FF: Fate Part 2

Part 2

 

Yong Soon POV

 

“Disini banyak yang berasal dari negara kita jadi kau pasti akan cepat beradaptasi”ucapMinhosambil membukakan pintu mobilnya begitu kami sampai di sekolah, bukannya ini memang sekolah khusus yang dibuat kedutaan. Dasar aneh.

 

Aku mengedarkan pandanganku mengamati halam sekolah ini yang sangat luas juga, bangunanya sama seperti rumah bibi, kuno.

 

“Ayo..aku tunjukan kelasmu”ucapMinhomenghentikan aktifitas melihatku.

 

Dia berjalan disampingku sambil tersenyum, cih kenapa sangat senang sekali apa karena hari ini pertama masuk sekolah. Kami berjalan di sepanjang koridor sekolah yang berjejer loker-loker siswa,. beberapa orang  menyapaMinho, sepertinya namja disampingku ini cukup populer di sekolah terbukti dengan beberapa pasang mata, yeoja pastinya yang menatapku kesal hei aku adiknya.Minhoberhenti di depan sebuah loker yang berjajar.

 

“Kurasa ini lokermu”ucapnya sambil menunjukan sebuah loker padaku, aku mengambil kuncinya di dalam tasku dan memasukan ke lubangya untuk membuka lokerku, cukup luas tidak buruk.

 

“Sekarang aku tunjukan kelasmu..”ucapMinholagi sambil kembali berjalan, kali ini aku lebih memilih berjalan di belakang agar tidak terlalu mencolok seperti tadi.

 

Tak lama kemudian Minho berhenti di depan sebuah kelas, isi kelas tidak terlalu terlihat karena pintunya memiliki kaca yang buram,Minhomembukakan pintu untukku dan begitu pintu terbuka semua mata langsung tertuju padaku.

 

“Good Luck”ucapMinhosambil menepuk bahuku dan berlalu dari tempat itu.

 

Aisshh aku tidak suka ditatap seperti itu. Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam kelas dengan tatapan mata yang masih mengarah padaku, aku mencoba tidak peduli dan mulai mencari tempat duduk kosong, aku melihat sebuah bangku di pojok kelas yang sepertinya masih kosong, maka aku pun berjalan ke arah itu.

 

Begitu aku duduk untunglah tidak ada yang menatapku lagi kecuali satu orang yeoja yang sangat penasaran sekali menatapku sambil tersenyum, yeoja yang duduk di sampingku.

 

“Annyeong…”ucapnya padaku aku menoleh padanya dan yeoja dengan wajah imut itu tersenyum padaku sambil menggerak-gerakan tangannya. Aku tersenyum tipis.

 

“Choi Yeon Ji-imnida…dan kau?”tanyanya padaku.

 

Yeoja dengan tipe kelewat ingin tahu sepertinya, mau tidak mau aku harus menjawabnya, tidak mungkinkan aku tidak menjawab nanti semua orang mengira aku sombong.

 

“Choi Yong Soon-imnida..”ucapku singkat.

 

“Senang bertemu denganmu”ucapnya sambil tersenyum lagi, aku mengangguk dan mengalihkan tatapanku ke jendela disampingku.

 

 

**

 

Lee seonsangnim selesai tepat saat bel berbunyi memberikan sebuah pekerjaan rumah yang sudah pernah aku kerjakan saat aku diSeoulkenapa rasanya seperti mengulang, bisakah aku meminta ayah mengirimkan buku-buku yang lama kesini. Aku menutup bukuku dan memasukannya ke dalam tasku. Aku merasakan handphoneku bergeta di saku swetaerku.

 

From: Minho

 

Mianhe..aku tidak bisa menemanimu makan siang..kelasku diperpanjang setengah jam hari ini…

 

Aku kembali menaruh handphoneku ke dalam tas, ya sudah aku bisa sendiri, memangnya aku anak kecil, aku menyampirkan tasku dan hendak keluar dari mejaku sampai sebuah suara mengiterupsiku.

 

“Yong Soon-ah..mau makan siang bersama?”Tanya yeoja disampingku yang bernama Yeon Ji itu. Aku menatapnya, sepertinya gadis ini tidak memiliki banyak teman dikelas karena aku melihatnya tidak banya bicara dengan siswa yang lain.

 

Aku menjawabnya dengan anggukan dan dia terlihat sangat bersemangat dan dia berdiri dari duduknya, ok sekarang aku tahu kenapa dia tidak memiliki banyak teman atau bahkan tidak memiliki teman, dia tampak aneh, pakaiannya hitam semua. Wajahnya imut tapi kenapa dia memakai pakaian berwarna hitam semua tidak cocok dengan wajahnya, aneh, tapi yasudahlah untuk apa aku pikirkan.

 

Dia berjalan disampingku tampak sangat senang, apa ini pertama kalinya ada orang yang mau makan siang dengannya, molla.

 

“Itu kantinnya”tunjuknya padaku.

