FF: LOVE’S WAY – ALL MY HEART

 

Cast:

1. All of SHINee member

2. Choi Hye Jin

3. Shin Hyo Jin

4. Super Junior member

Genre: Friendship and Romance, there’s sad scene also…hehehehe

Rating: General

Disclaimer: Taemin is mine..Only mine..kekekeke

 

29.  ALL MY HEART

 

Taemin POV

Aku terduduk disamping jendela kamarku dan menghadap ke arah luar menikmati hujan yang masih turun perlahan membasahi kota Sidney, meski musim dingin masih lama datang tapi hujan sudah mulai turun mungkin ini yang disebut dampak global warming. Aku menghela nafas berkali-kali. Begitu banyak pikiran yang mengisi kepalaku saat ini. Aku merasa hidup dalam sebuah drama, kenapa semua ini bisa terjadi padaku? Aku mengacak-acak rambutku frustasi, kenangan itu membawaku ke 6 bulan yang lalu.

 

-flashback-

”MWORAGO!!”seruku pada orang itu yang dengan santainya membicarakan masalah itu di depanku. Dia duduk di kursinya sambil tetap menatap kertas-kertas pekerjaannya.

Terkadang aku berharap aku adalah anak tunggal, aku tidak mau punya kakak seperti dia yang selalu mengatur hidupku, kali ini apalagi rencananya, apa dia tidak bisa sekali saja membiarkanku mengatur hidupku sendiri.

Aku hanya menatapnya tajam.

”Appa dan Umma sudah setuju akan hal ini…bahkan sebenarnya rencana ini memang sudah disiapkan oleh mereka…”serunya lagi masih tidak menoleh ke arahku sedikit pun.

Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat berusaha menahan emosiku yang sudah memuncak. Aku pun segera beranjak keluar dari ruangannya, aku malas mendengar ocehannya, kenapa appa dan umma setuju akan hal ini? Menyebalkan sekali.

Baru aku akan membuka pintu ruang kerjanya. Perkataannya menahanku.

”Pertunanganmu akan dilaksanakan minggu depan…”serunya tiba-tiba.

Aku menoleh ke arahnya dan mendapatinya sedang menatapku dengan tatapannya yang biasa dingin. Aku muak sekali melihat wajahnya yang seperti itu. Aku pun hanya mendengus kesal dan segera pergi dari tempat itu.

 

-Satu minggu kemudian-

”Annyeonghaseyo…joneun Cho Seohyun-imnida…”seru seorang yeoja yang sekarang ada di depanku. Dia tersenyum pada kedua orang tuaku juga Yunho dan terakhir padaku, akhirnya aku pun membalas senyumnya dengan senyuman tipis. Tidak banyak yang aku lakukan pada saat ini, aku hanya duduk dengan wajah menunduk bukan karena malu melainkan, aku ingin sekali segera keluar dari sini.

Aku melirik kearah yeoja tadi, dia sama sepertiku hanya menunduk , entah karena dia malu atau dia sama sepertiku sebenarnya menolak perjodohan ini. Aku hanya menebak-nebak dari ekspresinya itu. Yah aku akui dia cukup manis, wajahnya kecil dengan mata yang bulat hitam dan rambut ikal, namun tetap saja bagiku dia tidak seistimewa Hye Jin. Aku tidak banyak bicara yang menjawab seperlunya ketika ditanya oleh orang tua yeoja itu, yang bahkan namanya saja aku sudah lupa.

”Wah ternyata Taemin memang sangat tampan ya…”seru Ibu yeoja itu.

Aku hanya membalasnya dengan senyuman dan ucapan terima kasih.

 

-flashback end-

 

Aku kembali menghela nafas,sudah 6 bulan aku dan Seohyun bertunangan. Arrggghhh, mengucapkan kata itu saja begitu menyakitkan untukku, bertunangan karena dipaksa, begitulah tepatnya. Bahkan meski sudah 6 bulan berlalu aku masih biasa pada Seohyun, ya karena aku memang tidak memiliki perasaan apa-apa padanya, tapi aku tidak tahu dengan perasaannya padaku, semoga dia tidak menyukaiku, siapa tahu jika dia tidak menyukai maka perjodohan ini bisa batal. Dia adalah yeoja yang pemalu, dia jarang sekali berbicara padaku, dia lebih banyak diam. Oleh sebab itu aku agak yakin dia tidak memiliki perasaan apa-apa padaku dan itu bagus, kuharap dia akan meminta pada keluarganya untuk membatalkan pertunangan ini karena jika aku yang meminta pada keluiargaku itu adalah hal yang mustahil.

Aku merasakan HP ku bergetar diatas meja, aku menjulurkan lenganku mencari-cari Hpku di atas meja yang memang tidak jauh dari tempatku duduk. Aku segera melihat layar handphoneku dan mendapati sebuah sms masuk.

 

Dari: Seohyun

Oppa, aku mau mampir hari ini…

 

Tumben sekali dia mau mampir, aku melihat keluar jendela hujan sudah berhenti dan yang tersisa adalah genangan air dan daun-daunan yang basah oleh air hujan dan menetes ke tanah, aku masih dalam posisi dudukku tadi sambil memutar-mutar Hpku di tangan. Aku senang setiap habis hujan entah kenapa perasaanku selalu menjadi lebih tenang ketika hujan berhenti seperti ini tapi kali ini berbeda meski hujan sudah berhenti tapi perasaanku masih kacau, sangat kacau.

