FF: Fate Part 5

Part 5

 

Yong Soon POV

 

Aku tidak bisa memejamkan mataku masih mengingat cerita Yeon Ji tadi siang, kenapa aku berpikiran itu mereka? Aku tahu mereka terlihat sangat sempurna, aku jug merasa mereka memiliki aura yang gelap, meski itu hanya sekedar perasaanku tapi…tidak mungkin, semu itu hanya mitos. Mereka bukan makhluk itu tapi apa yang bisa menjelaskan daya tarik mereka yang sangat kuat, juga kemampuan mereka untuk bisa berpindah tempat, ya itu yang aku rasakan dengan kehadiran Marcus bagaimana bisa dia yang ada diseberang jalan saat kecelakaan itu tiba-tiba sudah ada disampingku memelukku.

 

Aku menarik selimutku menutupi sebagian tubuhku, aku masih terus memikirkan cerita itu, mungkin semua ini hanya mimpi dan besok pagi aku akan terbangun di kamarku di Seoul, ne. Aku berusaha memejamkan mataku namun tiba-tiba aku merasakan seseorang berjalan menghampiriku. Aku mendengar langkah kakinya yang perlahan, Omona, nugu? Aku mengeggam selimutku dengan erat, aku ingin berbalik tapi aku takut itu orang jahat. Maka aku hanya bisa memejamkan mataku berpura-pura tidur.

 

Aku mulai mendengar dia seperti menarik sesuatu namun tak lama kemudian suara itu berhenti, aku semakin menggenggam erat selimutku. Tiba-tiba aku merasakan tangan seseorang mengelus kepalaku perlahan, aigoo, apa ini?dia menyentuh pipiku perlahan dan bisa kurasakan pipiku memanas karena sentuhannya, aku seperti pernah merasakan sentuhan ini sebelumnya.

 

Orang itu mulai mendekat padaku, aku menggenggam erat selimutku, Ya Tuhan tolong aku, ucapku dalam hati.

 

”Saranghae”bisiknya di telingaku, tubuhku langsung menegang begitu mendengar suaranya, Marcus. Itu suaranya? Bukan pasti aku hanya bermimpi, namun aku kembali merasakan sentuhan tangannya, ottohke? Kenapa dia bisa ada di kamarku, pikiranku kembali ke cerita Yeon Ji, benarkah dia? Tidak..tidak mungkin tapi bagimana bisa dia ada dikamarku?

 

Pasti ini hanya mimpi, ini hanya mimpi.

 

 

**

 

Aku terbangun dengan perasaan sangat kacau, apa yang semalam itu memang benar dia, aku menoleh kesampingku, kosong, tidak ada tanda-tanda ada seseorang semalam disini, mungkin aku hanya bermimpi, aku menyentuh pipiku yang dia sentuh, kalau itu hanya mimpi kenapa sangat terasa.

 

”Hah..sepertinya aku sudah gila”ucapku kemudian beranjak ke kamr mandi.

 

Pagi ini, aku tidak melihat Marcus berdiri di depan lokernya seperti biasa yang akan menyapaku, syukurlah, aku maish belum bisa percaya bahwa Marcus semalam ada di kamarku, ok aku masih mengiranya adalah mimpi yang sangat nyata.

 

Aku membuka lokerku seperti biasa dan melihat bunga mawar yang peranh diberikan Seulong sama sekali tidak mengering. Jijja semua disini sangat aneh. Aku meletakkan bukuku ke dalam dan mengambil beberapa lagi, lalu menutupnya.

 

Aku tersentak kaget begitu melihat Marcus disampingku.

 

”Ya!”seruku.

 

Dia tersenyum padaku dan entah kenapa kali ini aku membalas senyumnya, hah aku benar-benar sudah gila, aku tersenyum pada seorang setan?sungguh sulit dipercaya. Aku berjalan meninggalkannya yang masih berdiri di depan lokernya menuju kelasku.

 

”Pagi..”sapa Yeon Ji padaku saat aku meletakkan tasku.

 

”Ne…pagi…”jawabku.

