FF: Love Is Really Hurt Part 21

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

 

 

Yong  Soon POV

Entah apa yang aku pikirkan sekarang yang jelas aku hanya berlari menghindari pemandangan yang benar-benar membuat hatiku sakit, dia benar-benar membuatku sakit, setelah dia tidak ingat sama sekali denganku kali ini aku melihatnya bersama gadis lain. Dia benar-benar tidak ingat siapa aku. Aku berjalan terus sambil memegangi dadaku yang sakit. Aku berusaha menhana tangisku yang hampir turun. Aku sudah tidak peduli dimana aku berada sekarang, aku tidak peduli menjadi magsa-mangsa mereka, aku tidak peduli. Tiba-tiba aku merasa ditaraik oleh sebuah tangan yang langsung menarikku ke dalam pelukannya.

“Yong Soon-ah…kemana saja kau? Aku mencarimu…aku sudah bilang jangan jauh-jauh dariku…”ucapnya.

Aku hanya diam dan entah kenapa pertahanannku hancur juga, aku mulai menangis dalam pelukannya, tubuhku berguncang karena tangisanku.

“Yong Soon-ah..gwenchanayo?”tanya Changmin khawatir sambil berusaha melepaskan pelukannya namun aku menahannya, aku malah mempererat pelukanku, aku tidak mau dia melihatku menangis seperti ini. Aku tahu dia sudah cukup sabar selama ini bersamaku, melihatku yang terus-terusan bersikap dingin padanya.

“Apa ini karena Kyu?”tanya Changmin.

Aku tidak menjawab, aku tidak mau menjawabnya. Tiba-tiba Changmin melepas pelukannya dan menarik tanganku dengan kasar.

“Ayo pulang!”serunya sambil menarik tanganku pergi.

Aku tetap diam, entah kenapa aku tidak mau menggerakan kakiku, aku ingin meminta penjelasan darinya.

 

Changmin POV

Aku menatapnya yang masih terus saja meneteskan air mata, dia tidak mau bergerak sedikitpun. Dasar gadis keras kepala! Geurtuku dalam hati. Aku tahu apa yang dia lihat tadi, dia melihat Kyu memeluk seorang gadis, aku tahu itu. Kenapa dia terus saja seperti  itu berharap pada makhluk itu. Sudah berapa banyak air mata yang dia jatuhkan hanya untuk lintah darat itu. Aku benar-benar kesal melihatnya yang terus menangisi orang itu yang bahkan tidak ingat lagi siapa gadis yang terus menangis ini.

“Ya! Yong Soon-ah!sadar jangan seperti ini terus!kenapa kau terus menangisi orang itu, hah!”seruku sambil memegang bahunya.

Dia hanya terdiam dan kembali meneteskan air matanya. Aku benar-benar muak melihatnya menangis seperti ini terus.

“Lupakan dia!”ucapku lagi sambil mengguncang bahunya.

“Aku tidak bisa..aku mencintainya…”ucapnya lirih dengan air mata masih terus turun.

Aku melepaskan tanganku dari bahunya dan mengacak-acak rambutku frustasi dengan sikapnya yang seperti ini. Kenapa dia masih terus saja berkata bahwa dia masih mencintai makhluk itu, apa dia tidak sakit melihat hal tadi. Dasar bodoh!

“Apa kau tidak sakit, hah!kenapa kau masih bisa berkata kau mencintainya! Dia telah menyakitimu Yong Soon-ah! Dia selalu membuatmu menangis! Apa kau masih mencintainya setelah melihatnya bersama gadis lain bukan hanya dia melupakanmu bahkan dia bersama gadis lain…apa itu masih bisa membuatmu mencintainya…apa kau masih bisa…jawab aku!”seruku lagi.

Dia kembali terdiam dan masih terus menangis. Sebenarnya aku sangat sakit melihatnya menangis seperti ini, harus dengan cara apalagi aku membuatnya melupakan laki-laki itu. Aku bingung, semuanya sudah kucoba tapi tetap saja kata-kata itu yang keluar dari mulutnya, dia masih saja mencintai makhluk itu. Kenapa dia bisa begitu mencintai orang itu, dia bukan Yong Soon yang kukenal lagi, sejak dia mengenal makhluk itu bukan sejak dia bertemu dengan makhluk itu dia menjadi berubah.  Rasanya aku benar-benar ingin membunuh lintah darat itu!

“Apa karena kau sudah menikah dengannya membuatmu harus selalu mencintainya, hah!”seruku padanya.

Dia membulatkan matanya terkejut mendnegar perkataanku.

“Changmin-ah…”lirihnya padaku.

