FF: Our Secret Part 20 (C)

 

 

Cast       : 1.  All of Super Junior member as theirselves

2. Viozz Shawolelf Magnae GaemGyu as Choi Yong Soon

3. Yhayank kyujong-changmin’yeppa CassieTripleshawolelf as Choi Yeon Ji

4. PriskaKyu BabyEunhyuk EverlastingFriends as Shin Rae Bin

5. Diah Widiyaningsih as Choi Je Ri

6. Dea Maulida as Min Hee Yeon

7. Riani Ps as Shin Hyo Soo

 

Couple :

Kyuhyun belongs to Choi Yong Soon

Yesung belongs to Choi Yeon Ji

Eunhyuk belongs to Shin Rae Bin

Hangeng belongs to Min Hee Yeon

Donghae belongs to Shin Hyo Soo

Ryewook belongs to Choi Je Ri

 

 

Yesung POV

 

Aku menggendong Yeon Ji menuju halaman belakang rumahnya.  Sepanjang perjalanan kami hanya diam, aku menatap lurus ke jalan, bisa kulihat dari sudut mataku dia tidak menatapku melainkan lebih memilih untuk menunduk. Kenapa jadi kaku seperti ini? ini semua gara-garaku. Jujur saja, saat melihatnya digendong Gikwang hatiku panas, aku ingin marah namun tentu saja hal itu tak dapat kulakukan. Aku tidak ingin membuat keadaan semakin rumit. Aroma rumput dan tanaman-tanaman hijau mulai tercium di indera penciumanku, belaian angin pun telah terasa yang menandakan kalau kami sudah hampir sampai. Aku menurunkan Yeon Ji dan membantunya untuk duduk di sebuah bangku taman yang kurasa itu pasti sengaja dibuat.

 

“Yeon Ji-ya” sapaku ragu-ragu.

 

“hhhhmmmm” balasnya tanpa bicara, dia masih menatap lurus ke depan.

 

Aku memperhatikan setiap lekuk wajahnya yang terlihat dari samping tepat di depanku. Wajahnya pucat dan tidak tergambar sedikitpun rona wajah cerianya yang sering dia tunjukkan padaku. Dia mengatupkan bibirnya serapat mungkin, seperti sangat menghindari untuk berbicara denganku.

 

“Mianhae. Aku tau kemarin aku sudah salah besar, jongmal saranghae Yeon Ji-ya. Kumohon jangan tinggalkan.” Aku mulai berbicara lebih panjang.

 

“Aku tidak pernah meninggalkanmu oppa, bukannya kau yang sudah tidak membutuhkanku?” jawabnya.

 

Jawabannya  sungguh menusuk ke dalam hatiku, “Itu salah Yeon Ji-ya, aku sangat membutuhkanmu. Kembalilah padaku, kejadian kemarin itu adalah kesalahan terbesar bagiku. Aku sangat…sangat… mencintaimu. Semalaman aku menderita, jangan buat aku lebih menderita lagi. chepal”

 

Dia menoleh padaku, dengan tatapan yang sulit aku artikan. Dia masih diam untuk beberapa saat, kemudian tiba-tiba saja dia tersenyum, senyum yang sering dia tunjukkan padaku. Seketika itu pula keinginanku untuk memeluknya sangat kuat. Aku langsung menarik tubuhnya ke dalam pelukanku. Dia tersentak kaget, dapat kurasakan untuk beberapa saat dia menegang di dalam pelukanku sebelum akhirnya mulai membiasakan diri kembali. Dia menghela nafas, dapat kudengar setiap irama nafasnya dengan jelas. “Setiap kau membutuhkanku aku akan ada disampingmu oppa, kau jangan khawatir. Tapi….. aku tidak bisa seperti kemarin-kemarin lagi. Oppa tenang saja, aku tidak akan berubah meskipun hubungan diantara kita sudah berubah. Aku tetap Yeon Ji, aku akan tetap tersenyum untukmu, aku tetap akan memberikanmu semangat,  dan yang pasti mungkin aku akan tetap menyebalkan untukku.” Jawab Yeon Ji di tengah pelukanku padanya.

