FF: Fate Part 1

Author POV

 

Seorang gadis dengan rambut hitam sebahu berjalan cepat keluar dari bandara sambil menarik kopernya dari wajahnya dapat terlihat dia sangat kesal karena sejak tadi dia terus menggumam tidak jelas. Begitu sampai diluar bandara dia menggerak-gerakka kepalanya seperti mencari seseorang sampai tatapannya berhenti kea rah seorang pemuda yang usianya tidak terlalu jauh darinya yang menggunakan topi hitam dan T-shirt putih bersandar pada sebuah moil Chevrolet putih, pemuda itu melambaikan tangannya sambil tersenyum namun gadis itu hanya menghela nafas perlahan dan berjalan menghampiri pemuda tersebut.

 

“Ya!ayo”seru gadis itu dengan wajah kesal sementara pemuda itu terkekeh pelan sambil mengambil koper yang dipegang gadis itu dan membukakan pintu mobil untuk gadis itu. Gadis itu masuk sementara pemuda itu memasukan koper gadis itu ke dalam bagasi dan tak lama kemudian dia masuk kembali ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudia, dia tersenyum sekilas pada gadis yang duduk dibelakang melalui kaca spion di dalam mobil itu.

 

Kemudian pemuda itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat gadis itu masih saja mengerucutkan bibirnya, setelah itu dia pun menjalankan mobilnya melintasi padatnya jalanankotaMadrid

 

 

Mobil itu berhenti di sebuah rumah yang sangat megah bergaya Eropa kuno di kawasan yang sedikit jauh dari pusatkota, rumah-rumah disini memiliki model yang sama dan berjarak sangat jauh satu sama lain. Pemuda itu membunyikan klakson mobilnya dan tak lama kemudian pintu pagar rumah itu terbuka, mobil pun masuk ke dalam rumah tersebut.

 

Begitu mobil berhenti gadis itu langsung keluar dari mobil dan berdiri di samping mobil sambil menyilangkan tangannya di depan dada, pemuda itu mengambil koper si gadis dari bagasinya.

 

“Smile Anita…Madridsedang musim semi”ucap pemuda itu pada gadis dengan sweater biru itu yang sejak tadi hanya mengerucutkan bibirnya.

 

“Aku tidak pernah berharap aku ada disini!”serunya ketus.

 

Pemuda itu hanya menghela nafas perlahan.

 

“Minho-ya…itu Yong Soon…”ucap sebuah suara wanita paruh baya yang sudah berdiri di depan pintu mengamati gadis sweater biru itu dengan seksama dan sejurus kemudian senyumanya terkembang dan langsung berjalan menghampiri gadis itu.

 

“Kau sudah besar dan sangat cantik sekali sama seperti ibumu”ucap wanita tiu dan langsug memeluk gadis itu, dengan wajah terpaksa gadis itu membalas pelukan wanita tersebut.

 

“Dia masih belum ikhlas disini eomma…”ucap pemuda itu begitu wanita yang dipanggilnya ibu itu melepaskan pelukannya pada gadis yang bernama Yong Soon itu. Wanita itu mengamati wajah Yong Soon dengan seksama.

 

“Hanya sebentar Yongie…bersabarlah…kau akan senang tinggal di Madrid..hemm..”ucapnya sambil mengusap pipi gadis itu perlahan.

 

Gadis itu hanya tersenyum tipis.

 

“Kajja..kau pasti belum makan siangkan…Minho-ya langsung bawakan ke kamarnya ya…”ucap wanita itu pada pemuda yang merupakan anaknya.

 

Pemuda yang dipanggil Minho itu mengangguk, setelah itu, wanita itu menarik tangan Yong Soon untuk masuk ke dalam rumah sementaraMinhomengikuti mereka berjalan di belakang sambil membawa koper gadis itu.