Aku kembali melihat layar handphoneku kemudian mencari galery fotoku dan mencaro foto itu, fotoku yang terkahir dengan Hye Jin, entah kenapa setiap melihat foto ini aku akan menjadi senang sekali seakan aku kembali ke masa-masa itu, meski masih banyak fotoku dan dia yang masih tersimpan di Handphoneku hanya foto ini yang sangat kusukai. Hye Jin yang begitu ceria tertawa bersamaku. Aku kembali melihat foto yang lain dan mendapati fotonya sendiri yang ku ambil saat aku ulang tahun. Di foto itu dia tersenyum sangat manis sekali, senyum yang sangat-sangat aku rindukan saat ini.

Tak terasa sudah 5 tahun aku tidak pernah melihatnya, dia pasti sangat membenciku saat ini dan pasti dia sudah memiliki namja lain disampingnya, aku yakin dia lebih bahagia tanpaku sebaliknya denganku, meski seberapa keras aku berusaha untuk melupakannya selama lima tahun bahkan dengan adanya Seohyun tetap saja aku tidak bisa melupakannya, kenangan-kenangan bersamanya seakan terus terngiang-ngiang di kepalaku membuatku selalu mengingatnya, mengingatnya tertawa, mengingatnya tersenyum, mengingatnya menangis.

”Saengil chukkae Hye Jin-ah…Saranghae yeongwonhi…”seruku berbicara pada foto itu.

Ya hari ini ulang tahunnya,sedang apa dia sekarang? Seruku dalam hati sambil menengadah ke atas langit. Pasti kau sedang merayakannya bersama orang-orang yang kau sayangi sekarang. Aku selalu berharap yang terbaik untukmu Hye Jin-ah. Mianhe, jeongmal mianhe. Seruku sambil memejamkan mataku, tanpa terasa air mata kembali turun. Aku menyekanya dengan tanganku dan kembali menatap foto itu.

”Hye Jin-ah….bagaimana cara agar aku bisa melupakanmu?”seruku.

Aku berdiri dan kembali meletakkan Hpku di atas meja, lalu aku berjalan menuju balkon kamarku. Aku menatap halaman rumahku yang basah oleh air hujan begitu juga tumbuh-tumbuhan di sana. Aku sangat merindukannya saat ini,aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun langsung di depannya bukan hanya lewat fotonya saja. Pasti sekarang dia sudah banyak berubah, pasti semakin cantik.

”Oppa…”seru sebuah suara dan aku merasakan tangan melingkar di pinggangku dan itu membuatku segera menoleh dan mendapati Seohyun tersenyum menatapku. Sejak kapan gadis ini sudah ada di kamarku? Aneh sekali dia hari ini kenapa dia jadi seperti ini? Tidak biasanya dia langsung masuk ke kamarku dan lagi sifatnya aneh sekali.Biasanya dia tidak akan memanggilku dengan suara manja seperti itu.

”Ada apa?”tanyaku menanyakan maksud kedatangannya itu.

”Oppa…memangnya aku harus ada alasan dulu baru boleh ketemu Oppa…bogoshipo…”serunya sambil berusaha memelukku lagi.

Aku pun segera melepaskan pelukannya dan berjalan masuk kembali ke kamarku. Dia mengikutiku di belakang.

”Oppa…sudah kubilang kalau habis baca itu di bereskan lagi…”serunya sambil membereskan buku-bukuku yang berserekan di meja belajarku.

Aneh sekali dia hari ini? Tidak biasanya dia perhatian seperti itu.

”Sudah biar aku saja…”seruku sambil menggantikannya membereskan buku itu dan menaruhnya di lemari. Dia hanya menatapku bingung.

Aku duduk di kursiku dan menatapnya yang masih berdiri.

”Ada apa?”tanyaku lagi.

Kemudian kulihat dia duduk di tepi tempat tidurku dan menghadap ke arahku.Dia menghela nafas perlahan sebelum berbicara.

”Sebenarnya aku kesini ingin membicarakan sesuatu dengan Oppa….”serunya.

”Waeyo?”tanyaku lagi.

Dia kembali terdiam dan seakan sedang berpikir. Aku bangkit dari dudukku dan duduk disampingnya.

”Memangnya ada apa? Ceritakanlah…”seruku sambil menatpnya.

Dia menoleh kearahku dan tersenyum miris.

”Appa bertanya lagi soal kapan kita akan menikah…”serunya.

”Lalu kau jawab apa?”tanyaku lagi sambil mengalihkan padanganku dan menatap langit-langit kamarku.

”Aku bilang kami belum siap…”jawabnya.

Aku meliriknya dan kini giliran dia yang mengalihkan pandangannya dan menatap lantai. Kami terdiam sangat lama sampai…

”Tapi…”serunya membuatku menoleh ke arahnya.

”Tapi apa?”tanyaku.

”Appa sepertinya sudah menyiapkan tanggal untuk pernikahan ini…”serunya.

