FF: Love Is Really Hurt Part 22

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

 

Yong Soon POV

 

”Onnie…apa kau benar-benar butuh teman?”tanyaku pada Hyo Jin onnie yang sedang membantuku merapihkan barang-brangku di apartemennya.

”Tentu saja…aku merasa sepi dia apartemen ini jadi aku memintamu pada oppa-oppamu itu untuk menemaniku…tidak apa-apa kan? Kau masih bisa bertemu mereka kok…”seru Hyo Jin Onnie sambil merapihkan baju-bajuku dan memasukannya ke dalam lemari.

Aku pun hanya mengangguk dan merapihkan buku-bukuku dan menaruhnya di atas meja yang sudah disiapkan Hyo Jin Onnie.

”Selesai…sekarang saatnya makan..kajja…”seru Hyo Jin Onnie menarik tanganku keluar dari ruangan itu menuju meja makan, dia menghidangkan semangkuk ramyn padaku lalu kami pun makan.

”Pokoknya anggap saja ini rumahmu sendiri..arasso?”seru Hyo Jin Onnie disela-sela makannya.

Aku pun mengngguk dan tersenyum penuh rasa terima kasih padanya. Dia benar-benar kakak perempuan yang sangat baik. Hyo Jin Onnie memang sangat cocok dengan Donghae Oppa, sama-sama sangat baik.

 

Malam ini aku benar-benar tidak bisa tidur, berapa kali Oppadeul meneleponku terus menerus sampai akhirnya Hyo Jin Onnie memarahi Donghae Oppa dan menyuruh mereka untuk berhenti meneleponku. Aku tahu maksud mereka baik menanyakan keadaanku tapi tetap saja sangat menganggu. Aku kan sudah dewasa, mereka masih saja menganggap aku seperti anak kecil.

”Oppadeulmu itu benar-benar deh…”ucap Hyo Jin Onnie sambil duduk disampingku yang sedang menonton TV dan memijat keningnya yang pusing sejak tadi gara-gara teleponnya yang terus berbunyi dari oppadeul. Aku terkekeh pelan.

”Kau tertawa?”seru Hyo Jin Onnie kaget melihatku.

”Wae?”seruku merasa aneh dia bertanya seperti itu, memangnya sudah berapa lama aku tidak tertawa sampai-sampai dia kaget melihtku tertawa lagi, entahlah aku benar-benar merasa lucu dengan tingkah kekanakan oppadeulku itu.

”Aniyo…hanya saja akuyakin oppadeulmu akan semakin senang jika aku bilang kau sudah tersenyum lagi…”ucap Hyo Jin Onnie.

”Ya!Onnie aku tidak meladeni telepon mereka lagi..aku capek…”ucapku lagi.

Hyo Jin Onnie kembali terkekeh pelan.

Kemudian kami terdiam, aku pikir Onnie tertidur namun saat aku melihat kesamping dia masih menatap TV.

”Mereka sangat menyayangimu…mereka ingin melihatmu kembali…lupakan Kyuhyun…”seru Hyo Jin Onnie sambil menatapku.

”Onnie…aku..”

”Kau bisa…hidupmu harus tetap berjalan meski tanpa dia…banyak hal yang telah kau lewati selama ini…ukir wajahmu dengan senyuman dan lupakan dia….kami ada disini untuk membantumu…aku, Rae Bin, juga Oppadeul mu dan tentunya Changmin…ara…”seru Hyo Jin Onnie sambil menyentuh pipiku dengan tangannya dia menatapku sangat lembut.

Entahlah setiap ditatap oleh Hyo Jin Onnie ataupun oleh pasangannya Donghae Oppa pasti hatiku akan merasa nyaman. Sungguh couple yang menyenngkan.

”Tidurlah…sudah malam…”seru Hyo Jin Onnie, aku pun mengangguk mengiyakan.

Aku pun segera berjalan menuju kamarku. Aku memikirkan kata-kata Hyo Jin Onnie, apa aku sudah melewati banyak hal selama ini? Apa sebaiknya aku memang melupakan Kyuhyun? Tapi hatiku tetap ingin mengingatnya….apa itu karena aku tidak mau berusaha seperti kata Changmin? Na Ottohke?

 

 

Marcus POV

”Yong Soon-ah!”seruku terbangun dari tidurku.

Mimpi apa aku barusan, kenapa ada gadis lagi tapi kali ini aku melihatnya hampir dibunuh. Siapa yang akan membunuhnya, dia memakai jubah warna merah, aku juga melihat banyak sekali orang disana salah satunya ada orang yang bersama gadia itu kemarin dan juga seorang namja yang pernah bersama dia saat pertama kali aku bertemu dengan gadis itu. Siapa mereka?