 

Aku melepaskan pelukanku padanya, kutatap matanya mencoba menelusuri sesuatu yang dapat melemahkan pernyataannya barusan. “Aku tau kau marah padaku. Kalau kau marah, marahlah padaku sepuas hatimu Yeon Ji-ya, tapi jangan seperti ini.” balasku. Dia menolehkan wajahnya kesisi lain seolah menyembunyikan wajahnya dariku.

 

“Aku tidak marah. Sungguh aku tidak marah padamu oppa” jawabnya bergetar. Sontak saja aku bisa menebak ada sesuatu yang terjadi padanya, apakan dia menangis?

 

“Yeon Ji-ya kau menangis?” tanyaku mamastikan dengan intonasi selembut mungkin.

 

“Aku tidak menangis. Sebaiknya kau pulang saja oppa. Bukankah kau ada latihan?” jawabnya, kemudian mencoba untuk bangkit dari tempat duduknya.

 

“Aku tau kau mencintaiku, jangan bohongi dirimu sendiri. Tidak perlu malu Yeon Ji-ya, karena aku yang memintamu untuk kembali padaku”

 

“Tapi kau tau aku seperti apa. Aku tidak bisa kembali pada orang yang telah menjadi masa laluku” Jawabnya lagi.

 

“Secepat itukah.?? Entah mengapa aku ingin membuktikannya secara langsung” gumamku mulai terbawa emosi dengan sikapnya yang keras. Aku tau dia mencintaiku, tapi kenapa dia tetap masih ingin menyangkalnya.

 

Aku pun berdiri disampingnya, kulihat dia masih menegang ditempatnya. Langsung saja aku menarik tangannya, dia terkejut tubuhnya sedikit terhuyung. Aku langsung menangkap tubuhnya ke dalam pelukanku dan beberapa detik kemudian aku menempelkan bibirku ke bibirnya yang hangat. Ini ciuman kedua kami, aku memperhatikan respon tubuhnya terhadap ciumanku. Rasanya sama seperti saat pertama kali kami berciuman, dapat kurasakan jantungnya berdegup sangat kencang, tubuhnya melemas. Seketika itu aku menjadi sangat percaya 100% kalau dia juga masih mencintaiku, aku tersenyum di tengah ciuman kami.

 

Dia langsung mendorong tubuhku saat tersadar. Dia menutupi bagian bibirnya dengan tangannya. “Apa yang kau lakukan oppa?” matanya tampak berkaca-kaca.

 

“Yeon Ji-Ya…” gumam seseorang di tengah pembicaraan kami. Beberapa saat kemudian seseorang yang tak lain adalah Gikwang itu langsung menghampiri Yeon Ji. wajahnya langsung berubah cemas saat melihat Yeon Ji yang mulai menitikkan air mata. “Yeon Ji-ya wae..??” tanyanya cemas.

 

Aku kesal sekali. Apa maksudnya sok perhatian pada Yeon Ji di hadapanku seperti itu?. “Oppa kau pulang saja” sahut Yeon Ji padaku, tanpa menghiraukan pertanyaan Gikwang.

 

Yeon Ji langsung berlari meninggalkanku dan Gikwang yang masih berdiri di tempat kami. Gikwang menatap kepergian Yeon Ji dengan heran kemudian menatapku. “Hyung mianhae, aku tidak tau apa yang sedang terjadi diantara kalian. Tapi mungkin sebaiknya kau pulang saja hyung” kata Gikwang padaku lalu dia masuk ke dalam rumah menyusul Yeon Ji.

 

 

 

Je Ri POV

 

Tiiinnnn……..Tiiiinnnn…… *hehehehe anggep ja bunyi klakson ya*

 

Bunyi sebuah klakson mobil memekakkan telingaku dan membuyarkan semua pikiranku. Aku langsung berjalan minggir, untung saja aku sadar jadi aku tidak tertabrak mobil itu. aku menghela nafas dan mengurut dada pertanda lega.

