FF: Our Secret (KyuSoon Couple Holiday)

 

KyuSoon Couple Holiday

 

Kyu POV

 

Gadis ini masih saja duduk di tempat duduk bandara,kami sudah sampai sejam yang lalu tapi sepertinya dia masih belum mau bernajka dari tempat duduknya, salah sendiri sejak berangkat dia malah tidur dan sekarang dia pusing, dasar gadis aneh-.-

 

“Makanya..siapa yang menyuruhmu tidur sepanjang perjalanan, hah”ucapku yang sedang berdiri di hadapannya, dia menatapku sambil mengerucutkan bibirnya.

 

“Aku selalu begitu hanya kali ini saja kenapa jadi pusing”ucapnya sambil menyentuh kepalanya.

 

Aku menghela nafas perlahan dan kembali duduk disampingnya.

 

“Untung pesawat hanya memiliki satu tujuan tempat kalau tidak kau bisa kelewat..kenapa kau ini senang sekali tidur”ucapku lagi.

 

“Ya!kau tidak sadar dirimu sendiri.hah?!”serunya menoleh padaku. Menatapku kesal. Gadis ini selalu saja membalas perkataanku.

 

“Sudah sana cari taksi..aku ingin segera sampai rumah”ucap gadis itu lagi menyuruhku.

 

“mwo? Kenapa harus aku? Kau saja”tolakku.

 

“Ya kau tidak lihat aku sedang apa, hah? Sudah sana cari taksinya…ah..apa kau tidak bisa bahasa Inggris makanya kau tidak mau kusuruh, hah…cih kalian ini menjadi artis internasional tapi bahasa Inggris kalian memprihatinkan…”jelasnya panjang lebar.

 

Enak saja dia menghinaku tidak bisa berbahasa Inggris, aku bisa, meski sedikit.

 

“Siapa yang tidak bisa bahasa Inggris..”balasku.

 

“Ya kalau tidak mau dibilang tidak bisa bahasa Inggris..kenapa kau tidak mencari taksi Tuan Cho Kyuhyun”ucapnya lagi.

 

Akhirnya aku mendesah pelan, kemudian berdiri dari dudukku dan berjalan keluar bandara untuk mencari taksi, gadis itu selalu saja punya alasan untuk menyuruhku, menyebalkan sekali dia itu -.-

 

Yong Soon POV

 

Lama sekali namja itu, mencari taksi saja, padahal di depankan banyak, hah kepalaku semakin pusing. Aku berdiri dari dudukku membawa tasku, baru berjalan beberapa langkah sebuah telepon masuk, dari namja bodoh itu.

 

“Ya..dimana alamatmu?”tanyanya langsung begitu aku mengangkat teleponnya, lama-lama dia sepertiku, tidak bisa basa-basi lagi, ikut-ikutan-.-

 

“kau tidak tahu atau kau tidak bisa berbicara pada supirnya Tuan Cho”jawabku, aku mendengarnya mendengus kesal, aku mempercepat jalanku untuk keluar bandara, aku mengedarkan pandanganku mencari sosok namja itu dan aku melihatnya, aku berjalan mendekatinya.

 

“Bilang saja tidak bisa bicara”ucapku sambil meliriknya kemudian berbicara pada supir taksi tersebut.

 

Sepanjang perjalanan ke rumah, kepalaku semakin pusing dan aku memutuskan untuk memejamkan mataku, padahal aku ingin menikmati pemandangan kota London di musim panas, ah menyeblkan, aku menyandarkan kepalaku pada jok mobil namun tiba-tiba aku merasakan seseorang menarik kepalaku dan menyandarkannya pada bahunya, aku juga merasakan tangannya mengenggam tanganku dengan erat, cih ternyata meski dia marah tetap saja dia tidak bisa tidak perhatian padaku. Aku mengulas senyum sambil terus memejamkan mataku.

 

Aku sebenarnya tidak benar-benar tidur kepalaku masih pusing bagaimana aku bisa tidur lagipula, aku takut namja disebelahku ini lupa rumahku dan membuat kami malah tersesat, ini resiko memiliki suami dengan kemampuan bahasa Inggris yang rendah, sepertinya dia kesini bukan untuk liburan tapi aku akan mengajarinya bahasa Inggris.

