FF: Fate Part 3

Part 3

 

Author POV

 

Yong Soon berjalan keluar dari kamarnya menuruni tangga dengan secepat kilat sampai di ruang tamu Minho menatapnya heran dan langsung saja berdiri dari dudukya lalu menahan tangan gadis itu.

 

“Ya..kita berangkat bersama..”ucap Minho.

 

Yong Soon hanya menatapya sekilas dan melepaskan tangan Minho dari tangannya.

 

“Aku akan berangkat sendiri..dan mulai sekarang kau tidak perlu pergi dan pulang bersama denganku..”ucap Yong Soon dengan nada ketus.

 

Minho menghela nafasnya perlahan, adik yang sangat disayanginya itu memang sudah sangat berubah, semenjak kematian ibunya beberapa tahun yang lalu dia kehilangan sosok Yong Soon yang ceria dan selalu tersenyum yang ada adalah seorang Yong Soon yang datar, tanpa senyum dan sangat dingin, Minho tahu jelas alasan ayahnya mengirim Yong Soon kesini bukan karena ayahnya tidak bisa menjaga Yong Soon tapi ayahnya ingin agar Yong Soon bisa kembali seperti dulu. Minho juga merindukan Yong Soon yang dulu.

 

Dia dan Yong Soon yang dulu sangat akrab, bahkan bisa dibilang seperti kakak dan adik kandung, Yong Soon senang sekali bersama Minho tapi itu dulu sebelum ibuYong Soon meninggal yang merubah kepribadian gadis itu.

 

“Aku hanya ingin kau nyaman tinggal disini..apa aku salah?”ucap Minho menghentikan langkah Yong Soon tepat di depan pintu

 

Dia berbalik.

 

“Aku tidak akan pernah merasa nyaman disini”ucapnya ketus dan segera saja keluar rumah.

 

Seulong tersenyum dari kamarnya melihat Yong Soon yang berjalan keluar dari rumahnya, sepertinya dia sudah jatuh hati pada gadis bernama Yong Soon tersebut dan dia mulai berpikir mungkin apa yang ibunya katakan itu benar kalau dia bukan takdirku kenapa aku selalu memikirkannya? Pikir Seulong.

 

Dia menyambar tasnya di atas meja lalu turun ke bawah. Wooyoung yang sedang sarapan menatap kepergiaan kakaknya itu dengan heran sambil menggigit rotinya.

 

“Dia jadi berubah eomma”ucap Wooyoung pada ibunya yang menaruh segelas susu di hadapan Wooyoung, ibunya hanya tersenyum menanggapi perkataan Wooyoung.

 

Diluar Seulong dengan cepat mengejar langkah Yong Soon sampai dia berjalan perlahan di belakangnya, Seulong merasa ada yang aneh dengan Yong Soon yang sejak tadi hanya berjalan menunduk tiba-tiba Seulong memiliki sebuah ide dengan secepat kilat dia berpindah dan berdiri di ujung jalan yang akan dilewati Yong Soon.

 

“Igo..”ucap Seulong memberikan setangkai mawar putih pada Yong Soon tepat ketika Yong Soon sampai di ujung jalan.

 

Yong Soon langsung mendongak dan melihat setangkai mawar dihadapannya, dia menatap Seulong heran. Dia menghela nafas perlahan dan melanjutkan jalannya seakan tidak peduli dengan Seulong.

 

Seulong mengejar langkah Yong Soon dan berusaha mensejajarkannya.

 

“Ah..kau tidak suka mawar putih..”ucap Seulong.

 

Yong Soon tidak peduli perkataan Seulong dan terus berjalan dengan tatapan lurus ke depan Seulong masih saja mengikutiya berjalan disamping.

 

“Mianhe..aku tidak tau kau tidak suka mawar putih”kata Seulong lagi.

 

Yong Soon berhenti berjalan dan menoleh pada Seulong dengan tatapan dingin.

 

“Kau melakukan ini agar aku mengambil bunganya kan…”ucap Yong Soon dengan wajah dingin dan langsung mengambil bunga itu dari tangan Seulong lalu berjalan meninggalkanya.

 

Seulong terseyum begitu gadis itu berjalan pergi.

