FF: Love Is Really Hurt Part 17

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

 

Yong Soon POV

Kenapa semuanya jadi seperti ini? Aku sama sekali tidak ingat apa yang terjadi selama sebulan ini bahkan aku telah menikah dengan Kyuhyun, ige mwoya?. Mereka berusaha menjelaskan padaku apa yang terjadi selama sebulan ini dari mulai aku yang diculik Heechul, siapa itu Heechul, aku sama sekali tidak ingat sampai aku yang seperti kehilangan jiwaku, kehilangan jiwa kenapa? Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang mereka jelaskan karena aku sama sekali tidak bisa mengingat apapun.

”Begitu ceritanya…”seru Donghae Oppa menyelesaikan ceritanya.

Mereka menatapku seakan menunggu jawabanku. Namun aku menggeleng menyatakan bahwa aku tidak ingat sama sekali dengan hal itu. Mereka mendesah pelan. Aku melihat Kyuhyun yang duduk dipojokkan hanya menundukan kepalanya, daritadi dia sama sekali  tidak berbicara atau bahkan memandangnku, kenapa dia? Padahal aku ingin mendengar penjelasan darinya saat ini.

”Sudahlah nanti juga kau akan ingat Yong Soon…sebaiknya kita sarapan…”seru Han Oppa yang datang menghampiri kami yang sedang berkumpul di ruang santai rumah mereka.

Sungmin Oppa menarik tanganku untuk bangun dan mengajakku ke ruang makan, sementara aku terus menatap Kyuhyun yang malah naik ke atas. Ada apa dengannya kenapa dia malah diam saja?

”Kajja…”seru Sungmin Oppa. Aku pun mengangguk dan mengikutinya berjalan.

Tak lama kemudian Kyuhyun turun dari kamarnya sudah memakai baju seragam dan langsung mengambil selembar roti di atas piringnya. Aku kan harus sekolah juga, beratti aku sudah sebulan tidak masuk sekolah. Akan jadi apa aku ini? Sebentar lagi ada Ujian akhir, matilah aku. Apa mereka masih mengijinkanku masuk setelah sebulan tidak masuk sekolah.

”Kyu-ya…aku juga mau pergi sekolah…”ucapku menghentikan langkahnya.

Aku segera berdiri dan hendak berjalan menuju kamar untuk memakai seragam. Tunggu? Seragamku kan ada di rumah? Bagaimana ini?

”Yong Soon-ah…kau masih sakit…”seru Wookie Oppa.

”Aniyo Oppa aku harus sekolah….tapi sepertinya seragamku masih dirumah kan…aku harus pulang dulu..”seruku.

”Seragammu ada di kamar Kyuhyun….kalian kan sudah menikah…”seru Eunhyuk Oppa benar-benar membuatku terperanjat kaget. Ya Tuhan, jadi benar aku dan Kyuhyun sudah menikah? Aku menatap Kyuhyun meminta penjelasan darinya tapi dia malah memalingkan wajahnya, kenapa dia tidak mau menjelaskannya padaku bahkan Oppadeul saja tidak mau cerita. Aku bingung kenapa aku bisa menikah dengannya.

”Eunhykkie Babo!”seru Donghae Oppa sambil menjitak kepala Eunhyuk Oppa.

”Ya!hae dari tadi kau menjitakku terus..aku kan berbicara yang sebenarnya…mereka kan sudah menikah!”seru Eunhyuk Oppa lagi.

”Hyukkie!”seru donghae oppa mentapa tajam Eunhyuk Oppa.

Sementara aku melihat Kyuhyun berjalan keluar.

”Aku tunggu diluar..ayo Henry….”ucap Kyuhyun tanpa sedikitpun melihatku. Jujur aku sakit dengan sikapnya sejak tadi yang seakan menghindariku, dia sama sekali tidak berbicara padaku bahkan menatapku saja tidak sejak kejadiaan di kamar tadi. Padahal jujur aku butuh penjelasannya masalah menikah ini tapi kenapa dia malah diam? Kalau memang dia suamiku kenapa dia seperti itu?!

Aku segera  berjalan ke atas saat sampai di depan kamar Kyuhyun aku melihat seorang namja keluar dari sebuah kamar, namja itu tersenyum tulus padaku dan aku pun membalas senyumnya. Kemudian dia pun berlalu. Tanganku terhenti saat aku ingin membuka pintu kamarnya. Ya Tuhan, aku masih belum yakin kalau aku sudah menikah dengannya, aku sama sekali tidak ingat. Apa mereka hanya bercanda, mana mungkin aku dan diakan masih sekolah. Aku pun membuak pintu kamar itu dan berjalan ke arah lemarinya. Aku berharap saat aku membuka pintunya tidak ada baju-bajuku dan ternyata semua ini hanya mimpi. Namun saat aku membuka pintunya, aku benar-benar terkejut melihat bajuku, seluruh bajuku ada disana disamping baju-baju Kyuhyun. Omona ini bukan mimpi. Ottohke? Kenapa ini bisa terjadi?

