FF: Love Is Really Hurt After Story (Changmin)

Love Is Really Hurt

After  Story

 

Changmin

 

“Wah sebentar lagi kita akan mempunyai keponakan…”seru Jaejoong hyung begitu mendengar cerita dariYunho hyung.

Aku hanya diam tidak bisa berkomentar apapun, sakit jelas saja, hatiku sangat sakit. Aku tahu aku harus melupakannya dan tidak pernah mengharapkannya lagi apalagi setelah aku mengetahui hal ini. Aku benar-benar merasa kalau aku memang sudah tidak akan bisa mendapatkannya lagi, dia milik Kyuhyun sekarang, dia yang memenangkan Yong Soon.

Tapi kembali sekeras apapun aku berusaha melupakannya terasa sangat sulit, dia sahabatku dan dia cinta pertamaku, mungkin itu yang membuatnya sulit. Aku tidak pernah menyukai gadis manapun seumur hidupku hanya dia seorang.

“Gwenchanayo?”tanya Junsu hyung sambil menepuk bahuku, aku mengangguk dan berusaha tersenyum, meski dengan senyum yang dipaksakan.

Memang Junsu hyung sangat mengetahui perasaanku, meski aku dan dia sering sekali bertengkar tapi tidak menyangka ternyata dia lebih mengerti perasaanku dibanding hyung-hyungku yang lain, seperti saat ini dia menanyakan keadaanku menengar berita itu, aku pun berusaha tegar, aku tidak mau menunjukan pada mereka bahwa aku masih memiliki perasaan pada Yong Soon.

Semua hyungku kini menatapku.

“Ya!hyung…waeyo? aku baik-baik saja…aku turut senang mendengarnya…”ucapku sambil tersenyum, aku tahu mereka mengkhawatirkanku.

Aku melihat mereka masih menatapku heran, aku pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku dan berbalik ingin kembali ke kemaraku namun aku melihat Yunho hyung menatapku dengan wajah cemas. Ah hyung, aku bik-baik saja. Ucapku dalam hati dan kemudian masuk ke dalam kamarku.

Aku berjalan menuju meja belajarku menatap barisan fotoku dan Yong Soon sejak kami masih kecil, apa dia sudah lupa padaku? Selama ini aku tidak pernah bertemu lagi dengannya, aku yang sebenarnya tidak ingin bertemu dengannya lagi karena sepertinya dia sangat bahagia dengan Kyu.

“Bogoshipo Yong Soon-ah…”ucapku sambil mengambil sebuah bingkai foto yang berisi fotoku dan Yong Soon yang sedang bermain salju saat kami masih SMP.

Aku benar-benar tidak bisa melupakanmu Yong Soon-ah, aku tidak bisa mencintai gadis lain. Ottohke?

 

Hari minggu yang sangat membosankan, hyung-hyungku pergi liburan sementara aku ditinggal sendiri karena aku memang tidak ingin ikut, aku ingin dirumah saja, aku sedang tidak semangat untuk berlibur.

“Kau yakin tidak mau ikut?”tanyaYunho hyung lagi padaku.

“Annyong…..aku mau di rumah saja…”ucapku singkat.

“Ya!tidak ada yang bisa kuajak bertengkar nih!”seru Junsu hyung yang baru keluar dari kamarnya membawa tas yang cukup besar lalu merangkul leherku dan mengacak-acak rambutku.

Aku berusaha melepaskannya dan memukul bahunya sengaja.

“Changmin-ah!sakit tau!”serunya sambil mengusap bahunya dan aku hanya terkekeh melihatnya.

“Kajja!!”seru Yoochun hyung dari luar rumah.

Junsu hyung langsung membawa barang-barangnya keluar, aku mengantar mereka sampai ke pintu.

“Kau yakin tidak mau ikut?”tanya Yunho hyung lagi dengan wajah penuh kekhawatiran, memangnya aku akan bunuh diri karena Yong Soon, mereka ini.

“Ne..aku mau dirumah..”ucapku singkat.

“Changmin-ah….cari gadis lain untuk dipikirkan…”seru Junsu hyung sambil tersenyum meledek padaku.

Aku hanya menanggapainya dengan senyuman tipis, bagaimana bisa aku mencari gadis lain untuk dipikirkan sedangkan hatiku masih dibawa oleh Yong Soon.

“Ara…kami pergi dulu…hati-hati ya…”seru Yunho hyung kemudian berjalan masuk ke mobil.

