislah kita semua. Semua orang akan tahu siapa keluarga kami sebenarnya, salah sendiri anak itu punya kulit bercahaya.

”Tuan Lee selamat datang…manager Kim ada di atas…akan saya panggilkan…”seru resepsionis laki-laki yang aku datangi.

”Annyong…aku yang akan kesana…”ucapku.

”Oh baiklah…mari saya antar…”serunya lagi.

”Tidak usah…aku tahu…”ucapku lagi. Kenapa mereka harus mengantarku segala, merepotkan diri sendiri, aku ingat tempatnya karena ini kedua kalinya aku mengurus masalah ini.

Aku menengok ke arah Hyuk yang sedang melihat beberapa tamu wanita yang mengenakan baju sangat minim. Dasar yadong! Seruku dalam hati, aku pun segera menghenatakan tangannya.

”Kau mau ikut?”tanyaku padanya.

”Anni…aku tunggu disini saja…malas aku mendengar masalah bisnis…”ucapnya.

Aku pun kemudian berjalan menuju lift. Aku menekan tombol ke atas dan kulihat lift mulai turun tepat saat lift itu berhenti dan kemudian terbuka.

Tiba-tiba aku merasakan duniaku berhenti, apa akhirnya impianku terkabul juga ya. Aigoo, Tuhan sangat baik padaku.

”Excuse me…”ucap seorang gadis yang telah membuat duniaku seakan berhenti saat itu.

Neomu kyeopta, dia sangat cantik, dengan mata hitam yang bulat dan rambut ikal sepunggung yang dia biarkan tergerai.

Sepertinya mimpiku benar jadi kenyataan. Hah Eunhyuk kau kalah, aku menemukan gadis itu, kau tidak percaya padaku. Aku bukan gila dengan impian itu, aku hanya berharap karena sepertinya akan sangat romantis seperti di drama-drama dan ternyata impianku terkabul.

”Excuse me…”serunya lagi berusaha berjalan melewatiku namun aku menghalangi jalannya, dia beralih ke sebelah kananku, aku pun bergeser ke kanan menghalangi langkahnya.

”Mianhe…aku mau lewat…”serunya lagi dengan bahasa Korea yang agak sedikit kaku.

”Oh…ara..mianhe…”ucapku bergeser sambil tersenyum padanya, entah ada ide darimana saat dia melewatiku aku sengaja menahan tangannya, dia agak terkejut dan berusaha melepaskan tangannya.

”Siapa namamu?”tanyaku.

Dia menautkan alisnya tidak mengerti.

”My name?”tanyanya.

Apa dia tidak bisa berbahasa Korea kenapa dari tadi dia lebih banyak menggunakan bahasa Inggris, apa dia turis sepertinya tidak wajahnya, wajah orang Korea tpi bahasa Koreanya kacau.

”Yes..your name?”tanyaku.

”Hyo Jin-imnida…”jawabnya singkat.

”Neomu Kyeopta…”seruku namun dia kembali terlihat bingung dan aku hanya tersenyum padanya kemudian masuk ke dalam lift.

Hyo Jin!akan kuingat nama itu, dia pasti menginap di hotel ini.

 

Setelah selesai mengurus beberapa hal, aku pun berpamitan diantar manager Kim sampai lantai bawah, merepotkan diri saja.

”Jung Soo sajangnim sedang tidak ada?”tanya Manager Kim saat kami di lift.

”Ne…hyung sedang ke Jepang…”jawabku singkat.

Aku ingin buru-buru sampai bawah menanyakan soal Hyo Jin pada resepsionis di depan. Aigoo, bagaimana dengan Hyuk, aisshh pasti dia sibuk mencari gadis.

Begitu sampai di lantai bawah aku bilang tidak usah mengantarku ke mobil.

”Tidak usah diantar sampai mobil…aku masih ada urusan lagi disini…aku mau lihat-lihat…”seruku pada Manager Kim.

”Ah…arasso..silahkan melihat-lihat Tuan Lee…”ucap Manager Kim ramah sambil tersenyum.

Aku pun segera menuju meja resepisonis itu lagi.