Aku segera menarik tangannya, melihat cincin yang melingkar di jarinya, sungguh sakit mengingatnya, mengingat bahwa dia sudah menikah dengan makhluk itu, cukup lama aku berusaha menepis pikiranku bahwa dia sudah menikah dengan Kyu, dia tidak tahu bagaimana sakitnya hatiku saat itu. Aku selalu berusaha menghindari melihat cincin yang ada ditangannya ini karena hal itu hanya akan mengingatkanku dengan semua hal itu tapi untuk saat ini hanya ini satu-satunya cara.

Aku segera melepaskan cincin yang ada di jari manisanya. Dia terkejut dengan perlakukanku. Aku menunjukan cincin itu ke arahnya. Bahkan di cincin itu ada inisial nama mereka berdua. Rasanya hatiku benar-benar sakit.

“Inikan..karena ini kau masih saja bisa berkata kau mencintainya…lupakan dia!”seruku sambil melepmparkan cincin itu.

Dia terkejut melihatnya namun aku segera menarik tangannya untuk pergi.

 

Marcus POV

“Oppa ayo pulang…”seru Je Ri lagi.

Aku masih menatap ke arah gadis itu berlari, aku begitu penasaran siapa gadis manusia itu.

“Nanti aku menyusul..”ucapku kemudian langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan Je Ri lagi.

Aku mengedarakan pandanganku disetiap jalan mencari sosok gadis manusia itu, sampai aku melihatnya sedang bersama seorang laki-laki. Cih, seekor warewolf, jadi dia datang kesini bersama gadis manusia itu, untuk apa! Aku mencuri dengar percakapannya di balik sebuah pohon.

Sepertinya mereka sedang bertengkar karena aku mendengar suara warewolf itu yang sedikit tinggi, sementara aku melihat gadis itu hanya menunduk dan perlahan sesuatu mengalir dari matanya, sama seperti tadi.

Untuk apa aku disini? Pikirku, kenapa aku malah mendengarkan mereka bertengkar, membuang waktuku saja. Aku pun hendak pergi dari tempat itu tapi entah kenapa aku malah berbalik kembali, entah kenapa aku merasa tidak suka melihat warewolf itu memperlakukan gadis manusia itu, kenapa aku terus saja memikirkan gadis manusia yang bahkan namanya saja aku tidak tahu, kenapa wajahnya selalu teringat di otakku. Aku kembali melihat gadis itu meneteskan cairan bening dari matanya, apa itu? Kenapa hatiku menjadi sakit melihatnya sama seperti tadi. Aku semakin penasaran dengan siapa sebenarnya gadis ini.

Tiba-tiba warewolf itu menarik tangan gadis itu dan melepaskan sesuatu dari jarinya kemudian melemparkannya setelah itu dia menarik gadis itu untuk pergi. Aku berjalan ke tempat mereka bertengkar tadi dan mendapati sebuah cincin. Jadi ini yang tadi dia lempar. Aku memungutnya dan mengamatinya beberapa saat. Ada inisial nama disana “KH & YS”. Sepertinya ini milik gadis yang tadi. Aku pun segera mnemasukaanya ke dalam sakuku, mungkin aku akan lebih tahu banyak tentang gadis itu melalu cincin ini.

 

Changmin POV

Aku membawanya ke sebuah padang rumput, aku tahu tempat ini, tempat ini adalah tempat dimana Kyu menyatakan perasaannya pada Yong Soon, aku ingin mulai saat ini dan disini Yong Soon akan melupakan Kyuhyun selamanya.

“Kenapa kau membawaku kesini?”tanya Yong Soon dingin, sepertinya dia kesal dengan sikapku tadi yang membuang cincin itu, aku melakukan itu hanya ingin agar Yong Soon dapat melupakan Kyuhyun dan menjalani kehidupannya seperti itu sebelum dia mengenal Kyuhyun.

“Yong Soon-ah..jebal!lupakan Kyuhyun…”seruku kini dengan nada memohon.

Dia terdiam, sepertinya aku tahu apa jawabannya, dia pasti akan bilang, dia tidak bisa melupakannya.

“Changmin-ah…”

“Apa…kau mau bilang kalau kau masih mencintainya…kau tidak bisa melupakannya…sadarlah Yong Soon…dia sudah melupakanmu..kenapa kau terus saja berharap pada pria brengsek itu…kembalilah seperti dulu Yong Soon..seperti saat kau belum mengenalnya…”potongku sebelum dia menyelesaikan kalimatnya dengan kata-kata yang sama.

“Aku…”

“Kau bodoh Yong Soon..kau bodoh…kenapa kau terus saja mengharapkannya kembali…dia tidak akan pernah kembali Yong Soon..jangan terus sakiti dirimu seperti ini…”potongku lagi.

Dia kembali terdiam, aku mendekat padanya menyentuh wajahnya dan menatapnya tepat di matanya.

“Mulai sekarang ditempat ini…lupakanlah dia…”ucapku.