Aku pun melambaikan tanganku begitu mobil sudah berjalan. Setelah itu aku pun masuk ke dalam rumah karena mendengar bunyi telepon. Aku pun langsung mengangkatnya.

“Oppa…”seru suara diseberang, suara yang akan selalu aku ingat pemiliknya, suara yang selalu aku rindukan, suara yang aku harap akan menjadi milikku meski itu tidak mungkin sekarang.

Entah kenapa aku tidak bisa menjawabnya dan aku hanya bisa terdiam dan terpaku, sepertinya lidahku sangat kelu untuk berbicara dengannya.

“Oppa..ini Yong Soon…”ucapnya lagi.

Mendengar namanya lagi membuat hatiku menjadi tidak karuan.  Tidak, aku tidak bisa menjawabnya karena jika aku menjawabnya percuma usahaku selama ini. Aku pun segera menutup teleponnya.

Aku menghela nafasku dengan berat, aku kembali mengingat Yong Soon, Ottohke?andwe, jangan ingat dia lagi, dia sudah bahagia sekarang, kau tidak mungkin memlikinya.

Aisshh, aku tidak bisa membayangkan Yong Soon dan Kyuhyun melakukannya sehingga Yong Soon seperti itu, hatiku sakit sekali mengetahuinya, dia sudah menyentuh Yong Soon. Dia sudah mengambil Yong Soon dariku.

 

Aku menenangkan pikiranku dengan berjalan-jalan di taman tapi bukannya menenangkan aku malah mengingat saat aku dan Yong Soon sering bermain di taman ini. Aisshhh, Ottohke???

Aku duduk bersandar pada pohon di taman itu dan menatap langit hari ini yang begitu teran.Tiba-tiba aku mendengar suara seorang gadis menangis. Aku mengedarkan pandanganku mencari sumber suara itu dan ternyata aku menemukan seorang gadis yang sedang menangis di balik pohon.

“Agasshi…”seruku pada gadis itu yang sedang duduk dengan menelungkupkan wajahnya diantara kedua kakinya.

Dia tidak bergeming juga maka aku pun menggoyang-goyangkan lengannya.

“Ya!agasshi…jangan menangis disini…”seruku lagi.

Kemudian dia mendongakkan wajahnya dan tiba-tiba menarik bajuku membuat jarak kami sangat dekat, aku sangat takut karena dia masih terus saja menangis.

“Kenapa dia tidak sadar perasaanku? Kenapa dia lebih memilih bersamanya?wae???”serunya sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.

“Agasshii…apa yang kau lakukan…”seruku berusaha melepasakan cengkraman tangannya.

Dia menatapku dengan air mata yang terus turun, sepertinya dia sangat terluka sekali sampai menangis seperti itu. Kemudian dia pun melepaskan tangannya dari bajuku dan kembali menangis. Aneh sekali gadis ini.

“Ya!agasshi, kenapa menangis lagi?”tanyaku lagi yang melihatnya kembali menelungkupkan wajahnya diantara kedua kakinya.

Dia kembali mengangkat wajahnya dan menatapku.

“Aku haus…”ucapnya.

“Mwo?”seruku.

 

“Gumawo…”ucapnya setelah mengambil sekaleng jus dari tanganku.

Sepertinya aku memang tidak tega pada gadis ini, jadi saja aku menuruti keinginannya membelikannya minuman.

Dia langsung meneguk sampai habis jus itu dan kemudian menghela nafas dengan berat.

“Apa kau pernah merasakan seperti yang aku rasakan?”tanyanya tiba-tiba.

Aku menoleh padanya yang menatap lurus ke depan.

“Merasakan apa?”tanyaku tidak mengerti dengan ucapannya.

“Rasa sakit disini…”serunya sambil menyentuh dadanya.

“Saat tahu ternyata orang yang selama ini selalu kau perhatikan malah menyukai orang lain…sakit sekali…dia lebih memilihnya..”ucap gadis itu masih mentap lurus ke depan.

Entah kenapa ceritanya seperti menyindirku, dia memiliki cerita yang sama denganku, dia lebih memilih dengan orang lain dibanding denganmu. Aku jadi ingin tertawa karena dia punya cerita yang sama denganku tapi untunglah aku tidak sepertinya yang malah menjadi aneh seperti itu.

“Kau punya kisah yang sama denganku…”seruku kemudian tertawa dia menoleh padaku dan menatapku kesal dengan mengerucutkan bibirnya.

“Kenapa kau malah tertawa?”tanyanya.

“Anni..lucu saja ternyata ada juga yang merasakan apa yang aku rasakan…kita senasib…”seruku padanya dan ternyata dia malah tertawa juga, gadis aneh.

