FF: Uri Wedding (KyuSoon Couple)

 

 

Yong Soon POV

“Yongie-ya” panggil sebuah suara membuatku menoleh, aku melihat ayahku berdiri di ambang pintu dengan jas hitam, ige mwoya?? Ayahku tersenyum sementara aku hanya bisa menatapnya bingung, aku bisa melihat campuran berbagai ekpresi dari ayah senang juga sedih, kenapa dengan ayah?

 

Ayah berjala mendekat ke arahku sementara aku semakin bingung, aku menengokan wajahku ke segala arah, Ruangan apa ini? Pikirku.

 

“Neoumu yeppeo..”ucap ayahku begitu tepat berdiri di depanku, aku menatapnya semakin bingung, dia berjongkok dihadapanku menyamakan tingginya dengan tubuhku, aku hanya diam karena aku sangat bingung dengan situasi ini, apa yang sedang terjadi??

 

Tangan ayahku terulur mengelus pipiku, wajahnya memancarkan kesedihan seakan aku akan meninggalkannya, mwoya? Sebenarnya ada apa??

 

“Aku selalu membayangkanmu memakai gaun ini tapi rasanya terlalu cepat…huh..”ucap ayahku sambil menghela nafas perlahan. Gaun? Aku menyadari diriku yang sedang memakai sebuah gaun putih gading, aku berbalik menatap cermin di depanku, ige mwoya? Aku melihat hiasan aneh diatas kepalaku, Ini bukan gaun biasa, ini gaun penganti??! Mwo?! Siapa yang mau menikah? Akukah?!!!

 

Aku langsung panik dan tiba-tiba ayahku mengenggam tanganku dengan erat serta menatap lekat mataku.

 

“Kau gugup?”tanyanya, kemudian dia tersenyum.

 

“Everything will be alright Anita…kajja…”ucapnya sambil menarikku berdiri, omo..omo apa maksudnya ini? Aku mau dinikahkan paksa?!!!andweyo?!! bagaimana dengan namja bodoh itu?!! appa aku secara kebetulan mencintai namja bodoh itu bukannya ayah tahu dan aku tidka bisa hidup tanpanya?!! Aku ingin sekali berkata seperti itu tapi kenapa aku tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Ottohke???

 

Ayah membimbingku menuju sebuah ruangan dengan pintu besar, benar tebakanku sekarang aku ada di sebuah gereja, seseorang dari dalam yang aku tidak tahu siapa membukakan pintu, saat itulah aku melihat seorang namja dengan tuksedo putih berdiri di depan altar, aku semakin panik, aku tahu itu bukan namja bodoh itu? aku menatap ayahku dengan pandangan appa jangan nikahkan aku tapi ayah malah mengenggam erat tanganku dan tersenyum hangat, andwe>.<

 

Ayah membawaku berjalan perlahan sementara aku rasanya ingin pergi dari sini, tapi kenapa sepertinya semuanya sangat aneh ya? Apa appa menikahkanku diam-diam kenapa hanya ada namja itu dan ayahku, ya Tuhan apa appa setega itu padaku? Apa appa tidak memikrikan perasaanku, ahhh nan ottohke???

 

Begitu sampai di depan altar, aku sudah panik setengah mati siapa namja ini? Siapa? Kemudian namja itu berbalik dan OMO SEULONG!!! Seulong yang berdiri di depan altar dengan tuksedo putih, dia tersenyum lembut padaku dan mengambil tanganku dari genggaman ayahku, omo…omo..andwe…aku ingin menarik tanganku sepertinya saat ini aku tidak bisa menggerakan tubuhku dan hanya bisa menurut.

 

Dia menggenggam tanganku dengan erat dan entah dari mana di depan kami sudah ada pendeta, huaaaa andwe????ottohke??!!

 

Ketika wedding vow diucapkan lidahku hanya bisa mengikutinya, omo..kenapa denganku kenapa aku tidak bisa menolak apa yang tubuhku ingin lakukan dan tiba-tiba saja semuanya sudah berlanjut ke pemasangan cincin, lagi-lagi seulong tersenyum padaku, aku tahu dia sangat tampan tapi..bukan dia yang aku inginkan..andai dia tahu aku tidak mau>.<

 

Seulong menatapku tepat di mataku membuatku sangat takut dan tiba-tiba saja dia sudah mendekatkan tubuhnya padaku, ah andwe>.< aku ingin mundur saat ini tapi seperti yang tadi aku bilang tubuhku tidak bisa aku kendalikan dan..dan dia semakin dekat merengkuh wajahku..huaaaaaaa nan ottohke>.< wajahnya semakin dekat bahkan aku bisa merasakan hembusan nafasnya, aku memejamkan mataku tidak mau tahu yang terjadi selanjutnya, ya Tuhan aku sudah menjadi penghianat..Kyunnie mianhe…

 

“ANDWEYO!!!”

 

“Yongie babo..cepat buka smsku! Palli!”

 

Aku mendengar suara namja bodoh itu berasal dari handphoneku, cih dia suka sekali mengganti ringtone handphoneku dengan suaranya, aku meraba-raba tempat tidurku mencari handphoneku dan begitu ketemu aku langsung membuka sms dari namja bodoh itu.