Saat itu aku benar-benar terkejut dan tidak tahu apa yang harus aku katakan. Ini pasti dia lagi yang menyuruh. Arrghhh kenapa aku harus punya kakak seperti dia? Gerutuku dalam hati. Aku kembali mengepalkan tanganku menahan emosiku, liat saja nanti kau Yunho, seruku dalam hati. Namun tiba-tiba sebuah tangan mengenggam tanganku yang mengepal itu. Aku menoleh ke arah Seohyun yang sedang menatap ke dalam mataku.

”Bagaimana perasaan Oppa terhadap Hye Jin sekarang?”tanyanya dengan mata yang berkaca-kaca.

Aku hanya bisa membelalakan mataku begitu dia bertanya hal itu. Ya aku memang pernah bercerita soal Hye Jin padanya. Saat di awal-awal kami berkenalan aku langsung menceritakan hal itu padanya agar dia mengerti tentang situasiku saat ini dan sebenarnya agar dia tidak terlalu berharap padaku terlalu tinggi dan aku bilang padanya aku butuh waktu untuk menerima ini semua. Tidak menyangka dia akan menanyakan hal ini saat ini?aku hanya bisa tertunduk.

”Oppa masih mencintainya kan?”tanyanya lagi.

Dan kali ini aku hanya bisa mengangguk lemah dan kemudian melirik ke arahnya. Dia hanya tersenyum tipis dan mengusap matanya. Ternyata dia menangis. Mianhe, jeongmal mianhe Seohyun,aku memang belum bisa melupakannya.

”Mianhe….”ucapku lirih.

”Gwenchana…”serunya sambil mendongak dan menatapku sambil tersenyum namun aku tahu itu adalah senyum yang dipaksakan.

Kemudian kami terdiam, sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

”Oppa…tapi apa Oppa pernah sekalipun mengerti perasaanku…”serunya sambil tertunduk.

Aku hanya terdiam, tiba-tiba Seohyun mengenggam tanganku dan menyuruhku menatapnya. Aku sungguh tidak sanggup melihat matanya. Apa aku sudah terlalu keterlaluan, apa aku tidak pernah memperdulikan perasaannya. Apa yang harus aku lakukan? Jujur aku tidak ingin membuatnya sedih seperti ini tapi aku juga tidak bisa melupakannya, aku sudah berusaha selama ini untuk menyukai Seohyun tapi sungguh itu sangat sulit sekali. Ya selama ini Seohyun sudah berusaha sabar menghadapiku yang seakan cuek dengannya. Mungkin aku memang sudah keterlaluan padanya. Selalu saja dia yang menghadapi setiap pertanyaan ayah dan ibunya mengenai hubunganku sementara aku seakan tidak peduli. Tapi Hye Jin…

Tiba-tiba aku merasakan sesuatuyang hangat menyentuh bibirku dan aku terbelalak kaget begitu melihat Seohyun sedang menciumku. Aku terpaku kaget dengan kejadian ini. Seohyun menatapku dalam.

”Mianhe….tapi itulah perasaanku Oppa…saranghae…”serunya sambil memelukku.

Aku yang masih terpaku ditempatku hanya bisa terdiam tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Sungguh saat ini aku tidak bisa berpikir apapun. Aku benar-benar terkejut dengan kejadiaan ini. Aku merasakan Seohyun semakin mengeratkan pelukannya padaku.Apa ini saatnya aku benar-benar melepaskan Hye Jin? Melupakannya?apa aku bisa belajar mencintai Seohyun?

 

Hye Jin POV

Lama sekali dia? Gerutuku dalam hati sambil sesekali melihat jam di layar handphoneku sebenarnya sekalian mengecek apakah ada sms masuk dari dia atau tidak. Aku sudah menunggunya selama hampir 30 menit tapi dia tetap saja tidak terlihat. Apa dia lupa janjinya untuk menjemputku, kebiasaan dasar pelupa!umpatku dalam hati. Aku sedang menunggu Key di halte bus di depan tempatku bekerja seperti biasa sampai tiba-tiba sebuah sedan abu-abu berhenti tepat di depanku. Siapa ini? Pikirku. Seorang namja keluar dari mobil tersebut dan tersenyum padaku. Ternyata itu Jin Ki Oppa., huwaa sudah lama sekali tidak bertemu dengannya, terkahir kali saat ulang tahun Hyo Jin tahun lalu di rumah Hyo Jin.

”Oppa…”seruku.

”Annyeong Hye Jin-ah…”serunya sambil tersenyum dan menghampiriku.

”Sudah lama sekali tidak bertemu…bagaimana kabar Oppa?”tanyaku.

”Baik…bagaimana denganmu?”tanyanya lagi.

”Baik…”seruku sambil tersenyum.

”Sedang apa kau disini?”tanyanya sambil duduk disampingku.

”Aku sedang menunggu Key…Oppa sendiri sedang apa?”seruku sambil menoleh ke arahnya.

”Aku mau pulang begitu aku melihatmu ada di halte sendirian jadi aku menghampirimu…”serunya lagi.

