FF: A Ghost Love Story Part 1

 

Part 1

 

Auhtor POV

 

Seorang gadis berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah sakit dengan wajah cemas, sesekali dia mengepalkan tangannya dengan kuat sambil melihat ke langit. Gadis dengan rambut berwarna coklat pendek dan memakai jaket hijau itu terkadang juga bergumam tidak jelas, sampai tiba-tiba dia tersentak kaget dan menoleh ke belakangnya.

 

Tiba-tiba saja gadis itu membungkuk dan tersenyum pada sesuatu dihadapannya yang hanya bisa dilihat olehnya, beberapa orang yang lewat menatap gadis itu heran.

 

“Kau bisa tenang sekarang…”ucap gadis itu pada seseorang dihadapannya, seorang perempuan dengan rambut panjang hitam dan gaun putih yang tersenyum padanya, tubuhnya melayang tidak menyentuh tanah dan tembus pandang.

 

Perempuan itu mengangguk dan tiab-tiba tubuhnya sudah melayang ke atas perlahan, gadis itu tersenyum dan melambaikan tangannya.

 

“Selamat tinggal…tenang-tenang disana ya”seru gadis itu ke arah langit, semua orang yang berlalu lalang menatapnya aneh dan berjalan menjauh dari gadis itu sambil bergidik ngeri.

 

Begitu perempuan itu sudah terlihat lagi, gadis itu dengan santainya langsung meninggalkan rumah sakit itu meski orang-orang masih menatapnya heran namun dia seakan tidak peduli.

 

Langkahnya begitu ringan melewati jalan setapak dari rumah sakit menuju halte terdekat bahkan dia tersenyum senang, satu tugasnya sudah diselesaikannya dengan baik lagi.

 

Choi Yong Soon, seorang remaja SMA biasa yang melewati masa remajanya sama seperti remaja yang lain namun yang membedakannya adalah, dia memiliki suatu kemampuan yang tidak dimiliki oleh remaja lain, selain sebagai siwi SMA, Choi Yong Soon juga merupakan penyampai pesan dari orang-orang yang sudah mati kepada keluarga atau orang terdekat yang dikenal oleh orang yang mati tersebut, oleh sebab itu dia dapat melihat arwah-arwah yang belum tenang karena masih ada urusan yang belum dia selesaikan dan Yong Soon bertugas membantu mereka menyapaikan pesannya.

 

“Oddie? Kenapa busnya belum muncul juga?”ucap Yong Soon sambil melihat ke kanan jalan menunggu bus yang sejak tadi belum terlihat, dia melihat jam ditangganya sudah menunjukan pukul 9 malam.

 

“Ottohke? Eomma pasti akan memarahiku lagi”keluh Yong Soon, dia duduk di bangku halte dan menghela nafas berkali-kali.

 

Tiba-tiba mata Yong Soon terfokus pada sesuatu diseberang jalan, seorang anak kecil menatapnya dengan tatapan sedih, Yong Soon langsung memalingkan wajahnya, dia tidak mau harus mengurusi kasus lagi malam ini, dia ingin segera pulang.

 

“Jebal…jangan lagi..tidak lihat..tidak lihat..kembali saja..sudah tenang saja di alam sana…”ucap Yong Soon berkali-kali sambil memejamkan matanya.

 

“Agassi..gwenchana?”tanya sebuah suara membuat Yong Soon langsung membuka matanya dan terkejut ketika ada seorang namja sudah duduk disampingnya, namja itu menatapnya heran, Yong Soon buru-buru tersenyum dan secara kebetulan bus datang.

 

“Taenggida…”ucap Yong Soon dan dia pun langsung masuk ke dalam bus tanpa memperhatikan namja itu lagi.

 

Namja itu menatap Yong Soon  yang masuk ke dalam bus dengan tatapan heran namun begitu bus sudah berjalan dia menegakkan bahunya.

 

Namja itu merogoh saku jaketnya karena handphonenya bergetar sejak tadi.

 

“Ah..nde hyung..aku sedang menunggu bus”ucap namja itu kepada seseorang di telepon.

