FF: Love Is Really Hurt After Story (Eunhyuk)

 

Love Is Really Hurt

After Story

 

Eunhyuk Story

 

Eunhyuk POV

“Hyukkie-ya!”teriak Donghae di depan pintu kamarku. Aku malas membukanya, aku yakin pasti dia akan menyuruhku melakukan sesuatu, hufft aku sudah seperti pembantunya saja.

Aku kembali asyik dengan gameku tidak memikirkan Donghae yang terus saja berteriak memangil namaku dan mengetuk pintu dengan sangat kencang. Dasar anak itu, kenapa suaranya sangat kencang sekali, menganggu konsentrasiku saja.

“Hyukkie-ya!”dia kembali memanggil namaku.

Aisshh, benar-benar deh dia itu. Aku pun menghentikan semenatar permainaanku dan segera membuka pintu kamarku.

“Apa?”tayaku dengan tidak semangat, pasti sebentar lagi dia akan mengeluarkan perintahnya. Entahlah kenapa aku mau saja disuruh-suruh olehnya.

“Temani anak ini…”serunya sambil melirik ke sampingnya dan keluarlah seorang gadis sambil tersenyum senang sekali. Aisshh anak ini lagi, gerutuku dalam hati.

“Annyeong Oppa…”sapanya padaku sambil melambaikan tangannya.

Aku hanya menatapnya dengan senyum yang dipaksakan. Aku benar-benar sial hari ini.

Aku menarik Donghae ke kamarku dan menutupnya sementara gadis itu menatap kami bingung, aku menyeret Donghae dan mulai bicara.

“Kenapa dia ada disini?”tanyaku pada Donghae dengan sedikit berbisik.

“Molla…tadi Teukie hyung yang bawa..dia menyuruhku menjaganya tapi aku harus pergi hari ini…Wookie tidak mau…Sungmin hyungdan Zhoumi juga sedang pergi…”jawabnya.

Aku menghela nafas dengan berat, kenapa harus aku lagi? Wookie saja tidak mau, di thu gadis ini benar-benar sulit diatur, dia benar-benar gadis setengah vampir yang sangat menyebalkan, kenapa aku punya sepupu sepertinya? Terkahir kali dia kesini semuanya kacau, tiba-tiba dia pergi ke dunia manusia tanpa bilang-bilang dan membuat semuanya menjadi panik. Aku benar-benar tidak mau menjaganya hari ini.

“Hae-ya..kenapa harus aku?”tanyaku dengan wajah memelas berharap dia tidak akan menyuruhku untuk menjaganya.

“Hyukkie-ya..hanya kau yang bisa mengaturnya…dia sepertinya penurut sekali padamu…”ucapDonghae lagi.

Aisshh, penurut apanya, dia senang sekali mengerjaiku karena tentu aku tidak bisa marah.

“Aniyo…aku tidak mau Hae…kau bawa saja dia pergi bersamamu…”ucapku lagi.

“Andwe..dia bisa merusaka acraku dengan Hyo Jin…”serunya lagi.

Kemudian kami terdiam, berpikir jalan yang terbaik berkaitan dengan anak itu.

“Ah…bagaimana dengan Kyu dan Yong Soon?”ucapku namun Donghae menggeleng.

“Kyu dan Yong Soon sedang ke Incheon ke rumah ibunya Yong Soon dan sepertinya mereka akan menginap disana….”jawab Donghae.

Sepertinya memang harus aku yang menjaganya.

“Ara…aku yang akan menjaganya…”ucapku pada akhirnya dengan nada yang sangat sedih.

“Gumawo Hyukkie-ah…aku pergi dulu ya…”serunya kemudian berjalan ke pintu kamarku.

Gadis itu masih menatap kami bingung, Donghae langsung menghampirinya dan mendorongnya padaku.

“Hye Jin-ah…hari ini kau bermain dengan Eunhyuk Oppa ya….”ucapnya dan gadis itu hanya tersenyum sementara aku hanya bisa mengehela nafas berat, dimulailah penderitaanku.

 

Rae Bin POV

Kemana monyet itu? Kenapa dari tadi teleponku tidak dia angkatanya, hufft, dia sangat menyebalkan sekali, seharian ini sama sekali tidak menghubungiku, apa-apaan dia, lihat saja nanti akan aku marah-marahi habis-habisan dia. Aku kembali melihat layar handphoneku dengan wallpaper fotonya membuatku semakin kesal denganny, tidak biasanya seharian ini tidak memberi kabar padaku, jujur aku sebenarnya khawatir padanya, kenapa dia tidak tahu itu.

Aku menggerutu tidak jelas dikamarku sampi handphoneku berbunyi, aku segera mengambilnya berharap dia yang meneleponku tapi ternyata salah dari Hyo Jin, ah aku malas sekali mengangakatnya dan membiarkan handphoneku terus berbunyi.

“Eunhyukkie babo..kenapa sama sekali tidak menghubungiku sih!”seruku berbicara sendiri di dalam kamarku.

Apa sebaiknya aku kesana saja ya? Pikirku. Aku pun segera mengganti bajuku dan pergi ke tempatnya. Lihat saja kau Hyukkie! Seruku dalam hati.

 

Eunhyuk POV

“Oppa!!!gantiaan!”seru Hye Jin sambil merebut stik PS ku.

“Ya!kau membuatku kalah!”seruku padanya namun dia hanya menjulurkan lidahanya.

