FF: Our Secret (JeWook Couple Holiday)

 

 

JeWook Couple

 

Je Ri POV

 

Aku memperhatikan Wookie Oppa yang sedang mengemudikan mobil, tumben dia yang mengajakku pulang ke rumahku, aku pikir dia tidak akan mau kesini lagi karena terakhir kami kesini semuanya berjalan kacau, karena suatu kesalah pahaman.

 

“Oppa..kenapa kau mengajakku liburan ke rumah?”tanyaku membuka percakapan dengannya.

 

“Aku rindu ibumu..ayahmu..juga keluarga besarmu..”jawab wookie oppa dengan tatapan tetap lurus ke depan.

 

Jawaban yang bukan aku harapankan, masa hanya karena itu.

 

“Hanya itu?”tanyaku lagi.

 

“Memangnya ada apa?”tanyanya balik.

 

“Aniya…”jawabku lagi dan selesailah sudah pembicaraanku kali ini dengannya, dia itu aneh sekali, aku bertanya serius dia malah menjawab seperti itu, selanjutnya aku lebih menikmati pemandangan yang terhampar di samping jalan, sudah lama juga tidak pulang, kalau dipikir-pikir aku juga rindu dengan appa dan eomma, bagaimana keadaan mereka ya? Oh ya Junhyung Oppa juga bagaimana ya? Aku ingin sekali menengoknya tapi bagaimana dengan Wookie Oppa, ucapku dalam hati sambil menoleh padanya.

 

**

 

Sore hari kami baru sampai di rumahku. Min Woo, sepupuku ada di depan rumahku, dia melihat kami datang dan kemudia dia berlari masuk ke dalam rumah, sepertinya memanggilkan ibuku, dan benar tak lama kemudian ibu sudah berdiri di depan rumahku. Wookie Oppa memberhentikan mobilnya, aku turun dari mobil dan berlari menuju ibuku lalu memeluknya.

 

“Je Ri-ya”panggil ibuku.

 

“Bogoshipo eomma”ucapku sambil memeluknya dengan erat, ibuku mengusa kepalaku perlahan.

 

Aku melepaskan pelukan ibuku.

 

“Appa oddie?”tanyaku.

 

“Dia sedang pergi sebentar lagi juga pulang”jawab ibuku, aku mengangguk.

 

“Wookie-ya”panggil ibuku pada Wookie Oppa yang masih berdiri di belakangku.

 

“Annyeonghaseyo Omonim”ucap Wookie Oppa sambil membungkuk.

 

Ibuku menghampirinya dan menjabat tangannya.

 

“Ayo masuk”ucap ibuku.

 

“Nde”jawab Wookie Oppa kemudian aku pun berjalan lebih dahulu masuk ke dalam rumah sementara Wookie Oppa berjalan bersama ibuku sambil mengobrol sesuatu.

 

Wookie POV

 

Aku selalu merasa seperti sedang ada dirumah jika berkunjung kesini, orang tua Je Ri sangat ramah padaku dan memperlakukanku seperti anak mereka sendiri, oleh sebab itu aku selalu merasa rindu untuk berkunjung kesini. Aku sudah membicarakan niatku untuk melamar Je Ri pada ibunya dan awalnya dia sangat terkejut namun sepertinya dia menyetujuinya dan akan menyiapkan segalanya untuk kami.

 

“Wookie-ya bagaimana pekerjaanmu?”tanya abonim padaku ketika kami baru saja selesai makan malam, aku dan ayah Je Ri sedang duduk di ruang tengah rumah bergaya tradisional ini sementara Je Ri sedang ada di dapur membantu ibunya mencuci piring.

 

“Nde..baik abonim…”jawabku sambil tersenyum.

 

“Aku dengar kalian semakin terkenal saja sekarang..”ucap ayah Je Ri lagi.

 

“Nde..kami sangat bersyukur dengan hal itu..”jawabku lagi.

 

Aku akan bicara juga dengan ayahnya mengenai rencanaku ini.

 

“Abonim…aku…”

 

Ucapanku terpotong begitu melihat Je Ri datang dari dapur membawa nampan yang berisi gelas teh. Dia menghampiri kami dan meletakan gelas tersebut dihadapan kami, hufft untung aku belum mengucapkan apa-apa, dia tidak boleh tahu dulu dengan hal ini, ini akan menjadi kejutan untuknya. Je Ri kemudian duduk disampingku.

 

“Wookie..apa yang mau kau katakan tadi?”tanya Abonim.

 

“Ah..aniya abonim…”jawabku cepat, aku melihat Je Ri menatapku dan ayahnya bergantian,terlihat bingung.

