FF: Love Is Really Hurt Part 20

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

 

Donghae POV

Dia bukan Kyu lagi, matanya yang merah terang menatapku dengan tajam. Aku melihat Yong Soon yang disampingku menatap bingung. Untung saja tidak terlambat, hampir saja dia membunuh Yong Soon. Dia terdiam dan hanya menatapku tajam.

”Kyuhyun-ah…”panggilku namun dia hanya terdiam melihatku.

Sungguh kuakui saat ini Kyu benar-benar menyeramkan, dia benar-benar tampak seperti vampir murni. Apa harus secepat ini?

”Oppa…”lirih Yong Soon padaku.

Aku mengangguk padanya sebagai bahwa semua akan baik-baik saja. Apa ini sisi gelap dari Kyuhyun yang Teukie hyung selalu bicarakan, itu yang membuatnya selalu menyuruh Kyuhyun dan Yong Soon untuk menjaga jarak karena Yong Soonlah yang akan membuat Kyuhyun berubah karena kontak fisik mereka.

Aku melihat Kyuhyun berjalan mendekat, entah kenapa aku merasa sedikit gentar, Kyuhyun memang adikku tapi saat ini dia bukan Kyuhyun, sisi gelapnyalah yang kini menguasainya, dia bukan manusia setengah vampir lagi tapi vampir murni dan aku tahu seberapa kuatnya vampir murni itu bahkan aku sendiri tidak bisa melawan vampir murni, apalagi  Kyuhyun yang memang sejak dulu dia sudah begitu kuat bahkan sebelum benar-benar menjadi vampir murni bagaimana dengan sekarang? Tidak ada kakaknya yang bisa mengalahkannya.

Aku menarik Yong Soon ke belakang punggungku, dia sepertinya sangat ketakutan begitu Kyuhyun menatapnya dengan mata merah itu. Dia berlindung di balik punggungku.

”Kyuhyun-ah…”panggilku lagi, aku berharap dia akan sadar tapi dia berjalan semakin mendekat dan aku berusaha melindungi Yong Soo, aku tahu apa yang dia incar, bau darah Yong Soon, sepertinya dia sudah sangat peka sekali dengan bau darah manusia dan tentu saja bau darah Yong Soon yang sangat berbeda dengan manusia lain bahkan manusia setengah vampir pun bisa tergoda apalagi seorang vampir murni yang hanya mencium bau darah saja. Aku mengenggam tangan Yong Soon agar dia tidak takut.

 

Namun tiba-tiba dia sudah menarik tangan Yong Soon keluar dari balik punggungku dan menariknya mendekat.

”Yong Soon-ah…”seruku berusaha menarik tangan Yong Soon kembali namun Kyuhyun langsung mendorongku hingga terjatuh menghantam lemari. Aku merasakan darah hitam mengalir di pelipisku. Aku hendak berdiri namun kepalaku pusing.

”Kyuhyun-ah….”panggilku lagi berusaha untuk membuatnya sadar.

Dia menarik Yong Soon hingga sangat dekat bisa aku melihat Yong Soo sangat ketakutan, aisshhh apa yang harus aku lakukan, aku memegangi kepalaku yang sakit, kenapa lukanya belum tertutup juga.

”Flower…”serunya sambil menyentuh pipi Yong Soon dengan jarinya, aku melihat Yong Soon sangat ketakutan.

Ayolah, cepat tertutup! Namun bukannya aku merasa lebih baik, aku malah merasakan sakit yang sangat hebat di kepalaku. Andwee, Yong Soon-ah!

”Kyuhyun-ah…Apa yang kau lakukan!”seru sebuah suara yang langsung menarik tangan Yong Soon, itu Teukie hyung, aku melihatnya samar sampai aku merasakan sebuah tangan membantuku berdiri.

”Gwenchanayo?”tanya Han hyung membantuku berdiri.

”Ah..ne hyung…gwenchana…”seruku sambil berusaha berdiri dengan tegak, aku masih merasakan sedikit pusing di kepalaku namun pandanganku sudah tidak kabur lagi seperti tadi. Aku baru sadar semua hyung dan dongsaengku sudah ada disini.

”Hae-ya..kau baik-baik saja?”seru Eunhyuk padaku. Aku mengangguk padanya.

Aku mencari sosok Yong Soon, dimana dia? Dan mendapatinya dengan wajah yang sangat pucat, dia benar-benar ketakutan di dalam dekapan Yesung hyung. Aku melihat Teukie hyung berjalan menghampiri Kyuhyun.

”Terlalu banyak orang sudah tidak asyik lagi…”seru Kyuhyun sambil menyunggingkan senyum dan kemudian aku melihatnya berjalan berbalik menuju ke balkon kamarnya. Aku melangkahkan kakiku berusaha mengejarnya namun Teukie hyung menghalangiku.

Namun kami semua terkejut begitu melihat Yong Soon yang mengahmpiri Kyuhyun.

”Yong Soon-ah…andwe!!”seru kami bersamaan.