Dia melepaskan tanganku dari wajahnya dan menggeleng.

“Aku tidak bisa…tidak akan pernah bisa…”ucapnya.

Ya Tuhan! Apa yang harus aku lakukan lagi, kenapa dia keras kepala sekali!

“Ya!Yong Soon-ah…kenapa kau tidak bisa? Karena kau tidak pernah berusaha..kenapa kau tidak pernah mau berusaha melupakannya!kau seperti orang bodoh yang mengharapkannya kembali..bahkan aku tahu kau sadar dia tidak akan kembali tapi kau masih mengharapkannya..bahkan dia tidak ingat denganmu bagaimana dia bisa mengingat dia mencintaimu!”seruku lagi semakin kesal dengan sikapnya yang seperti ini sangat keras kepala. Yong Soon yang dulu tidak seperti ini. Aisshhh, aku kembali kesal dengan Kyu andai saja tadi itu bukan di kawasan vampir pasti sudah kuhabisi dia.

“Cukup Changmin-ah!berhenti menyalahkanku!memangnya kenapa kalau aku tidak mau melupakannya…aku tahu Kyu akan kembali!”ucapanya sambil menatapku.

“Kenapa kau sangat keras kepala, hah!”seruku padanya, aku benar-benar kesal dengan sikapnya yang seperti ini.

“Tinggalkan aku sendiri Changmin-ah!”ucap Yong Soon padaku.

Aisshh, aku memang sudah kesal dengan sikapnya yang seperti itu, aku pun segera berbalik meninggalakannya.

“Baik kalau begitu!kuharap kau memikirkan lagi perkataanku tadi!”seruku kemudian berbalik dan berjalan pergi.

 

Yong Soon POV

Aku menyenderkan tubuhku pada pohon besar ini, aku memejamkan mataku dan seperti de javu, kenangan itu melintas bergantian di pikiranku, saat dia menyatakan perasaannya, saat dia menciumku untuk pertama kalinya dan yang paling jelas adalah ingatan saat dia berjanji akan selalu mengajakku kesini setiap musim gugur, aku masih ingat kata-katanya saat itu.

Flashback

 

 

Flashback end

Kenapa dia jadi seperti itu? Ini semua salahku. Kyuhyun-ah, kembali!aku sangat merindukanmu, kenapa kau lupa padaku, seruku dalam hati. Tanpa terasa aku kembali menangis, entah sudha yang keberapa kalinya aku menangis karena dia.  Aku kembali teringat kejadian tadi saat Kyuhyun memeluk seorang gadis, hatiku kembali sakit mengingatnya. Dia benar-benar lupa padaku.

‘dia tidak akan pernah kembali’ perkataan Changmin kembali terngiang di otakku, apakah benar dia tidak akan kembali, andwe! Aku tidak mau itu terjadi!

Aku merasakan tetes-tetes hujan mulai turun, aku menyeka air mataku dan mendongakkan wajahku ke atas merasakan tetesan hujan yang bercampur air mataku turun membasahi wajahku. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Bajuku sudah mulai basah karena hujan yang turun cukup deras, aku merapatkan dudukku dekat pohon berharap bahwa pohon ini akan sedikit melindungiku dari hujan yang turun.

“Kyuhyun—ah..kenapa kau mengingkari janjimu untuk mengajakku kemari lagi…”lirihku di sela tangisanku.

Aku menelungkupkan wajahku diantara kedua kakiku,dingin, aku merasakan tubuhku sangat dingin. Mungkin aku akan sakit, bukan hanya tubuhku tapi juga hatiku.

 

“Changmin-ah…”seruku begitu melihat seseorang berdiri di depanku sambil memayungiku yang sudah basah kuyup.

Aku pikir dia akan marah padaku dan benar-benar akan meninggalkanku sendiri, ternyata dia kembali. Aku merasa bersalah padanya selama ini, dia sudah begitu baik padaku tapi aku malah bersikap seperti itu padanya.

“Bangunlah…”serunya sambil membantuku berdiri.

Dia menatapku dengan pandangannya yang lembut berbeda sekali dengan yang tadi. Entah kenapa hal itu membuatku kembali sedih dan langsung memeluknya. Aku merasakan dia mengelus punggunggku berusaha meredakan tangisanku yang kembali pecah.

“Uljima Yong Soon-ah…”ucapnya lirih.

“Mianhe…aku menyakitimu…”seruku di dalam pelukannya.

“Gwenchana…aku akan selalu ada  untukmu…membantumu…uljima..”ucapnya lagi.

Dia melepaskan pelukannya dan menatapku dalam kemudian menghapus air mataku yang turun bersama iar hujan.

