FF: Our Secret Part 20 (D)

 

Cast       : 1.  All of Super Junior member as theirselves

2. Viozz Shawolelf Magnae GaemGyu as Choi Yong Soon

3. Yhayank kyujong-changmin’yeppa CassieTripleshawolelf as Choi Yeon Ji

4. PriskaKyu BabyEunhyuk EverlastingFriends as Shin Rae Bin

5. Diah Widiyaningsih as Choi Je Ri

6. Dea Maulida as Min Hee Yeon

7. Riani Ps as Shin Hyo Soo

 

Couple :

Kyuhyun belongs to Choi Yong Soon

Yesung belongs to Choi Yeon Ji

Eunhyuk belongs to Shin Rae Bin

Hangeng belongs to Min Hee Yeon

Donghae belongs to Shin Hyo Soo

Ryewook belongs to Choi Je Ri

 

 

Author POV

 

Masih tidak terlihat perubahan positif dari keadaan Rae Bin dan itu juga tidak merubah sikap Eunhyuk yang semakin khawatir dibuatnya. Untuk beranjak dari samping Rae Bin walaupun untuk sekedar mengisi perut pun Eunhyuk enggan, pikirannya hanya terfokus pada Rae Bin. Member-member Super Junior yang lain pun hanya bisa prihatin melihatnya dan berusaha untuk membantu Eunhyuk sebisa mereka.

 

Sesosok yeoja berambut pendek dengan gayanya yang khas masuk ke dalam ruangan yang telah ada Eunhyuk, Je Ri, dan Leeteuk di dalamnya. Begitu yeoja itu masuk ke dalam ruangan bersama seorang namja yang dapat diketahui itu adalah Yong Soon dan Kyuhyun. Melihat Rae Bin yang terbaring kaku di atas tempat tidur Yong Soon segera saja langsung menghambur ke pinggir tempat tidur Rae Bin. Dia bergidik seolah tak percaya begitu melihat peralatan-peralatan medis yang terpasang di tubuh Rae Bin, dari alat bantu pernafasan hingga infuse. “Bagaimana bisa…” kata Yong Soon belum selesai tapi dia merasakan sebuah tangan besar milik Kyuhyun menariknya hingga dia sedikit terhuyung-huyung dan tidak ada alasan baginya untuk tidak mengikuti Kyuhyun.

 

Kyuhyun membawanya ke sudut ruangan, yang sedikit menjauhi tempat Rae Bin dan juha Eunhyuk. Dari sana Yong Soon masih dapat melihat Rae Bin.  “Jangan tanyakan mengapa di depan Hyuk hyung” kata Kyuhyun pada Yong Soon. Yong Soon hanya diam dengan pandangan yang tetap tertuju pada Rae Bin.

 

“Bagaimana bisa Rae eonnie..??” Tanya Yong Soon.

 

“Tidak usah bahas itu. yang penting kita berdoa saja untuk kesembuhannya” sahit Kyuhyun yang bingung ingin menjelaskan apa pada Yong Soon karena dia juga tidak tahu bagaimana kejadian persisnya yang membuat Rae Bin kecelakaan.

 

Yong Soon kembali menghampiri tempat tidur Rae Bin. “Rae eonnie cepatlah bangun, semuanya menjadi khawatir karenamu jadwal latihan oppadeul jadi terhambat. Bagaimana mungkin kau pernah mengatakan kalau kau tidak pernah ingin merepotkan orang lain sedangkan kenyataannya sekarang kau membuat khawatir banyak orang. Ya eonnie! Kalau kau tidak cepat bangun aku akan marah besar padamu ara..!!  kalau bisa setiap hari aku akan berusaha membangunkanmu sebagaimana kau sering sekali membangunkanku saat tidur.” Gumam Yong Soon panjang lebar, tanpa terasa airmatanya pun telah terjatuh.

 

“Bagaimana keadaannya??” Tanya sebuah suara lain.

 

“Masih belum sadar” jawab Leeteuk.

 

Yeoja yang bertanya itu pun tampak menghela nafas panjang. Wajahnya menyiratkan subuah kekhawatiran yang mendalam. Dia pun juga menghampiri pinggir tempat tidur Rae Bin, dilihatnya Yong Soon yang juga sudah duduk di depannya. Dia mengusap-usap bahu Yong Soon, langsung saja Yong Soon menoleh dilihatnya yang datang tak lain adalah Hyo SOo.