“Lalu siapa yang paling kasihan…kau atau aku?”serunya.

“Bagaimana ceritamu?”tanyaku padanya.

Dan akhirnya kami malah menceritakan kisah kami masing-masing. Semuanya sama tapi sepertinya dia lebih beruntung karena laki-laki itu setidaknya tidak menikah sehingga masih ada harapan untuknya sedangkan aku, dia sudah menikah dan memiliki kehidupannya.

“Berarti aku masih beruntung…”serunya sambil tersenyum dan aku hanya mengangguk dengan enggan, aku mendengarnya terkekeh pelan.

Namun aku malah ingin tertawa mengetahui bahwa aku benar-benar sial.

“Sialnya aku….”seruku.

Tanpa terasa hari sudah mulai sore, matahari sudah mulai menghilang. Sepertinya kami lama sekali bercerita sampai sore seperti ini.

“Aku harus pulang…”serunya sambil berdiri.

“Ne..aku juga….”ucapku kemudian berdiri.

“Gumawo…”ucap kami bersamaan membuat kami kembali tertawa.

Kesamaan apalagi ini.

“Kau duluan…”ucapku mempersilahkannya berbicara terlebih dahulu.

“Gumawo untuk mau menengarkan ceritaku ini dan senangnya rasanya bisa tertawa seperti ini…”ucapnya sambil tersenyum padaku.

“Ne…gumawo juga untuk memiliki nasib yang sama denganku….”ucapku dan kemudian kami kembali tertawa.

“Shim Changmin-imnida…”seruku padanya.

“Choi Yeon Jin-imnida…”jawabnya.

 

 

Sejak saat itu kami mulai dekat, kami sering bertemu di taman hanya untuk sekedar mengobrol, aku rasa kami sangat cocok, sama-sama memiliki nasib yang sama. Seperti saat ini kami kembali bertemu di taman.

“Yeon Ji-ah…apa yang kau lakukan disini?”tanyaku padanya.

“Sedang jalan-jalan saja…”ucapnya sambil tersenyum padaku.

“Kalau begitu ayo bersama…”ucapku padanya dan dia pun mengangguk, kemudian kami berjalan berdampingan.

Mungkin jika orang melihat kami akan menyangkan kami adalah pasangan, sayangnya aku belum bisa, sepertinya aku masih mencintai Yong Soon. Hyung-hyungku pernah mengatakan untuk jadian saja dengan Yeon Ji tapi aku belum bisa, aku butuh waktu dan begitupun dia.

“Kemarin aku bertemu dengannya…”ucap Yeon Ji memecahkan keheningan diantara kami.

“Lalu apa yang kau lakukan?”tanyaku padanya.

Dia tersenyum sebelum menjawab.

“Aku pura-pura tidak kenal dan aku menyesal kenapa tidak menyapanya….harusnya aku bisa bersikap biasa….”ucapnya.

Ternyata sama dia pun juga begitu tapi dia bisa menyesal dan merasa bersalah karena tidak menyapanya karena seharusnya dia bisa bersikap biasa sedangkan aku tidak pernah bersikap biasa padanya seperti kejadiaan saat dia meneleponku, harusnya aku menjawabnya saat itu dan belajar untuk bersikap biasa padanya.

“Ne…harusnya bersikap biasa…”ucapku sambil menundukan wajahku.

Aku merasa aku pun harusnya bisa bersikap biasa pada Yong Soon.

Kemudian kami memutuskan untuk duduk di sebuah bangku dan menikmati diam kami, aku masih memikirkan kata-kata Yeon Ji tadi tentang bersikap biasa, apa aku bisa? Aku ingin sekali bisa agar aku semakin mudah melupakannya tapi apa aku sanggup.

Aku menghela nafas lagi dan tiba-tiba aku melihat seseorang yang selalu aku kenal. Tiga bulan lebih aku tidak bertemu dengannya tidak akan membuatku lupa, entah kenapa muncul perasaan rindu padanya namun saat aku melihat siapa yang bersamanya aku kembali merasa sakit. Dia bersama Kyu, mereka berjalan bersama sambil sesekali tertawa, tangan Kyuhyun tidak pernah lepas mengenggam tangan Yong Soon. Hatiku kembali sakit dan semakin sakit. Rasanya aku ingin pergi darisini, aku tidak bisa bersikap biasa.

“Ayo kita pergi”ucapku pada Yeon Ji yang terlihat kaget melihatku tiba-tiba berdiri.