 

Sepanjang perjalanan kesekolah Kyuhyun hanya diam. Hanya Henry yang duduk disampingku yang mengajakku berbicara.

”Noona rasanya sudah lama sekali kau tidak masuk…”serunya.

”Lalu bagaimana? Apa mereka mungkin akan mengeluarkanku…”tanyaku padanya.

Ya sudah satu bulan aku tidak masuk sekolah, mana ada sekolah yang membolehkan muridnya tidak masuk selama 1 bulan. Mungkin aku akan dikeluarkan.

”Tidak mereka pasti akan sangat perhatian pada noona karena noona disangka sakit parah dan harus berobat keluar negeri…tenang saja mereka tidak akan mengeluarkan noona…”jawabnya.

Aku hanya bisa terdiam menatap Henry yang sedang tersenyum padaku sehingga matanya hilang. Jadi mereka bilang kalau aku sakit parah dan membutuhkan perawatan diluar negeri dan mereka mengijinkannya. Apa ibuku tahu? Tiba-tiba aku teringat tentang ibuku. Kenapa ibuku tidak cemas anaknya tidak pulang selama satu bulan, apa ibu tahu aku sudah menikah dengan Kyuhyun. Sebenarnya aku ingin sekali bertanya pada dia yang sedang menyetir tapi daritadi wajahnya tidak menunjukan keramahan dan membuatku takut bertanya padanya. Seharusnya dia yang menjelaskan. Menyebalkan sekali!

Tiba-tiba dia berhenti tidak jauh dari gerbang sekolah.

”Kau tidak mau kita ketahuan kan…turunlah bersama Henry…”serunya dingin membuatku terkejut dengan perkataannya, dia menyuruhku turun disini dan berjalan ke gerbang sekolah agar tidak ada yang curiga kenapa aku bisa berangkat bersamanya. Apa maksudnya memperlakukanku seperti ini. Kenapa dia jadi aneh? Dia bukan Kyuhyun yang biasa.

Aku pun turun dan berjalan bersama dengan Henry.

”Noona…hyung hanya takut semua orang tahu dan dia tahu kau pasti tidak suka hal itu…”seru Henry seakan menjawab pertanyaan di otakku.

Aku hanya tersenyum sekilas padanya dan kami pun masuk ke gerbang sekolah.

”Yong Soon-ah!”teriak seseorang membuatku terkejut ketika aku menoleh ternyata itu Chae Kyung dia sedang berlari ke arahku dan langsung memelukku.

”Kau sudah sembuh?”tanyanya sambil terus memelukku.

”Ah..ne tentu saja…”jawabku singkat, semoga dia tidak bertanya yang macam-macam tentang ketidakhadiranku selama satu bulan ini, karena aku tidak tahu harus menjawab apa.

”Yong Soon-ah!”seru sebuah suara lagi dan itu adalah Key, dia langsung berlari ke arahku dan memelukku dengan sangat erat.

”Ya!Key-ah aku tidak bisa nafas nih!”seruku sambil berusaha melepaskan pelukannya.

”Ah kau tahu aku lelah menggantikanmu selama ini..aku senang kau kembali…kau sudah sembuh?”tanyanya padaku.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum.

”Kau tahu siapa yang paling merindukanmu selama ini?”tanya Chae Kyung.

Siapa? Siapa yang paling merindukanku kembali? Kyuhyunkah? Tapi dia tidak seperti orang yang merindukanku setelah satu bulan aku tidak ’kembali’. Aku berpikir dan kemudian muncul satu nama. Pasti dia!aku yakin dia!ya aku juga merindukannya, sangat merindukannya, sudah lama sekali tidak melihatnya, tapi apa dia tahu kalau aku…ah bagaimana kalau dia tahu, apa reaksinya.

”Changmin-ah!”teriak Chae Kyung pada Changmin yang baru saja memarkirkan sepedanya.

Dia menatapku sambil melotot seakan tidak percaya melihatku sekarang ini. Aku mencoba tersenyum padanya. Semoga dia tidak tahu masalah itu. Ucapku dalam hati. Dia masih terdiam di tempatnya seakan-akan dia seperti sedang bermimpi melihatku. Apa yang dia lakukan selama 1 bulan ini kenapa dia tidak mencariku? Apa dia juga berpikir aku sakit parah dan harus berobat keluarga negeri.

”Kesini…”seru Chae Kyung melambaikan tangannya pada Changmin.

Dan Changmin pun berjalan menghampiriku dan tiba-tiba dia langsung memelukku erat sekali.

”Changmin-ah!”seruku padanya.

”Aku sangat merindukanmu Yong Soon-ah!”serunya sambil tetap memelukku.