 

“Hyo Soo eonnie” kata Yong Soon.

 

“Kita harus semangat, aku yakin Rae Bin pasti tidak ingin melihat kita sedih karenanya” kata Hyo Soo. “Hyukkie oppa, Behentilah menyalahkan diri sendiri dan terus bersedih. Berusahalah untuk bersemangat demi Rae Bin” lanjut Hyo Soo pada Eunhyuk yang dari tadi hanya diam memperhatikan Rae Bin.

 

Eunhyuk yang mendengar perkataan HYo Soo, menoleh kearah Hyo Soo dan Yong Soon. Dia mencoba untuk tersenyum. “akan aku usahakan demi Rae Bin. Jongmal Gomapta” balas Eunhyuk pada kedua yeoja itu.

 

“Aku akan kembali membawakan kalian makanan” sahut Je Ri angkat bicara. Yeoja manis itu pun keluar dari ruang inap Rae Bin, bermaksud membelikan makanan untuk semua yang sedang menjaga Rae Bin.

 

Yeoja itu berjalan sendirian, dilihatnya tidak ada lagi tanda-tanda netizen lagi entah apa yang telah dikatakan Leeteuk pada para netizen itu . di tengah perjalanan di sepanjang koridor rumah sakit, Je RI melihat dua orang yang sangat dia kenal. Dua orang itu memakai segala atribut penyamaran mereka, dapat Je Ri pastikan kalau itu pasti Wookie namjachingunya dan juga Shindong. Je RI hanya sedikit membungkuk saat berpasasan pada mereka berdua tanpa mengatakan apa pun lagi, lalu dia kembali berjalan seperti biasa ke tempat yang ingin ditujunya.

 

 

 

Yong Soon POV

 

“Aku dengar Yeon JI belum diberitahu apa pun tentang ini?” Tanyaku pada siapa saja yang ingin menjawab pertanyaannya.

 

“Benar, karena dia juga sedang sakit. Khawatir malah akan memperburuk kesehatan Yeon JI saat mendengar berita ini” jawab Teukie oppa

 

Aku mendesis. “TIdak ada satu pun yang mengatakan ini pada Yeon Ji, tapi tidak ada pula satu pun yang pergi untuk menjenguk Yeon Ji dirumahnya, bisa dipikirkan bagaimana perasaannya sekarang ini” gumamku pada mereka semua. Kulihat mereka hanya bisa diam tak menjawab kata-kataku barusan, termasuk juga Wookie oppa dan Shindong oppa yang baru saja datang.

 

“Kurasa kau benar Yong Soon-ah” jawab Teukie oppa membenarkanku.

 

“Aku akan menghubunginya” sahutku, lalu aku pun keluar dari ruang inap Rae eonnie. Aku melangkahkan kakiku dengan langkah panjang.

 

“Ya! Bisa santai sedikit tidak, tidak usah terburu-buru begitu” kata sebuah suara di belakangku. Aaaaiiisshh hanrusnya aku sadar kalau namja bodoh itu pasti akan mengikutiku.

 

Aku langsung membalikka badanku. “Ya! Tidak ada waktu untuk bersantai-santai” jawabku, sedangkan dia hanya mengangkat bahunya seperti mengatakan ‘Terserah’ dengan tingkahnya itu.

 

Tanpa pikir panjang aku pun segera melanjutkan langkahku lagi.

 

 

 

Yeon JI POV

 

Dari tadi aku hanya bisa tertawa dibuatnya sampai perutku sakit. Dasar orang gila, bergaul dengan para orang gila di Super Junior membuatnya juga menjadi orang gila. Hahahaha… “Ya oppa! Berhentilah membuatku tertawa dengan sikap konyolmu itu, perutku sakit” sahutku pada Siwon oppa.

 

Aku senang Siwon oppa datang menjengukku, dia sangat menghiburku. Kulihat dia sedikit memanyunkan bibirnya, aku kembali tertawa melihatnya.

 

“Yeon JI-ya kali ini bukan salahku kau tertawa, aku sudah diam” katanya.

