FF: Fate Part 7

Part 7

 

Marcus POV

 

Aku merasakan seseorang mengikuti aku dan rasa-rasanya aku mengenal orang yang mengikutiku ini. Aku menoleh ke belakang dan mengedarkan pandanganku mencari orang yang mengikutiku.

 

”Ada apa?”tanya Yong Soon padaku, dia menatapaku heran dan mengikuti arah pandangku.

 

”Ah..aniya..kajja…”ucapku sambil mearangkul bahunya untuk kembali berjalan semoga bukan orang itu.

 

**

 

”Apa yang kau lakukan semalam?”tanya Casey dengan nada dingin begitu aku masuk ke dalam rumah, aku menoleh padanya sebentar dan bisa kulihat dia menatapku dengan tajam.

 

Aku tidak peduli dengan tatapannya itu dan terus berjalan.

 

”Ya Marcus Cho! Apa yang kau lakukan semalam, hah? Tidak, setiap malam kau melakukannya..bahkan kau hampir bercinta dengannya,apa yang kau pikirkan,hah?!”seru Casey menghentikan langkahku.

 

”Kau sudah kelewatan Marcus”ucap suara lain yang aku tahu itu adalah Vincent.

 

Aku tidak peduli dengan apa yang mereka katakan dan kembali berjalan.

 

”Ya!Apa kau mau Dennis tahu, hah?!”seru Casey yang tiba-tiba sudah ada dihadapanku,dia mentapku sangat tajam dan aku tahu dia sangat marah dengan tanggapanku.

 

”Dia memang sudah tahu”jawabku tanpa ekspresi, aku tahu,dia yang mengikutiku tadi, aku tahu dia akan menemuiku cepat atau lambat dan aku hanya ingin agar gadis itu tidak ikut terlibat.

 

”Mwoya?!dan kau masih santai saja, apa kau berniat mati,hah?!”seru Casey sambil menarik kerahku.

 

”Casey”ucap Aiden yang tiba-tiba sudah ada disampingku melepaskan tangan Casey.

 

”Tinggalkan gadis itu”ucap Casey.

 

”Tidak”jawabku singkat dan sangat yakin, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan gadis itu.

 

”Ya Marcus, apa yang membuatmu sangat tertarik pada gadis itu, hah?!”kali ini Vincent yang bicara, bisa kulihat mereka semua menatapkukesal.

 

”Aku mencintainya”ucapku singkat.

 

”Mencintainya?kau pikir makhluk seperti kita bisa merasakan cinta, kau bodoh Marcus!”Vincent kembali bicara.

 

”Lalu apa yang akan kau lakukan?”kali ini Aiden yang bertanya.

 

Aku tidak bisa menjawabnya karena aku sendiri tidak tahu apa yang aku lakukan setelah ini, aku belum bisa berpikir apa-apa.

 

”Bunuh gadis itu atau hilangkan memorinya”ucap Vincent.

 

”Tidak…aku tidak akan pernah melakukannya”jawabku.

 

”Ya!apa yang pikirkan, hah?! Kami berusaha melindungimu, kau tahu kemarin Dennis datang kemari mencariu…”seru Casey lagi.

 

Akutidak peduli. Aku pun berjalan meninggalkan mereka.

 

Author POV

 

”Dia sudah gila karena gadis itu”ucap Casey pada kedua namja di hadapannya itu.

 

”Apa yang akan kita lakukan?”tanya Vincent.

 

Casey dan Aiden hanya diam, mereka juga tidak tahu harus bagaimana, mereka sendiri tidak habis pikir dengan sikap Marcus yang sangat keras kepala, apa dia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri,pikir mereka berdua.

 

**

 

Yong Soon basru sampai di kamarnya begitu pintu kamarnya diketuk, Yong Soon berjalan menuju pintu kamarnya dan membukanya.

 

”Minho-ya”ucapnya kaget melihat Minho yang berdiri di depan pintunya, tidak biasanya Minho mengunjungi kamarnya.

