FF: Love Is Really Hurt Part 18

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

 

Yong Soon POV

Aku terdiam mendengar ceritanya selama satu bulan itu, di wajahnya terlihat sekali dia sangat sedih harus mengingat kejadiaan itu lagi, aku memaksanya untuk bercerita karena aku ingin tahu apa yang terjadi padaku selama sebulan itu, karena hal itu aku tetap lupa makanya aku memintanya untuk bercerita, bahkan soal pernikahan itu. Ya aku memang sudah menikah dengannya. Kenyaataan yang membuatku senang sekaligus sedih, aku sedih karena aku mengingat Changmin yang pasti sudah tahu semua ini.

”Kau tidak suka menikah denganku?”tanyanya yang membuatku tersadar dari lamunanku.

”Ne?”tanyaku.

”Kenapa ekspresimu seperti itu?”tanyanya sambil menatapku.

”Ah aniyo…..gwenchana…”jawabku singkat.

”Changmin?”tanya Kyu membuatku kaget dan dia menatapku sedikit kesal. Aku langsung menggeleng begitu dia menatapku seperti namun tiba-tiba dia segera beranjak dari tempatnya duduk dan pergi. Apa dia marah? Pikirku.

Aku segera berdiri hendak mengejaranya namun kemudian dia berhenti dan menoleh padaku.

”Tunggi disini…”serunya membuatku terpaku diam, ada apa dengannya? Aneh sekali dia!

Aku menunggunya di bangku yang menghadap ke taman belakang rumahnya, kenapa dia menyuruhku disini, sepertinya dia sedang mengambil  sesuatu, apa yang dia ambil?

Tak lama kemudian dia datang dan segera duduk disampingku.

”Mana tanganmu…”serunya. Aku yang tidak mengerti apa yang dia katakan hanya menuruti perkataanya aku menjulurkan tanganku di hadapannya.

Tiab-tiba dia memasangkan sebuah cincin di jari manisku. Cincin dengan berlian berwarna putih. Sangat indah, aku menatapnya tidak percaya dan dia hanya tersenyum padaku.

”Nawa gyeolhanhaejurae?”ucapnya, mata birunya menatapku dengan lembut.

“I do…”jawabku singkat sambil menatapnya dan tersenyum.

“Kau tidak punya jawaban lain Tentu saja kau harus menjawab I do…kau kan sudah menjadi milikku…”serunya dengan senyum evilnya.

”Ya!kau merusak suasana romantisnya…”sungutku kesal dengan perkataannya barusan. Aku lihat dia hanya terkekeh pelan. Seharusnya kan itu sekali seumur hidupku dan aku ingin saat-saat seperti itu menjadi romantis. Dia malah mengacaukannya dengan kata-katanya itu. Sepertinya aku memang sial sekali, kenapa aku bisa menikah dengan namja ini tanpa tahu bagaimana pernikahanku dan juga bagaimana dia melamarku, aku kehilang semua moment itu dan saat aku memintanya melamarku, agar aku bisa merasakan bagaimana saatnya dilamar di malah mengacaukan segalanya. Aku memukul bahunya dengan tanganku.

”Kau merusaknya…itu kan sekali sumur hidup…”seruku lagi sambil mengembungkan pipiku kesal.

”Yang penting kau sudah menjadi milikku…”balasnya sambil mencubit pipiku dengan kedua tangannya.

Aku menyentakan tangannya dan menatapnya dengan garang.

”Kenapa daritadi kau selalu saja bilang aku ini milikmu..memangnya siapa yang milikmu…”seruku kesal dengan sikapnya itu, seakan-akan aku adalah mainannya. Seenaknya saja dia bilang aku miliknya.

”Tentu saja kau milikku…kita kan sudah menikah….dan ingat kau tidak boleh dekat-dekat dengan Changmin atau pria manapun kecuali aku karena aku tidak suka melihatmu dekat dengan pria lain…ara?”serunya menatap tajam ke arahku dan mengarahkan telunjuknya padaku.

”Ya!Changmin itukan temanku sejak kecil…kenapa aku tidak boleh dekat-dekat dengannya?”seruku sebal dengan semua aturannya itu, dia mengaturku sekali. Apa jangan-jangan aku dekat dengan kakaknya juga akan menjadi masalah untuknya. Dasar terlalu pencemburu. Gerutuku dalam hati.

”Tapi aku suamimu dan kau istriku!”serunya.

Lagi, dia senang sekali membawa-bawa nama itu. Aisshh menyebalkan sekali. Aku berdiri dari dudukku dan membelakanginya, aku kesal dengan sikpanya yang seperti itu. Aku menyilangkan tanganku di depan dada dan mengerucutkan bibirku.

Tiba-tiba aku merasakan dua buah lengan memelukku hangat dari belakang, membuatku kaget dan mendapati Kyu yang memelukku dari belakang. Dia menaruh dagunya di bahuku.

”Mianhe…aku hanya tidak mau kehilanganmu..jeongmal saranghae…”serunya berbisik telingaku.

”Nado saranghae…”ucapku singkat. Aku menyentuh tangannya yang memelukku dan memejamkan mataku.

 

Donghae POV

”Mereka sungguh sangat romantis…”seru Eunhyuk dengan padangan menerawang menatap langit-langit. Dasar aneh sekali dia! Dia sepertinya senang sekali melihat Kyuhyun sedang bersama dengan Yong Soon, kurang kerjaan sekali. Sama seperti tadi, aku memergokinya sedang mengintip Kyuhyun dan Yong Soon.