 

Aku mengangguk di tengah tertawaku, dia diam menungguku selesai tertawa. “Oppa gomawoyo, jongmal gomawoyo” sahutku kemudian pada Siwon oppa.

 

“Untuk apa??” tanyanya pura-pura tidak tahu.

 

“Untuk semuanya, gomawo sudah memperlengkap kebahagianku dengan kedatanganmu di kehidupanku. Aku tidak punya saudara, aku tidak tahu bagaimana rasanya mempunyai oppa. Tapi kau memberiku kesempatan untuk merasakannya, itu adalah salah satu kebahagian terbesar bagiku.” Jelasku sambil menerawang ke rerumputan hijau, kerena daritadi kami memang sedang ada di taman belakang rumahku.

 

Siwon oppa mengacak-acak rambutku. “Kadang-kadang kata-katamu itu sedikit berlebihan. Aku juga bahagia bisa membuatmu bahagia, yaaaa meskipun terkadang kau menyebalkan” kata Siwon oppa sambil terkekeh di akhir kata-katanya.

 

Aku mengembungkan pipiku kesal, dan mencubit lengannya. Dia mengaduh kesakitan, tapi kurasa itu sengaja dibuatnya berlebihan padahal aku mencubitnya tidak terlalu kuat. Lalu kami pun terdiam beberapa saat.

 

“Kalau kau memang menganggapku oppa, ceritakan apa masalahmu padaku Yeon Ji-ya” kata Siwon oppa memecah kesunyian.

 

Aku langsung menoleh menatapnya. “Kalau kau tidak mau cerita juga tidak apa-apa” lanjutnya lagi sebelum aku sempat berkata-kata.

 

“Oppa tau darimana aku punya masalah?” tanyaku

 

“Sebagai oppa yang baik  aku bisa melihatnya, apakah dengan Yesung hyung??” Tanya Siwon oppa lagi, tatapannya persis kemataku seolah mencari jawaban yang dia cari disana. aku memalingkan wajahku.

 

“Ne” jawabku singkat dan sedikir ragu-ragu.

 

“Sudah kuduga, masalah apa?”

 

“Aku yang salah. Sekarang kami tidak punya hubungan apa-apa lagi, kurasa juga Yeppa pasti tambah marah padaku karena kejadian kemarin”

 

“Wae..???” Tanya Siwon oppa semakin penasaran.

 

Aku pun menceritakan semuanya pada Siwon oppa, dari mulai insiden saat aku dan Yeppa terkhir jalan-jalan bersama, hingga kejadian saat Yeppa datang kerumahku kemarin. Sebenarnya aku bisa menangkap perubahan sikap Yeppa yang tidak suka melihat ada GiKwang di rumahku.

 

Selama setahun aku dan Yeppa bersama, itu cukup membuatku hafal dengan arti dari sikap dan perkataannya yang tersirat. Tapi entah mengapa aku malah berpura-pura tidak peka terhadapnya, aku pikir aku tidak ingin membuatnya terlalu mencintaiku dengan sering membuatnya kesal denganku. Sebelumnya aku selalu menjalin hubungan dengan seseorang tak lebih dari dua bulan saja. Dari mulai GiKwang, ChheonDong, NIckhun, hingga Lee JOnghyun. Hingga semuanya berubah sejak aku bersama Yeppa. Aku seakan lupa dengan janjiku 6 tahun yang lalu dengan cinta pertamaku. Dengan Yeppa??  Sebenarnya aku tidak pernah menyangka akan terjadi hal seperti ini, sesuatu yang membuatku sangat sakit karena tidak bersamanya.

 

Selama setahun ini mungkin tidak terhitung berapa kali aku selalu membuatnya kesal, bingung, dan marah bodohnya aku, aku melakukan itu semua agar dia tidak merasakan perasaan yang terlalu dalam padaku. Tapi kenyataannya berbeda, dia sangat sabar hingga hubungan kami bertahan selama setahun, hubungan terlama yang pernah aku jalani. Benar kata Gikwang, karena aku mencintainya. Aku dan cinta pertamaku?  Saat ini dia begitu dekat denganku, aku dapat melihatnya dengan jelas, begitupun dengannya dia dapat melihatku dengan jelas. Tapi tak ada yang berani menagih janji itu, janji yang kami buat bersama 6 tahun yang lalu. Mungkin itu karena sebenarnya dia telah menyadari kalau orang yang kucintai saat ini adalah Yeppa, yang aku sendiri tak menyadari hal itu. Bodoh bukan??

