FF: Like A Fool Part 1

Cast:

Im Seulong

Lee Soo Rin

Shin Hye Ri

 

Author POV

 

“Jeongmal saranghae Lee Soo Rin!”ucap seorang namja dengan memberikan setangkai bunga mawar putih di hadapan seorang yeoja yang terkejut menatap namja tersebut, namja itu menunduk menunggu jawaban dari si gadis.

 

Lama namja itu menunduk tapi yeoja masih belum memberikan tanggapan apa-apa, dia hanya memandang namja itu dengan menyilangkan tangan di depan dadanya, wajahnya terlihat meremehkan namja dihadapannya itu. sementara namja itu terus menunduk dengan perasaan harap-harap cemas menunggu jawaban si yeoja berharap jawabannya adalah jawaban yang di harapkan.

 

“Im Seulong?”panggil yeoja itu, namja yang bernama Im Seulong itu mendongak menatap wajah yeoja itu dengan takut-takut.

 

“Aku tidak menyukaimu”ucap yeoja yang bernama Soo Rin itu sambil berjalan meninggalkan Seulong yang masih berdiri, terkejut mendengar jawaban yeoja itu.

 

Soo Rin berjalan dengan santai meski banyak pasang mata disepanjang koridor sekolah memperhatikannya, bagaimana tidak lagi-lagi seorang Soo Rin menolak pernyataan seorang namja. Soo Rin bisa dibilang adalah yeoja populer disekolahnya, dengan wajah yang cantik dan mata yang bulat serta merupakan yeoja yang pintar, tidak ada namja disekolah ini yang tidak menyukainya tapi tidak ada yang bisa memiliki yeoja ini karena sifatnya yang dingin pada semuanya tidak terkecuali yeoja hanya ada satu yeoja yang bisa dekat dengannya yaitu Shin Hye Ri.

 

“Soo Rin-ah”panggil seorang yeoja dengan rambut sebahu melambaikan tangannya pada Soo Rin yang sedang berjalan di koridor, Soo Rin tidak menanggapi senyum yeoja itu dan langsung masuk ke kelas.

 

Yeoja dengan rambut sebahu itu mengikuti Soo Rin masuk ke dalam kelas dan duduk dihadapan gadis itu.

 

“Seulong Oppa menyatakan perasaannya padamu?”tanya yeoja itu dengan wajah penasaran.

 

Soo Rin seakan tidak mendengar pertanyaan yeoja dihadapannya itu dan malah sibuk mengeluarkan bukunya dari dalam laci mejanya.

 

“Soo Rin-ah..palli ceritakan padaku..apa kau menerimanya?”tanya yeoja itu.

 

Soo Rin menaruh bukunya dengan agak keras ke atas meja dan menatap tajam yeoja itu membuatnya sedikit takut.

 

“Aku tidak menyukai namja seperti Im Seulong, Shin Hye Ri”ucapnya dengan anda ketus. Yeoja yang bernama Hye Ri itu hanya mengangguk kemudian kembali menatap luru ke depan, dia tahu sahabatnya jika sudah seperti itu tidak akan bisa ditanya lagi, bisa-bisa dia akan dimarahi habis-habisan, namun sebuah senyum terukir di wajah Hye Ri, dia pun terlihat seakan lega.

 

**

 

“Seulong Oppa!”panggil seorang yeoja membuat Seulong yang sedang berjalan berhenti dan berbalik ke belakang.

 

Yeoja itu sampai di depan Seulong dan melemparkan senyumannya pada namja tinggi tersebut dan Seulong membalas senyuman yeoja tersbeut.

 

“Wae Hye Ri-ya?”tanya Seulong.

 

Hye Ri tidak menjawab dan hanya memberikan sebuah kotak makan pada Seulong sambil tersenyum.

 

“Ah..gomapta”ucap Seulong sambil mengambil kotak makan itu, Hye Ri tampak sangat bahagia makanan buatannya diambil oleh Seulong, dia kembali tersenyum pada Seulong.