”Boleh aku tanya? Apa ada tamu yang bernama Hyo Jin disini…nomor berapa kamarnya?”tanyaku langsung.

Resepsionis itu tampak terkejut namun kemudian dia langsung mencri di komputernya.

”Ah ne ada Tuan…dia menginp di kamar 861..”ucapnya.

”Oh…gumawo….”seruku padanya.

”Ne cheonmaneyo Tuan Lee…ada lagi yang bisa saya bantu?”tawarnya lagi.

Aku menggeleng namun kemudian aku sadar tidak ada Hyuk, kemana makhluk itu, aishh jangan-jangan dia mengikuti salah satu wanita itu lagi.

”Kau lihat temanku tadi?”tanyaku lagi pada resepsionis itu.

”Oh…dia pergi ke restauran…”jawabnya.

Aku pun segera mengucapkan terima kasih dan segera berjalan menuju restauran, aku melihatnya sedang duduk membelakangiku, aku hendak menghampirinya sampai aku melihat sosok gadis itu lagi. Hyo Jin sedang duduk sendirian, maka aku pun segera berjalan menghampirinya.

”Hai…”sapaku langsung padanya.

Dia agak sedikit kaget melihatku yang datang.

”Kau?”serunya padaku.

”Yang tadi….aku Aiden….”seruku sambil mengulurkan tanganku padanya dia menatapku sebentar kemudin menyambut uluran tanganku.

”Shin Hyo Jin….”serunya.

Aku sengaja merahasiakan identitasku sebagai seorang anggota keluarga Lee karena bisa gawat kalau orang tahu.

”Kau buka orang Korea?”tanyaku langsung.

”Ah anni…aku orang Korea hanya saja I was born and lived ini Germany…i moved here a few days ago…”jawabnya mencampur antara bahas Korea dan bahasa Inggris.

“Oh pantas…bahasa Koreamu belum lancer…aku pikir kau turis…”seruku.

”Hae…ngapain kau disini!”seru sebuah suara menepuk bahuku. Hyuk!kenapa di datang disaat yang tidak tepat seperti ini.

Eunhyuk mentap gadis ini dan aku bergantian. Hyo Jin menatap Eunhyuk aneh. Tentu saja secara dandanan Hyuk yang benar-benar aneh.

”Dia artis?”tanya Hyo Jin langsung.

”Ah…anni…di temanku Hyuk Jae atau panggil saja Eunhyuk…dia memang sedikit aneh…”seruku padanya.

”Salah nona…aku itu memang artis..kau tahu Lee Hyuk Jae…kau pasti tidak tahu…sudahlah…aku harus menjaga identitasku…”seru Eunhyuk.

Aku hanya bisa memutar bola mataku melihat tingkah kakak 6 bulanku ini. Aku melihat Hyo Jin malah tertawa melihat tingkah Eunhyuk.

Flashback end.

 

Aku tersenyum sendiri mengingat pertemuan pertama kami. Sungguh aneh. Akhirnya aku sampai di apartemennya, aku mengambil bunga mawar yang aku bawa di jok belakang mobilku yang akan aku berikan padanya. Aku kelur dari mobilku dan berjalan memasuki apartemennya.

Saat aku tiba di depan pintunya, aku memencet belnya. Aku menyembunyikan bunga mawar itu di belakangku. Tak lama kemudian dia membuka pintunya.

”Annyeong..”seruku kemudin menyerahakan sebuket bunga mawar besar itu padanya.

”Aigoo…Donghae-ya….”serunya terlihat senang sekali.

Dia sudah cantik mengenakan gaun selutut berwarna biru safir dan rambutnya yang ikal sepunggung hanya dihisai oleh bando sewarna, cantik sekali.

”Ayo masuk…”katanya padaku.

”Anni…kita langsung berngkat…”ucapku padanya.

Dia agak sedikit terkejut mendengarnya.

”Oh…Ok…tunggu sebentar….”serunya kemudian dia masuk ke dalam sambil membawa bunga mawar itu tak lama kemudian dia sudah kembali.

”Ok ayo kita pergi…”ucapnya dengan penuh semangat.

Aku memang sengaja tidak bilang padanya akan pergi kemana, aku hanya bilang akan mengajaknya makan malam. Aku menggandeng tangannya masuk ke dalam mobil.

