FF: Our Secret Part 20 (E) END

 

 

Cast       : 1.  All of Super Junior member as theirselves

2. Viozz Shawolelf Magnae GaemGyu as Choi Yong Soon

3. Yhayank kyujong-changmin’yeppa CassieTripleshawolelf as Choi Yeon Ji

4. PriskaKyu BabyEunhyuk EverlastingFriends as Shin Rae Bin

5. Diah Widiyaningsih as Choi Je Ri

6. Dea Maulida as Min Hee Yeon

7. Riani Ps as Shin Hyo Soo

 

Couple :

Kyuhyun belongs to Choi Yong Soon

Yesung belongs to Choi Yeon Ji

Eunhyuk belongs to Shin Rae Bin

Hangeng belongs to Min Hee Yeon

Donghae belongs to Shin Hyo Soo

Ryewook belongs to Choi Je Ri

 

HanKyung POV

 

“Aku ingin tampil di acara itu hyung?!” kataku pada managerku.

 

“Tapi sebelumnya tidak ada jadwal yang menuliskan kau mengisi acara disana. lagipula kau kesini hanya sendiri, aku pikir kau ke China hanya untuk mengunjungi keluargamu dan sekedar liburan” Jawab Managerku panjang lebar.

 

“Aku ingin mengisi acara disana bukan urusan pekerjaan hyung, tapi lebih ke urusan kehidupan. Ayolah, kau pasti mengerti” bujukku padanya.

 

Managerku itu tampak berpikir panjang, aku menatapnya dengan penuh harap kalau dia akan mengabulkan permintaanku. “Ne baiklah, ini karena urusan kehidupan. Kapan dan dimana acaranya?” tanyanya kemudian.

 

“Chinca hyung??” tanyaku tidak percaya dengan kata-katanya, reflex langsung saja aku memeluknya saking senangnya aku. Ini berarti aku bisa bertemu dengan Hee Yeon dengan alasan aku mengisi acara untuk acara pernikahan sepupunya itu. sekarang tinggal bagaimana caranya aku memikirkan agar bisa berbicara empat mata dengannya.

 

 

 

Author POV

 

“Ada apa denganmu..?? tidak biasanya kau diam seperti itu” Tanya Donghae di tengah perjalanan. Dia memang sedang mengantar Hyo Soo untuk pulang ke rumahnya dari rumah sakit menjenguk Rae Bin.

 

Hyo Soo hanya menggelengkan kepalanya.

 

“Ceritakanlah padaku kalau kau punya masalah chagi….” Bujuk Donghae pada Hyo Soo. Karena Donghae sangat hafal denga sikap yeojachingunnya itu, dan tidak biasa-biasanya Hyo Soo sangat diam dan tidak berkonsentrasi dengan keberadaan Donghae di sampingnya.

 

“Aniya oppa. Tidak ada masalah apa-apa. Aku hanya ingin cepat sampai di rumah saja” jawab Hyo Soo seadanya.

 

Donghae yang sangat hafal sifat Hyo Soo pun tidak menanyakan apa-apa lagi. dia tau kalau mode yeojachingunya itu sedang jelek.

 

 

 

Seminggu Kemudian……

 

 

Rae Bin POV

 

Tak ada warna lain yang kulihat selain putih, semuanya tampak putih dan aku tidak tahu sekarang aku berada dimana, rasanya sangat sulit menemukan jalan kembali saat semua pelosok yang kau temui tampak sama. Aku terus mencari jalan keluar tetapi nihil, tak ada tanda-tanda aku dapat pergi dari ruangan kosong tak berpenghuni ini.

 

Sayup-sayup dapat kudengar sekelompok orang sedang membicarakan sesuatu. Sebuah suara yang sangat familiar. Suara sangat lembut dan dekat di pendengaranku. Hal itu membuatku semakin bersemangat untuk menemukan jalan kembali. Aku sangat merindukan suara itu.

 

“Aku sudah menghubungi orang tua eonnie kemarin. Mereka sampai kesini kira-kira hari ini”

 

“Baguslah, mereka memang harus tahu keadaan Rae Bin” suara lembut itu terdengar jelas lagi di pendengaranku.

 

“Tapi oppa…..”

 

“Gwenchana. Aku akan baik-baik saja meskipun mereka akan marah besar padaku”

 

“Tenang lah oppa. Kami akan membantumu menjelaskan semuanya pada orang tua eonnie”

 

Kini aku sadar akulah yang menjadi objek pembicaraan mereka. Aku sangat yakin Hyukkie ada disampingku, dari nada suaranya terdengar sebuah perasaan bersalah. Hyukkie-ya aku disini, aku akan menemukan jalan untuk menemukanmu.

 

“Rae-ya. Aku akan selalu menjagamu.” Bisiknya.

 

Selanjutnya aku merasakan sesuatu menyentuh tanganku meskipun aku tidak dapat melihatnya. Di ruangan putih ini hanya ada aku, aku mengamati tanganku yang serasa disentuh oleh seseorang. “Hyukkie-ya… Mianhae, aku belum bisa menemukan jalan untuk kembali” gumamku. Aku meringkuk sambil terus memegangi tanganku yang disentuh olehnya. Tanpa terasa airmataku mengalir.

 

“Ada airmata. Rae-ya kau menangis? Apa kau bisa mendengar suaraku? Ayolah cepatlah sadar Rae-ya, aku menunggumu disini!!” suara lembut itu kembali terdengar, kali ini suaranya terdengan lebih menuntut dan penuh harapan.

 

“Aku disini Hyukkie-ya, aku bisa mendengarmu” sahutku, tapi tentu saja dia tidak bisa mendengar suaraku.

 

 

 

Eunhyuk POV

 

Tiba-tiba saja aku melihat tetesan air dari sudut mata Rae Bin, itu seperti airmata dan tampaknya memang airmata. Apa Rae Bin menangis?, entah mengapa aku langsung yakin kalau Rae Bin dapat mendengar suaraku dan yang lainnya.