Aisshh, anak ini benar-benar menyebalkan, padahalh usianya tidak jauh dari Yong Soon tapi sifatanya benar-benar seperti anak kecil, lebih parah dibandingYong Soon.

Dia sedang asyik bermain games dengan stik PS ku di tangannya, dia benar-benar menganggu waktu main game-ku. Hufft, aku mengacak-acak rambutku frustasi dan hanya bisa melihatnya yang masih asyik bermain. Sialnya aku hari ini.

Cukup lama dia bermain, 30 menit. Kapan anak ini akan selesai? Aku sudah mulai bosan melihatnya bermain karena aku pun ingin bermain. Maka aku punya ide, aku langsung mengambil stik PS itu dari tangannya dan menyembunyikannya di belakang tubuhku.

“Oppa!!!kembalikan!!”serunya berusaha menggapai-gapai belakang tubuhku, aku tetap tidak mau memberikannya dan dia terus berusaha mengambilnya. Dasar anak kelas kepala!!

 

Rae Bin POV

Kenapa rumah sepertinya sepi sekali, aku pun melangkahkan kakiku masuk ke dalam rumah mengedarkan pandanganku mencari sosoknya, namun aku tidak melihatnya, sangat sepi sekali, ah mungkin dia ada di kamarnya sedang bermain game. Aku pun berjalan sampai ke depan pintunya, langkahku terhenti begitu mendengar ada suara di dalam.

“Oppa…ah!”seru sebuah suara, seorang gadis. Omo apa yang Hyukkie lakukan di kamar bersama seorang gadis.

Aku benar-benar semakin kesal dengannya. Dasar namja yadong!!gerutuku dalam hati. Lihat saja, kalau sampai dia berbuat sesuatu di dalam. Huh!

Aku pun segera membuka pintunya dan aku benar-benar terkejut melihat Eunhyuk bersama dengan seorang gadis yang masih muda, bukan karena itu saja aku snagat shock, Eunhyuk sedang memeluknya di atas tempat tidur dengan posisi Eunhyuk yang ada di atas gadis itu.

“Eunhyuk!!!”teriakku begitu melihatnya dan gadis itu, dia kaget melihatku dan hanya bisa terdiam melihatku yang memergokinya sedang berselingkuh. Aku benar-benar kesal dengannya, bisa-bisanya dia berselingkuh, aku sebenarnya ingin sekali memukul wajahnya itu, argghhh!

“Rae Bin-ah…”panggilnya padaku.

Aku masih menatapnya dengan pandangan membunuh, dasar Hyukkie, tega-teganya dia membuat hatiku hancur seperti ini. Aku paling tidak suka dibohongi dan sekarang dia sudah membohongiku dengan berselingkuh. Aku tidak terima Hyukkie.

“Kita putus!!!”ucapku kemudian langsung berbalik pergi dari tempat itu.

“Rae Bin-ah…jamkamman…akan aku jelaskan…”serunya berlari mengejarku, kemudian menarik tanganku. Aku mengehentakkan tangannya dengan kasar.

“Jangan ikuti aku lagi!Kita putus!!”ucapku sambil menatapnya tajam dan langsung keluar dari rumahnya.

Aku benar-benar  membencimu Hyukkie, kau tega, kau jahat padaku. Aku mengendarai mobilku pergi dari rumah itu dengan perasaan kacau. Aku benar-benar membencimu.

“Dasar monyet!!”seruku mengeluarkan semua kekesalanku.

 

Eunhyuk POV

Aisshh, Ottohke? Kenapa jadi seperti ini? Gara-gara anak ini lagi, aku benar-benar selalu sial dekat dengan gadis ini, aku hanya bisa menatap Rae Bin yang sudah pergi, padahal minggu depan aku ingin melamarnya, gagal sudah kalau begini, jangan sampai hubunganku berakhir seperti ini.

“Mianhe Oppa…Rae Bin Onnie jadi marah pada Oppa…”ucap Hye Jin yang melihatku dari ambang pintu kamarku.

Aku menoleh padanya dan tersenyum.

“Gwenchana..”jawabku singkat.

Baik-baik saja bagaimana? Hubunganku benar-benar sangat kritis saat ini. Apa yang harus aku lakukan? Aku juga tidak bisa menyalahkan Hye Jin.

Aku harus menjelaskan pada Rae Bin, aku pun segera mengambil handphoneku dan meneleponnya.

 

Rae Bin POV

Aku merasa hanphoneku bergetar di tasku, aku pun segera memberhentikan mobilku  di salah satu taman, aku langsung merogoh tasku dan mencari hanohoneku, aku menghela nafas begitu melihat siapa yang meneleponku, Eunhyuk, mau apa lagi dia? Menjelaskan? Tidak perlu, aku tidak mau mendengar penjelasannya.

Aku membiarkan  Handphoneku terus berbunyi di tasku, aku tidak mau bicara dengannya dulu, kenapa aku harus diselingkuhi untuk kedua kalinya seperti ini, sialnya aku. Aku merebahkan kepalaku dan menatap lurus ke depan, ke taman yang ramai oleh orang-orang di sore hari ini. Berkali-kali aku menghela nafasku.