 

 

**

 

Seorang pemuda mengamati Yong Soon, Minho dan ibunya dari jendela kamar rumahnya yang bersebrangan dengan rumah tersebut, matanya lebih mengamati gadis dengan sweater biru itu, matanya tidak berkedip sama sekali menatap gadis itu, entah kenapa dia merasa sangat tertarik sekali dengan gerak-gerik gadis itu.

 

“Seulong”panggil sebuah suara dari balik pintu kamarnya.

 

Pemuda itu tersadar dari kegiatannya memperhatikan gadis itu dan menatap pintu kamarnya dan membukanya dengan pikirannya, seorang wanita paruh baya berdiri di situ dan kemudian menyungingkan senyum.

 

“Sepertinya kau tertarik dengan gadis penghuni baru rumah keluarga Choi itu..”ucap wanita itu.

 

“Tidak…”ucap pemuda yang bernama Seulong itu.

 

Wanita itu berjalan mendekati Seulong dan menepuk bahunya sambil tersenyum.

 

“Kalau dia takdirmu..hemm”ucap wanita itu membuat Seulong terkejut dan menatap wanita itu bingung.

 

 

“kau akan tahu nanti..”ucap wanita itu lagi dan tiba-tiba sudah menghilang dari ruangan tersebut, Seulong kembali memperhatikan rumah keluarha Choi sambil memikirkan ucapan ibunya tersebut.

 

 

Yong Soon POV

 

Apa yang paling baik dari kau diungsikan ke sebuah Negara yang bahkan kau tidak tahu jelas dimana letka persisnya di dunia ini? Disinilah aku di sebuah Negara yang aku sendiri tidak tahu jelas ada disebelah mana bagian peta dunia, mereka menyebutnya Spanyol, sebenarnya bukan masalah Spanyolnya tapi kenapa mereka harus mengungsikanku kesini.

 

Aku tahu ayahku sedang bermasalah dengan perusahaannya diSeouldan dia mengirimku ke rumah bibiku di Negara lain karena ayah ingin menyelesaikan masalahnya itu dia dan dia takut tidak bisa mengurusiku dengan baik makanya dia mengirimku kesini. Sangat bagus sekali idenya>.<

 

Aku tidak pernah mau pindah kesini, aku ingin tetap di Seoul bersama teman-temanku, andai ibu maish hidup pasti aku tidak perlu dikirim kesini karena akan ada yang selalu menjagaku dirumah tapi sekarang kenyataannya tidak begitu aku dikirim kesini, ke tempat yang sangat-sangat asing bagiku.

 

Aku duduk di atas tempat tidur di kamar baruku, aku menatap sekeliling kamar ini, semuanya tersedia dan rapih, seberapa lama bibiku merapihkan tempat ini? Kau tahu tempat ini benar-benar terlihat sangat baru, rapih dan terawat serta sangat perempuan, padahalkan bibi tidak punya anak perempuan hanya satu anak laki-laki yang satu tahun di atasku, sepertinya? Eh tidak hanya beberapa bulan saja di atasku. Choi Minho namanya, anak laki-laki yang sok akrab denganku, kenapa aku bilang sok akrab aku jarang bertemu dengannya tapi dia tampak seperti sudah mengenalku sangat dalam. Aku tidak suka dengan orang yang seperti itu, annoying, yah meski aku akui sebenarnya niatnya baik agar aku betah disini tapi tetap saja aku tidak akan pernah betah disini!

 

“Hah..aku ingin pulang keSeoul”kataku sambil merebahkan tubuhku di atas tempat tidur.

 

Aku merogoh saku sweaterku mencari handphoneku, memandangi wallpapernya, sungai Han, aku mau pulangT.T

 

Seharusnya aku lelah setelah perjalanan selama 12 jam dariSeouldan seharusnya aku merasa jet lag tapi entahlah aku merasa tidak lelah sama sekali bahkan jika aku harus menempuh perjalanan 12 jam untuk kembali keSeoul..huaaaaa aku benar-benar ingin pulang><

 