 

Tak lama kemudian dia sudah mematikan teleponnya dan menatap ke kanan jalan menunggu bus selanjutnya.

 

**

 

“Neo?!kenapa kau baru pulang jam segini?”tanya seorang wanita paruh baya kepada Yong Soon yang baru saja masuk ke dalam rumahnya, Yong Soon hanya bisa menunduk.

 

“Jwesonghamnida…Nyonya Shin belum mau pulang sebelum anaknya selesai di operasi”lirih Yong Soon dengan tetap menunduk dan memainkan ujung sepatunya.

 

Wanita paruh baya dihadapannya hanya mendesah pelan. Sebenarnya dia masih ingin memarahi gadis dihadapannya ini namun dia tidak tahu lagi harus menanggapi apa.

 

“Soo Jung-ah…”panggil sebuah suara lagi, seorang wanita tua berjalan menuju pintu depan dan berdiri tepat disamping wanita paruh baya yang dipanggilnya Soo Jung itu.

 

“Eomma..lihat Yongie selalu pulang malam..kenapa dia harus memiliki kemampuan seperti appa…dia masih remaja..aku tidak mau dia dianggap aneh oleh teman-temannya…”ucap wanita paruh baya yang bernama Soo Jung pada wanita tua disampingnya yang merupakan ibunya.

 

“Eomma…aku tidak aneh..aku senang bisa membantu mereka…”ucap Yong Soon angkat bicara setelah sekian lama terdiam, dia paling sensitif jika sudah membicarakan mengenai kemampuan uniknya ini, dia sama sekali tidak sedih atau kesal karena memiliki kemampuan seperti ini justru dia senang dan bangga bisa membantu arwah-arwah tersebut.

 

“Arwah? Kau gila Yongie..sudahlah..ini terkahir kalianya kau pulang malam aratta?!”ucap Soo Jung, ibu Yong Soon.

 

Yong Soon hanya bisa mengangguk, setelah itu ibu Yong Soon langsung pergi dari tempat itu dan tinggalah nenenk Yong Soon.

 

“Halmoni..”ucap Yong Soon pada neneknya yang hendak pergi juga.

 

“Apa aku memang aneh?”tanya Yong Soon, neneknya hanya tersenyum.

 

“Aniya..kau sama seperti kakekmu..”ucap Nenek Yong Soon kemudian berjalan pergi meninggalkannya masuk ke dalam rumah.

 

Yong Soon tersenyum mendengar perkataan neneknya, dia sangat senang jika disamakan dengan kakenya, oleh sebab itu dia senang memiliki kemampuan sama seperti kakeknya itu.

 

Yong Soon langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur, merasa lelah karena hari yang sangat panjang baginya hari ini.

 

“Satu misi lagi sukses”ucapnya sambil tersenyum senang.

 

**

 

“Kau akan melamarnya?hey kalian masih kuliah…”ucap seorang namja berambut coklat panjang diikat dengan gelas berisi air putih di tangannya, dia berjalan menghampiri seorang namja lagi dan menyodorkan gelas itu padanya. Namja yang duduk di sofa putih itu mengambilnya dan langsung menegukanya sampai habis.

 

“Wae?daripada hyung..kapan kau akan melamar Hyo Jin noona?”namja itu malah balik bertanya, namja bermabut coklat itu menghempaskan tubuhnya disamping namja yang memakai sweater hitam itu dan tersenyum.

 

“Tenang saja..kau akan lihat nanti..”ucapnya dengan santai.

 

“Kyuhyun-ah..memangnya kapan kau akan melamarnya?”tanya namja berambut coklat kepada namja disampingnya itu.

 

“Lusa…kau akan membantuku kan hyung?”tanya namja bernama Kyuhyun itu.

 

“Asal ada imbalannya aku mau”jawab namja berambut coklat itu enteng.

 

“Kau tidak berubah Hae hyung”ucap Kyuhyun.

 

Yong Soon POV

 

Aku membuka mataku perlahan dan menggeliatkan tubuhku, aku harap hari ini hari mingggu, badanku masih pegal-pegal dan ingin tidur lagi, aku menyingkap selimutku sedikit mengeluarkan tanganku dari balik selimut dan menggapai-gapai meja disamping tempat tidurku mencari handphoneku begitu dapat aku membuka selimutku lebih lebar lagi dan menatap layarnya.