 

“Is she your girlfriend?”aku mendengar suara supir taksi itu bertanya.

 

“Not..my wife..”ucapnya dengan sedikit terbata-bata tapi aku salut dengan cara pengucapannya, kenapa dia begitu fasih mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris tapi dia tidak bisa bahasa Inggris-.-

 

Aku berhenti menyandarkan kepalaku di bahunya dan memutuskan untuk duduk tegak.

 

“Kalau masih pusing tidur saja..aku tahu rumahmu”ucapnya padaku, aku menggeleng dan malah memilih menyandarkan kepalaku di jendela taksi ini sambil mengamati pemandangan diluar.

 

**

 

“Thank you very much..”ucapku pada supir taksi itu yang sudah mengantarku sampai rumah.

 

“Kau masih pusing?”tanyanya lagi.

 

“Masih sedikit.tidak apa-apa..tumben sekali kau perhatian padaku..”ucapku padanya.

 

Dia menatapku dengan tatapan –kapan aku tidak pernah perhatian padamu-

 

“Anita”panggil sebuah suara membuatku yang hendak masuk ke dalam rumahku menoleh dan seorang gadis berambut pirang berjalan menghampiriku sambil tersenyum, sebentar, aku mengingat-ingat siapa dia? Teman Sdku? Teman SMPku? Teman mainku disini? Ayo ingat Yong Soon siapa dia?

 

Kyuhyun menoleh padaku dengan tatapan menanyakan siapa gadis yang sedang berjalan ke arahku itu, aku hanya tersenyum dan menggeleng, dia langsung menggelengkan-gelengkan kepalanya.

 

“Anita..it has been so long not to see you..”ucapnya dan langsung saja memelukku, aku masih mengingat-ingat siapa gadis ini, dia melepaskan pelukannya dan tersenyum padaku yang masih menatapnya bingung.

 

“You forgot?”tanyanya.

 

Aku ingin bilang iya tapi aku malu kalau bilang tidak bagaimana kalau dia bertanya namanya siapa.

 

“I’m Ashlee..remember me?”ucapnya lagi.

 

Ashlee..ah iya teman SMPku ternyata,,hehehehe

 

“Of course..i still remember my best friend..how are you doing?”tanyaku padanya.

 

“Fine..how bout you?and whoi is he? Your boyfriend?”tanyanya sambil tersenyum penuh arti.

 

“I’m fine..always..ah..he..”ucapanku menggantung sambil menujuk Kyuhyun disampingku, yang sepertinya tampak entahlah, dia mengerti apa yang aku bicarakan atau tidak.

 

“Anita’s husband”ucap Kyuhyun sambil tersenyum pada Ashlee, bisa kulihat Ashlee sangat terkejut dan menatapku lalu Kyuhyun bergantian berkali-kali, ok pasti dia menganggapku aneh usiaku baru 19 tahun dan aku sudah menikah, di Inggris jarang sekali ada orang yang memutuskan menikah di usia yang sangat muda sepertiku,apalagi di negara bebas seperti ini, mereka tidak suka dengan komitmen.

 

“Oh God…are you kidding me Anita?”tanyanya padaku, aku hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan apa yang Kyuhyun katakan.

 

“How did you get married?’tanyanya pada Kyuhyun, aku menatap Kyuhyun sebentar, dia bisa atau tidak menjawab.

 

“Ashlee..he can’t speak english well..”ucapku pada Ashlee, Kyuhyun langsung menatapku tajam.

 

“It just happen like that..i will tell you later..bye..”ucapku langsung menarik tangan Kyuhyun untuk masuk ke dalam rumah.

 

“Ya..aku bisa bahasa Inggris,..aku tahu apa yang dia tanyakan..hanya saja aku tidak tahu cara menjelaskannya”ucap Kyuhyun begitu sampai di depan pintu rumahku.

 

“Itu sama saja”jawabku.

 

Aku memencet bel rumahku dan tak lama kemudian pintu pun dibuka, Auntie yang membukanya, aku pikir ibu, apa ibu sedang pergi.