Aku ingin menangis tapi entahlah aku bukan tipe gadis yang gampang menangis, sekarang aku malah ingin memukul wajah monyet itu. Kenapa aku bisa suka pada makhluk itu? Dibilang manusia bukan, dibilang vampir juga bukan, kenapa aku bisa menyukainya bahkan mencintainya sampai seperti ini, tidak ada yang istimewa darinya, tampan? Tidak. Baik? Biasa saja. Perhatiaan? Tidak malah aku yang lebih perhatiaan padanya. Ah sepertinya otakku benar-benar sudah error saat menerimanya menjai namjachinguku.

Pikiranku melayang disaat pertama kali aku bertemu dengannya.

Flashback

“Rae Bin-ah…mau berenang tidak?”tanya temanku. Aku yang masih bergelung dengan selimut karena masih sangat mengantuk baru sampai di Seoul dari Incheon langsung diajak berpesta semalaman dan sekarang aku sangat mengantuk, bisa-bisanya mereka sudah segar di pagi ini dan malah ingin berenang.

“Anni…aku mengantuk…”jawabku singkat dan kembali menarik selimut menutupi tubuhku dan memejamkan mataku lagi.

Namun temanku langsung menarik selimutku.

“Ya!bagunlah!kita berenang!”serunya kemudian menarikku bangkit dari tempat tidur, aku pun terpaksa mengikuti keinginannya.

Dia menyeretku berjalan dan mendorongku ke dalam kamar mandi.

 

Kami menginap di sebuah hotel. Temanku ini ingin sekali liburan di Seoul makanya dia mengajakku pergi, aku menerimanya saja, asalkan gratis. Aku sudah mengenakan bajur renangku tapi aku sama sekali tidak tertarik untuk berenang dan lebih memilih duduk di pinggir kolam renang menikmati sinar matahari sementara temanku sedang berenang.

Aku mengamati sekelilingku dan mendapati seseorang sedang berjemur, aku mengamati orang itu, aneh sekali, kulitnya pucat sekali mungkin alasan itu yang membuatnya ingin berjemur, agar kulitnya sedikit gelap, pikirku. Aisshh Rae Bin kenapa kau jadi suka mengomentari orang, seruku pada diriku sendiri yang tanpa sadar terus menata ke arah namja itu. Ternyata ada seorang namja lagi disana dan dia sedang melihat ke arahku, Omo gawat nanti dipikirnya aku sedang menatapnya lagi, aku segera mengalihkan pandanganku. Namja itu aneh sekali di kolam renang dengan pakaian sangat lengkap, apa dia tidak bisa terkena sinar matahri, seperti vampir saja. Aisshh ini pasti gara-gara aku sering membaca cerita vampir.

“Rae Bin-ah..”seru temanku menepuk bahuku membuatku tersadar dari lamunanku.

“De?”tanyaku.

“Kenapa melamun?”tanyanya.

“Ah anni…aku hanya…aku mau kesana dulu ya…”ucapku pada temanku.

Aku pun segera pergi dari tempat dudukku dan memperhatikan kolam renang ini cukup ramai juga disaat seperti ini.

Di depan aku melihat  dua namja aneh tadi, entah kenapa pikiran bahwa mereka vampir kembali masuk dalam pikiranku, aisshh babo, apa ini karena aku sangat terobsesi dengan Edward Cullen. Anni! Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan mempercepat langkahku, namun sialnya, sisi kolam renang yang sangat licin membuatku terpelesat.

“Aaaaa!”seruku karena merasa sebentar lagi aku pasti akan jatuh dan merasakan sakit namun tiba-tiba aku merasakan ada  sebuah tangan yang menahanku.

Saat aku melihat orang yang menolongku ternyata wajahnya hanya beberapa senti saja dari wajahku.

PLAKK

Aku pun segera menampar wajahnya.

“Ya!dasar namja mesum!”seruku padanya.

“MWO!!!aku hanya menolongmu!”serunya sambil mengusap-usap pipinya yang aku tampar.

Omo itukan namja yang aku bilang seperti vampir saja karena di kolam renang dia memakai pakaian yang sangat lengkap.

“Eunhyuk-ah…ada apa?”tanya namja yang berkulit pucat tadi pada namja di depanku ini yang ternyata bernama Eunhyuk.

“Ini hae…gadis ini sudah aku tolong malah marah-marah padaku…”ucap namja itu pada namja yang dipanggilnya Hae dan melirik tajam ke arahku.

“Ya!temanmu ini mau berbuat sesuatu padaku!”ucapku tidak mau kalah.

“Ya!enak saja…aku hanya ingin menolongmu!lagipula aku tidak nafsu dengan yeoja galak sepertimu!”serunya lagi.

“Mwo?!”seruku sambil menunjuknya.

“Aisshh…sudahlah Eunhyukkie…”seru namja yang bernama Hae pada Eunhyuk.

“Maafkan temanku ini…”ucap Hae sambil membungkuk.

“Ya..Donghae-ya…kenapa kita yang minta maaf..dia yang sudah menunduhku macam-macam…”ucap namja bernama Eunhyuk.

“Sudahlah Hyukkie…permisi ya…”ucapnya padaku dan kemudian menarik namja bernama Eunhyuk itu pergi, aku bisa melihat namja itu masih menatap tajam padaku. Hufft, dasar namja aneh.

Flashback end

 

Aku tersenyum sendiri mengingat kejadiaan itu, bisa-bisanya saat itu aku menuduhnya seperti itu. Aku masih ingat ekspresi kagetnya saat itu. Lucu sekali. Ya!kenapa aku malah memujinya bukannya aku sedang kesal padanya. Aisshh, otakku benar-benar sudah error.