“Harusnya aku yang minta maaf..aku selalu menyalahkanmu…aku tahu kau sangat mencintai Kyuhyun…aku tidak bisa memaksamu…kau bisa bilang aku jahat…tapi kau tahu kenapa aku melakukan ini karena aku ingin melihat senyum seorang Yong Soon lagi…aku ingin melihatmu yang dulu Yong Soon-ah..karena aku mencintaimu…”seru Changmin lagi.

Donghae POV

Aku melihat Changmin dan Yong Soon masuk ke dalam rumah, pakaian mereka basah semua. Ada apa ini?

“Changmin-ah…kenapa kalian basah seperti ini?”tanyaku pada Changmin.

“Ah ne tadi kami kehujanan…”jawab Changmin.

“Aigoo..Yong Soon-ah..bajumu basah semua…cepat ganti bajumu…”seru Hyo Jin yang tiba-tiba menghampiri Yong Soon.

Aku melihat Yong Soon melihatku sekilas, dia seperti habis menangis, kenapa dia? Hyo Jin mengantar Yong Soon ke dalam, sementara aku menyuruh Wookie mengambil baju untuk Changmin.

“Kau keringkan tubuhmu dulu sebelum pulang…”ucapku pada Changmin.

“Ne hyung…”jawab Changmin kemudian berjalan bersama Wookie.

Aku penasaran apa yang terjadi pada Yong Soon kenapa tadi wajahnya tampak sangat sedih sekali? Apa ada hubungannya dengan Kyu lagi?

 

Yong Soon POV

“Mau kubuatkan coklat panas?”tawar Hyo Jin Onnie padaku, aku menjawabnya dengan gelengan kepala.

Aku berjalan ke atas tempat tidurku, entah kenapa kepalaku agak sedikit pusing mungkin karena kehujanan tadi dan sepertinya aku ingin tidur sebentar.

“Kau tidak apa-apa kan?”tanya Hyo Jin Onnie sambil menghampiriku dia menaruh tangannya di dahiku, aku segera menepisnya.

“Aku baik-baik saja onnie…aku hanya mengantuk…aku ingin tidur sebentar…”jawabku.

“Ah..ne…istirahatlah…kalau kau butuh apa-apa panggil aku saja..arachi…”serunya lagi.

Aku pun mengangguk dan kulihat dia berjalan keluar kamarku dan menutup pintunya. Beruntung sekali Donghae Oppa memiliki yeojachingu seperti Hyo Jin Onnie yang sangat baik sekali, dia juga sama sepertiku seorang manusia tapi sepertinya kisah cintanya dengan Donghae Oppa akan berakhir bahagia tidak ada yang menghalangi mereka berbeda denganku.

Aku mendesah pelan, aku memijit kepalaku yang semakin pusing. Aku pun merebhakan tubuhku ke atas tempat tidur dan berusaha memejamkan mataku.

 

 

 

Donghae POV

Aku masih memikirkan kenapa wajah Yong Soon seperti itu tadi, apa yang terjadi padanya? Aku ingin bertanya pada Changmin namun kuurungkan niatku.

“Hyung aku pulang dulu…”seru Changmin padaku.

“Kau tidak mau menemui Yong Soon dulu…”seruku padanya.

Dia hanya tersenyum dan menggeleng kemudian berjalan keluar. Aku ingin melihat keadaan Yong Soon tapi sebelum sampai di tangga Hyo Jin baru saja turun dari kamar Yong Soon.

“Dia baik-baik saja?”tanyaku pada Hyo Jin.

“Molla..aku tahu dia tidak baik-baik saja tapi dia tidak mau cerita…sekarang dia sedang tidur…”jawab Hyo Jin

 

Aku berjalan ke kamar Yong Soon untuk membangunkannnya karena sudah saatnya makan malam kalau dia tidur tanpa makan sampai besok pagi, aku takut dia sakit, lebih baik aku bangunkan dia. Aku membuka pintu kamarnya perlahan, aku melihatnya masih tertidur, sebenarnya aku tidak tega, tapi dia harus makan. Aku berjalan perlahan ke arahnya dan duduk di tepi tempat tidurnya.

“Kapan kau akan tersenyum lagi Yong Soon-ah…”ucapku sambil menatapnya yang masih tertidur pulas.

Aku menyentuh pipinya.

“Yong Soon-ah..ireona…”ucapku sambil menepuk pipinya lembut.

Aku melihat dia menggerakan matanya perlahan kemudian membukanya, aku tersenyum padanya begitu dia bangun dari tidurnya.

“Makan malam dulu…”ucapku padanya.