 

Yeon Ji menatapku penasaran namun aku tidak mempedulikannya dan mengambil buku bacaan dari dalam tasku dan mulai membaca.

 

 

Author POV

 

Yong Soon berjalan ke kantin sendirian tidak ditemani Yeon Ji yang sedang ada urusan, dia langsung mengambil nampan makan siangnya saat hendak mencari tempat duduk dia melihat seseorang melambaikan tangannya pada dirinya. Marcus, dia yang melambaikan tangan pada Yong Soon menyuruhnya ikut duduk bersama. Marcus memang duduk sendiri tidak bersama dengan saudara-saudaranya yang lain.

 

Yong Soon ragu-ragu dan mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk kosong yang lain namun sial hanya tempat itu yang kosong dan juga tempat namja itu biasanya duduk. Akhirnya Yong Soon menghela nafas perlahan dan berjalan ke meja Marcus, dia menaruh nampnnya perlahan di meja dan duduk.

 

Namun kali ini Yong Soon tidak memakan makan siangnya namun malah menatap Marcus dan jadilah mereka saling menatap satu sama lain. Yong Soon ingin sekali memastikan cerita Yeon Ji itu.

 

”Neo..”ucap Yong Soon pada Marcus.

 

“Berbeda…”lanjutnya.

 

Marcus menatapnya bingung namun sejurus kemudian dia mengerti, gadis ini sudah tahu, piker Marcus. Dia tersenyum mengetahui betapa pintarnya gadis ini.

 

”Kau tahu?”tanyanya.

 

”Apa maumu?”Yong Soon balik bertanya.

 

”Eopseo…”jawab Marcus.

 

”Mempermainkanku?”tanya Yong Soon lagi.

 

“Kau berpikir begitu?”Marcus balik bertanya.

 

”Bukannya makhluk sepertimu memang seperti itu…”ucap Yong Soon.

 

Marcus tersenyum sekilas.

 

”Bagaimana kalau aku bilang…aku tulus mencintaimu…”ucap Marcus.

 

Yong Soon kaget mendengar jawaban Marcus, ada sedikit perasaan gembira mendengar perkataan Marcus tersebut namun dia buru-buru mengendalikan dirinya agar tidak semudah itu percaya pada apa yang dikatakan Marcus.

 

”Apa makhluk sepertimu bisa merasakan cinta yang tulus?”tanya Yong Soon namun dai nada bicaranya Marcus tahu kalau gadis ini tidak percaya pada apa yang dikatakannya, dia tahu tidak akan ada yang percaya jika dia benar-benar mencintai gadis ini bukan untuk mempermainkannya.

 

”Tidak…tapi berbeda denganmu…kau membuatku benar-benar jatuh cinta untuk yang pertama kalinya…”jawab Marcus sambil menatap dalam mata Yong Soon.

 

Lagi-lagi Yong Soon tidak menyangkan Marcus akan menjawab seperti itu. Yong Soon mengalihkan pandangannya ke arah lain ke arah keenam saudara Marcus yang lain.

 

”Kau sama seperti mereka”ucap Yong Soon.

 

”Ne..aku sama seperti mereka tapi kau yang membuatku berbeda..”jawab Marcus.

 

”Kau pikir aku mempercayaimu?”tanya Yong Soon lagi.

 

Marcus tersenyum.

 

”Terserah…yang jelas aku tidak akan berhenti untuk menjadikanmu milikku”ucap Marcus menatapa mata Yong Soon.

 

 

**

 

Yong Soon tidak bisa berkonsentrasi dengan pelajaran di depannya dan masih memikirkan percakapannya dengan Marcus tadi siang, semua kata-katanya masih jelas terngiang dipikiran Yong Soon, dia masih memikirkan apa dia harus mempercayai semua perkataan Marcus? Apa makhluk seperti mereka bisa dipercaya?pikir Yong Soon.

 

 

Yong Soon POV

 

”Igo…”ucap Seulong memberikanku sebuah eskrim coklat.

