FF: Love Is Really Hurt Part 19

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

 

”Hoammm…”aku menguap beberapa kali sejak tadi. Mataku ini benar-benar tidak bisa diajak kompromi. Aku menatap buku pelajaranku dengan malas, sementara Kyuhyun masih serius belajar. Ruangan yang bisanya jadi tempat para Oppadeul berkumpul sekarang hanya diisi olehku dan Kyuhyun, karena dia meminta ruangan ini kosong untuk aku dan dia belajar. Dasar magnae! Kenapa dia begitu peduli pada akademikku. Hufft sebulan tidak masuk sekolah benar-benar membuatku lupa dengan pelajaran-pelajaran itu dan entah ide darimana Kyuhyun dengan ’senang hati’ membantuku untuk belajar agar aku lulus ujian akhir nanti tapi caranya membuatku bosan!ugghh!

”Sudah selesai belum?”tanyanya padaku.

Aku yang terkejut buru-buru menuliskan sesuatu di lembar soal yang dia berikan padahal belum ada satupun juga yang aku isi. Aku ingin tidur saat ini bukan mengerjakan soal matematika yang rumit ini.

”Mwo?!belum selesai?”serunya melihat kertasku yang putih bersia belum ada jawaban yang ada hanya coretan-coretan tidak jelas dari tanganku. aku hanya bisa nyengir menatapnya dan dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

”Cepat kerjakan…”serunya lagi tanpa menoleh ke arahku dan fokus pada pekerjaannya.

Aku pun mulai menulis sesuatu di atas kertas itu meski aku tahu yang aku tulis bukanlah jawabannya hanya coret-coreatan tidak penting, yah setidaknya dia berpikir aku mengerjakannya.

 

”Hah!”aku mendesah berkali-kali melohat lembaran soal yang masih bersih. Kenapa soal-soal ini tidak bisa terisi sendiri sih. Rutukku dalam hati. Aku melirik ke arah Kyuhyun yang duduk tepat dihadapanku yang masih sibuk mengerjakan soalnya. Dia sama sekali tidak merasa kesulitan mengerjakan soal-soal matematika ini. Aku melirik ke sampingnya sudah banyak lembaran soal yang sudah dia kerjakan. Ya ampun seperti pa otaknya itu. Aku mengamati wajahnya yang sangat serius menulis di kertas dan aku terdiam asyik menatap wajahnya. Itu membuatku tersenyum sendiri. Dia bisa berubah menjadi sangat serius disaat seperti ini.

”Ya! Sudah kau kerjakan…”serunya sambil menatap ke arahku.

Aku yang kaget hanya bisa nyengir menandakan aku belum mengerjakannya. Dia melirik ke arah sampingku dan tidak mendapati adanya kertasa yang sudah selesai aku kerjakan.

”Kerjakan…”serunya kemudian dia kembali seirus mengerjakan. Aku mendesah dengan keras, kesal dengan sikapnya yang seperti itu. Kenapa terkadang dia begitu dingin sih!

”Ya!Kyuhyun-ah!”seruku memanggilnya dan membuatnya menoleh dan menatapku bingung.

”Ini makan dulu…”seru Sungmin Oppa yang datang menghampiri kami dengan membawa sepiring kue. Huwaa Oppa tahu saja aku sudah lapar dengan soal-soal matematika ini.

”Wookie membuatnya khusus untukmu…kau suka kan…”seru Sungmin Oppa sambil tersenyum. Saku menatapnya dengan wajah yang berbinar-binar. Wookie Oppa memang sangat baik padaku.

”Oh..hanya untuk Yong Soon saja..ara…”seru Kyuhyun yang tetap sibuk menatap kertasnya tanpa menoleh sedikitpun. Pasti dia marah lagi. Hufft, kenapa aku harus punya suami seperti dia, sangat pencemburu. Pasti nanti dia akan menjadi aneh. Aku menghela nafas melihatnya seperti itu.

”Gumawo Oppa…”ucapku sambil tersneyum pada Sungmin Oppa.

”Ne…belajar yang rajin ya..”seru Sungmin Opp, aku pun mengangguk mantap dan tersenyum. Kemudian aku menatap Kyuhyun.

”Sudah kerjakan lagi…”serunya lagi.

Pasti dia marah lagi, kalau sudah begini dia pasti akan mendiamkanku, menyebalkan sekali. Aku mendesah pelan sebelum kembali menatap lembara-lembara kertas yang masih bersih ini. Aku berusaha berkonsentrasi namun sepertinya aku tidak  bisa. Aku meniup poniku menandakan aku frustasi. Aku kembali melirik Kyuhyun yang masih serius mengerjakan. Aku berdehem untuk menarik perhatiannya namun dia tetap diam. Hufft menyebalkan sekali dia. Aku mengeeser dudukku disampingnya dan menatapnya. Namun sepertinya dia tetap diam. Aku memiringkan kepalaku ke arahnhya dan menatapnya namun kembali dia tetap diam tanpa menoleh. Apa dia benar-benar marah karena tadi? Ya ampun Kyu-ya selalu saja begitu.

”Kau marah?”tanyaku akhirnya.

”Anni…”jawabnya singkat.

”Kau marah?”tanyaku lagi seakan tidak percaya dengan jawabannya tadi.

”Anni…”jawabnya lagi. Aku mendesah pelan benci dengan jawabannya itu.

”Kenapa kau tidak menoleh padaku?”tanyaku lagi.

Kemudian dia menoleh padaku dan menatapku seakan menjawab pertanyaanku tadi tapi ekspresi wajahnya tetap dingiun. Sudah jelas pasti dia marah padaku. Aku pun menyentuh wajahnhya dengan tanganku dan menariknya mendekat. Dia mmebulatkan matanya sedikit kaget dengan perlakukanku. Aku menatanya tepat dimatanya.

”Jangan…”

”Ya!apa yang kalian lakukan!”seru sebuah suara membuat kami kaegt terutama Kyuhyun yang langsung duduk menjauh. Teuki Oppa menatap kami kesal. Kenapa sih Teukie Oppa bersikap seperti itu? Dia menatap tajam ke arah Kyu dan Kyuh hanya bisa menunduk.

”Belajar saja yang benar…”seru Teukie Oppa kemudian berjalan meninggalkan kami.

”Mana yang tidak bisa…sini aku ajarkan..”seru Kyuhyun membuyarkan pikiranku. Aku pun segera mengambil bukuku dan duduk disampingnya namun Kyuhyun malah menjauh dan memilih untuk duduk dihadapanku. Kenapa dia jadi seperti ini? Memangnya kenapa Teukie Oppa seperti itu pada Kyu?

Akhirnya selanjutnya Kyuhyun terus mengajariku dengan serius. Ya karena ujian sebentar lagi dan waktu itu aku pernah tidka masuk selama sebulan penuh makan aku harus mengejar ketinggalanku dan Kyu setuju untuk membantuku.