Yesung hyung dengan sigap menangkap tangan Yong Soon namun Yong Soon berusaha melepaskannya.

”Kyuhyun-ah!”seru Yong Soon membuat Kyuhyun berhenti, kami sudah siap jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Kyuhyun berbalik dan tersenyum pada Yong Soon.

”Aku bukan Kyuhyun….aku Marcus…”serunya kemudian dia sudah menghilang.

”Kyuhyun-ah….”seru Yong Soon sambil terduduk ke lantai.

Yesung hyung berjalan menghampirinya begitu juga dengan hyung dan dongsaengku yang lain.

”Oppa….Kyuhyun kenapa?”tanya Yong Soon dengan wajah sangat sedih.

Aku maju ke depan dan memeluknya.

”Yong Soon-ah ..semua baik-baik saja…”seru wookie sambil mengusap kepala Yong Soon.

Namun tiba-tiba aku merasaka Yong Soon mulai terisak di dalam pelukanku.

”Uljima Yong Soon-ah….Kyuhyun tidak akan meninggalkanmu…”seruku.

Sementara hyung-hyungku bingung harus bagaimana begitu juga dengan Teukie hyung hanya bisa menegakkan bahunya tidak mengerti. Bagaimana menjelaskannya?

”Ini semua gara-gara aku kan…karena aku terlalu dekat dengan Kyu…”seru Yong Soon tiba-tiba yang membuatku kaget. Apa dia sudah mengerti semuanya? Aku bisa melihat ekpresi wajah hyung dan dongsaengku yang sama kagetnya denganku.

”Ya kan Oppa…Kyuhyun menjadi vampir murni karena aku…”serunya sambil melepaskan pelukanku dan menatapku juga yang lain dengan berurai air mata. Aku bingung harus menjawab apa, berkata iya atau tidak. Otthohke? Aku menatap Teukie hyung namun aku melihat Teukie hyung sedang berpikir keras, sementara Han hyung mengangguk, Wookie menggeleng, Yesung hyung juga menggeleng sementara Eunhyuk hanya terdiam dengan mata sudah memerah dan Zhoumi hanya bisa menunduk.

”Kau selalu membawa masalah pada kami!”seru sebuah suara masuk ke dalam kamar dengan wajah kesal, itu Siwon.

”Siwon-ah!”bentak Yesung hyung pada Siwon.

Aku membantu Yong Soon berdiri, kini dia lebih ketakutan dibanding tadi. Wookie menarik tangan Yong Soon untuk keluar dari ruangan ini.

”Hyung dia harus tahu…”seru Siwon menghentikan langkah Wookie.

”Kau selalu membawa masalah sejak pertama kali aku melihatmu aku sudah tahu..kau hanya akan membawa masalah untuk kami…semuanya bahkan sampai saat ini….kami kehilangan anggota keluarga hanya gara-gara dirimu…”seru Siwon menatap tajam ke arah Yong Soon.

”Mianhe….jeongmal mianhe….”lirih Yong Soon sambil menunduk.

Dia selalu saja menyalahkan orang lain.

”Siwon-ah…Kyuhyun memang akan seperti itu cepat atau lambat berhenti menyalahkan Yong Soon…”seru Teukie hyung di depan Siwon, baru kali ini aku melihat Teukie hyung menatap tajam Siwon.

 

Author POV

Madeira

Seorang namja memasuki kastil dengan langkah yang pasti berjalan menatap ke depan.  Matanya yang merah terang menunjukan suatu kesombongan, semua orang menatapnya dengan wajah penasaran tapi sepertinya dia tidak menghiraukannya dan terus berjalan.

”Kyu hyung…”seru seorang namja yang tampak masih muda, Taemin kepada Kyu yang sedang berjalan namun Kyu tidak menghiraukannya dan tetap berjalan lurus ke depan. Taemin yang merasa heran dengan sikap Kyu yang berbeda hanya menatapnya bingung, dia berpikir apa dia salah lihat, apa tadi bukan Kyu hyung? Pikirnya.

Namun setelah Kyu melewatinya Taemin segera pergi ke kastil Jin Ki untuk memberitahunya.

”Ahjussi…”seru Taemin sambil membuka pintu dan berjalan ke arah Jin Ki yang sedang membaca buku.

Jin Ki menatap heran namja yang sudah dia anggap keponakannya itu.

”Waeyo, Taemin-ah? Bukankah kau disuruh ke dunia manusia?”tanya Jin Ki.

”Ahjussi tadi aku melihat Kyu hyung kemari tapi dia aneh sekali…”seru Taemin.

Jin Ki menaikkan alisnya, bingung dengan apa yang dikatakan Taemin, bagaimana Kyu kembali lagi kesini? Pikir Jin Ki.

”Maksudmu?”tanya Jin Ki lagi.

”Aku tidak tahu itu Kyu hyung atau bukan tapi tadi di jalan menuju kastil Jonghyun ahjussi aku berpapasan dengan Kyu hyung tapi saat aku panggil dia tidak menengok sekalipun…”terang Taemin.