Aku memperhatikan sekelilingku ternyata Kyuhyun sedang menatapku yang sedang di peluk oleh Changmin, dia hanya menatapku sekilas lalu berjalan tertunduk. Aku ingin mengejarnya tapi Changmin tidak melepaskan pelukannya. Kyuhyun-ah kau kenapa?tanyaku dalam hati.

 

Selama jam pelajaran berlangsung pun, Kyuhyun tetap diam. Sesekali aku meliriknya tapi dia seakan serius dengan pelajaran. Aku mendengus kesal karena banyak sekali pelajaran yang aku tidak mengerti. Tentu saja aku tidak mengerti sudah satu bulan aku tidak masuk. Wali kelasku menyuruhku mengikuti kelas sore untuk mengejar ketinggalanku, kelas itu untuk anak-anak yang kurang dalam hal pelajaran. Hah apa aku akan bisa lulus. Aku masih bingung dengan semua yang terjadi padaku selama sebulan ini, aku benar-benar tidak mengerti. Semuanya seakan mimpi, atau mungkin aku memang sedang bermimpi. Aku heran kenapa semuanya tampak biasa dengan hal ini, maksudku keluargaku, kenapa ibu tidak mencariku dan apakah ibu tahu kalau aku tinggal dirumah Kyuhyun dan apakah ibu juga tahu kalau aku sudah menikah dengan Kyuhyun. Arrgg semuanya membuatku pusing.

”Kau sakit?”tanya Kyuhyun tiba-tiba sambil menoleh padaku.

”Ah aniyo…”jawabku singkat tanpa sadar aku memang memegang kepalaku seakan kepalaku pusing. Dia mengangguk dan kembali menatap ke depan. Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulutnya setelah seharian ini diam.

Tak lama kemudian bel istirahat berbunyi. Aku melirik ke arah Kyu yang masih sibuk mencatat, aku ingin sekali bicara dengannya.

”Yong Soon-ah…aku bawa bekal kita makan bersama…”seru Changmin padaku dan langsung menarik tanganku untuk berdiri.

”Tapi…”seruku sambil menoleh ke arah Kyu yang masih asyik mencatat.

”Kajja…”seru Changmin lagi dan langsung membawaku keluar ruangan.

 

Kyu POV

Apa dia benar-benar tidak suka dengan kenyataan kalau aku dan dia sudah menikah? Sepertinya dia tidak mau, aku masih ingat ekspresinya setiap Eunhyuk hyung mengatakan kalau aku dan dia sudah menikah, sepertinya dia tidak suka. Apa dia lupa semuanya? Dia seperti tidak memiliki perasaan apapun padaku, Dan Changmin sepertinya dia tidak main-main dengan ucapannya. Tidak akan aku biarkan dia merebut Yong Soon. Aku menutup buku tulisku dan mengambil bekal di tasku, tadi Wookie hyung menyiapkannya untuk Yong Soon tapi dia malah pergi makan dengan Changmin. Sudahlah.

 

 

Yong Soon POV

”Kau ada kelas sore ya?”seru Chae Kyung padaku.

Aku hanya mengangguk, dia menatapku khawatir.

”Kau kan baru sembuh…kau yakin mau ikut hari ini?”tanyanya lagi.

”Ah ne gwenchana…aku harus bisa lulus tau…”ucapku sambil tersenyum.

”Ya…sudah aku duluan ya..annyeong…”serunya sambil melambaikan tangannya dan berjalan keluar kelas.

Aku balas melambaikan tanganku. Sebenarnya apa yang mereka katakan pada semua teman-temanku tentang keadaaku selama 1 bulan ini sepertinya mereka tidak terlalu banyak bertanya tentang kenapa aku tidak masuk atau penyakit apa yang aku derita, mereka terlalu diam, bukannya aku ingin diperhatikan atau apa hanya saja ini aneh. Kelas sudah hampir sepi hanya tinggal beberapa murid saja disini termasuk Kyu yang masih serius dengan sesuatu yang dicatatnya, sepertinya ini waktu yang baik untuk bicara dengannya.

Aku pun menggeser bangkuku ke sampingnya. Dia tampak sedikit terkejut dan menoleh ke arahku sekilas dan kemudian fokus lagi dengan bacaannya. Ada apa dengannya?

”Kyuhyun-ah…”seruku memanggilnya.

”Nanti mau aku jemput atau kau mau pulang dengan Changmin?”tanyanya tiba-tiba dan langsung membereskan bukunya dan memasukannya ke dalam tas.

Aku menatapnya kesal, kenapa dia bertanya seperti itu? Apa dia marah karena seharian ini aku bersama Changmin, salah sendiri dia terus mendiamkanku, sepertinya aku tidak mungkin menikah dengannya.

”Aku pulang sendiri…”jawabku singkat dan langsung berjalan keluar kelas.