 

**

 

“Hyung..tidak keberatankan berbagi kamar denganku”ucap Min Woo sepupu Je Ri begitu menunjukan kamar yang akan aku tempati, yaitu kamarnya juga.

 

Aku mengangguk dan tersenyum padanya. Aku masuk ke dalam menaruh tasku dan dia pun mengikutiku di belakang.

 

“Min Woo-ya..apa yang setiap pagi Je Ri lakukan?”tanyaku pada remaja ini.

 

“Noona? Dia membantu ahjussi di kebunnya sama seperti yang hyung lihat dulu..”jawab Min Woo.

 

“Apa abonim juga ada?”tanyaku lagi.

 

“Nde tentu saja…”jawab Min Woo.

 

Sepertinya besok aku akan mencari waktu untuk berbicara dengan ayah Je Ri saat di kebun, aku yakin Je Ri akan mengajakku kesana lagi dan aku harus mencari kesempatan untuk berbicara hanya dengan ayahnya.

 

Je Ri POV

 

Pagi ini sepertinya Wookie Oppa sangat semangat sekali aku ajak pergi ke kebun,aneh, sejak awal sampai disini dia memangs udah terlihat aneh, kenapa ya?

Di kebun dia asyik dengan Min Woo yang hari ini sedang liburan, aku menatapnya semakin bingung, ah sudahlah. Tak lama kemudian aku melihat Wookie Oppa menghampiri ayah dan aku melihat mereka berjalan keluar kebun dan berbicara di bawah sebuah pohon, wookie Oppa terlihat berbicara sesuatu pada ayah dan tiba-tiba Wookie Oppa membungkuk berulang kali pada ayah, ada apa?

 

“Noona? Kenapa melamun?”tanya Min Woo mengagetkanku.

 

“Ah aniya…Min woo-ya…Chae Rim masih mengajar mereka?”tanyaku pada Min Woo yang berdiri disampingku.

 

“Ne..noona mau kesana?”tanyanya lagi.

 

Aku mengangguk, aku ingin bertemu teman kecilku itu sudah dua kali kesini tapi aku belum sempat mengunjunginya, ah aku rindu sekali dengannya.

 

**

 

“Oppa mau langsung pulang?”tanyaku pada Wookie Oppa begitu pekerjaanku di kebun sudah selesai.

 

“Memangnya kau mau kemana?”tanyanya balik.

 

“Aku mau ke rumah Chae Rim..teman kecilku”jawabku.

 

“Aku ikut”ucapnya.

 

Aku mengangguk dan kemudian berjalan lebih dahulu di depannya namun Wookie malah sudah ada disampingku, dia menarik tanganku dan mengenggamnya, aku menoleh padanya dan tersenyum, terkadang dia bisa terlihat sangat manja seperti ini.

 

Wookie Oppa memainkan tangan kami yang saling bertaut dengan meleparkannya berulang kali ke depan sepanjang perjalanan, seperti anak kecil saja. Di sudut jalan aku melihat sebuah rumah sederhana tempat aku sering beramin saat aku masih kecil, aku mengajak Wookie Oppa untuk berlari agar lebih cepat sampai ke rumah itu, begitu sampai di depannya aku melihat Chae Rim sedang duduk di halamannya bersama anak-anak itu. aku melepas genggaman tangan Wookie Oppa dan melangkah masuk ke dalam.

 

“Chae Rim-ah”seruku memanggilnya, dia berhenti berbicara dan menoleh ke arahku, aku tersenyum padanya, dia terlihat terkejut melihatku, aku segera berlari menghampirinya dan langsung memeluknya dengan erat.

 

“Chae Rim-ah..jeongmal bogoshippo”ucapku dengan memeluknya erat.

 

“Ne..nado Je Ri-ya..kenapa kau jarang berkunjung”katanya.

 

Aku melepaskan pelukanku.

 

“Mianhe..”jawabku, Chae Rim menatap ke belakangku, oh ya aku baru sadar aku bersama Wookie Oppa, aku berbalik dan melambaikan tanganku pada Wookie Oppa yang masih berdiri sejak aku tinggalkan tadi, aku menyuruhnya berjalan mendekat, Wookie Oppa pun mendekati kami.

 

“Annyeonghaseyo..Kim Ryeowook-imnida”ucap Wookie Oppa memperkenalkan dirinya.

 

“Chogi..Ryeowook..super..junior?”ucap Chae Rim sambil menatapku tidak percaya, aku menatapnya bingung, aku tidak tahu harus menjawab iya atau tidak.