Jin Ki berusaha mencerna perkataan Taemin.

”Coba aku lihat kesana…”jawab Jin Ki lalu segera keluar dari ruangannya sedangkan Taemin mengikuti di belakangnya.

 

 

”Kyuhyun-ah…”seru Heechul yang kaget melihat Kyuhyun langsung membuka pintu. Kyuhyun tidak menoleh sedikitpun dan tetap berjalan ke depan Jonghyun yang sepertinya sudah menunggu kedatangan Kyuhyun.

Jonghyun menyunggingkan senyumnya begitu Kyuhyun sampai di depannya.

”Selamat datang…”seru Jonghyun sambil tersenyum.

”Aku hanya datang kemana tempatku seharusnya…”jawab Kyu sambil tersenyum sinis.

”Selamat bergabung…”seru Jonghyun sambil berjalan ke arah Kyu.

Heechul yang melihatnya merasa sangat aneh kenapa tiba-tiba Kyuhyun menjadi seperti itu namun akhirnya dia tahu bahwa sekarang namja di depannya ini bukanlah Kyu lagi. Itulah sisi gelap dari Kyu.

”Panggil aku Marc…”ucap Kyu sambil menatap Jonghyun digin.

Jonghyun tampak merasa puas sekali memiliki Kyu dipihaknya, baginya Kyu adalah harta yang sangat berharga untuk digunakan menaklukan klan-klan lain. Kyu memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh vampir yang benar-benar murni sekalipun dan itu yang diinginkannya.

”Kyuhyun-ah…”seru Jin Ki sambil masuk ke dalam ruangan dan matanya langsung tertuju pada Kyuhyun yang memunggunginya, dia berjalan ke arah Kyu dan membalikkan tubuhnya. Dia mengamati wajah Kyu sebentar.

”Kyuhyun-ah…”ucapnya.

”Aku bukan Kyu…aku Marc..”ucap Kyu singkat.

”Kenapa saudaraku? Sudah kubilang hal ini akan tetap terjadi…”seru Jonghyun sambil tersenyum mengejek pada saudaranya itu.

”Mulai sekarang dia adalah bagian dari kita..selamanya…”ucap Jonghyun pada Jin Ki sementara Jin Ki tidak bisa berkata apa-apa lagi, kenapa harus terjadi? Apa kejadiaan itu juga akan terjadi? Pikir Jin Ki.

 

 

Donghae POV

Sejak tadi Yong Soon hanya menunduk menatap lantai mendengar semua yang diceritakan oleh Teukie hyung mengenai keadaan Kyu yang sebenarnya. Akhirnya kami terpaksa menceritakan semuanya agar dia tahu betul apa yang trejadi pada Kyu. Siwon tidak ada disini, dia langsung pergi begitu Teukie hyung mmebentaknya.

Aku tidak tahu apakan Yong Soon menangis atau tidak, meski aku bisa mengetahui perasaan orang lain tapi tidak dengan Yong Soon.

Aku melihat Wookie mengusap pundak Yong Soon berkali-kali seakan menenangkannya. Kenapa hal ini harus terjadi. Satu hal yang aku takutkan terjadi. Kalau masalah menjadi vampir tidak terlalu aku pikirkan tapi bagiamna dengan Yong Soon, Kyu pasti lupa dengan semuanya, bahkan dia tidak akan ingat siapa keluarganya. Dia akan meninggalkan Yong Soon.

”Mianhe…”lirih Yong Soon lagi sambil terus menunduk.

”Aniyo…ini bukan salahmu…gwenchana Kyu akan kembali…”seru Teukie hyung berjongkok di depan Yong Soon dan mendongakkan wajahnya menghapus air matanya. Jadi sejak tadi dia menangis.

”Kami ada disini Yong Soon-ah…kau juga adalah adik kami…arachi?”seru Sungmin hyung sambil mengenggam tangan Yong Soon. Namun Yong soon hanya diam, aku tahu dia pasti merasa bersalah sekarang.

 

Yong Soon POV

Tidak ada yang bisa aku lakukan, ini semua salahku. Aku yang menyebabkan Kyu seperti itu. Andai dia tidak pernah mengenalku semuanya tidak akan seperti ini. Aku menghela nafas untuk yang kesekian kalinya, aku ingin bertemu Kyuhyun. Aku yakin Kyu belum berubah.

Lalu aku mendengar sebuah percakapan dari bawah, aku mendengarnya dengan seksama, sepertinya aku kenal dengan suara itu.

”Heechul…”ucapku pelan melihatnya keluar dari rumah.

Pasti Heevhul tahu dimana Kyu, aku akan mengikutinya, pikirku. Aku segera mengikutinya keluar dari rumah dan berjalan mengendap-endap dibelakangnya.

Dia berjalan menuju hutan kemudian masuk ke dalam sebuah rumah, aku terus mengikutinya ketika dia berjalan ke belakang rumah dan menghilang, apa itu cara mereka untuk sampai ke Madeira, pikirku. Akhirnya aku putuskan untuk mengikutinya.