Aku mengacak-acak rambutku. Siapa dia? Aku benar-benar gila dengan jati diri gadis yang selalu muncul dalam mimpiku itu dan selalu ada di kilasanku, kenapa wajahnya tidak bisa kuingat.

”Oppa..gwenchanayo?”tanya sebuah suara menyembulkan wajahnya dari balik pintu. Je Ri.

Dia berjalan menghmpiriku dan duduk disampingku. Dia menaruh tangannya di dahiku dan mengusap keringat dingin yang turun.

”Oppa kenapa Oppa berteriak?”tanyanya padaku.

”Aniyo…”jawabku singkat menepis tangannya dan mengalihkan pandanganku darinya.

Tiba-tiba dia menarik wajahku mendekat.

”Oppa…bisakah kau melihat perasaanku…”ucapnya mentap dalam mataku.

Dia mulai mendekatkan wajahnya dan tiba-tiba aku merasakan bibirnya menyentuh bibirku. Aku pun segera mendorongnya.

”Apa yang kau lakukan!”seruku padanya.

”Oppa itulah perasaan aku padamu…aku mencintaimu….kenapa kau tidak bisa melihatnya…”serunya kemudian berlari keluar kamarku.

Aku terpaku di tempatku menyentuh bibirku, apa yang gadis itu lakukan? Kenapa dia menciumku? Dia mencintaiku? Apa maksudnya? Tiba-tiba sebuah kilasan kembali muncul di pikiranku.

Aku mencium seorang gadis di bawah sebuah pohon di musim gugur. Gadis itu lagi, apa hubungannya dia denganku?

Aku benar-benar harus mencari tahu jati diri gadis itu.

 

 

Yong Soon POV

 

”Kyhyun-ah!”seruku terbangun dari tidurku. Aku berusaha mengatur nafasku yang memburu, mimpi itu lagi. Aku melihat diriku di dalam sebuah ruangan dan disana ada Oppadeul juga Changmin dan ada Kyuhyun juga tapi dia memkai jubah merah dan berjalan ke arahku, dia sangat menyeramkan dengan mata merahnya.

”Yong Soon-ah….gwenchanayo?”Tanya Hyo Jin Onnie yang tiba-tiba sudah masuk ke dalam kamarku.

Dia berjalan menghampiriku dan menyentuh dahiku dengan tangannya.

”Kau mimpi buruk?”tanya Hyo Jin Onnie dan aku hanya menjwabnya dengan anggukan.

Kemudian dia memelukku dan mengelus punggungku menenangkanku.

”Tenanglah…semua baik-baik saja…ada aku disini…”serunya lagi.

Aku mengangguk dalam pelukannya. Jujur aku takut, aku takut mimpi itu menjadi nyata. Kyuhyun yang seperti itu aku tidak sanggup membayangkannya. Itu bukan Kyuhyun, dia terlihat seperti pembunuh, aku takut melihatnya seperti itu.

”Sekarang tidurlah lagi…tenanglah…”seru Hyo Jin Onnie membantuku berbaring dan menyelimutiku lalu mengecup keningku sekilas.

Dan dia pun keluar dari kamarku dan menutup pintunya. Aku berusaha memejamkan mataku kembali. Ya Tuhan semoga mimpi itu tidak menjadi kenyataan!

 

”Makan yang banyak…”seru Hyo Jin Onnie padaku ketika sarapan.

”Ne..Onnie…”jawabku sambil tersenyum.

Tiba-tiba bel apartemen berbunyi. Hyo Jin Onnie segera membukakan pintu.

”Yong Soon-ah!Annyeong!”seru sebuah suara yang aku kenal. Changmin.

“Wah Changmin-ah…apa yang kau bawa?”seru HYo Jin Onnie begitu melihat Changmin masuk dengan membawa seikat bunga Lily, ya ampun Changmin ada-ada saja. Aku jadi ingat aku pernah menolak bunga itu dulu. Aku jadi merasa bersalah.

Aku berjalan menghmpirinya dan mengambil bunga itu dari tangannya.

”Gumawo…”ucapku.

”Ya!memangnya ini untukmu…ini untuk Hyo Jin noona tau…”seru Changmin.

Mwo?! Aku pikir ini untukku. Dasar Changmin! Aku hanya memanyunkan bibirku dan kulihat mereka berdua tertawa melihatku. Menyebalkan sekali.

”Tentu saja ini untukmu Yong Soon-ah…”seru Changmin sambil mencubit pipiku seperti kebiasaannya dulu.

”Ya!Changmin-ah!sakit tau!”seruku sambil mengusap-usap pipiku yang dicubit olehnya.

