FF: Fate Part 6

Part 6

 

Author POV

 

Yong Soon baru sampai di gerbang sekolah ketika dia melihat Marcus berdiri menunggunya, Yong Soon berjalan dengan cepat menghampiri Marcus, dia tersenyum pada Marcus, Marcus membalas senyum Yong Soon dan langsung merangkul bahu Yong Soon untuk berjalan bersamanya masuk ke dalam gedung sekolah, semua mata menatap kaget dengan pasangan ini. Seulong yang baru dari lapangan basket juga melihat Yong Soon dan Marcus berjalan bersama, dia menatap tajam ke arah mereka berdua dengan mengepalkan tangannya, terlihat sekali dia sangat tidak suka melihat apa yang dilakukan Marcus pada Yong Soon.

 

 

Mereka berjalan menuju loker mereka yang berdampingan, begitu sampai di depan loker mereka Marcus melihat setangkai mawar putih di tempel di depan loker Marcus, dia langsung mengambil bunga itu dengan pandangan tidak suka.

 

”Ya..kenapa kau mengambilnya?”tanya Yong Soon tidak suka melihat Marcus yang langsung mengambil begitu saja bunga yang ditujukan untuknya.

 

”Aku akan menyimpannya”ucap Marcus sambil menunjukan banyak tangkai bunga lainnya di tangannya yang lain, Yong Soon kaget melihat bunga-bunga itu sudah ada pada Marcus, dia langsung membuka lokernya dan memang sudah tidak ada bunga itu.

 

”Bagiamana kau mengambilnya?”tanya Yong Soon yang heran kenapa bunga-bunga itu sudah ada pada Marcus.

 

”Rahasia..memangnya hanya penyihir itu saja yang bisa melakukannya”ucap Marcus membuat Yong Soon menautkan alisnya, tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh namja dihadapannya ini.

”Penyihir?nugu?”tanya Yong Soon dengan wajah bingung, kali ini Marcus yang bingung, dia pikir gadis dihadapannya ini sudah tahu.

 

”Im Seulong..dia tidak cerita padamu?kau bisa menebak dengan tepat siapa aku sedangkan tidak dengan Seulong..hemmm…”jawab Marcus yang membuat Yong Soon semakin mengerutkan keningnya karena bingung.

 

”Ayo ke kelas…”ucap Marcus dan berjalan meninggalkan Yong Soon yang masih berpikir dibelakang namun begitu sadar Marcus sudah berjalan jauh dia pun mengejar langkah Marcus.

 

”Ya…jelaskan padaku…”pinta Yong Soon begitu bisa mensejajarkan langkahnya dengan Marcus, Marcus menoleh padanya dan menyunggingkan senyum sekilas.

 

”Nanti aku jelaskan..kita akan terlambat masuk kelas..kajja”ucap Marcus sambil menarik tangan Yong Soon, Yong Soon hanya pasrah ditarik oleh Marcus meski sebenarnya dia masih sangat penasaran dengan apa yang dimaksud oleh Marcus tadi.

 

Yong Soon POV

 

Gara-gara Marcus berbicara seperti itu, aku terus menatap bangku depanku, tempat Im Seulong duduk, penyihir? Apa aku tidak salah dengar tadi? Ah molla..molla…tidak mungkin, aku menggeleng-gelengkan kepalaku perlahan.

 

”Yong Soon-ah…wae?”tanya Yeon Ji disampingku, aku hanya tersenyum dan menggeleng, dia menaikkan alisnya namun dia menegakan bahunya dan kembali menatap lurus ke depan, aku menghela nafas perlahan dan tiba-tiba di depanku ada sebuah kertas. Dari siapa? Pikirku.

 

Aku membukanya dan ternyata itu dari Marcus, aku menoleh ke belakangku namun saat itu dia sedang memperhatikan ke depan, bagaimana bisa kertas itu ada dihadapanku sedang dia duduk menyilang denganku dan aku merasa tidak ada yang melemparkan kertas itu padaku, ah apa aku harus selalu terbiasa dengan banyaknya hal aneh disekelilingku, apa karena sekarang aku berpacaran dengan seorang setan?

 

Aku membaca tulisan di kertas itu.

 

Apa kau sangat  penasaran dengan Im Seulong? Lebih penasaran denganku atau dengan Seulong?

 

Pertanyaan macam apa ini?sangat kekanak-kanakan sekali. Aku kembali menoleh ke belakang dan kebetulan saat itu dia sedang menoleh padaku.  Aku menunjuknya dan dia kemudian tersenyum senang, seperti anak kecil saja.