 

Tidak jauh dari situ Soo Rin baru saja selesai makan siang, dia berjalan di koridor dengan perlahan tetap dengan ekpresi datar dan dinginnya, dia menenteng sebuah buku, tidak mendengar seseorang berlari di belakangnya dan menabraknya.

 

BRUKK

 

Buku yang di bawa Soo Rin jatuh, Seulong yang berada tidak juah dari situ melihatnya dan dia segera berlari menuju ke aras Soo Rin dan membantunya mengambil buku itu lebih dahulu.

 

Begitu Soo Rin sadar siapa yang membantunya mengambilkan bukunya dia langsung mengambil buku di tangan Seulong dengan kasar dan pergi meninggalkan Seulong dengan cepat, Seulong hanya tersenyum tipis melihat perlakuan Soo Rin padanya, Hye Ri menghampiri Seulong yang masih memperhatikan Soo Rin yang berjalan semakin menjauh.

 

“Oppa”panggil Hye Ri.

 

Seulong menoleh pada Hye Ri dan tersenyum.

 

“Gomapta bekalnya..akan aku makan di kelas”ucapnya kemudian langsung pergi meninggalkan Hye Ri.

 

Hye Ri terpaku di tempatnya dan menghela nafasnya perlahan.

 

“Kau tetap menyukainya meski dia sudah menolakmu”gumam Hye Ri.

 

Soo Rin POV

 

Aku memasuki gerbang sekolahku dengan cepat menghindari tatapan orang-orang padaku, kenapa mereka senang sekali menatapku seperti itu, aku merasa risih, sangat. Hey aku juga manusia normal! Sampai sekarang aku tidak tahu kenapa mereka menatapku seperti itu, apa karena aku sudah menolak banyak namja? Aku tidak pernah tertarik dengan mereka. Itu alasanku kenapa menolak mereka semua, yang terakhir Im Seulong, aku bukan hanya tidak tertarik padanya tapi dia memang tidak memiliki daya tarik apapun, namja aneh.

 

Aku berjalan menuju lokerku untuk menarun tasku, sampai di depan lokerku aku melihat sesuatu menempel di pintunya, setangkai mawar putih. Aku mengambilnya dan mengamatinya, ada sebuah kertas dengan tulisan kecil disana.

 

Selamat pagi …semoga harimu menyenangkan ^^

 

Aku menarik kertas tersebut dan membaliknya ada sebuah nama pengirim disana. Im Seulong. Cih namja ini, sudah kutolak masih saja. Kemarin juga dia tiba-tiba ada dihadapanku mengambilkan bukuku yang jatuh. Dia pikir aku akan jatuh hati dengan sikapnya yang perhatian, tidak akan pernah.

 

Aku mengambil beberapa buku dan mengambil mawar putih tersebut namun begitu sampai di depan kelasku, aku membuang bunga itu ke tempat sampah.

 

Seulong POV

 

“Ya!kau masih saja mendekati yeoja dingin itu? apa sih yang kau pikirkan?!”seru Jo Kwon padaku yang sedang menyantap makan siangku di belakang sekolah bersama dengan teman-teman dekatku yang lain Jinwoon dan Changmin, aku duduk dibawah pohon disamping Jo Kwon sementar kedua temanku duduk di bangku yang ada disamping pohon ini.

 

“Aku mencintainya Kwonnie”ucapku begitu menelan suapanku.

 

PLETAKK

 

Sebuah jitakan mendarat di kepalaku.

 

“Ya!appo!”ucapku sambil mengelus-ngelus kepalaku, Jinwoon terkikik geli, aku medelik tajam padanya namun namja disampingku ini semakin kesal dengan ekpresiku dan hendak memukul kepalaku lagi, aku merentangkan tanganku begitu melihat tangannya terangkat.

 

“Kwonnie..sudahlah mungkin itu yang namanya cinta..meski sudah ditolak tetap cinta…”ucap Changmin, aku mengangguk mantap dan tersenyum mendengar perkataan Changmin, apa yang dia katakan itu benar.

 

“Ya!tapi tetap saja..isshh gadis dingin itu tidak akan pernah suka namja siapapun…hanya akan membuang waktmu saja mengejar gadis dingin itu…”ucap Jo Kwon lagi, aku hanya tersenyum santai dan melanjutkan makanku.