”Jagi…kamu cantik sekali hari ini…”seruku sambil menoleh padanya, aku melihatnya tersipu malu.

”Gumawo…kau juga sangat tampan…”ucapnya.

”Aku memang selalu tampan…kalau tidak tampan mana mungkin seorang Hyo Jin bertekuk lutut padaku…”jawabku.

”Ya!kau ini…narsis sekali….siapa yang bertekuk lutut padamu…”seru Hyo Jin sambil mengalihkan pandangannya ke samping.

”Aisshh….malaikatku marah…jangan marah ya cheonsabodaku…”seruku membujuknya agar tidak marah.

Dia hanya terkekeh pelan setiap aku memanggilnya malaikatku.

Tak lama kemudian kami sudah sampai di hotel, aku mengajaknya makan malam di restauran di hotel ini karena apa, karena hari ini tepat satu tahun aku bertemu dengannya di hotel ini tapi sepertinya dia lupa.

Aku membukakan pintu untuknya, dia agak sedikit terkejut melihatku membawanya kemari.

”Kemari?”tanyanya padaku.

”Ne…waeyo?”tanyaku.

”Anni…hanya aneh saja biasanya kau menghindari tempat yang dimiliki oleh Keluarga Lee…”serunya sambil tersenyum mengejek padaku.

”Tidak untuk kali ini…karena tempat ini spesial…”ucapku padanya.

Dia menatapku tidak mengerti, aisshh pasti gadis ini lupa. Menyebalkan sekali, ya sudahlah akan kubuat dia ingat.

Seperti biasa saat aku masuk seluruh orang langsung menyambutku, malas sebenarnya, kalau bukan tempat ini spesial tidak akan aku mau kemari.

”Tuan Lee…selamat datang…”seru seseorang di depan.

”Tuan Lee…”bisik Hyo Jin di telingaku lalu terkekeh pelan.

Dia senang sekali meledekku. Aku menuntunnya sampai ke sebuah meja, restauran ini tampak sepi karena memang aku yang memesannya khusus malam ini. Ok bukan memesan, aku bisa menggunakan restauran ini kapanpun.

”Tuan Lee…kau mengosongkan semuanya…”seru Hyo Jin kemudian terkekeh geli.

Pasti dia mulai lagi ingin mengejekku.

”Kau mau pesan apa?”tanyaku padanya.

”Terserah dirimu….”ucap Hyo Jin.

Dia masih menatap sekeliling restauran ini. Apa dia masih belum ingat juga ya?

 

 

Author POV

“Donghae-ya…”seru seorang namja sambil mengetuk pintu kamar.

Eunhyuk mengetuk pintu kamar Donghae berkali-kali sampai akhirnya Yong Soon menghampirinya.

“Oppa..Donghae Oppa sedang pergi…”serunya memberitahu Eunhyuk.

“Kemana?”tanya Eunhyuk.

“Sepertinya pergi dengan Hyo Jin Onnie…habisnya Donghae Oppa rapih sekali….”seru Yong Soon lagi.

Namun tiba-tiba Eunhyuk tersenyum.

“Waeyo Oppa?”tanya Yong Soon penasaran.

“Mana yang lain?”tanya Eunhyuk pada Yong Soon.

“Mereka ada di tempat biasa sedang berkumpul…”jawab Yong Soon.

Eunhyuk pun segera menuju ruangna itu, dia memiliki sebuah ide dan ini ada hubungannya dengan Donghae. Begitu masuk Eunhyuk langsung menghampiri Sungmin dan membisikkan sesutu sehingga Sungmin tersenyum.

“Arasso…ayo kita lakukan…”seru Sungmin sambil tersenyum sementara yang lain hanya menatap mereka bingung.

 

“Ini akan menjadi kejutan untuk Donghae…”seru Eunhyuk penuh semangat.

“Oppadeul kalian memang jahat…”seru Yong Soon kepada sekumpulan namja yang memiliki otak sangat iseng.

“Dia akan berterima kasih pada kita…”ucap Sungmin.