 

”Aku ingin bicara sebentar denganmu”ucap Minho.

 

Yong Soon mengangguk dan mempersilahkan Minho masuk ke dalam kamarnya. Yonng Soon duduk di meja belajarnya dan Minho berdiri tidak jauh darisitu, Minho seperti ingin bertanya sesuatu namun wajahnya tampak ragu.

 

”Ada apa?”tanya Yong Soon yang heran melihat tingkah Minho.

 

Minho menghela nafasnya perlahan sebelum berbicara.

 

”Kau sedang menyukai seseorang?”tanyanya hati-hati, tiab-tiba Yong Soon malah tertawa, dia merasa lucu melihat ekspresi Minho saat bertanya akan hal itu, Minho sendiri kaget baru kali ini dia melihat Yong Soon tertawa lagi.

 

”Nde…wae?”tanya Yong Soon balik.

 

“Aniya…sepertinya kau akan senang tinggal disini”ucap Minho menatap Yong Soon lembut, Yong Soon pun tersenyum tipis.

 

“Mianhe atas sikapku selama ini..pasti kau piker aku sangat menyebalkan..”ucapnya sambil tertawa kecil.

 

”Animida…kau tetap adik kecilku”ucap Minho sambilt tersenyum lembut pada Yong Soon.

 

**

 

”Choi Yong Soon” panggi seorang namja yang berdiri di balkon kamar Yong Soon dengan sayap hitam dan tatapan sangat jahat.

 

Yong Soon merasa namanya dipanggil, dia melihat seseorang berdiri di balkon kamarnya, dia berjalan perlahan menuju balkon kamarnya itu dan begitu sampai dia terkejut melihat seorang namja  dengan sayap hitam berdiri dengan senyuman menakutkan bagiYong Soon.

 

”Kau terkejut melihatku..apa Marcus tidak pernah bercerita tentangku…ah tentu saja tidak mungkin dia bercerita padamu…”ucap namja itu tanpa henti.

 

Namja itu bergerak mendekat pada Yong Soon dan refleksYong Soon mundur, matanya tertuju pada namja itu namun kakiknya terus berjalan mundur.

 

”Aku penasarn apa yang membuat Marcus begitu menyukaimu”ucap namja itu lagi sambil terus mendekat pada YongSoon dan kini dia sudah masuk ke dalam kamar Yong Soon, YongSoon menatapnya takut namun dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

 

”Kenapa kau takut denganku? Aku sama dengan kekasihmu itu”ucap  namja itu lagi sambil tersenyum sinis.

 

Yong Soon mengepalkan tangannya dengan kuat sambil terus berjalan mundur, dalam hati dia memanggil nama Marcus, dia sangat takut dengan namja dihadapannya ini.

 

”Dennis”panngil Marcus yang muncul di antara Yong Soon dan namja itu, namja yang bernama Dennis itu tersenyum melihat kedatangan Marcus.

 

”Kau sepertinya benar-benar melindungi gadis itu Marcus…padahal aku ingin bermain-main dulu dengannya…”ucap namja bernama Dennis.

 

”Kita bicara di tempat lain Dennis”ucap Marcus.

 

Dennis tersenyum pada Yong Soon yang masih terlihat ketakutan, kemudian Dennis sudah menghilng darihadapannya.

 

Marcus berbalik menghadap YongSoon dan menghampiriny lalu tersenyum lembut.

 

”Gwenchana?”tanyanya pada Yong Soon.

 

Yong Soon menjawbnya dengan anggukan meski wajahnya masih terlihat ketakutan, Marcus mengelus kepalanya perlahan dan mengenggam tangannya.

 

”Jangan takut…aku ada disini.,..tunggu aku”ucap Marcus kemudian dia sudah menghilang dari hadapan YongSoon.