 

“Nde..kau tahu?”tanya Wookie Oppa sambil tersenyum.

 

Chae Rim mengangguk dengan semangat, aigoo temanku ini ELF juga ternyata.

 

Tiba-tiba aku merasakan seseorang menarik-narik celanaku, aku menoleh ke bawah dan melihat anak laki-laki yang sangat lucu itu, aisshh sudah lama sekali tidak melihatnya sekarang dia sudah bertambah tinggi rupanya.

 

“Kwangmin-ah…annyeong..”ucapku sambil berjongkok mensejajarkan tinggiku dengannya dan mengacak-acak rambutnya perlahan, dia tersenyum yang semakin menunjukan pipi chubbynya itu sehingga membuatku tidak tahan untuk tidak mencubitnya.

 

“Omo..kau tambah imut Kwangmin-ah”ucapku padanya.

 

“Annyeong”Wookie Oppa tiba-tiba sudah ada disampingku dan menyapa Kwangmin, Kwangmin menatapnya dari atas sampai bawah dan beralih menatapku dan tiba-tiba saja dia menginjak kaki Wookie Oppa dan berlari pergi.

 

“Auuuuuuu”teriak Wookie Oppa.

 

“Oppa..gwenchana?”tanyaku melihatnya yang kesakitan.

 

“Kwangmin-ah”panggil Chae Rim.

 

“Ne gwenchana..”jawab Wookie Oppa.

 

Kenapa Kwangmin seperti itu? dia tidak pernah seperti itu jika bertemu dengan orang asing, dia anak yang sopa setahuku.

 

“Oppa..kidaryo..”ucapku kemudian berlari mencari Kwangmin.

 

Aku mencarinya ke kebun belakang rumah Chae Rim dan benar saja dia ada disana di bawah pohon kesukannya. Aku mendekatinya dan duduk disampingnya.

 

“Kwangmin-ah..wae?”tanyaku.

 

Dia menoleh padaku dengan bibir yang mengerucut, aku menariknya ke dalam pelukanku.

 

“Kau kenapa Kwangmin-ah..itu tidak sopan..”ucapku melepaskan pelukanku dan menangkup wajahnya agar menatapku, matanya yang bening berkaca-kaca.

 

“Hyung itu pacar noona kan?aku tidak suka…noona milikku”ucapnya.

 

Aku menghela nafas perlahan dan mengacak-acak rambutnya perlahan.

 

“Tapi bukan berarti kau harus berperilaku tidak sopan seperti itu..dia lebih tua darimu Kwangmin-ah..noona tidak pernah mengajarimu seperti itukan?”ucapku lagi, dia mengangguk.

 

“Sekarang minta maaf ya..ayo”ucapku menariknya untuk berdiri, dia tidak mau dan menjulurkan kedua tangannya minta digendong, dasar Kwangmin, aku pun langsung menggendongnya kembali ke rumah Chae Rim.

 

Aku melihat Chae Rim sedang mengobrol dengan Wookie Oppa dan beberapa anak-anak itu juga bercanda dengan Wookie Oppa. Aku berjalan menghampiri mereka.

 

“Ayo Kwangmin..minta maaf pada Wookie hyung”

 

Wookie POV

 

Anak laki-laki itu menatapku tajam, apa salahku? Kenapa dia menatapku seperti itu, dan sepertinya Je Ri sangat sayang pada anak laki-laki ini. Anak laki-laki itu menggeleng tidak mau.

 

“Kwangmin-ah..apa kata noona tadi?hemm”ucap Je Ri padanya, anak laki-laki itu mengerucutkan bibirnya.

 

“Aku mau minta maaf kalau noona menciumku dulu”ucap anak laki-laki itu.

 

Mwo? Apa-apaan anak laki-laki itu?dia seperti sedang membuatku cemburu, aha ara sepertinya anak laki-laki itu menyukai Je ri, pantas saja dia menatapku tajam. Je Ri hanya tersenyum dan mencium pipi anak laki-laki itu sekilas, lalu anak laki-laki itu turun dari gendongan Je Ri dan berdiri di hadapanku.

 

“Hyung! Jangan dekati Je Ri noona dia milikku!”seru anak laki-laki ini, aku menatapnya bingung dan tiba-tiba saja anak laki-laki itu sudah berlari pergi.

 

Aku mendengar Je Ri menghela nafasnya perlahan.