 

Aku menjadi tidak dapat berkonsentrasi karena masalah Jun Hyung tadi. Entah mengapa aku sangat merasa berdosa padanya. dia sedang bersedih tapi aku malah semakin membuatnya bersedih.  Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan?

 

 

 

 

Author POV

 

Eunhyuk yang merasa sangat kesal langsung saja meninggalkan Rae Bin dan Taecyeon di tempat mereka. Jiwanya telah benar-benar dikuasai amarah yang tidak dapat dipendamnya lagi. tapi dia bisa apa? Eunhyuk bukanlah seseorang yang dapat melampiaskan kekesalan dan amrahnya dengan berteriak-teriak ataupun marah secara langsung. Dia sama merasa Rae Bin sudah tidak menghargainya lagi sebagai seorang namjachingu. Bisa-bisanya Rae Bin bersama namja lain yang tidak disukainya. Sebenarnya tidak ada alasan bagi Eunhyuk untuk tidak menyukai Taecyeon, tapi setiap kali dia melihat ataupun mendengar kabar kalau Rae Bin bersama Taecyeon entah mengapa dia merasa tidak dapat mentolerirnya lagi. semalam dia masih dapat tenang karena dia tidak melihat secara langsung Rae Bin bersama Tecyeon tetapi untuk kali ini amarahnya sudah meledak. Ibaratkan sebuah gunung berapi yang ingin meletus.

 

“Hyukkie-ya” panggil Rae Bin meminta.

 

Eunhyuk tidak menghentikan langkahnya sama sekali hingga di luar gedung apartemen Rae Bin sekalipun. Dia tetap saja berjalan dengan langkah cepat.

 

Rae Bin terus memperhatikan arah yang dilewati Eunhyuk. Dilihatnya Eunhyuk yang tidak peduli dengan sekitarnya yang ingin menyebrangi jalan. Namun di arah lain Rae Bin melihat sebuah mobil dengan kecepatan yang tinggi melintas di jalan menuju Eunhyuk.

 

Melihat hal itu, langsung saja Rae Bin melangkahkan kakinya selebar dan secepat mungkin. “HYUKKIE……” teriaknya sambil menarik tangan Eunhyuk yang menganggur.

 

Eunyuk yang sadar akan panggilan Rae Bin yang tidak biasa langsung menoleh kearah jalan seketika itu juga dia malah merasakan tubuhnya menegang. Namun kemudian sebuah tangan lembut langsung menarik tubuh Eunhyuk ke pinggir jalan.

 

“Yaa! Hyukkie babo kau ingin mati hah??” kata Rae Bin dengan intonasi yang agak kuat. Dia tidak pernah berpikir bagaimana jadinya kalau hal yang tidak diinginkan terjadi pada namjanya itu.

 

Eunhyuk menghempaskan tangan Rae Bin yang masih menggenggam tangannya, dan berhasil membuat Rae Bin tersentak atas perlakuan Eunhyuk itu. “aku memang bodoh, oleh sebab itu aku tidak pantas untuk seorang Shin Rae Bin” desis Eunhyuk.

 

“Hyukkie-ya kau bicara apa?” gumam Rae Bin tidak percaya.

 

“Apa pedulimu, bukankah kau sudah tidak peduli lagi dengan kata-kataku? Kembalilah ke apartemenmu kasihan tamumu lama menunggu” jawab Eunhyuk ketus, Eunhyuk pun membalikkan badannya hendak meninggalkan Rae Bin.

 

Rae Bin buru-buru menahan tangan Eunhyuk. “Aku ingin menjelaskan semuanya, kumohon dengarkan aku dulu..?? chepal” pinta Rae Bin.

 

Eunhyuk diam ditempatnya, dia tidak meneruskan langkahnya dan tidak menoleh untuk kembali melihat EUnhyuk. “Aku dan Taec tidak ada apa-apa. Percayalah padaku Hyukkie. Kami hanya berteman, semalam dia hanya membantu aku dan Je Ri untuk mencari Yeon JI. semalam aku tidak bermaksud untuk ketus padamu, tapi memang karena aku sangat lelah. Dan tadi, itu tidak seperti yang kau pikirkan Taec ke apatemenku hanya bermaksud untuk mengembalikan barangku yang ketinggalan di mobilnya. Kau percaya padaku kan..??” Jelas Rae Bin panjang lebar.