 

“Nona…”ucapnya sedikit terkejut melihatku datang, oh ya aku kan tidak bilang mau pulang.

 

“Eomma dimana?”tanyaku.

 

“Ada di dalam..masuklah dulu..”ucapnya aku pun berjalan masuk ke dalam, diikuti Kyuhyun di belakangku.

 

Aku langsung menghempaskan tubuhku ke tas sofa rumahku, senangnya ada di rumah.

 

“My sweet home”ucapku sambil memejamkan mataku, aku merasa kepalaku masih pusing dan sebenarnya aku ingin tidur sesampainya di rumah.

 

“Kyuhyun-ah..”suara ibuku yang sepertinya berjalan menghampiri kami, aku menegakkan tubuhku kemudian tersenyum apda ibuku.

 

“Eomma…”ucapku.

 

“Apa yang sedang kalian lakukan disini?”tanya eommaku.

 

“Eomma…eomma tidak senang melihat anaknya pulang..”ucapku sambil mengerucutkan bibirku, kenapa tanggapan ibuku seperti itu, sepertinya aku tidak diharapkan disini.

 

“Kami ingin liburan disini omonim”jawab Kyu.

 

“Oh..kenapa tidak mengabari dulu?”tanya eommaku lagi.

 

“Biar kejutan omonim”lagi-lagi Kyu yang menjawab.

 

“Yongie..kenapa wajahmu pucat?”tanya eommaku.

 

Memangnya wajahku pucat ya? Aku menyentuh pipiku. Apa ini efek jet lag, hah biasanya juga tidak pernah, aku sering berpergian ke luar negeri dan tidak pernah mengalami jet lag karena aku memang sudah terbiasa tapi kenapa sekarang jadi seperti ini.

 

“Dia pusing begitu turun dari pesawat”kembali Kyu yang menjawab sambil menoleh padaku dan meski dia menoleh padaku sebentar tapi dari tatapannya aku bisa lihat dia memperhatikan wajahku dengan seksama.

 

“Ara..sebaiknya kau istirahat..mungkin kau jet lag..”ucap ibuku, aku mengangguk.

 

Kyu POV

 

Yong Soon langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur begitu sampai di kamarnya, aku masuk belakangan dengan membawa tasnya, dasar gadis ini, menyusahkan saja kerjanya. Tiba-tiba dia langsung bangun dari posisinya dan menatapku heran.

 

“Kenpa kau masuk kamarku?”tanyanya.

 

“Kau pikir aku akan tidur dimana, hah? Aku bukan pacarmu lagi aku sudah menjadi suamimu”jawabku sambil mengamati kamarnya yang menurutku sangat aneh, berkali-kali aku ke kamar ini tetap saja menurutku sangat aneh.

 

“Tapi..”

 

“Omonim yang menyuruhku tidur di kamarmu..Yongie”potongku sebelum dia mengeluarkan berbagai jenis alasan, memangnya kenapa kalau sekamar, aku dan dia sudah menjadi suami istri lagian selama ini juga aku dan dia tidur bersama.

 

Aku terus mengamati isi kamarnya ini, aku bingung ini sebenarnya kamar seorang perempuan atau laki-laki, kamar ini punya dua kesan, kamar seorang perempuan juga kamar seorang laki-laki. Tempat tidurnya memiliki kelambu kecil diatasnya, sangat perempuan kontras sekali dengan apa yang ada di sudut kamarnya, koleksi sepak bolanya dan sebuah gitar listruk, ck

 

“Kalau mau komplain lagi soal interior kamarku jangan padaku..sana pada ayah dan ibu…mereka yang menatanya seperti ini”ucapnya menyadari apa yang selalu aku amati dari kamar ini.

 

Aku berbalik menoleh padanya.

 

“Sebenarnya orangtuamu ingin anaknya laki-laki atau perempuan sih”ucapku sambil tersenyum mengejek padanya, dia mengerucutkan bibirnya dan mengambil boneka beruang besar di tempat tidurnya dan digunkannya untuk menopang dagunya.