 

Kota tua, itulah kesan pertama aku memasuki kota ini, sebuah jalanan bebatuan dari dalam hutan terus memasuki kota. Dimana aku bertemu Kyu? Tanyaku dalam hati. Aku berjalan melewati pepohonan sampai aku masuk ke sebuah kota. Aku memperhatikan sekelilingku menatap setiap bangunan  tua disini yang menjulang tinggi trebuat dari bebatuan. Eropa jaman dulu begitulah kota ini. Hari sudah gelap dan bukannya orang-orang semakin berkurang tapi malah tambah banyak. Aku memeluk tubuhku berusaha mengusir dingin yang menusuk tulangku, aku lupa membawa jaketku tadi, aku tidak tahu kalau Madeira seperti ini. Aku melewati beberapa toko dimana semua mata tertuju padaku, mata merah terang. Entah kenapa bulu kudukku merinding. Ya aku tahu mereka adalah vampir murni dan mungkin saja mereka akan memakanku, aku tidak peduli, aku hanya ingin bertemu Kyu. Ucapku dalam hati.

”Flower…”seru sebuah suara mengejutkanku.

Seorang namja berdiri tepat dihadapanku, mata merah terangnya menatapku dari atas sampai bawah, aku mundur beberapa langkah namun dia terus maju. Apa yang harus aku lakukan? Kyu-ya aku takut!seruku dalam hati.

Aku semakin berjalan mundur dan begitu pun dia yang semakin maju menghampiriku. Dia mengulurkan tangannya membelai pipiku, dingin.

”Kenapa kau bisa kesini?menyerahkan diri…”serunya sambil tersenyum sinis.

Aku hanya bisa diam. Mata merah terangnya menatapku tajam sekali dan tiba-tiba sebuah taring menyembul. Aku semakin mundur ke belakang.

”Jangan takut…tidak akan sakit…”seru namja itu.

Kyuhyun-ah tolong aku!seruku dalam hati.

”Dia mangsaku…”seru sebuah suara yang sangat ku kenal menarik tanganku dan mendekapnya.

”Donghae Oppa…”lirihku begitu melihatnya.

”Manusia setengah vampir…menarik…”seru namja itu.

Aku mengenggam tangan Donghae Oppa dengan erat memintanya untuk tidak melakukan apa-apa.

”Sayang aku sedang tidak ingin melawanmu…membuang tenangaku saja…ambil saja gadis flower itu…”serunya kemudian menghilang.

Aku kaget melihatnya tiba-tiba menghilang.

”Apa yang kau lakukan disni, hah? Kau tahu kami mencemaskanmu…untung Sungmin hyung bisa melihatmu…kau tahu ini tempat apa…apa yan mau kau lakukan disini…kau bisa mati…untung aku datang tepat waktu…”seru Donghae Oppa tidak berhenti, dia menatapku dengan tatapan marah.

Aku mulai merasakan mataku memanas dan tiba-tiba bulir air mataku sudah turun.

”Mianhe..jeongmal mianhe Oppa..aku hanya ingin bertemu Kyu…”ucapku sambil terisak.

Donghae Oppa langsung merengkuhku dalam pelukannya dan akhirnya aku menangis sejadinya.

”Jangan seperti itu lagi…Teukie hyung sudah bilang kan Kyu akan kembali percayalah padany…semua bukan salahmu ini semua sudah takdir berhenti menyalahkan dirimu sendiri dengan membawa Kyu pulang…dia akan pulang..arasso…”seru Donghae Oppa sambil mengelus kepalaku.

Tiba-tiba aku melihat seorang yang sangat kukenal, bahkan meski dari jauh aku tahu itu dia, itu pasti dia.

”Kyuhyun-ah!”teriakku segera lepas dari pelukan Donghae Oppa dan berlari menuju ke arah Kyu yang sedang berjalan.

 

Aku segera memeluknya dari belakang, dia terkejut dan refleks langsung berbalik.

”Kyuhyun-ah…”ucapku begitu melihat perubahan wajahnya, dia bukan Kyu, matanya merah terang dan wajahnya menatapku tajam.

”Siapa kau?”tanyanya yang sukses membuatku melepaskan pelukanku. Dia lupa padaku? Tidak mungkin, kenapa dia bisa lupa.

”Kyuhyun-ah…”seru Donghae Oppa.

”Bawa mangsamu jauh darisini….tidak ada pembunuhan di kota…”ucap Kyu pada Donghae Oppa. Apa yang dia katakan? Bahkan dia tidak ingat pada Donghae Oppa.

”Kyuhyun-ah…dia Yong Soon…”ucap Donghae Oppa lagi.

Kyuhyun mengamatiku dari atas sampai bawah.

”Aku tidak kenal dengannya dan berhenti memanggilku Kyu…aku Marc….”serunya kemudian berbalik.

Aku kembali memeluknya dari belakang.

”Kyu-ya..aku Yong Soon….kau lupa…”ucapku sambil terus memeluknya. Tubuhnya menjadi semakin dingin, itu yang kurasa.