 

Eunhyuk terdiam ditempatnya. Dia memikirkan penjelasan Rae Bin matang-matang di tengah sikapnya yang seolah tampak dingin. Entah mengapa kali ini dialah yang merasa bersalah. Bisa-bisanya dia marah dan memikirkan egonya tanpa mencoba untuk melihat dengan sudut pandang Rae Bin, Eunhyuk merasa dia sudah menjadi namjachingu yang tidak pengertian dan kurang perhatian pada Rae Bin. Harus nya dia sadar kalau Rae Bin pasti khawatir dan akan mencari Yeon JI tapi dia tidak peka akan hal itu hingga yeoja nya itu dibantu namja lain untuk mencari orang yang telah dianggap Rae seperti adiknya sendiri.

 

Eunhyuk merasa malu setelah mendengar penjelasan dari Rae Bin, dia malu karena telah sembarangan menuduh yeoja nya itu yang macam-macam. Eunhyuk pun kembali melangkahkan kali ini tidak dengan emosi yang meluap-meluap melainkan untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu. Tetapi Rae Bin yang menganggap Eunhyuk yang melangkah hendak meninggalkannya berpikiran kalau Eunhyuk tetap marah padanya.  Rae Bin segera melangkahkan kakinya secepat mungkin dan berdiri di depan Eunhyuk, tetapi Rae Bin malah tidak melihat jalanan yang terdapat jalanan dengan mobil yang sedang melintas dengan kecepatan tinggi.

 

Eunhyuk yang melihat itu membelalakkan matanya, dia segera bergerak hendak menarik Rae Bin tetapi…….

 

BRAAAAAAAAKKKKK……..

 

Sebuah mobil terhenti ketika menabrak tubuh seorang yeoja yang tak lain adalah Rae Bin. Tubuh Rae Bin terhempas ke hinggi jalan. Darah segar mengalir dari tubuhnya, langsung saja dengan sergap Eunhyuk menghampiri tubuh Rae Bin yang telah tak sadarkan diri.  “Rae Bin-ah bangun” kata Eunhyuk yang telah memeluk tubuh lemah Rae Bin dengan menitikkan air mata.

 

Hanya dalam waktu sekejap saja, tempat Rae Bin dan Eunhyuk langsung dikelilingi oleh orang-orang yang tengah melintas. “Cepat panggilkan ambulance!!!” kata Eunhyuk pada segerombolan orang itu. bukannya cepat-cepat memanggilkan ambulance namun sebagian besar dari orang-orang itu malah berbisik-bisik.

 

“CEPAAAT PANGGILKAN AMBULANCE..!!!” kali ini Eunhyuk berteriak histeris karena dilihatnya tak satupun orang yang segera memanggilkan ambulance. “Rae Bin-ah ayo bertahan, aku percaya padamu. Aku janji akan selalu percaya padamu, asalkan kau bangun Rae Bin-ah” gumam Eunhyuk tanpa mengendurkan pelukannya sedikitpun.

 

“Bukankah itu Eunhyuk Super Junior?” bisik seorang yeoja yang memakai seragan sekolah pada temannya.

 

“Iya itu Eunhyuk Super Junior, aku yakin sekali” Jawab temannya yang lain.

 

“Yaaaa!!! Untuk sekarang ini tidak penting apakah adalah EUnhyuk Super Junior atau bukan. Jangan sampai kalian merecokkan Suasana” Kata seorang ajuhssi pada pelajar itu setelah tampak sibuk dengan telponnya memanggil ambulance.

 

 

 

Hyo Soo POV

 

Aku telah membuat sebuah keputusan tentang tawaran yang diberikan Appa padaku kemarin. Aku yakin bahwa keputusanku ini adalah yang terbaik bagi kami. aku melangkah menuju ruang kerja appa, appa selalu saja lebih sering menghabiskan waktunya berkutik dengan pekerjaannya walaupun sedang di rumah sekalipun.