”Hae-ya…jeongmal saranghae…”seru Eunhyuk tiba-tiba mengenggam tanganku dan matanya menatapku lembut. Aku merinding melihatnya menatapku seperti itu. Aigoo, Eunhyukkie sudah gila.

PLETAKK

Aku memukul kepalanya. Dia meringis dan menatapku kesal.

”Sadarlah Hyukkie-ah!aku masih normal!”seruku padanya.

”Ya Hae! Aku kan hanya bercanda kenapa harus dipukul segala sih, sakit tau!”Serunya sambil mengusap-usap kepalanya.

”Makanya punya otak itu selalu dibersihkan…”seruku lagi.

Dia hanya mendengus kesal mendengar perkataanku itu.

”Melihat mereka aku jadi ingin menikah Hae…”ucapnya kemudian.

Mwo?dia ingin menikah! Kali ini aku tidak tahan untuk tidak tertawa.

”Siapa yang mau menikah denganmu hyuk-ah…hahahaha…kau ini sangat aneh…”seruku padanya.

Dia mengembungkan pipinya kesal mendengar perkataanku, lagian dia aneh banget mengatakan hal-hal seperti itu. Aku pun segera berjalan pergi dari tempat itu meninggalkan Eunhyuk, bisa-bisa aku gila jika masih disitu terus karena melihat tingkahnya yang semakin aneh.

”Hae-ya..jamkaman…”serunya memanggilku kemudian dia mengejarku dan berusaha menjejarkan langkahnya denganku.

”Ya! Hae…Kyu tidur dikamarmu ya?”tanya Eunhyuk sambil berjalan.

”Ne…”jawabku singkat.

”Teukie hyung masih belum membolehkannya?”tanyanya lagi.

”Ne..tentu saja…kau tahu sepertinya dia masih tidak terlalu setuju kalau mereka menikah dan dia takut terjadi sesuatu jika mereka sekamar….mereka masih sekolah…”jawabku.

”Memangnya apa yang akan terjadi?”tanyanya sok polos.

Aku berhenti dan menatapnya kesal, dia memegang kepalnya seperti bersiap menerima pukulan di kepalanya lagi, aku memang sudah berniat seperti itu namun akhirnya aku urungkan niatku dan hanya mendesah pelan, lalu berjalan lagi. Dia itu terkadang bisa tampak bodoh seperti ini, membuatku kesal saja dengan pertanyaannya yang aneh-aneh itu.

Tiba-tiba aku melihat Siwon melintas disampingku, dia menatapku sekilas. Hubunganku dengan Siwon masih belum bisa dibilang membaik setelah kejadian itu, entah kenapa aku masih kesal padanya karena kejadiaan itu dan sepertinya dia memang masih belum menyesali perbuataanya, dia juga tidak pernah bicara lagi dengan Kyuhyun dan sikapnya memang menunjukan dia tidak setuju dengan keputusan Kyuhyun menikah dengan Yong Soon. Asal dia tidak menganggu kebahagiaan mereka saja.

 

Aku membuka pintu kamar Teukie hyung dan melongokkan kepalaku ke dalam.

”Masuklah…”serunya padaku.

Aku pun berjalan masuk ke dalam kamarnya, aku melihatnya sedang berdiri di balkon kamarnya, aku berjalan menghampirinya.

”Waeyo hyung?”tanyaku padanya.

”Kau sudah tahu sesuatu kenapa mereka begitu menginginkan Kyu?”Teukie hyung balik bertanya padaku.

Oh ternyata dia memanggilku untuk menanyakan hal itu.

”Aku belum tahu hyung…sulit mencari informasi di Madeira sekarang tapi entah kenapa sejak dulu aku curiga Yesung hyung tau semuanya…”ucapku.

Dia menoleh ka arahku dan mengerutkan keningnya tidak percaya.

”Habisnya seperti kebetulan sekali jika dia bersikap seperti itu pada Kyu…apa Kibum yang memberitahu semuanya…bukannya Yesung hyung sangat dekat dengan Kibum dan kita tahu kalau Kibum kan seperti itu…”seruku mengemukakakan pendapatku.

Teukie hyung terdiam seakan berpikir kemudian dia pun mengangguk.

”Sepertinya begitu…Kibum tahu sesuatu…”serunya masih berpikir.

Kami memang masih berusaha mencari tahu apa yang penjaga kastil Madeira itu inginkan dari Kyuhyun. Apa karena Kyuhyun akan menjadi vampir murni suatu saat nanti? Aku juga tidak terlalu percaya akan cerita itu, Kyuhyunkan manusia setengah vampir mana mungkin bisa berubah menjadi vampir murni. Meski Teukie hyung cerita begitu tapi aku masih belum percaya. Jadi itu yang membuat Siwon sangat takut Kyuhyun melukai Yong Soon.

”Bagaimana dengan kalung itu?”tanya Teukie hyung kemudian.

”Ternyata itu pemberian Jin Ki ahjussi…sepertinya dia juga tahu tentang Kyuhyun…tapi sayang aku tidak bisa menemuinya..dia tidak ada di kastilnya…”jawabku.

”Apa itu bisa mencegahnya menjadi vampir seutuhnya?”tanya Teukie hyung lagi.

”Molla…aku tidak terlalu tahu…kita harus tanyakan langsung pada Jin Ki ahjussi…”jawabku.