Ah Hyukkie!aku benar-benar sudah gila karenanya. Sejak tadi handphoneku terus berbunyi tanpa aku angkat karena aku tahu pasti dia yang meneleponku, aku mengambil Hpku di kursi samping dan melihat 20 missed call, semuanya darinya. Rasakan itu Hyukkie.

Eunhyuk POV

Tidak diangkat juga. Dia benar-benar marah padaku. Aku tidak mau hubunganku dengannya berakhir, padalah tinggal sedikit lagi dia akan menjadi milikku. Aku pun berinisiatif menelepon Donghae memintanya menghubungi Rae Bin untuk tahu dia ada dimana dan aku akan kesana untuk menjelaskan padanya.

“Donghae-ya…jebal..”seruku memohon padanya di telepon.

“Kalian bertengkar lagi!aigoo…”seru Donghae.

“Jebal Donghae-ya…telepon dia…aku yakin dia pasti akan mengangkat teleponmu…”ucapku lagi.

Dia terdiam cukup lama, aku semakin tidak sabar dengan keputusannya.

“Arasso..akan kutelepon dia…kau harus jelaskan padanya…”serunya lagi.

“Ne..gumawo Donghae-ya…”seruku mengucapkan terima kasih padanya.

Pokoknya aku harus segera menjelaskan semuanya padanya, aku tidak mau hubunganku berakhir. Hanya dia satu-satunya gadis yang aku cintai untuk pertama kalinya dan hanya dia yang mau menerimaku apa adanya, meski aku adalah makhluk seperti ini. Aku kembali mengingat saat pertama kali dia tahu aku adalah manusia setengah vampir, saat itu kami masih bisa dibilang musuh karena kejadiaan di kolam renang itu, namun entah kenapa aku senang bisa bertengkar dengannya. Dia sama sekali tidak takut ataupun menghindariku saat itu.

Flashback.

Memakain pakaian seperti ini benar-benar tidak mengenakkan, aku pun melepaskan jaketku dan merasakan sinar matahari yang sudah lama tidak aku rasakan karena Donghae selalu saja mengajakku ke hotel untuk bertemu dengan Hyo Jin, aku memang sudah seperti pembantunya.

Kilauan tubuhku menyinari dinding, untung tidak ada orang disini, bisa-bisa mereka lari ketakutan. Ah sinar matahari memang sangat menyenangkan.

“Omona…siapa kau?”seru sebuah suara mengagetkanku, aku menoleh dan menadapati gadis itu sedang menatapku dengan heran. Aisshh, kenapa ada gadis yang bernama Rae Bin itu.

Aku segera menariknya ke belakang gedung.

“Ya!apa yang mau kau lakukan?”serunya.

Aku membekap mulutnya agar dia, dia berusaha melepaskan tanganku yang membekap mulutnya, begitu melihat tidak ada siapapun disitu, aku pun melepaskan tanganku dari mulutnya.

“Ya!apa yang kau lakukan?”serunya sambil menatapku tajam.

“Ngapain kau kesini?”tanyaku.

“Kau tidak menjawab pertanyaanku..aku tidak akan menjawab pertanyaanmu…”serunya.

“Kau melihatku…”ucapku.

“Bersinar karena terkena sinar matahari…seeprti vampir…”ucapnya yang membuatku langsung terbelalak kaget, aigoo, apa dia tahu? Bagaimana dia tahu? Ottohke??

“Ternyata novel itu benar ya…”gumamnya sepertinya pada dirinya sendiri.

“Mwo?”tanyaku.

“Anni…kau vampir ya??ah aku memang sudah curiga sejak awal…”ucapnya semakin membuatku kaget. Kenapa dia bisa tahu???

 

Gadis itu mendengarkan ceritaku dengan seksama, akhirnya aku bercerita juga padanya habisnyaia sudah terlanjur tahu daripada dia bilang pada orang-orang lebih baik aku menceritakan yang sebenarnya padanya dan menyuruhnya tutup mulut, dia sama sekali tidak terlihat takut malah sangat antusias, benar-benar gadis aneh.

“Kau tidak takut?”tanyaku.

“Anni…untuk apa…kau akan membunuhku?menurutmu kau tidak suka minum darah manusiakan…untuk apa takut…”jawabnya.

Benar-benar gadis ini, sama sekali tidak takut. Aigoo!

“Tapi aku kecewa…aku pikir vampir atau manusia setengah vampir itu tampan ternyata mitos itu bohong…kau tidak tampak seperti Edward Cullen sangat jauh….”ucapnya.

“Mwo?!enak saja…aku lebih tampan dari tokoh khayalanmu itu…”ucapku.

“Mengaca dulu baru bicara…”serunya lagi.

Gadis ini benar-benar snagat menyebalkan.

“Ya sudah…ingat jangan ada yang tahu…”ucapku memperingatkannya.

“Ne…arasso…”jawabnya dengan cuek.

Flashback end.

 

Sejak saat itu, kami lebih sering bertemu lagi, entahlah aku merasa sangat nyambung jika berbicara dengannya dan sejak saat itu kami mulai dekat.

Rae Bin-ah..ijinkan aku menjelaskannya padamu? Seruku  dalam hati masih menunggu telepon dari Donghae.