 

”Gomapta…”ucapku sambil mengambil es krim itu dari tangannya kemudian dia duduk disampingku.

 

Saat ini aku sedang bersama Seulong, entah kenapa aku merasa nyaman dengan Seulong terutama saat-saat seperti ini,dia sangat mengerti diriku, aku merasa nyaman dengannya asal dia tidak mengungkit masalah takdir-takdir itu.

 

”Ada yang sedang kau pikirkan?”tanyanya.

 

”Anni..”jawabku sambil menjilat es krimku.

 

”Gotjimal..aku tahu kau pasti memikirkan sesuatu…aku takdirmu jadi aku tahu…”ucapnya.

 

Aku menoleh padanya dan menatapnya tajam.

 

”Ara..ara..aku tidak akan bicara itu lagi..”jawabnya.

 

Akhirnya kami malah terdiam, tapi ini lebih baik, itu yang aku suka dari Seulong, dia akan membiarkanku seperti ini, hanya diam tanpa banyak tanya sehingga aku bisa memikirkan sesuatu dengan tenang.

 

”Yong Soon-ah…apa kau sedang dekat dengan Marcus?”tanya Seulong tiba-tiba membuatku kaget dan langsung menoleh padanya.

 

”Jangan dekati dia…”ucap Seulong mantap dan serius, apa Seulong tahu?

 

”Kau cemburu….”ucapku sambil tersenyum tipis.

 

”Bukan begitu Yong Soon-ah…hanya saja dia bukan untukmu…”ucapnya lagi.

 

Seulong juga tahu akan hal itu? Darimana dia tahu? Ah sudahlah aku sedang tidak tertarik untuk mengetahui darimana dia tahu akan hal ini. Bahkan semua orang menyuruhku menajuhinya sedangkan aku bingung harus bagaimana

 

”Ara…”lirihku sambil menatap langit.

 

 

Marcus POV

 

”Kau dalam bahaya Marcus”ucap Vincent padaku yang baru sampai di rumah, dia mentapku tajam, ara, ini pasti gara-gara Yong Soon sudah tahu siapa aku.

 

Aku berjalan melewatinya dengan santai.

 

”Ara…”ucapku.

 

”Kau masih bisa santai setelah mengetahui hal ini?”tanya Vincent lagi.

 

Aku berhenti dan berbalik ke arahnya.

 

”Kereom..lalu apa yang harus aku lakukan? Menghilangkan memorinya? Membunuhnya?kau pikir aku bisa melakukannya?”ucapku dengan nada tajam.

 

”Kau sudah melewati batas Marcus…tinggalkan dia”ucap Casey yang tiba-tiba sudah ada ditengah-tengah aku dan Vincent.

 

”Andweyo”ucapku menatapnya tajam dan berbalik untuk kemabli berjalan.

 

”Jangan keras kepala Marcus…kau membahayakan dirimu juga gadis manusia itu…”ucap Casey.

 

Aku tidak peduli dengan apa yang mereka katakan dan meninggalkan mereka menuju kamarku, aku tahu semua salah tapi semuanya juga sudah terlajur terjadi, aku sudah jatuh lebih dulu pada gadis itu dan aku tidak bisa kembali seperti dulu, aku mencintainya, ya dia yang bisa membuatku merasakan apa itu cinta.

 

Author POV

 

”Biarkan saja dia seperti itu…”ucap Aiden pada Casey dan Vincent yang masih menatap kesal saudaranya itu.

 

”Itu hanya akan membuatnya mati…”ucap Casey padaAiden, Aiden tersenyum sinis.

 

”Memang itu tujuannya…mana mungkin dia mau mengorbankan gadisnya itu..aku pikir dia hanya ingin bersenang-senang sebelum dia mati…”kata Aiden dengan tatapan tajam.

 

Vincent menghela nafas perlahan kemudian menghilang, Casey tidak tahu harus berkata apa lagi dan ikut menghilang seperti Vincent. Sementara Aiden hanya menatap kamar Marcus dengan banyak dugaan dipikirannya.