Dia melepaskan tanganku dengan kasar.

”Aku bukan Kyu dan aku tidak mengenalmu…pergilah sebelum kau menjadi mangsaku….”ucap Kyu dengan dingin.

Aku hanya bisa terdiam melihatnya berbalik dan berjalan pergi.

”Kyuhyun-ah..jangan pergi…aku Yong Soon…”seruku yang melihatnya sudah menghilang.

Hatiku benar-benar sakit, dia lupa padaku. Kenapa dia bisa lupa padaku? Aku hanya bisa terdiam melihatnya yang berjalan semakin menjauh, aku melihatnya menoleh padaku dengaan tatapan tajamnya kemudian dia berjalan kembali. Kenapa dia menjadi seperti itu. Kyuhyun-ah ada apa denganmu? Tanyaku.

”Yong Soon-ah..ayo pulang…mereka mencemaskanmu…”seru Donghae oppa yang sudah berdiri disampingku. Aku menoleh ke arahnya sekilas.

”Aniyo…aku mau bertemu Kyu…”jawabku singkat.

 

Donghae POV

Matanya kini sudah berkaca-kaca, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku juga tidak bisa menyalahkan Kyu karena orang itu bukan Kyu lagi, Kyu sudah menghilang. Aku segera memeluk Yong Soon yang masih diam berdiri dan aku bisa merasakan dia mulai menangis. Aku hanya bisa mendekapnya semakin erat semoga bisa menghentikan tangisannya, ini yang kami tidak inginkan. Kami tidak ingin Yong Soon kembali bertemu dengan Kyu karena Yong Soon pasti akan kaget sekali dengan perubahan Kyu yang seperti ini, aku tetap merangkulnya dan mengajaknya untuk pulang.

Begitu sampai di rumah, aku melihat seluruh hyungku langsung menghampiri Yong Soon dengan wajah yang sangat cemas.

”Gwenchanayo?”tanya Wookie begitu melihat Yong Soon masih menangis sesenggukan.

Yong Soon tidak menjawab dan aku menatap Wookie untuk berbicata lewat pikirannya dan sepertinya dia mengerti kemudian menarik tangan Yong Soon dan membawanya ke kamarnya.

”Apa yang terjadi?”tanya Teukie hyung.

Aku hanya bisa mendesah pelan dan menatapnya.

”Kau bertemu Kyu?”tanya Teukie hyung dan aku hanya bisa mengangguk.

Kemudian dia mengehla nafas perlahan sepertinya dia tahu kelanjutan dari kisahku itu.

”Ottohke?”tanya Eunhyuk memecah keheningan kami.

Tidak ada yang bisa menjawab diantara kami, kami hanya bisa diam. Aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan, jujur aku kasihan melihat Yong Soon seperti ini tapi apa yang  bisa aku lakukan?

 

Aku hendak menutup pintu kamar Yong Soon yang sedikit terbuka begitu aku mendapati sebuah suara tangisan dari dalam, aku melihat Yong Soon terduduk di atas tempat tidurnya dengan wajah di telungkupkan diantara kedua kakinya. Aku melihat tubuhnya berguncang seperti menahan tangis sehingga yang terdengar hanya isakan saja.

”Donghae-ya…”seru sbeuah suara menepuk bahuku, aku segera menoleh dan Han hyung tepat di depanku menatapku bingung.

Aku mengalihkan pandanganku kembali ke Yong Soon seakan memberitahunya apa yang sedang aku lihat. Aku bisa melihat Han hyung hanya menghela nafas dan dari sorot matanya menunjukan bahwa dia juga ikut sedih akan hal ini. Tiba-tiba Han hyung langsung masuk ke dalam, aku kaget dan berniat mengikutinya namun aku melihat Yong Soon mendongak.

”Yong Soon-ah…belum tidur?”tanya Han hyung pada Yong Soon.

Aku hanya mendnegarkan pembicaraannya dari balik pintu yang terbuka sedikit.

”Ne Oppa…”jawabnya singkat.

Aku mengintip sedikit ke dalam dan mendapati Han hyung sedang duduk disamping Yong Soon dan mengusap kepalanya, sementara Yong Soon hanya menyunginggakan senyum namun aku tahu senyum itu hanya kepalsuan, aku tahu hatinya pasti sakit sekali.

”Sekarang tidurlah…”seru Han hyung lagi menyuruh Yong Soon berbaring dan menyelimutinya. Kemudian dia berjalan keluar.

Begitu Han hyung keluar aku segera menutup pintu kamarnya.

”Hyung bagaimana?”tanyaku padanya sambil berjalan disampingnya.

”Sepertinya dia benar-benar sedih dengan kenyataan Kyu tidak ingat dengannya…”ucap Han hyung dengan wajah sedih.

”Ne..dia pasti sedih sekali…ottohke?”tanyaku lagi.

”Molla..”jawab Han hyung.

