FF: Like A Fool Part 2

Cast:

Im Seulong

Lee Soo Rin

Shin Hye Ri

 

Soo Rin POV

 

Aku menutup buku yang baru aku baca dan menghela nafas perlahan, semoga setelah ini dia tidak akan mengangguku lagi.

 

Aku hendak beranjak kembali ke kelasku namun tiba-tiba Hye Ri datang dengan berlari mengahampiriku dan berhenti tepat didepanku.

 

“Soo Rin-ah..”panggilnya sambil tersenyum senang, apa yang membuatnya sesenang ini?

 

Aku tidak menanggapi panggilannya dan berjalan meninggalkannya.

 

“Soo Rin-ah..kau tidak mau mendengarkan ceritaku?”ucapnya sambil berusaha mensejajarkan langkahnya disampingku.

 

Aku hanya diam, tidak terlalu tertarik karena aku memang tidak terlalu peduli padahal apapun.

 

“Ya..Soo Rin-ah..”panggilnya lagi namun aku tidak peduli dan terus berjalan.

 

**

 

Pulang sekolah hari ini aku memutuskan untuk pulang sendiri, biasanya Hye Ri selalu bersamaku namun kali ini aku menolak. Di depan gerbang aku bertemu lagi dengan Seulong dan teman-temannya, begitu aku lewat aku melihat Jo Kwon menatapku dengan tajam, aku tidak menanggpai tatapannya dan mengalihkan tatapanku ke arah lain dan tanpa sadar aku dan Seulong saling bertatapan sesaat, aku mempercepat langkahku untuk keluar gerbang, sedetik aku menangkap Seulong melemparkan senyuman tipis padaku namun dari pancaran wajahnya aku tahu dia sedih.

 

Aku jadi kembali teringat kata-kataku tadi padanya dan juga kata-kata Jo Kwon. Ah sudah kenapa aku pikirkan lagi.

 

**

 

Aku baru keluar dari sebuah mini market begitu aku menangkap sosok seorang namja dengan swetaer merah, Im Seulong,berlari dengan terburu-buru menuju sebuah restoran disampingku. Entah kenapa kakiku malah melangkah menuju restoran itu,baru sampai pintunya aku berhenti tersadar dengan apa yang aku lakukan, mengikuti namja itu? Apa yang kau pikirkan Soo Rin? Makiku pada diri sendiri.

 

Aku kembali berjalan meninggalkan restoran itu tapi entah kenapa aku malah kembali, mataku mencari-cari namja itu dan melihatnya sedang berdiri di depan sebuah meja dengan notes kecil ditangannya, begitu orang yang di meja itu berkata, dia akan mencatatnya. Dari hal itu dapat aku simpulkan bahwa Seulong bekerja part time disini.

 

Aku terus memperhatikannya dan tiba-tiba dia menatap keluar, aku segera berjalan cepat meninggalkan tempat itu sebelum dia sadar aku memperhatikannya sejak tadi.

 

Author POV

 

Setiap pagi Hye Ri menyiapkan bekal untuk Seulong begitupun hari ini, dia bersemangat sekali berjalan ke kelas Seulong dengan sebuah kotak makan ditangannya.

 

“Oppa”panggilnya pada Seulong yang sedang berkumpul dengan teman-temannya, dia menghampiri meja Seulong.

 

“Uri Hye Ri…apa yang kau bawa hari ini?”tanya Jo Kwon pada Hye Ri yang sudah berada di hadapan mereka.

 

“Kimbap”jawab Hye Ri sambil tersenyum.

 

Jinwoon langsung saja mengambil kotak makan itu dari tangan Hye Ri dan membukanya.

 

“Wow..gomapta Hye Ri…”ucapnya dan berjalan meninggalkan mereka bersama Changmin dan JoKwon.

 

“Ya!Oppa itu untuk Seulong Oppa”seru Hye Ri pada mereka yang sudah keluar kelas, Hye Ri mengembungkan pipinya kesal,niatnya membuat itu untuk Seulong tapi kenapa malah diambil.