”Ya sudah kalian teruskan saja mengobrolnya….aku mau pergi dulu ya…kuncinya kau baw saja ya Yong Soon…”seru Hyo Jin Onnie kemudian mengambil tasnya dan keluar dari apartemen.

”Mau apa kau kesini?”tanyaku pada Changmin.

”Ya!jahat sekali kau….aku hanya ingin bertemu denganmu…”seru Changmin yang entah kenapa aku tahu dia bercanda tapi itu cukup membuatku  berdebar-debar. Anni, kenapa aku jadi seperti ini, secepat itukah aku melupkan Kyu.

Aku berjalan ke dapur mengambil minuman lalu memberikan padanya yang sedang duduk menonton TV. Aku pun duduk disampingnya ikut menonton TV. Tiba-tiba Changmin mengenggam tanganku. aku yang terkejut dengan perlakukannya berusaha melepaskan tanganku namun dia tetap mengenggam tanganku. Omona, kenapa dia?

”Aku senang kau mulai menjadi dirimu yang dulu lagi…”serunya sambil menoleh dan mentapku namun entah kenap yang aku lihat bukanlah Changmin tapi Kyuhyun. Aku melihat Kyu yang ada di depanku saat ini. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, kenapa aku malah memikirkan Kyu.

”Gwenchanayo?”tanya Changmin padaku.

”Ah….ne…”seruku kembali menatap lurus kedepan.

Kenapa aku malah melihat Changmin sebagai Kyuhyun? Apa karena mimpi semalam. Anni! Aku tidak boleh memikirkan dia terus.

 

Marcus POV

Aku mengambil jubah merahku dan memakainya, aku akan ke dunia manusiamencari keberadaan gadis itu, aku harus tahu siapa dia, aku harus tahu apa arti kilasan juga mimpi itu dan apa hubungannya denganku. Namun saat aku hendak kelur kamar Heechul menghadangku.

”Mau kemana kau?”tanya Heechul sambil mentapku curiga.

”Bukan urusanmu”ucapku datar dan berjalan melewatinya.

”Kau tidak memiliki perintah untuk keluar…”seru Heechul lagi mengehntikan langkahku aku berbalik dan mentapnya yang sedang menatap tajam ke arahku.

”Aku bukan boneka kalian…aku bisa melakukan apa yang aku inginkan…aku bukan bekerja untuk kalian tapi kalian yang memintaku..ingat itu…”seruku kemudian berjalan meninggalakannya yang sepertinya sangat kesal dengan sikapku.

Tentu saja, dia pikir aku adalah boneka seperti yang lain yang bisa disuruh semaunya, aku bisa melakukan apa yang aku inginkan karena bukan aku yang ingin kesini tapi merekdan mereka yang harus menuruti kemauanku. Apapun itu. Aku berjalan melawati setiap ruangan di kastil ini, setiap orang yang melewatiku menatapku aneh, pasti semua orang sudah tahu bahwa aku adalah pengawal penjaga kastil yang paling tidak bisa diatur. Menurutku mereka saja yang bodoh mau melakukan apapun untuk si tua itu. Cih!

”Aku bisa menjawb pertanyaanmu…”seru sebuah suara menghentikan langkahku.

Aku menoleh dan mendapati saudara si tua itu yang berbicara, aku menautkan alisku tidak mengerti dengan apa yang dia bicarakan. Aku jarang melihatnya berkeliaran di kastil aku dengar dia memang hanya mengurusibagian internal kota ini bukan seperti si tua itu yang mengatur bagian internal juga luar kota ini. Pantas aku jarang melihatnya bahkan berbicara dengannya pun tidak pernah tapi aku ingat aku pernah bertemu dengannya saat pertama kali aku sampai disini.

”Cincin itu dan semuanya…aku tahu…”serunya lagi.

Apa maksudnya? Apa dia tahu tentang cincin itu?

”Ikut aku…”serunya lagi.

Aku terdiam sebentar menimbang apa yang akan aku lakukan, mengikutinya atau tidak tapi kemudian aku memutuskan untuk mengikutinya. Dia membawaku ke sebuah ruangan yang belum pernah aku masuki, ruangan ini lebih terang meski kesan misterius masih tetap ada.

Dia mempersilahkan aku duduk di salah satu bangku tang tepat berada di tengah-tengah ruangan ini yang lebih banyak diisi oleh rak buku. Dia tersenyum.

”Kau tahu aku?”tanyanya.

”Ne…Jin Ki…”ucapku.

Dia tersenyum kembali.

”Apa yang kau tahu?”tanyaku lagi.

Dia mengulurkan tangannya memintaku menunjukan cincin itu, aku pun merogoh sakuku dan memberikannya cincin itu.

”Kau tidak ingat ini apa?”tanya Jin Ki dan aku menjawabnya dengan gelengan kepala.