 

Yong Soon berjalan menuju tempat tidurnya dan duduk di tepi tempat tidurnya itu. Yong Soon merasa tatapan namja yang bernama Dennis itu sangat menakutkan, dia seakan ingin membunuh Yong Soondan begitu Marcus datang, dia merasa Dennis menatap Marcus dengan tatapan yang sama, seakan ingin membunuhnya. Yong Soon mengeleng-gelengkan kepalanya.

 

”Kenapa aku sangat taku?”gumam YongSoon pada dirinya sendiri.

 

**

 

Jam sudah lewat tengah malam dan Yong Soon masih menunggu kedatangan Marcus, dia terus melihat ke jendel kamarnya namun dia tidak juga melihat tanda-tanda Marcus datang, Yong Soon mendesah pelan, padahal dia ingin sekali bertanya pada Marcus tentang siapa namja bernama Dennis itu.

 

”Kau belum tidur?”ucap sebuah suara disamping Yong Soon, Yong Soon menoleh kesampingnya dan tepat saat itu wajah Marcus ada dihadapannya, menatapnya dengan senyumannya itu, Yong Soon merasa setiap melihat wajah Marcus sedekat ini pikirannya benar-benar kacau, semua yang ada pada diri Marcus sangat menggodanya, Yong Soon pun mendekatkan wajahnya, Marcus tersenyum kecil melihat tingkah gadisnya itu dan dengan sengaja menjauhkan wajahnya.

 

”Kau mau menciumku, YongSoon?”ucap Marcus membuat muka Yong Soon memerah karena malu.

 

Marcus langsung menarik tubuh Yong Soon ke pelukannya dan menyandarkan kepala Yong Soon di dadanya dan mengelus rambutnya perlahan.

 

“Jangan terus menggodaku Yong Soon-ah..aku punya batas”ucap Marcus, Yong Soon terkekeh pelan.

 

“Jadi selain seorang pencemburu Marcus Cho adalah setan yang bermoral…”ucap Yong Soon.

 

 

Marcus menepuk kepala Yong Soon perlahan.

 

 

“Ya..kau harusnya senang..aku masih sadar mengenai hal itu..”ucap Marcus dan lagi-lagi membuat Yong Soon terkekeh pelan.

 

Yong Soon melingkarkan tangannya ditubuh Marcus dan memeluk Marcus dengan erat.

 

”Marcus…siapa tadi?”tanya Yong Soon tiba-tiba membuat Marcus terkejut, dia terdiam cukup lama membuat Yong Soon semakin penasaran.

 

“Hanya seorang teman..bukan siapa-siapa…”jawab Marcus setelah sekian lama dan mengeratkan pelukannya padaYong Soon.

 

”Eoh…tatapannya menyeramkan…dia seakan ingin membunuhmu…aku takut Marcus…jebal jangan pernah tinggalkan aku…”ucap YongSoon di pelukan Marcus.

 

”Nde..aku akan selalu bersamamu..”jawab Marcus sambil mencium puncak kepala Yong Soon.

 

Marcus menarik selimut untuk menutupi tubuhYongSoon.

 

”Tidurlah…”ucap Marcus lagi.

 

”Jangan pergi sampai aku bangun…jebal…”pinta Yong Soon.

 

”Ara…”jawab Marcus, Yong Soon pun mulai memejamkan matanya. Marcus mengelus kepalanya perlahan.

 

Dia memiringkan wajahnya dan melihat Yong Soon sudha tertidur. Dia menatap lurus ke depan mengingat kembali pertemuannya dengan Dennis tadi siang.

 

Flashback

 

“Kau sudah melanggar peraturan Marcus…dan gadis itu terlalu banyak tahu”ucap Dennis pada Marcus yang hanya bisa terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa, dia tahu apa yang dikatakan Dennis benar namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.dia mencintai gadis itu dan tidak bisa melepaskannya, tidak akan bukan tidak bisa.

 

“Kau hanya punya waktu seminggu Marcus untuk memilih..membunuhnya atau menghilangkan semua memorinya sejak dia bertemu denganmu…jika kau tidak melakukannya dalam seminggu ini…aku yang akan membunuh gadis itu…”ucap Dennis dengan tajam.