Kenapa dia berubah seperti ini? Terkahir kali dia tidak seperti ini. Aku duduk di atap tempat biasa aku kesini jika sedang kesal. Aku berusaha mengingat kejadian apa yang telah terjadi selama satu bulan ini dan juga apa benar aku sudah menikah dengannya? Namun tetap saja aku tidak bisa mengingatnya. Arggghhh, kenapa tidak ingat sih! Ucapku kesal pada diriku sendiri. Aku merogoh saku rokku mencari handphoneku, aku ingin menanyakannya pada ibuku. Aku tidak menemukan handphoneku di saku rokku, kemana ya? Apa tertinggal di kamar Kyu. Pasti tertinggal disana. Ah sial! Aku pun segera turun ke bawah karena sebentar lagi kelas soreku akan dimulai.

 

 

Hujan! Sial sekali aku, kenapa harus hujan sih!aku menatap langit yang sangat gelap dan hujan juga sepertinya tidak akan berhenti. Bagaimana aku bisa pulang? Aku lupa membawa payung dan aku juga tidak membawa handphone jadi aku tidak bisa menghubungi siapa-siapa, aku menyesal kenapa tadi aku menyuruh Changmin untuk pulang duluan setelah latihan basket, kalau tahu akan hujan begini aku akan menyruhnya menunggu. Kyuhyun, sudahlah aku sedang tidak ingin memikirkannya, dia menjadi menyebalkan sekarang ini. Mungkin aku tunggu saja sampai hujan reda.

”Belum pulang?”tanya Shin Hae Jin yang tadi ikut kelas sore denganku.

”Ah belum nungguh hujan berhenti dulu…”jawabku.

”Aku duluan ya…”serunya sambil tersenyum makan aku pun membalas senyumnya. Ternyata sudah ada yang menjemputnya dengan mobil. Aku tetap menunggu di depan gedung sekolah menata hujan yang masih turun, sepertinya hanya tinggal aku sendiri di sekolah ini, aku menegok ke belakang hanya ada koridor panjang yang kosong dan gelap. Entah kenapa bulu kudukku jadi merinding. Aku takut! Aku memeluk diriku sendiri berusaha menghangatkan tubuhku yang dingin. Hujan masih turun, cepatlah berhenti, aku takut.

”Ayo pulang…”seru sebuah suara namja yang tiba-tiba sudah ada di depanku. Kyuhyun? Dia berdiri di hadapanku sambil memakai payung. Aku pikir dia tidak akan menjemputku setelah perkataanku tadi siang. Aku pun berjalan menghampirinya dan berjalan bersama menuju mobilnya.

Selama perjalanan pulang kami hanya diam, lebih parah dari tadi pagi, tadi pagi masih ada Henry yang mengajakku berbicara tapi sekarang tidak ada siapa-siapa, aku hanya terdiam menatap jalan disampingku sementara dia hanya fokus menghadap ke depan.

”Hatchi…”aku bersin sepertinya gara-gara tadi menunggu hujan terlalu lama sedangkan aku tidak membawa jaket. Aku menggosok-gosokan hidungku yang gatal. Jangan sampai aku kena flu.

Tiab-tiba Kyuhyun memberhentikan mobilnya, aku menatapnya heran, dia sedang mencari sesuatu di kursi belakang kemudian tiba-tiba dia menyerahkan jaketku.

”Ini jaketmu pakailah…”ucapnya singkat.

Aku mengambil jaketku dan memakainya. Dia dingin sekali. Kenapa sih? Tanyaku dalam hati sambil terus menatapnya.

 

Aku mendengarkan dengan seksama cerita Teukie Oppa, dia sedang menceritakan apa yang terjadi selama sebulan ini. Aku kaget mengetahui bahwa ibuku tahu bahwa aku sudah menikah dengan Kyuhyun, Teukie Oppa hanya bercerita sampai situ dia tidak cerita alasan kenapa aku bisa sampai menikah dengan Kyuhyun, kata Teukie Oppa tanyakan pada Kyuhyun. Dia saja sama sekali tidak mau berbicara denganku bagaimana bisa tahu. Seruku dalam hati. Aku sama sekali tidak ingat apapun, seakan semuanya gelap. Ada hubungan apa antara aku dan Kyuhyun sampai aku menikah dengannya. Memangnya aku menyukai Kyuhyun? Aku tidak ingat kalau aku menyukainya, yang aku tahu dia hanya sahabatku. Arrgghh, aku tidak ingat semuanya.

”Sekarang ibumu sudah pindah ke Incheon…dia selalu menanyakan kabarmu setiap hari sebaiknya kau telepon dia hari ini..kurasa dia akan sangat senang mendengar putrinya sudah sembuh tadi ahjumma juga sudah menelepon dan aku sudah bilang tentang keadaanmu tapi lebih baik kau yang bilang sendiri..ara?”seru Teukie Oppa.

”Ne…aku akan menelepon Umma…”ucapku.