 

Aku mengetuk pintu ruang kerja appa. Sebelumnya aku membawakan sebuah kopi hangat untuk appa, kalau sudah berhadapan dengan pekerjaannya appa pasti lupa untuk makan bahkan minum. Itulah yang membuatku selalu mengkhawatirkan appa.

 

“Masuk” kata appa dari dalam.

 

Aku membuka pintunya dan menyongolkan sedikit kepalalu terlebih dahulu.

 

“Hyo Soo-ya” kata appa sambil tersenyum padaku.

 

Aku berjalan menghampiri appa, “Ini aku buatkan kopi untuk appa” kataku sambil menaruh secangkir kopi di hadapannya, kemudian aku berjalan mengitari meja menghampiri appa yang duduk. Aku mengurut-ngurut bahu appa yang kaku. “Appa jangan terlalu banyak bekerja” kataku dengan nada suara yang mengisyaratkan sebuah kekhawatiran.

 

Appa menyentuh tanganku di bahunya. “Kau tidak perlu khawatir dengan appamu ini. apakah kau sudah membuat keputusan?” Tanya appa yang sudah bisa membaca pikiranku.

 

Aku menghampiri sebuah kursi dan duduk di depan appa. “Aku sudah membuat keputusan” kataku pada appa. Kulihat wajah appa berubah menjadi lebih serius, aku tahu pasti dia sangat penasaran dengan keputusan yang aku ambil.

 

“Aku akan menerima tawaran appa asalkan ini terbaik untuk semuanya. Aku juga ingin menjadi anak yang berguna bagi appa dan yang lain. Tapi aku minta pada appa untuk memberitahukan ini semua pada teman-temanku dan juga Donghae oppa. Biarkan aku yang memberitahu mereka sendiri” jelasku pada appa.

 

“Gomapta Hyo Soo-ya, kau memang anak appa yang baik” balas Appa.

 

 

 

Yeon JI POV

 

Apa yang telah dilakukan Yeppa tadi. Gilaa,, ini membuatku giillaa. Aku tidak bisa berpikir jernih. Segera saja aku langsung berlari menuju meja makan. Aku menunduk bersembunyi di bawah meja makan, ini salah satu kebiasaanku dulu aku sering sekali bersembunyi di bawah meja makan saat aku merasa sedih, marah, dan kesepian. Aku memeluk kakiku dan kusembunyikan wajahku di antara kakiku. Entah mengapa aku malah mengeluarkan air mata, rasanya dada ini sesak dan sakit sekali. Aku tidak ingin seorangpun menemukanku dalam keadaan seperti ini, rasanya memalukan sekali.

 

Tiba-tiba aku mendengar sebuah langkah berjalan menghampiri meja makan tempat aku bersembunyi, aku langsung menghentikan tangisanku tidak ingin kalau tangisanku akan membuat orang lain mengetahui keberadaanku. Seseorang tengah duduk di kursi meja makan, aku bisa melihat kakinya dengan jelas dari bawah kolong meja makan.

 

“Aku tahu kau berada disini Yeon Ji-ya” kata sang pemilik sepasang kaki itu yang tak lain adalah Gikwang.

 

“Darimana kau tahu aku berada disini?” jawabku, karena aku pikir tak ada gunanya menyangkal padahal jelas-jelas dia sudah tahu.

 

“Aku tahu banyak tentangmu meskipun kau tidak mengetahui hal itu Yeon Ji-ah” jawab Gikwang.

 

Aku terdiam. “Aku akan pergi dari sini jika menurutmu kebaradaanku mengganggumu” sahut Gikwang.

 

AKu menghela nafas panjang, kulihat Gikwang mulai beranjak dari tempat duduknya meskipun aku hanya dapat melihat sepasang kakinya dari dalam sini. “Kau tidak menggangguku” balasku dan berhasil menghentikannya untuk bergerak lebih jauh.

 

Gikwang kembali ke tempat duduknya setelah mendengar jawabanku. Tetapi dia diam, tidak mengatakan apa pun. “Gikwang-ah” panggilku.

 

“Nde..?” balasnya.