Dia hanya menjawabnya dengan anggukan kemudian berjalan lebih dahulu keluar kamar, aku mengikutinya di belakang. Selalu seperti ini sejak 4 bulan yang lalu dia berubah menjadi seperti ini, sangat dingin, tidak pernah ada lagi senyum atau tawa yang menghiasi wajahnya bahkan bisa dihitung berapa kali dia berbicara pada kami. Dia menjadi sangat diam sejak saat itu bahkan pada Changmin yang aku harap dapat mengembalikan Yong Soon ternyata tetap saja dia seperti ini, sepertinya dia masih menyalahkan dirinya atas semua ini.

Dia berjalan menuruni tanggan namun entah kenapa aku melihat langkahnya begitu gontai dan tiba-tiba dia terjatuh. Aigoo!

“Yong Soon-ah!”seruku begitu melihatnya terjatuh.

Namun Teukie hyung tiba-tiba sudah menangkapnya. Aku segera membantu Teukie hyung untuk memegang Yong Soon, dia pingsan, Aigoo, wajahnya pucat sekali, aku tidak melihatnya tadi.

“Yong Soon kenapa?”tanya Wookie menghampri kami begitu juga dengan yang lain.

Teukie hyung menyentuh dahi  Yong Soon.

“Dia demam…”seru Teukie hyung.

Teukie hyung kemudian menggendong Yong Soon dan membawanya ke kamar.

“Sungmin-ah..panggilkan Hankyung…Wookie ambil air untuk mengompresnya…”perintah Teukie hyung.

Aku berjalan mengikuti Teukie hyung ke kamar Yong Soon, Teukie hyung menaruh Yong Soon diatas tempat tidur perlahan kemudian menyelimutinya, dia kembali menaruh tangannya di dahi Yong Soon.

“Sepertinya dia demam…kenapa dengannya Donghae-ya?”tanya Teukie hyung padaku.

“Tadi dia kehujanan sepertinya…”jawabku.

“Hyung ini airnya…”ucap Wookie masuk ke dalam kamar.

Teukie hyung mulai mengompres Yong Soon, aku melihat Yong Soon bergerak gelisah. Tak lama kemudian Han hyung datang dan dia segera memeriksa Yong Soon.

“Dia hanya demam…tenang saja…”seru Han hyung begitu selesai memeriksa Yong Soon.

Teukie hyung mengelus rambut Yong Soon perlahan, sepertinya dia tahu sakit YongSoon bukan hanya demam tapi juga akan hal itu. Kami semua menatap Yong Soon dengan pandangn khwatir dan sedih.

“Kyuhyun-ah….kyuhyun-ah…”lirih Yong Soon.

Matanya terpejam tapi dia bergerak-gerak gelisah, sepertinya dia sedang mengigau. Dia tampak sangat gelisah dan muali turun keringat dingin.

“Kyuhyun-ah…”igaunya lagi.

Teukie hyung mengenggam tangan Yong Soon dan mengusapanya perlahan berusaha menenagnkannya semantar aku hanya bisa menatap Yong Soon dengan pandangan sedih begitu juga yang lain, dia benar-benar sakit.

“Sebaiknya kita keluar..biarkan Yong Soon istirahat…”seru Han hyung menyuruh kami keluar.

“Biar aku yang jaga hyung…”seru Sungmin hyung pada Teukie hyung kemudian Teukie hyung pun mengangguk, aku tidak mau pergi darisini tapi Teukie hyung langsung mengajakku keluar.

 

Sungmin POV

Aku menatapnya yang sedang tertidur, sejak tadi dia terus saja bergerak gelisah tapi kemudian kembali tenang. Dia sudah membuat kami sedih selama beberapa bulan ini dengan sikapnya yang membuat kami khawatir. Aku membelai rambutnya perlahan.

“Kau sangat mencintai Kyu ya…”ucapku.

“Kyuhyun-ah…kyuhyun-ah…kyuhyun-ah…”igaunya lagi.

“Tenanglah…”seruku sambil mengenggam tangannya dan mengelusnya perlhan.

Tiba-tiba aku melihatnya meneteskn air mat, kau sangat menderita YongSoon-ah, aku pun menyekanya dengan tanganku.

Marcus POV

“Darimana saja kau?”tanya Jonghyun begitu aku berjalan melewatinya.

“Penting”ucapku sambil meliriknya.

“Ya!Marcus!”seru Heechul padaku.

Aku hanya menatap mereka berdua tajam dan berjalan pergi. Heechul mengejarku dan menahan tanganku, aku segera menghempaskannya dan membuatnya terjatuh.

“Aku menjadi bagian dari kalian karena kalian yang memintanya bukan keinginanku jadi jangan campuri urusanku..apapun yang aku lakukan itu adalah hakku kalian tidak perlu tahu…”ucapku sambil menatap mereka bergantian dan kemudian berjalan meninggalakan mereka.

Aku masuk ke dalam kamarku, aku mengeluarkan cincin yang aku temukan tadi, mengamatinya dengan seksama.