 

Mataku menangakap sesuatu yang sepertinya aku lihat, aku berjalan menuju lemari pakaiannya, dia menempelinya dengan banyak foto, sepertinya dia memang hobi menemplekan foto disitu, tidak yang disini tidak juga yang dirumahnya,lemarinya penuh dengan foto tapi yang disini lebih banyak berisi foto-foto saat dia tinggal disini.

 

Jamkaman, aku melihat foto yang tampaknya masih baru, dia dengan…issshhh sepertinya aku kenal dengan namja di foto ini.

 

“Apa dia tipe idealmu itu, hah?”seruku padanya sambil menujuk foto itu dengan tatapan tidak suka.

 

“Namanya Jack..wae?”tanyanya santai.

 

“Kau menyukai pria seperti ini?”tanyaku sedikit meremehkan, kurasa aku lebih tampan dibanding namja ini.

 

“Diia lebih tampan dan baik dibanding dirimu”jawabnya.

 

Aku berjalan menghampirinya dan berdiri tepat di hadapannya.

 

“Jinjja?dia lebih tampan dibanding diriku?”tanyaku sambil mendekatkan tubuhku padanya, dia memundurkan tubuhnya.

 

“Kyunnie..jangan macam-macam”ingatnya padaku,aku hanya tersenyum dan dia sudah menatapku tajam.

 

“Kalau dia lebih tampan..kenapa kau selalu terpesona melihatku?”tanyaku lagi,bisa kulihat mukanya memerah sekarang, makanya kalau bicara jangan asal. Aku semakin menundukan tubuhku hingga gadis itu sudah berabring di atas tempat tidurnya, dia menatapku takut-takut.

 

“Jangan pernah membohongi perasaanmu Yongie sayang”ucapku dan selanjutnya aku sudah menyentuhkan bibirku pada bibirnya dan dengan cepat dia sudah membalas ciumanku, lihat dia memang selalu terpesona padaku.

 

Author POV

 

Nyonya Choi ingin menanyakan pada anaknya untuk makan siang, dia menaiki tangga menuju kamar anaknya, begitu sampai di depan kamar anaknya, dia melihat pintunya terbuka sedikit maka tanpa mengetuk lagi dia langsung membuka pintu kamarnya.

 

“Yong…”ucapannya terhenti begitu melihat pemandangan dihadapannya, Kyuhyun dan Yong Soon yang sedang berciuman di atas tempat tidur.

 

Yong Soon yang menyadari kedatangan ibunya langsung mendorong tubuh Kyuhyun untuk menjauh dan bangkit dari tidurnya, wajahnya sudah memerah karena malu.

 

“Eomma”ucap Yong Soon menjadi salah tingkah,dia takut ibunya berpikiran macam-macam. Namun Nyonya Choi malah tersenyum penuh arti dan kembali menutup pintu kamar anaknya itu.

 

“Sorry to disturb you”ucap Nyonya Choi dari luar kamar.

 

Yong Soon langsung menatap tajam Kyuhyun disampingnya yang terlihat sangat santai.

 

“Kau membuatku semakin pusing tau”ucap Yong Soon kemudian merebahkan tubuhnya membelakangi Kyuhyun, Kyuhyun tertawa pelan, sementara Yong Soon memikrikan apa yang akan ibunya katakan nanti, dia benar-benar akan mau berhadapan dengan ibunya karena kejadian ini, dia benar-benar kesal pada Kyuhyun yang dengan seenaknya saja menciumnya.

 

“Ada yang salah dengan suami-istri yang berciuman?”tanya Kyuhyun dengan sengaja.

 

“Berisik!”seru Yong Soon kemudian menutup wajahnya dengan boneka beruang miliknya dan lagi-lagi Kyuhyun hanya bisa tertawa pelan, dia selalu merasa lucu jika melihat gadisnya ini merasa malu.

 

 

Yong Soon POV

 

Suasana makan malam menjadi sangat-sangat canggung, aku berharap ibu tidak bertanya atau mengeluarkan pernyataan yang macam-macam, aku melirik Kyuhyun tajam sejak tadi dan dia hanya terkekeh pelan beberapa kali, senang sekali dia membuatku malu.