 

“Kau sangat menarik…”ucap Seulong sambil menatap Yong Soon yang berjalan semakin menjauh.

 

 

Yong Soon POV

 

Memberikan mawar putih? Apa maksudnya? Kenapa semua orang sangat menybalka hari ini, Minho dan juga namja itu kenapa mereka selalu berusaha untuk dekat denganku? Aku tidak suka.

 

Aku sampai di depan lokerku menatap sekilas bunga mawar putih yang diberikan Seulong di jalan tadi, aku menciumnya.

 

“Eomma bogoshippo..”ucapku kemudian membuka lokerku dan meletakkan bunga itu di dalamnya serta menaruh beberapa buku untuk jam setelah makan siang, lalu mengambil buku yang dibutuhkan sekarang.

 

Begitu aku menutup lokerku, Marcus juga baru saja menutup lokernya, aku sediki tersnetak kaget karena sedari tadi aku tidak merasakan ada orang disampingku. Memang namja aneh, dia datang seperti angin. Dia melirikku sekilas sebelum berjalan pergi namun entah kenapa aku seperti melihatnya tersenyum tadi apa aku salah lihat??

 

**

 

Aku mengaduk-aduk makan siangku dengan tidak berselera, aku menatap meja Minho yang tidak jauh dariku, entah kenapa muncul rasa bersalah telah memperlakukannya dengan tidak baik tadi pagi. Aku tahu dia hanya berusaha baik padaku tapi untuk saat ini aku tidak mau ada orang yang bersikap baik padaku.

 

“Yong Soon-ah..kenapa tidak dimakan?”tanya Yeon Ji membuyarkan lamunanku.

 

“Eoh..aku tidak lapar..aku duluan..”ucapku sambil berdiri dari dudukku dan berjalan keluar kantin.

 

Aku berjalan menunduk dan tiba-tiba saja aku merasakan seseorang menabrak tubuhku.

 

BRUKK

 

Aku kehilangan keseimbangan dan membuatku terjatuh ke lantai.

 

“Jwesonghmanida..”ucap seorang namja padaku, aku mengangguk dia berusaha membantuku berdiri tapi aku menggeleng dan dia pun sepertinya langsung pergi, aku hendak bangun ketika aku merasakan sebuah tangan memegang tanganku dan mmebantuku berdiri, apa namja itu? Bukankah aku sudah menyuruhnya untuk pergi saja.

 

“Gwenchana?”tanya sebuah suara sangat lembut.

 

Aku mendongak dan mendapati seorang namja menatapku dengan pandangan khawatir.

 

 

“Nde..”jawabku singkat.

 

Tiba-tiba saja dia tersenyum, tuggu sebentar aku seperti mengenal namja ini bukannya dia adalah namja yang berteman dengan Marcus yang bernama Vincent yang menurutku masih sedikit normal bukan?

 

“hati-hati” pesannya.

 

“Nde..gomapta”ucapku dan kemudian berjalan meninggalkannya.

 

 

Author POV

 

Vincent mengamati gadis itu yang berjalan semakin menjauh, dia menatap gadis itu heran belum pernah ada seorang gadis pun yang bersikap dingin padanya, siapa yang tidak kenal Vincent namja pintar yang sangat ramah itu, semua gadis berusaha untuk bisa dekat dengannya namun Vincent menyadari gadis ini berbeda, sangat dan itu membuatnya sangat pada Yong Soon.

 

”Vincent…”seorang namja menepuk bahu Vincent, Nathan Kim berdiri disampingnya.

 

”Ada apa?”tanyanya.

 

”Anni…”jwabVincent singkat dan langsung berjalan meninggalkan Nathan yang masih menatap Vincent bingung.

 

Tidak jauh darisana seorang namja memperhatikan Vincent dan Nathan dengan tatapan tajam.

 

”Jadi sekarang mereka mulai mengincar gadis introvert itu?”gumamnya.

 

**

 

Yong Soon berjalan keluar kelasnya dengan perlahan menuju lokernya dan membukanya, menatapa sekilas bunga pemberian Seulong tadi pagi.