 

“Astaga Yeon JI-ya” kata Siwon oppa terkejut dan membelalakkan matanya lebar, setelah mendengar semua ceritaku.

 

“Itu benar oppa. Aku jahat bukan? Lebih baik Yeppa memang tidak bersamaku, masih banyak yeoja diluar sana yang lebih baik dari aku” sahutku.

 

Siwon oppa tampak menggeleng-gelengkan kepalanya. “Masalahnya kompleks. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu Yeon Ji-ya. Dari lubuk hatimu yang paling dalam apa kau mencintai Yesung hyung??” Tanya Siwon oppa dengan serius.

 

Aku mengangguk.

 

“Lebih daripada dia?” Tanya Siwon oppa lagi, aku menoleh padanya tak mengeri. “Maksudku lebih daripada masa lalumu itu?” lanjut Siwon oppa, begitu melihat tatapan tak mengerti dariku.

 

“Sepertinya begitu” jawabku.

 

“Aku butuh jawaban yang pasti Yeon Ji-ya, ‘Sepertinya begitu’ bukan jawaban yang pasti” protes Siwon oppa padaku.

 

“Ne oppa, aku mencintai Yeppa lebih dari masa laluku” jawabku lebih tegas.

 

“Bahkan jika kau berhadapan dengan masa lalumu itu?”

 

“Aaaaiisshh kau banyak sekali pertanyaan oppa. Ne, bahkan jika aku berhadapan dengannya, aku tetap mencintai Yeppa” jawabku lagi, karena memang itulah yang aku rasakan. Aku sering berhadapan langsung dengannya, tapi entah mengapa yang aku rasakan adalah aku selalu ingin menghindar dan takut, takut Yeppa akan tau.

 

“Johta, aku akan membantumu menyelesaikan masalah ini” Kata Siwon oppa sambil tersenyum puas padaku. Aku hanya tertunduk malu, karena aku tidak pernah mengaku seperti ini sebelumnya. Aku benar-benar merasa bodoh saat ini.

 

 

 

Je Ri POV

 

Aku melihatnya bersandar di dinding luar ruangan kamar inap Rae Bin eonnie. Aku sempat berhenti memperhatikannya sejenak, kemudian aku kembali meneruskan jalanku menuju kamar Rae eonnie. Aku berjalan meliwati dirinya yang masih bersandar di dinding. Sebenarnya aku khawatir kalau akan mengenali kalau dia adalah Ryeowook Super Junior, kenapa juga dia harus berdiri bersandar di luar ruangan seperti itu, bagaimana kalau netizen melihat?

 

“Je Ri-ya bisa kita bicara” kata seseorang di belakangku yang tak lain adalah dirinya.

 

Aku mengurungkan niatku untuk masuk ke dalam ruang inap Rae eonnie, meskipun aku telah memegang gagang pintunya.

 

Aku membalikka badanku agar dapat menatapnya.

 

“Aku rasa ada yang harus kita bicarakan, aku ingin mendengar penjelasan tentang sesuatu darimu” lanjutnya lagi setelah aku menatapnya.

 

Aku masih diam di tempatku, tidak membalas ucapannya. Langsung saja dia menarikku ke koridor yag sepi agar tidak ada yang bisa mendengar percakapan kami. setelah dirasanya tempat kami berada cukup aman untuk berbicara berdua saja dia pun melepaskan genggaman tangannya dari tanganku.

 

“aku merasa hubungan kita selama dua bulan terakhir ini menjadi dingin. Apa salahku padamu Je Ri-ya?” gumamnya dengan membelakangiku, aku tidak dapat melihat wajahnya saat dia mengatakan itu.

 

“Oppa tidak ada salah apa pun. Aku yang salah” jawabku padanya, aku tidak terima jika dia harus menyalahkan dirinya.