Akhirnya kami mengobrol bersama, bercerita banyak hal, rasanya sudah lama sekali tidak bercerita dengannya. Sesekali aku bertanya mengenai hubungannya dengan Hyo Jin dan seperti Hyo Jin dia akan mengunci mulutnya rapat-rapat, dia dan Hyo Jin setiap ditanya hal itu hanya akan menjawab baik. Hanya itu. Sungguh pasangan yang aneh. Dari semua ceritanya dia sama sekali tidak menyebut orang itu. Sebenarnya aku ingin bertanya mengenai orang itu padanya, namun kuurungkan niatku, untuk apa aku mengetahui keadaannya sedangkan dia tidak pernah mau tahu tentang keadaanku. Sekarang semuanya sudah berjalan sebagaimana mestinya dan aku sudah bertekad untuk menghilangkan kenangan itu selamanya jadi untuk apa aku menayakannya lagi. Aku melihat jam di layar hanphoneku sudah jam 5 sore, tak terasa sudah 1 jam aku disini. Dan belum ada tanda-tanda si Pinky Boy yang babo itu datang!huh!aku kesal sekali dengannya, kalau dia tidak bisa menjemputku setidaknya dia bilang padaku dan jangan membiarkanku menunggu lama seperti ini. Gerutuku dalam hati. Lihat saja aku akan marah padamu Key.

”Hye Jin-ah…kau masih mau menunggu? Ini sudah sore…”seru Jin Ki Oppa.

Aku berpikir sebentar, aku pulang atau tidak ya? Aku kembali melihat ke jalan tidak terlihat mobilnya hari pun semakin sore.

”Sebaiknya aku antar kau pulang…”seru Jin Ki Oppa sambil berdiri.

Saat aku memutuskan untuk ikut pulang bersama Jin Ki Oppa sebuah porsche merah berhenti di depanku. Itu dia si babo datang. Seruku dalam hati. Dia keluar dari mobil dengan wajah penyesalan menatap ke arahku lalu menatap Jin Ki Oppa yang ada disampingku.

”Annyeong hyung…”serunya sambil tersenyum pada Jin Ki Oppa.

”Ne…annyeong…”seru Jin Ki Oppa.

Dan akhirnya mereka mengobrol sebentar kemudian Jin Ki Oppa pulang. Aku masih berdiri di tempatku dengan memasang wajah cemberut. Aku benar-benar kesal padanya membiarkanku menunggu selama 1 jam.

”Jeongmal mianhe jagi…”serunya memohon dengan memasang puppy eyesnya.

Aku hanya menghela nafas dan langsung masuk ke mobilnya. Sepanjang perjalanan aku hanya diam dan menatap keluar jendela dengan tetap memasang wajah cemberut. Dia terkadang melirik ke arahku sekilas.

”Miahe Hye Jin-ah…tadi masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan dan aku tidak sempat memberitahumu….mianhe…aku tidak bermaksud membuatmu menunggu selama itu…”serunya sambil melirik ke arahku.

Aku tetap diam dan tidak menoleh ke arahnya sama sekali. Aku benar-benar kesal padanya.

”Hye Jin-ah…mianhe…”serunya lagi.

Dan sama seperti tadi aku tetap diam dan terus melihat keluar jendela.

”Hye Jin-ah…maafkan aku…”serunya untuk yang kesekian kali.

Aisshh, namja ini selalu saja, setiap aku marah pasti dia akan terus-terusan  minta maaf sehingga lama-lama aku bosan mendengarnya dan akhirnya memaafkannya. Selalu begitu.

”Ne…sudahlah…aku hanya sedikit kesal tadi…”seruku sambil menoleh ke arahnya sekilas.

”Gumawo jagi…”serunya sambil tersenyum.

Aku hanya menanggapinya dengan senyuman tipis.

”Oh ya besok kita pergi jalan-jalan ya…aku akan menjemputmu jam 10…arasso?”serunya.

”Jinja?”tanyaku kali ini aku sedikit antusias.

Karena memang sudah lama sekali kami tidak pergi bersama, dia sangat sibuk dengan pekerjaannya sekarang sebagai pengganti ayahnya dan aku juga sibuk dengan pekerjaanku jadi kami jarang sekali bisa liburan bersama dan aku senang sekali karena besok kami akan pergi bersama.

”Ne…kita kan sudah lama tidak pergi bersama…”serunya sambil tersenyum ke arahku.

 

 

Pagi ini aku sedang menyiapkan bekal untuk aku bawa pergi, hari ini aku akan jalan-jalan bersama Key, huh rasanya sudah lama sekali tidak jalan-jalan bersamanya. Walaupun hari ini kami hanya akan pergi ke tamandan piknik disana itu sudah cukup membuatku senang.

”Mau jalan dengan Key?”tanya Donghae Oppa yang sudah ada disampingku melihatku memasukan bekal, menopang dagunya dengan tangannya.

Aku mengangguk dan tersenyum padanya.

”Oppa tidak pergi dengan Soo young Onnie?”tanyaku.

”Anni….aku mau dirumah saja…”jawabnya.

”Kalian ini aneh sekali sudah bertunangan tapi masih saja seperti ini…sebentar lagi kaliankan akan menikah…”seruku sambil tekekeh pelan.

PLETAKK

”Ya!kau meledekku ya!”seru Donghae Oppa sambil menjitak kepalaku.