 

Seulong terkekeh pelan melihat ekspresi HyeRi.

 

“Ya sudah kita makan di kantin saja..kajja..”ucap Seulong sambilbangkit dari duduknya dan mulaiberjalan,Hye Ri mengejar langkahnya dan berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Seulong lalu menggamit lengannya.

 

**

 

Soo Rin hendak membuka lokernya begitu dia merasa ada sesuatu yang aneh disana, tidak ada setangkai bunga lagi di depan pintu lokernya. Entah kenapa Soo Rin merasa aneh dengan perasaannya yang tiba-tiba seperti merasa kehilangan. Dia menggelengkan kepalanya pelan.seharusnya dia senang Seulong mengikuti perkatannya untuk berhenti mengirimkannya bunga.

 

Soo Rin berjalan ke kantin untuk makan siang, tiba-tiba matanya menangkap dua orang yang di kenalnya sedang makan bersama, Hye Ri dan Seulong. Apa ini yang mau Hye Ri ceritakan, kalau dia sudah pacaran dengan Seulong,pikir Soo Rin.

 

Dia berusaha tidak peduli dan berjalan untuk mengambil makanan,namun lagi-lagi matanya menangkap ke arah meja Seulong dan Hye Ri dan dia bisa melihat Seulong yang mengacak-acak rambut Hye Ri sambil tersenyum senang, tiba-tiba Soo Rin kembali merasakan perasaan aneh dihatinya.dia menyentuh dadanya dan menggelengkan kepalanya kuat-kuat.apa yang kau pikirkan Lee  Soo Rin,ucapnya pada dirinya sendiri.Soo Rin pun memutuskan untuk makan agak jauh dari mereka.

 

**

 

Sore harinya lagi-lagi Soo Rin melihat dua orang itu berjalan bersama sambil tertawa senang. Soo Rin menutup pintu lokernya sambil menyampirkan tasnya untuk pulang,dia berpapasan dengan dua orang itu namun Soo Rin hanya menunduk tidak berani menatap mereka. Lagipula beberapa hari ini hubungannya dengan Hye Ri juga memburuk. Mungkin karena Seulong pikir Soo Rin.

 

Tiba-tiba kaki Soo Rin menyandung sesuatu dan membuat tubuhnya tidak seimbang dan jatuh.

 

“Soo Rin-ah”seru Seulong.

 

Soo Rin mendengar langkah Seulong menghampirinya namun Seulong tidak pernah sampai dihadapannya memabntunya berdiri. Soo Rin berdiri sendiri dan kembali berjalan. Bahkan dia sudah tidak peduli lagi padaku, pikir Soo Rin.

 

Soo Rin POV

 

Aku menatap jam ditanganku,sudah sangat sore dan hujan tidak kunjung berhenti, bagaimana aku pulang?? Aku menatap pasrah guyuran hujan yang semakin rapat. Tidak ada yang bisa menjemputku mereka semua sibuk.harus menunggu sampai kapan disini?

 

Aku memandang luru ke depan sebuah memori muncul dalam pikiranku, kondisi yang sama tapi ada seorang namja yang mendatangiku dengan payungnya saat itu. Namja yang rela bajunya basah karena payungnya dia gunakan untuk memayungiku.

 

Aku menggelengkan kepalaku, kenapa aku malah mengingat hal itu,dia tidak akan pernah seperti itu lagi padaku, dia milik Hye Ri dan itu yang membuatku terus memikirkannya tiga hari ini.

 

Apa aku menyesal?

 

Setelah aku pikirkan,iya. Mungkin ini balasannya karena sudah sangat jahat padanya, tanpa sadar aku mulai jatuh cinta pada Im Seulong.

 

**

 

Pagi hari yang cerah, aku melihatnya berjalan masuk ke gerbang sekolah sendirian,langsung saja aku menghampirinya dan menariknya ke taman sekolah yang masih sepi.