 

 

**

 

Aku menutup bukuku perlahan dan menghela nafas, akhirnya selesai juga, begitu Lee seonsangnim keluar, aku memasukan bukuku ke dalam tas.

 

”Yong Soon-ah..”panggil Yeon Ji, aku menoleh padanya, dia menatapku serius.

 

”Kau berpacaran dengan Marcus?”tanya Yeon Ji.

 

Aku terdiam tidak tahu harus menjawab apa. Aku tahu Yeon Ji tidak suka dengan Marcus.

 

”Ya…benarkan?”tanya Yeon Ji lagi denga nada yang agak sedikit tinggi, aku masih diam.

 

”Yong Soon-ah..aku kan sudah bilang untuk menjauhinya..kenapa kau malah mendekatinya? Kau tahu mereka itu..”

 

”Ara..aku tahu”potongku sebelum dia menyelesaikan kata-katanya.

 

”kereom bagus kalau kau sudah tahu..lalu kenapa kau masih berdekatan dengannya?”tanya Yeon Ji, aku kembali diam, aku juga tidak tahu kenapa aku malah terus berdekatan dengannya dan malah merasa nyaman bersamanya.

 

”Yong Soon-ah..dia hanya akan mempermainkanmu”ucap Yeon Ji lagi, dia menatapku dengan tatapan yang serius dan aku hanya bisa menunduk, tidak dia tulus padaku, setidaknya itu yang dia katakan.

 

”Yong Soon-ah”panggil sebuah suara lagi dan ternyata itu Im Seulong yang berdiri di depan mejaku.

 

”Aku ingin bicara denganmu”ucapnya.

 

”Dia akan makan siang denganku”sebuah suara lagi menginterupsi dan Marcus sudah berdiri disampingku hendak menarik tanganku.

 

”Dia belum menjawab apa-apa”ucap Seulong menatap tajam Marcus dan begitu sebaliknya, aisshh kenapa mereka ini. Yeon Ji menarik lengan seragamku dari samping, dia menatapku dengan tatapan –bawa salah satunya pergi-. Kenapa mereka berkelakukan seperti anak kecil.

 

”Seulong-ah..apa yang ingin kau bicarakan”ucapku, Seulong menoleh padaku dan tersenyum kemudian menarik tanganku.

 

”Ikut aku”ucap Seulong, aku berdiri mengikuti tarikan tangannya, aku menatap Marcus dengan tatapan meminta maaf karena aku lebih memilih Seulong, aku tidak bermaksud membuatnya cemburu hanya saja membawa Seulong lebih baik. Marcus tidak mau membalas tatapanku,ah jinjja dia marah?mianhe Marcus.

 

 

Seulong menarikku keluar kelas.

 

”Pelan-pelan”ucapku karena merasa pergelangan tanganku sakit akibat Seulong yang menarik tanganku.

 

”Mianhe..”ucapnya melepaskan cengkraman tangannya dan menarik tanganku dengan pelan tidak seperti tadi.

 

Dia membawaku ke lapangan basket.

 

”Yong Soon-ah…kau dan Marcus..”

 

”Ne..wae?”tanyaku langsung memotong ucapannya, dia mendesah pelan kemudian menatapku tepat dimata. Aku bisa melihat wajahnya menyiratkan kesedihan.

 

”Kau benar-benar mencintainya?”tanya Seulong dengan tetap menatap dalam mataku.

 

”Tentu saja…”jawabku dengan yakin.

 

”Kau tidak tahu siapa dia kan?”ucap Seulong seakan-akan aku tidak tahu siapa Marcus itu.

 

”Nan arayo…bahkan aku juga tahu siapa kau Seulong…kenapa kau tidak pernah bilang sejak awal…”ucapku.

 

Seulong tersenyum tipis dan mengalihkan tatapannya ke langit-langit.

 

”Apa setan itu yang mengatakannya padamu?”tanya Seulong dengan tatapan tajam, aku tidak suka dia menyebut Marcus seperti itu.

 

”Ya…kenapa kau menyebutnya seperti itu?!”seruku tidak terima dia memanggil Marcus seperti itu.

 

”memang kenyataannya seperti itu kan?kau pikir dia tulus mencintaimu..dia hanya mempermainkanmu…kau telah dibohonginya Yong Soon-ah…kau telah salah percaya padanya…”ucap Seulong lagi dengan nada tajam.

 

Aku terdiam mendengar ucapannya dan hanya bisa menunduk, entah kenapa kata-kata Seulong benar-benar masuk ke dalam pikiranku, apa dia tulus mencintaiku?