 

Aku mengikutinya yang berjalan lebih dahulu, sebagaimana suasana kantin kebanyakan, ramai apalagi saat makan siang seperti ini. Meja-meja hampir terisi semua. Yeon Ji menarik tanganku untuk mengambil makanan. Aku sedang tidak ingin makan saat ini maka aku hanya mengambil roti dan susu saja dan tiba-tiba saja Yeon Ji menaruh apel di atas nampanku.

 

Dia terseyum padaku lalu menarik tanganku lagi mencari tempat duduk yang kosong, begtiu melihat ada tempat duduk kosong dia segera menarik tanganku kesana.

 

“Rumahmu di mana di Seoul?”tanyanya begitu kami sudah duduk.

 

“Dekat sungai Han”jawabku singkat.

 

“Wahh…kau adiknya Minho Oppa?”tanyanya lagi.

 

Aku menautkan alisku, bingung wow sebegitu populerkahMinhodisini sampai gadis yang tidak banyak teman saja tahu keberadaan makhluk itu?

 

“Tentu saja semua orang tahu Minho Oppa siapa..dia sangat populer disekolah ini…dia ketua kepresidenan murid disini…”ucapnya seakan menjawab pertanyaanku, jamkaman apa dia bisa membaca pikiranku menilik dari pakaiannya yang aneh jangan-jangan dia bisa membaca pikiran orang lagi, aissh tidak..tidak..

 

“Ne..aku adiknya..sepupu lebih tepatnya”jawabku, dia mengangguk sambil tersenyum dan mulai memakan spagetinya sementara aku mulai mengigit rotiku.

 

Kami makan dalam diam, sepertinya dia bukan tipe orang yang makan sambil bicara.

 

Aku sudah selesai dengan rotiku sementara aku melihatnya masih memakan spagethinya, aku mengedarkan padanganku ke seluruh ruangan seperti sudah kebiasaan bagiku memperhatikan kegiatan orang lain. Tiba-tiba mataku berhenti disudut ruanga disebuah meja, bukankah itu Seulong dan Wooyoung, ya orangKoreayang pertama kali aku temukan sesampainya disini dan ternyata dia tinggal di sebelah rumah bibi, rumah yang jendelanya pernah terbuka waktu itu dan aku curiga namja yang aku lihat waktu itu adalah Seulong.

 

“Oh..itu Im seulong dan Jang Wooyoung…mereka juga dariSeoul..Seulong namja yang baik sedangkan Wooyoung sangat lucu..kau sudah kenal merekakan?”tanyanya padaku aku tidak sadar dia memperhatikanku menatap Seulong.

 

Jangan-jangan dia memang bisa membaca pikiran orang.

 

“Eoh..dia tinggal disebelahku”jawabku sambil menyedot susuku.

 

Yeon Ji hanya tersenyum. Gadis ini sangat aneh.

 

Aku kembali ke aktivitasku mengamati kegiatan orang disekitarku sampai tiba-tiba aku melihat beberapa namja berjalan melintasi meja kami dan duduk di sebuah meja yang tidak jauh dari kami. Tujuh orang namja yang sepertinya sangat menarik perhatian yeoja-yeoja disini, mereka duduk di meja ok sekali melihat mereka aku merasa mereka terlihat anggun atau hanya perasaanku saja. Aku mengamati wajah mereka satu persatu, tampan. Itu kesimpulanku.

 

“Namja dengan sweater merah dan rambut orange itu namanya Aiden Lee, yang memakai kemeja kotak-kotak dan T-shirt biru muda itu Nathan Kim, yang memaki topi merah itu Spencer Lee, yang sedang mengerjakan tugas itu Vincent Lee, yang memaki T-shirt pink itu Casey Kim, yang memakai jaket coklat itu Henry Lau dan yang memaki T-shirt hitam itu Marcus Cho” jelas Yeon Ji panjang lebar.

 

Aku menatapnya bingung, akukantidak memintanya menceritakan mereka semua, sepertinya benar dia bisa membaca pikiranku.

 

Aku kembali menatap kea rah tujuh namja itu, mereka sangat aneh lihat saja kelakuan yang topinya merah itu Spencer bukan? Dengan namja rambut orange itu, apalagi yang memakai T-shirt pink itu lebih aneh lagi. Ok yang namnya Vincent sepertinya masih normal dan mataku berhenti pada namja yang kalau tidak salah terkahir Yeon Ji sebutkan, Marcus Cho, dia lebih-lebih aneh lagi, dia hanya menatap tajam lurus ke depan tatapanya itu sangat menyeramkan sekali, dia tidak ikut mengobrol dengan yang lain, sangat aneh. Tiba-tiba dia menoleh ke arahku, aku sedikit kaget karena tiba-tiba dia menatapku dan tatapannya sangat tajam dan seakan menusuk.

 

“Jangan dekat-dekat dengan mereka..”ucap Yeon Ji membuatku menoleh padanya.

 

Dia menatapku serius, memangnya kenapa dengan mereka, aku lihat malah banyak yang ingin berdekatan terbukti dengan banyakanya tatapan mata kea rah meja tersebut yang hampir sebagian besar dari yeoja-yeoja.

 

 

**

 

“Aku mau ke loker dulu..kau duluan saja…”ucapku pada Yeon Ji begitu kami selesai makan siang, dia mengangguk sambil tersenyum dan berjalan lebih dahulu.