“Ne..tentu saja…Yong Soon-ah…mana Kyu?”tanya Wookie melihat ada yang kurang diantara mereka.

“Dia sedang ngambek…sudahlah tidak usah diurusi….”seru Yong Soon.

“Ara…kajja…”seru Eunhyuk penuh semangat.

Hyo Jin POV

 

“Hae-ya…sebenarnya hari ini hari apa? Kenapa kau mengajakku makan malam seperti ini? Tidak biasanya…”ucapku pada namja di depanku ini.

“Kau tidak ingat hari ini hari apa?”tanya Donghae padaku.

Aku terdiam berpikir sejenak, hari ini hari apa?

“Hari ini bukan hari ulang tahunmu atau juga ulang tahunku…juga bukan hari jadian kita…lalu hari ini hari apa?”tanyaku padanya.

Dia sedikit kesal mendengar jawabanku dan tiba-tiba langsung menarik tanganku.

 

Donghae POV

Gadis ini benar-benar lupa hari ini hari apa, sungguh tidak peka. Aku kemudian menarik tangannya ke tempat pertama kali aku bertemu dengannya.

“Lihat ini…”seruku padanya.

Aku memperagakan kembali adegan saat aku pertama kali bertemu dengannya di depan lift, bahkan semuanya sampai kata-katanya pun aku masih ingat.

Aku mempergakannya dari awal sampai…

“My name?”seruku mengulang kata-katanya saat itu dan tiba-tiba dia langsung memelukku.

“Aigoo…jadi hari ini hari pertama kali kita bertemu…”ucapnya.

“Ne..satu tahun yang lalu Hyo Jin-ah…disini aku bertemu malaikatku…”ucapku sambil membalas pelukannya.

 

“Tapi Hae-ya kenapa harus pertama kali bertemu?”tanyanya.

Aku tersenyum padanya mungkin sebaiknya aku ceritakan kenapa hari pertama aku bertemu dengannya lebih spesial dibanding hari jadian kami.

“Kau boleh menganggapku aneh tapi kau tahu aku punya sebuah keinginan…aku ingin bertemu seorang gadis yang benar-benar membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama seperti saat lift terbuka lalu muncullah seorang gadis yang langsung membuat duniaku berhenti…aku selalu berharap seperti itu dan kaulah orangnya…makanya aku selalu menganggap itu spesial karena banyak yang mengatakan aku terlalu berharap…tapi sekarang mereka tahu..itu bukan harapan kosong…”terangku menceritakan semuanya, dia terdiam kemudian tersenyum.

“Aku menyayangimu Hae…”serunya.

Aku pun segera beranjak menuju sebuah piano yang ada disana dan mulai menyanyikan lagu kesukaanku My Everything.

 

Hyo Jin POV

Dia mulai memainkan tuts piano itu nada indah mulai terdengar. Ini lagu kesukaannya, saat intro selesai dia mulai menyanyikan bait pertama lagu itu, suaranya sungguh sangat indah, aku selalu terkesima setiap dia bernyanyi.

Pikiranku melayang disaat dia menyatakan perasaannya padaku.

 

Flashback

“Annyeong…siap jalan-jalan keliling Seoul denganku…”serunya yang sudah ada di depan pintu apartemenku pagi-pagi sekali.

Aku tersenyum sambil memnerima bunga mawar yang dia bawa, aku membawanya masuk dan tak lama kemudian aku kembali keluar dan melihatnya yang sudah siap jalan-jalan. Aku yang memintanya untuk mengajakku jalan-jalan keliling Seoul karena jujur aku belum banyak kenal orang disini, hanya dia yang ku kenal selain teman-teman kampusku tapi Donghae yang sudah sangat kukenal karena dia orang pertama yang mengajakku berkenalan sesampainya aku di Seoul.

Dia langsung menarik tanganku menuju mobilnya, dia mengenalkanku setiap sudut kota Seoul, kami berhenti di Namsan tower dan berfoto-foto disana.

“Dongahe-ya…cheesee…”seruku padanya.

Dan aku langsung memfotonya begitu dia menoleh ke arahku. Dia sedikit kaget dan langsung menghampiriku.