 

Author POV

4 Bulan kemudian…

Madeira…

Seorang namja berdiri di balkon sebuah ruangan yang sangat gelap karena semua tirainya tertutup, matanya menatap lurus ke depan seakan memikirkan sesuatu. Sesekali dia menengok ke bawah melihat begitu banyak orang yang keluar masuk kastil ini.

”Oppa…”seru suara seorang yeoja berlari kecil menghampiri namja itu sambil tersenyum senang, sementara namja itu hanya menengok sebentar kemudian kembali menatap luru ke depan.

Tiba-tiba yeoja itu langsung memeluk namja itu dari belakang. Namja itu sedikit terkejut kemudian menyentakkan tangan yeoja itu. Dia menatap yeoja itu sangat dingin.

”Jangan sentuh aku…sudah berapa kali aku bilang…”ucapnya sambil melirik yeoja itu yang menunjukan ekpresi sedih dengan sikap namja ini.

Namja itu berjalan meninggalkan yeoja itu.

”Oppa..”panggilnya namun namja itu tetap berjalan tanpa menoleh.

Tiba-tiba namja itu terduduk,yeoja itu langsung menghampiri namja itu yang terduduk di lantai sambil memegangi kepalanya.

”Oppa…gwenchanayo?”tanya yeoja itu sambil menyentuh bahunya.

”Jangan sentuh aku!”serunya sambil menyentakan tangan yeoja itu dengan sebelah tangannya sementara tangannya yang lain masih memegangi kepalanya yang sakit.

Namja itu berusaha berdiri sambil terus memegangi kepalanya.

”Aisshh!”seru namja itu sambil memegangi kepalanya.

”Marc…ada apa denganmu?”tanya seorang namja yang tiba-tiba sudah berada di ambang pintu ruangan ini.

”Je Ri-ya ada apa dengan Marc?”tanya namja itu kini kepada yeoja yang membantu namja yang bernama Marc itu untuk berdiri.

Namja itu berjalan menghampiri yeoja yang dipanggil Je Ri dan namja yang dipanggil Marc itu.

Namja itu membantu Marc untuk berdiri namun lagi-lagi Marc menyentakkan tangan namja itu.

”Jangan sentuh aku!”serunya lagi sambil berusaha berdiri dan berjalan keluar ruangan masih memegangi kepalanya.

”Heechul Oppa…ada apa dengan Marc Oppa?”tanya Je Ri pada Heechul yang masih menatap punggung Marc yang berjalan keluar ruangan.

”Hemm…sepertinya ada sesuatu…”gumam Heechul.

”De?”tanya Je Ri pada Heecul.

”Ah aniyo….Jonghyun memanggilmu….”ucap Heechul.

Akhirnya mereka berdua keluar ruangan itu.

 

”Apa Kyu hyung akan mengingat semuanya?”tanya Taemin dengan wajah penasaran pada Jin Ki yang sedang duduk di ruangannya. Sejak Kyu kemari, dia tidak diperbolehkan oleh Jonghyun untuk keluar ruangannya, sepertinya Jonghyun tidak ingin Jin Ki membuat Kyu sadar akan jati dirinya.

”Ahjussi..kasihan Yong Soon noona…”ucap Taemin lagi.

Jin Ki hanya mendesah pelan, ternyata hal ini akan terjadi juga tapi ada satu hal juga yang dia takuti akan terjadi dan memang hal itulah yang benar-benar dia takuti selain ini.

”Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan Taemin-ah…hanya Kyu sendiri yang dapat membuatnya sadar kembali tapi aku rasa itu sangat sulit…maksudku dia yang sekarang adalah dirinya yang sebenarnya…”seru Jin Ki.

”Tapi ahjussi kau tidak tahu bagaimana keadaan Yong Soon noona…dia..benar-benar merindukan Kyu hyung…”ucap Taemin.

”Ara…aku tahu…aku ingin menolongnya tapi bagaimana…”ucap Jin Ki sedikit frustasi.

Akhirnya mereka berdua hanya terdiam, tidak tahu apa yang harus mereka lakukan saat ini.

 

Changmin POV

”Yong Soon-ah!”seruku di depan wajah Yong Soon sambil membawa seikat bunga lily kesukaannya.

”Changmin-ah..aku sedang buru-buru..permisi…”ucapnya langsung berjalan pergi meninggalkanku.

Aku hanya bisa menghela nafas perlahan. Apakah dia memang masih belum bisa melupakan Kyuhyun sepenuhnya, sudah empat bulan dia seperti ini, mau sampai kapan? Dasar lintah darat itu!dia sudah membuat Yong Soon kehilangan keceriaannya yang dulu sekarang dia sangat dingin sama seperti lintah darat itu.

Aku jadi teringat saat pertama kali aku melihatnya setelah ditinggal Kyuhyun, dia menangis dihadapanku bahkan aku sampai tidak tega melihatnya saat itu. Itu terkahir kalinya dia menangis seperti itu dan sejak saat itu dia tidak pernah lagi menangis dan berubah menjadi pribadi yang dingin, jangankan untuk tertawa seperti dulu, senyum pun tidak.