Benar-benar aku merasa ini semua seperti mimpi atau memang ini adalah mimpi, bahkan aku masih belum bisa yakin kalau ini kenyataan. Aku sama sekali tidak ingat apa yang Heechul lakukan padaku sehingga membuatku seperti itu juga soal Kyuhyun sebenarnya apa yang terjadi padaku selama satu bulan yang lalu. Aku butuh penjelasan yang sejelsa-jelasnya bukan sepotong-potong seperti ini.

Aku berjalan menuju kamarku atau lebih tepatnya kamar Kyuhyun. Rumah ini masih sangat asing buatku terlalu luas. Aku mengamati banyak sekali ruangan dirumah ini yang aku tidak tahu. Aku membuka pintu kamarku dan mendapati Kyuhyun seperti sedang mencari sesuatu di meja belajarnya.

”Kyuhyun-ah…”panggilku, sepertinya baru saat ini aku memanggilnya setelah seharian ini. Dia berbalik melihatku, kemudian segera mengambil beberapa buku dari mejanya.

”Aku hanya ingin mengambil bukuku…permisi…”serunya kemudian berjalan melewatiku. Dingin sekali dia? Entah kenapa sikapnya yang seperti itu membuatku kesal. Aku menutup pintu kamar dengan kesal dan berjalan ke arah meja belajarnya sambil menggerutu. Namja aneh!

Daripada memikirkan dia lebih baik aku mengerjakan PRku, aku segera mengambil buku dari dalam tas ku dan membuka soal yang tadi aku catat. Hufft baru melihatnya saja aku sudah pusing. Matemtika? Aisshh sampai kapan aku menjadi handal dalam pelajaran ini. Bukannya mengerjakan aku malah menguap berkali-kali, aku sepertinya tidak memiliki ide untuk menyelesaikannya.

 

Kyu POV

Aku sama sekali tidak mengerjakan PRku, aku hanya membolak-balik halaman bukuku tanpa menuliskan apapun diatasnya, bukan aku tidak bisa mengerjakannya tapi aku memikirkan Yong Soon, apa dia bisa mengerjakannya? Jangan-jangan dia malah tertidur lagi. Dia paling tidak bisa pelajaran matematika apalagi ditambah sebulan ini dia tidak masuk.

Tapi aku kesal dengan sikapnya yang seperti ini, seakan-akan dia tidak memiliki perasaan apapun padaku. Apa yang dikatakan Han hyung benar, sepertinya Yong Soon benar-benar lupa denganku yang dia ingat aku hanya temannya, dia tidak ingat semua kejadian yang terjadi yang waktunya berdekatan dengan saat itu, jadi dia lupa kalau dia memiliki perasaan padaku. Sial sekali! Aku jadi ingat kata-kata Changmin saat dia tahu kemungkinan Yong Soon akan lupa semua kejadian itu.

Flashback

”Bagaimana kalau Yong Soon lupa dia memiliki perasaan padamu…kau akan tetap membiarkannya bersamamu?”tanya Changmin dengan tersenyum sinis padaku saat itu.

”Aku akan tetap bersamanya apapun yang terjadi dan aku akan membuatnya menyadari perasaannya padaku kembali…”jawabku sambil menatapnya tajam.

”Bagaimana kalau dia yang memintamu meninggalkannya?”tanya Changmin lagi.

Namun saat itu aku malas berdebat dengannya dan malah meninggalakannya.

Flashback end.

Kalau itu yang terjadi bagaimana? Aisshh tidak..tidak boleh..dia harus ingat kalau dia memilki perasaan terhadapku. Kalau dia tidak ingat akan kubuat dia mengingat hal itu.

”Ya! Tumben sekalai kau belum menyelsaikan PR matematikamu biasanya tidak sampai sejam sudah selesai…”seru Donghae hyung membuyarkan lamunanku.

”Ah ne…”jawabku singkat.

Aku sedang mengerjakan PR ku di lantai kamar Donghae hyung sementara dia sedang asyik di depan komputernya. Aku kembali fokus mengerjakan PR ku, ya nanti aku akan melihat dia sudah mengerjakan atau belum, kalau belum aku yang akan mengerjakannya.

”Kyu-ya…”seru Donghae hyung yang tiba-tiba sudah duduk disampingku.

”Ne…”jawabku tanpa menoleh ke arahnya dan terus mengisi bukuku dengan jawaban yang benar.

”Kau sudah bicara dengan Yong Soon?”tanyanya tiba-tiba membuatku berhenti menulis.

”Belum…”jawabku singkat.

”Kapan kau akan bicara?”tanya Hae hyung lagi.

”Molla…”jawabku kemudian kembali menulis jawabanku lagi, aku bisa mendengar Hae hyung mendesah pelan. Awalnya Aku memang akan berbicara dengannya menjelaskan semuanya padanya namun entah kenapa gara-gara tadi pagi aku melihat reaksinya seperti itu membuatku sakit hati, sepertinya dia tidak suka mengetahui kenyataan itu.

”Ya!Kyu-ya…istrimu mana?”tanya Eunhyuk yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Donghae hyung.