“Ya!apa yang kau lakukan?”serunya sambil berusaha mengambil kameraku.

“Anni..tidak boleh…”seruku kemudian berlari menghindarinya dia pun kemudian mengejarku.

 

Kami sedang berjalan-jalan di sepanjang pertokoaan di Apgeujong dengan Donghae disampingku, entah kenapa akhir-akhir ini aku merasakan perasaan yang lain padanya, sepertinya aku menyukai tapi apa dia memiliki perasaan yang sama denganku. Tanpa sadar aku terus memperhatikannya.

“Waeyo? Apa aku begitu tampan?”tanyanya padaku sambil tersenyum.

Aisshh, kumat sudah sifat narsisnya itu.

“Anni..dasar narsis..”seruku padanya dan berjalan mendahuluinya, dia hanya terkekeh pelan sambil berusaha mensejajarkan langakahnya denganku.

Aku berhenti di depan sebuah toko pernak-pernik, aku melihatnya dari luar ada satu barang yang aku suka, namun langkahku terhenti saat aku hendak masuk aku melihat pedagang koran dan aku melihat sesuatu.

“Donghae…”gumamku.

“De?”tanya Donghae disampingku.

“Ah anni…”jawabku singkat lalu segera menarik tangannya untuk pergi dari situ.

Selama di jalan aku terus memikirkan apa yang aku lihat tadi, Donghae, Lee Donghae, selama ini Donghae tidak pernah bilang nama keluarganya, jadi dia anggota keluarga Lee yang…anni tidak mungkin, aku menatap wajahnya lagi dan mengingat wajah orang yang muncul di koran itu, mirip. Apakah memang Donghae yang ini. Kenapa dia tidak jujur padaku? Apa dia takut aku hanya berteman dengannya karena dia seorang Lee saja. Ternyata Donghae yang selama ini kupikir baik tidak seperti yang aku pikirkan, dia menyebalkan. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa menyesal mengenalnya, bahkan aku mulai menyukainya. Bodohnya aku menyukainya! Dia sudah membohongiku!

“Itu kan Lee Donghae…”seru sekumpulan remaja yang melihat ke arah kami.

Donghae langsung terkejut begitu namanya disebut, benar, dia adalah Lee Donghae, entah kenapa aku semakin kesal pada namja ini. Tiba-tiba dia langsung menarik tanganku berlari saat dia lihat sekumpulan remaja itu menghampiri Donghae.

“Kajja..kita pergi…”seru Donghae sambil menarikku berlari.

Aku hanya bisa mengikutinya, dia membawaku melewati jalan yang sempit kemudian masuk ke sebuah toko es krim.

“Donghae Oppa…”seru seorang yeoja begitu melihat kami masuk.

“Hyo Hoon-ah..kami disini dulu ya…”ucap Donghae yang sedikit terengah-engah habis berlari.

“Hyo Jin-ah…gwenchana?” tanyanya padaku.

Aku hanya mengangguyk, jujur saat ini aku ingin sekali mengatakan semuanya tapi entah kenapa aku tidak bisa, aku masih berharap dia akan bercerita semuanya padaku.

“Ini minum dulu Onnie…”seru yeoja itu sambil memberikan segelas jus padaku.

Aku tersenyum padanya sebagai tanda terima kasih.

“Mianhe…”ucap Donghae tiba-tiba membuatku langsung menoleh padanya.

“Untuk apa?”tanyaku berpura-pura tidak mengerti dengan ini semua.

“Aku…”

“Kau adalah seorang Lee Donghae…”ucapku memotong perkataanya dia terbelalak kaget melihat aku sudah tahu siapa dia yang sebenarnya.

“Jeongmal mianhe…aku tidak bermaksud tidak menceritakannya padamu hanya…”

“Hanya apa? Kau takut aku hanya berteman denganmu karena kau adalah Lee Donghae..kau salah..aku bukan gadis seperti itu…”seruku mulai kesal dengan sikapnya, aku pun bersiap untuk pergi dari situ tapi tangan Donghae menahanku.

“Kumohon dengar penjelasanku..aku akan menjelaskan semuanya..dan apapun keputusanmu nanti aku akan terima….jebal…”serunya memohon padaku.