 

“SooRin-ah”panggilnya padaku, dia sudah sukses membuatku menyukai cara dia memanggilku, aku tidak bisa seperti ini terus, kenapa dia selalu muncul dipikiranku.

 

“Berhenti memanggilku seperti itu..kau hanya akan terus membuatku memikirkanmu”ucapku padanya, dia menatapku kaget, aku tidak peduli dia menggap hal ini apa, aku hanya ingin dia hilang dari otakku.

 

“Soo Rin-ah”panggilnya lagi dan aku benar-benar muak mendengarnya memanggilku seperti itu, hanya akan membuatku terus mengingatnya.

 

Aku berjalan meninggalkannya.

 

“Neo!”seru sebuah suara membuatku berbalik, Hye Ri berjalan menghampiriku dengan tatapan tajam dan berhenti di depanku.

 

“Kau mau merebut Seulong Oppa dariku, hah?kau benar-benar mempermainkan seorang namja ya Soo Rin..setelah kau menolaknya sekarang kau menyatakan perasaanmu..kau benar-benar tidak tahu malu!”seru Hye Ri padaku, aku menghela nafas perlahan,tidak akan selesai menanggapi omongannya, aku tidak peduli. Aku pun kembali berjalan.

 

“Ya!kenapa kau jahat sekali padaku Soo Rin-ah…kau tahu aku berusaha agar Seulong Oppa dapat melupakanmu tapi dengan kata-katamu tadi padanya..dia akan semakin sulit melupakanmu…wae SooRin-ah?kau punya segalanya..apa kau marah padaku karena selama ini mendiamkanmu…begitu?”ucapnya lagi.

 

Aku terus melanjutkan jalanku tanpa menghiraukannya.

 

Pulang sekolah,aku kembali melihat mereka berdua berjalan bersama, Hye Ri menatap tajam padaku, baru kali ini dia menatapku seperti itu. Aku tidak akan pernah mengambil Seulongnya, aku hanya kesal kenapa Seulong selalu muncul dipikiranku.aku berjalan cepat melewati mereka tanpa menoleh sedikitpun.

 

Author POV

 

Soo Rin baru keluar kelasnya ketika dia berpapasan dengan Jo Kwon.

 

“Apa sih yang kau pikirkan gadis dingin?mempermainkan perasaan orang?setelah kau menolaknya sekarang kau menyatakan perasaanmu padanya?setelah kau menyakitinya kau berubah menjadi baik..”ucap Jo Kwon menghentikan langkah Soo Rin.

 

SooRin terdiam, lagi-lagi ada orang yang bicara seperti itu.

 

“Soo Rin-ah”panggil seseorang yang akan amat sangat dikenal Soo Rin suara Seulong.

 

Dia kembali berjalan sebelum Seulong menghampirinya.

 

**

 

Seulong sedang sibuk di tempat dia bekerja karena kebetulan hari ini sangat ramai. Seseorang mengamatinya dari luar dan akhirnya memutuskan  masuk ke dalam.orang itu berjalan menuju meja kosong dan Seulong segera mengahmpirinya.

 

“Mau pesan apa?”tanyanya, orang itu mendongak dan kedua mata mereka bertemu, Seulong terkejut melihat siapa yang datang.Lee Soo Rin.

Dia buru-buru tersenyum untuk menghilangkan keterkejutannya itu.

 

“Jajangmyeon dan jus jeruk”jawab Soo Rin, Seulong mencatat pesanannya dan segera pergi meninggalkan Soo Rin.

 

Tak lama kemudian peasanan Soo Rin datang dibawa oleh Seulong, Seulong menaruhnya  di meja.

 

“Kalau kau tidak sibuk maukah kau menemaniku makan?”tanya Soo Rin.

 

Seulong sedikit kaget dengan permintaan Soo Rin dan langsung duduk dihadapan Soo Rin. Soo Rin mulai memakan pesanannya, sementara Seulong hanya mengamati gadis ini makan, dia memperhatikan lekat-lekat wajah gadis yang sudah sejak lama dia sukai ini, meski dia gadis yang dingin dan datar tapi entah kenapa di mata Seulong,Soo Rin tidak seperti itu, dia merasa nyaman melihat wajah gadis itu.