 

“Kenapa aku merasa dadaku sakit sekali, sangat sakit, rasanya aku tidak kuat lagi” gumamku pada Gikwang menceritakan apa yang sedang aku rasakan.

 

“Karena kau telah merasakan cinta yang sesungguhnya Yeon JI-ya” jawab GiKwang, jawabannya membuatku tak mengerti.

 

“Kau sendiri tidak menyadari kalau kau telah mengalami perasaan itu. aku tahu kau sedang bermasalah dengan Yesung hyung. Aku bisa merasakan perubahanmu, sebelumnya kau tidak pernah seperti ini termasuk saat kau bersamaku dulu. Yakinlah pada perasaanmu, jangan pernah sia-siakan apa yang sebenarnya kau butuhkan karena itu akan membuat tersiksa nantinya”  jelas Gikwang.

 

Aku masih diam seribu bahasa, memikirkan apa yang Gikwang kataka. Apakah aku memang telah merasakan cita yang sesungguhnya? Dan itu dengan Yeppa?. Itu berari Yeppa telah mampu menggeser posisinya di hatiku? cinta pertamaku yang tidak pernah aku lupakan. Cinta pertamaku yang ternyata dekat tetapi sangat jauh dan tidak dapat kujangkau.

 

 

 

Je Ri POV

 

“Yoboseyo” saapaku pada seseorang di seberang sana.

 

“Je Ri-ya kau dimana?” Tanya seseorang yang tak lain adalah Donghae oppa dengan nada suara yang menyiratkan kekhawatiran.

 

Aku mencium sesuatu yang tidak enak dari nada suara Donghae oppa. “Aku sedang di jalan, wae oppa?”

 

Donghae oppa menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya kembali berbicara. “Ada kabar buruk. Rae Bin kecelakaan dan sekarang dia ada di rumah sakit. Keadaannya kritis”

 

Kata-kata Donghae oppa seperti petir bagiku. Bagaimana bisa Rae Bin eonnie kecelakaan? Padahal dialah orang yang selalu mengingatkanku untuk berhati-hati. Aku gemetaran mendengar kabar dari Donghae oppa, “Aku akan kesana serang juga” jawabku lalu memutuskan sambungan telpon kami.

 

 

 

Donghae POV

 

Aku bingung berbuat apa lagi. kami sudah mencoba untuk menghibur hyukkie tapi tetap saja dia terus menangis menyesali kecelakaan yang terjadi pada Rae Bin, Hyukkie  berpikir bahwa dialah penyebab dari kecelakaan yang terjadi pada Rae Bin.

 

“Ini semua takdir HYukkie-ya” kata Teukie hyung pada  Hyukkie yang tampak sangat rapuh sambil terus saja memegangi tangan Rae Bin tanpa melepaskannya sedikit pun.

 

“Kalau bukan karena aku Rae Bin tidak mungkin seperti ini hyung. Kasihan Rae Bin, dia pasti kesakitan.” Jawab Hyukkie dengan airmata yang kembali berlinang.

 

Tok..Tok..Tok…

 

Bunyi pintu di ketuk dari luar tak lama kemudian sesosok Je Ri tampak dari balik pintu. Wajahnya cemas sekali. “Bagaimana keadaan Rae eonnie?” tanyanya yang langsung menghambur mencari sosok Rae Bin.

 

“OMO… Eonnie kenapa bisa terjadi seperti ini?” gumam Je Ri begitu dia berada disamping tempat tidur Rae Bin.

 

“Mianhae Je Ri-ya, ini semua gara-gara aku” kata Hyukkie. Je Ri langsung saja membelalakkan matanya tidak mengerti.

 

“Jangan terus menyalahkan dirimu sendiri Hyukkie, yang penting kau berdo’a agar Rae Bin cepat sembuh” sahutku pada Hyukkie, aku risih mendengarnya yang terus-terusan menyalahkan diri sendiri, aku tahu itu juga tidak mudah bagi Hyukkie.