 

From: Kyunnie Babo

 

Ya!jangan sampai terlambat di depan altar!

 

Aku terdiam berpikir apa maksudnya mengirim sms seperti itu, apa aku masih bermimpi?? Aku menengok melihat tanggalan disampingku dan mataku membulat begitu melihat sebuah tanda lingkaran merah satu tanggal,itu tanggal hari ini?! Aku langsung meraih tanggalan itu dan..

 

“What?!!”seruku melihat tanggal yang dilingkari spidol merah dan dibawahnya bertuliskan “Uri weeding” aku yakin sekali yang menulisnya adalah namja bodoh itu>.<

 

Omo..omo..jadi aku akan menikah dengan namja bodoh itu hari ini?! Aku mengacak-acak rambutku frustasi, hah jadi mimpi itu benar yah meski dalam mimpi itu yang berdiri di depan altar bukan namja bodoh itu tapi Ongie. Aku masih 19 tahun sudah harus menikah?!! Ini gara-gara namja bodoh itu yang membuat aku harus menikah hari ini, aku harus merelakan masa mudaku dengan menjadi seorang istri, sungguh sangat menyedihkan T.T

 

Tok..tok..tok..

 

Pintu kamarku di ketuk, aku bangkit dari atas tempat tidurku berjalan menuju pintu kamarku dan membukanya.

 

“Saengi…”seru sebuah suara seorang yeoja yang berdiri di depan kamarku. Ahra eonnie.

 

Dia tersenyum padaku.

 

“Kau sudah siap saengi??”tanyanya, hah pasti masalah ‘pernikahan’ itu.

 

Aku mempersilahkannya masuk ke dalam kamarku dan aku duduk di depan meja belajarku sementara dia duduk di atas tempat tidurku.

 

“Omo..kau baru bangun Yongie?”tanyanya.

 

Aku mengagguk.

 

“Kau mau terlambat, hah?”ucapnya, bahkan cara bicaranya sama seperti namja bodoh itu, mereka jadi terlihat seperti anak kembar-.-

 

“Huaaaaa eonni batalkan saja..aku tidak mau menikah secepat ini..aku baru 19 tahun eonnie…”ucapku dengan wajah memelas, sangat. Semoga bisa dikabulkan.

 

“Aku juga sebenarnya tidak terlalu setuju..kau itu masih mudah tapi kau tahu adikku itu sangat..sangat..egois..tidak ada alasan untuk menolak pernikahan ini…kau bukan dibawah umur jadi…”

 

“Terima saja..begitu kan eonnia..ah sincaa…”ucapku memotong ucapannyan dengan mengembungkan pipiku kesal.

 

Aku melihat Ahra eonnie terkekeh pelan. Hufft >.<

 

“Yongie-ya..kau mencintai adikku itu tidak?”

 

“Ah…molla..”

 

**

 

“Ya Palli”seru Ahra Onnie, aku hanya menatapnya dengan mengembungkan pipiku apa memang aku harus menikah>.<

 

“Ahra-ya..”panggil eomma sambil membuka pintu kamarku.

 

“Minum dulu..sudah aku siapkan di bawah…Yongie kenapa kau baru bangun..cepat mandi dan pergi bersama Ahra…”ucap ibuku, aku menatapnya sebal, kenapa mereka semua setuju aku menikah?!

 

“Nde Omonim..”ucap Ahra eonnie setelah itu ibuku keluar dari kamar.

 

“Cha..kau dengar ibumukan..cepat mandi..kita lihat baju pengantinmu…”ucapnya sambil tersenyum penuh arti padaku, ahra eonnie itu sangat mirip dengan adiknya itu sama-sama menyebalkan.

 

Aku bangkit dari dudukku dan berjalan malas menuju kamar mandi, rasanya ingin kabur saja, namun Ahra eonnie tiba-tiba mendorongku agar lebih cepat masuk ke dalam kamar mandi.

 

“Aku tunggu dibawah ya..jangan coba-coba kabar”ingatnya padaku.

 

“Nde…”jawabku dengan malas dan menutup pintu kamar mandi.

 

Ya Tuhan rasanya seperti ini ya jika kita menikah dengan terpaksa, ok tidak terpaksa-paksa sekali masalah kalau yang aku lihat film-film itu, si gadis pasti tidak menyukai laki-laki yang dipilihkan orang tuanya untuknya sedangkan kondisiku berbeda tapi kenapa rasanya sama terpaksanya dengan menikahi orang yang tidak kau sukai, ini gara-gara namja bodoh yang super egois itu >.<

 

Aku menatap pantulan diriku di depan cermin dan tiba-tiba saja adegan di mimpiku menyelinap masuk ke pikiranku, aku langsung menggeleng-gelengkan kepalaku. Dan parahnya aku bermimpi menikah bukan dengan namja yang aku cintai tapi dengan Seulong, huaaa kenapa ini??

