FF: Fate Part 8

Part 8

 

Yong Soon POV

 

Apa yang Aiden katakana padaku terus terngiang-ngiang dipikiranku, kenapa Marcus tidak bilang apa-apa padaku?Apa dia memang ingin meninggalkanku? Kalau aku tidak memilih diantara dua pilihan itu dia benar-benar akan meningalkanku, apa itu tujuannya tidak memberitahuku?

 

Aku menoleh ke belakang ke meja tempatnya duduk, dia sedang menatap keluar jendela seperti sedang memikirkan sesuatu, apa ini yang dimaksud oleh Yeon Ji dulu? Kenapa aku bertemu dengannya dan pada akhirnya jatuh cinta padanya meski pada kenyataanya aku tidak akan bias bersama dengannya, anni, aku ingin bersamanya terus.

 

Lagi-lagi aku mendesah pelan, kenapa semuanya menjadi semakin rumit, apa salah jika aku mencintai seseorang yang berbeda denganku? Bukankah cinta itu mengalir begitu saja tanpa peduli dengan siapa kita jatuh cinta?apa aku salah mencintai Marcus?

 

**

 

Aku hanya menatap nampan makan siangku dengan tidak berselera, aku sedang tidak ingin makan saat ini.

 

“Wae?kau sakit?”Tanya Marcus yang menyadari bahwa aku sama sekali tidak memakan makan siangku, aku menatapnya dengan tatapan sedih, matanya yang hitam menatapku dengan banyak pertanyaan, apa aku harus bilang padanya kalau aku tahu mengenai hal itu atau tidak usah.

 

Aku menggeleng dan tersenyum padanya.

 

“Aku tidak lapar”jawabku.

 

Dia masih menatapku, seakan mencari-cari bukti bahwa aku berbohong.

 

“Ya..aku memang sedang tidak ingin makan saat ini..”ucapku meyakinkannya.

 

“Ara…”katanya lagi.

 

Seketika itu juga kami menjadi terdiam satu sama lain, tidak biasanya seperti ini, biasanya dia akan selalu mengajakku berbicara berbagai macam hal tapi tidak sekarang dia diam,aku pun juga diam.

 

 

Author POV

 

Seulong menatap meja Marcus dan Yong Soon dengan tatapan berpikir, dia tidak akan membiarkan Yong Soon yang berkorban dalam hal ini, dia tahu apa tujuan Aiden berbicara seperti itu pada Yong Soon, dia tahu Yong Soon sangat mencintai Marcus dan akan melakukan apa saja untuk Marcus.

 

Begitu sepulang sekolah Seulong menghampiri meja Marcus.

 

“Aku ingin bicara denganmu”kata Seulong pada Marcus, marcus menatapnya datar dan mengangguk.

 

Yong Soon melihat mereka berdua keluar bersama, Yong Soon berdiri dari duduknya dan berjalan mengikuti mereka karena takut terjadi sesuatu diantara mereka namun begitu sampai diluar Yong Soon sudah tidak melihat mereka.

 

 

**

 

“Apa yang kau inginkan dari Yong Soon?”Tanya Seulong menatap tajam Marcus, Marcus tetap menatapnya datar, dia tidak mengerti apa yang dibicarakan Seulong.

 

“Apa maksudmu?”Tanya Marcus.

 

“Aku tahu tentang kesalahan yang kau lakukan karena terlibat cinta dengan manusia dan mereka memberikanmu pilihan..Aiden menceritakan hal itu pada Yong Soon”ucap Seulong.

 

Marcus terlihat kaget mendengar perkataan Seulong, dia tidak mengerti kenapa Aiden melakukan hal itu.

 

“Apa kau ingin mengorbankan gadis itu, hah? Ternyata itu niatmu dari awal”ucap Seulong lagi dengan tatapan sinis.

 

“Aku tidak akan membawa Yong Soon dalam masalah ini”seru Marcus.

 

“Kau sudah membawanya dalam masalah ini sejak awal saat kau mulai menyukainya..apa kau sengaja?”Tanya seulong dengan nada tajam.

 

Marcus terdiam. Dia tahu, dialah yang menyebabkan hal ini terjadi tapi dia tidak bisa menghindarinya bagaimana bisa dia tahu dengan siapa dia akan jatuh cinta?semuanya semakin sulit buat Marcus dan kini Yong Soon pun tahu, dia tahu apa yang akan dilakukan Yong Soon dan itu yang tidak diinginkannya makanya dia tidak bercerita mengenai hal ini tapi dia tidak habis piker kenapa Aiden memberitahu Yong Soon.