”Kau tahu sesuatu? Apa arti inisial itu?”tanyaku.

”KH…Kyuhyun…dirimu….”serunya.

Tiba-tiba aku jadi ingat gadis itu pernah bahkan selalu memanggilku Kyuhyun setiap bertemu denganku, jadi benar aku ada hubungannya dengan gadis itu, jangan-jangan gadis itu yang berinisial YS.

”Yong Soon…”lirihku.

Nama yang selalu muncul di mimpiku jadi nama gadis itu adalah YongSoon.

”Kau mengingat sesuatu?”tanya Jin Ki.

”Gadis itu selalu ada di mimpiku setiap malam juga muncul dalam kilasan memori tapi wajahnya selalu samar….”ucapku sambil berusaha mengingat wajah gadis itu untuk memastikan bahwa benar gadis yang sering memanggilku Kyuhyun adalah gadis yang ada dimimpiku dan juga kilasan memori itu.

”Benar…itu adalah gadis itu…dia Yong Soon dan kau Kyuhyun…”seru Jin Ki.

”Lalu apa hubungan gadis itu denganku?”tanyaku penasaran, dia menghela nafas perlahan.

Dia mulai bercerita tentang semuanya dan setiap yang dia ceritakan memunculkan semua kilasan itu tapi kali ini lebih teratur, saat pertama kali aku bertemu dengannya di sekolah, saat dia menangis di depanku dan aku menghapus air matanya, saat aku menyatakan perasaanku padanya, saat dia diculik Heechul? Aigoo apa itu, dia pernah diculi Heechul? Saat dia kehilangan jiwanya, saat aku menikah dengannya? Menikah? Aku sudah menikah dengannya? Saat pertama kali aku menciumnya di bawah pohon saat musim gugur, itu kilasan yang aku dapat semalam dan saat aku melakukannya dengannya. Namun tiba-tiba semua gelap. Aku merasa pusing, kepalaku sangat sakit. Aku memegang kepalaku.

”Arrggghhh…sakit!!”seruku sambil memegangi kepalaku.

”Jangan dipaksakan…kalau kau belum ingat biarkan ingatanmu kembali perlahan…”seru Jin Ki sambil menyentuh bahuku.

Tiba-tiba aku mulai merasa kepalaku sedikit berkurang rasa sakitnya dan lama kelamaan menghilang.

”Aku harus menemui gadis itu…aku harus memastikan semuanya…”seruku sambil mengambil cincin itu namun tangan Jin Ki menghalangiku.

”Kau dan dia sudah jauh berbeda sekarang….dia manusia biasa….”serunya.

”Aku tahu….aku bisa mengendalikan diriku….”ucapku yakin kemudian dia melepaskan genggaman tangannya dan membiarkanku pergi.

Aku harus segera memastikan kalau gadis itu benar gadis dalam kilasanku yang berarti aku memiliki suatu hubungan dengannya.

 

Yong Soon POV

Changmin mengajakku jalan-jalan keluar, ke sebuah taman, rasanya sudah lama sekali aku tidak jalan keluar.

”Ini…”seru Changmin memberikanku sebuah es krim.

”Gumawo….”ucapku sambil tersenyum padanya.

Kami pun duduk disalah satu bangku menghabiskan es krim kami. Setelah es krim kami habis, kami malah terdiam, entah kenapa suasanya menjadi canggung, mungkin karena tadi Changmin tiba-tiba saja mengenggam tanganku.

”Yong Soon-ah…”panggilnya membuatku menoleh.

“De?”seruku menoleh ke arahnya.

Tiba-tiba dia menjulurkan tangannya dan menyentuh bagian samping bibirku.

”Kau makan seperti anak kecil…”ucapnya sambil membersihkan bagian samping bibirku dan entah kenapa aku seperti melihat Kyuhyun yang melakukannya. Apa yang aku pikirkan? Dia Changmin bukan Kyuhyun. Namun kemudian Changmin mendekatkan wajahnya padaku dan entah kenapa aku menganggapnya adalah Kyu yang sedang melakukannya dan bodohnya aku malah menutup mataku. Dia semkin mendekatkan wajahnya padaku dan aku mulai merasakan hembusan nafasnya di wajahku.

BRUKK

Tiba-tiba aku merasakan seseorang menarik tanganku, dingin sekali. Saat aku membuka mataku aku melihat Changmin tersungkur ke tanah dan saat aku melihat siapa yang menarik tanganku, ternyata itu adalah Kyuhyun. Aigoo, apa ini?!

”Apa yang kau lakukan!Dia istriku!!”seru Kyuhyun.