Aku bangkit dari tidurku dan mengacak-acak rambutku frustasi, aku berdiri dan berjalan menuju jendela kamar ini. Terlihat halaman belakang rumah bibi yang dipenuhi oleh bunga yang bermekaran oh ya sedang musim semi disini aku jadi teringat perkataanMinhotadi. Aku mengamati taman yang ukurannya sangat luas menurutku, aku merasa aneh dengan perumahan disini bisa-bisanya mereka memiliki halaman rumah yang sangat-sangat luas seperti ini. Aku melihat Miho sedang bermain dengan seekor anjing, mungkin itu miliknya. Tiba-tiba mataku menatap ke sebuah rumah yang jendelanya terbuka juga dan aku melihat seorang laki-laki berdiri menatapku, aku memfokuskan pandanganku namun laki-laki itu sudah menghilang dan jendela itu sudah tertutup, aku mengusap-usap mataku, aku tidak salah lihatkan? Tadi ada seorang laki-laki disana.

 

 

**

 

Tok..Tok..Tok..

 

 

Aku mendengar suara pintu diketuk, menganggu saja aku yang sedang tidur, aku bangun dari tidurku dengan malas dan berjalan kea rah pintu untuk membukanya.

 

“Anita..wana go out??”Tanya sebuah suara yang ternyata adalahMinho.

 

“No..i want to sleep..”ucapku sambil menutup pintu dan kembali berjalan ke tempat tidur, aku tidak mau keluar, aku mau pulang keSeoul.

 

Gara-gara dia membangunkanku tiba-tiba membuatku tidak bisa tidur lagi maka aku pun berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukaku, matahari masih bersinar meski hari sudah masuk sore mungkin karena masih musim semi, aku kembali berjalan kea rah jendela mataku kembali menatap jendela di rumah sebelah itu, tertutup, mungkin aku salah lihat tadi ya sudahlah kenapa harus aku pikirkan.

 

Angin musim semi berhembus perlahan hangat dan lembut menyentuh wajahku entah darimana muncul keinginan untuk berjalan keluar rumah. Mungkin tidak ada salahnya juga melihatkotabaru init oh seberap keras aku ingin kembali keSeoulsetidaknya setahun ini aku harus disini. Argghhhhh menyebalkan!

 

Aku mengamati ruang tamu sangat sepi, kemana orang-orang disini, bibi,Minho?ah mungkin mereka sedang pergi. Ya sudahlah aku akan pergi sekarang.

 

 

Seulong POV

 

Aku melihatnya keluar dari rumah itu, entah kenapa aku pun mengikutinya keluar dari rumah dan berjalan di belakangnya memberikan jarak padanya. Dia terlihat lebih baik saat ini, maksudnya saat pertama kali aku melihatnya dia tampak kesal namun sekarang aku bisa melihat wajahnya yang tersenyum dan sangat cantik mwo? Apa yang aku bicarakan, aku mengaggapnya cantik? Tidak..tidak.aku baru pertama kali bertemu dengannya dan tidak mungkin juga dia jodohku.

 

Aku terus mengikutinya di belakangnya, dia berjalan perlahan sambil mengamati setiap rumah disini dia terus berjalan sampai dia sebuah halte bis, dia menunggu sebentar sebelum sebuah bis berhenti dan dia naik bisa tersebut, aku mengikutinya dan duduk di belakagnya Ok apa aku tampak seperti seorang stalker? Entahlah aku sangat penasaran sekali dengan gadis ini tapi aku tidak tahu kenapa aku begitu penasaran padanya.

 

Dia menatap keluar lewat jendela bus disampingnya memperhatikan jalan dan tiba-tiba dia berdiri begitu bis berhenti dan turun dari bis. Aku buru-buru mengikutinya, pusatkota, dia turun di pusatkota, apa yang mau dia lakukan disini? Pikirku. Aku terus mengikutinya dan sama seperti tadi kegiatannya hanya mengamati, mengamati toko-toko disampingnya terkadang dia berhenti di depan sebuah toko jika melihat sesuatu yang menarik setelah itu dia akan berjalan kembali. Gadis yang sangat unik.