 

 

**

 

“Yongie-ya..lama sekali..ayo keluar..aku ingin melihatnya…”pangil Ahra eonnie dari luar sementara aku masih berdiam di dalam ruang ganti tak ada niat sedikitpun aku untuk keluar, pertama aku malu, kapan terakhir kali aku memakai dress?? Aku sendiri tidak ingat dan yang kedua kenapa gaun yang aku pakai ini sama persis seperti mimpiku, apa-apaan ini? Apa jangan-jangan nanti di depan altar yang berdiri bukan Kyu tapi Seulong? Sepertinya aku masih di alam mimpi, aku menepuk-nepuk pipiku agar terbangun.

 

“Appo..”lirihku sambil mengelus pipiku, ok rasanya sakit berarti aku tidak sedang bermimpi lalu kebetulan apa ini?!!

 

“Aishhh..kau lama sekali…”ucap ahra eonnie sambil membuka pintu ruang ganti, aku tersenyum terpaksa padanya aku sudah bersiap dengan segala macam ekpresi yang akan dia keluarkan, dia terdiam, apa aku tampak sangat-sangat aneh dengan dress kalau begitu aku akan mengenakan jeans dan sneakers saja lalu pergi menikah ke Amerika dan sepertinya akan aku tukar penganti laki-lakinya dengan Jack…atau Seulong..Omo..kenapa Seulong lagi??

 

“Yeppeo…gaun ini pantas sekali untukmu..”ucap Ahra eonnie sambil tersenyum lebar memandangku dari atas sampai bawah.

 

 

“Joha…”ucapnya sambil menarik tanganku keluar dan membawaku ke arah cermin disampingnya, aku menatap diriku dari atas sampai bawah biasa saja, aku merasa diriku biasa saja.

 

“Aku yakin anak itu pasti akan sangat terpesona dengan penampilanmu di altar nanti..”ucapnya

 

“Ok..sekarang kita coba lihat septunya..”ucap ahra eonnia penuh semangat, dia sangat aneh, awalnya dia tidak terlalu setuju adiknya itu menikahiku tapi sekarang kenapa dia sangat bersemangat sekali, ck.

 

 

“Here’s the shoes..”ucap seorang pelayan wanita sambil memberikan ahra eonnie sebuah kotak, dia sudah menyuruhku duduk, dia berjongkok dan membuka kotak itu lalu terlihatlah sebuah sepatu yang i would never ever wear it ini my life,never!

 

“Woah…sepatunya juga cantik sekali..cocok dengan gaunnya..”ucap ahra eonnie sambil menyodorkan sepatu itu.

 

“Eonnie..kau yakin aku akan memakainya?”ucapku dengan ragu-ragu dan langsung saja dia mendelik tajam, aku mendesah pelan dan mencoba memakinya, ini kenapa aku sangat-sangat suka sneakers.

 

“Coba..kau berjalan..”ucap ahra eonnie lagi.

 

Aku memandangnya tidak percaya, jinjja baru jalan selangkah saja aku pasti sudah jatuh, aisshh siapa sih pencipta high heels itu, menyebalkan?!

 

“Maldo andwe..eonnie biarkan aku memakai sneakersku saja ya..ya..ya..jebal..”ucapku memohon padanya dengan wajah semelas mungkin.

 

“Aniya..masa kau menikah dengan sneakers..anni..kau tetap harus memakainya..ayo latihan jalan..”ucapnya lagi.

 

“Eonnie..aku pasti akan langsung jatuh..kau mau aku mengacaukan pernikahan karena jatuh saat berjalan ke altar…eonnie jebal…”ucapku memohon lagi.

 

Dia menatapku sebentar seakan berpikir, semoga berhasil, doaku dalam hati.

 

“Anniya..berdiri..”ucapnya, aku mendesah pelan dan akhirnya berdiri, hanya satu cara yang akan berhasil pura-pura jatuh, aku akan jatuh begitu langkah pertama, nice idea.

 

Aku menatapnya ragu-ragu untuk menyempurnakan aktingku dan begitu aku melangkahkan kakiku, jijja sekarang bukan bohongan kenapa rasanya sangat aneh sekali, aku merasa tubuhku sangat tidak seimbang dan aku bukan akting akan jatuh tapi aku benar-benar akan jatuh.

 

Tangan ahra eonnie langusng memegang tanganku.

 

“Aisshh..memang tidak bisa…”ucapnya aku tersenyum senang, aku akan memakai sneakersku.

 

“Ya!kau mengerjaiku Choi Yong Soon?!”seru Ahra eonnie sedikit curiga.

 

“Aniya..aku memang tidak bisa..jadi aku memakai sneakersku kan?”tanyaku memastikan dan dia hanya mendesah pelan tanda setuju, yeah^^

 

 

Auhtor POV

 

 

“Aku pulang..”ucap Yong Soon masuk ke dalam rumahnya, dia melihat rumahnya sangat sepi, kemana semua orang? Apa sedang sibuk menyiapkan pernikah? Pikirnya

 

Tiba-tiba dia berjalan kembali keluar dan melihat garasinya sudah ada sebuah mobil, dia tersenyum senang lalu berjalan menuju sebuah ruangan. Dia mengetuk pintunya.

 

“Masuk..”jawab sebuah suara di dalam.