Teukie hyung mengangguk dan kemudian menatap lurus kedepan, sepertinya dia berharap Kyuhyun tidak akan menjadi seperti itu.

 

Kyu POV

Aku memeluknya erat sekali berusaha mengahangatkan tubuhnya meski aku tahu dengan memeluknya seperti ini hanya akan membuatnya kedinginan karena suhu tubuhku yang lebih rendah beberapa derajat dari suhu tubuhnya tapi sepertinya dia tidak keberatan dengan hal ini, rasanya baru kali ini aku benar-benar memeluknya dengan erat seperti ini.

Aku seperti mencium sesuatu, harum dan manis, darah ini bau darah. Kenapa baunya terasa manis sekali. Aku mengedarkan pandanganku mencari darimana bau darah itu berasal dan ternyata aku baru sadar ini bau darah Yong Soon. Aigoo, kenapa denganku? Kenapa bau darahnya benar-benar menusuk hidungku dan membuat kerongkonganku terasa panas. Aku berusaha menepis bau darah itu dari pikiranku.

Tiba-tiba angin dingin menerpa wajahku dan aku bisa merasakan Yong Soon bergidik dingin dan dia semakin mengenggam tanganku yang memeluknya dengan erat membuatku semakin memeluknya dan semakin menicum bau darahnya. Aku berdiri tegak namun masih tetap memeluknya dari belakang. Aku berusaha agar tidak memikirkan bau darah itu lagi. Kenapa aku jadi seperti ini? Tanpa sadar mataku malah menatap tengkuknya dan entah kenapa aku seperti melihat aliran darah disitu benar-benar membuatku haus. Andwe, apa yang aku pikirkan! Bau darahnya yang manis semakin terbayang jelas dipikiranku di tambah lagi melihat tengkuknya. Tidak boleh, aku harus mengendalikan diriku.

Aku segera melepaskan pelukanku dan dia sedikit terkejut dengan perlakukanku.

”Sudah malam…sebaiknya kau tidur…”seruku padanya agak sedikit kaku, semoga dia tidak memperhatikan perubahanku.

”Ah ne…aku juga sudah mengantuk…”serunya sambil merentangkan tangannya.

Dia menggandeng tanganku untuk berjalan, aku masih berusaha mengendalikan diriku. Aku tidak boleh mengingatnya lagi. Ucapku dalam hati.

 

Yong Soon POV

”Kau tidur dimana?”tanyaku begitu sampai di depan kamarnya.

”Di kamar Donghae hyung…waeyo?ah kau ingin tidur bersamaku kan?”serunya sambil tersenyum jahil.

Aku menatapnya tidak percaya dengan apa yang dikatakannya.

”Ya! Dasar pria mesum!”seruku sambil mendorongnya jauh-jauh dan kemudian aku masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya.

Aku bisa mendengarnya masih terkekeh di depan pintu. Huh dia menyeramkan sekali jika tersenyum seperti itu.

”Jal ja yo…”serunya dari luar kamar dan kemudian aku mendengarnya berjalan menjauh.

Aku berjalan menuju tempat tidur dan langsung merebahkan tubuhku di atasnya. Aku menatap langit-langit kamar ini. Entah kenapa aku malah kepikiran Changmin. Aisshh kenapa aku malah memikirkannya. Aku memikirkan bagaimana pendapatnya tentang semua ini tapi sepertinya kemarin dia baik-baik saja. Apa dia sudah bisa untuk melupakan perasaannya padaku? Ya kuharap begitu karena semakin dia tetap mempertahankan perasaanya itu padaku, itu semakin membuatku sakit. Aku tidak mau dia terus-terusan berharap aku bisa membalas perasaannya. Jeongmal mianhe Changmin-ah!

 

Pagi ini aku menyiapkan bekal untuk makan siang. Aku menyiapakan tiga kotak makan. Satu untuk aku dan Kyu, satu untuk Henry dan satu lagi untuk…Changmin. aku mendesah pelan, semoga Kyuhyun tidak marah aku memberikan bekal pada Changmin, aku hanya ingin tetap membina hubungan baik dengan sahabatku itu, tapi sebaiknya aku tidak usah bilang saja pada Kyu, aku tidak yakin dia akan mengijinkanku memberikan bekal ini pada Changmin mengingat perkataannya semalam.

”Sedang apa Yong Soon?”tanya Wookie Oppa yang masuk ke dapur.

”Membuat bekal Oppa…”jawabku sambil tersenyum padaku.

”Sarapan dulu sana…sudah siap tuh…”seru Wookie Oppa.

Aku mengangguk dan segera keluar dari dapur membawa tasku yang sudah aku isikan bekal-bekal tadi.

 

”Henry-ya ini untukmu…bekal makanan..”seruku pada Henry sambil memberikan kotak makanan itu padanya.

”Gumawo noona…”serunya padaku sambil tersenyum.

”Ehm!”seru Kyuhyun di depan. Aku memutar bola mataku, benar-benar heran dengan sikapnya yang seperti itu bahkan pada kakak dan adiknya sendiri dia seperti itu..

”Tenang saja…aku membuatnya untuk kita…”ucapku dengan menekankan kata ’kita’ agar dia senang.

Aku pun segera turun dari mobil bersama Henry tidak jauh dari gerbang sekolah, kali ini aku yang memintanya karena aku takut mereka curiga terhadapku dan Kyuhyun, apalagi Kyuhyun memintaku memakia cincin pernikahan kami bahkan ke sekolah sekalipun. Hufft terkadang dia bisa sangat menyebalkan.