 

Sudah sebulan ini hubunganku dengan Changmin semakin memburuk, dia sangat tidak suka melihtaku dan Kyu yang selalu bersama-sama disekolah bahkan Kyu mengatakan bahwa aku adalah pacarnya kepada teman-teman dikelas. Aku benar-benar kesa dengannya saat itu. Untuk apa dia bilang seperti itu ke seluruh kelas. Aku ingat ekpresi Changmin saat itu, entah kenapa aku menjadai sangat bersalah padanya. Aku membuka hanphoneku dan mencari kontak Changmin, ingin sekali aku mendengar suaranya, tawanya dan leluconnya itu. Aku rindu pada Changmin sahabat  kecilku. Aku menekan tombol hijau dan menunggu sampai diankat. Semoga dia mau mengangkat teleponnya.

”Belum tidur?”seru sebuah suara masuk ke kamarku dan ternyata itu adalah Kyuhyun. Aku segera menekan tombol merah dan menaruh handphoneku di atas tempat tidur.  Aku menggeleng menjawab pertanyaanya.

”Kau sendiri? Ada apa kesini?”tanyaku padanya.

”Hanya memastikan kau sudha tidur atau belum…aku pikir kau sudah tidur…”serunya.

”Aku belum mengantuk…”jawabku singkat.

Dia hanya tersenyum dan hendak menutup pintu kembali namun tiba-tiba dia berhenti.

”Oh ya sepertinya kau suka dengan boneka itu…”seru Kyuhyun.

Aku menatapnya bingung dan kemudian aku baru mengerti dia pasti melihat boneka beruang itu ada di atas tempat tidur. Aku pun hanya tersenyum padanya.

”Dia mirip sepertimu…”seruku.

”Mwo?!kau menyamakanku dengan beruang…”serunya kemudian berjalan masuk ke kamar dan duduk disampingku.

Aku mengambil boneka itu dan menyodorkannya ke wajahnya.

”Nih lihat…mirip denganmu…”seruku lagi sambil terkekeh pelan. Aku melihat dia mengembungkan pipinya. Lucu sekali.

”Aku menganggap boneka ini adalah dirimu jadi saat aku sedang kesal denganmu aku akan memukul boneka ini…”seruku lagi dan dia hanya membulatkan matanya.

”Ya!enak saja!”serunya sambil mengerucutkan bibirnya.

Aku hanya tertawa melihatnya seperti ini. Kemudian kami malah terdiam. Kenapa suasananya jadi tidak enak seperti ini ya.

”Memikirkan Changmin?”tanyanya tiba-tiba dan membuatku kaget karena hal itu.

”Aniyo…kenapa kau berpikiran seperti itu?”aku malah balik bertanya.

”Hanya menebak saja…”jawabnya singkat. Kemudian kami kembali terdiam. Kenapa dia bisa berpikiran seperti itu?

Kami diam dalam keheningan sampai kemudian dia berdiri dan berjalan menuju pintu kamar.

”Tidurlah sudah malam…”serunya sambil tersenyum sekilas padaku. Kemudian dia keluar dan menutup pintunya.

Kenapa aku jadi merasa bersalah padanya. Bisa-bisanya tadi aku berpikiran tentang Changmin. Ingat sekarang aku sudah punya suami dan sebaiknya tidak memikirkan laki-laki lain tapi Changmin tetap sahabatku dan aku akui dia juga menempati suatu tempat dihatiku. Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur dan berusaha memejamkan mataku.

 

Kyu POV

”Kau belum tidur?”tanya Donghae hyung yang tiba-tiba sudah berdiri disampingku yang sedang duduk di balkon kamarnya.

”Belum mengantuk…”jawabku singkat tanpa menoleh ke aranhya kemudian dia duduk disampingku.

”Apa yang kau pikirkan? Kau sangat takut sekali…”seru Donghae hyung.

Ya tepat sekali aku memang sedang takut, entah kenapa akhir-akhir ini aku takut sekali kehilangan Yong Soon. Apa dia akan lebih memilih Changmin dibanding denganku? Apa dia benar-benar mencintaiku? Aku takut dia akan meninggalkanku.

”Aniyo hyung…”jawabku lagi.

Aku mendengar Donghae hyung terkekeh pelan.

”Ya Kyu tenang saja dia sangat mencintaimu kok…”seru Donghae hyung lagi.

”Hyung sok tau…urusi saja masalah hyung dengan Hyo Jin noona…”Seruku sambil tersenyum mengejek padanya.

Ya, aku baru tahu kalau Donghae hyung sedang menjalin hubungan dengan seorang manusia bernama Shin Hyo Jin, aku sendiri tidak tahu Donghae hyung bisa kenal dengan gadis itu, kami pun baru tahu saat mendapati Donghae hyung sedang bertelepon ria dengan seseorang yang dia panggil jagiya dan tentu saja itu menimbulkan kecurigaan bagi kami, akhirnya setelah dipaksa Donghae hyung mau mengaku juga namun dia maish belum mau bilang darimana dia bisa kenal gadis itu.

Dia menatapku tajam dan langsung meninggalkanku tidur, aku tertawa pelan. Kena kau hyung!ucapku dalam hati. Aku menghela nafas perlahan melanjutkan pikiranku.

 

Yong Soon POV

Sudah sebulan ini aku belajar intensif dengan Kyuhyun setiap hari sampai tidak terasa sudah musim dingin dan berarti sebentar lagi aku akan ujian. Aku melewatkan musim dingin yang indah. Aku menatap jendela kamarku yang semuanya tampak berkabut karena salju yang sudah turun beberapa hari ini. Ingin sekali aku bermain keluar. Aku memangku tanganku sambil terus menatap keluar jendela. Aku ingin keluar main lempar salju tapi dengan siapa ya? Kyuhyun? Tidak mungkin, pasti dia tidak mau. Oppadeul sedang pergi. Hufft membosankan sekali saat-saat seperti ini. Entah kenapa tiba-tiba aku teringat Changmin, biasanya dia dan aku akan bermain lempar-lemparan salju disaat seperti ini. Aku rindu masa-masa itu. Sudah lama rasanya aku tidak brebicara dengan Changmin lagi dan Changmin juga yang terlihat menjauhiku.

”Yong Soon-ah sedang apa?”seru sebuah suara membuka pintu kamarku dan ternyata itu Kyu, mau apa dia? Mengajakku belajar lagi. Hah hari ini aku ingin istirahat, tidak bisakah dia memberiku waktu untuk istirahat. Seruku dalam hati.

”Mau keluar tidak?”tawawanya. Aku mendengarnya kaget, aku pikir dia menyuruhku untuk belajar tapi dia malah menawarkanku untuk keluar. Asyik bisa main salju.