Aku menatap bunga yang kupegang padahal dia sangat suka dengan bunga ini. Aku sepertinya ingin menyerah saja mengembalikannya seperti dulu. Aku tahu semua hyung-hyungku menyuruhku untuk memngembalikan Yong Soon yang dulu begitu juga hyung-hyung Kyu tapi apa, Yong Soon tetap seperti itu. Lihat saja kau Kyu,kalau aku bertemu denganmu , aku akan membuat perhitungan denganmu.

”Changmin-ah…kenapa kau masih disini..kelas sudah hampir dimulai tahu!”seru Ji Hoo padaku dari depa pintu kelasku.

Aku pun berjalan menghampirinya. Dia langsung menepuk bahuku seperti biasa kebiasaanya jika kami saling bertemu. Aku dan Ji Hoo masuk universitas yang sama begitu juga dengan Yong Soon namun aku dan Yong Soon berbeda jurusan.

 

Begitu pelajaran selesai aku segera berlari keluar, aku tahu sekarang Yong Soon sedang tidak ada mata kuliah dan aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku untuk berbicara dengannya.

”Ya!Changmin-ah..mau kemana?”tanya Ji Hoo yang melihatku terburu-buru memasukkan bukuku ke tas dan segera berjalan keluar ruangan dengan berlari.

”Aku mau menemui Yong Soon..aku tunggu di kantin nanti siang…”ucapku padanya sambil berlari.

Aku sampai di taman kampus mengedarkan pandanganku mencari sosok gadis yang sangat aku cintai meski dia tidak memiliki perasaan yang sama padaku tapi aku akan tetap membuatnya mencintaiku. Kemana dia? Tanyaku dalam hati.

”Kau lihat Yong Soon?”tanyaku pada seorang yeoja yang sedang lewat.

”Oh dia ada disana…”jawab gadis itu sambil menunjuk ke abawah pohon dan benar saja dia sedang duduk disama sambil menulis.

”Gumawo…”seruku pada yeoja itu dan aku segera berlari ke arahnya.

”Yong Soon-ah!”seruku padanya namun dia hanya diam.

Ya Tuhan! Aku benar-benar ingin membunuhmu Kyuhyun!kau membuat Yong Soonku seperti ini.

Aku duduk disampingnya dan mengambil buku yang sedang dia tulis dan membacanya.

”Kembalikan bukuku!”serunya padaku.

Aku menjulurkan lidahku dan membawa buku itu berlari, aku melihatnya sangat kesal dan berdiri dari duduknya, dia menatapku dengan wajah sangat kesal namun dia hanya berdiri di tempatnya tidak mau mengejarku.

Aku berhenti berjalan dan menatapnya yang hanya terpaku berdiri ditempatnya, tidak ada niatan untuknya mengejarku. Aku menyerah untuk mengerjainya dan berjalan menghampirinya berniat mengembalikan bukunya.

”Mianhe…”ucapku sambil menyodorkan buku itu padanya, dia segera mengambilnya dan memasukannya ke dalam tas.

”Yong Soon-ah…”panggilku dia mendongak dan menatapku, baru kali ini dia benar-benar menatapku.

”Wae?”tanyanya dengan nada yang sangat datar.

”Kembalilah menjadi dirimu…”ucapku.

Dia menaikan alisnya seakan tidak mengerti dengan apa yang aku bicarakan.

”Aku merindukanmu yang dulu…”ucapku lagi.

”Kau ingin melihatku seperti dulu lagi antarkan aku ke Madeira…”ucapnya serius.

Aku membelalakan mataku tidak percaya. Apa dia benar-benar ingin bertemu dengan lintah darat itu!

”Yong Soon-ah…lupakan dia!”seruku sambil menyentuh bahunya.

”Aku tidak bisa…aku tidak bisa Changmin-ah…dia selalu ada disini…”serunya sambil menyentuh dadanya.

Aku melihat matanya mulai berkaca-kaca. Aku segera menariknya ke dalam pelukanku, aku tidak mau melihatnya menangis seperti saat itu lagi makanya aku segera menariknya ke dalam pelukanku. Dia mulai menangis dalam pelukanku, tubuhnya bergetar karena menangis. Aku mengelus punggunggnya untuk menangankannya.

”Apa yang harus aku lakukan Changmin-ah!kenapa aku begitu mencintainya?kenapa aku tidak bisa melupakannya?!”serunya dalam tangisannya.

Aku hanya bisa terus mendekapnya berusaha membuatnya nyaman,apa yang harus aku lakukan?

 

 

”Ne…Donghae Oppa…aku akan hati-hati…”ucapnya mengakhiri pembicaraanya dengan Dongahe hyung ditelepon.

”Kau yakin?”tanyaku padanya.

Dia menganggukan kepalanya yakin. Aku hanya bisa mendesah pelan. Apa sebegitu inginnya dia pergi menemui Kyuhyun. Kalau aku tidak menganggap dia juga adalah sahabat baikku aku tidak akan mau mengantarkannya menemui makhluk itu tapi hanya aku sahabatnya, aku yang selalu ada untuknya saat dia senang ataupun sedih.