 

Aku tahu aku bodoh mengejar cinta seorang gadis yang bahkan tidak tahu cinta itu apa, makanya aku ingin membuatnya mengerti apa arti cinta itu, aku ingin dia bisa merubah sikapnya yang dingin itu, aku tahu sebenarnya hatinya sangat lembut, aku masih ingat gadis yang sejak kecil menjadi tetanggaku itu adalah gadis yang ceria tapi beranjak dewasa dia berubah menjadi dingin, entah kenapa karena aku pindah rumah saat itu dan baru bertemu dengannya lagi di SMA. Aku ingin melihat senyumnya yang manis yang sudah membuatku hanya melihat dia tidak bisa gadis lain.

 

**

 

Apa buku itu masih ada ya? Gumamku sendiri sambil mencari-cari buku yang ingin aku pinjam sejak minggu lalu, bahkan aku harus menunggu Taecyeon yang meminjam buku itu minggu lalu mengembalikannya, tapi kemana ya? Mataku terus mencari buku itu di setiap rak namun tidak ketemu juga, apa sudah dipinjam lagi? Sial!aku telat!

 

Aku melewati rak terakhir dimana kemungkinan buku itu berada ketika aku melihat sosok seorang gadis yang entah kenapa selalu berhasil membuatku tersenyum meski aku tahu dia tidak akan pernah tersenyum terutama padaku. Aku melihatnya sedang berusaha menjangkau sebuah buku yang berada di atasnya, dia berusaha menggapinya dengan berjinjit tapi sepertinya tidak sampai juga. Aku berinisiatif untuk membantunya.

 

Aku berjalan menghampirinya dan menjangkaukan tanganku untuk mengambil buku itu dan dapat. Dia sedikit terkejut menyadari keberadaanku disampingnya. Aku menyodorkan buku itu sambil tersenyum padanya, dia hanya menatapku datar dan mengambil buku itu dengan kasar dan pergi.

 

Aku menatapnya yang berjalan menuju meja petugas perpustakaan untuk meminjam buku itu, dia melirikku sekilas dengan tatapan dinginnya sebelum kembali mengarahkan pandangannya ke arah lali, lalu tak lama kemudian dia berjalan keluar perpusatakaan namun aku masih melihatnya melirik ke arahku, hal itu membuatku tersenyum, entah kenapa meski hanya dengan tatapan sekilasnya saja aku merasa senang, dia menyadari keberadaanku.

 

“Oppa..apa yang kau lakukan disini?”tanya sebuah suara membuyarkan lamunanku. Aku menoleh ke asal suara yang ternyata disampingku, Shin Hye Ri.

 

“Oh..Hye Ri-ya”ucapku, aku tersenyum padanya dan tiba-tiba mataku menangkan sesuatu ditangannya, itu buku yang ingin aku baca, jadi Hye Ri yang meminjamnya. Ah harus menunggu lagi.

 

“Hye Ri-ya..kau menyukai buku itu?”tanyaku sambil menunjuk buku yang dipegangnya itu.

 

Dia mengangkatnya.

 

“Ne..aku suka..Oppa juga suka?”tanyanya balik, aku mengangguk.

 

“Wah..Oppa sudah baca? Apa ceritanya bagus?”tanyanya lagi.

 

Aku menggeleng.

 

“Belum..kemarin dipinjam Taecyeon”ucapku.

 

“Oppa..mau pinjam..ini Oppa pinjam dulu saja nanti setelah baca ceritakan padaku..”ucapnya sambil menyodorkan buku itu padaku, aku menggeleng tanda tidak usah namun dia malah menyerahkan buku itu ke tanganku dan mau tidak mau aku menerimanya.

 

“Jangan lupa ceritakan padaku ya Oppa”ucapnya, aku mengangguk dan kemudian pergi. Akhirnya kebagian juga membaca buku ini.

 

**

 

“Ah..sial sekali hujan!”gerutuku begitu hendak keluar rumah, tetesan hujan yang rapat menyambutku, aku kembali ke dalam rumah untuk mengambil payung.