 

“Ada airmata. Rae-ya kau menangis? Apa kau bisa mendengar suaraku? Ayolah cepatlah sadar Rae-ya, aku menunggumu disini!!” kataku penuh harap. Aku terus saja menggenggam tangannya, memberikannya semangat agar dia membuka matanya.

 

Aku semakin bersemangat ketika melihatnya mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Je Ri, Teukie hyung dan Shindong hyung pun mulai merapatkan tubuh mereka ke pinggir tempat tidur Rae Bin tatapan mereka pun memancarkan sorotan penuh harap.

 

 

 

Hee Yeon POV

 

“Selanjutnya kita saksikan penampilan yang paling di tunggu-tunggu dari HANKYUNG SUPER JUNIOR” terdengar suara MC yang sangat bersemangat saat mengucapkan kata ‘Hankyung Super Junior’. Mwo?? Apa katanya tadi? Hankyung Super Junior?, bagaimana bisa?.

 

Aku langsung tersentak begitu menyadari kalau tadi aku tidak salah dengar. Apalagi melihat para undangan yang semakin merapat ke pinggir panggung. Ini acara pernikahan sepupuku kan? Tapi bagaimana bisa ada Honey disini?. kenapa tidak ada yang memberitahuku kalau Honey jadi bintang tamu disini. Aiiiisssshhh, Ige Mwoya..???.

 

“MIanhae Hee Yeon-ah, sepertinya kita lanjutkan pembicaraan kita setelah ini. aku ingin melihat Hankyung dulu” kata seseorang di sampingku, dia temanku waktu SMA dan kami bertemu lagi disini karena dia juga teman sepupuku. Bahkan dia saja sampai meninggalkanku hanya agar tidak ketinggalan menyaksikan penampilan Honey.

 

Aku hanya melihatnya dari jauh, aku tidak berani kalau harus mendekat ke panggung, takut kalau kontak kami akan disadari oleh orang lain. Ini saja aku sering beradu pandang dengannya, sesekali dia malah mengedipkan matanya ke arahku, sedangkan aku hanya cemberut melihatnya. Dia menyayikan lagu Marry U dengan ceria.

 

 

 

Author POV

 

“RAE BIIINNN-AH”  kata seorang wanita paruh baya yang langsung menghambur kea rah Rae Bin dan memeluknya.

 

“Je Ri-ya kenapa kau baru menghubungi ajuhma??” kata wanita paruh baya yang tak lain adalah eomma Rae Bin itu pada Je Ri.

 

“Mianhae ajuhma” kata Je Ri sambil tertunduk.

 

“Eomma jangan salahkan Je Ri. Aku yang pernah meminta Je Ri untuk tidak langsung menghubungi eomma kalau ada apa-apa” Bela Rae Bin yang telah sadar.

 

“Dasar kau ini” nyonya Shin menepuk bahu anaknya itu.

 

“Tapi kau baik-baik saja kan Rae Bin-ah?? Kami sangat mengkhawatirkanmu saat mendapat kabar dari Je Ri. Kata Je Ri keadaanmu kritis” sahut seorang pria paruh baya yang taka lain adalah appa Rae Bin, dia berdiri di belakang nyonya Shin. Wajahnya tampak lebih tenang daripada nyonya Shin.

 

Tiba-tiba saja mata Nyonya Shin tertuju pada sosok Eunhyuk yang sedang memegang mangkuk berisi makanan. Sebelumnya Eunhyuk memang sedang menyuapi Rae Bin makan.

 

“YA!!!! Pasti kau yang menyebabkan anak ku kecelakaan.” Tuduh Nyonya Shin pada Eunhyuk, Eunhyuk langsung saja membelalak kaget dengan tuduhan Nyonya Shin tapi dia juga tidak bisa berbicara apa-apa karena memang tuduhan itu benar.

 

“Mianhae eommanim” lirih Eunhyuk.

 

“Sudah kubilang padamu Rae Bin-ah. Eomma tidak setuju kau dengan dia. Berhubungan dengannya akan membuatmu celaka, kau itu anak kami satu-satunya” kata Nyonya Shin pada Rae Bin.

 

“Eomma…..” kata Rae Bin dengan nada protes.

 

“Kau ini,” kata Nyonya Shin sambil mendengus kesal.

 

“Sudahlah yeobo, anak kita dan Hyuk Jae saling mencintai. Kenapa tidak dicoba untuk merestui mereka” kata Tuan Shin angkat bicara.

 

“Aiiiissshhh kau ini sama saja. Anak kita telah celaka kau masih santai-santai saja” jawab Nyonya Shin pada Tuan Shin.

 

“Eommanim aku akan menjaga Rae Bin. Aku tidak akan membuatnya celaka lagi. aku berjanji” Sahut Eunhyuk di tengah perdebatan Nyonya Shin dan Tuan Shin. Eunhyuk tampak membungkuk lama.

 

“Aiissshhh entahlah” kata Nyonya Shin selanjutnya. Dia tidak tahu harus berbicara apa lagi, dia pun segera melangkah keluar ruang inap Rae Bin.

 

“Appa harap kau mengerti sikap eommamu itu. biarkan dia tenang dulu.” Kata Tuan Shin pada Rae Bin sebelum akhirnya menyusul istrinya.

 

Baru saja Nyonya Shin membuka pintu kamar ruang inap anaknya, tetapi dia sudah disambut dengan lampu-lampu blitz yang mengarah ke dirinya sehingga matanya sedikit silau, dibelakangnya pun telah berdiri Tuan Shin. Baru saja Nyonya Shin mulai terbiasa dengan sinar lampu-lampu blitz itu, berbagai pertanyaan pun telah memberondong dirinya.

 

“Maaf Nyonya apa di dalam ada Eunhyuk Super Junior??” Tanya seorang namja berumur sekitar tiga puluhan pada Nyonya Shin.

 

“Apa sebenarnya hubungan Eunhyuk Super Junior dengan pasien yang di dalam itu? yang lain pun ikut bertanya.

 

“Dengar-dengar yang di dalam itu adalah yeojachingu Eunhyuk Super Junior. Jwesonghamnida nyonya, bisa jelaskan pada kami??” pertanyaan selanjutnya dari orang yang berbeda lagi.