 

”Jauhi dia”

 

Author POV

 

Yong Soo  menutup lokernya dengan perlahan dan menghela nafasnya. Dia masih terus memikirkan perkataan Seulong tadi, tidak aku percaya padanya, aku? Apa aku yang terlalu bodoh percaya bahwa dia mencintaiku dengan tulus, apa aku bisa percaya padanya? Ottohke? Aku bingung.

 

”Yong Soon-ah”panggil Marcus yang tiba-tiba sudah ada disamping Yong Soon menatap wajahnya dengan seksama.

 

”Wae?”tanya Yong Soon yang merasa aneh dengan tatapan Marcus pada dirinya.

 

”Aniya…”jawab Marcus namun dia masih menatap gadis dihadapannya.

 

”Mianhe..”ucap Yong Soon sambil menuduk, dia takut Marcus marah karena tadi dia lebih memilih berbicara dengan Seulong dibanding bersama Marcus untuk makan siang.

 

”Gwenchana”jawab Marcus cepat sambil menyentuh dagu Yong Soon dan mendongakkannya menatap dalam mata coklat gadis itu.

 

”Kau tidak marah?”tanya Yong Soon menatap mata Marcus, Marcus menggeleng, dia melepaskan tangannya dari wajah Yong Soon dan tersenyum padanya.

 

”Kajja..aku mau mengajakmu pergi”ucap Marcus kemudian menarik tangan Yong Soon untuk berjalan mengikutinya.

 

”Oddie?”tanya Yong Soon yang berjalan di belakang Marcus.

 

”Ke rumahku”jawab Marcus sambil menoleh ke belakang dan tersenyum, Yong Soon membulatkan matanya kaget mendengar jawaban Marcus, dia tidak percaya Marcus membawanya ke rumahnya, untuk apa? Pikir Yong Soon.

 

Di sepanjang perjalanan ke rumah Marcus, Yong Soon terus saja bertanya pada Marcus untuk apa Marcus membawanya ke rumah Marcus.

 

”Ya..untuk apa aku ke rumahmu?”tanya Yong Soon lagi.

 

Marcus selalu hanya menoleh sekilas dan tersenyum membuat Yong Soon kesal.

 

”Kau menyebalkan”gumam Yong Soon sambil menatap jalan disampingnya.

 

”Untuk bertemu dengan saudaraku Choi Yong Soon”jawab Marcus tanpa menoleh pada Yong Soon.

 

Yong Soon menoleh padanya dan menghela nafasnya perlahan, bertemu saudaranya? Nugu? Setan juga kah? Pikir Yong Soon, dia pun kembali asyik melihat jalanan disampingnya.

 

Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Marcus masuk ke dalam sebuah pekarangan rumah yang sangat luas, menurut Yong Soon, terlihat seperti kastil malah. Entah kenapa tiba-tiba Yong Soon menjadi takut, dia memikirkan bagaimana saudara-saudara marcus itu, apa menyeramkan?pikir Yong Soon.

 

Begitu mobil berhenti, Yong Soon masih tetap duduk diam. Marcus, menatapnya heran.

 

”Wae geure?”tanyanya.

 

”Kau yakin membawaku ke rumahmu?”tanya Yong Soon balik.

 

Mendengar pertanyaan Yong Soon dan melihat wajah Yong Soon yang terlihat ketakutan itu membuat Marcus terkekeh geli. Yong Soo menoleh pada Marcus dan menatapnya tajam.

 

”Kau pernah bertemu mereka kok..hanya saja kali ini aku akan memperkenalkanmu pada mereka”ucap Marcus kemudian turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Yong Soon. Awalnya Yong Soon ragu untuk keluar namun Marcus langsung menarik tangan Yong Soon untuk keluar dan mengenggamnya dengan erat sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya.

 

Marcus membukakan pintu dan mempersilahkan Yong Soon untuk berjalan lebih dahulu, Yong Soon langsung memandangi sekeliling ruang tengah rumah ini dan terkagum-kagum dengan semua isi didalamnya, Marcus tersenyum melihat ekspresi Yong Soon kemudian kembali menarik tangan Yong Soon untuk masuk ke dalam.

 

Melewati sebuah ruangan mata Yong Soon menangkan sosok seseorang yang cukup dikenalnya, paling tidak dia pernah melihatnya sebelumnya, seorang namja yang tidak lain adalah Spencer sedang duduk merangkul seorang yeoja. Yong Soon terhenti sebentar.

 

Marcus merasa kalau Yong Soon berhenti berjalan, dia ikut berhenti dan memperhatikan apa yang Yong Soon lakukan, dia mengikut arah pandangan Yong Soon ternyata sedang melihat ke arah Spencer, Marcus langsung menarik tangan Yong Soon membuatnya sedikit terhuyung.