 

“OMO!aku sudah terlamabat!”seruku langsung bangun dari tempat tidurku, langsung masuk ke dalam kamar mandi.

 

Aku membasuh mukaku dengan cepat dan menggosok gigi, lalu kembali lagi ke dalam kamar mengambil seragamku dengan kasar dari lemari memakainya dengan terburu-buru, ok dalam keadaan seperti bahkan kau lupa bagaiaman mengikat dasimu, aku hanya mengalungkannya secara asal ke leherku, aku menatap cermin sekilas dan merapihkan rambutku dengan jariku sedikit lalu kusambar tasku di atas meja belajar dan bergegas keluar kamar.

 

Dia ruang makan sudah ada ayah dan nenek yang sedang sarapan.  Aku menjadi kesal kenapa ibu tidak membangunkanku.

 

“Eomma..kenapa tidak membangunkanku?”seruku kesal pada ibuku, sambil mengambil roti di piringku memakannya dengan terburu-buru sehingga mulutku penuh dengan roti.

 

“Eomma sudah membangunkanmu sejak tadi tapi kau sama sekali tidak bangun…makanya jangan pulang malam lagi..aku tidak mentolerir penuruan nilai Choi Yong Soon”ucap ibuku.

 

Huh, selalu begitu, aku tahu, aku sudha berjanji bahwa nila-nilaiku tidak akan turun karena pekerjaan ini. Aku langsung menendaskan susuku dalam sekali teguk, aku berjalan ke arah ayah mencium pipinya sekilas, juga nenek dan setelah itu ibu.

 

“Aku berangkat”seruku sambil memakai sepatu secara asal dan berlari keluar rumah, aku berjalan dengan cepat menuju halte terdekat namun saat melihat jam ditanganku, aku langsung berlari, gawat kalau aku telat, pelajaran pertama Han seonsangnim, matematika, kalau aku tidak masuk kelasnya lagi hari ini tamatlah riwayatku, bisa-bisa orang tuaku akan dipanggil dan habislah aku dan pekerjaanku itu.

 

Aku sudah tidak masuk kemarin karena telat, tidak mungkin aku tidak masuk lagi, aku harus cepat sampai sekolah. Bersyukur ketika sampai di halte bus baru saja datang, aku bergegas naik dan langsung mencari tempat duduk, begitu sudah duduk aku menghela nafas lega.

 

Aku mengelurkan handphoneku dan menggunakan earphone lalu mulai mendengarkan lagu, sambil membuka buku bacaan, tiba-tiba mataku beralih pada sebuah buku yang dibaca orang disampingku, wow bukunya sama, aku tidak menyangka dia suka membaca buku seperti ini juga, aku menaikkan wajahku untuk melihat siapa yang duduk disampingku, seorang namja dengan kacamata terlihat serius membaca buku ini.

 

Tiba-tiba namja itu menoleh padaku dan menatapku heran, aku buru-buru mengalihkan pandanganku kembali ke buku yang kubaca sebelum dia bertanya apa yang aku lakukan dengan memperhatikannya.

 

Tak lama kemudian, bus berhenti tepat di depan halte yang tidak jauh dari sekolahku, aku segera turun dan berjalan dari situ menuju sekolah, sampai di gerbang sekolah aku menghela nafas perlahan, lega, belum masuk ^^

 

“Yong Soon-ah!”panggil seseorang, aku mencari sumber suara yang memanggilku dan melihat seorang yeoja sahabat terbaikku disini, Choi Je Ri berlari kecil menghampiriku.

 

“Ikut aku”ucapnya langsung menarik tanganku pergi begitu saja dan aku terpaksa mengikutinya, dia menarikku masuk ke dalam gedung sekolah. Aku hanya mengikutinya berjalan sampai dia berhenti di depan sebuah kelas, bukan kelasku, untuk apa dia membawaku kesini?

 

Dia membuka pintu kelas itu dan kembali menarik tanganku ke salah satu meja disana.