 

Begitu gadis itu selesai makan, dia menyodorkan tissue pada Soo Rin, SooRin mengambilnya dan membersihkan mulutnya.

 

“Seulong-ah…mianheyo..”ucap Soo Rin perlahan.

 

“Untuk?”tanya Seulong.

 

“Sudah menyakiti hatimu saat itu…aku memang gadis yang jahat dan bodoh..mianhe…”ucap Soo Rin lagi.

 

Seulong tidak menanggapinya. Soo Rin merasa Seulong tidak mau memaafkannya dan Soo Rin memutuskan untuk pulang.

 

“Aku pulang dulu”ucap Soo Rin sambil berdiri, tiba-tiba Seulong juga ikut berdiri.

 

“Aku antar pulang”ucap Seulong langsung menarik tangan Soo Rin.

 

Seulong memberikan sebuah helm pada Soo Rin karena Seulong akan mengantarkannya dengan skuternya. Soo Rin tamak ragu-ragu namun Seulong menarik tangannya untuk mendekat dan akhirnya terpaksa Soo Rin menerima tumpangan Seulong.

 

Di jalan mereka hanya terdiam satu sama lain, sampai Soo Rin membuka pembicaraan.

 

“Chukkeyo..kau sudah jadian dengan Hye Ri”ucap Soo Rin namun Seulong tidak merespon, Soo Rin pikir dia tidak mendengar padahal sebenarnya Seulong mendengar, hanya saja dia tidak tahu harus menanggapi apa, dibilang pacaran dengan Hye Ri juga tidak, dibilang tidak tapi mereka memang dekat sekarang.

 

“Hye Ri gadis yang baik”ucap Soo Rin lagi.

 

Seulong hanya terdiam, perasaannya menjadi bersalah pada Hye Ri karena jujur walaupun dia sudah berusaha melupakan Soo Rin, dia tetap tidak bisa, meski Hye Ri berkata pada Seulong untuk berusaha melupakan Soo Rin tapi Seulong tidak pernah melakukannya bahkan semakin kesini dia semakin menyukai gadis dibelakangnya ini.

 

**

 

Keeseokan harinya,  sejak pegi Seulong sudah sibuk di dapur rumahnya, mempersiapkan bekal untuk Soo Rin, dia tahu bahwa hal ini adalah kesalahan bahkan dia belum tahu apakah Soo Rin juga menyukainya hanya saja dia menjadi senang begitu mengetahui Soo Rin mulai bersikap baik padanya.

 

“Ongie-ya…apa yang kau lakukan?”tanya ibu Seulong yang masuk ke dapur dan melihat anaknya sedang sibuk dengan semua perlatan memasak.

 

“Menyiapkan bekal eomma”jawab Seulong sambil menoleh dan tersenyum padanya.

 

“Untuk?”tanya ibunya lagi.

 

“Soo Rin”jawab Seulong dengan wajah senang.

 

“Bukannya yang sedang dekat denganmu itu Hye Ri?”tanya ibunya.

 

“Aniya..dia hanya temanku eomma”ucap Seulong sambil berjalan melewati ibunya untuk ke kamar, ibunya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya itu yang sedang jatuh cinta.

 

Begitu selesai mempersiapkan bekal,Seulong bergegas berangkat ke sekolah.

 

“Eomma aku berangkat dulu ya..”pamit Seulong kemudian keluar rumahnya.

 

Sepanjang jalan ke sekolah Seulong selalu tersenyum, dia sangat bersemangat sekali untuk ke sekolah hari ini.

 

“Ya!kenapa kau senyum-senyum terus”ucap Jinwonn yang tiba-tiba sudah ada disamping Seulong dan merangkul bahunya.

 

“Aniya..”jawab Seulong masih dengan senyuman di wajahnya.

 

“Ah..ah..ara..Hye Ri kah?”tanya Jinwoon lagi.

 

Seulong menggeleng.