 

“Owya oppa. Diluar ada beberapa orang yang seperti mereka adalah netizen. Mereka membawa kamera dan menunggu di depan ruang inap Rae eonnie” kata Je Ri memberikan informasi yang saat ini hanya ada aku, Hyukkie, dan juga Leeteuk hyung yang menjaga Rae Bin.

 

“aaaiiiaahhh ottokhe?? Kenapa jadi semakin rumit seperti ini?” aku mulai frustasi.

 

“Tenanglah Dongahe-ya, tidak perlu terkejut seperti itu, kerena inilah salah satu resiko kita”jawab Leeteuk hyung yang mencoba untuk menenangkanku.

 

“Aku aka menemui mereka” tiba-tiba saja Hyukkie menyahut yang membuat mata kami bertiga membelalak lebar.

 

“Aku akan jelaskan pada mereka kalau yeojachinguku sedang sakit dan aku harus menungguinya” lanjut Hyukkie.

 

“Kalau itu mau mu baiklah, tapi tidak menemui mereka dengan keadaan seperti ini. biar aku saja yang akan menemui mereka, aku akan menjelaskannya seperti yang kau inginkan” Jawab Teukie hyung. Igo mwoya?? Apa lagi ini? Teukie hyung ingin membuka rahasia hubungan Hyukkie dan Rae Bin atas permintaan Hyukkie. Kenapa semua menjadi seperti ini?.

 

 

 

Han Kyung POV

 

“Aaaaiiisshh kenapa telponnya beberapa hari ini tidak pernah aktif, sebernya kemana dia? Kenapa tidak ada kabar sama sekali. Dia membuatku khawatir saja, padahal aku ingin menyampaika berita tentang Rae Bin padanya” gumamku tidak jelas pada diri sendiri.

 

“Kenapa semuanya menjadi rumit seperti ini?” desis Wookie lebih kepada dirinya sendiri, tapi aku cukup jelas dapat mendengarnya.

 

“Mungkin sebaiknya kau telpon orang tuanya saja hyung siapa tahu dia ke rumah orang tuanya” saran Siwon

 

Benar juga kata Siwon, aku pun segera memencet beberapa tombol yang akan menghubungkanku dengan telpon orang tua Hee Yeon.

 

“Yoboseyo” sapa seseorang di seberang sana yang aku yakin itu pasti eomma Hee Yeon.

 

“Yoboseyo, ini benar dengan orang tua Hee Yeon?” kataku berbasa-basi.

 

“Ye, nuguseyo?” Tanya eomma Hee Yeon

 

“Annyong hasimika eommanim, choneun Hee Yeon namjachinguga” sapaku padanya.

 

“Mwo?? Kau bilang kau namjachingu Hee Yeon? Kenapa Hee yeon tidak pernah cerita? Sejak kapan kalian berhubungan?” langsung saja eomma Hee Yeon memberondol dengan beberapa pertanyaan.

 

“Aku sudah hampir 2 tahun ini berhubungan dengan Hee Yeon eommanim” jawabku.

 

“Kebiasaan sekali anak itu. sudah dua tahun mempunyai namjachingu tapi tidak pernah bicara” desis eomma Hee Yeon

 

“Aku hanya ingin bertanya, apakah Hee Yeon ada disana? karena ada yang harus aku sampaikan padanya eommanim” kataku

 

“Iya dia sedang disini. kami sedang ada di China untuk merayakan hari pernikahan sepupu Hee Yeon. Siapa namamu?” Tanyanya padaku.

 

“Choneun Hangeng imnida eommanim” jawabnku.

 

“oooo Hangeng. Kalau begitu eommanim yang mengundangmu dengan special.  Kami tunngu kedatanganmu” sahut eomma Hee Yeon tidak ambil pusing dengan nama yang aku sebutkan. Sepertinya dia tidak menyadari kalau aku seorang Han Kyung Super Junior. Baiklah numpung jadwal sedang lengang, aku akan menyusulnya ke China. Lihat saja kau Hee Yeon, kau akan terkejut dengan sekaget-kangetnya.

 

 

 

Yong Soon POV

 

Aku baru saja keluar dari kelas dan berjalan di koridor kampusku. Rencananya setelah ini aku ingin menjemput Rae Bin eonnie dan Je Ri di apartemen Rae eonnie untyk menjenguk Yeon Ji d rumahnya.