”Jeongmal?main salju!”seruku dengan penuh semangat dan Kyuhyun hanya terkekeh geli.

”Kajja…”serunya sambil tersenyum, aku pun segera berjalan menghampirinya.

”Ya!pakai jaketmu…diluar sangat dingin…”serunya begitu aku sampai di hadapannya. Oh ya aku lupa kalau cuaca sangat dingin. Aku pun berbalik dan segera mengambil jaketku dilemari.

”Ayo…”seruku penuh semangat dan langsung menarik tangannya untuk berjalan.

Wah semuanya putih, aku suka sekali. Aku menghentak-hentakan kakiku ke tanah seakan ingin merasakan salju yang ada dibawa septuku.

”Seperti anak kecil saja…”seru Kyuhyun yang hanya berdiri di teras belakang sedangkan aku sudah berdiri di tenagh-tengah taman yang sudah berwarna putih semua.

”Aku kan memang masih kecil…”seruku sambil mengerucutkan bibirku. Aku melihatnya hanya tersenyum simpul.

Kemudian muncul ide iseng di otakku, selama ini dia yang selalu mengerjaiku, nah sekarang giliranku untuk mengisenginya. Aku pun segera mengambil segenggam salju dan melemparkan ke wajahnya dan tepat sasaran. Aku tertawa melihat wajahnya yang terkena salju. Dia berusaha membersihkan wajahnya dan menatapku tajam.

”Ya!Yong Soon-ah!”serunya sambil berlari ke arahku. Aku segera berlari menghindarinya jadilah kami bermain kejar-kejaran.

”Kau tidak bisa menangkapku…”seruku sambil menjulurkan lidahku padanya. Namun tiba-tiba dia sudah memelukku dari belakang.

”Kau lupa aku punya kekuatan vampir…”serunya di telingaku.

Aku berusaha melepasakan pelukannya dan menghadap ke arahnya.

”Ara…ara…aku tahu kau begitu sempurna…”seruku padanya.

Dia tersenyum dan mengacak-acak rambutku lembut. Aku ingin Kyu selalu seperti ini, lembut dan hangat tidak pernah cemburu, tidak pernah bersikap dingin. Aku ingin dia selalu seperti ini.

”Sudah semakin dingin…ayo masuk…aku lapar…”seru Kyuhyun.

Aku pun mengangguk, ya aku memang merasa udara semakin dingin. Aku pun berjalan mengikutinya untuk masuk ke dalam dengan sebelumnya membersihkan sisa-sisa salju di jaketku.

”Kapan Oppadeul pulang?”tanyaku pada Kyu yang sudah melepas jaketnya dan menaruhnya di sofa.

”Mollayo mereka bilang Cuma sebentar memangnya kenapa? Jarang-jarang mereka meninggalkan kita berdua…”seru Kyuhyun sambil tersenyum penuh arti.

Aku segera melemparkan bantal sofa ke arahnya namun dengan sigap dia menangkapnya dan tertawa.

”Jangan macam-macam!”seruku padanya sambil berbalik menuju dapur.

Habis bermain perutku menjadi lapar, enaknya makan apa ya? Berhubung aku dan Kyu sangat suka jajangmyeon mungkin makan itu saja.

”Kyu-ya…kau mau makan juga?”tanyaku padanya dari dapur.

”Ne…”jawabnya.

Aku pun segera mencari bahan makanan di lemari es dan mulai memasak.

 

Selesai!ucapku dalam hati begitu aku selesai memasak. Aku segera menaruhnya di atas piring namun tiba-tiba seseorang melingkarkan tangannya di leherku membuatku terlonjak kaget. Aku mendengarnya terkekeh pelan.

”Kyuhyun-ah…kau membuatku kaget!”seruku berusaha melepasakan pelukannya, namun sebaliknya dia malah semakin mengeratkan pelukannya. Kenapa jantungku jadi berdegup sangat kencang seperti ini.

”Ayo kita makan…”seruku lagi sambil berusaha melepaskan tangannya namun lagi-lagi dia menahannya.

”Aku tidak lapar…”bisiknya di telingaku membuatku sedikit bergidik. Aku bisa merasakan jantungku semakin berdegup sangat kencang.

”Yong Soon-ah…”lirihnya kemudian dia membalikan tubuhku sehingga tepat menghadapnya dan tiba-tiba saja aku sudah merasakan bibirnya menekan lembut bibirku. Rasanya sudah lama sekali sejak terkahir kali dia menciumku. Bibirnya mulai bergerak lembut dibibirku dan melumatnya. Aku menerima semua perlakuannya dan mulai membalas ciumannya. Dia semakin menarik tubuhku mendekat dan kini jarak kami benar-benar dekat. Aku melingkarkan tanganku ke lehernya dan terus menikmati ciuman kami. Dia terus saja melumat bibirku membuatku sulit bernafas namun entah kenapa aku tidak mau melepasakannya kali ini, aku begitu menikamti ciuman kami kali ini.

”Kyu-ya!Yong Soon-ah!”seru Donghae Oppa masuk ke rumah.

Gawat kalau Oppadeul melihat kami sedang seperti ini. Aku berhenti membalas ciumannya namun dia tetap saja melumat bibirku. Aku mendorongnya perlahan. Dia sepertinya sadar dan berhenti menciumku.

”Kyu-ya Oppadeul pulang…”seruku padanya.

Aku melihatnya berbeda, matanya menjadi berwarna merah sama seperti saat itu tapi kali ini dia tidak memegangi kepalanya kini dia malah menatap dengan pandangan kosong.

”Kyu-ya…”seruku sambil menyentuh wajahnya dan dia kemudian mengerjapkan matanya dan matanya kembali berwarna biru lagi. Aneh sekali, kenapa dia tadi?

”Oppadeul sudah pulang…”seruku lagi.

”Aisshh menganggu saja…”serunya sambil mengembungkan pipinya kesal. Aku hanya terkekeh pelan melihatnya seperti itu.

”Sedang apa kalian disini?”tanya Wookie Oppa yang sudah masuk ke dapur.

”Ah kami sedang memasak…Oppa mau?”tawarku berusaha mengalihkan pembicaraan agar dia tidak bertanya yang macam-macam.

”Eunhyuk hyung membelikan pesananku kan hyung?”tanya Kyu pada Wookie Oppa dan Wookie Oppa hanya mengangguk. Kyuhyun pun langsung berjalan keluar dapur.

”Kalian sedang apa?”tanya Wookie Oppa lagi sambil menatapku.

”Aniyo..kami sedang memasak…lihat ini…”seruku sambil menyodorkan jajangmyeon yang tadi aku buat.

Wookie Oppa menyipitkan matanya menatapku seakan tidak percaya.

”Oppa kenapa?”tanyaku pura-pura tidak mengerti dengan tatapan matanya. Aku pun segera membawa jajangmyeon itu keluar untuk dimakan.