 

Yong Soon masuk dengan senyuman terkembang di wajahnya, dia melihat ayahnya sedang duduk di sofa di ruangan itu, ayahnya melihatnya dan tersenyum lalu melambaikan tagannya menyuruh Yong Soon mendekat, dengan segera Yong Soon mengahmpiri ayahnya dan langsung memeluknya, Tuan Choi mengelus lembut kepala gadis kesayangannya itu.

 

“Sudah melihat gaunmu?”tanya Tuan Choi dan Yong Soon hanya mengangguk sambil bersandar di bahu ayahnya.

 

“Kau pasti akan sangat cantik besok…”ucap Tuan Choi lagi sambil mengelus pipi anaknya itu.

 

Yong Soon bangkit dari dekapan ayahnya dan menatap ayahnya, tiba-tiba dia kembali mengingat mimpinya semalam.

 

“Appa…appa senang aku akan menikah? Appa tidak sedih kehilangan aku?”Tanya Yong Soon.

 

Ayahnya tersenyum sekilas dan menepuk kepala anaknya perlahan.

 

“Appa senang kau akan menikah…setidaknya akan selalu ada yang menjagamu disana..meski selama ini ada Minho juga tapi pria ini berbeda kan..dia akan benar-benar menjagamu dan aku senang…gadisku sudah dewasa…”ucap Tuan Choi sambil mengelus pipi anaknya itu, tiba-tiba saja Yong Soon sudah menteskan air mata membuat ayahnya sangat heran.

 

“Yongie-ya..wae?”Tanya ayahnya.

 

Yong Soon mengusap air matanya yang turun.

 

“Aku sedih akan meninggalkan appa..aku masih mau bersama appa…”ucap Yong Soon.

 

Tuan Choi langsung menarik tubuh anaknya itu kepelukannya dan mengusap punggunya perlahan,sementara Yong Soon semakin kencang menangis.

 

“Ya..uljima..bukannya kita memang tinggal terpisah, hah kenapa kau takut berpisah dengan appa..”ucap Tuan Choi berusaha bercanda dengan anaknya ini meski sebenarnya dia tau maksud anaknya itu apa, dia juga merasakan perasaan yang sama, dia akan benar-bena berpisah dengan anaknya ini, dalam artian bahwa anaknya ini bukan lagi menjadi tanggung jawabnya setelah ini, dia merasa ini terlalu cepat tapi dia tahu anaknya akan bahagia bersama Kyuhyun.

 

 

“Appa..aku merasa aku benar-benar tidak akan bersama appa lagi…”ucap Yong Soon sambil melepaskan tubuhnya dari dekapan ayahnya.

 

Tuan Choi mengelus pipi anaknya mengahapus sisa air matanya yang masih turun.

 

 

“Siapa bilang kita tidak bisa bersama lagi…kau akan sering-sering kesini kan…dan aku pun akan pergi mengunjungimu..jadi jangan menangis..masa pengantin wanita menangis sebelum hari pernikahannya…tidak baik…”ucap Tuan Choi sambil mencubit hidung anaknya itu, Yong Soon tersenyum tipis.

 

Tuan Choi menatap wajah anak kesayangannya itu dengan seksama, dia juga sangat sedih akan kehilangan anakanya itu tapi dia harus bersikap biasa, dia harus bisa senang melihat anak gadisnya akan segera menikah.

 

“Bagaimana kalau aku menceritakan cerita kanak-kanakmu…otte?”Tanya Tuan Choi, Yong Soon tersenyum senang, dia selalu senang jika mendengar ayahnya bercerita tentang masa kecilnya,Yong Soon menangguk mantap, tiba-tiba matanya menangkan sebuah album foto di letakkan di meja dekat lampu dan diatasnya bertuliskan namanya.

 

“Appa..apa itu?”Tanya Yong Soon sambil menunjuk album foto itu, Tuan Choi mengambilnya.

 

“Fotomu saat kecil..kau mau lihat..akan aku ceritakan sekalian…”ucap Tuan Choi, Yong Soon langsung duduk disampin ayanya dan bersandar dibahunya sementara ayahnya mulai menunjukan foto-foto masa kecilnya.

 

 

“Yongie..”panggil sebuah suara sambil membuka pintu ruangan kerja Tuan Choi, ibu Yong Soon melihat suami dan anaknya sedang duduk bersama lalu tersenyum.

 

“Eomma..ayo masuk..appa sedang memperliahtkan foto-fotoku waktu kecil…”ucap Yong Soon sambil berjalan menuju pintu dan menarik tangan ibunya untuk masuk.

 

 

**

 

Yong Soon duduk di depan sebuah cermin di dalam sebuah ruangan, berkali-kali dia menghela nafas, dia mengenggam tangannya dengan kuat.

 

“kau cantik..”ucap sebuah suara menepuk bahunya membuat Yong Soon terlonjak kaget.

 

“Eonnie…kau mengagetkanku tahu”seru Yong Soon sedikit kesal, ahra terkekeh pelan.

 

Tiba-tiba dia menyingkap gaun Yong Soon sedikit dan memperhatikan sneakers yang dipakai Yong Soon.