 

Hari ini ayah tidak ada, ayah sedang pergi ke luar kota dan baru akan pulang besok, sejujurnya aku bersyukur ayah tidak ada hari ini, bagaimana kalau ibu bercerita pada ayah mengenai kejadian tadi, tidaaakkkk, aku akan sangat malu. Ibuku pun hanya senyum-senyum saja melihataku, aissss aku malu >///<

 

Aku menyantap spagethiku dengan cepat, aku ingin segera menyelesaikan makan malam dan mausk ke kamarku, tidak akan keluar sampai besok. Namun baru beberapa suap, aku merasakan perutku terasa aneh, hah pasti karena aku masih jet lag, tidak biasanya aku seperti ini. Aku langsung berhenti makan.

 

“Kenapa tidak dihabiskan, sayang?”tanya ibuku.

 

“Aku kenyang”jawabku, Kyuhyun disampingku mentapku heran.

 

Aku mengambil gelasku dan meminum isinya untuk meredakan perasaan tidak enak ini.

 

“Ara…apa kau masih jet lag? Sebaiknya kau istirahat saja lagi…”ucap ibuku.

 

Aku kembali merasa badanku tidak enak, sepertinya aku harus istirahat lagi, jet lag sialan, aku pamit pada ibuku untuk ke kamar lebih dahulu, begitu sampai di kamar aku langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, kenapa jadi pusing lagi. Aku memijat keningku perlahan.

 

“Kau baik-baik saja?”tanya Kyuhyun yang tiba-tiba sudah ada disampingku, kapan dia masuk ke kamar.

 

“Besok juga sudah baik kok”jawabku sambil memejamkan mataku.

 

Aku merasakan dia menarik selimut untuk menutupi tubuhku dan setelahnya dia mengusap kepalaku perlahan lalu mencium keningku.

 

“Jal ja”ucapnya dan setelah itu aku sudah tidak sadar lagi.

 

Author POV

 

Kyuhyun berhenti bermain dengan PSPnya dan mengamati wajah gadisnya yang sedang tertidur tepat menghadapnya,tangannya terulur menulusuri wajah gadisnya itu sambil tersenyum.

 

“Lebih manis kalau sedang tidur”gumamnya.

 

Kyuhyun hendak meletakkan PSPnya di laci meja disamping tempat tidur Yong Soon, namun dia tidak jadi meletakannya begitu melihat sesuatu di dalam situ, ada sebuah foto yang terselip di sebuah buku, Kyuhyun menarik foto itu dan dia terkejut begitu melihat foto itu. Dia melirik ke arah Yong Soon.

 

“Dasar tukang selingkuh”ucapnya kemudian menyimpan foto itu.

 

**

 

Yong Soon menepuk-nepuk pipi Kyuhyun untuk membangunkannya, hari ini dia ingin mengajak Kyuhyun berjalan-jalan ke pusat kota London,sekalian mengajarinya bahasa Inggris.

 

“kYUnnie…ireona”ucap Yong Soon sambil menepuk pipi Kyuhyun, Kyuhyun masih belum bangun jug dan kini Yong Soon menepuknya lebih kencang.

 

“Ya…ya…bangun…”seru Yong Soon, tidak lama kemudian Kyuhyun menggerakan tubuhnya perlahan, dia membuka matanya sedikit dan melihat wajah Yong Soon dihadapannya membuatnya kembali ingat foto semalam yang dia temukan.

 

Kyuhyun langsung bangun dari tidurnya dengan tidak semangat.

 

“Wae?”tanyanya.

 

“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan…ayo bangun…aku tunggu dibawah ya “seru Yong Soon yang kemudian sudha keluar kamarnya.

 

Kyuhyun mendesah pelan dan bangkit dari tempat tidurnya.

 

**

 

Kyuhyun berjalan di belakang Yong Soon yang terus saja menjelaskan banyak hal pada Kyuhyun namun seoertinya Kyuhyun tidak terlalu tertarik, pikirannya masih kepada foto yang semalam dia temukan, bagaimana bisa namja itu mencium pipi Yong Soon? Itu yang membuat Kyuhyun sangat kesal.

 

“Ya…kau dengar aku berbicara?”tanya Yong Soon membuat Kyuhyun kembali tersadar bahwa saat ini dia sedang bersama dengan Yong Soon, dia hanya mengangguk.