Aku hanya bisa memandanginya tidak percaya, apa yang dia katakan? Apa aku sedang bermimpi sekarang? Tidak mungkin Kyuhyun ingat. Kyuhyun memegang pergelangan tanganku dengan sangat kencang membuatku meringis sakit.

”Lepaskan tanganmu! Dia sakit!”seru Changmin yang sudah berdiri.

”Aku mau bicara dengannya”seru Kyuhyun sambil menoleh padaku sekilas.

”Tidak!”seru Changmin sambil menarikku.

”Kau telah membuatnya sakit! Apa yang mau kau bicarakan dengannya lagi! Dia bukan milikmu lagi!YongSoon-ah ayo pergi!”seru Changmin lagi.

Tapi entah kenapa aku tidak mau pergi, aku mau tahu apa yang ingin Kyu bicarakan denganku. Aku hanya mematung saat Changmin menarikku.

”Yong Soon-ah…”panggil Changmin lagi.

”Mianhe Changmin-ah….dia ingin bicara denganku….”seruku merasa bersalah, seharunya aku sudah melupakannya tapi sekarang aku malah seperti ini, aku tahu aku telah menyakiti hati Changmin. Maafkan aku, aku hanya, aku memang bodoh tidak bisa kupungkiri jauh di dalam hatiku masih ada namanya yang kuharap akan kembali. Aku tahu, aku tidak tahu apakah dia sudah ingat atau tidak, setidaknya aku bisa melihatnya lagi dan dia ingin bicara dengnku meski aku tidak tahu apa yang akan dia bicarakan.

Kyu menarik tanganku kini lebih lembut, dia membawaku berjalan, aku menoleh ke belakang dan mendapati Changmin masih menatapku dengan pandangan sedih. Sungguh aku tidak sanggup melihatnya seperti itu.

Kyu membawaku ke ujung taman dekat sungai kecil.

”Kyuhyun-ah…anni..maksudku Mracus…ada apa?”tanyaku berusaha bersikap biasa, aku siap saat bilang dia tetap tidak mengingatku dan memintaku menjauh darinya. Aku siap, aku akan kembali menata hatiku setelah ini, aku berjanji, akan melupakannya dengn sungguh-sungguh setelah dia mengatakannya.

Dia berjalan mendekatiku dan tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang dingin menyentuh bibirku, begitu aku sadar bibirnyalah yang menyentuh bibirku, sebuah perasaan aneh muncul dalam hatiku, entahlah apa,  ada perasaan senang tapi juga sedih. Dia hanya menyakiti hatiku dengan tindakannya ini, tanpa sadar aku malah menangis, aku berusaha mendorongnya. Dia melapaskan ciumannya dan menatapku.

”Kau menyakitiku Kyuhyun-ah…kenapa kau melakukannya…kenapa kau melakukannya? Padahal kau sama sekali tidak ingat padaku….”ucapku dengan air mata terus turun.

Tiba-tiba tangannya menyeka air mataku yang turun membuatku semakin sakit dan kemudian dia membawaku ke pelukannya. Aku menangsi sejadi-jadinya disana.

”Aku mengingatmu Yong Soon-ah..semuanya…aku ingat…mianhe…jeongmal mianhe….”serunya sambil mempererat pelukannya padaku.

Saat ini aku tidak bisa mengerti perasaanku, apakah ini nyata? Apa tadi dia bilang dia ingat padaku? Pakah itu benar. Apa aku hanya bermimpi? Mungkin aku hanya bermimpi, ya ini pasti mimpi.

Aku berusaha melepaskan pelukannya namun dia malah semakin mempereratnya.

”Lepaskan aku…jangan bohongi aku….kau tidak ingat padaku!”seruku dalam pelukannya.

Dia melepaskan pelukannya dan mentapku dalam.

”Akan kubuat kau percaya aku tidak bohong…”ucapnya kemudian di langsung menciumku lagi.

Kali ini dia tidak hanya menempelkan bibirnya saja tapi dia terus melumatnya, aku hanya diam tidak membalas ciumannya, aku takut sakit kalau ternyata dia hanya membohongiku, namun di terus melumat bibirku dan menarikku semakin mendekat. Aku berusaha untuk tidak membalasnya namun dia semakin liar menciumku dan membuatku tidak bisa menahan untuk tidak membalasnya maka aku pun membalasnya. Aku tahu aku salah tapi entah kenapa aku merasa dia benar-benar Kyuhyun yang sedang menciumku.

”Kau percaya aku tidak bohong..”serunya sambil menunjukan senyum evilnya saat dia melepas ciumannya.

Kemudian dia menautkan bibirnya kembali.

 

 

”Kyuhyun-ah….”lirihku.

”Hemm…”gumamnya.