”Yong Soon-ah…”seru Changmin padaku dari jauh, aku melihat wajah Kyuhyun yang langsung berubah begitu melihat Changmin yang menghampiriku dengan menaiki sepedanya.

”Ayo bersama ke dalam…dia tidak akan menggandengmu kedalam kan…”seru Changmin pada Kyuhyun sambil tersenyum mengejek dan langsung menarik tanganku. dia yang menarikku tiba-tiba sehingga aku hanya bisa pasrah ditarik olehnya.

 

 

”Changmin-ah…lepaskan!”seruku menyetakkan tanganku.

Dia menatapku heran. Namun tiba-tiba dia langsung memelukku. Aku yang tidak suka dengan apa yang dia lakukan berusaha melepaskan pelukannya namun dia malah semakin mempererat pelukannya.

”Apa kau begitu mencintainya? Bahkan kau bisa bersikap seperti tadi pada sahabatmu sendiri…”serunya sambil memelukku.

Aku hanya bisa terdiam, entah kenapa aku mendengar nada sedih pada perkataannya itu.

”Mianhe..”hanya itu yang bisa aku ucapkan.

”Aku tidak akan menyerah Yong Soon..akan kubuktikan kau juga memiliki perasaan yang sama padaku…”serunya dengan tetap memelukku.

”Lepaskan dia!”seru Kyuhyun yang tiba-tiba sudah menarikku lepas dari pelukan Changmin.

Dia menatap Changmin tajam kemudian langsung menarikku pergi. Dia membawaku ke lapangan parkir.

”Apa yang kau lakukan!”tanyanya dengan membentak.

”Aniyo…Changmin hanya…”jawabku, aku tidak tahu harus berkata apa padanya. Dia menatapku menunggu jawabanku tapi aku hanya bisa menunduk.

”Sudah kubilang jangan pernah mendekatinya lagi!aku tidak suka!”serunya masih membentakku.

”Dia sahabatku!”sungutku tidak terima dia terus membentakku.

”Tapi kau istriku!aku tidak suka melihatmu dengan laki-laki lain apalagi seperti tadi!”serunya semakin membentakku.

”Kau egois!”seruku kemudian berjalan pergi meninggalkannya. Aku malas sekali berdebat dengan orang ini. Dia benar-benar menyebalkan, bisa-bisanya dia membentakku seperti itu. Aku tahu aku salah tapi setidaknya dia tidak perlu membentakku seperti itu.

 

 

Kelas soreku baru selesai dan aku tidak berharap orang itu menjemputku, aku masih kesal padanya dan benar saja bukan dia yang menjemputku tapi Changmin yang menungguku.

”Mianhe yang tadi…”serunya padaku.

”Ne gwenchana….”jawabku singkat.

Lama kami terdiam sampai…

”Kau mau pulang…ayo aku antar….”tawarnya padaku, tapi aku hanya menggeleng. Dia mengantarku pulang akan semakin membuatnya marah saja. Aku pun berpamitan padanya, dia masih berusaha menawariku untuk diantar tapi lagi-lagi aku menggeleng.

 

”Yong Soon-ah…kau pulang sendiri?”Tanya Teukie Oppa begitu melihatku masuk ke dalam rumah. Aku hanya mengangguk dan berjalan melewatinya. Aku segera naik ke atas. Aku menghempaskan tubuhku di atas tempat tidur, rasanya lelah sekali hari ini. Apa dia masih marah padaku? Tanyaku dalam hati.

Aku keluar kamar dan pura-pura mencarinya, aku mendapatinya sedang mengobrol dengan Zhoumi Oppa, aku pura-pura berjalan melintasinya untuk pergi ke dapur, dia melihatku sekilas tapi kemudian kembali fokus mengobrol dengan Zhoumi Oppa. Ternyata dia masih marah, bahkan menyapaku saja tidak.

Aku mendesah pelan sambil mengambil air minum.

”Gwenchananyo?”tanya Donghae Oppa yang tiba-tiba ada disampingku dan membuatku tersedak. Donghae Oppa membatu menepuk-nepuk punggungku.

”Oppa kau mengagetkanku….”ucapku.

”Mianhe…”seru Donghae Oppa sambil nyengir.

”Kalian sedang marahan ya?”tanya Donghae Oppa sambil menatap Kyu yang sedang mengobrol dengan Zhoumi Oppa

”Mollayo…”jawabku singkat.

”Kyuhyun pasti membuatmu kesal…dongsaengku itu memang egois..mungkin karena dia anak terakhir…kau harap maklum dengan sikapnya itu…sebenarnya dia sayang padamu hanya saja penyampaiannya yang terkadang membuat kesal….sudahlah jangan dipikirkan besok juga sudah baik lagi…”seru Donghae Oppa lalu menepuk kepalaku pelan. Aku tersenyum menanggapi perkataannya. Yah semoga besok dia sudah baik lagi.

 

Kyu POV

Lihat dia sama sekali tidak menyapaku?! Menyebalkan sekali dia! Aku meliriknya sesekali, dia sedang mengobrol dengan Donghae hyung. Dia itu sama sekali tidak peka apa! Dia tidak sadar apa kalau aku marah! Aku melihat Donghae hyung menepuk kepala Yong Soon pelan dan itu semakin membuatku kesal. Aku pun segera berdiri dan beranjak pergi.