 

“tidak jadi pergi?”tanya ibuku di depan pintu begitu aku hendak mengambil payung.

 

“Hujan..aku mau ambil payung dulu”jawabku kemudian berpamitan pada ibuku begitu aku sudah mengambil payung.

 

Aku melangkahkan kakiku melintasi hujan yang cukup deras, aku tidak benci hujan, juga tidak suka hujan hanya saja keluar pada cuaca seperti ini sangat-sangat salah kalau bukan harus mengembalikan buku Jinwoon aku tidak akan seperti ini. Lagian namja itu kenapa dia lupa menangih bukunya padaku.

 

Jarak rumah Jinwoon dan aku cukup jauh, harus melewati sekolah karena rumahku tidak jauh dari sekolah, begitu melewati sekolahku aku melihat seorang gadis sedang berdiri di jalan masuk gedung, memeluk tubuhnya, aku menyipitkan mataku untuk melihat lebih jelas di hujan yang cukup deras ini. Lee Soo Rin, itu yang aku lihat, tidak butuh konsentrasi tingkat tinggi untuk mengetahui bahwa itu Soo Rin. Kenapa dia belum pulang jam segini? Aku melihatnya seperti kedinginan. Pasti dia sudah menunggu cukup lama.

 

Kakiku malah melangkah masuk ke dalam sekolah dan mendekati Soo Rin.

 

“Soo Rin-ah”panggilku, dia menatapku dingin.

 

“Kau mau pulang? Ayo aku antar”tawarku padanya namun dia hanya diam dan malah berjalan meninggalkanku melangkahkan kakiknya keluar sekolah di tenga hujan yang sangta deras, ya kenapa dia seperti itu. aku langsung mengejarnya dan berjalan disampingnya, memayunginya, dia tersentak kaget dan hendak berjalan lagi namun aku malah menahan tangannya. Mwo?aku menahan tangannya?! Dia sedikti terkejut dan langsung menghempaskan tanganku.

 

“Kau bisa sakit kalau hujan-hujanan”ucapku padanya, dia sepertinya sadar dan akhirnya mengalah dan membiarkanku tetap memayunginya sampai di depan rumahnya.

 

Begitu sampai di depan rumahnya dia langsung membuak gerbang rumahnya dan berlari ke dalam mengindari hujan, padahal kenapa tidak bilang saja minta diantar sampai pintu, toh dengan senang hati aku akan mengantarnya sampai pintu.

 

Soo Rin POV

 

Sudah cukup!kenapa dia sangat menyebalkan sekali?! Ini sudah dua minggu dia terus-terusan menaruh bunga di depan lokerku, atau membantuku mengambil buku, memayungiku ketika hujan, dia sangat menyebalkan! Aku tidak suka dia selalu ada disekitarku.

 

Aku mengambil bunga di depan pintu lokerku itu dengan kasar dan langsung memasukannya ke dalam tempat sampai disamping loker.

 

Aku harus bicara dengan namja itu, aku tidak suka dia terus-terusan sok perhatian, lama-lama menjadi sangat menyebalkan!

 

Aku berjalan cepat menuju kelasnya, begitu sampai disana aku segera menghampiri mejanya yang sedang dipenuhi oleh teman-temannya. Dia tampak terkejut begitu aku mengahmpiri mejanya begitu juga teman-temannya.

 

“Im Seulong..berhenti memberikan bunga setiap pagi, berhenti membantuku, berhenti perhatian padaku!aku tidak akan pernah menyukaimu karena kau tidak pernah pantas untukku!kau sangat menyebalkan!”ucapku dengan tatapn tajam padanya. Aku melihatnya membelalakan matanya kaget.

 

“Ya!kau gadis dingin!maumu apa sih?!mempermainkan semua namja disini!kau pikir kau sangat cantik,hah?!”seru salah seorang temannya, aku melihat name tag namanya, Jo Kwon. Dia sudah berdiri dihadapanku dengan tatapan tajam, dia pikir aku takut.

 

“Kwonnie”panggil seorang temannya lagi yang bernama Jinwoon, menyuruh Jo Kwon untuk duduk lagi.