 

**

 

Yong Soon menatap jendela kamarnya, dia seperti menunggu seseorang datang, Marcus, dia menunggunya, dia tahu Marcus akan datang lagi malam ini. Yong Soon masih bingung dengan perasaannya sendiri pada Marcus, dia tidak tahu harus percaya atau tidak pada Marcus, sebagian dirinya ingin percaya namun sebagiannya lagi takut.

 

”Ottohke?”lirih Yong Soon.

 

Matanya menatap jam dinding di kamarnya sudah pukul 12 malam, sebentar lagi dia pasti datang. Yong Soon membaringkan tubuhnya dan menaikan selimutnya menutupi sebagian tubuhnya, lalu pura-pura memejamkan matanya dan benar saja tidak lama kemudian Yong Soon mulai merasakan kehadiran seseorang di kamrnya.

 

Marcus mendekat pada Yong Soon, sama seperti kegiatannya setiap malam memperhatikan Yong Soon yang tertidur.

 

”Kau sudah membuatku jatuh padamu…apa kau percaya itu?”ucap Marcus sambil mengelus pipi Yong Soon perlahan, jantung Yong Soon berdegup sangat kencang merasakan sentuhan Marcus dipipinya.

 

Tiba-tiba Marcus semakin mendekatkan tubuhnya pada Yong Soon dan menicum kening Yong Soon, seketika itu juga ingin rasanya Yong Soon membuka matanya dan bilang bahwa dia pun sudah jatuh pada namja di hadapannya ini. Ya akhirnya Yong Soon mengakui bahwa dia sudah jatuh pada namja ini dan tidak peduli lagi siapapun Marcus itu.

 

**

 

Sepanjang sekolah hari ini, Yong Soon seakan menyiapkan kenyataan bahwa dia memang mencintai Marcus juga dan begitu pulang sekolah Yong Soon menghampiri Marcus yang hendak keluar kelas.

 

”Aku ingin bicara denganmu”ucap Yong Soon.

 

Marcus menatapnya bingung namun kemudian Marcus tersenyum dan merangkul bahu Yong Soon berjalan keluar kelas, semua orang memperhatikan mereka di sepanjang koridor begitu juga Seulong.

 

Yong Soon dan Marcus duduk di ayunan di sebuah taman.

 

”Apa yang kau katakan kemarin benar?”tanya Yong Soon memecahkan keheningan diantara mereka berdua sejak tadi.

 

Marcus berhenti mengayunkan ayunannya dan menoleh pada Yong Soon yang masih berayun.

 

”Wae?”tanyanya.

 

”Aku hanya ingin mendengar kau mengatakannya lagi…”ucap Yong Soon.

 

Marcus tersenyum, dia tahu gadis ini memiliki perasaan yang sama dengannya. Marcus berpindah tempat dan tiba-tib sudah ada di belakang Yong Soon menahannya untuk berayun lagi, Yong Soon sedikit kaget. Marcus kembali muncul dihadapan Yong Soon dengan tiba-tiba, berjongkok dihadapannya, menatap Yong Soon dalam.

 

”Nan jeongmal saranghae Yong Soon-ah…”ucap Marcus sambil menyentuh wajah Yong Soon.

 

Marcus mendekatkan tubuhnya pada Yong Soon, Yong Soon memejamkan matanya begitu merasakan hembusan nafas Marcus di wajahnya hingga dia merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya perlahan dan hati-hati. Bibir mereka hanya bertaut satu sama lain, menyalurkan perasaan lega masing-masing bahwa mereka memiliki perasaan yang sama. Yong Soon dan Marcus tidak lagi memikirkan status mereka yang berbeda, mereka tidak peduli, mereka hanya tahu, mereka saling mencintai dan itu cukup.

 

**

 

”Semua bunga mawaritu harus dibuang”ucap Marcus sambil menganyunkan Yong Soon.

 

”Wae?”tanya Yong Soon dan tiba-tiba saja Marcus sudah berdiri di depan Yong Soon mengehentikan ayunan Yong Soon.