Aisshh, menyebalkan sekali dia, aku hanya mengusap-usap kepalaku yang sakit karena dijitak olehnya. Dasar Oppa yang tidak berperasaan, seruku dalam hati.

Memang Donghae Oppa sebentar lagi akan menikah, dia dan Soo Young Onnie sudah bertunangan dari awal tahun kemarin. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana Oppaku yang aneh ini melamar Soo Young Onnie waktu itu. Mereka sungguh awet sekali, meski terkadang mereka sering berjauhan tapi mereka tetap bisa bersama sampai saat ini, aku kagum pada mereka. Aku pasti akan merindukan Donghae Oppa jika dia sudah menikah nanti.

Tak lama kemudian pintu rumahku di ketuk, aku pun bergegas memasukan bekalku ke dalam tas dan berjalan menuju pintu.

”Aku pergi dulu ya Oppa…”seruku melambai pada Donghae Oppa yang masih duduk di dapur.

Begitu aku membuka pintu sudah ada Key di depan pintu tersenyum padaku dengan mengenggam sebatang bunga lily.

”Untukmu…”serunya sambil menyerahkan bunga itu.

”Ya!kau tidak mencabutnya dari tamanku kan?”tanyaku menyelidik sambil melihat ke arah pekaranganku.

Ya dia suka sekali mencabut bunga-bunga yang aku tanam, dulu aku sempat berpikir dia membelinya tapi ternyata dia mencabutnya dari halaman rumahku.

”Anni…”serunya dengan wajah innocent.

Aku pun hanya mengangguk dan memang sepertinya tidak ada bunga yang hilang hari ini.

”Ayo kita pergi..palli….”serunya dan langsung menarik tanganku menuju mobilnya.

 

Di taman kami hanya berjalan-jalan disekitar taman sambil menikmati udara yang sejuk hari ini sambil bergandengan tangan sesekali kami bersenda gurau seperti biasanya. Sampai aku melihat banyak orang bermain sepeda. Tiba-tiba saja ingatan itu kembali melintas di pikiranku. Aku segera mengenyahkan kenangan itu. Sudah 5 tahun, anni…aku tidak boleh mnegingatnya lagi. Cukup Hye Jin-ah. Teguhkan hatimu. Seruku dalam hati.

”Gwenchanayo?”tanya Key memiringkan kepalanya menatapku.

Dia sepertinya menyadari perubahan ekpresiku.

”Ah…gwenchana…”jawabku sambil tersenyum untuk meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja.

”Bagaimana kalau kita main sepeda?”serunya tiba-tiba.

Aku hanya bisa terdiam begitu dia menarikku menuju ke tempat penyewaan sepeda dan meminjam sebuah sepeda dengan tempat duduk di belakang.

”Ayo naik…”serunya.

Aku hanya bisa mengikuti perintahnya dan duduk di belakang. Entah kenapa aku malah semakin mengingat kejadian saat itu. Tidak boleh Hye Jin. Lupakan…lupakan…

”Sudah siap?”tanyanya.

”Ah…ne…”jawabku.

”Pegangan ya…”serunya.

Aku pun segera memegang erat pinggangganya dan sepeda pun mulai meluncur. Aku merasakan angin yang sangat sejuk membelai-belai wajahku. Rasanya segar sekali, aku memejamkan mataku dan merasakan sejuknya udara hari ini.

 

Setelah itu kami duduk di bawah salah satu pohon disitu dan memakan bekal yang aku bawa.

”Enak?”tanyaku padanya.

”Masshitta…”serunya sambil mengacungkan jempolnya padaku.

Aku tersenyum melihatnya dengan lahap memakan bekalku. Tidak sia-sia aku selama ini belajar masak dari Donghae Oppa tapi kalau nanti dia menikah siapa yang akan mengajariku masak lagi ya?pikirku.

Tiba-tiba Key langsung menyuapiku dadar gulung dengan sumpitnya dan langsung memasukannya ke dalam mulutku.

”Kau juga harus makan tau!”serunya.

Akhirnya kami memakan bersama bekal itu dan dia selalu menyuapiku padahal aku ingin makan sendiri tapi dia tidak membiarkanku menyumpit sendiri. Setelah makan kami tetap duduk di bawah pohon itu sambil menikmati pemandangan. Banyak sekali orang yang berlalu lalang di taman ini,sekarangkan hari libur pantas saja banyak orang disini. Aku menyenderkan kepalaku di bahunya dan memejamkan mataku, merasakan angin membelai lembut kulitku. Aku merasakan tangan Key membelai pipiku. Oh ya aku ingat ingin memberikannya sesuatu. Aku segera mengambil tasku dan mencari barang yang ingin kuberikan itu. Key menatapku dengan bingung.

”Ada apa?”tanyanya melihatku sibuk mencari sesuatu di dalam tasku.

Mana barang itu ya? Ah ini dia ketemu. Seruku dalam hati.

”Ah ketemu!”seruku senang sekali.

Aku segera menarik tangan Key dan menaruh benda itu di dalam genggaman tangannya.

”Apa ini?”tanyanya dengan wajah bingung.

”Buka saja…”seruku.

Dia membuka genggaman tangannya dan mengamati kalung berwarna perak dengan liontin berbentuk kunci. Dia mengamatinya sebentar dan tersenyum.