 

Nyonya Shin tampak berdeham dan membenarkan penampilannya terlebih dahulu sebelum akhirnya mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Netizen tersebut.

 

“Pasien yang di dalam itu adalah anakku, anakku memang berhubungan dengan Eunhyuk Super Junior. Kuharap kalian tidak menganggunya karena dia masih sakit saat ini. mungkin informasi selanjutnya kalian bisa tanyakan sendiri pada Eunhyuk Super Junior.” Jelas Nyonya Shin pada netizen-netizen itu.

 

Disisi lain Eunhyuk yang mendengar pengakuan dari Nyonya Shin itu langsung melonjak-lonjak kegirangan. Nyonya Shin telah mengaku pada netizen kalau Rae Bin memang berhubungan dengannya itu berarti sinyal positif dari eomma Rae Bin telah di dapat. “Rae Bin-ah, kau dengar itu?? Itu berarti eommanim telah menyetujui kita?” kata Eunhyuk tak percaya.

 

Rae Bin hanya tersenyum dan mengangguk kecil.

 

“Aku akan keluar menemui mereka dan orang tuamu” kata Eunhyuk selanjutnya. Baru saja Rae Bin hendak berkata-kata tetapi Eunhyuk telah keluar.

 

Tak berbeda jauh dengan Orang tua Rae Bin tadi, Eunhyuk pun langsung di berondol jeprat-jepret kamera dan berbagai pertanyaan dari para netizen. “Baiklah akan aku jelaskan. Yang di dalam itu memang yeojachinguku, tapi kumohon dengan sangat pada kalian jangan ganggu dia saat ini karena dia sedang sakit. Mungkin nanti aku akan memperkenalkannya pada kalian semuan. Gamsahamnida” Jelas Eunhyuk sambil membungkuk pada netizen itu di akhir kalimatnya. Kemudian dia pun langsung mengejar langkah orang tua Rae Bin.

 

Eunhyuk melihat bayangan orang tua Rae Bin di ujung koridor, buru-buru dia pun langsung mengejar mereka. Begitu tepat berada di hadapan orang tua Rae Bin, Eunhyuk langsung saja membungkuk pada mereka. “EOmmanim aku telah mendengarnya tadi. Gomapta telah memberiku kesempatan” Kata Eunhyuk.

 

Tuan Shin pun menepuk bahu EUnhyuk. “Jaga Rae Bin baik-baik. Dia anak kami satu-satunya” pesan tuan Shin pada Eunhyuk, dengan sigap dan tanpa berpikir panjang pun EUnhyuk langsung mengangguk. Kemudian tatapannya pun beralih pada Nyonya Shin yang tidak mengeluarlan sepatah kata pun. Eunhyuk memberikan tatapan mengharap pada NYonya Shin, pandangan mereka beradu hingga akhirnya NYonya Shin mengangguk kecil tetapi terlihat yakin. Eunhyuk masih terdiam di tempatnya berdiri, sedangkan orang tua Rae Bin kembali melangkah meninggalkan EUnhyuk di tempatnya.

 

 

 

Yong Soon POV

 

Hari ini aku menjenguk Rae eonnie, aku senang dia sudah ada kemajuan yang lumayan drastis. Rasanya tidak sia-sia Eunhyuk oppa menjaga Rae eonnie selama ada waktu kosong. Akhir-akhir ini aku memang jarang melihat pasangan Donghae oppa dan Hyo Soo eonnie, mungkin karena kesibukan mereka. Masalah Yeon Ji dan Yesung oppa pun aku malah tidak pernah lagi melihat mereka berdua. Selama Rae eonnie di rumah sakit, kalau Yesung oppa menjenguk Yeon Ji tidak datang, Yeon Ji menjenguk giliran Yesung oppa yang tidak datang, pasangan itu memang aneh.

 

Aku hanya berjalan mondar-mandir di kamarku. Entah mengapa aku merasa tidak nyaman. Aku gelisah, tapi aku pun tidak tahu apa yang membuatku gelisah. Rasanya jenuh, aku bosan dengan aktivitasku disini bukan karena aku tidak suka disini tetapi mungkin saat ini aku telah di batas kejenuhanku. Aku rindu eomma dan appa di Inggris. >_

 

Tanpa pikir panjang pun aku langsung memencet beberapa tombol di ponselku yang segera menghubungkanku pada kedua orang tuaku disana.

 

“Yoboseyo Yongie” suara lembut penuh kasih sayang iu menyapaku, itu suara eomma yang sangat aku rindukan.

 

“Eomma…” rengekku manja pada eomma.

 

“Wae chagi? Kau ada masalah disana?” Tanya eomma yang mulai cemas dengan rengekanku.

 

“Aniya, semua orang disini baik padaku. Hanya saja aku sangat merindukan eomma” rengekku lagi.

 

“Eomma juga sangat merindukanmu” balasnya.

 

“Eomma, besok aku ingin pulang ke Inggris” kataku mantap.

 

“Mwo?? Kenapa mendadak sekali?” Tanya eomma yang sedikit terkejut dengan kata-kataku.

 

“AKu ingin segera bertemu dengan eomma dan appa. Aku tidak tahan kalau harus terus gelisah memikirkan kalian saking rindunya aku pada kalian” jelasku pada eomma.

 

Eomma terkekeh pelan mendengar aduanku. “Yasudah kalau itu maumu, tapi yang jelas kau harus bicara dulu pada ajuhma dan ajuhssi mu disana”

 

“Siap boss. Saranghae eomma, saranghae” kataku penuh semangat padanya.

 

“Na ddo saranghae Yongie” jawab eomma. Kemudian telpon kami pun terputus. Lega rasanya telah bicara pada eomma, besok aku akan pulang ke Inggris itu berarti mala mini aku harus berbicara pada eomma dan appa, maksudnya eomma dan appa Minho oppa.