 

Aku menatap bangku kosong di depanku, tempat sahabat terbaikku duduk, sudah dua hari ini dia tidak masuk sekolah, apa mungkin dia sakit? Pikirku. Aku ingin sekali menjenguknya tapi aku yakin Kyu tidak akan mengijinkannya. Lagipula apa Changmin masih menganggapku sebagai sahabatnya, terakhir kali berbicara dengannya saat itu dia sepertinya sangat kesal denganku dan sejak saat itu dia tidak pernah lagi berbicara padaku. Aku mendesah pelan dan menelungkupkan kepalaku di atas meja sampai seseorang menepukku.

”Chae Kyung-ah….wae?”tanyaku begitu aku mendongak.

”Apa kau tahu kalau Changmin sedang sakit?”serunya sambil berbisik, dia tahu kalau hubungan Kyu dan Changmin sangat tidak baik dan dia tahu kalau Kyu paling tidak suka jika aku menyebut-nyebut namanya, oleh sebab itu Chae Kyung berbicara dengan setengah berbisik padaku agar Kyu tidak mendengar, yah meski memang tidak ada Kyu disini, dia belum masuk kelas sejak datang tadi entah pergi kemana.

”Jeongmal?”tanyaku memastikan dan Chae Kyung pun mengangguk.

Changmin sakit apa ya? Aku jadi khawatir dengannya, dia sama sekali tidak bilang kalau dia sakit, dulu saat hubungan pertemanan kami masih baik pasti dia akan menghubungiku jika dia sakit dan memintaku untuk menemaninya di rumah, sekarang bahkan memberi kabar padaku saja sudah tidak pernah dia lakukan lagi sudah lebih dari sebulan dia mendiamkanku.

”Chae Kyung-ah…aku mau menjenguknya hari ini…”seruku padanya.

”Kalau Kyu tahu bagaiamana?”tanya Chae Kyung.

”Oleh sebab itu aku butuh bantuanmu…aku akan bilang hari ini mau pergi denganmu padahal sebenarnya aku mau ke rumah Changmin…ara…”seruku padanya.

Dia terlihat terdiam berpikir namun tak lama kemudian dia sudah mengangguk, aku pun tersenyum tanda terima kasih dia mau menolongku, karena bagaimanapun juga Changmin adalah sahabatku, meski dia memiliki perasaan yang lain padaku tapi dia tetap sahabatku. Kalau aku jujur pada Kyu aku yakin Kyu tidak akan mengijinkannya dan itu akan semakin sulit. Pokoknya semoga dengan cara aku menjenguknya, hubunganku dan Changmin akan kembali baik.

 

 

”Kyu-ya…hari ini aku mau pergi dengan Chae Kyung ya…”seruku padanya ketika bel pulang berbunyi, dia menaikkan alisnya menandakan meminta penjelasan lebih. Kenapa dia bisa terlalu posesif seperti itu, menyebalkan!

”Ya!memangnya aku tidak boleh pergi dengan teman perempuanku…”seruku sambil mengembungkan pipiku kesal dengan ekspresinya yang sepertinya tidak mengijinkanku.

”Kau ini kenapa sih…aku kan belum bilang tidak boleh…sensitif sekali…”serunya.

”Jadi boleh?”tanyaku memastikan.

”Tentu saja istriku sayang…”serunya sambil mengacak-acak rambutku lembut. Aku menatapnya tajam tidak suka dengan panggilan yang dia berikan masalahnya saat ini kami sedang di sekolah, kalau dirumah terserah dia mau memangilku apa tapi saat ini kami sedang di sekolah dan di kelas pula. Aku melihatnya hanya terkekeh pelan kemudian berjalan keluar kelas. Hufft untung di kelas sudah sepi kalau tidak bisa gawat.

Chae Kyung yang baru dari toilet dan masuk ke kelas langsung kutarik tangannya untuk pergi.

”Ayo kita pergi…”seruku pada Chae Kyung, aku sungguh tidak sabar untuk bertemu dengan Changmin.

 

Aku menarik nafas beberapa kali sebelum mengetuk pintu rumahnya, aku takut mereka tidak mau menemuiku lagi terutama Changmin. Chae Kyung menyebalkan sekali dia malah meninggalkanku sendiri ke rumah Changmin karena dia bilang ayah dan ibunya sudah pulang dari luar negeri dan itu harus membuatku ke rumah Changmin sendiri. Aku mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada yang membukakan, apa mereka memang tidak mau menemuiku lagi. Aku tetap berdiri di depan pintu mengetuknya sekali lagi namun tetap tidak ada yang membukakan. Mungkin mereka memang tidak ingin aku datang lagi, aku pun menghela nafas dan berbalik untuk pulang.

”Yong Soon-ah…”seru sebuah suara yang sangat kukenal, rasanya sudah lama sekali aku tidak pernah mendengarnya, aku benar-benar merindukan suaranya dna juga kata-kata bijak yang selalu dia katakan padaku.

”Oppa…”seruku begitu melihatnya yang sedang tersenyum padaku sambil membawa barang belanjaan di tangannya.

Aku berjalan menghampirinya dna tersenyum padanya sambil membungkuk.

”Formal sekali….kau tidak kangen pada Oppamu ini…”serunya sambil tersenyum dan merentangkan tangannya, ternyata Yunho Oppa masih belum berubah dia tetap sebaik dulu. Aku pun segera memeluknya dengan erat, rasanya sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya.

”Bogoshipoyo Oppa…”ucapku sambil memeluknya.

”Nado…”lirihnya sambil mengelus kepalaku.

”Yong Soon-ah!”seru sebuah suara lagi yang aku kenal, Junsu Oppa keluar dari rumah dan langsung berlari menghampiriku memelukku dengan erat sekali sampai mmebuatku tidak bisa bernafas.

”Oppa…lepas…”seruku padanya.

”Mianhe…aku begitu merindukanmu…”ucapnya sambil melepaskan pelukannya.

”Ayo masuk…Changmin ada di dalam…”seru Yunho Oppa kemudian mendahului kami berjalan di depan, Junsu Oppa menarik tanganku untuk masuk.

Sampai di dalam rumah Yunho Oppa menyuruhku masuk ke dalam kamar Changmin, awalnya aku sedikit ragu aku takut Changmin akan mengusirku namun Yunho Oppa memastikan dia tidak akan mengusirku. Maka aku pun memberanikan diri masuk ke kamarnya.

Aku membuka pintu kamarnya dan mendapatinya sedang tertidur di tempat tidur, apa dia sedang tidur pikirku. Aku berjalan pelan menghampirinya dan duduk di tepi tempat tidurnya, dia sedang tidur membelakangiku.