“Ya Kyuhyun-ah!”seru Zhoumi hyung tapi aku tidak menghiraukannya dan terus berjalan.

 

Yong Soon POV

“Lihat kan?besok juga sudah baik lagi..mana tahan dia tidak bicara denganmu sehari saja…”seru Donghae Oppa sambil tersenyum.

Aku memang melihatnya pergi dari tempat dia duduk tadi dengan wajah kesal tapi darimana bisa disimpulkan bahwa dia akan baik besok. Donghae Oppa ini sedikit aneh.

Aku kembali menuju kamarku, aku segera mandi dan mengganti bajuku, setelah itu aku duduk di tepi tempat tidur, apa Kyuhyun akan baik besok? Pikirku. Mataku menangkan sesuau di meja belajarnya. Kenapa aku tidak sadar ada benda itu disana ya?

Aku berjalan menghampiri meja itu dan mengambil benda itu, sebuah boneka beruang warna coklat, lucu sekali. Aku tidak tahu Kyuhyun suka boneka juga. Aku tersenyum sendiri mengingat sifatnya yang seperti itu ternyata dia mempunyai boneka yang sangat lucu.

”Pemilikmu sangat menyebalkan…dia sangat egois sekali…tapi aku sayang padanya…”seruku sambil memainkan tangan boneka itu., kemudian memeluknya. Kyuhyun-ah jangan marah lagi ya. Ucapku sambil terus memeluk boneka itu.

 

Hari minggu yang tidak terlalu buruk meski sudah masuk musim gugur tapi sepertinya hujan belum turun. Aku berjalan menuju balkon kamar dan menatap taman belakang rumah ini yang sangat luasa, aku melihat Sungmin Oppa yang sedang menyiram bunga dan seorang namja yang menarik perhatianku sejak pertama kali melihatnya dirumah ini, namja itu yang tersenyum padaku waktu itu, sekarang dia sedang melukis sesuatu. Terkadang aku merasa keluarga ini sangat aneh, mereka terlalu seperti manusia. Apa mungkin karena mereka memang bukan vampir murni. Aku belum tahu terlalu banyak tentang dunia vampir, Kyuhyun hanya bercerita sedikit saja dan tidak pernah mendetail, jadi aku hanya tahu sedikit saja tentang mereka. Mengingat Kyuhyun membuatku sedikit kesal, kemarin dia marah-marah dan mendiamkanku seharian, mungkin hari ini dia masih marah. Kenapa sifatnya yang seperti anak kecil itu tidak pernah hilang.

Aku melihat Eunhyuk Oppa dan Donghae Oppa sedang main kejar-kejaran dia taman, aisshh mereka itu Oppa-Oppa yang masih seperti anak kecil saja. Aku tersenyum sendiri melihat tingkah mereka yang benar-benar lucu. Tak lama kemudian Teukie Oppa datang dan memarahi mereka. Dasar mereka memang seperti anak kecil saja!keluarga yang unik.

Berbicara tentang kelurga, aku rindu Umma dan Ji Won. Terakhir kali aku menelpon mereka beberapa hari yang lalu. Ibu tampak senang aku sudah kembali seperti semula dan dia ingin sekali bertemu denganku, aku juga ingin bertemu dengannya, tapi kapan? Aku mendesah pelan.

”Kau sudah bangun?”tanya Han Oppa sambil menyembulkan wajahnya dari balik pintu. Biasanyakan Kyuhyun. Hufft pasti dia masih marah. Argghh dia menyebalkan sekali, seakan-akan aku yang salah.

”Ne…sudah daritadi…”jawabku singkat.

”Kajja…kita sarapan…”serunya kemudian menutup pintu kembali. Aku segera berjalan menuju keluar kamar mengikuti Han Oppa.

Di ruang makan sudah berkumpul seluruh Oppadeul, hah terkadang merasa risih juga menjadi satu-satunya gadis diantara mereka ini.

”Pagi Yong Soon-ah!”seru Eunhyuk Oppa yang baru masuk lalu mengacak-acak rambutku sambil tersenyum padaku. Kyuhyun menatap tajam ke arah kakaknya dan juga padaku. Masih marahkah? Terserahlah!

Donghae Oppa menyuruhku duduk disampingnya dan itu berarti aku ada ditengah-tengah antara Donghae Oppa dan Kyuhyun, aku melirik sekilas ke arah Kyuhyun yang memasang tampang dingin. Rasanya aku ingin memukulnya saat ini juga, menyebalkan sekali melihat sikap dinginnya itu. Aku mengalihkan pandanganku memperhatikan sekelilingku, selalu saja ada tiga bangku yang kosong, siapa ya pemiliki bangku itu? Kyuhyun tidak pernah cerita tentang kakaknya yang lain.

”Ah Yesung hyung…”seru Sungmin Oppa begitu melihat seorang namja yang berjalan masuk dari taman belakang, itu kan namja yang tadi melukis di taman. Oh jadi namanya Yesung, ternyata dia juga salah satu hyungnya Kyuhyun tapi kenapa Kyuhyun tidak pernah cerita ya. Kemudian dia duduk di salah satu dari tiga bangku kosong yang ada disitu. Berarti ada dua lagi yang kosong dan ah ya aku ingat salah satunya milik Siwon Oppa, aku tidak pernah melihatnya sejak kemarin, mungkin dia sibuk karena dia kan seorang artis. Tapi siapa satu lagi? Aku juga belum pernah bertemu dengan ayah Kyuhyun? Banyak sekali pertanyaan yang ingin aku ajukan pada Kyuhyun tentang keluarganya tapi entah kenapa aku tidak berani bertanya padanya. Apalagi saat-saat seperti ini, lebih baik diam.