Sebuah kilasan memori kembali muncul dipikiranku.

Aku  memasangkan sebuah cincin pada seorang gadis.

”Nawa gyeolhanhaejurae?”

“I do…”jawabnya.

“Kau tidak punya jawaban lain Tentu saja kau harus menjawab I do…kau kan sudah menjadi milikku…”

”Ya!kau merusak suasana romantisnya….Kau merusaknya…itu kan sekali sumur hidup…”sungutnya.

”Yang penting kau sudah menjadi milikku…”

”Kenapa daritadi kau selalu saja bilang aku ini milikmu..memangnya siapa yang milikmu…”seru gadis itu.

”Tentu saja kau milikku…kita kan sudah menikah….dan ingat kau tidak boleh dekat-dekat dengan Changmin atau pria manapun kecuali aku karena aku tidak suka melihatmu dekat dengan pria lain…ara?”

Menikah? Apa arti kilasan tadi? Siapa gadis itu? Aku mengacak-acak rambutku frustasi tidak dapat mengingat apapun juga.

 

Author POV

”Chullie Oppa…”seru Je Ri menghampiri Heechul yang sedang  duduk di taman kastil.

”Wae?”tanya Heechul padanya.

Je Ri kemudian duduk disamping Heechul.

”Oppa kenal siapa itu Yong Soon?”tanya Je Ri.

”Yong Soon?”tanya Heechul memastikan dan Je Ri hanya menganguk, Heechul berusaha mengingat nama YongSoon, dia merasa dia kenal siapa Yong Soon, bukankah itu gadi manusianya Kyuhyun, pikir Heechul.

”Memangnya kenapa?”tanya Heechul.

”Anni…hanya saja Marc Oppa sering sekali mengigau memanggil nama itu…kau tahu siapa Oppa?”tanya Je Ri penasaran.

Tiba-tiba Heechul menyunggingkan senyum penuh arti.

”Kau menyukai Kyu..maksudku Marcus kan?”tanya Heechul pada Je Ri dan membuat muka Je Ri memerah karenanya.

”Aniyo Oppa…”jawab Je Ri sambil menundukan wajahnya.

Heechul terkekeh pelan.

”Sebaiknya kuperingatkan kalau kau tidak ingin kehilangan Marcusmu itu…jangan sampai Marcus tahu soal Yong Soon karenaYong Soon adalah gadis manusianya…”seru Heechul kemudian dia langsung pergi meninggalkan Je Ri yang masihtampak berpikir.

Je Ri berpikir apakah itu gadis yang dia temui tadi, entah kenapa firasatnya mengatakan hal itu.

”Aku tidak akan membiarkan gadia itu mengambil Marcus…dia hanya milikku…”seru Je Ri.

 

Sungmin POV

“Sarapan dulu…”seruku sambil masuk ke kamarnya.

Kulihat dia baru saja bangun dari tidurnya, aku pun menghampirinya.

“Makan dulu ya…Wookie membuatnya khusus untukmu…”seruku padanya.

“Aku tidak lapar Oppa…”ucapnya.

“Yong Soon-ah…kau sedang sakit…harus makan…arasso…”seruku lagi memaksanya  makan.

Namun kembali dia menggeleng, kalau sudah begini aku tahu aku akan kalah, dia sangat keras kepala, kalau dia bilang tidak berarti tidak.

“Makanlah…jebal…”seruku memohon lagi namun kembali dia menggeleng. Aku pun menghela nafas perlahan, kalah. Aku pun beranjak dari kamarnya.

“Hyung…Yong Soon sudah makan?”tanya Donghae saat kami bertemu di tangga. Aku menggeleng.

“Seperti biasa..”seruku.

“Kalau begitu coba aku yang membujuknya…”serunya, aku pun memberikan nampan yang bersisi makanan itu padanya.

 

Donghae POV

“Yong Soon-ah…makan dulu…”seruku sambil tersenyum padanya. Dia menoleh ke arahku sekilas lalu kembali menatap keluarjendela.

Wajahnya masih sangat pucat, aku pun mengahmpirinya dan menaruh nampan di atas meja, aku menyentuh dahinya dengan tanganku, masih hangat tapi tidak sepanas kemarin.

“Makan dulu ya supaya cepat sembuh….”seruku mengambil bubur dan hendak menyuapinya.

Namun dia menggeleng, aku berusaha menyuapinya namun dia menahan tanganku.

“Oppa…aku tidak lapar…”serunya singkat namun aku tahu artinya di sudah benar-benar tidak mau.

Hufft, aku kalah.

“Yong Soon-ah…”aku berusaha membujuknya kembali namun dia tetap menggeleng.

“Aku tidak lapar…”serunya lagi.

Aku pun menyerah dan mengambil nampannya lalu berjalan keluar kamarnya.