 

Rae Bin POV

Handphoneku kembali berbunyi namun kali ini dari Donghae, aku pun mengangkatnya karena aku tahu pasti ini Hyo Jin Onnie, dia pasti marah karena tadi aku tidak mengangkat teleponnya, yah sepertinya aku juga butuh orang untuk diajak bercerita maka aku pun mengangkat teleponnya.

“Rae Bin-ah…”seru Donghae.

Aisshh aku pikir itu Hyo Jin Onnie.

“Wae?”tanyaku malas, jangan-jangan dia sudah tahu soal aku dan Eunhyuk karena aku yakin si monyet itu pasti langsung bercerita pada pasangannya ini.

“Kau dimana?”tanyanya.

“Taman.”jawabku singkat. Kenapa dia menanyakanku dimana.

“Kau sedang bertengkar dengan Eunhyuk?”tanyanya lagi.

Tuh kan benar, dia sudah tahu pasti dari kunyuk itu. Kenapa dia selalu saja bercerita masalah hubungannya dengan soulmatenya ini.

“Anni…kami sudah putus!”seruku kemudian langsung menutup teleponnya, malas mendengar Donghae pasti akan membujukku mendengrkan penjelasan Eunhyuk. Aku kembali menaruh handphoneku di kursi samping menatap lurus ke depan.

Hubunganku dengan Eunhyuk memang baru 6 bulan dan jujur aku sudah merasa sangat cocok dengannya, aku sebenarnay iri melihat Hyo Jin Onnie yang sudah menikah dengan Donghae dan Yong Soon yang memang sudah menikah lebih dulu dengan Kyu, sedangkan Eunhyuk kapan coba dia akan melamarku, aku tahu kami baru 6 bulan tapi Yoon Yang saja yang baru kenal dengan Yesung Oppa selama 5 bulan sudah menikah, bahkan mereka sama sekali tidak melewti masa pacaran ulu. Hufft, dia memang payah! Apa dia memang sengaja! Dasar Eunhyuk!!! Kenapa dulu aku mau menjadi yeojachingunya T.T

 

Flashback

“Lepaskan aku!”seruku pada seorang namja di depanku, mantan pacarku. Dia memintaku kembali padanya tapi aku tidak mau dan dia terus saja memaksaku.

“Maafkan aku!”ucapnya lagi.

“Andwe!lepaksan aku!”seruku berusaha melepaskan tangannya yang mencengkram erat pergelangan tangaku, membuatku sakit.

Dia menarik tanganku masuk ke sebuah lorong, aku berusaha melepaskan tangannya namun dia begitu kuat.

“Kumohon!lepaskan aku!”seruku memohon padanya namun dia tidak menggubrisnya.

“Kau tiak bisa lepas dariku!”ucapnya lagi.

Aku takut dia akan melakukan sesuatu padaku.

“Biarkan aku pergi!”seruku lagi namun tiba-tiba dia mendorong tubuhku ke dinding dan mendekatiku.

Aku semakin ketakutan, aku takut dia akan melakukan sesuatu yang buruk padaku. Ottohke.?

“Apa yang kau lakukan?!”seru seorang namja yang sangat aku kenal karena sudah beberapa bulan ini aku dekat dengannya.

“Siapa kau?”tanya mantan pacarku itu.

Dia menarik tanganku dan merangkul tubuhku.

“Dia gadisku…jangan dekati dia lagi!dia milikku sekarang!”ucap Eunhyuk dengan ekpresi yang sangat tenang, entah kenapa saat dia bilang seperti itu muncul sebuah perasaan senang dalam hatiku meski aku tahu mungkin dia melakukannya untuk menolongku namun tidak bisa kupungkiri aku senang.

“Ayo pergi!”seru Eunhyuk kemudian langsung menarikku pergi dari tempat itu.

 

“Kau baik-baik saja?”tanya Eunhyuk memecah keheningan diantara kami karena kejadiaan tadi, sejak tadi kami hanya lebih banyak diam. Aku diam bukan karena memikirkan kejadiaan tadi tapi karena hatiku saat ini benar-benar tidak karuan, apa ini karenanya?

“Ah..ne..gwen..”

Tiba-tiba aku merasakan menyandung sesuatu dan membuatku langsung terjatuh.

“Ya!kau baik-baik saja?”tanya Eunhyuk sambil membantuku berdiri.

“Ne…ne…”seruku.

Namun aku merasakan lutuku perih sekali dan begitu aku melihatnya. Omo lututku berdarah, aku langsung menatapEunhyuk yang juga melihat lukaku. Omo apa dia akan tergiur melihat darahku. Aku melihatnya memasang ekspresi sangat datar dan berusaha tenang tapi aku tahu tidak dengan perasaannya.

“Ayo aku obati..”serunya.

“Anni…tidak usah…nanti saja di apartemenku…aku pulang…”ucapku tidak mau merepotkannya.

Aku berusaha berjalan kepinggir jalan untuk mencari taksi agar aku bisa pulang namun, kakiku sangat perih sekali membuatku tidak bisa berjalan dengan benar dan aku pun kembali terjatuh namun kali ini Eunhyuk langsung menangkapku.

“Aku antar…”serunya sambil memelukku.

Omo. Kenapa jantungku berdebar-debar seperti ini. Ottohke?