Setelah selesai sarapan aku membantu Wookie Oppa mencuci piring di dapur.

”Kau betah tinggal disini?”tanya Wookie Oppa padaku yang sedang menaruh piring ke tempatnya.

”Ah ne tentu saja…”jawabku sambil tersenyum padanya.

”Sejak Kyuhyun mengenalmu banyak yang berubah pada dirinya…”seru Wookie Oppa membuatku menoleh ke arahnya.

”Kau tahu dia pernah belajar membuat bibimbap padaku katanya ingin membuatkanmu bekal…itu pertama kalinya dia masuk ke dapur untuk memasak…”lanjutnya.

”Jinjja?”tanyaku tidak percaya dan Wookie Oppa hanya mengangguk sambil tersenyum.

”Dia berubah banyak…”ucap Wookie Oppa lagi.

”Tapi kurasa sikap manjanya tidak pernah hilang dan egois..”seruku sambil tekekeh pelan. Ya dia selalu egois.

”Tidak akan bisa…”seru Wookie Oppa dan akhirnya kami malah tertawa bersama. Sepertinya aku menyukai Wookie Oppa, dia memang yang paling asyik diajak bicara, dia sangat ramah dan senang sekali tersenyum, dia juga pintar memasak, aku harus bisa belajar masak padanya nih.

 

Kyu POV

Dia dekat sekali dengan Wookie hyung, menyebalkan sekali. Kenapa dia masih dekat-dekat dengan Wookie hyung, aku kan sudah bilang jangan mendekati pria lain. Aku menatapnya yang sedang tertawa bersama dengan Wookie hyung di dapur. Aku pun segera pergi dari tempat itu malas sekali melihat mereka bersama.huh!apa dia sama sekali tidak peduli padaku, aku kan sedang marah padanya kenapa dia malah mendiamkanku juga.

 

Yong Soon POV

”Noona….temani aku main biola donk….noona mainkan pianonya ya…”seru Henry yang sudah ada dihadapanku dan memohon padaku.

”Ah ne..”jawabku dan dia pun segera menarik tanganku menuju sebuah ruangan yang terdapat sebuah grand piano berwarna hitam disana. Pantas saja Kyuhyun pintar bermain piano sejak kecil pasti dia sudah terbiasa memaikannya. Rasanya sudah lama sekali aku tidak menyentuh piano.

”Ayo..noona…”seru Henry sambil tersenyum.

Aku mulai memainkan tuts tuts itu satu persatu menyamakan iramanya dengan biola yang dimainkan Henry. Rasanya tenang sekali seperti ini, bermain piano adalah hidupku bahkan mimpiku adalah menjadi pianis meski sekarang aku harus mengubur impian itu dalam-dalam.

Aku menikmati memaikan piano ini sampai mataku menangkap seseorang menatapku disudut ruangan, sepertinya aku pernah melihat namja itu. Oh ya dia namja yang waktu itu aku lihat di dekat tangga waktu pertama kali aku kesini. Sebenarnya siapa namja itu. Namja itu menatapku tanpa berkedip. Matanya ungu, berarti dia salah satu dari keluarga ini karena semua keluarga disini memiliki warna mata yang berbeda-beda. Tanpa sadar aku malah berhenti bermain piano.

”Noona gwenchanayo?”tanya Henry padaku.

”Ah ne…henry-ya..siapa orang itu?”seruku pada Henry sambil menunjuk tempat tadi aku melihat namja itu, pasti Henry tahu siapa orang itu.

”Yang mana noona?”tanya Henry dengan wajah bingung.

”Yang….”ucapanku terhenti begitu melihat tidak ada siapa-siapa disana. Kemana perginya namja tadi. Aku memperhatikan sekelilingku dan sudah tidak ada namja itu. Sungguh aneh sekali.

 

Kyu POV

”Wajahmu kusut sekali Kyu?”tanya Donghae hyung yang tiba-tiba sudah ada disampingku.

”Ah aniyo..”jawabku singkat sambil memalingkan wajahku.

”Kau cemburu pada Yong Soon ya?” tanya Donghae hyung tepat sasaran dan itu membuatku sama sekali tidak mau menatapnya.

”Aniyo…”jawabku cepat. Kudengar dia terkekeh pelan.

”Kau dan dia sama seperti anak kecil saja…jangan cemburu pada hyung-hyungmu sendiri…mereka hanya senang punya seorang adik perempuan…jangan mendiamkan dia terus..kalau dia berpaling pada Changmin bagaimana…”seru Donghae hyung membuatku langsung menoleh karena perkataannya itu.

”Mwo?!”seruku dan dia hanya tertawa kemudian berjalan masuk ke dalam rumah.

Huh Donghae hyung sama menyebalkannya! Tidak akan aku biarkan Changmin merebutnya.

Sekarang dia sedang berbicara dengan Yegung hyung. Hufft, dia itu benar-benar menyebalkan!

 

Yong Soon POV

”Annyeong Oppa…apa yang kau lukis?”tanyaku pada Yesung Oppa yang sedang mengayunkan kuasnya.

Dia menoleh padaku dan tersenyum, warna matanya indah sekali.kemudian dia menunjukan lukisannya padaku. Sebuah pemandangn kota jam dulu, sepertinya kota itu indah sekali dan ada seorang gadis di lukisan itu, memakai dress putih membawa sebuket bunga dan memakai topi.