 

Marcus membawa Yong Soon kesebuah ruangan yang banyak terdapat rak bukunya,disana ada seorang namja yang sedang menjangkau sebuh buku.

 

”Hyung”panggil Marcus pada namja itu.

 

Namja yang dia panggil pun berbalik dan matanya langsung menatap Yong Soon dengan menautkan alisnya, Yong Soon menunduk melihat tatapan aneh dari namja itu.

 

”Hyung..ini Yong Soon..”ucap Marcus memperkenalkan Yong Soon, mau tidak mau Yong Soon mendongak, dia kenal namja ini karena namja dihadapannya adalah salah satu dari tujuh namja itu, Nathan Kim.

 

”Annyeong..”ucap Yong Soon sambil membungkuk dan berusaha tersenyum, dia menunggu ekpresi yang akan ditunjukkan Nathan, dia pikir Nathan akan menatapnya tajam namun namja itu malah tersenyum, Yong Soon sedikit lega setidaknya dia tidak ditatap tajam.

 

”Oh..chogi..Choi Yong Soon”ucap sebuah suara yang tiba-tiba sudah ada di depan Marcus, menatap Yong Soon dengan seksama.

 

”Henry”ucap namja itu sambil mengulurkan tangannya, dengan ragu-ragu Yong Soon menjulurkan tangannya dan berjabat tangan dengannya.

 

”Ya..ya..sudah..”ucap Marcus melepaskan jabatan tangan Henry pada Yong Soon.

 

Tiba-tiba saja ruangan itu sudah berisi banyak orang, ada empat orang lagi disini. Seorang namja dengan rambut orange menatap Yong Soon dengan seksama. Tatapan matanya tajam membuat Yong Soon sedikit mundur dan berdiri sedikit dibelakang Marcus, sementara ada dua namja lain salah satunya dia ingat pernah menolongnya saat jatuh memiliki tatapan yang sama. Yong Soon tidak menyangka jika keenam namja lain yang sering duduk bersama dengan Marcus adalah saudaranya.

 

”Yong Soon-ah..kau pasti sudah mengenal mereka..itu Aiden, Casey dan Vincent”ucap Marcus sambil menujuk mereka satu persatu.

 

”Marcus..bisa kita pulang..sepertinya Minho akan mencariku sebentar lagi”ucap Yong Soon pada Marcus dengan wajah memohon.

 

Setelah itu Marcus pun membawa Yong Soon keluar dari ruangan itu.

 

”Mau apa dia membawa gadis itu kesini?”tanya Casey dengan nada tidak suka.

 

”Hanya memperkenalkan saja”jawab Nathan.

 

”Dia benar-benar sudah gila dengan gadis itu”ucap Casey lagi.

 

**

 

Marcus mengantar Yong Soon sampai ke rumahnya, sepanjang jalan pulang Yong Soon hanya diam, banyak hal yang dipikirkannya, entah kenapa saat melihat Spencer tadi dia teringat kata-kata Seulong, dia hanya mempermainkanmu, dia tidak pernah tulus mencintaimu.

 

”Sudah sampai”ucap marcus membuyarkan lamunan Yong Soon.

 

Yong Soon langsung saja turun dari mobil tanpa berkata apa-apa pada Marcus, marcus merasa heran dengan tingkah gadis itu sejak tadi, apa dia tidak suka aku membawanya ke rumahku? Pikir Marcus.

 

”Yong Soon-ah..”panggil Marcus.

 

Yong Soon menoleh.

 

”Kau tidak suka aku membawamu ke rumahku?”tanya Marcus, yong Soon hanya menjawabnya dengan gelengan lalu kembali berbalik.

 

Marcus semakin merasa aneh dengan tingkah Yong Soon.

 

”Kau mau aku datang malam ini?”tanya Marcus lagi.

 

”Terserah”jawab Yong Soon yang langsung masuk ke dalam rumahnya.

 

Marcus hanya menatap Yong Soon yang berjalan masuk ke dalam rumahnya, dia tidak mengerti kenapa Yong Soon menjadi aneh sejak dari rumahnya. Dia menghela nafas perlahan kemudian berbalik pergi.

 

 

Yong Soon POV

 

Aku belum tidur, entah aku menunggu dia datang atau tidak tapi aku tidak yakin dia datang, aku sudah bilang terserah saat dia bertanya dan sepertinya dia tidak akan datang. Aku menghela nafas perlahan, kenapa aku terus saja memikirkan perkataan Seulong? Kenapa sekarang aku ragu?

 

”Kau belum tidur?”tanya sebuah suara membuatku menoleh kesampingku dan Marcus duduk di tepi tempat tidurku.