 

“Ahh…sakit!!pelan-pelan!babo!”seruku begitu dia mengoleskan alkohol pada lukaku.

“Ya!kau malah memanggilku babo…aku sudah menolongmu tau!”serunya.

Dia terus saja menempelkan kapas yang telah basah oleh alkohol itu ke lukaku namun kali ini setiap dia menempelkannya dia akan selalu meniup lukaku begitu dia melepas kapasnya. Aigoo, pasti mukaku sudah memerah saat ini. Dia begitu tenang sekali melakukannya seakan tidak terganggu dengan darahku, apa benar-benar dia sudah kebal dengan darah ya?

“Ya!selesai…”serunya sambil terseyum dan memperlihatkan gummy smilenya itu. Aigoo, kenapa aku jadi tersihir oleh senyum gusinya itu.

“Ah..ne…”ucapku sedikit gugup.

“Ya!berterima kasihlah padaku”serunya sambil memanyunkan bibirnya.

“Ne..gumawo…”ucapku.

Kemudian dia duduk di sampingku dan kami kembali terdiam, kenapa suasananya jadi canggung seperti ini sih. Pikirku.

“Dia mantan pacarmu?”tanyanya tiba-tibayang membuatku menoleh padanya yang sedang menatap lurus ke depan.

“Ne…”jawabku singkat.

“Kenapa kalian putus?”tanyanya lagi masih sambil menatap lurus ke depan.

“Dia berselingkuh dengan sahabatku…”jawabku singkat kembali malas membahasnya, kenapa dia bertanya tentang mantanku sih?

“Apa dia cinta pertamamu?”tanyanya lagi.

Aishh, kenapa namja ini terus saja bertanya hal-hal tidak penting seperti itu, sudah tahu aku sedang berusaha melupakan namja itu karena dia cinta pertmaku.

“Ne…dia cinta pertamaku dan pacar pertamaku…seikit berat melepasnya…”ucapku sedikit curhat padanya.

“Kau masih mencintainya?”tanyanya membuatku kembali menoleh padanya dan ternyata saat itu juga dia sedang menoleh padaku. Omo matanya langsung menatap ke dalam mataku seakan mencari jawaban atas pertanyaannya tadi.

“Anni…aku membencinya malah…”jawabku sambil menglihkan pandanganku dari mata hijaunya agar dia tidak tahu kalau aku benar-benar gugup saat ini.

Dia menghela nafasnya. Kenapa dia?

“Ya!kenapa dari tadi menanyakan hal pribadiku…sekarang giliran aku yang tanya…kau pernah pacaran dengan manusia sebelumnya?”tanyaku.

Entah kenapa pertanyaan itu langsung meluncur dari mulutku, mungkin karena aku terlalu penasaran dengan sikapnya yang sangat tenang denganku, apa mungkin sebelumnya dia pernah berhubungan dengan manusia biasa?

“Anni..aku belum pernah pacaran dengan manusia atau vampir sekalipun…”ucapnya singkat.

Entah kenapa aku menjadi lega mendengar jawabannya. Apa Rae Bin, apa yang kau pikirkan? Seruku pada diriku.

“Jeongmal? Mana mungkin? Berapa umurmu? Dan berapa lama kau sudah hidup…masa kau belum pernah pacaran? Kau bohong ya?masa otak yadong sepertimu belum pernah pacaran?”seruku lagi. Entah kenapa aku ingin memastikannya lagi.

Dia menatapku tajam.

“Ya!siapa yang bilang aku yadong?”tanyanya.

Aku hanya bisa nyengir, aku tahu itu dari Donghae yang pernah bercerita tentangnya.

“Donghae…”jawabku.

“Jangan percaya”serunya singkat.

Dia kembali diam, apa dia marah? Pikirku.

“Ya!kau marah?”tanyaku sambil menarik-narik lengan bajunya.

“Anni..aku mau pulang…”jawabnya sambil berdiri.

Yah dia benar marah, dia hendak berjalan pergi, aku pun berusaha menahan tangannya namun ternyata lukaku masih sakit dan membuatku kembali kehilangan keseimbanganku dan malah menarik bajunya membuatnya terjatuh bersamaku ke atas sofa ruang tamuku.

Aku merasakan sesuatu yang dingin menyentuh bibirku, begitu aku sadar ternyata Eunhyuk jatuh tepat di atas tubuhku dan bibirnya tepat mengenai bibirku, entah kenapa saat itu aku hanya bisa terdiam, Eunhyuk awalnya terlihat kaget namun dia tetap diam saja dengan posisi kami yang seperti ini, bukannya melepas ciuman tidak sengaja ini dia malah mulai menekan bibirku. Bibirnya mulai bergerak melumat bibirku, memancingku untuk membalasnya dan mungkin aku sudah dikuasai perasaanku, aku malah membalasnya.Ciuman kami semakin lama semakin panas dan dalam dan dia mulai berpindah dari bibirku ke leher, mengecupnya perlahan.

“Mianhe…”tiba-tiba dia melepaskan ciumannya dan menarikku untuk bangun. Aku melihat wajahnya memerah sedangkan aku merasa wajahku sudah memanas.

Kemudian kami malah terdiam. Ottohke apa yang harus aku ucapkan.

“Mianhe…aku terbawa perasaan…a..ku…saranghae Rae Bin-ah…”ucapnya dengan menundukan wajahnya.