 

“Kwangmin selalu seperti itu padamu”ucap Chae Rim pada Je Ri dan Je Ri hanya tersenyum, ada-ada saja anak laki-laki itu. sudahlah untuk apa dipikrikan, sebaiknya aku harus menyusun rencanaku untuk melamar Je Ri besok, ya besok aku akan mengajaknya jalan-jalan dan setelah itu melamarnya, ayah dan ibunya juga sudah mengijinkan.

 

**

 

Pagi itu aku sudah menunggu Je Ri di depan kamarnya, begitu dia membuka pintu, dia langsung kaget melihatku, aku tersenyum padanya.

 

“Oppa..musun iriya?”tanyanya padaku.

 

“Hari ini temani aku jalan-jalan..otte? aku sedang liburan kesini Je Ri-ya…ok?”ucapku.

 

“Noona ada Kwangmin yang mencarimu”seru Min Woo dari ruang tengah, Kwangmin? Anak kecil kemarin? Untuk apa dia kesini? Isssh sekarang dia mulai menyebalkan.

 

Je Ri langsung saja meninggalkanku tanpa menjawab pertanyaanku, aku mengikutinya berjalan di belakang dan benar saja Kwangmin ada di depan rumah Je Ri.

 

“Kwangmin-ah..ada apa?”tanya Je Ri pada anak kecil itu, dia menoleh padaku dengan tatapan tajam, aisshh anak kecil ini.

 

“Noona..aku ingin mengajak noona jalan-jalan hari ini..otte?”tanyanya pada Je Ri.

 

Je Ri menoleh padaku dengan pandangan yang tidak bisa kuartikan, hah jadi dia lebih memilih berjalan-jalan dengan Kwangmin dibanding denganku? Padahal hari ini aku berniat untuk melamarnya.

 

“Kita pergi bersama saja”ucapku pada akhirnya.

 

Je Ri tersenyum, sementara aku melihat anak kecil itu mengerucutkan bibirnya.

 

**

 

Pada akhirnya kami berjalan-jalan bertiga, hanya menyusuri jalanan kampung halaman Je Ri, tidak keluar, ini gara-gara anak kecil yang sejak tadi selalu saja mnegajak Je Ri berbicara sehingga aku seperti menjadi pengawal mereka.

 

“Noona..bunga itu bagus ya..aku akan mengambilnya untuk noona”ucap Kwangmin kemudian berlari menghampiri semak-semak yang terdapat bunga, dia berusaha mengambil bunga itu tapi tidak bisa, anak kecil-.-

 

Aku berjalan mengahmpirinya dan mmebantunya mengambilkan satu.

 

“Igo”ucapku menyerahakan bunga itu padanya, dia mengambilnya dengan kasar.

 

“Hyung tidak usah membantuku”serunya kemudian berlari lagi kembali ke tempat Je Ri menunggu, aku menggeleng-gelengkan kepalaku, kenapa ada ya anak kecil seperti itu.

 

Je Ri tersenyum senang menerimanya.

 

“Gomawo Kwangmin..Wookie Oppa”ucap Je ri padaku juga, aku tersenyum dan mengacak-acak rambutnya perlahan. Kwangmin mengerucutkan bibiranya merasa kesal karena namaku juga disebut, aku menjulurkan lidahku padanya dan Kwangmin membalasnya dengan menjulurkan lidahnya juga.

 

Kemudian dia menarik tangan Je Ri untuk berjalan lagi, dia mengayun-ayunkan tangan Je Ri, harusnya aku yang melakukannya, huh, sabar..sabar..

 

“Noona…aku capek…hyung gendong aku”ucap Kwangmin yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapanku, Je Ri menatapku memohon, harus sabar Wookie, aku pun membalikan tubuhku agar dia naik ke punggunguku, dia melingkarkan tangannya di leherku, berat juga anak kecil ini.

 

“Oppa..gwenchana?”tanya Je Ri.

 

Aku tersenyum kaku, anak ini benar-benar menyebalkan, merusak semua rencanaku, tidak rencanaku tidak boleh rusak karena anak kecil ini.

 

Kwangmin terus saja berceloteh sepanjang jalan pada Je ri, terkadang Je Ri menanggapinya dengan tawa, senyum bahkan mengelus kepala anak ini.

 

“Wah…keluarga yang serasi sekali..ayah..ibu dan anak laki-laki yang lucu..”ucap seorang ahjumma begitu kami berpapasan di tengah jalan, Je Ri tersenyum pada ahjumma itu, mereka bilang aku serasi, apa aku akan tampak seperti ini saat kami menikah nanti? Yang jelas aku tidak mau punya anak seperti ini, dia akan mengambil Je Ri dariku.