 

“Benarkah?. Tapi selama aku di Taiwan dengan jadwal Super Junior M kemarin kau sama sekali tidak menghubungiku, bahkan kau tidak menyempatkan dirimu untuk mengantar ke bandara sesuai janjimu. Aku tidak akan mempermasalahkan semua itu jika kau menjelaskannya padaku Je Ri-ya, aku akan mencoba untuk mengerti. Tapi sikapmu itu membuatku khawatir, aku sudah tidak bisa mempercayaimu seperti dulu lagi, terlebih lagi aku juga merasakan perubahan sikapmu itu hingga sekarang.” Jelasnya panjang lebar. Aku tahu itu kesalahanku, tapi aku punya alasan yang sulit untuk aku ceritakan padanya.

 

Aku hanya diam. Entah darimana aku harus memulai untuk menjelaskan semuanya padanya. aku bingung, aku sungguh benar-benar bingung. Rasanya aku ingin menangis. Sampai dia mengeluarkan kata-kata terakhirnya pun dia belum menatapku. Aku tahu dia sedang marah besar. Yaaa, Wookie oppa memang tidak pernah bisa marah, beginilah sikapnya saat sedang marah, dia lebih memilih untuk menyembunyikan wajahnya dan tetap menjaga suaranya agar tetap tenang dengan tidak memperlihatkan ekspresi wajahnya itu.

 

“Kenapa hanya diam?, apa kau tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku? Apa semua karena Jun Hyung sahabatmu itu Je Ri-ya?” Tanyanya beruntun

 

Baru saja aku membuka mulutku ingin bersuara untuk menjelaskan dan menjawab semua pertanyaannya tapi dia telah kembali bersuara terlebih dahulu. “Kau mencintainya….” Gumam Wookie oppa lirih, namun cukup terdengar jelas olehku. Kata-katanya itu lebih seperti pernyataan daripada pertanyaan.

 

Mendengar kalimat terakhirnya itu sungguh menyayat hatiku. bagaimana mungkin dia berpikiran seperti itu sedangkan aku hanya mencintai dirinya seorang. Aku rela bertahan menjalin hubungan yang tidak diketahui banyak orang demi dirinya. Aku mempertaruhkan perasaanku karena hanya dia yang aku cintai. Tapi dia malah menganggapku mencintai orang lain. Sungguh itu membuat hatiku sangat sakit, tanpa terasa airmataku mengalir dengan deras, kakiku lemas dan seketika itu kantong plastic berisi makanan yang kubawa daritadi terjatuh.

 

“Begitukah menurutmu oppa? Aku heran mengapa kau malah berpikiran seperti itu” kataku bergetar mencoba menjaga suaraku agar tetap stabil.

 

“Aku sudah melihat semuanya. Aku melihat saat Jun Hyung menyatakan perasaannya padamu, aku mendengar saat dia mengatakan dia telah lama menyimpan perasaan itu padamu. Lantas itu apa? Bahkan saat itu kau tidak tampak mengatakan kalau kau menolaknya. Kalau itu semua tidak benar, kalau kau tidak mempunyai perasaan padanya jauhi dia Je Ri-ya, jauhi dia demi aku. Aku tidak suka melihatmu dengannya, aku marah setiap kali kau dekat dengannya” Jelasnya panjang lebar. Nada suaranya di kalimat terkahir terdengar meminta.

 

Aku menangis terisak-isak mendengar perkataannya. Aku harus menjauhi Jun Hyung?. Aku mencintai Wookie oppa tapi aku juga menyayangi Jun Hyung, aku tidak bisa membuat Jun Hyung sedih dan terluka karena aku apalagi dia baru saja kehilangan yeodongsaengnya tercinta. Apa aku bisa setega itu? kalau boleh memilih lebih baik diriku saja yang dikorbankan daripada orang-orang di sekitarku harus menderita karena aku.

 

“Tidak bisa oppa. Jika kau memintaku untuk menjauhi Jun Hyung, mianhae aku tidak bisa melakukannya. Aku memang mencintai oppa, bahkan sangat mencintai oppa. Tapi aku tidak bisa melakukan seperti yang kau minta, bagaimanapun Jun Hyung lebih dahulu masuk di kehidupanku daripada oppa” kataku tegas di tengah tangisanku yang semakin terisak.