 

Aku pun melangkah menuruni tangga menuju ruang tengah untuk menemui eomma dan appa yang biasanya suka berkumpul. Kulihat mereka sedang mengobrol dan sesekali bercengkrama, harmonis sekali..^^ aku pun melangkah mantap menghampiri mereka.

 

“kenapa mendadak sekali ingin pulang ke Inggris?” Tanya eomma padaku saat aku menjelaskan semuanya pada mereka. Lebih tepatnya eomma Minho oppa, tapi bagiku mereka sudah kuanggap seperti orang tuaku sendiri makanya tak heran jika aku memanggil mereka dengan sebutan eomma dan appa juga.

 

“Tidak ada masalah apa-apa kok eomma. Hanya saja aku sedang sangat merindukan eomma dan appa di Inggris. Aku pulang kesana hanya untuk beberapa hari, karena aku kan juga masih ada kuliah” jelasku lagi.

 

“Yasudah kalau begitu, kau harus hati-hati. Besok Minho akan mengantarmu ke bandara” kata appa.

 

“Tidak usah, minho oppa juga bukannya sedang sibuk. Aku bisa pergi sendiri” kataku mencoba untuk meyakinkan mereka kalau aku akan baik-baik saja. Yang ada malah aku akan semakin terancam bahaya jika ketahuan kalau aku pergi dengan seorang Choi Minho. Tidak anak, tidak orang tua kenapa mereka terlalu overprotective sekali. “Tapi aku akan menghubungi Minho oppa kalau aku akan pulang ke Inggris untuk beberapa hari kedepan” lanjutku. Karena aku ingat, seorang Choi Minho pasti akan marah besar jika aku tidak memberitahunya apalagi kalau dia menemukan tiba-tiba saja aku tidak ada di rumah. Habislah aku kena ocehannya begit pulang dari Inggris nanti.

 

Aku merebahkan tubuhku di tempat tidur sambil memainkan ponsel dan memencet beberapa tombol yang akan menghubungkan aku dengan Minho oppa.

 

“Yoboseyo” sahut seseorang di seberang sana yang tak lain adalah Minho oppa.

 

“OPPAAA” teriakku iseng. Aku memang suka sekali menjahilinya, itu pekerjaan yang menyenangkan. >_

 

“Yaaaa Yongie!!!! Bisa tidak, tidak pakai teriak seperti itu..” kata Minho oppa kesal.

 

Aku hanya bisa terkekeh, bayangan wajah kesalnya terbayang di otakku dan itu bagiku sangat lucu. Oppa kau ingin oleh-oleh apa dariku?” tanyaku yang membuka topic pembicaraan baru.

 

“Oleh-oleh..??” kata Minho oppa bingung, nada suarannya tampak berpikir.

 

“Besok aku akan ke INggris, jangan Tanya mengapa alasannya tak lebih dari karena aku sangat merindukan orang tuaku. Jadi kau ingin oleh-oleh apa setelah aku pulang nanti?” jelasku padanya sebelum dia mulai mengelurakan banyak pertanyaan padaku.

 

“Kenapa mendadak sekali?, kalau begitu besok aku akan pulang dan mengantarkanmu ke bandara. Terserah kau saja ingin membawakanku apa, yang jelas kau harus pulang dengan selamat. Ara??!!!!” ujarnya.

 

Aaaiiissshhh  sifatnya over protectivenya itu mulai kambuh lagi. “Ne ara..” jawabku seadanya.

 

 

 

Hee Yeon POV

 

Saat aku sedang berbincang dengan sepupu-sepupu jauhku tiba-tiba saja seseorang dari arah belakang tirai menarik tanganku hingga aku hampir saja terjengkang. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali menuruti langkahnya untuk beberapa saat ini. dia melepaskan tanganku ketika ami berada di r\taman belakang rumah yang sepi.

 

Cahaya yang redup membuatnya tidak terlihat dengan jelas dimataku, tapi dengan melihat bayangannya saja pun aku sudah yakin kalau itu Honey.

 

“Kenapa tidak memberi kabar kalau kau pergi ke China?” tanyanya tanpa basa-basi.

 

“Kenapa kau bisa ada disini?” aku balik bertanya, karena aku pun juga penasaran kenapa tiba-tiba dia menjadi bintang tamu di acara pernikahan sepupuku.

 

“dia tersenyum tipis padaku. “Kau tidak bisa menyembunyikan apa pun dariku Haneul” jawabnya, itu bukan jawaban yang kuharapkan.

 

Aku cemberut dengan tingkahnya yang sok misterius itu. bagiku ini hal bodoh yang dia lakukan, kalau orang melihat kami bagaimana?. “Aku kedalam dulu, kalau orang melihat kita berdua bisa berbahaya” kataku pasrah, kalau dia tidak akan menjawab pertanyaanku tadi dengan baik.

 

Aku membalik badanku dan melangkah hendak meninggalkannya, tapi dia lebih dulu menarik tanganku dan menggiringku masuk ke dalam kembali. Kini aku bisa merasakan semua mata tertuju pada kami berdua. Aku tidak menyangka kalau dia malah akan membawaku ke atas panggung.

 

“Aku ingin menjelaskan sesuatu” katanya dengan wajah yang berseri-seri berbanding terbalik sekali denganku yang merasa mulas dengan tingkahnya ini. apa yang dia lakukan? OMO… 0.O

 

Kulihat dari segerombolan orang yang menatap kami dengan penuh penasara, eomma malah melihat kami sambil tersenyum, entah apa maksudnya ini. aiiisshhh aku bisa gila.

 

“AKu dan Min Hee Yeon gadis di sampingku ini, kami saling mencintai dan telah menjalin hubungan selama kurag lebih dua tahun. Selama ini kami menutupinya dengan rapat, tapi hari ini, di hadapan kalian semua aku mengungkapkan perasaanku yang terdalam. Aku sadar kalau aku tidak bisa hidup tanpanya” jelas HanKyung.