Aissh hyungku yang satu ini sepertinya semangat sekali meledekku dengan ledekan seperti itu.

”Ya!hyung jangan meledekku lagi….dia ada dikamar…”ucapku ketus padanya.

”Dia tidak ada dikamarnya…aku tadi habis darisana…aku pikir bersamamu…”seru Eunhyuk hyung.

”Mwo?”seruku kemudian langsung berdiri dan berjalan keluar, kemana dia pergi? Aku segera kembali ke kamar dan benar saja dia tidak ada disana. Lalu aku kembali turun ke bawah mencarinya di ruang santai tapi juga tidak ada, kemana dia?

”Cari siapa Kyu?”tanya Sungmin hyung begitu melihatku menyembulkan kepala di pintu dan mengedarkan pandanganku mencarinya.

”Ah aniyo…”jawabku singkat kemudian menutup pintu. Namun tiba-tiba aku mendengar suara tawa dari arah taman belakang yang sepertinya aku kenal siapa yang tertawa, aku pun segera pergi kesana. Ya dia ada disana sedang bercanda dengan Henry, kenapa Henry bisa dekat sekali dengan Yong Soon ya?

”Kau itu lucu sekali Henry-ya….”seru Yong Soon kemudian mencubit pipi Henry. Aisshh, sok manis sekali anak itu di depan Yong Soon, entah kenapa aku merasa sedikit kesal melihat Henry sangat dekat dengan Yong Soon, kemudian aku melihat Wookie hyung berjalan menghampiri mereka dan membawakan sepiring kue untuk mereka.

”Gumawo Oppa…”seru Yong Soon pada Wookie hyung dan kemudian Wookie hyung mengacak-acak rambut Yong Soon.

Aisshh kenapa hyung-hyungku menjadi perhatian seperti itu pada Yong Soon, tadi Eunhyuk hyung sekarang Wookie hyung. Ya Yong Soon itu milikku. Aku berjalan pergi dari tempat itu dengan kesal.

 

Yong Soon POV

Meski dengan susah payah akhirnya aku bisa menyelesaikan PRku dengan baik. Aku menutup bukuku dan memasukannya ke dalam tasku. Aku mulai mengantuk, besok harus ditambah kelas sore lagi. Aisshh lelah sekali. Aku berjalan menuju tempat tidur, aku rindu kamarku sendiri. Aku menatap ruangan ini, kamar Kyuhyun. Sepertinya Kyuhyun tidak tidur disini, baguslah kalau begitu, aku masih belum bisa menerima sepenuhnya bahwa aku dan dia sudah menikah, ani..ani…mungkin hanya mimpi dan besok aku akan bangun di kamarku sendiri dan menganggap semua ini hanya mimpi. Ya hanya mimpi. Lagipula sikapnya padaku tidak menunjukan kalau kami sudah menikah, jadi pasti bohong. Benar semua ini bohong.

”Yong Soon-ah…aku membuatkan bekal untukmu…”seru Wookie Oppa sambil memberikan sekotak bekal padaku.

”Gumawo Oppa…”seruku sambil tersenyum dan memasukannya ke dalam tas.

”Ayo pergi nanti telat…”seru Kyuhyun dingin dan dia langsung berjalan terlebih dahulu, Wookie Oppa menatapku bingung dengan sikap Kyuhyun dan aku hanya menegakan bahuku menyatakan bahwa aku juga tidak tahu kenapa dia seperti itu.

”Aku pergi dulu ya Oppa..annyeong…”seruku pada Wookie Oppa kemudian berusaha mengejar Kyuhyun yang sudah berjalan duluan.

Kenapa sih orang ini sejak kemarin ketus sekali padaku. Perasaan saat aku bangun dia masih seperti Kyuhyun yang biasa tapi kenapa sekarang malah seperti ini.  Hari ini Henry tidak ikut berangkat bersama kami karena dia sudah berangkat duluan, berarti aku harus turun dan berjalan sendiri menuju gerbang sekolah.

 

”Yong Soon-ah!”teriak seseorang memanggilku yang baru keluar dari mobil Kyuhyun dan ternyata itu Changmin dengan sepedanya.

Dia berhenti tepat di depanku, semoga dia tidak bertanya macam-macam kenapa aku bisa berangkat bersama Kyuhyun. Dia tersenyum kepadaku kemudian menatap tajam ke arah Kyuhyun. Mereka ini,kenapa suka sekali seperti itu.

”Aku ingin bicara dengamu…”serunya padaku tapi matanya masih menatap tajam ke arah Kyuhyun.

”Ah ne baiklah…”jawabku singkat sambil menatap aneh ke arahnya.

”Ayo naik…sudah lama aku tidak memboncengimu…”serunya sambil tersenyum padaku.

Aku pun segera naik ke belakangnya dan dia pun melajukan sepedanya.

”Ada apa?”tanyaku begitu kami sampai di taman sekolah., tempat biasanya kami menghabiskan waktu bersama.