”Wah bagusnya…itu yeojachingu oppa ya?”tanyaku sambil tersenyum jahil. Tiba-tiba wajahnya berubah menjadi merah dan dia langsung mengalihkan padangannya dariku, aku tersenyum geli melihatnya, selama ini dia jarang sekali berbicara dan sekarang aku bisa membuatnya menahan malu.

”Kau mau mencoba melukis?”tiba-tiba dia menwarakanku untuk melukis, seperti sedang mengalihkan pembicaraan.

”Jeongmal?”tanyaku antusias dan dia mengangguk kemudian dia menyerahkan kusa itu padaku, dia membalik kanvasnya lalu mempersilahkan aku duduk. Aku mulai dengan membuat bunga-bunga di taman ini.

”Sepertinya kau berbakat…”seru Yeung Oppa sambil tersenyum padaku.

”Ah Oppa bisa saja…aku tidak bisa…”ucapku sambil menatapnya.

Entah kenapa setiap melihat Yesung Oppa aku seperti melihat kesedihan yang mendalam terpancar dari matanya meski dia sedang tersenyum.

”Selesai!”seruku begitu aku menyelesaikan lukisanku.

”Tidak sebagus Oppa sih…”seruku sambil menatapnya dan dia hanya tersenyum sambil mengacak-acak rambutku.

”Oppa…apa Oppa sedang sedih?”tanyaku padanya yang membuatnya langsung kaget. Aku hanya penasaran saja habisnya dia terlihat sangat sedih.

Dia belum menjawab tiba-tiba seseorang menarik tanganku dan dia Kyu. Hufft, mau apa lagi dia, marah-marah gak jelas lagi. Gerutuku dalam hati.

”Ya!Kyu lepaskan!mau apa lagi sih!”seruku kesal dengan sikapnya yang seperti itu.

Dia membawaku keluar rumah sedangkan kakak-kakanya yang lain hanya menatap kami aneh setiap kami berjalan melewati mereka.

Dia menyuruhku masuk ke dalam mobil, entah dia mau membawaku kemana. Dia sama sekali tidak menoleh padaku sepanjang perjalanan. Dia memang menyebalkan!

 

Aku seperti mengenal jalan ini. Aku melihat banyak pohon berjajar di sepanjang jalan kecil ini. Inikan jalan menuju padang rumput itu, untuk apa dia membawaku kesana? Aku meliriknya yang masih serius mengahadap ke depan, tidak ada ekpresi yang dia tunjukan. Aku mendesah pelan dan kembali menatap jalanan disampingku. Daun-daun kering mulai jatuh satu persatu dan membuatnya seperti hujan daun. Indah sekali tapi sayang aku bersama orang yang menyebalkan saat ini.

Seperti yang sudah aku duga tadi dia membawaku ke padang rumput itu. Saat turun dari mobil aku benar-benar terpaku dengan suasana padang rumput ini yang semakin indah, benar saja apa kata Kyu dulu, saat musim gugur jadi lebih indah, pohon-pohon yang biasanya hijau kini sudah berubah menjadi kecoklatan dan jatuh satu persatu, mataku menatap sebuah pohon besar disitu tempat Kyu menyatakan perasaannya padaku. Aisshh aku merasakan mukaku memanas mengingat kejadian itu. Ahh tapi untuk apa dia membawaku kesini, bukannya dia mau marah-marah gak jelas lagi. Gerutuku. Merusak suasana indah taman ini saja. Aku berbalik menghadapnya yang masih terdiam.

”Ya!kau mau apa!marah-marah lagi!sudah aku capek mendengarmu marah-marah!aku mau pulang!”seruku sambil berjalan pergi.

Tiba-tiba dia menarik tanganku dan langsung memelukku.

”Jangan marah lagi…mianhe…”serunya sambil memelukku.

Aku masih terdiam dan tidak membalas pelukannya. Aku masih kesal tentu saja, seenaknya saja dia membentakku seperti itu.

”Aku hanya tidak mau kehilanganmu….aku hanya ingin kau bersamaku terus bukan dengan pria lain…jeongmal mianhe…”ucapnya lagi.

Aku jadi teringat perkataan Wookie Oppa, dia ini memang sangat egois karena dia anak bungsu dan dia ingin selalu apa yang dia inginkan dikabulkan oleh kakak-kakaknya dan sepertinya sifat itu tidak akan pernah berubah, Wookie Oppa hanya bilang agar aku lebih memahami sifatnya ini. Akhirnya aku mendesh pelan dan membalas pelukannya.

”Kau tahu aku kesal sekali melihatmu terus mendiamkanku..aku paling tidak suka didiamkan seperti itu apalagi olehmu…aku jadi tidak tahu apa yang harus aku lakukan…”ucapku sambil terus memeluknya.

”Mianhe…aku janji tidak akan seperti itu lagi…”serunya.

 

Aku sedang menikmati angin yang membelai lembut wajahku dengan menyandarkan kepalaku di bahu Kyuhyun dan dia terus mengenggam tanganku, meski terasa dingin tapi aku senang dia melakukan itu.

”Yong Soon-ah…”serunya memanggilku.

”Umm…”gumamku.

”Aku menepati janjiku mengajakmu kesini lagi kan….”serunya.

Aku mengangguk dan dia mengelus kepalaku lembut.