Entah kenapa aku luluh juga dengan permohonannya. Sungguh bodoh, apa karena aku sudah mulai menyukainya? Aisshh tidak!

Aku duduk kembali dan dia mulai bercerita.

 

Aku tidak tahu harus berkata apa begitu dia cerita semuanya, manusia setengah vampir? Apa maksudnya? Apa aku sedang masuk dunia dongeng? Tidak mungkin, dia pasti bohong. Anni, tidak ada makhluk seperti itu disini. Seruku meyakinkan hatiku.

“Kau bohong….”seruku padanya.

“Aku tidak bohong Hyo Jin-ah..aku sudah cerita semua ini..aku melakukan ini semua agar identitas kami tidak diketahui..aku merasa bersalah selama ini jadi maaf aku baru bisa cerita sekarang…”serunya lagi.

“Kau bohong Donghae-ya…”seruku lagi dan kemudian aku langsung berlari keluar dari tempat itu.

Entahlah apa yang ada dipikiranku saat ini yang jelas aku masih belum bisa menerima ceritanya, aku tidak percaya hal itu benar-benar ada. Aku berhenti di taman dan duduk disalah satu bangku disana. Aku terus memikirkan cerita Donghae dan juga cerita temanku yang pernah bilang agar aku menjauhi Donghae, apa temanku itu tahu?lalu apa yang aku akan lakukan saat sekarang ini , saat aku tahu siapa dia sebenarnya. Apa yang harus aku lakukan? Menghindarinya, tidak aku tidak bisa, aku sudah begitu terbiasa dengannya. Dia yang selalu membawakanku bunga setiap hari, mengajakku jalan-jalan, mendengarkan ceritaku tentang keluarga, tidak aku tidak bisa menghindarinya, aku sudah terbiasa dengannya, makhluk apapun dia…tapi aku masih belum percaya…dia tidak seperti vampir bagiku, dia sangat manusia. Aku terus berdebat dengan pikiranku sampai aku merasakan seseorang duduk disampingku.

“Hyo Jin-ah…”ucap Donghae.

Aku tidak berani menoleh padanya, aku takut bukan takut karena dia vampir atau makhluk apapun dia aku hanya takut mengatakan bahwa aku menerima apapun dia.

“Mianhe…jeongmal mianhe…aku tahu kau pasti takut padaku…pasti kau menganggapku monster..pembunuh…aku sudah siap menerima jika kau mengatakan itu…kenapa selama ini aku merahasiakannya darimu karena aku takut kau akan pergi dariku begitu kau  tahu siapa aku sebenarnya….aku takut kehilanganmu…”serunya.

Sekitika itu juga aku merasa apa yang aku rasakan padanya juga dirasakan olehnya, entahlah aku harus senang atau tidak yang pasti aku tahu perasaannya padaku sekarang tapi apa aku memang bisa menrimanya apapun dirinya.

“Mianhe…”ucapnya lagi.

“Anni…kau bukan monster…bagiku kau malaikatku..malaikatku yang selalu datang di pagi hari dengan senyum tulus dan bunga ditangannya dan yang selalu mendnegarkanku bercerita…memberikanku ucapan selamat tidur…membuatku tertawa…kau yang membuat hari-hariku berwarna di Seoul…kau orang pertama yang mengajakku berkenalan di Seoul..kau yang membuatku betah disini padahal kau tahu aku terpaksa kemari karena ingin menghindari orangtuaku tapi kau membuatku mencintai kota ini…karena ada malaikat sepertimu…”

“Saranghaeyo Hyo Jin-ah…”serunya memotong ucapanku dan langsung memelukku dengan erat. Aku pun membalas pelukannya.

“Sarang-Hae…”seruku sambil menujuknya dan membuat hati dengan tanganku.

Dia terkekeh melihatnya dan kembali menarikku ke dalam pelukannya.

Flashback end

 

Donghae POV

Aku baru saja selesai menyanyikan lagu itu dan melirik ke arahnya  sambil tersenyum, dia bertepuk tangan memuji penampilanku, aku berjalan menghampirinya dan kemudian menariknya untuk berdiri di dekat piano itu.