 

Yong Soon merasa aneh dengan sikap Kyuhyun sejak pagi namun dia tidak mau terlalu memikirkannya, toh Kyuhyun memang sering tiba-tiba aneh seperti itu. Yong Soon kemudian menghampiri Kyuhyun yang masih berdiri di belakangnya mengamati Sungai Thames. Yong Soon langsung menggamit lengan Kyuhyun dan mengajaknya kembali berjalan.

 

Kyuhyun masih menunjukan wajah kesalnya.

 

“Ya..kenapa daritadi kau diam terus?”tanya Yong Soon. Kyuhyun menoleh padanya dan menggeleng, Yong Soon menghela nafasnya perlahan, kenapa Kyuhyun menjadi sangat aneh hari ini? Pikir Yong Soon.

 

“Oh ya..hari ini aku akan membantumu belajar bahasa Inggris..”ucap Yong Soon sambil tersenyum senang.

 

Kyuhyun menatapnya bingung.

 

“Ya…aku sedang liburan disini bukan untuk belajar”jawab Kyuhyun.

 

“Siapa yang bilang liburan? Aku kesini memang liburan tapi kau kesini untuk mengikutikukan..jadi yang liburan hanya aku…”balas Yong Soon, Kyuhyun memutar bola matanya menanggapi perkataan gadisnya itu.

 

“Ara..ara..kau mau apa, hah?”tanya Kyuhyun yang sedang tidak mood bertengkar dengan gadisnya itu dan lebih memilih mengikuti apa kemauannya.

 

“Cepat bicara dengan orang-orang itu”perintah Yong Soon pada Kyuhyun saat mereka sedang berjalan-jalan di dekat Sungai Thames.

 

“Ya..apa yang harus kubicarakan..”ucap Kyuhyun dengan wajah bingung, tiba-tiba saja gadisnya menyuruhnya mengajak ngobrol sekumpulan orang asing.

 

“Seperti yang aku bilang kemarin..just say hello then they will include you in the conversation..just be polite..”ucap Yong Soon.

 

Kyuhyun menghela nafasnya perlahan.

 

“Aissshhh shiro!”serunya kemudian mulai berjalan mendekati mereka.

 

“Kalian kan mau go international..jadi kalian harus bisa bahasa Inggris termasuk kau Cho Kyuhyun”

 

**

 

“Hahahahahaha kau lucu sekali Kyunnie..pasti mereka menganggapmu aneh…”ucap Yong Soon sambil kembali melihat rekaman Kyuhyun tadi, dia sengaja merekam Kyuhyun dari jauh dan sekarang dia tertawa terbahak-bahak melihatnya kembali.

 

Kyuhyun mendengus kesal disampingnya, kali ini gadisnya berhasil mengerjainya rupanya, dia menyilanngkan tangannya di depan dada dan menatap tajam Yong Soon yang masih saja tertawa melihat hasil rekamannya tadi.

 

“Oppadeul pasti akan senang melihat ini”ucap Yong Soon.

 

“Mwo?!”seru Kyuhyun kaget mendengar perkataan Yong Soon, Kyuhyun berusaha menjangkau kamera Yong Soon untuk mengambilnya namun Yong Soon langsung berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Kyuhyun, Kyuhyun pun langsung mengejar Yong Soon, alhasil mereka pun berkejar-kejaran di pinggir jalan sungai Thames.

 

**

 

“Ya!dapat!”seru Kyuhyun mengambil kamera di tangan Yong Soon, pada akhirnya Kyuhyun bisa mengejar Yong Soon dan mendapatkan kamer tersebut, Yong Soon berusaha menggapai kamera itu kembali namun Kyuhyun yang jauh lebih tinggi darinya sengaja memegangnya dengan sangat tinggi.

 

“Kyunnie kembalikan!”seru Yong Soon, namun Kyuhyun malah tersenyum penuh arti dan kemudian mendekatkan tubuhnya pada Yong Soon lalu mencium pipinya sekilas membuat Yong Soon terkejut.