”Aku mau tidur hyung…”serunya sambil membalikkan padanya dan aku bisa melihat ekspresi terkejutnya begitu melihatku. Aku mencoba tersenyum namun aku bisa melihat ekspresi wajahnya yang sedikit tidak suka, dia bangun dari tidurnya dan duduk di atas tempat tidurnya.

”Kenapa kau baru datang?”tanyanya tanpa menoleh ke arahku.

Aku hanya bisa terdiam tidak tahu harus menjawap apa, aku tahu aku salah kenapa tidak datang menjenguknya tapi seharusnya dia tahu bagaimana situasiku saat ini. Aku tidak mungkin bisa menemaninya setiap hari. Namun tiba-tiba aku merasakan dia sudah memelukku.

”Aku merindukanmu…”serunya sambil mendekapku dengan erat.

Aku pun membalas pelukannya.

 

”Kau sudah mau pulang…”serunya sambil mengerucutkan bibirnya.

”Ne..ini sudah sore…lebih baik kau tidur agar besok kau bisa masuk sekolah…sebentar lagi kan ujian…”seruku padanya.

Dia mendesah pelan. Aku pun tersenyum padanya dan segera bangkit untuk mengambil tas namun lagi-lagi dia memelukku.

”Yong Soon-ah…saranghae…”ucapnya. Berapa kali aku harus menekankan padanya tentang perasaanku, setiap kali dia mengucapkan kata-kata itu sungguh membuatku sakit, dengan dia terus menyukaiku itu hanya akan membuatnya semakin terluka. Aku sudha berusaha untuk tidak memberikannya harapan apapun tapi dia tetap saja berharap.

”Nado…tapi sebagai sahabat terbaikku..”ucapku sambil melepaskan pelukannya. Aku melihatnya menatapku dengan ekpresi sedih dan kemudian dia tersenyum.

”Ara….aku akan belajar menerima semuanya…pulanglah nanti Kyuhyun mencarimu…kalau dia kesini aku tidak bisa menjamin aku bisa mengendalikan diriku…”serunya sambil tersenyum sinis.

”Arasso…aku pulang dulu ya…cepat sembuh…”seruku padanya kemudian keluar dari kamarnya.

”Oppadeul…aku pulang ya…”seruku pada Oppadeul yang sedang menonton TV.

”Aku antar….”seru Yunho Oppa.

Aku menggeleng.

”Main kesini lagi ya….”seru Junsu Oppa.

Aku pun mengangguk dan tersenyum padanya.

 

 

Kenapa rumah sepertinya sepi sekali? Pikirku begitu aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam rumah. Apa Oppadeul sedang pergi? Kemana Kyuhyun? Sepertinya dia sedang asyik main game di atas. Aku berjalan melewati ruang tamu yang tampak sangat sepi, kemana semua orang. Sepi sekali disini. aku pun berjalan menuju dapur dan kembali tidak menemukan Wookie Oppa disana, sepertinya mereka semua sedang pergi.. aku pun segera kembali ke kamarku. Begitu aku masuk ke kamarku, aku melihat Kyuhyun sedang berdiri di balkon kamar. Sedang apa dia situ? Tanyaku dalam hati.

Aku berjalan menghamprinya dan menyetuh pundaknya. Dia berbalik dan menatapku dengan tatapan dinginnya. Kenapa lagi dia? Pikirku.

”Sudah pulang?”tanyanya sinis.

Aku tidak habis pikir dengannya kenapa dia bisa seperti itu. Ada apa lagi dengannya?

”Waeyo?”tanyaku padanya.

Dia berjalan masuk ke kamar, aku pun mengikutinya dari belakang, kenapa dia aneh sekali?

”Kyu-ya…ada apa?”tanyaku lagi.

Dia menghentikan langkahnya dan berbalik menatapku, dia menatpku sangat tajam.

”Kau kerumah Changmin kan?”tanyanya dengan jutek.

Apa dia tahu? Pantas dia seperti ini. Ya Tuhan pasti dia benar-benar kesal. Aku pun hanya bisa mengangguk lemah. Aku mendengranya mendesah pelan.

”Kenapa kau membohongiku?kenapa kau tidak bilang?kau baru pulang sesore ini…teleponkku kau tidak jawab…aku khawatir Yong Soon-ah…aku mencoba menelpon Chae Kyung dan apa jawabannya kau sedang dirumah Changmin….bagaimana aku tidak kesal…kenapa kau tidak jujur…”serunya lagi.

Aku hanya bisa menunduk.

”Mianhe…aku hanya takut kau akan marah…”lirihku.

Dia berjalan mendekat ke arahku, menyentuh daguku dan mendongakkan wajahku untuk menatapnya.

”Yong Soon-ah…kau tahu aku takut sekali kehilanganmu…aku takut kau lebih memilih Changmin dibanding denganku…maaf jika aku seperti ini..aku hanya tidak ingin kehilanganmu…jeongmal saranghae Yong Soon-ah….”serunya sambil menatapku dengan tatapan yang sangat lembut.

Entah apa yang merasuki pikiranku, aku malah mendekatkan wajahku padanya dan mencium bibirnya, dia sedikit tersentak dengan apa yang aku lakukan, ini pertama kalinya aku berinisiatif untuk menciumnya lebih dahulu. Aku hanya menempelkan bibirku di bibirnya menunggu responnya dan benar saja tidak lama kemudian bibirnya mulai bergerak dibibirku, semakin lama semakin dalam. Aku pun terbawa suasana dan membalas setiap perlakuannya, semakin lama dia semakin melumat bibirku dengan liar dan tiba-tiba dia menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur. Dia semakin dalam menciumku dan aku pun mulai terbawa suasana. Tangannya mulai membuka kancing  baju seragamku sementara bibirnya terus saja melumat bibirku. Aku yang sadar denagn perlakukannya kali ini berusaha mencegahnya, bukannya aku tidak mau melakukannya tapi tidak untuk saat ini. Aku tahu kami sudah menjadi suami istri dan wajar bila kami melakukannya tapi ini bukan waktu yang tepat.

”Kyuhyun-ah….hentikan….”lirihku saat dia berhenti sesaat menciumku. Namun dia tidak bergeming, aku menatapnya, matanya berubah menjadi semerah darah sama seperti setiap kali dia melukan kontak fisik denganku, sebenarnya ada apa dengannya? Dan setiap kontak fisik itu pula dia seperti bukan Kyuhyun yang biasa.

Dia mulai menciumku lagi, aku berusaha mendorong tubuhnya untuk menjauh namun dia tetap melakukan ’aktivitasnya’ itu. Aku merasakan ciumannya mulai turun ke leherku dan behenti pada tengkukku. Aku merasakan bibirnya yang dingin menyentuh tengkukku dan membutku bergidik.

”Kyuhyun-ah!Yong Soon-ah!”seru sebuah suara dari lantai bawah. Membuatku segera mendorong Kyuhyun menjauh dan sepertinya dia kembali tersadar karena matanya kembali biru. Dia mengerjapkan matanya bebarap kali berusaha fokus.