 

“Mwo?nan nugu? Ya Im Seulong kau mau selingkuh dari Hye Ri, hah?”tanya Jinwoon lagi.

 

“Ya..wonnie..aku bukan mau selingkuh tapi dia itu cinta sejatiku..”ucap Seulong mantap.

 

“Jangan bilang Lee Soo Rin?”Jinwoon kembali bertanya dengan pandangan seakan tidak yakin namun Seulong malah mengangguk mantap sambil tersenyum.

“Ya Im Seulong…neo…”tunjuk Jinwoon pada Seulong.

 

“Dia tidak seburuk yang terlihat…”ucap Seulong kemudian berjalan lebih dahulu meninggalkan Jinwoon yang masih tidak percaya bahwa sahabatnya itu masih memiliki perasaan pada gadis dingin yang bernama Lee Soo Rin itu.

“Micheoso”gumam Jinwoon.

 

Seulong POV

 

Aku menunggunya di koridor sekolah tempat biasanya dia akan lewat, aku sudah menenteng bungkusan yang berisi bekal makan siang yang akan aku berikan padanya. Tak lama kemudian aku melihatnya berjalan dengan pandangan luru ke depan, senyumku terkembang melihatnya.

 

“Soo Rin-ah..”panggilku membutanya menoleh padaku tepat ketika dia hendak melewatiku.

 

“Ayo makan siang denganku…”ucapku pada Soo Rin dan langsung saja menarik tangannya.

 

Aku membawanya ke tempat biasa aku berkumpul dengan teman-temanku, aku menyuruhnya duduk di bawah pohon tempat aku biasa duduk. Aku mulai membuka bekal itu dan menunjukan padanya.

 

“Tidak usah Seulong-ah”ucap Soo Rin.

 

Aku menautkan alisku bingung.

 

“Wae?aku sengaja membuatkannya untukmu…cobalah..”ucapku.

 

Soo Rin terlihat ragu-ragu mengambil sumpit yang aku pegang namun aku memberikan kotak makan itu padanya, dia mentapku sekilas sebelum menyumpit bekal yang aku buat dan mulai memakannya, aku menatapnya menunggu reaksinya.

 

“Mashitta”ucapnya tanpa senyum, meski tanpa senyum aku tetap senang, dia bilang masakanku enak.

 

“Lanjutkan makannya”ucapku lagi.

 

Dia pun melanjutkan menghabiskan bekal yang aku buat sementara aku hanya menagamatinya saja.

 

Author POV

 

Hye Ri mengenggam ujung jas sekolahnya dengan erat melihat pemandangan di hadapannya itu, hatinya rasanya sangat sakit. Dia merasa bodoh sekali selama ini bisa mengira membuat Soo Rin terhapus dari hati Seulong tapi ternyata tidak, Seulong masih sangat mencintainya meski dia sudah di tolak.

 

Hye Ri berjalan menunduk meninggalkan tempat itu, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia sangat mencintai Seulong tapi Seulong sama sekali tidak pernah melihatnya.

 

**

 

Sepulang sekolah Hye Ri menemui Seulong, dia menunggunya di depan kelas Seulong, begitu Seulong keluar dia langsung memanggil namja itu.

“Oppa…”panggilnya pada Seulong membuat namja itu menoleh dan menghentikan langkahnya yang sedang berjalan bersama teman-temannya itu.

 

“Hye Ri-ya”sapa Seulong dengan wajha ceria, Hye Ri mengerti kenapa wajah Seulong sangat ceria berbeda jika bersama dengannya, ini pasti karena Soo Rin.

 

“Aku ingin bicara dengan Oppa”ucap Hye Ri serius, Seulong menatapnya heran namun mengikuti Hye Ri ke belakang sekolah.

 

“Apa yang membuatmu tidak bisa melihatku Oppa?”tanya Hye Ri, Seulong bingung.

 

“Kenapa Soo Rin selalu bisa membuatmu tersenyum seperti tadi bahkan dia tidak pernah tersenyum dan mengajakmu bercanda”terang Hye Ri lagi.