“Ya!Hyukkie Oppa….apa yang kau lakukan!”seru Hyo Jin dari bawah. Ada apa lagi.

Aku pun bergegas turun ke bawah dan melihat Hyo Jin sedang memarahu Eunhyuk, pasti dia berbuat ulah lagi. Aku melihat Rae Bin juga sepertinya sedang kesal dengan Eunhyuk.

“Ada apa?”tanyaku begitu sampai di hadapan mereka.

“Ini Hyukkie Oppa memakan bekal yang kubuat untuk Yong Soon…”seru Hyo Jin padaku sambil mengembungkan pipinya.

“Mianhe Hyo Jin-ah…aku pikir…”

“Ya! Kau ini selalu saja!sudah tau dongsaengmu sedang sakit..Oppa macam apa kau…”seru Rae Bin memarahi Eunhyuk. Aku melihat Eunhyuk hanya bisa menunduk dimarahi oleh kedua gadis ini, apalagi oleh Rae Bin. Aku heran kenapa mereka bisa berpacaran pada akhirnya padahal awalnya Rae Bin sangat membenci Eunhyuk dan selalu saja bertengkar dengannya tapi entah kenapa tiba-tiba Eunhyuk mengajak Rae Bin ke rumah dan bilang bahwa Rae Bin adalah pacarnya. Bagaimana bisa seorang Rae Bin menyukai Eunhyuk.ckckckck

“Hae-ya…Yong Soon sudah  makan?”tanya Hyo Jin padaku.

“Dia tidak mau makan…”jawabku singkat.

“Dan kau membiarkannya…kalian ini bagaimana sih…dongsaeng sedang sakit kalian malah seperti ini pasti Teukie Oppa sednag tidak ada dirumahkan? Coba kalau ada dirumah…habislah kalian…”seru Hyo Jin yang kini mulai mengomeliku, aku melihat Eunhyuk terkekeh pelan.

“Donghae-ya…kau juga sama saja seperti Eunhyuk…”seru Rae Bin padaku.

Terkadang gadis ini benar-benar tidak sopan, bisa-bisanya dia memangilku dan Eunhyuk tanpa embel-embel Oppa, padahalkan aku lebih tua darinya.

“Ya!panggil aku Oppa!”seruku pada Rae Bin namun Rae Bin hanya menjulurkan lidahnya mengejekku. Dasar gadis itu!

“Ya sudah…aku mau mengantarkan makanan padanya…”seru Hyo Jin.

“Dia tidak akan mau Hyo Jin-ah…”seruku padanya.

“Kalian tidak mau memaksanya makanya dia tidak mau…kalian harus bisa memaksanya terutama mengenai masalah Kyu…kalian harus memaksanya untuk melupakan Kyu…”ucap Hyo Jin tiba-tiba serius.

“Tidak bisa…dia sangat mencintai Kyu…”jawab Eunhyuk.

“Apa kalian mau melihatnya seperti ini terus…dia tidak pernah berusaha untuk melupakan Kyu…dia terlalu berharap Kyu akan kembali…sekarang aku tanya apa Kyu akan kembali seperti semula?”tanyanya padaku dan Eunhyuk.

“Molla…”jawabku singkat.

“Itulah..jangan membuat dia terus berharap Kyu akan kembali…apa kalian tidak kasihan melihat Yong Soon seperti ini terus…aku dan Hyo Jin onnie sudah menganggapnya sebagai dongsaeng kami dan jujur kami sedih melihatnya seperti ini…apa kalian sebagai Oppanya tidak sedih…”seru Rae Bin.

Aku mengerti itu, ya aku tahu, aku juga sedih melihatnya seperti ini karena Kyu tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

“Aku akan membawa Yong Soon tinggal bersamaku…disini dia hanya akan terus mengingat Kyu…dia harus dibuat lupa dengan Kyu…”seru Hyo Jin membuatku kaget.

“Andwe..dia harus disini…”seruku tidak mau kalau Yong Soon harus pergi darisini.

“Tenanglah Donghae-ya…kalian masih bisa mengunjungi Yong Soon…kami sudah bicara dengan Teukie Oppa dan dia menyetujuinya…kalian ingin Yong Soon kembali seperti semula kan….”seru Rae Bin.

“Ok…aku mau membawakannya makanan dulu…”Seru Hyo Jin kemudian dia menaiki tanggan menuju kamar Yong Soon.

 

Yong Soon POV

Aku bangkit dari tempat tidurku, meregangkan ototku. Mataku tertuju pada boneka beruang yang selalu ada di tempat tidurku, aku pun mengambilnya dan memeluknya. Aku benar-benar merindukannya.