 

“Syukurlah tidak terlihat memakai sneakers..”ucapnya.

 

 

“Akhirnya aku akan memiliki yeodongsaeng…sampai jumpa di altar..”ucap Ahra sambil mencubit pipi Yong Soon dan berjalan keluar ruangan.

 

Lagi-lagi Yong Soon menghela nafas, pertama dia tegang, kedua entah kenapa mimpinya kemarin kembali muncul dipikirannya, masalahnya dia merasa semuanya sama persis.

 

 

“Kenapa aku masih mengingat mimpi itu..Choi Yong Soon kau akan menikah dengan Cho Kyuhyun bukan Im Seulong..aishh shiro!”ucapnya pada dirinya sendiri di depan cermin.

 

 

Yong Soon POV

 

Ayah menggandeng tanganku berjalan masuk ke dalam ruangan utama gereja, ayah menggandeng tanganku dengan erat, sepertinya dia berpikir aku memakai high heels sedangkan aku tidak bisa memakai high heels, mian appa aku memakai sneakers di hari pernikahanku.

 

Sebenarnya pernikahan ini sangat sederhana, dimana kami menikah? Inggris, ya kami menikah disini karena ya tentu saja tidak mungkin kami menikah di Seoul, aku pasti akan langsung mati begitu aku selesai menikah. Yang datang juga hanya teman-teman ayah di kedutaan, tidak ada oppadeul dan onniedeul, wae? Karena kami memang tidak pernah mengatakan apapun pada mereka, pertunangan dan pernikahan, mereka sama sekali tidak tahu. Kyuhyun hanya bilang akan pergi keluar negeri beberapa hari sementara aku bilang aku mau pulang ke Inggris untuk liburan, kami pergi di hari yang berbeda, pokoknya kami benar-benar menipu mereka, hanya eomma, appa dan Minho yang tahu tapi sayangnya Minho Oppa tidak bisa datang dan aku sudah bersiap akan mendiamkannya begitu pulang, enak saja dia tidak datang di pernikahkanku, mwo? Sekarang sepertinya aku mengakui ini pernikahanku -.-. jadi bisa dibilang ini pernikahan rahasia, ya pernikahan rahasia.

 

 

Aku melihatnya berdiri di depan altar dengan tuksedo putih, Omona?? Kenapa seperti mimpiku juga, jangan-jangan saat dia berbalik yang berdiri disitu adalah Seulong?! Andweyo>.< aku sedang bermimpi atau ini benar-benar nyata?!

 

Jantungku semakin berdetak kencang begitu jarak kami semakin dekat, jebal bukan Seulong, aku menutup mataku tidak mau lihat siapa namja yang berdiri itu.

 

 

Kyu POV

 

Aku berbalik dan melihat ayahnya menggandeng tanga gadisku itu, anni sebentar lagi dia menjadi istriku tapi sepertinya aku lebih suka menyebutnya gadisku. Aku menatapnya sekilas dari bawah sampai atas, yeppeo, kenapa dia tidak pernah mau memakai dress padahal dia tidak buruk memakainaya, namun setelah kuperhatikan lagi kenapa gadis ini menutup matanya, dia pikir akan melihat hantu apa?dasar gadis bodoh!

 

 

Ayahnya menyerahkan tangan gadisku itu padaku dan tersenyum padaku, aku melihatnya masih memejamkan matanya seperti takut, mwoya!dia gugup sampai seperti itu aku saja tidak, ya meski aku tidak bisa tidur semalaman gara-gara hari ini tapi kurasa dia terlalu berlebihan.

 

Seorang pendeta sudah berdiri di hadapan kami, aku melirik kesamping dan gadisku masih saja memejamkan matanya, babo! Aku menyenggol tangannya dan berhasil membuatnya membuka matanya, dia menoleh padaku dan wajahnya menunjukan sebuah kelegaan, cih aneh sekali gadis ini.

 

Selanjutnya seperti kebanyakan upacara pernikahan lainnya kami mengucapkan janji dan seperti biasanya sang mempelai pria akan mencium mempelai wanitanya.

 

Aku berdiri berhadapan dengan gadisku ini, dia menatapku dengan pandangan ragu-ragu kenapa dengan gadis ini? Sejak tadi sudah sangat aneh sekali.

 

“Andwe…”lirihnya begitu aku mulai mendekatkan tubuhku padanya, cih ada apa dengannya?

 

Aku semakin mendekatkan tubuhku dan mencium keningnya. Begitu aku melepasnya, aku melihat ayah, ibu dan noonaku tersenyum begitu juga dengan ayah dan ibunya Yongie, aku mengenggam tanganku gadisku yang sekarang adalah istriku.

 

 

**

 

“Kyu…Yong Soon mana?”Tanya ibuku, kami sedang mengadakan sebuah pesta sederhana di tempat ayah Yong Soon bekerja, kedutaan.

 

Aku baru menyadari gadis bodoh itu tidak ada di dekatku, kemana dia? Selalu menghilang begitu saja.

 

“Molla..tadi disini…”jawabku.

 

“Ck, kalian ini sudah menikah masih saja tidak peduli satu sama lain..”ucap ibuku.