 

“Je Ri-ya…” gumamnya tak percaya sambil membalikkan badannya kearahku, ekspresinya menatapku tak percaya.

 

“Kumohon jangan seperti ini. jangan berikan aku pilihan yang berat. Aku tidak bisa jika harus melukai perasaan orang yang kusayangi. Jun Hyung sahabatku, aku menyayanginya seperti oppaku sendiri apalagi dia sedang rapuh. Lebih baik aku mati jika harus seperti itu” celotehku, aku memegangi dadaku yang terasa sangat sesak.

 

Kulihat Wookie oppa menatapku dengan teduh, dia menghampiriku dan memeluk tubuhku dengan hangat. Sedangkan aku semakin terisak di pelukannya.

 

“Mianhae, mianhae, jongmal mianhae aku telah egois” katanya di tengah pelukan kami.

 

“Kasihan Jun Hyung oppa. Dia sedang terluka” jawabku

 

“Arasso. Uljima Je Ri-ya, jangan menangis lagi aku tidak bisa melihatmu seperti ini. kau bisa menjelaskan semuanya padaku, aku akan mendengarkan dan percaya padamu” Bujuk Wookie oppa padaku, dia menuntunku untuk duduk di bangku yang tersedia di dekat kami.

 

Aku mengontrol diriku agar isakanku dapat segera reda dan aku dapat menjelaskan semuanya pada Wookie oppa. Kulihat Wookie oppa tampak bersabar menungguku hingga aku tenang, dia sangat pengertian dan aku berpikir aku sangat beruntung telah mempunyai seorang namjachingu sepertinya.

 

Aku pun mulai menjelaskan semua masalahnya dari awal. Dimulai dari saat kami pergi ke Busan berdua, tapi Wookie oppa harus pulang duluan ke Seoul karena dia harus menyiapkan ComeBacknya bersama Super Junior M. darisitu aku pun berjanji padanya kalau aku akan ada di Seoul saat keberangkatannya dan ikut mengantarnya ke bandara. Tapi rencana itu tidak semulus seperti yang kubayangkan. Bersamaan dengan itu, Ji Hyun yeodongsaeng Jun Hyung mendadak sakit keras. Semua keluarga Jun Hyung termasuk Jun Hyung merasa sangat terpukul hingga aku lebih memilih untuk menemani dan menghibur Jun Hyung dan keluarganya. Kupikir Jun Hyung lebih membutuhkanku saat itu daripada Wookie oppa.

 

Seiring berjalannya waktu selama Wookie oppa sibuk dengan kegiatan Super Junior M aku memang tidak pernah menghubunginya. Itu kulakukan karena aku tidak ingin mengganggu konsentrasinya. Kupikir dia pasti sangat sibuk disana. namun saat Wookie oppa beserta yang lain kembali lagi ke Korea, aku merasa Wookie oppa berbeda denganku, dia tampak lebih dingin aku tau itu pasti karena dia marah padaku. Aku pun menunggu waktu yang agak tenang dan tepat untuk menjelaskan semuanya padanya dan meminta maaf padanya.

 

Hingga kejadia terakhir yang sempat membuatku sangat galau itu terjadi. Jun Hyung memintaku untuk menemuinya di taman kota, dia menjelaskan kalau Ji Hyun telah meninggal sampai Jun Hyung mengaku kalau dia mencintaiku yang ternyata itu semua dilihat oleh Wookie oppa. Saat itu aku memang tidak menjawab apa pun, itu karena aku tidak ingin menyakiti Jun Hyung dengan menolaknya, tapi untunglah Jun Hyung sadar kalau aku telah mencintai orang lain bukan dirinya, yaitu Wookie oppa. Aku tidak bisa melukai perasaan Jun Hyung yang telah menjadi sahabatku sejak kecil, lebih baik aku yang menderita daripada aku harus melukai orang disekitarku meskipun yang memintanya itu juga orang yang kucintai juga seperti Wookie oppa.

 

“Mianhae Je Ri-ya. Aku memang bukan namjachingu yang baik. Aku tidak mengerti keadaan yeojachinguku sendiri” kata Wookie oppa setelah mendengar semua penjelasan dariku.