 

Ponselku tiba-tiba saja bergetar, mungkin itu Rae eonnie yang menanyakan aku pasti sudah dimana, dia tidak sabaran sekali. Aku merogoh tas selempangku untuk mengambil ponsel yang aku letakkan di dalam tas.

 

Ternyata aku salah, yang menelpon bukan Rae eonnie melainkan Kyuhyun babo itu, ada apa? Tidak biasanya dia menelpon biasanya dia lebih memilih untuk mengirim sms. Aku pun mengangkat telponnya.

 

“Wae??” tanyaku padanya begitu aku mengangkat telponnya.

 

“Kau dimana…???” Tanyanya. Tumben sekali dia tidak protes karena aku tidak ada basa-basi menanyakan kabarnya.

 

“masih dikampus” jawabku sedaaanya.

 

“Yaaa!! Cho Yong Soon, diam disana aku akan menjemputmu sekarang juga disana. awas kalau kau pergi ke tempat lain.” Sahutnya, kemudian dia langsung mematikan ponselnya.

 

Sebenarnya ada apa dengan namja itu> dia aneh sekali. Dasar tidak sopan. Padahal aku sudah ada janji dengan Rae eonnie dan juga Je Ri. Bagaimana kalau mereka berdua jadi menunggu lama. Aaaiissshhh gara-gara Kyu babo itu lagi, aku jadi sedikit mengulur waktu janjianku.

 

Aku lebih memilih untuk menunggu Kyu babo itu di taman kampus, tak lama kemudian aku melihat sebuah mobil stop yang dapat kupastikan itu pasti namja babo itu. dan benar sekali, seorang yang memakai topi, kacamata hitam, masker dan lengkap jaket hitam keluar dari jok pengemudi mobil itu, dia buru-buru menghampiriku wajahnya tampak serius sekali.

 

Tiba-tiba saja dia langsung menarik tanganku dengan terburu-buru begitu dia telah tepat di depanku. “Yaa bisa pelan sedikit tidak!!!” kataku padanya dengan agak ketus karena memang pergelengan tanganku jadi sakit karenanya. Tapi dia hanya diam.

 

“Kau mau membawaku kemana??? Aku tidak bisa pergi denganmu, aku ada janji dengan Rae eonnie dan Je Ri hari ini” kataku padanya.

 

“Semuanya di batalkan” katanya cuek.

 

“Kata siapa? Jangan membuat ulah lagi Cho kyuhyun!!”

 

“Aku sedang tidak membuat ulah, Rae eonnie mu itu sedang masuk rumah sakit karena tadi dia mengalami kecelakaan. Kali ini aku tidak akan membiarkanmu tahu dari orang lain apalagi bersama namja lain walaupun itu hanya di antar untuk menjenguk Rae Bin saja, ARA..???, aku akan mengantarmu ke rumah sakit”

 

“Lalu bagaimana dengan Je Ri?? Yeon Ji?? Hyo Soo eonnie dan juga Hee Yeon eonnie??”

 

:Je Ri sudah di rumah sakit, Yeon Ji  sengaja belum diberitahu karena dia kan juga sedang sakit, Hyo Soo sedang mau di jemput Donghae hyung, dan Hee Yeon sedang sulit dihubungi. ARA..??? masih ada pertanyaan CHO YONG SOON???”

 

Aku menggeleng karena aku cukup jelas dengan jawabannya tadi. Aku merasa kakiku lemas, rasanya aku tidak percaya Rae eonnie mengalami kecelakaan, bagaimana  bisa??. “Tidak ada banyak waktu untuk berlama-lama disini Ch Yong Soon” kata Kyuhyun lagi sambil kembali menarik tanganku menuju mobilnya, kali ini aku tidak memberontak sama sekali. Pikiranku terfokus dengan keadaan Rae Eonnie, aku ingin segera tahu bagaimana keadaannya. >_<

Advertisements

3 thoughts on “FF: Our Secret Part 20 (C)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s