 

“Buat dia lupa semuanya”ucap Seulong lagi menatap Marcus dengan serius.

 

 

**

 

Sama seperti malam-malam biasanya Marcus datang ke kamar Yong Soon dan menemaninya sampai gadis itu tertidur tapi kali ini Yong Soon tidak bisa tidur, banyak hal yang ingin dia utarakan pada namja yang sedang memeluknya saat ini namun dia tidak tahu harus dimulai dari mana.

 

“Sudah malam..kenapa kau belum tidur?”Tanya Marcus sambil mengelus kepala Yong Soon perlahan.

 

Yong Soon menggeleng. Marcus mendesah pelan, dia tahu apa yang dipikirkan gadis ini, dia berusah agar gadis ini tidak menanaykan mengenai hal itu tapi sepertinya sebentar lagi gadis ini akan bertanya, dia tahu gadis ini tidak bisa tidur karena hal itu.

 

“Yong Soon-ah…mulai saat ini jangan campuri urusanku dengan jenisku”ucap Marcus.

 

Yong Soon melepaskan tubuhnya dari pelukan Marcus dan menatapnya bingung.

 

“Kenapa sekarang kau menunjukan bahwa kita berbeda?”tanyanya tidak mengerti dengan maksud Marcus berbicara seperti.

 

“Tapi itu memang kenyataanya..kau dan aku berbeda..aku akan menyelsaikan masalahku sendiri..kau tidak perlu tahu…”ucap Marcus lagi.

 

Yong Soon semaki tidak mengerti dengan ucapan Marcus, kenapa sekarang dia membedakan dirinya dan Marcus.

 

“Apa itu berarti kau akan meninggalkanku?”Tanya Yong Soon yang menduga arah pembicaraannya adalah hal itu.

 

Marcus menatap dalam mata Yong Soon.

 

“Aku sudah berjanji untuk tidak meninggalkanmu dan aku akan menepati janjiku”ucap Marcus denga  sedikit penekanan.

 

“Kau akan membuatku lupa tentangmu..begitu?”Tanya Yong Soon lagi dengan tatapan sedih.

 

Marcus terdiam.

 

“Kau jahat..jadi benar kan selama ini kau hanya mempermainkanku”ucap Yong Soon dengan tatapan kesal pada Marcus.

 

“Aniya..aku memang mencintaimu Yong Soon-ah..sangat..hanya saja…apa yang harus aku lakukan?”ucap Marcus dengan wajah frustasi, baru kali ini Yong Soon melihat wajah tidak tenang Marcus, selama ini dia selalu melihat Marcus seperti tidak pernah memikirkan apa-apa dan semuanya bisa dia selesaikan dengan baik tapi kini dia melihat Marcus bingung, dia juga merasakan apa yang Marcus rasakan, hanya satu yang dia inginkan tidak berpisah dengan Marcus.

 

 

Yong Soon POV

 

Aku bangun dari tidurku dan melihat Marcus sudah tidak ada dikamarku, sepertinya dia sudah pulang, aku duduk diatas tempat tidurku menatap lurus ke depan, pembicaraan semalam masih jelas dipikiranku, aku tidak akan mau dia yang meninggalkanku.

 

Aku menekuk lutuku menelungkupkan wajahku diantara kedua kakiku yang aku tekuk. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini, aku bingung.

 

**

 

Aku berjalan dengan malas ke dalam gedung sekolah, belum sampai di depan lokerku aku berpapasan dengan Seulong. Aku menoleh padanya sekilas dan kembali berjalan.

 

“Kenapa kau sangat mencintainya? Bahkan kau tidak bisa memilih pilihan yang aku berikan”ucapnya membuatku berhenti berjalan.

 

“Aku tahu kau sangat mencintainya tapi bisakah kau melihat orang lain yang berusaha melindungimu karena dia sangat mencintaimu”ucapnya lagi.

 

Aku mengenggam rokku dengan erat dan kembali berjalan.

 

 

**

 

Hubunganku dengan Marcus berjalan semakin aneh setelah kejadian itu, dia selalu berusaha membuatku tidak mengungkit hal itu lagi, aku tidak tahu apa yang dia rencanakan, sekarang dia lebih banyak diam seakan menyembunyikan sesuatu, kalau pilihannya adalah benar-benar meninggalkanku, aku tidak akan membiarkannya melakukan hal itu.