 

“jangan berkata seperti itu. ini juga salahku yang tidak terbuka” jawabku

 

“Berjanjilah padaku, jangan seperti ini lagi. jangan buat aku gila dengan sikapmu itu, ceritalah padaku apa yang sedang kau rasakan agar aku mengerti” pintanya padaku.

 

Aku tersenyum dan mengangguk “Tapi oppa jangan seperti tadi lagi” kataku manja

 

Dia tampak terkekeh, “Ne, Yaksok!!” katanya sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

 

“”Yaksok” balasku sambil menautkan jari kelingkingku di jarinya. Kami sama-sama tersenyum. Aku lega masalah ini bisa selesai.

 

Di tengah obrolan kami, tiba-tiba kami merasa seoerti ada sebuah lampu blitz yang menyorot kea rah kami. Wookie oppa sadar kalau kami dimata-matai langsung saja dia menarik tanganku berlari dari tempat itu. kulihat ditengah langkah lari kami, muka Wookie oppa tampak serius menarikku seperti sangat ingin melindungiku.

 

“Yaaa!!! Tunggu, Wookie!!! Kau benar Wookie kan..???” teriak orang di belakang kami yang aku yakin itu pasti netizen yang tadi memergoki kami.

 

“Oppa kita dikejar” kataku cemas pada Wookie oppa.

 

“Kau siap untuk pelarian yang lebih kencang? Aku akan melindungimu” katanya aku mengangguk kemudian dia menarikku semakin kencang berlari. Rasanya memang melelahkan dan nafasku ngos-ngosan, tapi itu segera terobati karena aku bersamanya. ^^

 

 

 

Yong Soon POV

 

“Annyong…!!!” sapaku pada dua orang yang sedang berada di taman belakang rumah yang tak lain adalah Yeon JI dan Siwon oppa.

 

Mereka menoleh serentak melihat kearahku, “Oppa kau disini juga?” tanyaku pada Siwon oppa.

 

“Ne, tapi aku sudah ingin segera pergi, kau dengan siapa kesini?” Tanya Siwon oppa balik padaku, aku hany melirikkan mataku kearah samping bermaksud memberikan isyarat pada Siwon oppa. Seperti mengerti isyaratku, Siwon oppa langsung menengok ke belakang tubuhku yang telah berdiri pula sosok Kyuhyun disana.

 

“Oppa sepertinya dia juga sedang banyak pekerjaan,bagaimana kalau kau ajak dia pergi bersama?” tanyaku pada Siwon oppa agar dia mengajak Kyuhyun, risih rasanya kalau namja babo itu harus berada disekitarku dan Yeon Ji saat kami ingin mengobrol bersama.

 

“Ara. Kyu kajja kita pergi!!” ajak Siwon oppa yang tampak telah mendekati KYuhyun, namun namja babo itu tampak enggan dengan ajakan Siwon oppa. “Ya! Mereka ingin membicarakan urusan yeoja, kau tidak risih?” sahut Siwon oppa lagi. bagus sekali oppa, dia sepertinya sangat mengerti kami. hehe

 

Aku menghampiri Yeon Ji yang masih duduk di tempatnya setelah tak lama Siwon oppa dan Kyu babo itu pergi. “Bagaimana keadaanmu?” tanyaku pada Yeon Ji

 

“Lebih baik dari kemarin” jawabnya sambil tersenyum

 

“Yeon Ji-ya. Sebenarnya aku kesini ingin menyampaikan berita duka padamu” kataku tanpa basa basi lagi

 

Yeon Ji tampak mengerutkan alisnya. Wajahnya menunjukkan sebuah kekhawatiran. “Berita duka apa?” tanyanya kemudian

 

Aku menghela nafas panjang sebelum akhirnya aku mulai menceritakan semua kejadian tentang kecelakaan Rae eonnie pada Yeon Ji. Yeon JI terlihat menunduk, kurasa dia sedang menangis, anak ini memang cepat sekali mengeluarkan airmata. “Yeon Ji-ya” kataku lembut sambil menyentuh pundaknya, bermaksud ingin menenangkannya.

 

“Antar aku kesana!” Pinta Yeon Ji sambil menegakkan kepalanya, terlihat sekali matanya yang sedikit merah dan berair.

 

Advertisements

5 thoughts on “FF: Our Secret Part 20 (D)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s