“Wae? Apa gadis itu yang kau maksud?”tanya Yeon Ji tiba-tiba.

Kenapa dia bisa tahu?apa dia menebaknya?

“Ne…”jawabku singkat dan kemudian hendak pergi namun tangan Yeon Ji menahanku.

“Temui dia dan bersikap biasa…kau merindukannya kan…cobalah….”ucap Yeon Ji membuatku terbelalak kaget, aku tidak mungkin bisa! Dia terus menatapku menyuruhku untuk menemui Yong Soon.

“Changmin-ah!”seru sebuah suara, aku benar-benar hanya bisa terdiam begitu mendnegar siapa yang memanggilku, Yong Soon.

Aku melihatnya berjalan menghampiriku dengan Kyu dibelakangnya, senyum terkembang di wajahnya, entah kenapa aku malah jadi gugup.

“Bersikap biasa…”lirih Yeon Ji padaku.

Yong Soon sampai di depanku dan langsung tersenyum, aku sedikit canggung membalas senyumnya, Kyu berdiri disampingnya dan tersenyum tipis padaku, apa dia takut aku akan mengambil istirnya? Dia pikir aku setega itu, aku bahagia melihat Yong Soon bahagia meski dengan makhluk sepertinya, yang penting dia tidak menyakiti Yong Soon, itu saja.

“Aku sangat merindukanmu Changmin-ah…Oppadeul bilang kau pulang ke Busan selama ini….wae?”tanyanya padaku.

“Ah…aku hanya ingin disana sebentar…”jawabku masih agak sedikit canggung.

Mata Yong Soon beralih padaYeon Jin dan tersenyum padanya. Aku pikir dia akan cemburu atau apa, ah tentu saja tidak mungkin dia tidak memiliki perasaan apapun padaku, dia hanya menganggapku sahabatnya.

“Omona…yeojachingumu?”tanya Yong Soon membuatku tidak bisa berkata-kata.

“Ah…ne..”jawabku singkat tanpa memikirkan jawaban lain, Yeon Ji melihatku dengan tatapan bingun. Mianhe Yeon Jin, akan aku jelaskan nanti, aku hanya tidak mau dia bertanya yang macam-macam lagi.

“Omona…Chukkae Changmin-ah…annyeong Yong Soon-imnida…”serunya pada Yeon Ji.

“Yeon Ji-imnida….”ucap Yeon Ji sambil tersenyum padanya namun mendelik padaku.

Maaf Yeon Ji.

 

 

Aku mengantar Yeon Ji pulang, sepanjang jalan kami hanya terdiam, dia pasti kesal dengan ucapanku tadi.

“Mianhe…”ucapku.

Dia terdiam dan berjalan duluan, aku berusaha menyamakan langkahku dengannya.

“Mianhe…”ucapku lagi.

Dia berhenti dan berbalik menghadapku.

“Kau membuatku sakit…kau memberiku harapan…”ucap Yeon Ji.

Aku hanya bisa terdiam melihatnya berbicara seperti itu, aku memberinya harapan? Apa maksudnya? Apa dia menyukaiku? Andwe, jangan sampai dia menyukaiku, aku hanya akan menyakitinya karena aku memang belum bisa melupakan Yong Soon, jujur aku masih menyukainya dan pertemuan kami tadi semakin membuatku sulit melupakannya karena dia kembali bersikap seperti Yong Soon tadi.

“Yeon Ji-ya…aku…”

“Kau tidak bisa kan? Aku tahu…aku tahu kau masih menyukainya…tidak ada tempat untukku…tapi kumohon jangan memberiku harapan seperti tadi membuatku harus berpura-pura menjadi yeojachingumu…itu sakit Changmin-ah….”ucapnya kemudian berbalik kembali berjalan.

Entah kenapa aku meras egois saat ini, Yeon Ji menyukaiku tapi aku malah masih menyukai Yong Soon dan bukan melupakannya, aku menyakiti Yeon Ji dengan mengatakan hal itu, dia sudah dua kali disakiti seperti ini dan aku juga menyakitinya padahal aku pernah merasakan yang dia rasakan.

Aku pun segera mengejar Yeon Ji dan begitu aku di dekatnya aku segera menarik tangannya dan memeluknya.

“Changmin-ah…”ucapnya kaget.

“Mianhe…jeongmal mianhe…berikan aku kesempatan…aku akan membuktikan bahwa ucapanku tadi itu benar….jadilah yeojachinguku…”ucapku sambil memeluknya erat.

Advertisements

One thought on “FF: Love Is Really Hurt After Story (Changmin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s