 

Seulong mengerti arah pembicaraan ini, dia menghela nafas perlahan, dia tahu dia sudah sangat salah, tidak seharusnya dia memberikan kesempatan pada Hye Ri untuk membuatnya lupa pada Soo Rin karena pada kenyataannya dia tidak bisa melupakan Soo Rin.

 

“Mianheyo Hye Ri-ya..na nappeun namja..aku hanya tidak tahu harus menjawab apa saat itu…aku tidak mau melukaimu saat itu..aku…mianheyo..jeongmal mianhe…”ucap Seulong.

 

Hye Ri menghela nafas perlahan.

 

“Ne..ara..aku yang salah Oppa…aku terlalu berharap padamu…”ucap Hye Ri kemudian hendak berjalan pergi namun Seulong kembali memanggilnya.

 

“Hye Ri-ya..gwenchana?”tanyanya.

 

Hye Ri berbalik dan tersenyum tipis sembari mengangguk.

 

“Hye..”

 

“Oppa..jebal berhenti bersikap seperti ini padaku.,..aku baik-baik saja..jika oppa terus seperti ini aku hanya akan semakin sulit melepaskan Oppa…”potong Hye Ri dan kemudian dia kembali menlanjutkan jalannya.

 

Seulong hanya menatap punggung Hye Ri yang semakin lama semakin menjauh, dia merasa sangat bersalah sekali pada Hye Ri tapi dia juga bingung apa yang harus dia lakukan.

 

“Mianhe Hye Ri-ya..”lirih Seulong.

 

**

 

Soo Rin sedang berjalan menuju lokernya saat dia berpapasan dengan Hye Ri, Soo Rin menatap Hye Ri biasa namun Hye Ri menatapnya dengan senyuman tipis. Sejak kejadian itu, Hye Ri memang menjauh dari Soo Rin dan Soo Rin juga merasa tidak enak.

 

“Mianhe..”ucap Soo Rin.

 

Hye Ri mengehntikan langkahnya.

 

“Untuk apa?kau yang menang”ucap Hye Ri dan kemudian kembali berjalan.

 

Soo Rin tidak mengerti apa yang dimaksud Hye Ri, dia meminta maaf atas sikapnya selama ini tapi kenapa tanggapan Hye Ri seperti itu, menang?! Apa maksudnya? Pikir Soo Rin.

 

Soo Rin POV

 

Pagi minggu yang cerah, matahari menelusup masuk melalu jendela kamarku, aku baru saja selesai mandi ketika ibu mengetuk pintu kamarku.

 

“Soo Rin-ah..ada yang mencarimu”ucap ibuku dari luar pintu.

 

Aku berjalan ke arah pintu kamarku dan membukanya.

 

“Nugu?”tanyaku, siapa yang datang pagi-pagi dan sepertinya dia tidak memiliki janji dengan siapapun.

 

“Namja..neo namjachinguga?”tanya ibuku, aku bingung harus menjawab apa, pacar? Aku tiak punya pacar.

 

Maka aku pun bergegas melihat siapa namja yang datang ke rumahku. Aku membuka pintu rumahku dan tiba-tiba aku dihadapkan pada sebuah buket bunga mawar putih yang sangat besar.

 

“Soo Rin-ah..”panggil orang itu dari balik buket bunga itu.

 

“Seulong-ah…”ucapku tidak percaya, dia menatapku sambil tersenyum. Kenapa aku baru sadar senyumnya sangat manis, aniya dia milik Hye Ri sekarang, tapi untuk apa dia kesini pagi-pagi?

 

“Wae geure?”tanyaku menanyakan apa keperluannya.

 

“Kita jalan-jalan..”ucapnya langsung menarik tanganku.

 

Aku yang tidak siap hanya mengikuti tarikan tangannya, dia membawaku ke dekat sekuternya, memberikan helmnya padaku, aku menatapnya ragu-ragu namun dia langsung mengambil helm ditanganganku dan memakaikannya di kepalaku.