 

”Kenapa dia tahu aku menyukai bunga itu?”lirih Yong Soon namun dia tidak mau terlalu ambil pusing, mungkin hanya sebuah kebetulan tapi dia mengakui bahwa ada sesuatu yang aneh dalam diri Seulong, bagaimana bisa dia sudah ada di depan jalan sedangkan jelas-jelas tidak ada orang dibelakangnya ataupun yang berjalan melewatinya. Aku merasa semkin aneh disini, pikir Yong Soon.

 

Yong Soon menutup lokernya dan lagi-lagi namja itu sudah ada disampingnya, Marcus. Kali ini Yong Soon tidak tertarik untuk sekedar menoleh ke arah namja itu dan pura-pura tidak melihat dan langsung berjalan pergi.

 

Marcus merasa aneh dengan sikap gadis itu dan malah berjalan mengiktuinya namun di tengah-tengah dia berhenti.

 

”Kenapa aku malah mengikutinya?”ucap Marcus dan kemudian berbalik lalu menghilang.

 

Marcus sampai di rumahnya ketika dia mendengar suara beberapa namja yang sepertinya sedang berbicara, dia melangkahkan kakiknya ke ruang tengah dan benar saja ada beberapa namja disana, Vincent, Aiden, Spencer dan Nathan.

 

”Siapa namanya?”tanya Spencer pada Vincent.

 

”Choi Yong Soon”jawab namjaitu,mendengar nama gadis itu Marcus yang hendak mendekati mereka berhenti, dia penasaran dengan apa yang ke empat saudaranya itu bicarakan.

 

”Dia…sangat menarik…”ucap Vincent lagi.

 

”Dia tidak tertarik pada kita?”tanya Spencer.

 

Vincent menggeleng.

 

”Wah..johta…bagaimana kalau kita mengadakan taruhan untuk mendapatkan gadis itu..”

 

”Tidak menyangka kalian mulai tertarik dengan gadis introvert seperti dia”ucap Marcus tiba-tiba muncul, Aiden tersenyum penuh arti pada Marcus.

 

”Dia bukan tipe kalian…membuang waktu saja…”lanjut Marcus, entah kenapa Marcus seperti merasa dia sedang membela gadis itu dan tidak mau gadis itu dijadikan mainan oleh keempat saudaranya itu.

 

Tiba-tiba Aiden terkekeh pelan sehingga membuat semuanya menoleh padanya, Marcus menatap tajam Aiden seakan tahu apa maksud tawanya itu.

 

”Ya…gadis itu milik Marcus…dia tidak akan membiarkan kalian menyentuh gadisnya”ucap Aiden membuat semua orang kaget, selama ini hanya Marcus yang tidak pernah tertarik pada gadis-gadis meski banyak yang menyukainya, sementar keempat saudaranya ini mendekati gadis-gadis hanya untuk mempermainkannya.

 

”Kau terlalu banyak bicara Aiden…”ucap Marcus dan kemudian berjalan meninggalkan ruang tengah menaiki tangga menuju kamarnya, sementara yang lain menatap bingung dan mengarahkan tatapannya pada Aiden namun Aiden hanya mengulum senyum.

 

Marcus POV

 

Gadis introvert, apa menariknya?cih mereka hanya membuang waktu saja mengejar-ngejar gadis itu. Sampai kapan mereka akan berhenti mempermainkan seorang gadis, kalau aku, aku tidak akan pernah menyukai gadis siapapun, seorang manusia yang lemah tidak pantas untuk kami, lagipula apa bisa jenis kami merasakan yang namnya cinta?bukankah hati kami hanya dipenuhi oleh kebencian.

 

”Apa gadis itu yang bernama Choi Yong Soon, Marcus?”Tanya sebuah suara membuatku sedikit kaget karena tiba-tiba dia sudah ada dikmarku.

 

Aku menatapnya yang sedang duduk di kursiku di depan meja belajarku.

 

”Sepertinya rasa tertarikmu pada gadis itu terlalu berlebihan”ucap namja yang bernama Casey Kim.

 

”Aku tidak pernah tertarik padanya”ucapku, kenapa semua orang berpikiran aku tertarik pada gadis itu.