”Mian…”seru Kyuhyun.

Aku segera mengancingkan baju seragamku lagi karena beberapa kancing atasny sudah terbuka tadi. Aku melihat Kyuhyuh segera keluar kamar agar tidak ada yang curiga kenapa dia bisa ada dikamarku.

Jantungku berdegup dengan kencang, hampir saja kami melakukannya, untung aku masih bisa mengendalikan diriku. Tapi muncul pertanyaan di otakku kenapa Kyuhyun selalu seperti itu setiap kali kontak fisik denganku, apa dia terganggu dengan bau darahku? Kenapa matanya selalu berubah merah dan sikapnya langsung berubah seperti bukan Kyuhyun?

 

Aku melirik ke arah Kyuhyun yang sedang serius belajar di ruang santai sementara Oppadeul yang lain entahlah apa yang mereka lakukan. Entah kenapa aku jadi memikirkan perubahan sikap Kyu setiap kali melakukan kontak fisik denganku, kenapa dia seperti bukan Kyu bahkan tadi, hampir saja kami melakukannya. Dia benar-benar bukan seperti Kyu tadi. Apa karena bau darahku? Entahlah aku sempat berpikir seperti itu tadi habisnnya matanya selalu berubah menjadi semerah darah dan sepanjang pengetahuanku itu tanda-tanda jika seorang vampir haus tapi kenapa hanya saat kami melakukan kontak fisik kenapa tidak saat kami berdekatan seperti ini, aneh sekali.

”Wae?”tanya Kyuhyun tiba-tiba membuatku langsung kaget dan mengalihkan pandanganku.

”Anieyo…”jawabku singkat.

Tiba-tiba aku merasakan dia sudah duduk disampingku dan entah kenapa membuatku panik sendiri, aku jadi ingat kejadian tadi siang. Anni tidak mungkin sekarangkan masih ada Oppadeul apalagi ada Teukie Oppa, dia tidak mungkin melakukannya. Bisa-bisa dia diceramahi oleh Teukie Oppa.

”Mianhe yang tadi…”ucapnya tiba-tiba sambil menatapku.

”Ah ne..gwenchana…”jawabku singkat tidak berani membalas tatapan matanya.

”Jadi…kau mau melakukannya denganku…”bisiknya ditelingaku, membuatku bergidik.

”Ya!dasar mesum!”seruku sambil mendorong tubuhnya dan membuat semua Oppadeul menatap ke arah kami dan Teukie Oppa langsung menghampiri kami.

”Kyuhyun-ah!apa yang kau lakukan pada Yong Soon!”seru Teukie Oppa pada Kyuhyun. Kulihat Kyuhyun memasang wajah tidak mengerti.

”Anieyo hyung…aku tidak melakukan apapun…ya kan Yong Soon-ah?”serunya sambil melirik ke arahku.

Aku yang kaget hanya bisa mengangguk cepat melihat Teukie Oppa yang sudah siap menceramahi kami lebih tepatnya dia.

”Lalu apa maksudnya tadi?”tanya Teukie Oppa lagi.

”Dia Cuma bercanda hyung..”jawab Kyuhyun sambil berusaha tersenyum.

Harusnya kan dia dimarahi tapi kalau begitu semua yang kami lakukan akan ketahuan deh dan habislah aku, pasti aku juga akan kena ceramah Teukie Oppa.

”Awas kalau kalian macam-macam!arasso!”seru Teukie Oppa pada kami berdua dan kami hanya mengangguk mengiyakan.

”Sudah kubilang jangan macam-macam…”seruku sambil tersenyum mengejek padanya saat Teukie Oppa sudah berjalan menjauhi kami.

”Ah tapi kan kau mau…ya kan…”serunya dengan senyum evilnya itu.

”Shiroh!”seruku sambil mengembungkan pipiku dan menggeser dudukku jauh dari dirinya, aku mendengarnya terkekeh pelan. Hufft menyebalkan sekali dia. Pokoknya mulai saat ini aku harus menjaga jarak darinya, apalagi aku harus konsentrasi untuk ujianku nanti.

 

Minggu-minggu berikutnya kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar dan akhirnya masa-masa melelahkan itu terlewati juga. Senangnya. Hari ini hari terkahir ujian dan Kyuhyun berencana mengajakku ke Incheon ke rumah Umma setelah selesai pengumuman kelulusan. Akhirnya aku bisa melepas rinduku dengan Umma, rasanya sudah lama sekali tidak bertemu ibuku terakhir sebelum aku sibuk mempersiapkan ujianku. Aku kangen sekali dengannya.

”Yong Soon-ah…”seru sebuah suara memanggilku ketika aku melangkah keluar kelas selesai ujian. Aku menoleh dan mendapati Changmin yang memanggilku maka aku pun tersenyum padanya dan menghentikan langkahku, kulihat dia berjalan menghampiriku.

”Bagaimana ujiannya?”tanyanya begitu sampai dihadapanku.

”Aku harap aku lulus…”jawabku sambil menghela nafas.

”Tenang saja kau pasti bisa…”serunya sambil mengacak-acak rambutku.

Rasanya sudah lama sekali tidak berinterkasi seperti ini bersamanya, biasanya jarang sekali kami bisa seperti ini. Semua orang juga tahu kalau Kyuhyun selalu ada disekitarku, dimanapun aku berada dan membuat Changmin seperti menarik dirinya untuk mendekatiku, terkadang aku senang itu berarti akan semakin mudah untuknya melupakanku namun aku kehilangan sahabat terbaikku.

”Ne…aku pasti bisa…”seruku tersenyum padanya.

”Yong Soon-ah…hari ini kau bisa ke rumah sebentar…sepertinya hyung ingin bertemu denganmu…sedikit pesta setelah ujian mungkin….itu juga jika kau tidak ada acara dengan dia….”seru Changmin dan jelas sekali terlihat wajah sedihnya ketika menyebut kata dia.

Aku juga kangen dengan Oppadeul, ingin sekali bertemu dengan Junsu Oppa dan Yunho Oppa tapi bagaimana apa Kyu akan mengijinkannya?

”Bagaimana?”tanya Changmin lagi.

Aku terdiam berpikir. Aku ingin tapi…

”Kau boleh ikut kalau aku ikut…”seru Kyuhyun yang tiba-tiba sudah ada disampingku, seperti biasa Changmin akan menatap tajam ke arah Kyuhyun begitu sebaliknya. Hah sampai kapan semua ini akan berakhir.

”Kyu-ya…”seruku pada Kyuhyun.

”Sekarang terserah kau…”jawabnya padaku. Aku merasa kalah dengan jawaban Kyu dan beralih menatap Changmin berharap dia bisa lebih mengerti keadaanku.