 

Aku membelalakkan mataku lebar. Dia membalikkan badannya agar berhadapan denganku, diraihnya tangan kananku dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya tampak merogoh mencari sesuatu dari dalam saku celananya. Dia membuka kotak kecil itu kemudian mengambil sebuah benda kecil berbentuk lingkaran yang tak lain adalah sebuah cincin. “Min Hee Yeon. Maukah kau menjadi seseorang yang sangat berharga di hidupku yang akan menemaniku sepajang hidupku??” tanyanya dengan tatapan yang lembut.

 

Aku manarik nafas dalam sebelum menjawab, untuk menenangkan diri. Aku tersenyum, “Ne, aku mau” jawabku malu-malu tapi penuh keyakinan.

 

Dia pun tersenyum, kemudian dia memasangkan cincin yang di pegangnya itu ke jari manisku. Semua orang tampak bertepuk tangan, dan kami pun langsung di serang dengan lampu-lampu blitz kamera yang mengambil gambar kami. “Kelakuanmu ini sungguh gila, aku yakin besok kita pasti sudah menjadi berita utama di infotaiment” bisikku padanya.

 

“Aku gila karenamu Haneul” jawabnya santai, sontak aku pun mencubit lengannya. Dia mengaduh, padahal cubitanku tidak terlalu keras, kurasa dia sengaja. Dasar >_

 

 

 

Hyo Soo POV

 

Aku berjalan mondar-mandir di kamarku. Waktu semakin sempit, sedangkan aku belum berbicara mengenai hal ini pada Donghae oppa. Nan ottokhe..?? aku bingung. Rasanya berat sekali jika harus menjelaskannya pada Donghae oppa, tapi mau tidak mau aku harus mengatakannya.

 

Aku pun segera menelponnya.

 

“Yoboseyo Hyo Soo-ya” kata Donghae oppa di seberang sana, tidak butuh waktu lama bagiku untuk menunggunya mengangkat telpon.

 

“Yoboseyo oppa” balasku.

 

“Wae chagi? Tumben sekali kau menelponku malam-malam seperti ini?” tanyanya.

 

“Oppa aku ingin aku bicaraan denganmu tapi tidak melalui telpon. Apa kau kita bisa bertemu besok?” tanyaku tanpa basa-basi.

 

“Tentu saja…” jawabnya belum selesai.

 

“Baiklah oppa, sampai bertemu besok. Annyong” ujarku memotong  kata-katanya.

 

 

 

Yeon Ji POV

 

Hari ini aku senang, tapi juga cemas. Aku senang karena Rae eonnie telah sadar dan beberapa hari lagi dia telah boleh pulang, tapi yang aku cemaskan hari ini Siwon oppa akan mengajak Yeppa menjenguk Rae eonnie. Aku gugup menemui Yeppa, rasanya dulu aku tidak seperti ini. kenapa untuk bertemu dengannya saja aku menjadi gugup sepeti ini?. kemarin seharian aku telah latihan memasak dengan ajuhma, aku pun memasak makanan special untuk mereka. Semoga saja hari ini hari yang baik untukku.

 

Aku pun menarik nafas panjang sebelum kahirnya aku melangkah. Aku meminta sopir untuk mengantarkanku ke rumah sakit tempat Rae eonni di rawat. Aku melangkah meyusuri koridor hingga akhirnya aku sampai di kamar inap Rae eonnie.

 

Aku pun masuk ke ruang inap Rae eonnie, diluar dugaanku bahkan yang berkunjung lebih ramai dari yang kubayangkan. Disini sudah ada Je Ri, Eunhyuk oppa, Wookie oppa, Teukie oppa, Heechul oppa, Shindong oppa, Siwon oppa and the last but not least Yeppa. Tiba-tiba saja aku merasa sulit bernafas ketika melihatnya yang sedang duduk di sofa sambil memperhatikan ponselnya. Kenapa sulit sekali untuk bersikap biasa? Padahal dengan yang lain pun aku dengan mudahnya untuk bersikap biasa.

 

“Yeon Ji-ya..” sambut Rae eonnie padaku sambil menelentangkan kedua tangannya, aku tau maksud Rae eonnie aku pun menghambur ke pelukannya.

 

Beberapa saat kami berpelukan. “Bagaimana keadaan eonnie?” tanyaku

 

“sudah semakin membaik” jawabnya sambil tersenyum, “Apa yang kau bawa Yeon Ji-ya?” Tanya Rae eonnie sambil melirik ke kantong yang kubawa.

 

“Ini makanan untuk eonnie, kemarin aku belajar memasak dengan ajuhma” jawabku, sebenarnya aku memamasak untuk siapa pun yang ada. Tapi berhubung jumlah orangnya tidak sesuai bayanganku, kurasa ini tidak akan cukup, apalagi ada Shindong oppa juga. >_

 

“Waaahhh, menarik sekali. Tapi sayangnya barusan saja aku sudah makan. Padahal aku ingin sekali menyicipi masakan Yeon Ji” jawab Rae eonnie dengan ekspresi bersalah.

 

“Tenang saja. Masih ada Yesung hyung, sari semalam dia belum makan, jadi kurasa pasti dia sangat lapar” sahut Siwon oppa.

 

Mendengar namanya di sebut Yeppa mendongak kea rah Siwon oppa dan kearahku, beberapa detik pandangan kami bertemu. “Benar kata Siwon oppa, sana berikan bekalnya pada Yeppa” balas Rae eonnie dengan sedikit mendorong tubuhku agar aku menghampiri Yeppa. Aaaiissshhh sepertinya mereka sangaja sekali. T_T

 

Aku melihat tatapan mata mereka semua tertuju padaku. Dengan ragu-ragu aku megahmpiri Yeppa yang masih duduk di sofa, aku berdiri di depannya sambil mengulurkan bekal makanan yang kubuat sambil sedikit tertunduk. “Yeppa, ini bekal makanan untukmu, kuharap kau mau memakannya” kataku dengan senyum yang di paksakan karena aku lupa bagaimana caranya tersenyum.

 

Yeppa tampak berdiri, dia meraih bekal makananku yang membuatku sedikir lega. Kemudian detik berikutnya dia menarik tanganku, entah kemana dia akan membawaku tapi anehnya aku malah tidak memberontak.