 

”Aku harap begitu…aku hanya ingin mengingatkan tidak ada toleransi hubungan antara manusia dan makhluk seperti kita, Marcus Cho”ucapnya sambil mentapku tajam dan kemudian menghilang.

 

Dia pikir aku tertarik pada gadis yang memiliki tatapan amat penasaran padaku dan bukannya takut. Tidak akan pernah, aku tidak akan pernah menyukai manusia.

 

Author POV

 

Yong Soon berjalan cepat keluar dari rumahnya, dia hendak pergi ke suatu tempat dan terlihat sangat terburu-buru, dia melewati jalan setapak perumahan untuk menuju ke halte terdekat tanpa dia sadari ada sepasang mata memperhatikannya dari jauh.

 

Marcus sebenarnya tidak sengaja lewat disini dan melihat gadis itu berjalan dengan terburu-buru, Marcus merasa gadis itu seperti magnet, entah kenapa dia malah berjalan mengikutinya.

 

Marcus menghentikan langkahnya di tengah-tengah menyadari kebodohannya yang mengikuti gadis itu.

 

”Aku tidak tertarik padanya”gumam Marcus pada dirinya sendiri, namun saat dia hendakberbalik, dia melihat gadis itu menyebrang tanpa memperhatikan jalan dan sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju dan akan menabrak tubuh Yong Soon.

 

Marcus berpindah tempat ke samping gadis itu dan menarik tubuhnya sehingga membuat mereka berpelukan.

 

Yong Soon yang tidak sadar apa yang terjadi, hanya merasa seseorang menarik tubuhnya dan sekarang dia merasa seseorang mendekapnya, Yong Soon merasakan perasaan lain, hangat dan nyaman, dia memberanikan diri mendongak dan membulatkan matanya kaget begitu melihat siapa yang memeluknya.

 

”Marcus…”lirihYong Soon.

 

Marcus pun begitu entah kenapa tiba-tiba dia hanya bisa diam dan menatap dalam ke mata Yong Soon, dia belum pernah sedekat ini dengan seorang gadis dan sekarang dia merasakan perasaan lain, sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Mereka hanya saling menatap dalam diam dengan posisi tetap seperti itu.

 

 

Yong Soon POV

 

Apa yang terjadi tadi? Marcus? Aku menggeleng-gelengkan kepalaku berusaha untuk tidak mengingat kejadian tadi sore, dimana Marcus berusaha menyelamatkanku, aku menyentuh dadaku, kenapa rasanya jadi seperti ini? Kenapa aku terus-terusan memikirkannya?

 

Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, memejamkan mataku berusaha menghapus kejadian tadi namun malah sebaliknya kejadian itu kembali di ulang, dia mendekapku membuatku merasa nyaman, wajahnya yang hanya beberapa senti dari wajahku,hembusan nafasnyayang hangat dan juga bentuk wajahnya yang bisa aku katakan bahwa itu sangat sempurna, dia tidak terlihat seperti itu dari jauh tapi dari dekat dia benar-benar terlihat sempurna.

 

Aku kembali membuka mataku begitu aku mulai mengingat tatapan matanya tadi berbeda sekali dengan pertama kali aku bertemu dengannya, tadi dia menatapku sangat lembut, mata hitam legamnya tepat menatap kedalam mataku.

 

”Shiro, apa yang terjadi padaku”ucapku sambil menatap langit-langit kamarku, Marcus, kenapa dengan namja itu??

 

Marcus POV

 

Sial, apa yang terjadi padaku, kenapa daya tarik gadis introvert itu sangat kuat, bahkan aku menggunakan kekuatanku ditempat umum hanya untuk menyelamatkannya, aku mengacak-acak rambutku frustasi, aku kembali teringat perkataan Casey kemarin, aku berlebihan tertarik pada gadis itu? Tidak, bahkan aku sama sekali tidak tertarik padanya tapi…aku masih mengingat wajahnya yang hanya berjarak beberapa senti saja dari wajahku, wajahnya tidak dingin tapi terlihat sangat lembut dan lemah, dia memiliki sorot mata yang tegas dan aku menyukai cara dia menatapku tadi.