”Ara…toh yang memintamu datang bukan aku tapi Yunho hyung terserah makhluk ini mau ikut atau tidak bukan urusanku kecuali jika aku yang mengajaknya….asal dia tahu sopan santun saja….”serunya sambil menatap tajam ke arah Changmin.

Aku menghela nafas perlahan. Berat sekali menyatukan mereka, sebenarnya ada apa sih diantara mereka?

 

”Yong Soon-ah…bogoshipoyo…”seru Junsu Oppa begitu aku masuk ke dalam rumah. Aku melihat sepertinya memang akan ada pesta disini. Aku merasa Kyuhyun hanya mematung di depan pintu sedangkan Changmin langsung menarikku masuk. Aku ingin menarik Kyu masuk tapi Changmin sudah lebih dulu menggandeng tanganku untuk masuk.

”Kyu-ya…apa kabar? Bagaimana kabar kakak-kakakmu?”tanya Yunho Oppa pada Kyu begitu dia melihat Kyu ikut datang. Menurutku hanya Yunho Oppa dan Teukie Oppa saja yang bisa akur selebihnya sepertinya mereka menjaga jarak, sebenarnya ada apa ya diantara mereka.

”Baik..”jawab Kyu singkat.

”Tenanglah tidak usah kaku seperti itu…masuklah…”seru Yunho Oppa pada Kyu. Namun aku bisa melihat Kyu seperti masih canggung.

Sementara itu Changmin kembali menggandeng tanganku untuk menunjukan sesuatu. Aku bisa melihat Kyu menatap kami dengan pandangan tidak suka. Ok sebenarnya aku tidak mau seperti ini tapi siapa yang mau ikut tadi. Lebih baik tadi dia bilang tidak usah dibanding harus seperti ini. Sikapnya yang seperti itu menyakiti hatiku.

”Aku dan Junsu Oppa mempersiapkan ini untukmu…”seru Changmin sambil memebrikan sebuah bungkusan kado padaku tapi jujur aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari Kyu yang hanya melihat kami dari jarak tertentu dengan tatapan dinginnya. Aku lebih suka pulang saat ini tapi aku tidak enak dengan Oppadeul.

 

Aku bisa merasakan Kyu mulai tidak suka ada disini terlihat sekali dari raut wajahnya yang semakin masam. Meski Yunho Oppa sudah beberapa kali berusaha mengajaknya bicara tapi tetap saja. Sementara aku tidak bisa menemaninya karena Changmin terus saja disampingku.

”Changmin-ah sepertinya aku harus pulang…”ucapku pada akhirnya karena aku melihat ekspresi Kyu yang semakin tidak suka dengan semua ini.

”Mwo?!kau baru datang!”seru Changmin, aku hanya bisa menolehkan pandanganku ke arah Kyu dan kemudian aku mendengar Changmin mendesah pelan.

”Ara..karena dia kan…jamkamman…”serunya kemudian meninggalkanku ke dalam.

Tak lama kemudian dia muncul kembali lalu menyerahkan sesuatu ke tanganku. Sebuah gelang dengan ukiran namaku dan juga namanya. Indah sekali.

”Aku yang membuatnya…kau suka?”tanyanya padaku. Aku mengangguk dengan yakin dan tersenyum padanya.

”Ayo pulang!”seru Kyuhyun tiba-tiba sambil mencengkram tanganku dan menarikku.

”Ya!Kyu!”seruku berusaha melepaskan cengkaraman tangannya.

”Lepaskan dia!”seru Changmin sambil menyentakan tanganku. tidak jangan lagi. Kenapa mereka harus bertengkar sih!

”Changmin-ah…aku harus pulang..ayo Kyu…”seruku sebelum mereka malah bertengkar.

”Kau selalu saja mengatur Yong Soon…apa kau pernah berpikir tentang perasaannya…”seru Changmin pada Kyu.

Omona Changmin-ah, apa yang dia katakan! Aku melihat Kyu berjalan mendekati Changmin. Jangan sampai mereka bertengkar lagi.

”Dia milikku!”seru Kyu pada Changmin.

”Oh ya..apa kau yakin dia benar-benar mencintaimu bukan karena status kalian saja…”seru Changmin.

”Changmin-ah stop…Kyu-ya ayo pulang…”seruku sambil menarik tangan Kyu agar dia mengikutiku namun Kyu malah menyentakkan tanganku. aku belum pernah diperlakukan seperti ini olehnya. Kenapa dengannya?

”Kenapa kau selalu membelanya?”tanya Kyu sambil melirik ke arahku, apa lagi sekarang? Kenapa hari ini dia begitu sensitif sekali.

”Kyuhyun-ah…apa maksdumu?”tanyaku tidak mengerti dengan pertanyaannya.

”Kau lebih menyukai warewolf seperti dia dibandingkan denganku?”tanyanya lagi.

Warewolf apa maksudnya? Aku tidak mengerti. Aku bisa melihat Changmin membulatkan matanya kaget mendengar perkataan Kyuhyun. Ada apa ini? Changmin, siapa Changmin? Aku menatap Changmin meminta jawaban sementara Kyu juga menatapku meminta jawaban. Aku bingung apa yang mereka bicarakan.

”Mwo?!”seruku pada Kyu.

”Kau tidak tahu…dia tidak pernah cerita…aku kira hanya aku yang pengecut ternyata dia juga…kau berteman dengannya sejak kecil tapi kau tidak tahu apa-apa… Yong Soon-ah Changmin adalah…”

BRUKK

Aku melihat Kyu jatuh tersungkur ke tanah.

”Ya!meski aku tidak bicara siapa aku sebenanrnya setidaknya aku bukan seorang vampir murni yang bisa setiap saat membahayakan nyawanya!”seru Changmin menatap tajam Kyu yang terjatuh ke tanah. Aku bingung dengan semuanya? Apa maksud mereka.

”Changmin-ah!apa ini?!”seruku padanya.

”Mianhe Yong Soon-ah…aku tidak pernah cerita padamu…sekarang kau tahu kenapa aku tidak bisa berdamai dengan makhluk penghisap darah ini…itu semua karena hal itu…kuharap kau mengerti kenapa sampai sekarang aku tidak bisa melepasmu….”seru Changmin padaku.

Aku hanya bisa terdiam mendnegarnya. Aku benar-benar masih mencerna semua perkataan yang mereka lontarkan. Aku bingung. Apa maksud semua ini?

 

”Kalian sudah pulang?”seru Donghae Oppa begitu melihat aku dan Kyu masuk ke dalam rumah. Aku tidak menjawab pertanyaannya dan langsung naik ke atas begitu juga Kyu.

Entahlah aku malas sekali untuk membahas hal tadi. Aku menutup pintu kamarku dan merebahkan tubuhku di atas tempat tidur.