 

 

Flashback end

 

 

“Apa yang harus aku lakukan?”lirih Marcus.

 

 

Yong Soon POV

 

Aku merasakan dia masih memelukku, ternyata dia menuruti permintaanku untuk menemaniku sampai pagi, aku membuka mataku perlahan.

 

”Sudah bangun?”tanyanya tepat di depan wajahku, dia sendiri yang bilang jangan menggodanya lagi tapi kenapa dia yang memulai duluan menggodaku, menyebalkan sekali, kenapa semua pada dirinya sangat menggodaku, aku menaikan tubuhku sedikit dan mengecup bibirnya sekilas.dia tampak terkejut.

 

”Ya sudah kubilang jangan menggodaku”ucapnya.

 

”Siapa yang duluan menggoda?”tanyaku, dia hanya mendesah pelan dan kemudian melepaskan pelukannya.

 

”Ya..kau mau kemana?kau harus menemaniku hari ini”pintaku sambil memeluknya kembali.

 

”Ini sudah pagi Yong Soon-ah”ucap Marcus.

 

“Hari ini hari libur”balasku.

 

Aku mendnegarnya mendesah pelan.

 

”Kalau ada yang masuk ke kemarmu?”tanya Marcus.

 

”Aku sudah mengunci kamarku”jawabku lagi.

 

”Ara..ara..daripada hanya menghabiskan waktu disini..bagaimana kalau kita jalan-jalan”ucapnya.

 

Aku melepaskan pelukanku dan tersenyum padanya sambil mengangguk.

 

”Ok..aku jemput satu jam dari sekarang…”ucap Marcus sambil berdiri dan kemudian dia sudah menghilang.

 

Aku segera turun dari tempat tidurku menuju kamar mandi.

 

 

Marcus POV

 

”Tunggu sebentar ya..Yong Soon masih ada dikamarnya”ucap bibinya Yong Soon, aku mengangguk dan duduk di sofa ruang tamu rumahnya.

 

Tak lama kemudian Yong Soon muncul, dia tersenyum senang melihatku, bagiamana aku bisa melepasnya jika dia selalu tersenyum seperti itu padaku. Yong Soon berjalan menghampiriku.

 

”Bibi aku  pergi dulu..”ucap Yong Soon pada bibinya, bibinya mengangguk.

 

”Ne..hati-hati…”ucap bibinya Yong Soon.

 

“Kami pergi dulu..”pamitku kemudian menggandeng tangan Yong Soon keluar rumahnya.

 

”Mau kemana kita?”tanya Yong Soon di depan mobilku.

 

”Ikuti saja aku”ucapku padanya.

 

Dia mengembungkan pipinya kesal namun dia tetap masuk ke dalam mobil, sepanjang perjalanan dia terus melihat ke jalanan disampingnya, sepertinya dia belum pernah kesini sebelumnya, wajahnya sangat senang sekali. Aku membawanya ke pusat kota dengan banyak bangunan kuno dan lapangan besar ditengah-tengahnya yang berlantai batu.

 

Begitu turun dari mobil dia menatap kagum sekelilingnya.

 

”Kau baru pertama kali kesini setelah tiga bulan disini?”tanyaku.

 

Dia menoleh padaku dan mengangguk. Matanya terus mengamati sekeliling tempat ini dan aku terus memperhatikannya, aku tidak akan pernah mau melepaskanmu Choi Yong Soon, tidak tapi apa yang harus aku lakukan? Aku tidak akan membiarkanmu mati tapi aku juga tidak mau kau melupakanaku, kenapa aku harus jatuh cinta padamu? Kenapa kita harus bertemu? Kenapa kita harus berbeda.

 

”Wah..ada burung..”ucap Yong Soon melihat sekumpulan burung yang sedang diberi makan oleh seorang pengunjung disini.

 

Aku mengahmpirinya.