Aku benar-benar kaget saat dia mengatakannya. Omo ternyata dia memiliki perasaan yang sama denganku. Entah kenapa tiba-tiba saja aku langsung memeluknya, dia seikit kaget awalnya namun tetap menerimanya.

“Nado…”ucapku.

Flashback End

 

Sepertinya aku memang tidak bisa marah padanya, aku tidak bisa lepas darinya, aku begitu mencintainya meski dia tidak sadar dan selalu menganggapku kasar karena aku lebih sering memanfaatkannya karena memang aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku padanya seperti Hyo Jin pada Donghae atau Yoon Yang padaYesung Oppa, beginilah aku.

Aku merasa menyesal kenapa tadi tidak mendengar penjelasannya dulu,aku harusnya tahu dia tidak mungkin selingkuh, dia bukan orang yang seperti itu. apa dia sekarang benar-benar menganggap kami putus, andwe!tapi aku juga tidak mau meneleponnya dulu, aku gengsi.

 

Eunhyuk POV

“Ah…gumawo Hae..”aku pun segera menutup teleponku dan segera menyambar jaketku,aku akan segera menemuinya dan menjelaskan semuanya.

Aku melihat mobilnya masih terparkir di dekat taman, aku pun segera turun dan berjaln menuju mobilnya.

Aku mengetuk kacanya dan dia kaget melihatku datang. Aku mencoba tersenyum padanya namun dia tidak membalasnya, benar dia sangat marah.

Dia menurunkankaca mobilnya.

“Wae?”tanyanya ketus.

“Bisa bicara sebentar…tidak akan lama kumohon…”seruku memasang wajah memelas.

Akhirnya dia pun mau kleuar. Dia berdiri beberapa meter di depanku dan menatapku tajam.

“Mianhe..jeongmal mianhe…tadi itu Hye Jin…dia sepupuku..aku dan dia sedang bermain tadi…sumpah aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya…kumohon Rae Bin-ah..aku tidak mau putus denganmu…”ucapku dengan wajah memohon.

Tiba-tiba dia berjalan menghampiriku dan langsung memelukku.

“Aku yang harunya minta maaf…harusnya aku percaya padamu…”ucapnya sambil terus memelukku dan aku pun membalas pelukannya.

Ah syukurlah dia bisa mengerti.

 

Rae Bin POV

“Hyukkie-ya…aku ingin seperti Yoon Yang dan Hyo Jin Onnie yang sudah menikah…kapan kau akan melamarku?”tanyaku padanya.

“Tenang saja..aku pasti akan melamarmu…”jawab Eunhyuk sambil memainkan rambutku karena aku sedang merebahkan kepalaku di bahunya dan menikmati suasan malam di taman ini.

“Kapan?”tanyaku tidak sabardan dia hanya terkekeh, sungguh menyebalkan, tidak peka sekali dia.

Aku langsung melepaskan rangkulannya dan aku pun berdiri memunggunginya. Kenapa sih dia tidak melamarku? Apa dia tiak serius denganku.

Love, oh baby my girl
Geudan naui jeonbu neunbu shige areumdaun
Naui shinbu shini jushin seonmul
Haengbokhangayo geudaeui kkaman neuneseo nunmuri heureujyo
Kkaman meori pappuri dwol ddaekkajido
Naui sarang naui geudae saranghal deoseul na maengsehalgeyo

Tiba-tiba aku mendengarnya menyanyi..anni bukan tapi rap. Aku merasa tersanjung dengan lagu yang dia nyanyikan tapi aku tidak mau langsung menerima permintaan maafnya ini dan tetap membelakanginya. Tiba-tiba dia memelukku dari belakang.

“Would you marry me?”ucapnya di telingaku.

Aku langsung berbalik dan menatapnya, ah aku sungguh sangat mencintaimu Hyukkie.

“I do…”ucapku mantap.

Kemudian dia langsung menyapukan bibirnya pada bibirku.

 

Beberapa hari kemudia Eunhyuk melamarku secara resmi, dia datang ke rumah orang tuaku.

“Eunhyukkie…kau serius ingin menikahi anakku?”tanya appaku.

“Ne..ahjussi…”jawab Eunhyuk dengan wajah yang sangat tenang, dia selalu bisa mengendalikan perasaannya.

“Ara…Rae Bin sudah sering bercerita tentangmu dan aku tahu kau pria yang baik untuk Rae Bin…aku merestui kalian…”ucap ayahku sambil tersenyum, aku pun segera memeluk ayahku.

“Gumawo..Appa…”ucapku.

“Gamsahamnida…ahjussi…”seru Eunhyuk sambil tersenyum dan membungkuk.

“Rae Bin-ah…apa tidak yang lebih tampan?”seru Appaku tiba-tiba membuat Eunhyuk langsung terkejut.

“Appa!!”ucapku pada ayah dan ayahku hanya tersenyum, ah dia masih saja suka bercanda.

“Hanya bercanda Rae Bin-ah…”ucap ayahku sambil merangkulku.

Aku melihat Eunhyuk sedikit lega, kenapa dia harus takut aku tidak akan menyukainya karena dia tidak setampan Edward Cullen tapi bagiku dia Eward Cullen-ku.

 

Eunhyuk POV

Dia istriku sekarang. Rae Bin. Aigoo, aku tidak pernah menyangkangnya. Dia sedang berkumpul bersama saudara-saudaraku sebelum kami akan pergi berbulan madu. Aku pun menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

“Hyukkie-ya…masih ada saudara-saudaramu tau!”serunya memukul bahuku.