Semua kejadian tadi berkelebat kembali dipikiranku. Changmin adalah warewolf dan warewolf adalah musuh bebuyutan vampir, kenapa Kyu tidak pernah cerita dan kenapa Changmin juga tidak pernah mau jujur padaku? Argghh dua pria itu menyebalkan. Aku mendnegar ponselku bergetar, begitu aku melihat siapa yang meneleponku ternyata itu Changmin, aku kembali menaruh ponsel itu. Malas menjawabnya. Aku masih kesal dengan sikap tidak jujurnya padaku selama ini.

Aku mengambil boneka beruang Kyu dan memukulnya dengan tanganku. aku benci kau Kyu!kenapa kau selalu bersikap kasar pada Changmin!gerutuku.

”Kau marah?”tanya Kyu yang tiba-tiba sudah menyembulkan wajahnya di balik pintu, buru-buru aku menaruh boneka itu ke bawah bantal. Aku tidak menjawabnya dan membelakanginya.

”Mianhe…aku tahu kau marah…”serunya lagi.

”Aku mengantuk dan mau tidur…selamat malam…”seruku smabil berjalan ke arah pintu dan menutupnya.

Aku bisa melihat dia hanya dia dan mengikuti perkataanku. Aku pun segera berjalan ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhku ke atasnya berusaha memejamkan mataku.

 

Kenapa jadi tidak bisa tidur seperti ini sih? Mana aku haus lagi. Aku pun segera beranjak keluar kamar menuju dapur untuk mengambil minum namun aku melihat seseorang masih duduk di ruang santai. Kyuhyun? Kenapa dia belum tidur. Huhh aku jadi kesal lagi dengannya. Aku melongok ke dalam ruangan itu dan melihatnya masih duduk di sofa, sepertinya dia sedang ayik dengan gamenya. Biarkan saja. Aku masih kesal dengannya. Aku hendak berbalik namun sebuah tangan memelukku dari belakang.

”Mianhe…”serunya.

Aku berusaha melepaskan pelukannya dan berjalan meninggalkannya dan masuk ke kamarku namun dia mengikutiku.

”Kau masih marah?”tanyanya sambil menghampiriku.

”Anieyo..aku mengantuk…”jawabku singkat tanpa menatapnya karena dengan menatapnya aku pasti akan luluh dan menerima permintaan maafnya itu.

Namun tiba-tiba dia merengkuhku ke dalam pelukannya.

”Yong Soon-ah jangan marah lagi…jebal…saranghaeyo Yong Soon-ah…aku tahu aku salah…mianhe…aku hanya takut kehilanganmu….”serunya sambil mendekapku.

Kenapa dia tidak bisa percaya sedikitpun denganku bahwa aku tidak akan meninggalkannya, apa dia tidak tahu kalau aku juga sangat mencintainya. Aku melepaskan pelukannya dan menatapnya.

”Dengarkan aku…kapan aku bilang akan meninggalkanmu…kenapa kau begitu takut…apa kau tidak tahu bhawa mungkin aku lebih mencintaimu dibandingkan dengan cintamu padaku…jadi jangan pernah berpikiran seperti itu…ara…”seruku sambil merengkuh pipinya.

Entah kenapa muncul sebuah perasaan ketika melihatnya dekat sekali di depanku. Bentuk wajahnya, matanya, hidungnya dan bibirnya yang tebal memunculkan sebuah perasaan padaku. Anni..anni…apa yang aku pikirkan.

Namun tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya padaku dan tak lama kemudian aku sudah merasakan bibirnya bergerak bersama bibirku. Rasanya sudah lama sekali sejak kami terkahir berciuman yang hampir saja kami melakukan hal itu dan entah kenapa aku menginginkan hal itu. Aku semakin merapatkan tubuhku padanya dan sepertinya dia mengerti dengan isyarat yang aku berikan. Dia menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur dan tetap bermain dengan bibirku. Tangannya mulai melepaskan baju tidur yang aku pakai begitupun tanganku yang mulai membuka setiap kancing piyamanya.

”Saranghae…”bisiknya di telingaku membuatku mendesah.

Dia terus melumat bibirku dengan liar dan tangannya mulai mengelus punggungku membuatku mendesah. Mungkin aku benar-benar sedang gila saat ini yang pasti aku ingin menjadi miliknya yang seutuhnya malam ini.

 

”Ireona Kyu-ya…”seruku sambil mengusap pipinya yang tertidur manis sekali disampingku.

Aku melihatnya membuka matanya sedikit namun dia menutupnya lagi. Aisshh dia ini.

”Kyu-ya…ireona…kalau Oppadeul tahu bagaimana…kembali ke kamarmu…”seruku sambil mengusap pipinya lagi.

Aku melihatnya terbangun dan berusaha membuka matanya. Begitu dia membuka matanya, aku melihat matanya masih berwarna merah terang. Apa berat untuknya? Pertanyaan itu kembali muncul.

”Kyu-ya…”tanyaku padanya.

”Ne…kau mau lagi?”tanyanya yang membuat pipiku menjadi merah.

”Anni….dasar mesum….aku boleh tanya sesuatu….”ucapku lagi.

”Wae?”tanyanya sambil memiringkan kepalanya menatapku.

Aku terdiam menimbang pertanyaanku namun akhirnya aku menanyakannya juga.

”Apa berat untuk dekat denganku? Anni maksudku dengan bau darahku?”tanyaku.

Dia menaikkan alisnya dan menggeleng.

”Buktinya kau baik-baik saja kan…gwenchana…”serunya sambil mengacak-acak rambutku.

”Ya sudah sana cepat kembali ke kamarmu…kalau Oppadeul tahu habislah kita…”seruku sambil menariknya bangun dari tempat tidur.

”Ya!mereka itu selalu saja…kita kan sudah menikah wajah dong..”serunya sambil mengembungkan pipinya.

”Sudah sana…”seruku sambil mendorong tubuhnya untuk keluar dari kamar namun dia menahan tanganku.

”One more time…”serunya sambil kembali melumat bibirku.

Aissh dia ini! Namun entah kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Tangannya yang dingin menyentuh tengkukku, merabanya. Aku menggeliat geli dengan perlakukannya namun aku merasakan dia berhenti melumat bibirku dan dia mulai turun ke leherku, mengecupnya pelan sampai pada tengkukku.

”Kyuhyun-ah…”lirihku karena merasa aneh dengan perlakuannya kali ini.

Tiba-tiba aku merasakan tanganku ditarik oleh seseorang membuatku lepas dari pelukan Kyu.

”Donghae Oppa!”seruku begitu aku tahu yang menarikku adalah Donghae Oppa. Aku melihat Kyuhyun yang menatap Donghae Oppa tidak suka tapi itu bukan tatapan Kyuhyun, mata merah terangnya sungguh sangat menyeramkan. Itu bukan seperti Kyuhyun. Omona apa yang terjadi padanya?

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 19

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s