”Gumawo…ternyata memang lebih indah saat musim gugur…”ucapku.

”Aku janji akan mengajakmu kesini lagi tahun berikutnya dan seterusnya…”serunya lagi.

”Ne…aku pegang janjimu…”seruku.

”Asal kau tidak membuatku cemburu lagi dengan bersama pria lain…”ucapnya.

Hufft dia mulai lagi. Dasar egois!

”Ya!kau ini mulai lagi tadi sudah janji…”seruku sambil duduk dengan tegak dan menatapnya kesal.

”Aku hanya bercanda yeobo…”serunya sambil tersenyum jahil dan menarik kepalaku untuk bersender kembali di bahunya.

Aku merasakan mukaku memanas saat dia memanggilku ’yeobo’, ini pertama kalinya dia memanggilku seperti ini, membuat jantungku berdegup kencang.

Kemudian kami hanya terdiam.

”Yeobo…”panggilnya membuatku duduk dengan tegak. Aisshh kenapa aku jadi gugup seperti ini dipanggil olehnya dengan sebutan itu. Dia menatapku dengan padangan serius, aneh sekali dia. Ada apa?

”Boleh aku mencoba melakukan sesuatu…”serunya mata birunya menatapku langsung ke dalam mataku.

Apa yang dia mau lakukan? Tanyaku dalam hati.

Dia mulai mendekatkan tubuhnya padaku, aku hanya bisa diam menunggu apa yang akan dia lakukan. Kemudian tangannya menyentuh pipiku, membuatku semakin gugup, dia mulai mendekatkan wajahnya padaku. Lalu aku mulai merasakan bibirnya menyentuh bibirku perlahan, rasanya dingin. Apa ini rasanya berciuman dengan vampir?.Lama dia menempelkan bibirnya di bibirku lalu perlahan bibirnya mulai bergerak di bibirku. Aku yang awalnya hanya diam kemudian membalas ciumannya dan itu membuatnya semakin melumat bibirku, dia menyentuh bagian belakang kepalaku dan membuatku semkin merapat ketubuhnya dan dia teru saja melumat bibirku. Aku yang mulai kehabisan nafas karena ciumannya itu berusaha melepsakan diriku namun dia terlalu kuat. Dia malah semakin liar melumat bibirku. Aku kaget begitu melihat matanya berubah menjadi warna merah terang. Omo, kenapa dia!

Tiba-tiba aku merasakan sesutu menggores bibirku dan menyebabkan rasa perih, reflek aku segera mendorongnya menjauh. Dia menundukan wajahnya, aku mendekatinya dan menyentuh namun dia malah memegang kepalanya seperti orang yang sedang kesakitan.

”Kyu-ya..gwenchanayo?”tanyaku cemas melihatnya seperti itu.

”Ne…”jawabnya lemah sambil terus memegangi kepalanya.

Aku yang merasa cemas dengannya segera memabntunya untuk berdiri.

”Sebaiknya kita pulang….”seruku sambil memapahnya.

”Ne…aku baik-baik saja…”jawabnya sambil berusaha berjalan sendiri. Aku terus menatapnya merasa khawatir dengan keadaanya tadi. Apa dia akan baik-baik saja jika harus mengendarai mobil, aku berniat menelepon Donghae Oppa untuk menjemput kami, namun dia langsung menggeleng.

”Tenang saja aku bisa..aku hanya pusing sedikit…”serunya sambil tersenyum.

 

”Kyuhyun-ah….”seru Donghae Oppa begitu kami sampai dirumah, dia menatap Kyuhyun dengan cemas. Kenapa Donghae Oppa seperti itu ya? Namun saat dia menyadari aku terus memperhatikannya dia langsung tersenyum padaku.

”Kenapa cepat sekali perginya?”tanya Donghae Oppa langsung.

”Sepertinya Kyuhyun sedang tidak enak badan..”seruku sambil menatap Kyuhyun cemas.

”Ne…sebaiknya aku istirahat dulu…”seru Kyuhyun kemudian langsung naik ke atas.

Aku pun segera menyusulnya ke atas. Dia akan masuk ke kamar Donghae Oppa, aku menahan tangannya.

”Dikamarmu saja…aku akan merawatmu…”ucapku.

Dia menggeleng sambil tersenyum.

”Aniyo…aku baik-baik saja…aku hanya butuh tidur sebentar….jangan khwatir seperti itu….”serunya sambil mengacak-acak rambutku, kemudian dia masuk ke dalam kamar.

Kyuhyun kenapa ya? Kenapa dia tadi tiba-tiba seperti itu. Aku pun berjalan ke kamarku menatap cermin. Aku merasakan bibirku terasa perih, aku memperhatikan bibirku dan ada goresan disitu, aku menyentuhnya.

”Auww!”seruku, perih sekali.

”Yong Soon-ah…kau baik-baik saja?”seru Yesung Oppa yang membuka pintu kamarku.

”Ah ne…waeyo?”tanyaku heran kenapa Yesung Oppa menanyakan hal itu.

”Ah…aniyo…turunlah Han hyung sudah menyiapkan makan siang….”seru Yesung Oppa.

”Baik..aku akan panggil Kyuhyun…”seruku.

”Biarkan dia istirahat dulu…kajja…”ucap Yesung Oppa kemudian menutup pintu.

Aku memperhatikan cermin lagi, kenapa bibirku bisa seperti ini?. Aku pun segera turun ke bawah, sebenarnya ada apa dengan Kyu?

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s