 

“Ya!ini tempat umum Kyunnie babo!”serunya, namun tiba-tiba wajah Kyuhyun langsung berubah masam, dia kembali ingat foto yang dia temukan semalam, dia biasa saja dicium oleh namja itu padahal sama-sama ditempat umum, bahkan dia kelihatan senang, pikir Kyuhyun, dia langsung mengambil foto itu dari saku jaketnya dan menunjukan pada Yong Soon.

 

“Apa kau sadar juga ini ditempat umum”ucap Kyuhyun datar.

 

Yong Soon kaget melihat foto itu dan menatap Kyuhyun tidak percaya, sementara Kyuhyun menatapnya dingin.

 

“Kyunnie..chogi…”

 

Yong Soon POV

 

Pada akhirnya dia mendiamkanku selama perjalanan pulang, aku tidak tahu harus menjelaskan apa, pada saat itu aku pikir itu hanya sebuah ciuman seorang sahabat, ya dia mencium pipiku karena dia menyanyangiku sebagai sahabat bukankah disini sudah biasa tapi aku sadar pasti dia tidak menganggpnya seperti itu, tetap saja pasti akan dianggap ada sesuatu jika seorang laki-laki mencium pipi seorang perempuan.

 

Aku menoleh padanya yang duduk tepat disampingku di bis menatap lurus ke depan, aku menghela nafas berusaha memikirkan alasan apa yang dapat menjelaskan hal tersebut.  Apa gara-gara ini sejak pagi dia menjadi sangat aneh sekali, hufft

 

Pokoknya masalah ini tidak boleh sampai di bawa ke rumah, ayah dan ibu tidak boleh tahu. aku memutuskan untuk berhenti di halte selanjutnya dan langsung menarik tangan Kyuhyun untuk ikut turun bersamaku.

 

Dia menghempaskan tanganku dengan kasar dan berjalan mendahuluiku dengan cepat. Aku mengejar langkahnya yang panjang namun dia berjalan sangat cepat sehingga aku tertinggal.

 

“Kyunnie..jebal..dengarkan penjelasanku dulu..”seruku padanya namun dia tidak mengindahkan perkataanku dan terus berjalan, melewati banyak pertokoan, aku sendiri tidak tahu ini dimana? Aigoo dia juga kan tidak tahu, kalau dia tersesat bagaimana, aku mulai berlari mengejar langkahnya namun aku berhenti berlari saat aku merasakan sesuatu yang basah menyentuh pipiku, aku mendongak dna melihat langit yang sangat mendung, aku tidak sadar kalau langit sudah gelap, Kyuhyun masih terus saja berjalan cepat aku pun kembali mengejar langkahnya dengang berlari.

 

Makin lama rintik hujan semakin banyak dan akhirnya hujan, aku melihat Kyuhyun berteduh di depan sebuah toko yang tutup, aku segera berlari ke tempat tersebut sebelum hujan turun semakin deras dan aku basah kuyup. Dia melirik ke arahku sekilas dengan tatapan tajam, aku mendesah pelan dan berdiri disampingnya.

 

“Mianhe..”ucapku perlahan, aku tidak tahu dia mendnegarnya atau tidak karena hujan turun semakin deras.

 

“Aku tahu kau pasti menganggap itu tidak wajar tapi aku tidak tahu harus marah atau tidak padanya saat itu..kau tahu kalau..disini itu berbeda..aku tahu maksudnya apa melakukan itu..pokoknya aku minta maaf aku tahu kau pasti tidak akan mendnegarkan apapun penjelasanku..mianhe..mianhe…”jelasku lagi sambil menunduk, aku tidak suka melihat tatapan matanya yang tajam jika dia sedang marah seperti ini.

 

Tiba-tiba aku merasakan seseorang memasukan sesuatu lewat kepalaku, begitu aku sadar Kyuhyun sedang memakaikan jaketnya padaku.

 

“Hujan semakin deras..”ucapnya sambil merapihkan jaketnya yang dia pakaikan di tubuhku, aku tidka berani menatap wajahnya dan hanya menunduk memainkan kakiku.

 

GREP

 

Aku merasakan seseorang memelukku dari belakang dia mengenggam kedua tanganku dengan tangannya dan memasukannya ke dalam saku jaket ini bersama-sama dengan tangannya.