Aku memegang erat lengannya yang memelukku dari belakang, dingin, itu yang kurasakan tapi aku tidak mau melepaskannya, aku ingin seperti ini terus. Setelah mendengar semuanya aku percaya yang saat ini memelukku adalah Kyuhyunku.

”Kau dan aku kini sangat berbeda…kau vampir murni dan aku manusia…bukankah itu berat untukmu bersamaku…”ucapku dengan nada sedih disana.

Aku tahu tidak mungkin untuknya bersamaku dalam jangka waktu lama, karena posisi kami sekarang yang berbeda, dia vampir dan aku manusia.

”Anni…aku tidak apa-apa…aku akan selalu bersamamu…aku janji….kau tahu aku tidak butuh merasakan darahmu aku cukup menciumnya karena aku tidak mau kehilanganmu…you’re blood just like a drug for me…”serunya kemudian membaui tengkukku, aku menggeliat geli ketika dia melakukannya. Dia menyapukan bibirnya pada tengkukku sekilas, dingin sekali dan membuatku bergidik.

Dia terkekeh geli melihatku.

”Gadis manusiaku….”ucapnya sambil mempererat pelukannya padaku.

 

”Kau tidak ingat Kakak-kakakmu?”tanyaku padanya saat kami sedang duduk di sofa di apartemen Hyo Jin Onnie karena tadi Kyuhyun mengantarku pulang dan aku menyuruhnya masuk karena jujur aku takut dia akan pergi lagi, aku tidak mau dia pergi meninggalkanku lagi.

”Aku masih belum ingat….”jawabnya.

Aku melepas rangkulannya dan menatapnya. Dia masih lupa tentang Oppadeul. Aku menatapnya dengan sedih.

”Gwenchana…aku akan segera ingat…oh ya kau pernah datang dengan Donghae hyung kan?aku juga punya kakak bernama Teukie hyung…errr…Sungmin hyung…lalu ada Wookie hyung….Han hyung….”serunya menyebutkan satu persatu nama kakaknya.

Aku semangat dia perlahan tapi pasti mulai ingat.

”Ne….lalu siapa lagi…masih ada 4 lagi…kajja….”seruku menyemangatinya untuk mengingat.

”Siwon hyung…Zhoumi hyung….Eunhyuk hyung dan Henry…aku ingat kan?”seru Kyu sambil tersenyum.

”Ne…kau ingat…”seruku sambil memeluknya.

”Tapi aku sedikit lupa dengan wajah mereka….”ucapnya lagi.

”Tenang saja…kau akan segera bertemu dengan mereka….”seruku semangat namun tiba-tiba wajahnya berubah masam. Kenapa?

”Tidak untuk saat ini jagi….jangan sampai Jonghyun tahu aku sudah ingat semua…jadi aku akan tetap berpura-pura aku adalah Marcus dan hanya kau yang tahu…arasso…”serunya sambil mencubit hidungku.

”Baiklah…akan aku tunggu kau pulang ke rumah berkumpul dengan Oppadeul….”seruku kembali memeluknya. Dia mengusap rambutku lembut. Rasanya aku ingin tidur dengan terus memeluknya seperti ini, aku tidak mau saat besok pagi dia akan pergi meninggalakanku.

”Sepertinya kau sudah mengantuk…tidurlah…”serunya.

”Anni…aku mau disini bersamamu….aku takut kau akan pergi…”ucapku mempererat pelukanku. Dia terkekeh pelan dan tiba-tiba dia menggendongku dan membawaku ke kamar.

Di menurunkanku ke atas tempat tidur dan menyelimutiku.

”Sekarang tidur…”serunya. Aku menggeleng.

Aku melihat dia menghela nafas perlahan kemudian ikut berbaring disampingku.

”Aku ada disini…tidurlah…”serunya sambil mengelus kepalaku perlahan.

”Kajima…kau harus disini sampai pagi…”ucapku dengan wajah memohon.

Dia pun tersenyum dan mengangguk.

”Jangan bilang kau takut memejamkan matamu?sekarang pejamkan….aku akan selalu disini…”ucapnya sambil menutup mataku.

 

Kyuhyun POV

Aku melihatnya sudah tertidur pulas, aku menyentuh wajahnya dari mulai matanya, hidungya, pipinya dan juga bibirnya. Rasanya sudah lama sekali tidak menyentuh wajahnya seperti ini.

”Kyuhyun-ah…”igaunya.

Ternyata meski sedang tidur pun dia tetap memanggil namaku. Gadis yang lucu! Perlahan-lahan aku mendekati wajahnya dan mencium bibir mungilnya namun aku merasakan dia membalasnya, dia membuka matanya perlahan.

”Nakal…”ucapku sambil tersenyum padanya.

”Tidurlah…”lanjutku.