”Itu aku belikan untukmu…lihat aku juga punya tapi punyaku bentuknya hati…kau tahu artinya…kau lah yang memegang kunci dari hatiku…”seruku sambil tersenyum.

Aku melihat tersenyum mengembang di wajahnya dan dia segera memakai kalung itu. Dia sangat cocok memakai kalung itu dan dia langsung merengkuhku ke dalam pelukannya dan aku pun membalas pelukannya.

”Jeongmal saranghaeyo…”serunya sambil memelukku.

”Nado jagi..”seruku.

 

”Tunggu disini…aku mau beli es krim dulu…”seru Key padaku yang duduk di salah satu bangku taman. Dia segera berlari menuju salah satu penjual es krim di ujung sana.

Aku menunggunya sambil mengamati orang-orang yang lewat, hari ini memang sangat ramai sekali.

BRUKK

Aku mendengar suara orang jatuh di belakangku, aku menoleh kebelakang dan aku tidak bisa melihat siapapun karena tertutup semak.

”Gwenchanayo…sini aku obati…”seru suara seoarang namja.

DEG!

Suara itu…suara itu…aku kenal suara itu…tidak mungkin…tidak mungkin dia…andwe…andwe…aku pasti sedang kepikiran dia lagi sehingga aku seperti mendengar suaranya. Jantungku menjadi berdegup sangat kencang.

”Makanya hati-hati…”suara itu lagi dengan penuh kekhawatiran.

Aku benar-benar terpaku di tempatku, aku tidak berani untuk mengecek suara siapa itu, aku tidak mau. Aku yakin aku hanya berhalusinasi. Tidak mungkin dia ada disini. Andwe! Aku segera beranjak dari tempat itu mencari Key, aku tidak mau teringat suara itu lagi. Aku tidak boleh mengingatnya. Aku berjalan mencari Key di tempat penjual es krim itu tapi dia tidak ada di tempat itu, kemana dia? Aku segera mencarinya di seluruh taman tapi aku tetap tidak menemukannya.

Aku terus mencarinya sampai dekat air mancur tapi tetap tidak menemukannya juga. Aku segera merogoh saku celanaku mengambil handphone untuk menghubunginya namun saat aku menunggu telepon diangkat…

”Hye Jin-ah…”sebuah suara mengagetkanku.

Bukan karena panggilannya namun lebih kepada pemilik suara itu, suara yang selama 5 tahun ini hanya bisa aku ingat dari semua kenangan yang pernah kami lewati bersama, suara yang sangat kurindukan. Hye jin-ah apa yang kau pikirkan. Ingat dia telah menyakitimu. Seruku dalam hati. Jujur saat ini aku tidak berani menoleh, aku takut menghadapi kenyataan kalau pemiliki suara itu adalah dia. Aku hanya terpaku diam memunggunginya. Ottohke? Apa aku pergi saja dan berpura-pura bahwa aku bukanlah Hye Jin. Tiba-tiba aku melihat Key berjalan dari jauh, Key jangan kesini, ucapku dalam hati tanpa bisa mengeluarkannya. Key sampai di depanku tapi dia tidak menoleh sama sekali ke arahku, aku tahu dia pasti sekarang sudah melihat Taemin dan aku bisa melihat tatapan tajam Key pada orang yang masih aku punggungi. Key langsung mengenggam tanganku dan menarikku untuk berbalik menghadap orang itu. Aku benar-benar terpaku begitu melihatnya, dia sudah banyak berubah, dia terlihat lebih dewasa sekarang namun aku masih melihat Taemin yang dulu di wajahnya yang sekarang. Aku segera menunduk begitu pandangan mata kami saling bertemu. Entah apa yang aku rasakan sekarang. Aku tidak bisa berpikir apa-apa.

”Apa kabar Key?”seru Taemin pada Key.

”Baik..”jawab Key sangat datar sementara aku hanya bisa menunduk tidak mau melihat wajahnya.

Lalu seoarang yeoja menghampiri kami sambil tersenyum.

”Oppa…”serunya sambil menggamit lengan Taemin.

”Mereka siapa?”tanya yeoja itu lagi.

”Oh ini Key dan…Hye Jin…”seru Taemin memperkenalkan kami.

Sungguh aku merasakan sebuah perasaan yang lain saat dia mengucapkan namaku untuk yang kedua kalinya hari ini setelah lima tahun berlalu.

”Annyeong…joneun Cho Seohyun-imnida..tunangannya Taemin Oppa…”serunya sambil tersenyum pada Key.

Saat mendengar kata-katanya, hatiku seakan ditusuk panah, sakit sekali. Hye Jin-ah kenapa kau harus sakit, dia bukan milikmu lagi dan sekarang kau adalah milik Key, seruku dalam hati. Aku harus mengenyahkan perasaan ini. Aku terpaksa mendongakkan kepalaku dan yeoja itu sedang menatap dengan pandangan menilai dari bawah sampai atas. Aku berusaha tersenyum padanya meski pasti senyumku terlihat di paksa.