 

“Oppa kenapa kau tersenyum?”tanya Je Ri, sepertinya dia sadar aku tersenyum.

 

“Ah anni…”jawabku.

 

“Hyung jangan berpikiran yang macam-macam”seru Kwangmin sambil memukul kepalaku.

 

“Kwangmin!”seru Je Ri.

 

Aisshh anak ini, lihat saja><

 

**

 

Kami beristirahat dia bawah pohon di dekat persawahan, Kwangmin tertidur di paha je Ri, sementara Je Ri mengelus kepala Kwangmin perlahan, aku memperhatikannya, apa saat nanti kita menikah dia akan seperti itu?

 

“Oppa..maafkan sikap Kwangmin ya”ucap Je ri sambil menatapku.

 

“Ne..anak kecil memang suka begitu…”jawabku.

 

“Pasti Oppa kesal sekali dengan Kwangmin..mianhe…dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi ayah dan ibunya meninggalkannya begitu saja dan Chae Rim yang merawatnya..aku yang sering membantu Chae Rim merawatnya makanya dia sangat dekat denganku..yah tidak tahunya dia malah jadi seperti ini..”ucap Je Ri sambil mengelus kepala Kwangmin perlahan.

 

Aku tersenyum.

 

“Ne..gwenchana..Kwangmin itu senang mencari perhatian..pasti menurutnya dengan adanya aku perhatianmu padanya menjadi berkurang…”ucapku.

 

Je Ri menatapku dan mengagguk.

 

“Ne..pasti karena itu..padahal aku tetap akan perhatian padanya…aku sangat sayang padanya..”ucap Je Ri kemudian mencium kening Kwangmin.

 

“Je Ri-ya..kau sudah cocok menjadi seorang ibu…”ucapku tiba-tiba, bahkan aku tidak sadar aku berbicara seperti itu. aku melihat muka Je ri memerah karena ucapanku, aishhh aku salah bicara. Dia menunduk tidak mau menatapku, ah sebaiknya aku katakan saja sekarang, mumpung anak itu sedang tidur.

 

Aku merogoh saku celanaku mencari cincin yang sudah aku siapkan sejak di Seoul.

 

“Je Ri-ya…”panggilku, dia mendongak namun masih terlihat dengan jelas wajahnya memerah karena tadi.

 

“Mungkin ini sangat-sangat tidak romantis..bahkan aku tidak menyiapkan apapun yang spesial tapi aku tulus Je Ri-ya…maukah kau menikah denganku?”ucapku pada akhirnya mengatakan apa yang ingin aku katakan sejak dulu padanya, pada seseorang yang sudah mengambil hatiku, aku tahu hubungan ini baru dua tahun tapi aku sangat yakin dialah satu-satunya untukku selamanya.

 

Je Ri menatapku tidak percaya, aku sedikit gugup menunggu jawabannya. Dia mengulas senyum sekilas dan mengangguk.

 

“Aku bersedia Oppa..”ucapnya sambil menatapku, aku tersenyum padanya kemudian menarik tangannya dan memasangkan cincin yang sudah aku siapkan, dia tampak sedikit terkejut melihat cincin yang sudah aku siapkan, aku pun mencium punggung tangannya.

 

“Saranghae…”ucapku.

 

“Nado Oppa..”balasnya, aku mendekatkan tubuhku padanya, dia memejamkan matanya, aku bergerak semakin mendekat.

 

“Hyung!apa yang mau kau lakukan pada noona!”sebuah suara menghentikan aktifitasku, aku langsung menjauhkan diriku lagi, Je Ri langsung menunduk malu, aisshhh anak kecil ini ><

 

 

Author POV

 

Je Ri dan Wookie pulang dengan bergandengan tangan, begitu sudah mengantar Kwangmin ke rumah Chae Rim, mereka sama-sama terdiam satu sama lain, Wookie bingung harus berkata apa sedangkan Je Ri masih belum percaya apa yang baru saja dia alami tadi, Wookie melamarnya.

 

“Kita sudah sampai”ucap Wookie begitu sampai di depan rumah Je Ri.

 

Je Ri masuk duluan ke dalam sementara Wookie mengikutinya berjalan di belakang dan begitu membuka pintu, dia melihat rumahnya begitu ramai seperti sedang ada perayaan.

 

“Je Ri-ya Chukkaeyo”ucap Chae Rim yang sudah menyambutnya di depan pintu.

 

“Eomma..apa ini?”tanya Je Ri bingung.

 

“Pesta pertunanganmu sayang…”

Advertisements

3 thoughts on “FF: Our Secret (JeWook Couple Holiday)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s