 

“Kenapa kau ini mudah sekali aku kerjai”bisik Kyuhyun ditelingaku, aku langsung mendongak dan melirik ke belakangku.

 

Mwo?!dia mengerjaiku lagi, oh jadi dia ingin membalasku tadi?!issshhh menyebalkan sekali dia?!

 

“Ya!Kyunnie..kau menyebalkan?!!!!”seruku berusaha melepaskan genggaman tangannya namun dia malah semakin mengenggam erat tanganku dan terkekeh pelan.

 

“Aku senang setiap kali kau marah kau pasti akan selalu berusaha dnegan keras untuk tidak membuatku marah lagi..sepertinya kau benar-benar mencintaiku Yongie sayang…”ucap Kyuhyun lagi membuatku terdiam.

 

“Saranghae..”lanjutnya dan mencium pipiku sekilas, selanjutnya kami hanya terdiam satu sama lain, mengamati tetesan hujan yang turun, entah kenapa aku senang momen seperti ini, aku benar-benar bisa merasakan bahwa dia sangat mencintaiku.

 

Walaupun dia sangat menyebalkan dengan selalu mengerjaiku tapi dia selalu punya suatu hal yang membuatku senang dengan tingkahnya yang selalu mengerjaiku ini.

 

**

 

Aku mengambil foto-fotoku dengan Jack yang aku tempel di lemariku, sepertinya tidak usah ditempel, aku tahu tadi dia hanya mengerjaiku tapi tetap saja aku bisa menangkap wajah cemburunya, dia memang seperti anak kecil, sebenarnya sama tapi terkadang dia bisa lebih seperti anak kecil. Hemm.

 

“Kenapa kau mencopotnya”ucap sebuah suara tepat ditelingaku membuatku bergidik dan aku baru sadar kalau Kyuhyun memelukku dari belakang.

 

“Anni..”jawabku, entah kenapa aku menjadi sedikit gugup saat ini. Aku merasakan tangannya melingkar di perutku, dia menyurukkan wajahnya ke leherku, membuatku sedikit geli dan tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang lembut menyentuh leherku, dia mencium leherku.

 

“Kyunnie…geli..”ucapku berusaha menghentikannya yang menciumi leherku.

 

“Hmmm”gumamnya dan terus memberikan kecupan ringan di leherku, aku meremas tangannya yang melingkar di perutku.

 

“Aisshhh”

 

 

Author POV

 

“Sampai kapan kalian disini?”tanya Tuan Choi yang baru pulang saat mereka sedang makan malam bersama.

 

“Lusa”jawab Yong Soon sambil menyantap makan malamnya.

 

“Kenapa tidak lebih lama?”tanya Tuan Choi lagi.

 

“Kyunnie hanya libur seminggu”jawab Yong Soon lagi, namun tiba-tiba Yong Soon merasa ada yang aneh dengan rasa makanan yang dimakannya, dia kembali menyuap makanannya dan tiba-tiba dia berhenti makan.

 

Kyuhyun dan Nyonya Choi menatap Yong Soon heran. Yong Soon merasakan sesuatu yang tidak beres dengan perutnya, kenapa rasanya mual? Pikir Yong Soon, dia mengambil air minumnya untuk meredakan perasaan tidak enak di perutnya, apa efek jet lag masih ada? Pikir yong Soon, padahal sudah dua hari dia disini.

 

Saat ingin melanjutkan makan lagi tiba-tiba Yong Soon merasakan perutnya kembali bergejolak hebat, dia langsung berdiri dari duduknya dan berlari ke kamar mandi, semua mata menatap Yong Soon heran begitu kembali dari kamar mandi.

 

“Yongie-ya..kau hamil?”

Advertisements

7 thoughts on “FF: Our Secret (KyuSoon Couple Holiday)

  1. OMG….!!! Author…. kyusoon is the most cute couple…. aku ngerasa kyk ini bkn FF aja, tapi seperti kisah nyata!! Waaww…. lanjutin lagii yaa?? Jeball… aku penasaran neehh…
    Gomawo!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s