”Jagi…ayo pulang….”seru Key padaku dan langsung menarik tanganku berjalan, aku hanya bisa menurutinya membawaku ke mobilnya. Aku melihat Taemin melihat ke arahku sekilas dan saat itu pandangan mata kami kembali beradu.

Dia depan mobil dia berhenti dan berbalik menatapku yang masih terdiam.

”Bagaimana perasaanmu bertemu lagi dengannya?”tanya Key tiba-tiba dengan wajah sedih.

Aku menghela nafas.

”Aku tidak merasakan apapun…”jawabku sambil menatapnya, dia balas menatapku dengan tatapan yang sangat sedih dan jujur itu sangat menyakitkan hatiku.

Aku tidak mau membuatnya sedih lagi. Aku tidak mau melukai perasaannya lagi. Aku berjalan mendekatinya dan langsung memeluknya. Dia hanya terdiam, aku tahu dia pasti takut aku akan kembali memiliki perasaan pada Taemin tidak itu tidak akan terjadi aku tidak mau membuat Key sakit lagi.

”Percayalah padaku…saranghae…”seruku sambil terus memeluknya.

Dia menatapku dalam kemudian memegang daguku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku, dia pun mencium lembut bibirku.

 

Taemin POV

Ya aku tahu Hye Jin sudah bahagia bersama Key sekarang, itu yang aku lihat. Key mencium Hye Jin. Entah kenapa meski aku sudah tahu fakta itu tapi tetap saja hatiku merasa sakit bila melihat hal ini. Mungkin aku memang bodoh selama ini terus saja mencintainya, sekarang dia sudah bahagia bersama namja yang lain bahkan dia sama sekali tidak merindukanku, berbeda denganku. Seberapa keras aku berusaha untuk mencintai Seohyun tetap itu sangat sulit. Aku masih belum bisa mencintainya meski kami akan menikah 4 bulan lagi.

”Ayo pulang Oppa…aku ngantuk..”seru Seohyun disampingku.

Aku pun melajukan mobilku meninggalkan mereka. Entahlah hari ini aku harus senang atau sedih, mungkin aku senang karena bisa bertemu dengan Hye Jin lagi setelah 5 tahun tidak bertemu tapi aku sedih mengetahui ternyata sudah ada laki-laki lain bersamanya sebenarnya itu sudah bisa aku tebak tapi jujur melihat kenyataanya secara langsung sungguh menyakiti hatiku. Aku harus melupakannya. Dia sudah bahagia Taemin. Ucapku dalam hati.

 

 

Hye Jin POV

Hari ini Donghae Oppa akan menikah. Huwaa aku senang sekaligus sedih juga sih, habisnya mulai saat ini Oppa akan jarang bersamaku lagi tapi hari ini Siwon Oppa pulang. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya, aku sangat merindukannya. Aku melihat Donghae Oppa sudah siap dengan tuxedo hitamnya. Dia terlihat sangat tampan.

”Oppa kau sangat tampan…”seruku mengahmpirinya dan memeluknya.

”Tentu saja….ternyata aku yang paling tampan…”serunya sambil tertawa.

Aku pun segera melepaskan pelukanku dan mengembungkan pipiku melihat sifat narsisnya kambuh lagi. Lalu tiba-tiba Siwon Oppa masuk ke dalam ruangan dengan senyumannya itu dan jujur saat dia masuk, aku langsung terpaku. OMO Siwon Oppa sangat tampan sekali memakai jas hitam itu. Aigoo, aku punya Oppa yang sangat tampan.

”Ya!Hye Jin-ah…”seru Donghae Oppa sambil mengibas-ibaskan tangannya di depanku.

”Heh Siwon dongsaengmu nih..”seru Donghae Oppa pada Siwon Oppa.

”Oppa kau tampan sekali!kau paling tampan!”seruku sambil berlari dan langsung memeluknya dengan erat.

”Cihh…Siwon lagi Siwon lagi…”seru Donghae Oppa sambil memanyunkan bibirnya.

Aku rasa dia cemburu karena kali ini Siwon Oppa yang menang. Sebenarnya aku tidak pernah membandingkan mereka berdua, mereka masing-masing punya sisi yang aku sukai dan juga yang tidak aku sukai, itulah yang membuatku membutuhkan mereka berdua bukan hanya salah satu dari mereka saja. Aku menyayangi mereka berdua. Tidak ada yang paling rasa sayangku sama pada mereka berdua.

”Aku yang menang…”seru Siwon Oppa sambil tersenyum.

Aku pun segera menarik mereka berdua dan memeluk mereka bersama-sama, mereka pun membalas pelukanku dan akhirnya kami berpelukan bersama. Aku sangat merindukan masa-masa seperti ini. Kapan lagi kami bisa seperti ini? Aku tidak mau melewatkan saat-saat bisa bersama mereka seperti ini, memeluk mereka.

”Wah Hye Jin-ah…enak sekali kau main peluk-peluk calon pengantin prianya…”seru Hyo Jin yang masuk ke dalam ruangan disusul oleh Key dan Jin Ki Oppa.

Key juga sangat tampan mengenakan pakaian itu, dia terlihat lebih dewasa dibaning biasanya yang seperti anak kecil.

”Ya! Siwon-ah kapan kau akan menyusul?”tanya Donghae Oppa pada Siwon Oppa.