 

“Kenapa kau malah menatapku?kenapa kau tidak habiskan makananmu?”tanyanya begitu dia sadar sejak tadi aku terus memperhatikannya makan.

 

“Aniya..”jawabku singkat dan kembali memakan makan siangku.

 

“Akhir-akhir ini aku jarang melihatmu tersenyum lagi”ucapnya.

 

Aku langsung mendongak dan menyunggingkan senyum padanya, dia terkekeh pelan. Aku pun kembali melanjutkan makanku.

 

 

Marcus POV

 

“Kau masih belum memutuskan akan melakukan apa?”Tanya Casey yang tiba-tiba sudah ada dihadapanku menghalangiku saat aku masuk ke dalam rumah.

 

Dia piker aku bisa memilih diantara kedua pilihan itu.

 

“Aku piker gadis itu akan memilih melindungimu”ucap Aiden yang juga sudah ada di ruangan itu, aku menatapnya tajam, dialah yang menceritakan semuanya pada Yong Soon.

 

“Aku tidak akan melakukan apapun dengan dua pilihan itu”ucapku dan berjalan meninggalkan mereka.

 

“Jadi kau akan menyerahkan dirimu pada Dennis, hah? Tidak ada gunanya kau bertahan hidup selama 500 tahun..kalau pada akhirnya kau memilih dilenyapkan hanya karena gadis manusia itu”ucap Aiden lagi.

 

Memangnya kenapa? Hidupnya lebih penting dibandingkan hidupku, dengan melihatnya terus hidup, aku akan senang. Aku pura-pura tidak mendengar apa yang dia katakana lagi dan berjalan menaiki tangga menuju kamarku.

 

Di depan kamarku aku melihat Nathan seperti menungguku. Dia tertunduk namun begitu sadar aku sudah datang dia mendongak. Aku berjalan menghampirinya.

 

“Aku punya saran yang lebih baik untukmu”ucapnya.

 

Aku menautkan alisku bingung.

 

 

“Yang Dennis inginkan hanya agar kau dan Yong Soon tidak bersama…kau yang meninggalkannya..bukan berarti kau menyerahkan diirmu pada Dennis..buat dirimu tidak bisa dilihat olehnya dan buat seolah-olah kalian tidak pernah bertemu..itu menurutku..”terang Nathan panjang lebar.

 

Kalau aku melakukan hal itu, aku hanya akan menyakitinya.

 

“Tidak..itu hanya akan menyakitinya…”ucapku.

 

“Terserah aku hanya memberi saran..yang jelas kalian memang tidak ditakdirkan bersama..cepat atau lambat dia harus melupakanmu karena kalian tidak mungkin bersama..kau telah memberinya banyak harapan padahal kau sendiri tahu kau tidak bisa…”ucap Nathan yang kemudian sudah menghilang dari hadapanku.

 

Kata-kata Nathan benar-benar masuk ke dalam hatiku, apa yang dia katakana benar, mau aku berusaha sekeras apapun aku ingin bersamanya tetap tidak akan bisa, aku dan di berbeda, itu masalahnya,aku kembali menyesal kenapa aku salah jatuh cinta, kenapa aku harus bertemu dengannya kalau pada akhirnya aku tidak bisa bersama dengannya, kenapa?

 

Aku membuka pintu kamarku dan terkejut begitu melihat Dennis ada di dalam kamarku. Dia tersenyum sinis melihatku.

 

“Apa kau sudah memilih?”tanyanya, untuk apa dia menanyakan hal itu.

 

“Bukan urusanmu”jawabku singkat.

 

“Hanya sekedar mengecek..sepertinya gadis itu tahu…aku lebih suka berurusan dengan gadis itu…”ucapnya.

 

“Jangan sentuh dia..aku sudah menentukan apa yang akan aku lakukan”ucapku sambil menatapnya tajam, dia terkekeh pelan.

 

“Bagus..apa yang Nathan katakana itu benar..kau tidak akan pernah bersama dengannya…kau dan dia sangat jauh berbeda…kau sudah salah sejak awal membiarkan dirimu sendiri jatuh pada gadis itu..harusnya kau memikirkan hal ini sebelum melakukannya Marcus…”Dennis kembali berbicara, dia kemudian tersenyum dan perlahan menghilang.