 

“Ini dia Choi Yong Soon yang aku ceritakan”ucap Je Ri pada seorang yeoja dengan rambut kuncir kuda yang duduk di bangkunya, dia berdiri dari duduknya dan mempersilahkanku duduk di bangku dihadapannya, Je Ri memaksaku duduk disana meski aku sudah menatapnya tidak mengerti.

 

“Yong Soon-ah..ini Choi Yeon Ji teman kelas sebelah kita..”ucap Je Ri memperkenalkan gadis itu, gadis yang bernama Yeon Ji itu membungkuk dan tersenyum , aku membalas membunguk, jujur aku masih tidak mengerti kenapa Je Ri membawaku kesini.

 

“Yong Soon-ssi…boleh aku bertanya sesuatu?apa kau bisa melihat aku berjodoh dengan Kim Jong Woon atau tidak?”tanyanya membuatku menautkan alisku tidak mengerti.

 

**

 

“Ya!Choi Je Ri sekali lagi kau bilang aku bisa meramal, akan kubunuh kau?!aku bukan peramal..aku penyampai pesan..aku tidak tahu apa mereka berjodoh atau tidak kecuali kalau Kim Jong Woon itu arwah atau Choi Yeon Ji yang arwah..jangan sekali-kali lagi kau bercerita seperti itu”jelasku panjang lebar pada gadis yang berjalan disampingku ini, cih dia pikir aku biro jodoh, aku hanya bisa melihat arwah bukan peramal perjodohan.

 

“Mianhe..aku pikir kau bisa..maksudku bukankah orang sepertimu biasanya punya banyak kelebihan lain…”bela Je Ri.

 

Aku mendesah pelan dan meninggalkannya berjalan lebih dahulu.

 

“Ya!Yongie..”panggil Je Ri padaku namun aku tidak menghiraukannya dan terus berjalan, sementara aku mendengarnya mengikutiku di belakang.

 

Tiba-tiba langkahku terhenti ketika aku menemukan seorang namja menatapku dengan seksama, namja yang sama dengan namja di bis itu. kenapa dia menatapku seperti itu?

 

“Yongie..kenapa Kim Ryeowook menatapmu seperti itu?”tanya Je Ri yang sudah ada disampingku, aku balas menatapnya namun kemudian dia sudah berjalan pergi dari tempatnya, aneh, apa dia marah karena tadi aku memperhatikannya dengan seksama di bus, aisshh aku kan hanya heran saja ada orang selain aku yang membaca buku tentang arwah.

 

Author POV

 

“Oppa”panggil seorang yeoja dengan rambut panjang sebahu menutup mata seorang namja dari belakang.

 

“Hye Jin-ah”ucap namja itu sambil melepaskan tangan yeoja itu, yeoja yang dipanggil Hye Jin itu berbalik ke hadapan namja itu dan tersenyum, namja itu pun membalas senyum Hye Jin dan mengacak-acak rambutnya perlahan.

 

“Sudah tidak ada kelas Oppa?”tanya Hye Jin pada namja dihadapannya.

 

“Tidak..kau?”tanya namja itu balik.

 

“Tidak..”jawabnya cepat.

 

“Kyuhyun-ah..”panggil seorang namja lagi, namja berambut coklat, Donghae, dia berjalan menghampiri namja yang dipanggil Kyuhyun itu.

 

“Ada apa hyung?”tanya Kyuhyuh begitu Donghae sampai dihadapannya.

 

“Hye Jin-ah..aku pinjam namjamu dulu…”ucap Donghae pada Hye Jin, Hye Jin tersenyum dan mengangguk, lalu Donghae langsung menarik tangan Kyuhyun untuk pergi dari tempat itu.

 

**

 

Yong Soon berjalan dengan cepat keluar kelasnya, karena hari ini dia sudah berjanji pada ibunya untuk menjaga toko kue milik mereka. Je Ri memanggil Yong Soon namun Yong Soon tidak menghiraukannya dan terus saja berjalan keluar sekolah, dia tidak mau diomeli oleh ibunya, kemarin dia sudah tidak menjaga toko karena harus menyelesaikan urusan ‘kliennya’ sekarang dia tidak mungkin tidak menjaga toko itu karena dia pasti akan dihabisi oleh ibunya.