 

“Aisshh nde..akan aku cari…”ucapku dan langsung berlalu dari tampat itu, aku mengedarkan pandanganku di tengah keramain mencari sosok gadisku itu, kemana dia??

 

Tiba-tiba aku melihatnya sedang duduk di sebuah bangku di taman, aku berjalan menghampirinya, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu, aku langsung duduk disampingnya dan membuatnya terkejut.

 

 

“Ya!babo..kau mengagtekanku tau!”serunya sambil mengerucutkan bibirnya.

 

“Apa yang kau lakukan disini, hah?”tanyaku padanya.

 

“Bukan urusanmu…”jawabnya singkat sambil menatap luru ke depan, cih tetap tidak berubah, seenaknya sekali kalau menjawab.

 

PLETAKK

 

“Ya!appo!”serunya sambil mengusap-usap kepalanya yang aku jitak. Lagian terkadanga kalau menjawab suka sekali asal.

 

“Jawab yang benar”ucapku.

 

“Baru beberapa jam menikah kau sudah melakukan tindak kekerasan padaku huh!”ucapnya.

 

“Makanya kalau ngomong jangan asal”ucapku dan dia hanya mengembungkan pipinya kesal.

 

Aku memperhatikannya dengan seksama dan melihat sesuatu yang aneh dari pakaiannya itu, apa yang dia pakai di kakinya, aku langsung menyingkap gaunnya.

 

“Ya!mau apa kau?!Kyunnie mesum!”serunya menahan tanganku.

 

“Wae?aku kan suamimu..kenapa tidak boleh”ucapku enteng, dia itu lupa apa kalau sudah menikah denganku lagian aku hanya ingin tahu apa yang dia pakai di kakinya itu, aku kembali menyingkap gaunnya itu dan mataku langsung membulat begitu melihat apa yang dia pakai di kakinya sneakers?! Dia menikah dengan gaun dan sneakers?!gadis ini ?!

 

“Ya!kau memakai sneakers saat menikah!”seruku dengan suara agak tinggi, dia langsung membekap mulutku agar tidak bicara lagi dan memperhatikan sekelilingnya.

 

“Isshh..sekalian saja kau umumkan pada semua tamu…memangnya kenapa aku memakai sneakers, hah?”serunya.

 

 

“Neo…kau pikir menikah itu acara jalan-jalan, hah?”ucapku sambil menyentil dahinya dengan tanganku.

 

“Ya!Cho Kyuhyun, sudah dua kali kau melakukan kekerasan padaku?!”serunya padaku dan aku hanya tertawa melihat ekpresinya itu, dia pikir itu kekerasan, aku menganggapnya itu rasa sayang.

 

 

“Itu ungkapan rasa sayangku padamu Cho Yong Soon..”ucapku.

 

“Mwo?kau pikir memukul ungkapan rasa sayang, hah?!”serunya.

 

“Siapa yang memukulmu, hah?”tanyaku. dia hanya menatapku kesal, kau kalah kali ini Cho Yong Soon.

 

 

Tiba-tiba aku teringat dia sangat aneh di altar tadi sepertinya harus kutanyakan kenapa dia seperti itu tadi.

 

“Ya!kau sangat aneh tadi”ucapku dia menatapku bingung, aku menepuk kepalanya perlahan membuatnya kembali mengerucutkan bibirnya.

 

“Isshh..kenapa kau senang memukulku sih?!”serunya dengan wajah kesal.

 

“karena kau lucu…oh ya kenapa kau memejamkan matamu saat aku akan mengenggam tanganmu..apa kau terpesona melihat ketampananku, hah?”tanyaku padanya.

 

“Cih percaya diri sekali kau..tidak ada apa-apa..”jawabnya.

 

Aku menatapnya langsung dimatanya.

 

“Kau bohong..ada apa?”tanyaku lagi, aku tahu pasti ada sesuatu, tidak mungkin dia menjadi sangat-sangat aneh seperti tadi kalau tidak ada sesuatu.

 

Dia menggeleng.

 

“Jangan mencoba berbohong padaku Cho Yong Soon..ada apa?”tanyaku lagi,

 

“Aisshh itu tidak penting Kyunnie babo”serunya.

 

“Semua yang menyangkut tentangmu menjadi penting sekarang Cho Yong Soon”ucapku dengan penekanan, dia mendesah pelan aku tahu dia sudah kalah dan dia harus memberitahuku kenapa dia seperti itu tadi.

 

“Ara..ara..tapi janji jangan berkomentar apa-apa saat aku bercerita..”ucapnya, aku mengangguk, memangnya kenapa?

 

Dia berdehem pelan sebelum berbicara.

 

“Kemarin aku bermimpi..mimpi tentang pernikahan..mimpi itu sama persis dengan hari ini…dekorasiny..semuanya sama..aneh kan?”ucapnya.

 

Hanya itu? Hanya karena dia bermimpi tentang pernikahan dan ternyata sama seperti hari ini dia seperti tadi, tidak masuk akal.

 

“Hanya itu..lalu kenapa kau memejamkan matamu, hah?”tanyaku lagi karena masih penasaran.