 

Dia terus berjalan sampai di sebuah taman, dia duduk disalah satu bangku disana, memejamkan matanya, aku memperhatikannya dari bangku yang sedikit jauh darinya, semakin dilihat dia semakin cantik. Apa benar dia takdirku?

 

Aku menggerakan jariku di udara membentuk sebuah gelombang-gelombang kecil dan mengarahkannya pada gadis itu, hal itu membuat rambutnya melambai karena angin yang aku buat, dia tersenyum sambil memejamkan matanya, dia sepertinya sangat menyukai angin. Aku tersenyum melihatnya. Jadi ini yang namanya takdir seorang penyihir?

 
”Ya!Seulong..sedang apa kau disini?”ucap sebuah suara yang tiba-tiba sudah ada disampingku membuatku kaget, aku menatap tajam seorang namja dengan wajah seperti anak kecil ini.

 

“Siapa yang meyuruhmu menggunakan kekuatanmu di tempat umum, hah?”seruku padanya.

 

“Bukannya kau juga tadi kau melakukannya pada gadis itu”jawab namja ini sambil terseyum penuh arti,oh jadi semuanya sudah tahu, ini tidak enaknya memiliki seorang ibu yang memiliki kekuatan melihat masa depan.

 

Sebenarnya tidak enak terlahir memiliki kekuatan sihir, ya aku lebih ingin terlahir normal tapi sayangnya tidak, aku adalah keturunan penyihir, ya dari ibuku, ibuku adalah seorang penyihir dan begitu juga aku dan namja disebelahku ini yang adalah adikku. Menjadi peyihir itu sangat tidak menyenangkan, contohnya saat ini, aku ada disini bukan di Negara asalku, karena apa? Ayahku adalah manusia biasa sedangkan ibuku adalah penyirih ayah tidak tahu mengenai hal ini sampai beberapa tahun lalu saat ibu berusaha menolongku yang hampir tertabrak oleh mobil dan dia menggunakan kekuatan sihirnya untuk menyelamatkanku, ayah sepertinya kaget dan tidak suka lalu apa..ya aku ibu dan adikku ini pindah kesini. Apa aku marah dengan ayahku tidak untuk apa?aku sudah tidak peduli lagi.

 

“Hyung..aku juga ingin tahu siapa takdirku?”kata Wooyoung nama adikku ini.

 

“Kau percaya pada kata-kata ibu kalau gadis itu takdirku? Cih jangan percaya…sudahsanapulang…”perintahku padanya, dia mengerucutkan bibirnya, aku kembali mengalihkan pandanganku pada gadis itu tapi dia tidak ada disitu lagi, aku mengedarkan pandanganku mencari gadis itu.

 

“Isshh…kemana gadis itu?”ucapku sambil berdiri dari dudukku dan berjalan ke tempat dia duduk tadi dan mengedarkan pandanganku mencarinya.

 

“Hanguk?”Tanya sebuah suara di belakangku aku berbalik dan mendapati gadis itu yang berdiri di hadapanku, aku sedikit kaget, kenapa dia tiba-tiba bisa ada di belakangku.

 

“Ah..ne..”jawabku buru-buru, dia mengangguk-anggukan kepalanya.

 

“Annyeonghaseyo Jang Wooyoung-imnida…”ucap Wooyoung yang tiba-tiba sudah ada disampingku dan tersenyum pada gadis ini.

 

Gadis ini hanya menatap Wooyoung bingung, ishhh namja ini selalu saja.

 

“Mianheyo…dia memang seperti itu…Im-Seulong-imnida..”aku memperkenalkan diriku.

 

Dia menatapku ragu-ragu.

 

“Choi Yong Soon-imnida”ucapnya singkat tanpa senyum, padahal jika tersenyum akan lebih manis.

 

Aku tersenyum padanya namun dia hanya menatapku datar. Gadis yang sangat menarik, aku baru sadar akan hal itu.

Advertisements

2 thoughts on “FF: Fate Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s