 

Dia berjalan sangat cepat dan sangat terburu-buru sampai dia tidak melihat jalan dan langsung saja menyebrang, dari arah jalan sebuah motor melaju dengan cepat, pengendara motor itu tidak melihat Yong Soon yang akan melintas dan saat itu Yong Soon melintas, pengendara motor itu kaget melihat Yong Soon.

 

Seorang namja berkacamata berjalan tidak jauh dari tempat itu dan melihat Yong Soon yang akan melintas dan juga motor yang melaju kencang dari arah jalan, begitu sadar motor itu akan menabark Yong Soon,namja itu langsung berlari menuju Yong Soon dan mendorongnya hingga terjatuh ke samping jalan.

 

Pengendara motor itu langsung mengerem mendadak agar tidak menabrak Yong Soon, namun ternyata seseorang sudah mendorong Yong Soon ke pinggir jalan. Pengendara motor itu berhenti dan membuka helmnya lalu berjalan ke arah Yong Soon.

 

“Gwenchana?”tanya namja itu sambil membantu Yong Soon berdiri, Yong Soon berusaha bangun dari duduknya.

 

“Nde…jwesonghamnida..aku tidak melihat jalan tadi”ucap Yong Soon yang merasa bersalah, dia hampir membahayakan dirinya juga orang ini.

 

“Ne..gwenchana..”jawab namja itu.

 

Setelah itu namja itu yakin kalau Yong Soon baik-baik saja, dia kembali ke motornya dan sedetik kemudian sudah berlalu.

 

“Kau baik-baik saja?”tanya namja berkacamata menghampiri Yong Soon.

 

“Kim Ryeowook?ah..gomapseumnida…”ucap Yong Soon berterima kasih karena sudah menolongnya.

 

“Ne gwenchana..”jawabnya singkat.

 

**

 

“Kyuhyun-ah, oddie?”tanya seorang namja diseberang telepon.

 

“Mianhe..hyung..tadi aku hampir menabrak seorang gadis SMA”jawab Kyuhyun yang sedang ada di sebuah toko perhiasan.

 

“Ya..makanya hati-hati..aku tidak tahu harus bilang apa pada Hye Jin kalau kau tidak jadi datang dan malah masuk rumah sakit…”ucap namja itu lagi.

 

Kyuhyun terkekeh pelan.

 

“Nde..aku akan segera kesana…”ucapnya kemudian menaruh handphonenya di saku jaketnya.

 

“Sudah jadi?”tanya Kyuhyun pada pelayan wanita disitu, pelayan itu tersenyum, kemudian mengambilkan pesanan Kyuhyun tersebut.

 

Kyuhyun tersenyum senang melihat  sebuah cincin yang dia buat khusus untuk Hye Jin yang akan dilamarnya malam ini.

 

“Gamsahamnida”ucap Kyuhyun kemudian mengambil kotak cincin itu dan berjalan keluar toko tersebut,  dia sudah tidak sabar lagi untuk memberikannya pada Hye Jin.

 

Kyuhyun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi di jalan yang lengang ini, dia ingin sekali segera sampai ke tempat Donghae, dimana disitu ada Hye Jin yang sudah menunggunya.

 

Tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah mobil sedang melaju dengan kecepatan tinggi masuk ke jalan dengan arah berlawanan, Kyuhyun tidak menyadari mobil tersebut sampai posisi mereka akan bertabrakan dan

 

BRAKKK

 

Tubuh Kyuhyun terhempas beberapa ke pinggir jalan. Kepalanya terasa sangat sakit dan dia mulai merasakan matanya mulai berkunang-kunang serta pandangannya mulai kabur dan setelah itu semuanya gelap.

Advertisements

6 thoughts on “FF: A Ghost Love Story Part 1

  1. apa kyuhyun yg bkl jdi hantu nya ya?…
    kl bener,berarti kyuhyun nggk jd ngelamar kan!

    disini kyuhyun dan member yg lainnya nggk berperan jdi anggota suju ya?
    ditunggu lanjutannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s