Changmin terlihat berpikir dan kemudian mendesah pelan.

”Kau masih tinggal dengannya…ah anni tentu saja kau akan selalu disana…”serunya.

Aku menatapnya bingung dan mengerutkan dahiku, apa yang dia bicarakan, aku sama sekali tidak mengerti.

”Changmin-ah..apa maksudmu?”tanyaku tidak mengerti.

Kini dia yang menatapku bingung. Ige mwoya? Ada apa sebenarnya ini?

”Yong Soon-ah…kau tidak tahu kau sudah menikah dengannya…”seru Changmin lagi membuatku kaget, darimana dia bisa tahu. Apa Changmin tahu semuanya?bagaimana dia bisa tahu?!

”Changmin-ah..kau tahu semua ini…”seruku lirih.

Dia semakin bingung menatapku namun tak lama kemudian dia tersenyum. Aneh sekali dia!

”Sepertinya kau benar-benar lupa kejadian itu…”ucapnya sambil tersenyum.

Sekarang apa lagi? Aku benar-benar tidak mengerti dengan sikap mereka yang seperti. Kyuhyun babo kenapa dia tidak menjelaskan apapun padaku! Mereka semua menyebalkan kenapa hanya menceritakan sedikit-sedikit padaku, aku kan sama sekali tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.

Tiba-tiba Kyuhyun datang dan menarik tanganku. Aku yang kaget melihat Kyuhyun tiba-tiba datang hanya bisa pasrah saat dia menarik tanganku namun Changmin langsung menyentakkan tangan Kyuhyun untuk melepaskan tanganku.

”Ternyata dia lupa…”seru Changmin pada Kyu sambil tersenyum mengejek, sekarang apa lagi ini. Mereka benar-benar membuatku pusing.

Namun Kyu tidak menghiraukan perkataan Changmin dan malah menarikku berjalan ke belakang sekolah kemudian dia melepaskan tanganku dengan kasar.

”Kau ini istirku!kenapa malah bersama Changmin!”serunya dengan setengah berteriak.

Aku benar-benar kesal dengan ucapannya, seenaknya saja dia bilang seperti itu setelah kemarin dia sama sekli tidak menyinggung hal itu. Apa dia tidak tahu aku benar-benar bingung dengan semua yang terjadi, aku merasa ada di dalam mimpi.

”Ige mwoya?! Aku tidak pernah tahu aku istrimu karena kau tidak pernah menjelaskannya padaku, aku pusing Kyu! Aku sama sekali tidak ingat ada hubungan apa kau denganku! Aku benar-benar lupa dan aku butuh seseorang untuk menjelaskannya dan apa yang kau lakukan selama kemarin kau hanya mendiamkanku dan bersikap dingin padaku!”seruku kemudian berjalan pergi namun Kyu menahan tanganku, aku segera menyentakannya dan berjalan meninggalkannya.

Aku benar-benar kesal dengan sikap diamnya itu. Aku butuh penjelasan bukan bentakannya yang seperti itu, aku saja masih belum yakin kalau aku sudah menikah dengannya. Aku berjalan ke kelasku dengan kesal.

 

 

Kelas sore baru saja selesai dan aku baru selesai memasukan bukuku ke dalam tas. Aku segera berjalan keluar kelas, sepertinya aku harus pulang sendirian. Aku berjalan keluar sekolah, matahari mulai masuk ke peraduannya, aku mempercepat langkahku agar tidak kemalaman sampai ke rumah.  Aisshh aku lupa membawa jaket lagi, kebiasaan. Aku berjalan menuju halte bus terdekat tapi entah kenapa perasaanku menjadi tidak enak, aku seperti merasakan seseorang mengikutiku atau itu hanya perasaanku saja. Sesekali aku menoleh ke belakang, tidak ada siapa-siapa. Aku semakin mempercepat langkahku agar sampai lebih cepat di halte bus itu.

”Manis…”seru sebuah suara membuatku berhenti karena tiba-tiba orang itu sudah ada didepanku, siapa dia? Dia memakai jubah merah dengan tudung, wajahnya tertutup tudung namun kemudian dia membuka tudungnya itu dan memperlihatkan wajahnya yang sedang tersenyum misterius, matanya berwarna merah dan kulitnya putih pucat, dia tidak tampak seperti manusia.

”Bagaimana kabarmu? Ternyata kau sudah sadar…”serunya sambil terus mendekat ke arahku. Aku benar-benar takut dan hanya bisa mundur selangkah demi selangkah. Apa yang akan pria ini lakukan.

 

Kyu POV

Beberapa kali aku melihat jam dinding di ruang tamuku dan mengecek pintu depan. Kemana dia? Kenapa dia belum datang juga? Aku jadi semakin bersalah tidak menjemputnya. Aisshh kenapa aku harus cemburu buta begini padanya, sudah jelas-jelas dia lupa segalanya tentu saja dia seperti itu.