 

Aku mendesah pelan, aku mendudukan diriku di tepi tempat tidur, menutup wajahku dengan kedua tanganku. Aku yang salah, aku yang sudah membiarkan diriku jatuh pada gadis ini.

 

Author POV

 

Yong Soon masih terjaga menatap balkon kamarnya menunggu Marcus dating tapi sudah lewat tengah malam belum ada dia juga. Yong Soon berpikir mungkin Marcus tidak dating malam ini, dia pun berbaring dan menatap langit-langit kamarnya.

 

“Kenapa aku dan dia harus berbeda?”lirih Yong Soon dan memejanmkan matanya perlahan, lalu terlelap tidur.

 

Ternyata Marcus dating malam itu, dia menunggu Yong Soon benar-benar tidur sebelum masuk ke dalam kamarnya, dia berjalan mendekati tempat tidur Yong Soon dan berjongkok, dia mengelus kepala Yong Soon perlahan, dia kembali mengingat pertama kali dia datang ke kamar ini karena rasa penasarannya pada gadis ini. Tiba-tiba semua kenangan pertama kali bertemu gadis ini dan semua kejadian yang mereka lalui bersama diputar ulang di otaknya. Kalau memang dia tidak ditakdirkan bersama gadis ini kenapa dia harus jatuh cinta pada gadis ini? Itu yang menjadi pertanyaan Marcus.

 

Dia mengelus pipi Yong Soon perlahan.

 

“Kau tidak tahu betapa aku ingin hidup kembali menjadi manusia agar bisa bersamamu”lirih Marcus.

 

“Tidak apa aku tidak bersamamu…asal aku bsia terus melihatmu hidup Yong Soon-ah..”ucap Marcus, dia mendekatkan tubuhnya pada Yong Soon dan mencium keningnya.

 

Namun tiba-tiba Yong Soon membuka matanya sedikit.

 

“Jebal..jangan tinggalkan aku Marcus…jebal…”ucap Yong Soon, dia piker Yong Soon terbangun namun setelah itu dia melihat Yong Soon kembali tertidur, apa dia bermimpi? Pikir Marcus.

 

Marcus kembali mengelus kepala Yong Soon perlahan.

 

“Aku akan selalu ada disini bersamamu Yong Soon-ah”ucap Marcus.

 

**

 

“Mau kemana kau mengajakku?”Tanya Yong Soon yang heran pada Marcus tiba-tiba mengajaknya pergi di minggu pagi seperti ini.

 

“Ikut saja”ucap Marcus sambil tersenyum, Yong Soon sedikit kesal karena Marcus selalu seperti itu, tidak pernah memberitahu kemana akan mengajaknya.

 

“kenapa kau tidak pernah memberitahuku kemana kau membawaku?”Tanya Yong Soon saat masuk ke dalam mobil Marcus.

 

Marcus tertawa pelan dan kemudian menjalankan mobilnya. Marcus membawanya ke sebuah padang rumput yang tidak jauh dari rumahnya, di musim semi seperti ini padang rumput itu sangat indah, makanya dia ingin mengajak Yong Soon kesana.

 

“Tadaaaa”ucap Marcus sambil membuka pintu mobilnya untuk Yong Soon dan Yong Soon bisa melihat hamparan rumput yang sangat luas dengan bunga-bunga yang masih bermekaran dimana-mana, Yong Soon terkagum –kagum melihat pemandangan dihadapannya itu dan tersenyum.

 

“Kenapa kau tidak pernah mengajakku kesini sebelumnya?”Tanya Yong Soon.

 

“Save the best for the last”ucap Marcus, Yong Soon tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Marcus dan hanya mengangguk.

 

 

**

 

Yong Soon dan Marcus berbaring di padang rumput itu bersebelahan menatap langit yang sangat cerah hari ini, Marcus menoleh kesamping dan melihat wajah Yong Soon yang sedang menatap langit, tangannya terulur menyentuh wajah gadis itu dan mengelusnya perlahan, dia benar-benar merasa sangat mencintai gadis disampingnya ini hanya saja kenapa dia bukan manusia?