”Aku mau melihat dongsaengku dulu…”seru Siwon Oppa sambil terkekeh pelan dan merangkulku.

”Key-ah dengar itu…Siwon mau melihat kau menikah dulu dengan Hye Jin baru dia mau menikah…makanya cepatlah kau melamarnya…Siwon pasti tidak mau kalah dari Donghae”seru Hyo Jin disamping Key.

Dan bisa kulihat mereka lalu tertawa bersama, sementara aku dan Key hanya bisa menunduk malu. Pasti sekarang mukaku sudah semerah tomat. Aigoo, mereka ini sudah bersekongkol rupanya.

 

Pernikahannya berjalan lancar. Ya ampun mereka memang pasangan yang sangat serasi sekali. Donghae Oppa tampak sangat tampan dan Soo Young Onnie juga sangat cantik. Akhirnya mereka bersatu juga. Aku mentikkan air mata begitu mendengar mereka mengucapkan janji mereka masing-masing dan Key menyodorkan sapu tangannya untuk mengahapus air mataku. Setelah pernikahan selesai dilanjutkan dengan resepsi kecil-kecilan di halaman belakang rumah Donghae Oppa. Yang datang banyak sekali dan kebanyakan adalah teman-teman Donghae Oppa yang tidak aku kenal dan ternyata Heechul sunbae dan Eunhyuk sunbae datang.

”Hye Jin-ah!”teriak mereka secara bersamaan begitu melihatku.

Aigoo, aku merindukan mereka, meski mereka sering iseng padaku tapi jujur aku sangat merindukan duo sunbae aneh ini. Mereka segera menghampiriku dan memelukku sangat erat, pasti kami terlihat seperti anak kecil sekarang tapi ya sudahlah aku benar-bemnar merindukan mereka.

”Bagaimana kabar sunbae?”tanyaku pada mereka.

”Baik..”seru mereka kembali bersamaan.

”Oh ya ini kenalkan…yeojachinguku…Park Hee Bon…”seru Eunhuk sunbae memperkenalkan seorang yeoja yang dia bawa.

”Choi Hye Jin-imnida…”seruku sambil membungkuk.

”Park Hee Bon-imnida….”serunya.

Aku pun tersenyum padanya dan kini gantian Heechul sunbae yang memperkenalkan yeojachingunya.

”Hye Jin-ah…ini Han See Ra…”serunya.

“Choi Hye Jin-imnida…”seruku kembali membungkuk.

”Han See Ra imnida…”serunya sambil tersenyum.

Aku pun membalas senyumnya dan kami pun akhirnya mengobrol bersama.

 

Saat sesi foto aku langsung menarik tangan kedua Oppaku ini.

”Soo Yong Onnie…aku pinjam Donghae Oppa ya…”seruku sambil tersenyum kearah Soo Yong Onnie dan menarik Donghae Oppa yang berdiri disampingnya.

”Ne..Hye Jin-ah…dia kan Oppamu…”seru Soo Yong Onnie mengijinkanku.

Ah dia memang Onnie yang sangat baik.

Setelah itu aku berusaha mencari Siwon Oppa, aku  melihatnya sedang mengobrol dengan Key, maka aku pun segera menarik tangannya, dia hanya menurut saja saat kutarik tangannya. Lalu kami pun berfoto, aku ada di tengah-tengah kedua Oppaku ini dan coba tebak, kami melakukan pose yang sama seperti kami berjalan-jalan dulu. Kedua Oppaku mencium pipiku dari kiri dan kanan. Senangnya aku hari ini.

Namun tiba-tiba Donghae Oppa menarik tanganku lalu Key dan menyuruh kami untuk berfoto bersama. Aku benar-benar gugup saat itu habisnya tiba-tiba kami disuruh berfoto bersama.

”Kalian memang cocok sekali!”seru Hyo Jin tersenyum padaku begitu kami selesai berfoto.

”Seperti pasangan pengantin…”seru Siwon Oppa.

Aku hanya mengembungkan pipiku dan memukul bahunya perlahan.

”Aku ingin lihat Oppa dulu yang menikah…jangan seperti mereka…”seruku sambil menujuk pasangan Hyo Jin dan Jin Ki yang tidak pernah berubah, entahlah sebenarnya mereka serius atau tidak menjalani hubungan itu.

”Apa maksudmu?”seru mereka bersamaan.

”Wah kalian sangat cocok…sebaiknya segera menikah!”seruku sambil tersenyum jahil dan kulihat mereka berdua menatapku dengan kesal.

Hyo Jin berusaha menangkapku namun aku berlindung di balik tubuh Key dan tersenyum jahil pada Hyo Jin. Kulihat dia semakin kesal saja. Huwaa aku senang sekali hari ini, aku melihat kebahagiaan dimana-mana.

Malamnya kami mengadakan barbeque, kami bercerita dan tertawa bersama. Sungguh hari yang sangat menyenangkan, rasanya sudah lama sekali tidak bersama seperti ini. Kapan lagi kami bisa seperti ini?aku menyenderkan kepalaku di bahu Key sambil menatap langit yang dipenuhi oleh bintang.

Advertisements

One thought on “FF: LOVE’S WAY – ALL MY HEART

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s