”Aku akan menjagamu…”ucapku padanya ketika kami melewati batas anatar dunia manusia dengan  dunia makhluk itu.

Yong Soon tidak bilang pada Oppanya kalau dia akan kemari begitu juga denganku, aku tidak bilang pada hyungku.

Aku berusaha menahan nafasku mencium bau sekumpulan linta darat ini benar-benar memuakkan, aku menarik Yong Soon berjalan dekat denganku agar baunya tersamarkan. Gawat kalau ada diantara lintah darat ini yang mencium bau darah Yong Soon, bisa-bisa mereka menyerang Yong Soon.

”Kita cari kemana?”tanyaku sedikit berbisik pada Yong Soon saat kami melewati sebuah jalan yang sangat ramai sekali oleh makhluk-makhluk ini.

Sepertinya tidak banyak yang sadar dengan keberadaanku, baguslah kalau begitu.

”Molla…waktu itu aku bertemu dengannya disini…”ucap Yong Soon, matanya mencari-cari sosok makhluk itu.

Aku pun ikut mengedarkan pandanganku mencari sosok makhluk itu namun aku tidak menemukannya.

 

Kyu POV

Kenapa akhir-akhir ini aku selalu mengingat wajah gadis yang saat itu aku temui dan memanggilku Kyuhyun. Siapa dia? Kenapa dia begitu yakin kalau aku adalah Kyuhyun.

”Marc…kau belum pergi?”tanya Dennis.

”Aku akan pergi…”ucapku kemudian meninggalkannya.

”Oppa..aku ikut…”seru Je Ri yang berlari menghampiriku. Kenapa aku harus selalu pergi dengan gadis ini. Dia berjalan disampingku dan menggamit lenganku. Aku menghentakan tangannya dan berjalan meninggalakannya.

Menghabisi seorang pembangkang. Lama-lama aku bosa dengan pekerjaan ini apalagi ditambah bersama gadis ini,kenapa dia selalu mengikutiku kemanapun aku pergi sejak pertama kali.

 

Selesai sudah, aku bosan harus terus seperti ini. Aku berjalan meninggalakan tempat itu dan membiarkan yang lain mengurusi sisanya. Entah kenapa aku terus memikirkan gadis itu, aku seperti mengenalanya tapi dimana? Tiba-tiba aku kembali merasa pusing, sebuah memori terlintas dalam pikiranku. Aku memeluk seorang gadis yang sedang menangis di dalam sebuah ruangan yang luas dan ada sebuah piano besar disitu tapi aku tidak bisa melihat jelas siapa gadis itu.

Aisshh,kepalaku sakit sekali! Aku memegangi kepalaku.

”Oppa..gwenchanayo?sebaiknya kita duduk dulu…”seru Je Ri membantuku berjalan dan mendudukanku di sebuah bangku di pinggir jalan.

”Jangan sentuh aku!”seruku sambil menyentakkan tangannya yang berusaha menyentuh dahiku.

”Oppa..aku hanya ingin memabntumu, apa tidak boleh…kenapa Oppa selalu seperti itu padaku…aku hanya khawatir pada Oppa…”ucap Je Ri dengan pandangan sedih.

Aisshh, gadis ini membuatku jadi merasa bersalah padanya. Tiba-tiba dia berlari pergi meninggalakanku.

”Je Ri-ya…”panggilku namun dia sudah berlari pergi, aku segera mengejarnya dan menangkap tangannya.

”Lepaskan Oppa!aku sakit selalu diperlakukan seperti itu oleh Oppa..aku hanya berusaha bersikap baik pada Oppa..aku hanya…aku hanya ingin Oppa dapat melihatku…”ucapnya lagi sambil menatapku dengan wajah sendunya itu, entah kenapa aku jadi merasa bersalah. Ya memang aku akui aku selalu berlaku kasar padanya padahal dia sangat baik padaku.

”Mianhe…”ucapku.

Dia berusaha melepaskan tangannya namun aku tetap memegangnya dan kemudian menariknya ke dalam pelukanku.

”Mianhe..jeongmal mianhe…”ucapku lagi.

”Kyuhyun-ah…”seru sebuah suara mengagetkanku.

Aku melepaskan pelukanku dan mendapati gadis yang dulu aku temui berdiri tepat di depanku, aku melihat sesuatu mengalir dari matanya, apa itu? Dia menatapku sama seperti Je Ri menatapku tadi tapi kali ini entah kenapa muncul sebuah perasaan bersalah melihatnya, kenapa aku harus merasa bersalah padanya? Siapa gadis itu sebenaranya?

Tiba-tiba dia berlari, aku hendak mengejarnya namun tangan Je Ri menahanku.

”Oppa..ayo kita pulang…”ucapnya, aku hanya bisa menatap gadis itu yang berlari semakin menjauh.

Siapa gadis itu? Apa hubungannya denganku? Aku harus mencari tahu siapa dia.

 

 

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 20

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s