 

Dia tersenyum dan menggeleg, aisshh gadis ini susah sekali untuk bercerita.

 

“Ya..wae?!”tanyaku lagi.

 

“Itu sangat tidak penting Cho Kyuhyun”jawabnya.

 

“Seperti yang sudah kubilang semua tetangmu sekarang menjadi penting Yongie babo”ucapku.

 

“Untuk yang ini tidak bisa”ucapya.

 

“Wae?”tanyaku semakin penasaran kenapa dia sampai tidak mau cerita.

 

“Pokoknya tidak bisa…”ucapnya lagi.

 

Apa yang bisa kulakukan sehingga dia mau mengatakannya ya??

 

“Jadi kau tidak mau mengatakannya Yongie”ucapku sambil menunjukan smirkku dan mendekatkan tubuhku padanya, dia memundurkan sedikit duduknya sementara aku semakin mendekatkan tubuhku.

 

“Ya..Kyunnie..ini tempat umum..”ucapnya sambil terus mundur.

 

“Wae? Aku kan suamimu…”jawabku sambil menarik pinggangnya mendekat membuatnya sedikit kaget.

 

“Kita belum berciuman tadi Cho Yong Soon..”ucapku sambil tersenyum evil.

 

 

“Aishhh…ara..ara…aku beritahu..lepaskan tanganmu dari pinggangku…”ucapnya maka aku pun melepaskan tanganku dari pinganggnya, dia menghela nafas perlahan.

 

“Masalahnya dimimpiku itu..errr…Ongie yang jadi pengantin prianya”

 

“MWO?!!NEO!!”seruku begitu mendengar perkatannya, apa-apaan dia itu, dia bermimpi menikah dengan Seulong, sungguh apa-apaan gadis ini bermimpi menikah dengan orang lain sehari sebelum menikah denganku?!

 

“Tuh kan makanya aku tidak mau cerita…”ucapnya dengan wajah memelas.

 

Cih, menyebalkan sekali gadis ini, kenapa harus Seulong yang dia mimpikan.

 

“bisa-bisanya kau bermimpi seperti itu Yongie”ucapku sambil menatap ke arah lain dengan wajah kesal,

 

“Mollaso..mimpi itu muncul begitu saja…mianheyo..”ucapnya.

 

Hah, aku bingung harus menanggapi apa, ok aku tahu itu hanya mimpi hanya saja, kenapa harus bermimpi seperti itu, aku bankit dari dudukku dan hendak berjalan pergi.

 

“Kyunnie..kau marah?”serunya sambil ikut berdiri aku berjalan meninggalkannya dan aku merasa dia mengikutiku berjalan.

 

“Kyunnie..mianhe..mianhe..mian..”

 

BRUKK

 

Aku mendengar suara seseorang jatuh di belakangku, aisshh gadis bodoh itu selalu ceroboh, aku berbalik dan mendapatinya yang terjatuh ke tanah, aku segera menghampirinya dan membantunya berdiri.

 

“Gwenchana?”tanyaku khawatir pada gadis ceroboh ini.

 

“Ottohke..gaunnya jadi kotor”ucapnya dengan wajah ketakutan sambil berusaha membersihkan gaunnya yang sedikit kotor.

 

“Ya!kenapa kau mengkhawatirkan gaunnya..kakimu tidak apa-apa?”tanyaku sambil meningkap gaunnya.

 

Aku melihat kakiknya tidak terluka dia maish saja berusaha membersihkan gaunnya, aku menatapnya yang masih sibuk membersihkan gaunnya.

 

“Sudah….kenapa kau terus membersihkan gaunnya..yang harusnya kau khawatirkan itu kakimu..dasar gadis ceroboh”ucapku sambil mencubit hidungnya, dia mengembungkan pipinya.

 

“Kau yang membuatku jatuh karena megejarmu yang marah-marah”ucapnya.

 

“bagaimana tidak marah…seorang suami mengetahui bahwa istrinya bermimpi menikah dengan orang lain..cih..”ucapku sedikit kesal.

 

“Ya..itu kan hanya mimpi…”ucapnya.

 

Aku pun langsung menariknya ke dalam pelukanku dan memeluknya dengan sangat erat.

 

“Kau tahu bahkan hanya mimpi bisa membuatku cemburu Cho Yong Soon..mulai sekarang tidak boleh ada namja lain di otakmu ini hanya ada aku..karena kau milikku sekarang!”ucapku.

 

**

 

“Kau akan kembali besok?”tanyanya yang sedang menyandarkan kepalanya di bahuku.

 

“Nde…mereka akan mencariku kalau tidak pulang besok..igo..”ucapku sambil menunjukan handphoneku padanya yang berisi puluhan pesan dan telepon dari hyungdeulku, aku sengaja mematikan handphoneku sehari sebelum pernikahan dan tidak menyangka mereka semua tahu rencana ini, aku baru tahu tadi begitu aku menghidupkan handphoneku puluhan sms dari mereka yang menanyakan soal pernikahan padaku.

 

“Mereka tahu?!”ucapnya kaget.

 

Aku mengangguk.