 

”Mwo?! Apa yang aku pikrikan?!”seruku mengingatknaku untuktidak treus-terusan mengingat gadis itu.

 

Hah Ottohke, kenapa gadis itu seperti magnet untukku, wae?! Aku tidak pernah menyukai seorang gadis dan tidak pernah berniat menyukai seorang gadis tapi kenapa sekarang??! Tidak, aku tidak boleh menyukai gadis itu, dia tidak pantas untukku!

 

 

Author POV

 

Mracus melihat gadis itu berjalan di koridor, dia buru-buru menutup lokernya agar tidak berpapasan dengan gadis itu yang hanya semakin membuktikan bahwa dia memang tertarik pada gadis itu, ketertarikan yang berbeda dibanding keempat saudarnya yang lain yang hanya ingin mempermainkan gadis ini, dia merasa berbeda dan dia takut kalau ketertarikannya terhadapgadis itu malah membuatnya ingin memiliki gadis ini.

 

Yong Soon juga melihat Marcus berdiri di loker, langsung menunduk, berharap Marcus akan segera pergi dari tempat itu. Yong Soon bernafas lega begitu tahu Marcus sudah pergi dari depan lokernya, dengan cepat dia membuka lokernya takut-takut Marcus kembali, sat dia menutup lokernya dia menemukan setangkai mawar putih disana, Yong Soon mengambilnya dan mengamatinya sekilas, seseorang memperhatikannya tidak jauh dari situ dan tersenyum ketika melihat Yong Soon memasukan bunga itu ke dalam lokernya dan tersenyum sekilas, baru pertama kali ini dia melihat Yong Soon tersenyum karena hal lain, setangkai bunga.

 

”Yong Soon-ah”panggil seseorang membuat YongSoon menoleh.

 

“Seulong-ah”ucap Yong Soon.

 

“Ke kelas bersama”ajak Seulong dan Yong Soon hanya mengngguk dan berjalan disamping Seulong.

 

Seulong tersenyum senang, wajahnya terlihat sangat senang, sementaraYong Soon disampingnya terlihat terdiam masih memikirkan kenapa dia merasa aneh dengan Marcus.

 

Di kelas, Yong Soon sering melihat ke belakang ke bangku Marcus, dia melihat Marcus sama sekali tidak memperhatikan peljaran dan hanya mentap keluar jendela.

 

”Kenapa dengan diriku? Kenapa aku terus-terusan memperhatikannya?”lirih Yong Soon.

 

Yeon Ji mengamati kegiatan Yong Soon yang sesekali mengamati Marcus begitu juga Marcus yang melakukan hal itu juga, dia tidak suka melihat cara Marcus menatap Yong Soon.

 

”Yong Soon-ah”panggil Yeon Ji dengan sedikit berbisik, untung YongSoon segera mendengar dan menoleh ke sampingnya.

 

”Kau menuruti kata-kataku untuk menajuhi dia kan?”ucap Yeon Ji sambil mengedikkan kepalanya ke arah Marcus.

 

Yong Soon menatapnya bingung.

 

”Just listen to me..don’t get to close with him”ingat Yeon Ji sebelum dia kembali berkonsentrasi ke depaan, Yong Soon kembali menoleh ke belakang dan tepat pada saat itu Marcus juga melihat ke arahnya, mata mereka beradu, Yong Soon buru-buru kembali menghadap depan ketika dia merasakan jatungnya berdetak cepat melihat tatapan Marcus.

 

 

Yong Soon POV

 

Berkali-kali aku menghela nafas perlahan ,mengenyahkan kejadian tadi di kelas, kenapa bisa aku terus-terusan memikirkan Marcus, apa yang salah dengan otakku ini?! Aku berjalan ke lokerku dan ternyata disana juga ada Marcus,. Matilah aku, jantungku kembali berdetak kencang.

 

”kau harus biasa..kenapa jadi gugup..kau bukan akan bertemu orang yang kau sukai”ucapku pada diriku sendiri, maka aku pun berjalan, berusaha tidak menganggap dia ada.

 

Aku membuka lokerku denagn cepat dan menutupnya ternyata kami bersamaan menutupnya, membuat kami pada akhirnya saling berhadapan. Aku menunduk berusaha menghindari tatapan matanya.