 

”Kau mau mencobanya juga?”tanyaku namun sebelum dia menjawab aku langsung membeli makanan burung dan kembali ke tempat itu.

 

”Igo..”ucapku memberikannya sekantung makanan burung itu, dia tersenyum senang dan mulai memberikn burung-burung itu makan, bisa aku lihat sejak tadi dia terus tersenyum, aku hanya memperhatikannya sambil duduk di bangku yang tidak jauh dari tempatnya.

 

Bagaimana aku bisa melepasnya?aku mencintainya sangat…dia tujuan eksistensiku selama ini..apa yang harus aku lakukan?

 

**

 

”Pejamkan matamu”perintahku padanya, aku ingin memberikannya sesuatu.

 

”Mwo?”tanyanya heran.

 

”Sudah pejamkan matamu”perintahku lagi.

 

Dia pun akhirnya menuruti perintahku dengan memejamkan matanya, aku merogoh skau jaketku dan mengamati sebuah kalung perak yang sengaja aku beli untuknya, aku tersenyum menatap kalung itu, semoga dia senang.

 

Aku pun mulai memakaikan kalung itu di lehernya.

 

”Buka matamu sekarang”ucapku.

 

Dia membuka matanya perlahan dan tangannya bergerak ke lehernya, menyentuh kalung yang aku berikan. Dia menatapku dan tersenyum.

 

”Gomapta”ucapnya sambil mengamati kalung itu dengan seksama.

 

”Kau menyukai mawar kan?”ucapku, dia mengangguk.

 

Dia menatapku dan kembali tersenyum, aku langsung menariknya ke dalam pelukanku, aku tidak mau kehilangan dia, aku ingin terus bersama dia.

 

”Yong Soon-ah..aku sangat mencintaimu..”ucapku sambil mengeratkan pelukanku, dia mengangguk dalam pelukanku.

 

Aku melepaskan pelukanku dan menangkup wajahnya lalu mendekatkan wajahku padanya, menempelkan bibirku pada bibirnya, aku tidak ingin ini menjadi ciuman terakhir untuk kami.

 

Author POV

 

Yong Soon baru saja keluar dari kamar mandi begitu seseorang menarik tangannya. Aiden menarik tangan gadis itu menuju belakang sekolah. Yong Soon menatap Aiden dengan tatapan bingung.

 

”Yong Soon-ah…kau mencintai Marcuskan?”Tanya Aiden.

 

Yong Soon bingung dengan pertanyaan Marcus, dia tidak mengerti kenapa Aiden bertanya seperti itu ditambah lagi dengan tatapannya yang sangat serius.

 

 

Tidak jauh dari situ Seulong sedang mencari Yong Soon. Dia bertanya pada setiap orang yang dia lewati.

 

”Kau lihat Yong Soon?”tanya Seulong pada seorang namja yang sedang berdiri bersama kedua temannya.

 

”Dia kesana dengan Aiden”jawab namja itu, Seulong kaget mendnegar jawaban itu, apa yang ingin Aiden lakukan pada Yong Soon, Seulong segera berlari mengikuti arah kemana Aiden membawa Yong Soon.

 

Sampai di belakang sekolah, langkah Seulong terhenti begitu mendengar percakapan antara Yong Soon dan Aiden.

 

”Pilihannya hanya dua..membunuhmu atau menghilangkan ingatanmu tentang kami”ucap Aiden.

 

Seulong tersentak kaget, apa sekarang dia mau mengorbankan Yong Soon? Pikir Seulong, dia menjadi kesal, dia sudah tahu bahwa mereka hanya akan mencelakakan Yong Soon saja.

 

Tak lama kemudian Yong Soon sudah selesai berbicara dengan Aiden, dia terkejut begitu melihat Seulong ada dihadapannya,Seulong menatapnya dengan tatapan marah.

 

”Tinggalkan dia Yong Soon-ah”

Advertisements

3 thoughts on “FF: Fate Part 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s