 

“Aku tidak sedang bicara denganmu Jo Kwon”ucapku kemudian berbalik meninggalkan mereka.

 

Aku menghela nafas perlahan meninggalkan kelasnya.

 

Author POV

 

Seorang gadis mendengar semua kejadiaan tadi, dia menatap punggung Soo Rin dengan tatapan benci, lalu dia melongok ke dalam kelas untuk melihat Seulong apa baik-baik saja. Dia melihat Seulong hanya tersenyum tipis, dia sadar kalau Seulong kecewa.

 

“Oppa..”lirih gadis itu.

 

**

 

Seulong bersandar di pohon kesukaannya di belakang sekolah menaruh tangannya di belakang kepala dan memandang langit hari ini yang sangat cerah, namun langit ini tidak secerah hatinya, dia benar-benar terkejut dengan perkataan Soo Rin tadi, dia pikir Soo Rin akan luluh jika diperhatikan seperti itu namun dugaanya salah, dia semakin membeci Seulong.

 

“Otttohke?”lirih Seulong sambil memejamkan matanya.

 

Seorang gadis memperhatikannya dari jauh dengan wajah sedih kemudian dia berjalan perlaha menghampiri Seulong.

 

“Oppa!”serunya mengagetkan Seulong yang sepertinya mulai tertidur.

 

“Hye Ri-ya”seru Seulong, sedikit kaget melihat Hye Ri yang tiba-tiba sudah ada disampingnya itu.

 

“Oppa sedang apa?”tanya Hye Ri.

 

“Tidak sedang apa-apa..hanya memandang langit..wae?”tanya Seulong balik.

 

Hye Ri menggeleng sambil tersenyum, Seulong kembali menatap langit.

 

“Oppa..aku tahu tempat Oppa bekerja part time”ucap Hye Ri tiba-tiba membuat Seulong lagi-lagi terkejut.

 

“Mwo?”ucapnya sambil menoleh ke arah gadis itu, Hye Ri membentuk tangannya menjadi Vsign tanda minta maaf.

 

“Aku mengikuti Oppa kemarin habisnya aku penasaran kenapa Oppa selalu pulang terburu-buru lalu aku melihat Oppa bekerja di restoran jajangmyeon milik paman Kim..mianheyo tapi aku janji aku akan menjaga mulutku rapat-rapat”ucap Hye Ri sambil menggerakan jarinya di sepanjang bibirnya seakan menutup bibirnya itu.

 

Seulong tersenyum.

 

“Kalau sudah ketahuan mau apa…ne gwenchana…”ucap Seulong.

 

Seulong kembali menatap langit.

 

“Oppa”panggil Hye Ri lagi.

 

“Hmmm”Seulong hanya menjawab dengan dehaman saja karena pikirannya masih memikirkan perkataan Soo Rin tadi.

 

“Johayo”ucap Hye Ri.

 

“Nde”jawab Seulong seakan menganggap ucapan Hye Ri hanya bercandaan saja.

 

“Aniya Oppa..nan jeongmal saranghae..aku mencintai Oppa..”ucap Hye Ri lagi, Seulong menoleh pada Hye Ri dan menatapnya tidak percaya.

 

“Saranghae Oppa”ucap Hye Ri dengan mantap dihadapan seulong.

 

Seulong sepertinya akhirnya sadar kalau Hye Ri serius begitu melihat sorotan mata Hye Ri.

 

“Mianheyo..kau tahu aku..”

 

“Aku akan membuat Oppa lupa pada Soo Rin..aku akan membuat Oppa menyukaiku…Oppa..”ucap Hye Ri.

 

Seulong bingung, dia jelas-jelas tidak menyukai Hye Ri namun dia juga tidak siap melihat Hye Ri menangis jika dia bilang tidak, masalahnya selama ini Hye Ri sudah terlalu baik padanya, Hye Ri masih menatapnya menunggu jawaban dengan wajah penuh harapan. Seulong menghela nafas perlahan sebelum berbicara.

 

“Hye Ri-ya..ini bukan berarti aku menolakmu hanya saja kau boleh membantuku membuatku melupakannya”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s