 

Tiba-tiba aku merasa dia berjalan mendekat padaku dan berdiri tepat dihadapanku, dia maju, aku mundur sehingga tubuhku merapat pada lokerku, aku masih tetap menunduk berusaha menghindari tatapannya.

 

Aku merasakan tangannya menyentuh daguku membutku mendongak, dia menatapku kembali tepat di mata, seakan mencari sesuatu.

 

Aku menahan nafasku berusaha meredam jantungku yangberdetak tidak karuan karena dia yang sangat dekat denganku.

 

”Kenapa kau membuatku sangat tertarik padamu”ucapnya perlahan, wajahnya hanya bebarapa senti dari wajahku membuat kejadian kemarin kembali berputar, hembusan nafasnya yang hangat menerpa wajahku membuat pikiranku menjadi tidak karuan dan aku kembali menikmati kesempurnaan wajahnya, semuanya, matanya, hidungnya dan juga bibirnya, apa aku sudah jatuh hati padanya? Tapi karena apa?

 

Entah pikiran darimana, aku malah mendekatkan wajahku semakin dekat padanya dan memiringkan kepalaku, apa aku sudah gila? Mungkin, namja ini yang membuatku sudah gila, bagaimana aku bisa tahu cara mencium seseorang jika aku belum pernah berciuman sebelumnya. Aku merasakan bibirku sudah menempeldi bibirnya, lembut itu yang aku rasakan, apa ini rasanya berciuman, aku tidak mengerti apa yang aku lakukan sekarang, aku hanya mengikuti perasaanku saja, aku tidaktahu bagaimana selanjutnya, apa ku terlihat seperti gadis murahan yang mencium seorang laki-laki yang baru beberapa hari di kenalnya, tidak bahkan aku belum mengenalnya tapi kenapa aku tidak bisa menolak pesonanya,dia memiliki pesona yang terlalu kuat. Aku memejamkan mataku merasakan ciuman pertamaku yang aneh.

 

Author POV

 

Marcus membelalakan matanya kaget ketika dia merasakan bibirYong Soon menyentuh bibirnya, dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Dia ingin mendorong tubuh gadis itu tapi tidak, perasaannya berkat lain, dia menikmatinya, dia bisa mersakan betapa lembutnya bibir gadis itu membuatnya tidak mau melepaskannya dan membiarkannya tetap merasakannya.

 

Marcus POV

 

Apa aku sudah gila? Ya sepertinya begitu, kenapa bisa-bisanya aku menerima ciuman seorang gadis yang baru aku kenal tidak aku tidak kenal dengannya bahkan aku menikmatinya, gila!apa aku sudah jatuh pada gadis ini.

 

Kau terlalu berlebihan tertarik pada gadis ini

 

Kata-kata itu kembali terngiang, ya sepertinya begitu,aku tertarik pada gadis introvert ini dan bahkan mungkin aku sudah jatuh padanya. Aku memejamkan mataku, merasakan sensasi ciuman pertamaku dengan seorang manusia.

 

Author POV

 

”Dia yang menang”ucap Vincent pada Aiden dan Nathan yang memperhatikan dua orang yang sedang berciuman itu.

 

Aiden kembali terkekeh pelan.

 

”Mana uangnya…aku yang menang…sudah kubilang tidak ada yang bisa menolak pesona Marcus…”ucap Aiden.

 

”Menurutmu Marcus sudah seperti kita…”ucap Nathan.

 

”Kita lihat apa yang akan dia lakukan pada gadis itu..”ucap Aiden sambil tersenyum penuh arti. Vincent sedikit tidak suka melihat kenyataan dihadapannya bahwa gadis itu lebih memilih Marcus dibanding dirinya, padahal selama ini Vincentlah yang paling mudah menaklukan hati seorang gadis, bahkan Marcus tidak pernah tertarik pada gadis makanya sikapnya sangat dingin namun sekarang apa yang dilihat Vincent benar-benar berbeda, dia tidak menyangka Marcus akan tertarik pada seorang gadis.

Advertisements

3 thoughts on “FF: Fate Part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s