 

Yong Soon merasakan tangan Marcus menyentuh wajahnya, dia menoleh dan bergerak mendekat pada Marcus,dia menatap Marcus dengan seksama, tangannya juga membelai wajah Marcus perlahan, lalu Yong Soon mendekatkan wajahnya pada Marcus dan menyentuhkan bibirnya pada bibir Marcus, Marcus menarik tengkuk Yong Soon untuk semakin memperdalam ciuman mereka, Marcus seperti menunjukan rasanya tidak mau meninggalkan Yong Soon lewat ciuman yang dia berikan, mereka saling berpagutan cukup lama sehingga terdengar bunyi kecupan mereka dan deru nafas mereka.

 

Marcus melepaskan ciumannya begitu melihat Yong Soon mulai terengha-engah karena kehabisan nafas, dia menatap wajah gadis itu dengan seksama, apa dia bisa meninggalkan gadis ini, Marcus ingin sekali bersikap egois dengan terus bersama gadis ini tapi bagaimana? Tetap saja tidak bisa, sekarang dia menyesal kenapa dia tidak terlahir sebagai manusia.

 

**

 

“Kau percaya bahwa aku tidak akan pernah meninggalkanmu?”tanya Marcus pada Yong Soon saat mereka sedang duduk bersandar di sebuah pohon dan Marcus merangkul Yong Soon.

 

Yong Soon seperti menangkap sesuatu maksud dari perkataan Marcus,dia melepskan tubuhnya dari rangkulan Marcus dan menatapnya tepat di matanya.

 

“Apa artinya kau memilih untuk membuatku lupa tentangmu? Andweyo…”ucap Yong Soon sambil menggelengkan kepalanya dengan wajah sedih.

 

Marcus menyentuh pipi Yong Soon perlahan.

 

“Aku tidak memilih diantara kedua pilihan…aku yang akan pergi…”ucap Marcus, Yong Soon kaget mendengar perkataan Marcus.

 

”Andweyo…kau sudah berjanji untuk tidak meninggalkanku…kau sudah berjanji Marcus…”ucap Yong Soon yang mulai merasakan matanya memanas.

 

”Aku akan menepati janjiku…aku tidak meninggalkanmu…aku akan terus ada disampingmu..meski kau tidak akan merasakannya lagi..”ucap Marcus, Yong Soon tidak mengerti apa yang dikatakan Marcus.

 

”Apa maksudmu?andwe..kau harus bersamaku…kau sudah berjanji..”ucap Yong Soon lagi dan kini air mata mulai mengalir di sudut matanya, Marcus menatapnya sedih, ini yang paling tidak dia sukai melihat gadis dihadapannya ini menangis karena dia.

 

”Uljima…mianhe…aku yang salah..selama ini aku yang memberikanmu harapan bahwa kita bersama padahal pada kenyataanya kita tidak mungkin bersama…kita terlalu berbeda…”ucap Marcus sambil mengusap air mata YongSoon.

 

”Andweyo…andwe…jebal Marcus…andwe…”ucap Yong Soon berulang-ulang dengan air mata yang terus turun, Marcus mentapny miri,dia tidak suka melkaukannya namun apa yang dikatakannya benar, tidak seharusnya Yong Soon berharap padanya.

 

”Kau pasti bisa hidup seperti biasa tanpaku..aku yakin..ingatan manusia akan cepat melupakan hal-hal yang menyakitkan…dan kau pun akan segera melupakan bahwa kau pernah bertemu denganku…”kata Marcus lagi, Yong Soon mengegleng lemah menatap Marcus dengan air mata yang terus turun.

 

Tangan Marcus bergerak ke leher Yong Soon melepaskan kalung yang pernah diberikannya pada Yong Soon dan dia mengambilnya.

 

”Mianhe..jeongmal mianhe..ini semua aku yang salah…aku yang membuatmu seperti ini..mianhe…”ucap Marcus lagi kemudian menarik Yong Soon ke dalam pelukannya, Yong Soon menangis sejadinya disana, Marcus mendekapnya erat, kenapa dia tidak bisa mendekap gadis ini selamanya?

 

”Mianhe…”hanya kata-kata itu yang Marcus ulang-ulang terus, dia tidak tahu harus berkata apa lagi, dia hanya merasa bersalah, hanya itu.

 

Marcus melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Yong Soon dengan kedua tangannya, menyatukan kembali bibir mereka merasakan ciuman terakhir mereka.

 

 

Yong Soon POV

 

”Marcus”ucapku terbangun dari sebuah mimpi buruk yang terasa sangat nyata buatku., aku mengacak-acak rambutku, kenapa mimpi itu sangat nyata, aku menyentuh leherku dan tidak ada lagi kalung itu.apa mimpi itu kenyataan?