“Tidak apa noona…segeralah menyusul kami…”seru Kyu sambil menatap Yong Soon dan mulai mendektkan wajahnya pada Yong Soon namun kembali Yong Soon mendorong Kyu menjauh dan Yong Soon langsung berlari ke kamar mandi.

Kami pun tertawa melihatnya, Yong Soon memang aneh sekali.

“Ya!Kyu sepertinya kau harus puasa untuk tidak mencium Yong Soon setidaknya sampai bayi itu tidak rewel lagi…malang sekali nasib calon ayah ini…”seru Donghae pada Kyu, sementara Kyu hanya menatap tajam Donghae.

Memang kasihan sekali anak ini.

Aku menatap Rae Bin yang hanya tersenyum, aku benar-benar sudah memilikinya. Sekarang aku tidak iri lagi melihat hyung dan dongsaengku dengan pasangannya masing-masing karena aku sudah memiliki Rae Bin.

 

Rae Bin POV

“Kau membawaku kemana?”tanyaku begitu kami sampai disuatu tempat yangsnagat aneh.

“Rumah korea tradisional…dimana ini?”tanyaku lagi.

Namun lagi-lagi dia hanya menjawabnya dengan senyuman dan menunjukan kamarnya padaku.

“Ya!Mr. Gummy Smile…kemana kau membawaku?jangan berbuat macam-macam padaku!”seruku sambil memperhatikan detail kamar ini berusaha menebak dimana ini.

Dia berjalan dibelangkangku.

“Aku kan suamimu sekarang…aku boleh melakukan apapun padamu…”ucapnya yang tiba-tiba sudah ada disampingku.

“Enak..”belum selesai aku mengucapkan kata-katanya bibirnya telah membungkam bibirku terlebih dahulu.

Aku tenggelam dalam ciumannya yang semakin panas dan dalam, dia merapatkan tubuhku padanya dan dia tetap melumat bibirku dengan ganas. Dia menjatuhkanku ke atas tempat tidur dengan bibirnya yang tetap membungkam bibirku.

“Eunhyuk-ah jangan sekarang…”ucapku begitu dia melepaskan ciumannya memberiku kesempatan untuk bernafas setelah ciumannya yang sangat panas itu.

“Wae?kau takut?”tanyanya sambil menatapku, wajahnya yang hanya beberapa senti saja dari wajahku membuatku sulit berkonsentrasi.

“Anni…hanya..sa..”kembali belum selesai aku berbicara dia kembali menyerangku dengan ciumannya itu. Kini lebih dalam dan panas karena tangannya mulai meraba-raba bagian tubuhku mencari bagian tersensitifku. Dia membuka kemejaku dan mengelus perutku.

“Eunhyuk..ahhh…”desahku, dia kembali melakukannya.

Dia membekap mulutku dengan bibirnya menghentikan desahanku.  Tangannya mulai melepas kausnya dengan tetap melumat bibirku. Kemudian dia kembali mengelus perutku membuatku kembali mendesah.

“Eunhyuk..ahh..”desahku kembali, sepertinya aku menginginkannya sekarang.

“Sekarang?”bisiknya di telingaku.

Aku hanya bisa mengangguk lemah karena aku sudah tidak sanggup lagi menahan perasaan ini.

“Saranghae…”lirihnya di telingaku kemudian mengecup leherku.

Aku meraskan rasa sakit yang teramat sangat, tanganku yang memeluk leher Eunhyuk memeluknya semakin erat berusaha menahan rasa sakit ini. Aku meringis merasakan rasa sakit ini. Cukup lama sampai aku merasakan aku sangat lelah dan kulihat Eunhyuk hanya tersenyum padaku, aku benar-benar sangat lelah, mataku terpejam namun aku masih merasakan Eunhyuk mengecup bibirku singkat.

“Gumawo jagi…”ucapnya sebelum aku benar-benar tidak merasakan apapun.

 

 

Matahari masuk menghangatkan tubuhku, aku terbangun karena merasakan hangatnya sinanr itu. Aku menengok ke samping. Eunhyuk masih tertidur pulas, sangat pulas malah, wajahnya polos sekali. Aku tersenyum sendiri memperhatikan wajahnya.

“Edward Cullen-ku…”lirihku memanggilnya untuk bangun.

Dia terkekeh mendengarku memangillnya seperti itu, dia membuka matanya dan menatapku.

“Jadi sekarang aku setampan Edward Cullen?”tanyanya.

“Ya! Siapa yang bilang kau setampan Edward Cullen…andwe…”ucapku lagi.

Dia mengembungkan pipinya kesal dengan jawabanku, aku senang membuatnya cemburu dengan tokoh khayalan itu.

“Ani….jagiya…kau yang paling tampan..tampan…tampan…”seruku sambil mengelus wajahnya perlahan.

“Kau memanggilku jagi…ini pertama kalinya…”seru Eunhyuk tersenyum senang.

Ya ini memang pertama kalinya aku memanggilnya Jagi, selama kami pacaran aku sama sekali tidak pernah memanggilnya seperti itu tapi mulai sekarang aku akan selalu memanggilnya seperti itu karena aku adalah miliknya selamanya.

 

 

 

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt After Story (Eunhyuk)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s