Tiba-tiba dia langsung menarikku untuk terus menciumnya, dia kembali menyatukan bibirnya dengan bibirku. Dia seakan memintaku untuk membalasnya, maka aku pun membalasnya dengan mulai menggerakan bibirku melumat bibirnya. Ciuman kami semakin panas dalam dan tanpa sadar posisinya sekarang sudah ada di bawahku. Aku masih menautkan bibirku dengannya dan sepertinya dia menikmati hal itu. Dia mulai mengelus dadaku dan membuatku semakin bergairah menciumnya. Tangannya mulai meremas kausku dan berusaha melepaskannya. Namun aku menahan tangannya. Aku melepaskan ciumanku, dia menatapku dengan pandangan bertanya.

”Anni…aku tidak mau membahayakanmu….kau ingat…aku memang Kyuhyun yang dulu tapi tidak untuk tubuhku…aku vampir murni…aku bisa saja membunuhku jika kita melakukannya….mianhe…aku tidak mau menyakitimu….”ucapku dengan wajah penyesalan.

Ya aku tidak mau membahayakan nyawanya dengan melakukan hal itu saat ini karena aku sudah berebeda sekarang, aku takut malah akan membunuhnya. Dia terlihat kecewa dengan perkataanku.

Namun aku kembali menyapukan bibirku pada bibirnya.

”Mianhe jagiya…aku juga mau tapi tidak untuk saat ini…semua butuh proses…”ucapku lagi dan kembali melumat bibirnya.

 

Yong Soon POV

Matahari masuk menyilaukan mataku, aku membuka mataku perlahan menyesuaikan mataku dengan cahaya matahari, aku melihat ke samping mencari sosok Kyuhyun tapi aku tidak menemukannya. Apa aku sedang bermimpi kemarin? Aku merasakan hatiku sakit kembali, ternyata kemarin hanya mimpi tapi kenapa begitu terasa, pelukannya dan ciumannya sangat nyata, aku menyentuh bibirku mengingat kejadin semalam, aku merasa itu benar-benar terjadi.

”Pagi jagiya….”seru sebuah suara yang sangat familiar untukku masuk ke dalam kamar sambil membawa sarapan dia atas nampan.

”Ya!aku pikir semalam aku bermimpi….”ucapku.

Dia menaruh nampan di atasku dan mengacak rambutku lembut.

”Aku sudah membuktikan kalau aku tidak bohong masa kau masih menganggap yang semalam itu mimpi…kau benar-benar agresif semalam…sebegitu rindunyakah kau dengan ciumanku….”serunya sambil mengeluarkan senyum evilnya itu membuatku mukaku memerah. Ya jujur aku merindukan ciumannya itu.

”Kajja…kita makan…aku buat jajangmyeon khusus untukmu….”seru Kyu lagi sambil menyuapkan jajangmnyeon itu padaku dan selanjutnya gantiaan aku yang menyuapinya. Dia mengacak-acak rambutku lagi. Aku benar-benar tidak ingin momen ini berakhir.

 

Kyuhyun POV

Dia terus saja mengenggam tanganku seakan tidak ingin melepasku, dia sepertinya sangat takut aku akan meninggalkannya. Aku menaruh kepalanya di bahuku dan mengusap kepalanya perlahan.

”Aku akan selalu disini…”ucapku sambil mengecup keningnya.

”Kau janji?”tanyanya bangkit dari rangkulanku dan menatapku.

”Janji…”ucapku yakin.

Dia kembali menyenderkan kepalanya di bahuku, aku mengenggam tangannya dengan erat. Tiba-tiba aku teringat sesuatu.

”Yong Soon-ah…”panggilku membuatnya menoleh.

Aku mengambil sesuatu disakuku dan memakaikannya di tangannya. Dia sedikit terkejut melihat cincin itu ada di jarinya lagi. Aku tersenyum melihat ekspresi kagetnya itu.

”Cincin ini yang membuatku mengingatmu lagi…”ucapku.

”Jadilah milikku selamanya….”lanjutku.

”I do…”jawabnya sambil tersenyum.

Aku segera memeluknya dan dia pun membalas pelukanku.

”Sebentar lagi Hyo Jin Onnie pulang tapi aku tidak mau kau pergi…”ucapnya dengan wajah sedih sambil melepas pelukanku.

Aku merasa lucu melihat ekpresinya yang seperti itu, dia sangat takut aku akan pergi. Aku mengelus pipinya.

”Aku akan kembali…kau sudah janji menjaga rahasia inikan? Nah..aku akan pergi dulu nanti aku akan kembali….”ucapku yakin.

Dia pun hanya menghela nafasnya perlahan kemudian dia mengangguk. Aku segera mengambil jubahku dan berjalan keluar pintu.