 

Aku langsung bangun dari tempat tidurku menuju kamar mandi dan mencuci mukaku setelah itu langsung berganti baju dan bergegas keluar rumah,aku ingin memastikan hal itu hanya mimpi, hanya mimpi, aku tahu Marcus sudah menungguku di depan lokernya.

 

”Yong Soon-ah..mau kemana? Kau masih sakit”seru Minho begitu aku melewati ruang tengah namun aku tidak menghiraukan perkataannya dan terus berlari keluar, aku berlari menuju halte terdekat.

 

Aku panik menunggu bisa datang, kenapa lama sekali? Begitu bisa datang aku segera naik. Aku benar-benar ingin membuktikan kalau aku bermimpi semuanya hanya mimpi, aku menyentuh leherku lagi dan kalung itu memang sudah tidak ada disana.

 

”Marcus..”lirihku.

 

Aku turun dengan cepat dari bisa begitu sampai di halte terdekat sekolahku, aku kembali berlari ke sekolah, satu tujuanku lokerku, begitu sampai disana aku tidak melihatnya biasanya dia sudah ada disana kenapa tidak ada? Tidak, semua hanya mimpi, aku berlari ke kelasku dan membuka pintunya, dan apa yang aku dapatkan dia juga tidak ada.

 

”Yong Soon-ah..kau sudah sembuh?”Tanya Yeon Ji namun aku tidak peduli, aku masuk ke dalam kelas sambil memanggil nama Marcus.

 

”Marcus…Marcus…”panggilku.

 

”Yong Soon-ah..kau memanggil siapa?”tanya Yeon Ji, aku menatapanya heran.

 

”Marcus..”ucapku lagi.

 

”Marcus?nugu?”tanyanya.

 

Aku terdiam dan kembali teringat mimpi kemarin, dia berusaha membuatku lupa, dia ingin agar aku merasa tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya, andwe, dia melakukannya, Marcus.

 

Aku berjalan keluar kelas perlahan, bersandar pada dinding sambil berjongkok.

 

”Kau jahat Marcus…kau jahat…kau jahat…”lirihku dan aku mulai merasakan air mataku turun perlahan, kenapa dia setega ini.

 

Author POV

 

Yong Soon terus menangis, meski banyak murid yang melihatnya dia seakan tidak peduli lagi, dia hanya merasa Marcus sangat jahat meninggalkannya seperti ini.

 

Pada kenyataannya Marcus tidak meninggalkannya dia menepati janjinya tetap ada bersama Yong Soon hanya saja Yong Soon tidak bisa lagi merasakan keberadaan Marcus. Marcus duduk berjongkok disamping Yong Soon.

 

”Mianhe…mianhe…”lirihnya, dia tahu apapun yang dia katakan tidak akan terdengar oleh Yong Soon, ingin sekali dia memeluk Yong Soon saat ini tapi tidak bisa.

 

Seulong baru sampai di sekolah ketika dia melihat Yong Soon duduk berjongkok menangis, Seulong langsung menghampiri Yong Soon dan memeluknya dengan erat.

 

”Yong Soon-ah…”ucap Seulong sambil mengusap punggung Yong Soon perlahan.

 

“Marcus…marcus….”Yong Soon terus-terusan memanggil Marcus, Seulong menatap kesamping Yong Soon, dia bisa melihat Marcus disitu, Marcus menatapnya dengan rasa bersalah.

 

“Mianhe…”

Advertisements

11 thoughts on “FF: Fate Part 8

  1. Huwaaa….. nangis kejer!! marcus tegaaaa….. author, cepett lanjutinn….!! #dijewer author gara2 nyuruh2 mulu… *mian author…

    Author… lagi2 saya penasaraaaannn…!!!

  2. Jdi benci sma Denis ??
    Aduuuuuuh ..
    Apa gak ada cara lain buat Kyu jdi manusia?? Kasian dia 😦 (┌⌣̩́_┐) .. Omg 😥

  3. end yah ?_? astagaaaaa demi apa sedih bngett. mskpun ak pernah baca yang akhrnya kyk gini. tetep ajaa sedih gakterimaaa. ada gk squelnyaa ? aduh rasanyaa gk pengen habis.. keep writing thor, nice ff :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s