 

Dia melepaskan tangannya begitu kami sampai di atap rumah sakit. Dari sini aku dapat melihat pemandangan kota Seoul yang cantik. “Yeon Ji-ya” ujar Yeppa, aku sempat lupa ada Yeppa di sampingku karena begitu terpesonanya aku dengan pemandangan di depan kami.

 

Aku menoleh padanya sepertinya aku sudah tidak sekaku tadi, setidaknya dadaku tidak sesak lagi.  “Yeon Ji-ya apa arti dari semua ini?” tanyanya dengan tatapan yang tajam menembus mataku.

 

Aku menunduk tidak berani menatap matanya, tapi dia malah menganggkat daguku agar aku menatapnya. “Apa arti dari semua ini Yeon Ji-ya?” ulangnya.

 

“aaa.. Aaakuu” kataku terbata-bata.

 

“Kau tahu kalau aku sangat mencintaimu. Jangan buat aku tersiksa. Bagiku, hubungan kita kalau bukan kekasih anggap kita tak pernah kenal. Aku tahu ini mungkin kekanak-kanakan atau egois, tapi dengan adanya kau disampingku dan membayangkan kalau kita tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi itu sangat menyiksaku” jelasnya panjang lebar.

 

Bodohnya aku, aku malah tidak sanggup mengatakan sepatah katapun, lidah ini rasanya kaku sedangkan airmataku mulai mengalir mendengar perkataannya. Kami terdiam untuk beberapa saat. Kemudian aku melihat dari ekor mataku dia mulai melangkah berbalik hendak meninggalkanku sendiri. “Oppa jamkanman!!” kataku menghentikan langkahnya.

 

Aku setengah berlari menghampirinya dan memeluk tubuhnya dari belakang. Bisa kurasakan dia sedikit menegang begitu tiba-tiba aku memeluknya, tetapi detik berikutnya dia sudah bisa membiasakan diri. “Mianhae, jangan bicara seperti tadi lagi. itu membuatku takut” kataku di tengah airmata yang mengalir.

 

“Yeon Ji-ya kau menangis??” tanyanya mulai khawatir, karena airmataku yang menetes membasahi pakaian di bagian punggungnya.

 

Aku hanya mengangguk lemah mengiyakan pertanyaannya. Hanya dengan sekali sentakan dia membalik tubuhnya dan mendekapku. Sontak saja tangisanku semakin menjadi. “Uljima” gumamnya sambil mengelus rambutku.

 

“Kumohon yang berkata seperti tadi lagi, itu membuatku takut oppa. Karena aa…aaa..aa..kk..aa..kuuuu” kataku dengan ternbata-bata.

 

Dia merenggangkan pelukannya, mencoba untuk menatap wajahku. “Aku kenapa..??” Tanyanya sedikit menuntut.

 

“aa..aaku. aku.aku” aaaiiss susah sekali untuk mengatakannya.

 

“Wae Yeon Ji-ya??” tuntut Yeppa lagi.

 

“Aku mencintai oppa” kataku sengan lirih dan tanpa jeda.

 

“Mwo?? Aku tidak bisa mendengar degan jelas. Kau tau kan angin disini sangat kencang Yeon Ji-ya” katanya lagi.

 

Aku kesal jika harus mengulanginya lagi. “KARENA AKU MENCINTAI OPPA” ucapku dengan lantang.

 

Dia tampak tersenyum penuh arti. “Aku sudah tahu” jawabnya enteng.

 

Apa maksud kata-katanya itu, dia sudah tahu?. Berarti dia sengaja mengerjaiku?. Aaaiissshh Yeppa sungguh menyebalkan. “Yaa oppa!!! Kau sungguh menyebalkan.” Kataku sambil mengerucutkan bibirku. Dia mencubit pipiku dan tertawa, memang dasar menyebalkan. >_

 

 

 

Author POV

 

“Aku tidak bisa memungkiri aku memang sedih mendengarnya” gumam seorang namja tampan pada yeoja di sampingnya.

 

“Aapa boleh buat oppa. Aku harus menjalankan ini demi appa dan masa depanku. Aku akan melanjutkan pendidikanku di Kanada selama kurang lebih 4 tahun disana” jawab yeoja itu.

 

“Ara. Kapan kau pergi Hyo Soo-ya?” Tanya namja yang tak lain adalah Donghae itu.

 

“Aku pergi minggu depan” jawab Hyo Soo dengan penuh rasa menyesal. “Aku sangat mencintai oppa. Tapi masa depanku juga penting. Andai aku tidak dihadapkan dengan pilihan ini…” lanjut Hyo Soo.

 

“Gwenchana Hyo Soo-ya. Na ddo saranghae. Aku akan menunggumu hingga kau pulang. 4 tahun waktu yang tidak terlalu lama. Asal kau berjanji padaku akan terus memberi kabar selama disana” sahut Donghae dengan menyunggingkan senyumannya yang khas. Dia tahu yeojachingunya itu sedang butuh dukungan. Sebisa mungkin dia berusaha agar dia tidak terlalu tampak sedih padahal di dalam hatinya dia merasa sangat sedih akan berpisah dengan Hyo Soo seminggu lagi.

 

“Ne, aku akan menghubungi oppa. Oppa jangan nakal ara?!!”

 

“Dihatiku hanya ada kau. Aku tidak bisa melihat gadis lain selain dirimu, kau harus percaya itu” jawab Donghae. Hyo Soo pun mengangguk, dia yakin kalau Donghae akan memegang kata-katanya itu.

 

Donghae menarik kepala Hyo Soo agar bersandar di bahunya. “Lihatlah langitnya indah bukan? Setiap liburan kau harus pulang dan aku akan mengajakmu kesini” jelas Donghae sambil menunjuk matahari yang mulai tenggelam di tengah bunyi deburan ombak yang sekalu bersahabat di pendengaran mereka. Hyo Soo mengangguk dan memejamkan matanya, merasakan hangatnya sinar matahari yang hampir tenggelam dan bau khas tubuh orang yang di cintainya itu sebelum akhirnya waktu akan memisahkan mereka untuk sementara waktu.