 

“Itu bukan dariku…kau hanya boleh menyimpan barang-barang dariku ara”ucap Marcus.

 

”Jadi kau tipe setan yang pencemburu..Marcus Cho?”Tanya Yong Soon sambil memringkan kepalanya dan Marcus mengacak rambutnya perlahan sambil tersenyum.

 

Marcus duduk di ayunan disamping Yong Soon, mata Yong Soon terus menatap wajah Marcus yang menurutnya sangat sempurna, dia suka semua yang ada pada Marcus.

 

”Wae? Apa aku sangat tampan?”tanya Marcus menoleh pada Yong Soon dan memergokinya menatap Marcus.

 

”Nde…”jawab Yong Soon sambil tersenyum.

 

”Johta…bahkan kau sampai menciumku duluan..”ucap Marcus menggoda Yong Soon dan sukses membuat muka Yong Soon memerah karena malu mengingat kejadian saat itu.

 

”Ya!kau juga..untuk apa kau setiap malam datang ke kamarku”seru Yong Soon sambil berdiri dari ayunan yang dia dudukki.

 

Marcus kaget mendengar perkataan Yong Soon, apaYong Soon tahu? Piker Marcus.

 

“Mwo?kau tahu?”Tanya Marcus.

 

“Nde…setiap malam..lewat tengah malam dan baru pulang menjelang pagi…nan arayo”ucap Yong Soon mantap.

 

Marcus menyentuh belakang lehernya, merasa malu karena aktifitasnya itu diketahui, Yong Soon menahan tawanya melihat Marcus yang malu.

 

”Ara…ara..ayo pulang..”ucap Marcus dan berjalan lebih dahulu, Yong Soon menyusulnya dan menggandeng tangan Marcus.

 

Begitu sampai di depan rumah Yong Soon, Yong Soon menatap Marcus ragu-ragu, seperti ada sesuatu yang ingin dia tanyakan.

 

“emm..kau akan datang malam ini?”tanya Yong Soon pada akhrinya, Marcus ingin tertawa melihat wajah Yong Soon yang tertunduk karena menanyakan hal itu, Marcus mendekat pada Yong Soon dan berbisik di telinganya.

 

“Tunggu aku malam ini dikamarmu Choi Yong Soon”bisik Marcus membuat muka Yong Soon memerah karena malu.

 

**

 

YongS oon menengok jam beberapa kali menunggu Marcus datang,.

 

”Menungguku?”tanya sebuah suara tiba-tiba sudah ada di hadapan Yong Soon.

 

”Ya!kau mengegtkanku”ucap Yong Soon.

 

Marcus terkekeh pelan, wajahnya masih terlihat sempurna meski lampu disini tidak terang, dia duduk di tepi tempat tidur Yong Soon.

 

”kenapa kau belum tidur? Aku kesini untuk melihatmu tidur…”ucapnya.

 

Yong Soon mengembungkan pipinya dan Marcus mencubit pipinya.

 

Yong Soon menggeser duduknya dan menepuk tempat kosong disebelahnya.

 

”Ya..kau mau merayuku Choi Yong Soon..nae namja…”ucap Marcus.

 

“Ne..keureom…wae?aku hanya ingin kau duduk disampingku”ucap Yong Soon.

 

Akhirnya Marcus naik ke tempat tidur Yong Soon dan duduk disampingnya, tiba-tiba Yong Soon merapatkan tubuhnya pada Marcus dan melingkarkan tangannya di pinggang Marcus, membuat Marcus tersentak kaget. Yong Soon merebahkan kepalanya di dada Marcus.

 

“Kau benar-benar mengujiku Yong Soon-ah..”ucap Marcus namun Yong Soon tidak peduli dan malah memejamkan matanya, Marcus memperhatikan Yong Soon yang sudah mulai tertidur lalu dia menicum puncak kepala Yong Soon.

 

“Jal Ja..”ucapnya sambil mengusap kepala Yong Soon perlahan dan menarik selimut menutupi tubuh YongSoon.

Advertisements

3 thoughts on “FF: Fate Part 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s