“Aku menyanyikannya untuk chonsaboda-ku…gadis pertama yang aku cintai dan akan selalu aku cintai..you’re my everything…”ucapku padanya, bisa kulihat wajahnya memerah karena malu.

Ini saat yang tepat untukku.

“Chonsaboda…disini tepat satu tahun lalu aku bertemu denganmu…bertemu denganmu bagaikan mimpi untukku…”

 

Pyeongsaeng gyeote isseulge, I do
Neol saranghaneun geol, I do

Aku menoleh ke belakang melihat siapa yang menganggu ucapanku untuk melamarnya, begitu aku menoleh aku mendapati orang-orang iseng itu sedang bernyayi bersama-sama. Apa yang mereka lakukan disini!aisshh menganggu saja!

“Omona…kalian…”seru Hyo Jin juga kaget melihat mereka yang sedang berdiri berjajaran sambil bernyanyi.

 

Neungwa biga wado akkyeojuyeonseo, I do
Neoreul jikyeojulge, my love

 

Mereka masih saha bernyanyi. Aishhh benar-benar mengacaukan semuanya! Ottohke???

“Ya!Hae..bagianmu sekarang…”seru Eunhyuk.

Aku tahu lagu itu tapikan aku tidak ingin melamarnya dengan lagu itu. Aisshh sekarang mau bagaimana lagi, aku pun terpaksa mengikutinya.

“Nawa gyeolhanhaejurae?” seruku sambil berlutu di depannya dan mengeluarkan kotak cincin itu dan membukanya menunggu dia menjawab.

Dia tersenyum sekilas kemudian.

“I do…”jawabnya membuatku benar-benar senang sekali, aku segera mengenakan cincin itu di jari manisnya, benar sangat cocok di jarinya sama seperti bayanganku dan aku pun segera memeluknya.

“Gumawo…saranghaeyo…”ucapku sambil terus memeluknya.

“Nado Hae…”jawabnya.

 

“Donghae-ya…kau benar-benar romantis…aku senang kau melamarku dengan lagu itu…aku selalu berharap akan ada orang yang melamarku dengan lagu itu…”ucap Hyo Jin begitu aku mengantarkannya sampai di depan pintu apartemennya. Aku tidak menyangka ide si kunyuk itu brilian juga, aku tidak tahu kalau Hyo Jin ingin dilamar seperti itu, hah aku berhutang pada Eunhyuk, sepertinya aku harus mengucapkan terima kasih padanya dengan mentraktirnya makan, pasti dia senang.

“Ne…sudah malam…tidurlah calon istirku…”ucapku padanya.

“Anni..aku mau kau terus memanggilku chonsaboda…”ucapnya.

Aku terkekeh pelan ternyata dia lebih senang aku panggil malaikat. Aku pun mengangguk dan mengusap kepalanya perlahan. Aku menyetuh pipinya dan mengelusnya perlahan kemudian aku mendekatkan wajahku padanya, menyentuhkan bibirku pada bibirnya. Aku melihat dia memejamkan matanya. Aku mulai melumat bibirnya lembut dan dia pun membalasnya sampai akhirnya aku melepas ciumanku.

“Tidurlah… jal jayo…”seruku lagi dan mencium keningnya.

“Sarangahae…”ucapnya sebelum masuk ke dalam.

“Nado…”jawabku dan kemudian berbalik untuk pulang rasanya malam ini aku benar-benar senang sekali, seakan bebanku selama ini terangkat semua.

 

Hari ini hari bahagiaku dan dia, jujur aku sangat gugup berdiri di depan altar ini, aku melihat hyung-hyungku dan juga dongasengku tersenyum padaku menghilangkan sedikit kegugupanku. Aku melihatnya masuk ke dalam ruangan bersama ayahnya.

Kemudian ayahnya menyerahakan tangan Hyo Jin padaku dan aku mengenggamnya dengan erat.

Kami pun mengucapkan wedding vow kami, begitu selesai, aku langsung mengecup bibirnya sekilas. Semuanya langsung bertepuk tangan melihatnya.

Hyung-hyung ku tersenyum puas padaku, aku menatap Hyo Jin yang sekarang sudah menjadi istriku.