 

 

 

Yong Soon POV

 

Aku melangkah menuruni tangga dengan pakaian lengkap, karena aku berencana untuk pergi jalan-jalan keluar rumah. Sudah dua hari aku di Inggris tapi aku belum menyempatkan diri untuk berjalan-jalan karena rasa rinduku yang teramat sangat dengan suasana rumah dan orang tuaku.

 

“Yongie kau mau kemana?” Tanya eomma sambil menghentikan aktivitas membaca majalahnya.

 

“Aku ingin jalan-jalan eomma” jawabku.

 

“Baiklah, hati-hati dijalan. Pulanglah sebelum malam karena kita akan kedatangan tamu” sahut eomma lagi.

 

“Ne” aku mengangguk. Sebelum meninggalkan rumah aku menyempatkan diri untuk menciu, pipi eomma.  Berjalan-jalan sendirian tidak masalah bagiku, toh ini bukan pertama kalinya aku pulang kesini. Aku menghabiskan waktu dengan berkeliling kota, tak ketinggalan aku pun mengunjungi taman yang berada di tengah kota. Aku ingat betul, taman itu merupakan tempat bermainku bersama teman-teman kecilku. Mengingat masa lalu aku jadi merindukan mereka. Kira-kira sekarang mereka ada dimana yah..??. aku mencukupkan waktu jalan-jalanku ketika matahari sudah hampir terbenam.

 

“Aku pulang” kataku, saat aku melangkah masuk ke dalam rumah.

 

Eomma menyambutku dengan senyuman. “Mandilah, pakaiannya juga sudah eomma siapkan di atas tempat tidur mu. Dandanlah yang cantik, karena sebentar lagi aka nada tamu special yang mau datang” jelas eomma padaku.

 

Meskipun sedikit bingung aku pun menuruti kata-kata eomma. Tumben sekali akan ada tamu special, paling itu teman bisnis appa. Tapi tidak biasanya appa mengundang rekan bisnisnya ke rumah, biasanya mereka lebih senang membicarakan soal bisnis diluar sana.

 

Setelah dirasa cukup aku pun segera turun dan menghampiri eomma dan appa yang telah stand by di depan meja makan yang telah dihiasi atribur-atribut cantik. Aku duduk di samping eomma. “Kau sangat cantik menggunakan gaun itu, ternyata dia tidak salah pilih” komentar eomma padaku.

 

Aku mengerutkan alisku bingung. “Dia? Dia siapa eomma? Jadi gaun ini bukan dari eomma?” aku mulai tidak nyaman dengan keadaan ini.

 

“Dia calon tunanganmu” jawab appa dengan santai di seberang tempat dudukku.

 

“MWO..???” aku langsung membelalakkan mataku dengan lebar. Bagaimana bisa appa bilang ‘calon tunanganku’ sedangkan aku kesini tidak ada sama sekali pembicaraan tentang tunangan, percodohan, atau semacamnya. Bagaimana dengan namja bodoh itu?  yang aku cintai hanya dia dan tidak yang lain. Bagaimana tanggapannya nanti kalau di Inggris aku di tunangkan oleh orang tuaku.

 

“Sebentar lagi dia datang” kata appa masih dengan santainya. Lama-lama aku emosi juga dengan tingkah appa yang tidak ambil pusing. Tak lama kemudian bel pintu berbunyi, segera saja pelayan di rumahku membukakan pintunya. Kuharap itu bukan ‘dia’, rasanya aku ingin kabur, tapi waktunya sangat mepet. Nan ottokhe??

 

“Yongie, ini dia calon tunanganmu” kata eomma padaku, aku masih menunduk tidak sambil memain-mainkan kakiku. Aku tidak ingin melihatnya. “Yongie, ini calon tunanganmu sudah datang” kata eomma lagi. tapi aku tetap tidak ingin menoleh.

 

“Annyong haseyo Yongie” kata sebuah suara yang berbeda. Tapi aku rasa anku sangat mengenal suara itu. sontak saja aku langsung mendongakkan kepalaku.

 

“NOE..???????” aku terkejut dengan sosok orang yang berdiri di hadapanku.

 

 

 

Yong Soon POV

 

“Huaahahahahahahahahahahahahaha, kau tau Yongie mukamu tadi dangat lucu” katanya meledekku.

 

Aku mengembungkan pipiku kesal. “Yaaa!!! Tega-teganya kau mengerjaiku seperti itu hah!” sahutku. Aku juga heran kenapa eomma dan appa mau-mau saja menuruti ide gilanya untuk mengerjaiku seperti itu.

 

“Tapi yang tadi itu sangat lucu” katanya lagi, masih sambil tertawa.

 

“Kau pulang saja!! Kau sangat menyebalkan. Siapa suruh kau kesini” aku beranjak berdiri hendak meninggalkannya. Tapi dia malah menahan tanganku.

 

“Kau benar-benar marah?” tanyanya kali ini wajahnya menjadi serius, bagaimana caranya secepat itu dia mengubah ekspresinya seperti itu?.

 

Aku kembali duduk di balkon atap rumahku, duduk di sampingnya karena dia menahanku. Tapi wajahku tetap kujaga menngekspresikan rasa kekesalanku.

 

“Kau kira jauh-jauh dari Korea ke Inggris, menyusulmu kesini aku hanya ingin mengerjaimu seperti ini saja?” tanyanya yang membuatku berpikir. Benar juga apa katanya, mana mungkin dia dantang kesini hany untuk mengerjaiku seperti tadi.

 

“Lantas untuk apa kau kesini?” tanyaku padanya.

 

“Aku kesini untuk berkenalan dengan calon mertua. Lagipula kan kau memang tunanganku, jadi aku kesini untuk memperkenalkan diri sekalian menemui tunanganku sekaligus calon istriku CHO YONG SOON” jelasnya dengan penekanan pada namaku.

 

“Yaaa!! Nama masih CHOI YONG SOON, CHO KYUHYUN yang tampan” balasku.