 

Aku berjalan menuju lokerku untuk menaruh buku yang tidak aku perlukan. Aku menaruh beberapa buku dari tasku yang tidak penting untuk kubawa saat ini.

 

Aku menutup lokerku dan sangat kaget begitu menyadari seseorang berdiri tepat disampingku, namja dengan tatapan tajam itu. Marcus Cho. Dia menutup lokernya dan tiba-tiba menoleh padaku dengan tatapan tajamnya itu, dia terus menatapku tajam sementara aku entah kenapa malah terpaku dengan tatapannya itu. Aku memperhatikan wajahnya dengan seksama, dia terlihat sangat putih malah cenderung pucat dan matanya hitam legam dengan rambut coklat, aku merasa dia memiliki suatu daya tarik yang kuat tapi aku tidak tahu apa.

 

Tiba-tiba dia langsung saja pergi, aku hanya menatap pungunggnya yang berjalan semakin menjauh. Isshh namja yang sangat aneh.

 

“Yong Soon-ah”panggil sebuah suara membuatku menoleh dan aku melihat Seulong berjalan mengahmpiriku sambil tersenyum, aku membalasnya dengan senyuman tipis.

 

“Kau tidak masuk ke kelas?”tanyanya.

 

“Aku baru mengambil bukuku..”jawabku.

 

“Kelas apa?”tanyanya lagi.

 

“Biologi”jawabku singkat.

 

“Wah..sama..bagaimana kalau ke kelas bersama..”ucapnya dan aku hanya mengangguk, setelahnya kami berjalan bersama menuju kelas selanjutnya.

 

**

 

Aku tidak menyangka namja itu juga sekelas denganku dan dia duduk tepat di belakangku, risih, itu yang aku rasakan entah kenapa aku merasa dia terus saja memperhatikanku sejak tadi.

 

“Yong Soon-ah…gwenchana?”Tanya Yeon ji tiba-tiba sambil menatap kebelakangnya. Sepertinya dia tahu aku risih dengan tatapan namja di belakangku ini.

 

“Ne..”ucapku kembali berusaha focus ke depan sementara aku masih merasa dia terus memperhatikanku. Aisshh kenapa namja itu.

 

Aku benar-benar ingin segera menyelesaikan jam pelajaran ini. Kenapa terasa lama sekali.

 

Aku segera memasukan buku ke dalam tas begitu jam pelajaran selesai, aku segera keluar ruangan namun tangan Yeon Ji tiba-tiba menahanku.

 

“Yong Soon-ah..kau mau pulang bersama..”ucapnya.

 

“Aku pulang dengan Minho..kalau mau kita bisa bersama…”ucapku.

 

“Ah aniya..yasudah..annyeong…”ucapnya sambil tersenyum dan berlalu pergi, gadis aneh.

 

“Yong Soon-ah…”panggil Seulong yang sudah ada disampingku.

 

Aku menoleh dan mendapatinya menatap Marcus yang berjalan keluar kelas.

 

“Kau ada masalah dengannya?”tanya Seulong.

 

Aku menatapnya bingung dan menggeleng. Masalah? Apa hanya denganku saja dia seperti itu? Memangnya kenapa? Apa karena aku menatapnya tadi di kantin, memangnya kenapa? Lagipula aku menatapnya biasa dan lagi dia dulu yang memasang wajah seperti tadi padaku di kantin.. namja aneh.

 

 

Author POV

 

“Kau mulai tertarik dengan seorang yeoja Marcus?”tanya seorang namja dengan rambut orange yang muncul tiba-tiba di hadapan seorang namja yang bernama Marcus itu.

 

Marcus menatap namja itu dengan pandangan meremehkan.

 

“Kau pikir aku seperti kalian yang memainkan perasaan yeoja-yeoja..rendahan..”ucapnya ketus sambil berjalan meinggalkan namja itu keluar ruangan, namja dengan rambut orange itu menyungingkan senyuman sinis ketika Marcus sudah keluar ruangan.

 

“Lalu..kau menyukai gadis itu Marcus?”Tanya namja rambut orange itu muncul lagi dihadapan Marcus.

 

“Manusia? Tidak akan pernah..makhluk lemah seperti manusia tidak menarik sama sekali…masih ada yang ingin ditanyakan Aiden Lee aku tidak punya banyak waktu…”ucap Marcus ketus.

 

Namja berambut orange yang bernama Aiden Lee itu hanya terkekeh pelan kemudian menghilang dari hadapan Marcus.

 

Marcus terdiam dia mengingat kejadian tadi siang, baru kali ini dia ditatap seperti itu oleh seorang gadis, kebanyakan gadis-gadis tidak berani memandangnya seperti itu karena semua gadis tahu betapa dinginnya Marcus itu. Baru kali ini ada gadis yang berani membalas tatapannya. Apa dia tidak takut? Pikir Marcus.

 

“Manusia makhluk lemah tapi berperilaku seakan-akan mereka kuat..cih…”.

Advertisements

4 thoughts on “FF: Fate Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s