 

“Dan mereka akan segera menginterogasiku begitu sampai di Seoul..”ucapku, malas sekali harus membayangkan tatapan marah mereka yang bertanya ini itu, aisshhh kenapa mereka bisa tahu.

 

“Onniedul juga tahu..”ucap Yongie, aku membelalakan mataku tidak percaya, aisshhh keapa semuanya jadi tahu?! Harusnya sudah kuduga kalau hyungdeul tahu pasti mereka tahu.

 

“Pasti ini gara-gara Onniemu..semuanya jadi tahu”ucapku.

 

“Mwo?!enak saja..ini pasti Oppadeul yang tahu duluan…”serunya.

 

“Pasti mereka”seruku lagi.

 

“Anni Oppadeul..”serunya tidak mau kalah.

 

“aishhh ara..ara..terserah siapa yang tahu duluan yang jelas mereka sudah tahu semua..dan pasti mereka akan menginterogasi kita begitu sampai..jadi besok kau juga ikut pulang percuma sudah ketahuan….”ucapku.

 

“Aniya….aku masih mau disini..kau duluan”ucapnya.

 

“Kau harus ikut pulang denganku!”ucapku tegas dan menatapnya tajam dia balas menatapku.

 

“Andwe!aku masih mau disini..aku tidak akan pulang besok!”serunya menatapku dengan tajam juga cih gadis ini?!

 

 

“Kyu..Yongie..ada yang ingin bertemu denganmu…”seru Abonim dari dalam ruangan, dia menatapku tajam sambil berjalan melewatiku, lihat saja, kau akan pulang besok!

 

 

Aku megikutinya berjalan di belakang,aku melihat dua orang asing yang mungkin seusia ayahnya Yong Soon tersenyum begitu melihat kami masuk ke dalam ruangan.

 

“Anita…wow..you look so beautiful…”ucap wanita dengan rambut coklat dan mata hijau tersebut pada Yongie.

 

Yong Soon tersenyum.

 

“Do you still remember me?”Tanya wanita itu lagi.

 

“Ah..of course..”ucap Yongie sambil tersenyum.

 

“Is he your husband?”ucapnya pada Yongie, Yongie menoleh ke arahku dan tersenyum pada pasangan di hadapannya itu, ok aku tahu dia bertanya aku adalah suaminya atau bukan.

 

“Your match well..”ucap wanita lagi dan kali ini aku tidak tahu apa yang dia katakan.

 

“Thank you…”ucap Yongie sambil tersenyum.

 

 

Ayah Yong Soon langsung mengambil alih berbicara dengan tamu itu dan mengajak mereka pergi. Sebelumnya wanita itu tersenyum pada Yongie dan aku.

 

“Nuguya?”tanyaku pada Yongie disampingku.

 

“Molla..”jawabnya singkat.

 

Aku menoleh padanya dan menatapnya tidak percaya.

 

“Mwo? Kau tidak kenal tapi akrab seperti itu?”tanyaku kadang gadis ini sangat aneh sekali

 

“Aku lupa..kau kan tahu aku sering lupa dengan wajah orang yang aku kenal…ya sudah daripada aku malu bilang kalau aku lupa lebih baik aku bilang aku ingat meski sebenarnya aku tidak tahu..”jawabnya enteng.

 

“Kau memang aneh…besok kau pulang”ucapku.

 

Dia menatapku kesal karena mengungkit masalah itu lagi.

 

“Tidak..”ucapnya sambil berjalan meninggalkanku.

 

“Iya”seruku mengikutinya.

 

“Tidak”ucapnya dan tiba-tiba dia menginjak gaunnya dan membuatnya tidak seimbang langsung saja aku menahan pingangganya agar tidak jatuh selalu ceroboh.

 

Dia melepaskan tanganku dari pinggangnya.

 

“Geli tau!”ucapnya, aku tahu dia orangnya sangat gelian, hanya disentuh pingganyanya saja sudah kegelian, tiba-tiba muncul ide iseng di kepalaku.

 

Aku menyentuh tengkuknya dengan tangannya dan membuatnya langsung bergidik. Aku langsung berjalan santai meninggalkannya.

 

“Cho Kyuhyun!”serunya

 

Advertisements

15 thoughts on “FF: Uri Wedding (KyuSoon Couple)

  1. ya ya ya…!!!kasian tu si kyu.
    masa mau nikah malah istrinya mimpi nikah ma orang lain*nikah sama aku aja*/mWO???
    gimana bisa tau tu si member2 yg lain…hadueh,,ember bgt yg cerita…
    suka suka suka…

  2. kyaaaa akhirnya mereka nikah juga !!! di tunggu tunggu 🙂 yongsoon dodol malah mimpiin seulong kasian kyuhyunnya hahaha . ga kebayang nikah pake sneakers .ckckck. eonnie ceritanya daebak~ 😀

  3. wah lawak si yong soon pake dress ama snekers ckckckc..
    Tapi akhirnya ne couple nikah juga daebak !!!

  4. akhirnya kyusoon couple menikah juga 🙂 yak yong soon kau itu sedang menikah masa pakai sneakers kkkk~ yong soon yong soon ckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s