 

“Masih..??, ternyata kau memang mengharapkan menjadi seorang nyonya CHO” sahutnya.

 

Aku pun kembali mengingat-ngingat kembali kata-kata yang kukeluarkan. Ternyata benar ada kata masih disana. aaaiiissshhh kenapa mudah sekali dia menemukan sesuatu dariku yang bisa dijadikannya bahan ledekan. >_<. kau=”” dari=”” sini=”” kataku=”” kesal=”” sambil=”” sedikit=”” mendorong=”” bahunya.=”” dia=”” hanya=”” tertawa=”” menyebalkan=”” sekali=”” kan=”” t_t=””>

 

 

Seminggu kemudian

 

Author POV

 

Di tengah kebahagian beberapa saudaranya, namun Donghae harus bersedih karena hari ini dia akan melepaskan Hyo SOo keluar negeri untuk menuntut ilmu.

 

“Kau jadi mengantar Hyo Soo ke bandara hari ini?” Tanya Eunhyuk pada Donghae.

 

“Tentu saja” sahut Donghae sambil menyiapkan alat-alat yang akan dipakainya dalam penyamaran.

 

“Kami akan menyusulmu ke bandara” kata Eunhyuk lagi.

 

“Ne” jawab Donghae singkat kemudian dia melangkah keluar kamar dan telah siap untuk menjemput yeojachingunya itu di rumahnya.

 

Tak lupa Donghae pun berpamitan dengan ayah HYo Soo ketika hendak mengantar Hyo Soo ke bandara. Sepanjang perjalanan, mereka mengobrol dan sesekali bercengkrama seakan semua baik-baik saja. Bagi mereka tidak ada gunanya bersedih hati karena toh mereka pun akan embali bersatu, ini hanya masalah jarak. Dan itu tidak akan menjadi masalah yang serius selama mereka saling mencintai dan saling percaya.

 

“Ingat Hyo SOo-ya. Kau harus menghubungiku setiap hari” kata Donghae tak bosan-bosannya.

 

Hyo Soo hanya terkekeh melihat kelakuan namjachingunya itu. “Ne oppa, aku akan ingat itu”

 

“Eonniieeeeeeee…….” Teriak sebuah suara dari sisi lain.

 

Hyo Soo langsung mendongak melihat ke arah sumber suara, ternyata itu Yeon JI di sampingnya pun tampak seorang namja yang penampilannya tak jauh beda dengan Donghae, memakai masker, kacamata, dan juga topi. Hyo Soo yakin itu pasti Yesung. Ternyata Yesung dapat mengubah Yeon JI, yaa walaupun sifatnya masih seperti itu namun itulah cirri khas dari dua orang yang saling mencintai ini. selang beberapa jarak Hyo Soo pun melihat Rae Bin-EUnhyuk, Je Ri-Wookie, Yong Soon-Kyuhyun dan juga Hee Yeon-Hankyung. Dia merasa pasti dia akan sangat merindukan mereka semua. Keluarga rahasianya, meskipun bisa dibilang hubungan Hee Yeon dan Hankyung bukan rahasia lagi.

 

“Gamsahamnida sudah mau datang mengantarku” kata Hyo Soo sambil membungkuk. “Aku pasti akan sangat merindukan kalian” lanjutnya setelah kembali berdiri.

 

“Eonnie, kita juga akan sangat merindukanmu” kata Yong Soon.

 

Hyo SOo pun memeluk satu persatu sahabat sekaligus saudaranya itu. pertama-tama dia memeluk Rae Bin. “Senang bisa melihatmu sembuh lagi. jaga diri baik-baik, kau tau ekspresi Eunhyuk oppa saat kau sakit, dia bahkan hampir gila” kaya Hyo Soo berbisik di pelukan Rae Bin. Rae BI tersenyum dan mengangguk mantap.

 

Pelukan HYo Soo berpindah ke Yong Soon. “Jangan suka bertengkar terus dengan Kyuhyun” pesan Hyo Soo.

 

“Ara eoonnie, jaga dirimu baik-baik disana” balas Yong Soon.

 

Selanjutnya Hee Yeon. “eonnie, chukhaeyo!! Jangan lupa undang aku di acara pernikahan kalian!” bisik Hyo Soo.

 

“Makanya, cepat-cepatlah selesaikan studimu disana agar kau bisa cepat-cepat pulang” balas Hee Yeon yang ditanggapi senyuman dari HYo Soo,

 

Kemudian Je Ri. “bahkan aku bingung ingin mengatakan apa padamu, aku bangga padamu kau yeoja chingu yang baik. Tapi cobalah untuk sedikit lebih memperhatikan kebahagiaanmu sendiri” pesan Hyo Soo pada Je Ri.

 

“Gomawo eonnie” balas Je Ri.

 

Yang terakhir, Hyo Soo memeluk Yeon Ji. “Uri maknae. Cobalah untuk menjadi lebih dewasa” kata Hyo Soo.

 

“Ne eonnie, aku akan berusaha” jawab Yeon Ji dengan senyumannya yang khas, Hyo Soo kembali tersenyum.

 

“Pesanku pada oppadeul, tolong jaga mereka” kata Hyo Soo pada namja yang ada disana. kata-kata Hyo Soo dib alas anggukan oleh mereka.

 

“Tenang saja kami akan menjaga Donghae oppa agar tidak nakal” celetuk Yong Soon

 

“AKu tidak akan macam-macam Hyo Soo-ya” kata Donghae meyakinkan Hyo Soo. Hyo Soo yang mendengar hanya tersenyum, dia yakin kalau DOnghae akan menjaga komitmen mereka begitu pun dengan dirinya.

 

“Sepertinya aku harus pergi sekarang. Annyongg” kata Hyo Soo pada semuanya sambil melambaikan tangan, sebelumnya Donghae sempat memeluk Hyo Soo sekilas.

 

Bayangan Hyo Soo pun semakin menjauh dan hilang di balik tembok yang memisahkan mereka………

 

 

THE END…

Advertisements

4 thoughts on “FF: Our Secret Part 20 (E) END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s