“Kyuhyun-ah…bogoshipoyo…”ucapku sambil terus memeluk boneka beruang itu. Aku tahu Kyuhyun pasti sama sekali tidak akan ingat padaku apalagi merindukanku berbeda denganku disini yang sangat merindukannya. Aku kembali teringat kejadian kemarin. Aku mendesah pelan dan kembali meletakkan bonek itu. Semuanya semakin mengingatkanku dengan Kyuhyun. Bahkan kamar ini kamar Kyuhyun. Aku melihat begitu banyaknya foto Kyuhyun disini. Aku jadi teringat saat pertama kali aku masuk ke kamar ini, aku begitu terkejut dengan banyaknya foto dirinya bersama kakak-kakaknya.

Aku berjalan menuju balkon kamar dan menghirup udara dalam-dalam.

“Yong Soon-ah…”seru sebuah suara membuatku kaget.

Aku menoleh dan mendapati seorang yeoja dengan jubah merah berdiri tept dihadapanku, dia menyunggingkan senyum misterius dan matanya yang merah terang menatapku tajam. Aku ingat siapa gadis ini, dia gadia yang dipeluk Kyu kemarin. Mau apa dia? Entahlah tiba-tiba muncul perasaan kesal pada diriku melihatnya namun aku hanya bisa diam, aku tahu siapa dia dan aku hanya seorang manusia.

Dia berjalan mendekatiku, aku mundur beberapa langkah.

“Kau takut denganku….menarik…ternyata kau adalah gadis manusianya Marcus…atau boleh kubilang mantan gadisnya…”serunya sambil tersenyum padaku.

Aku benar-benar kesal dengannya namun aku tahu tidak ada yang bisa aku lakukan. Dia semakin mendekat ke arahku.

 

Hyo Jin POV

Aku membuka pintu kamar dan mendapati Yong Soon sedang berdiri di balkon namun tiba-tiba ada seorang yeoja memakai jubah merah datang menghampiri Yong Soon.

Omona dia vampir! Apa yang mau dia lakukan pada Yong Soon. Aku segera keluar dari kamar dan memanggil Donghae juga Hyukkie Oppa.

“Hae-ya…Hyukkie Oppa…Yong Soon…”seruku pada mereka berdua.

“Ada apa?”tanya mereka bersamaan.

“Ikut aku…”seruku.

Mereka pun berlari mengikutiku ke kamar Yong Soon, aku segera menunjuk ke arah balkon dan mendapati yeoja itu seperti hendak membunuh Yong Soon.

 

Yong Soon POV

“Sayang sekali dia lupa semuanya tentangmu…kasihan sekali….”serunya lagi.

“Mau apa kau?”tanyaku mencoba berani padanya.

“Aku hanya ingin melihat siapa mantan gadisnya Marcus itu dan kuperingatkan jangan pernah dekati Marcus lagi…sekarang dia milikku…”serunya sambil terus mendekat sehingga membutku terpojok ke pagar.

“Sepertinya kau beruntung Marcus tidak membunuhmu saat itu…dengan bau darahmu yang seperti ini sungguh hebat Marcus bisa bertahan…”serunya lagi sambil menyentuh pipiku dengn telunjuknya, matanya yang merah menatap langsung ke mataku.

 

Donghae POV

Aku segera menarik tangan Yong Soon dan kulihat Eunhyuk mendorong tubuh vampir itu membuatnya terjatuh.

“Apa maumu?”tanya Euhyuk pada gadis vampir itu.

“Wah pantas kau selalu aman…banyak manusia setengah vampir melindungimu rupanya…”seru gadis itu menatapku dan Eunhyuk bergantian.

Aku segera menyerahkan Yong Soon pada Hyo Jin dan kulihat Hyo Jin membawanya keluar kamar.

“Siapa yang menyuruhmu kemari? Jonghyun?”tanyaku pada gadis itu.

Dia tersenyum.

“Itu bukan urusanmu…aku hanya ingin mengecek sesuatu…maf aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni kalian…”seru gadis itu dan tiba-tiba dia sudah menghilang.

Aku menatap Eunhyuk menanyakan sola gadis itu tapi kemudin dia menggeleng sepertinya dia juga tidak tahu siapa gadis itu.

 

Marcus POV

Aku kembali menatap cincin ini mengamati inisial namanya KH, siapa itu? Juga YS, siapa itu?

Sepertinya gadis itu ada hubungannya denganku, kenapa dia selalu saja menatapku dengan pandangan sedih dan selalu saja memangilku Kyuhyun? Kyuhyun itu KH, apa maksud ini semua? Gadis itu, siapa dia? Apa dia gadis dalam kilasan itu? Aku tidak bisa mengingat jelas gadis dalam setiap kilasan itu yang aku tahu itu gadis yang sama tapi aku tidak bisa melihat wajahnya jelas semuanya samar. Aku harus menemui gadis itu tapi dimana?

 

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s