 

“Cha..kajja”ucapnya, mau tidak mau aku mengikutinya naik ke atas sekuternya.

 

“Pegangan yang erat”ucapnya, aku memegang ujung sweternya namun tiba-tiba dia menarik tanganku sehingga tanganku melingkar di pinganggnya, tiba-tiba saja jantungku berdegup sangat kencang dan aku merasakan mukaku memerah. Omo, kenapa ini?

 

Dia pun mulai melajukan sekuternya melewati jalanan kota Seoul yang masih sepi. Aku merasakan hembusan angin yang masih segar menerpa wajahku, nyaman.

Tiba-tiba aku menjadi ingat ingin bertanya kenapa dia mengajakku keluar bukannya seharusnya Hye Ri.

 

“Seulong-ah..kenapa kau tidak mengajak Hye Ri?”tanyaku.

 

Dia tidak menjawab, apa mungkin tidak terdengar.

**

“Aku merasa bodoh..membiarkannya membantuku melupakanmu..sekarang aku malah menyakitinya…”ucap Seulong mengkahiri cerita panjangnya, jadi yang dimaksud Hye Ri kemarin adalah ini.

 

Dia menyukai Seulong sejak dulu tapi Seulong menyukaiku dan sekarang Hye Ri..omo..aku sudah menyakiti hatinya.

 

“Tidak seharusnya kita seperti ini Seulong-ah…”ucapku.

 

“Ara..tapi..”Seulong menggantung kata-katanya dan menatap lurus ke depan, aku tahu dia bingung, aku juga.

 

“Dia akan mengerti..cinta tidak bisa dipaksakan kan?”ucap Seulong lagi.

Aku hanya terdiam mendnegar perkatannya.

 

**

Kami duduk di tepian sungai Han menatap langit biru yang sangat cerah, cuaca hari ini benar-benar bagus. Aku memperhatikan burung-burung yang berterbangan diatasku dan entah kenapa bibirku bergerak membentuk senyuman.

 

“Mwo?!ini pertama kalinya aku melihatmu tersenyum”ucap Seulong tiba-tiba membuatku menoleh padanya, dia tersenyum padaku dan lagi-lagi jantungku berdegup sangat kencang. Aku merasakan mukaku memanas lagi.

 

“Ya..kenapa mukamu memerah Soo Rin-ah”kata Seulong membuatku langsung menoleh ke arah lain, aku benar-benar malu.

 

“Soo Rin-ah”panggil Seulong lagi.

 

Aku berbalik menatapnya dan saat itu dia menatapku dengan tatapan yang sangat lembut.

 

“Saranghae Lee Soo Rin..aku harap aku tidak akan ditolak seperti kemarin…”ucapnya.

 

Aku menahan tawaku melihat ekspresinya yang sangat aneh itu. Aku sengaja diam, seeakan berpikir seperti waktu itu, aku melihat wajahnya menjadi sedikit cemas.

“Ya..jangan bilang kau akan menolakku seperti kemarin”ucapnya menujukan wajah bodohnya itu.

 

Aku mencondongkan tubuku kearahnya dan mengecup pipinya sekilas, dia terlihat sangat terkejut dan bisa kulihat wajahnya memerah, aku terkekeh pelan.

 

“Kau terlihat sangat bodoh Seulong-ah..”ucapku.

 

Dia menengok ke arah lain sambil menyentuh belakang lehernya, sepertinya dia sangat malu. Kenapa dia yang jadi malu, maka aku pun menggeser dudukku dekat dengannya dan menyenderkan tubuhku di bahunya, dia sedikit menegang karena aku menyandarkan tubuhku padanya namun sedetik kemudian dia sudah terbiasa bahkan dia mulai mengelus rambutku.

 

Aku baru sadar betapa namja ini sangat mencintaiku, meski aku sudah melukainya dia tetap mencintaiku, aku pikir aku tidak akan pernah menyukai namja siapapun tapi dia berhasil meluluhkan hatiku. Nado saranghae Im Seulong.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s