”Kyu-ya…”panggilnya menghentikan langkahku, dia mentapku dengan pandangan sedih. Jujur aku juga masih ingin bersamanya tapi tentu saja tidak semudah itu. Aku pun berjalan kembali menghampirinya dan mencium keningnya.

”Aku akan kembali…”ucapku sambil tersenyum sebelum benar-benar keluar.

 

Yong Soon POV

Entah kenapa setiap detiknya begitu terasa lama buatku, kapan dia akan kembali. Tanyaku dalam hati. Aku takut dia tidak akan kembali tapi aku harus percaya padanya, dia tidak mungkin membohongiku. Aku menatap gelisah jam di dinding.

”Ya!Yong Soon-ah kenapa kau terus saja menatap jam…ada yang kau tunggu?”tanya Hyo Jin Onnie membuyarkan lamunanku.

”Aniyo Onnie…”jawabku cepat takut dia curiga tentang sesuatu.

”Hari ini Oppadeul mau datang mereka rindu padamu..padahal baru sehari…dasar mereka itu….”ucap Hyo Jin Onnie.

”Jeongmal? Dasar Oppadeul….”seruku sambil terkekeh geli mendengar perkataan Hyo Jin Onnie, padahal aku baru sehari disini mereka sudah rindu padaku. Dasar mereka itu, memang seperti anak kecil.

Tak lama kemudian bel apartemen berbunyi.

”Pasti itu mereka…”seru Hyo Jin Onnie menoleh ke arahku.

Aku pun berjalan lebih dulu untuk membukakan pintu sementara Hyo Jin Onnie mengikutiku dari belakang.

”Yong Soon-ah!!!!!”seru mereka serempak begitu melihat aku yang membukakan pintu.

Eunhyuk Oppa langsung maju memelukku dengan erat membuatku sulit bernafas lalu disusul oleh Sungmin Oppa, Wookie Oppa dan Donghae Oppa juga, sementara Yesung Oppa, Han Oppa, Zhoumi Oppa hanya berdiri melihat kami sambil geleng-geleng kepala dan tak lama kemudian Henry ikut menyusul memelukku. Teukie Oppa yang datang bersama Henry tersenyum padaku. Satu lagi Siwon Oppa, entah kenapa aku tidak pernah melihatnya sejak saat itu, dia seperti pergi dari rumah. Aku kembali merasa bersalah telah mengcaukan keluarga ini.

”Ya!kalian, Yong Soon tidak bisa bernafas jika seperti itu!”seru Rae Bin Onnie yang datang paling akhir.

Kemudian mereka pun melepaskan pelukanku.

”Ayo masuk…”seruku sambil menggandeng tangan Donghae Oppa. Sejujurnya aku memang merindukan mereka. Walaupun baru satu hari tapi rsanya sudah lama sekali.

 

Kyuhyun POV

”Darimana saja kau?”tanya Heechul menghentikan langkahku.

Aku hanya menatapnya tajam dan kembali berjalan ke kamarku, aku tidak menghiraukan dia yang terus memanggilku. Aku jadi ingat dia pernah menculik Yong Soon.  Ingin rasanya aku keluar dari tempat ini tapi itu tidak akan mudah. Jonghyun tidak gampang dibohongi, aku harus membuat ulah yang benar-benar menggemparkn agar dia mau melepasku. Aku berbelok menuju kastil Jin Ki, aku masih ingin bertanya beberapa hal padanya.

Setibanya disana aku mengetuk pintu ruangannya, aku melongok ke dalam dan tidak mendapati seorang pun disana, kemana dia? Pikirku bukankah dia tidak pernah meninggalkan kastilnya karena Jonghyun tidak pernah mengijinkannya.

”Aku tahu kau akan kemari Marcus..anni kau adalah Kyuhyun lagi…”ucap sebuah suara membuatku kaget karena orang itu berjalan ke arahku sambil tersenyum sangat menyeramkan.

”Jonghyun….”ucapku kaget melihatnya ada disini, apa dia sudah tahu? Lalu Jin Ki…jangan-jangan…

”Penolongmu? Kau mencarinya kan?”tanyanya sambil menatapku tajam dengan mata merah menyala.

”Tak kusangka kau akan ingat secepat itu…tapi tidak semudah itu kau lepas dariku…kita akan bermain-main sedikit…”ucap Jonghyun sambil menatap tajam mataku.

Tiba-tiba aku merasakan kepalaku sangat sakit, aku memegang kepalaku berusaha meredakan rasa sakit itu tapi malah semkin jadi.

”Permainan dimulai….”serunya.

Setelah itu kepalaku semakin pusing dan aku merasa semuanya menjadi gelap.

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 22

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s