“Kau sangat cantik…”lirihku padanya dan berhasil membuat wajahnya memerah.

Aigoo, istriku ini benar-benar cantik.

 

“Oppa tampan sekali!”seru Yong Soon begitu selesai upacara pernikahan, kami mengadakan pesta sederhana hanya orang-orang yang datang ke pernikahan kami tadi.

“Gumawo dongsaeng…tapi lihat ada yang marah tuh…”seruku menunjuk Kyu yang hanya menatapku tajam.

Dasar dongsaengku yang satu ini,tidak bisakah dia tidak cemburu pada hyung-hyungnya.

“Chukkae hyung…”ucap Kyu datar padaku.

Aku langsung merangkul bahunya dan menjitak kepalanya.

“Apa kau masih terus cemburu padaku, hah!”seruku sambil menjitak kepalanya.

“Ampun hyung…tidak…tidak…”serunya kemudian aku melepaskannya.

Dia langsung memelukku dengan erat. Dongsaeng kesayanganku.

“Donghae-ya…curang kau sudah duluan…”seru Hyuk padaku disampingnya Rae Bin.

“Chukkae Donghae-ya…”ucap Rae Bin.

“Ya!panggil aku Oppa..aku kan lebih tua darimu…”seruku sedikit kesal karena Rae Bin sama sekali tidak mau memanggilku Oppa karena dia menganggap aku dan Hyuk seumuran dan dia adalah pacar Hyuk sehingga tidak perlu memangilku Oppa. Benar-benar dia itu!

“Tidak akan…”serunya sambil tersenyum.

“Ayo…kita foto….”seru Sungmin hyung menyuruh kami berfoto bersama. Aku ingin memanggil Hyo Jin tapi tiba-tiba dia menghilang, kemana dia. Aku pun meninggalkan tempat itu dan mencarinya, aku menemukannya sedang duduk di dekat air mancur. Aku berjalan kebelakangnya dan langsung memeluknya.

“Chonsaboda…apa yang kau lakukan disini? Mereka menunggumu…”seruku sambil mencium pipinya.

“Donghae-ya…kau mengejutkanku…anni aku hanya ingin sendiri…aku merasa sekarang seperti mimpi…”ucapnya.

Aku melepaskan pelukanku dan duduk disampingnya.

“Apa kau menganggapku mimpi juga?”tanyaku padanya.

“Ah….anni…aku hanya berpikir semuanya berjalan seperti mimpi…aku tidak pernah membayangkan aku ke Korea dan bertemu denganmu lalu menikah seperti ini…”ucapnya dengan mata menerawang ke langit.

Aku menarik wajahnya untuk menatapku.

“Chonsaboda…ini bukan mimpi…mulai sekarang kita akan selalu bersama selamanya…”ucapku padanya.

Kemudian aku mencium bibirnya lembut, perlahan aku mulai menggerakan bibirku di bibirnya dan dia mulai membalasnya, dia mengalungkan tangannya dileherku dan aku terus melumat bibirnya dan merapatkan tubuhnya padaku sampai…

“EHMMM!!!”seru sebuah suara membuatku kaget. Lagi-lagi mereka mengangguku. Eunhyuk dengan tampang tanpa dosa tersenyum padaku, Hyo Jin langsung menundukan wajahnya malu karena mereka melihatnya.

“Ya!kalian menganggu saja…”seruku dengan memasang wajah kesal karena mereka selalu saja mengangguku sama seperti saat lamaran itu, yah meski berakhir bahagia tapi tetap saja awalnya aku kesal mereka mengikutiku.

Aigoo, kapan aku punya saudara yang waras?

Advertisements

3 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt After Story(Donghae)

  1. hahahha, sekarang bagian haeppa
    Aigoo~
    Sabar ya heappa, kalo punya hyung sama saeng yg rese
    Kyuppa knp jd pencemburuan gitu
    Hahah

  2. c.unyuk sneng bnget ngeganggu pasangan ikan.a . kkeke. . ga prnh biarin haeppa tenang. . hhaha..
    aduuuh . .aku ngebayangin klu yg di lamar itu aku. . . hhehe.. serasa di surga . XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s