 

”Belum”jawabku singkat, dia datang, aku pikir tidak.

 

”Ada apa denganmu?”tanyanya lagi sambil menyentuh wajahku perlahan, aku menyentuh tangannya yang mengelus pipiku dan menurunkannya.

 

”Aniya..nan gwenchana”jawabku. Dia menatapku tepat di mataku mencari sesuatu yang bisa menunjukan bahwa aku berbohong dan ada sesuatu.

 

”Kau marah padaku?”tanyanya lagi.

 

Aku menggeleng.

 

”Kau mau aku pergi?”tanya Marcus. Aku diam, aku tidak tahu apa yang harus aku jawab, moodku benar-benar hilang mendengar perkataan Seulong, apa benar dia tidak tulus?

 

Aku menatap wajahnya dan mendekat padanya, mengamati setiap detil wajahnya, bagaimana caranya menatapaku, apa benar dia tidak tulus?

 

”Apa kau mencintaiku?”tanyaku padanya, dia menatapku bingung.

 

”Ne..wae?”tanyanya heran.

 

Aku diam dan mengalihkan pandanganku ke arah lain.

 

”Ya..Yong Soon-ah..wae?”tanyanya lagi.

 

Aku menghela nafas perlahan.

 

”Aku hanya takut kau hanya mempermainkanku…”ucapku perlahan sambil menuduk.

 

Aku merasakan tangannya mendongakkan daguku, dia menatapku tepat dimata. Tiba-tiba saja wajahnya sudah mendekat pada wajahku, sedetik kemudian aku merasakan bibirnya menyentuh bibirku. Dia mengecupnya perlahan namun ciuman kali ini berbeda dia tidak hanya menempelkan bibirnya namun dia mulai menggerakannya perlahan, tanganku melingkar pada lehernya dan mulai menikmati ciuman ini yang semakin lama menjadi semakin panas dan dalam, aku terus membalas setiap kali dia menggerakan bibirnya perlahan. Aku bisa merasakan bahwa dia ingin menyatakan bahwa dia benar-benar mencintaiku, itu yang aku rasakan dari bagaimana dia menciumku.

 

Author POV

 

Marcus terus mencium Yong Soon dan Yong Soon pun membalasnya. Ciuman mereka pun mulai semakin dalam, Marcus hanya memberikan ruang sedikit untuk Yong Soon mengambil nafas di sela-sela ciuman mereka dan kembali bermain dengan bibir Yong Soon, Yong Soon tidak tahu apa yang dia pikirkan saat ini dan hanya menikmati apa yang Marcus lakukan.

 

Tanpa mereka sadari, Yong Soon sudah berbaring tempat tidur dan Marcus berada di atasnya, mereka masih terus berpagutan satu sama lain.Yong Soon menarik kepala Marcus agar lebih dekat padanya.

 

”Touch me Marcus”lirih Yong Soon di sela-sela ciuman mereka.

 

Marcus langsung menegakan tubuhnya.

 

”Yong Soon-ah..apa yang kau katakan”ucapnya.

 

Yong Soon menegakkan tubuhnya.

 

”Kau tidak mau menyentuhku?kau tidak tulus padaku?”tanya Yong Soon menatap Marcus.

 

”Aniya..bukan karena aku tidak tulus..justru karena aku tulus padamu..aku tidak mau menyentuhmu sekarang..aku hanya akan menyentuhmu disaat yang tepat…”terang Marcus namun Yong Soon masih terlihat ragu.

 

Marcus mendekatkan tubuhnya lagi pada Yong Soon dan menyapukan bibirnya lagi pada bibir Yong Soon.

 

”Jebal..jangan tunjukan wajah seperti itu…hanya akan membuatku sulit menolak permintaanmu…”ucap Marcus sambil mengecup bibir Yong Soon lagi.

 

”Yong Soon-ah..aku tulus mencintaimu…aku sangat mencintaimu…kau adalah gadis pertama untukku..kau lah yang bisa membuatku merasakan cinta dan aku ingin kau percaya padaku..nan jeongmal saranghae…”ucap Marcus sambil menangkup wajah Yong Soon dengan kedua tangannya.

 

**

Seorang namja dengan sayap berwarna hitam, menatap seorang yeoja yang sedang keluar dari rumahnya, di depan rumahnya berdiri seorang namja, yeoja itu menghampiri namja yang menunggunya itu dan tersenyum setelah itu namja itu menggandeng tangan si yeoja dan berjalan pergi.

 

Namja dengan sayap hitam itu tersenyum sinis.

Advertisements

One thought on “FF: Fate Part 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s