”Kyuhyun-ah…Yong Soon belum pulang?”tanya Teukie hyung padaku.

”Belum…”jawabku singkat.

”Kau tidak menjemputnya?!”seru Teukie hyung kini wajahnya berubah marah.

Aku hanya bisa terdiam, aku yakin dia pasti sangat marah karen tahu aku tidak menjemput Yong Soon.

”Ya!Kyu-ya dia itu istrimu…kalau terjadi sesuatu padanya bagaimana!kau ini masih saja seperti anak kecil!cepat jemput dia!”seru Teukie hyung.

Aku pun segera mengambil kunci mobilku dan berjalan keluar.

 

Yong Soon POV

”Siapa kau?”tanyaku takut-takut sambil terus mundur dia semakin berjalan mendekatiku.

”Kau lupa? Oh tentu saja kau lupa siapa aku…”serunya sambil terkekeh pelan. Dia sangat menyeramkan. Aku ingin kabur darisini tapi bagaimana dia terus berjalan mendekatiku.

Tiba-tiba dia mencengkaram bahuku dan mata merahnya menatap ke dalam mataku.

”Akan kubuat kau mengingatku..”serunya dan mata merahnya menatap langsung ke mataku dan aku seakan terhipnotis melihat matanya yang merah itu.

”Yong Soon-ah!”seru sebuah suara membuatku tersadar.

Aku menyadari bahwa sekarang Kyuhyun ada di depanku, menjadi pelindungku sedangkan namja itu mundur beberapa langkah dan tersenyum penuh arti pada Kyuhyun.  Kyu mengenggam erat tanganku.

”Sudah lama tidak bertemu denganmu…”seru namja itu sambil berjalan mendekati Kyu yang semakin mempererta genggaman tangannya. Tiba-tiba aku seperti mengingat sesuatu, sebuah kejadian yang sama seperti ini dan ada juga namja ini. Kyu yang terus mengenggam tanganku dan Oppadeul juga ada disana. Namja itu…aku pernah bertemu dengannya di depan rumhaku. Dia…dia..Hee…aisshh kepalaku sakit. Aku memegang kepalaku yang terasa sangat sakit. Banyak sekali kejadian yang muncul sekilas-sekilas di otakku. Kepalaku pusing sekali dan membuatku terduduk di tanah.

”Yong Soon-ah!”seru Kyuhyun terdengang sangat cemas dari nada suaranya.

Aku ingin bilang kalau aku baik-baik saja tapi mulutku seakan tertutup dan pikiranku seakan menunjukan gambaran semua kejadian yang aku lupa selama ini. Semuanya seakan jelas sekarang. Ya aku ingat semuanya, Heechul itu nama namja itu, aku pernah bertemu dengannya di rumah Kyuhyun saat itu dan dia vampir murni sama seperti Kyuhyun, kejadian saat Kyuyun menyatakan perasaannya padaku, aku yang cemas saat dia pergi kemudian dia kembali dan berjanji akan bertemu denganku esok harinya, semuanya seakan diputar kembali. Aku ingat sekarang, Heechul yang membuatku seperti kehilangan jiwaku selama sebulan yang lalu. Ya aku ingat itu semua.

”Kyuhyun-ah…”panggilku padanya yang menatapku dengan cemas kemudian semuanya gelap.

 

 

Kyu POV

Dia masih belum bangun juga. Han hyung bilang dia baik-baik saja tapi kenapa dia belum bangun juga. Aku mengenggam tangannya erat dan mengelus lembut punggung tangannya berharap dia akan segera bangun. Aku kembali melakukan kesalah meninggalakannya sendiri. Untunglah Heechul hyung tidak berbuat apa-apa pada Yong Soon. Ini kesalahanku lagi.

”Mianhe Yong Soon-ah…aku selalu mencelakakanmu…”ucapku sambil memandang wajahnya yang masih tertidur.

”Sudahlah Kyu sebentar lagi juga dia akan sadar…”seru Han hyung menyembulkan wajahnya di balik pintu sambil tersenyum. Kenapa dia bisa setenang itu. Kemudian dia kembali menutup pintu sambil terkekeh pelan. Aneh sekali Han hyung!

Tiba-tiba mata Yong Soon bergerak dan kemudian dia membuka matanya. Ah syukurlah dia sudah sadar, benar apa kata Han hyung, apa sebenarnya dia yang memiliki kemampuan untuk melihat masa depan bukan Kibum hyung. Pikirku.

”Kyuhyun-ah…”serunya sambil berusaha duduk, aku membantunya untuk duduk.

”Bogoshipoyo…”serunya lagi kemudian langsung memelukku. Aku yang kaget dengan apa yang dia lakukan hanya membalas pelukannya.

”Jangan pernah tinggalkan aku lagi…aku mencintaimu siapapun dirimu..jangan tinggalkan aku…aku takut Kyu…”serunya yang tiba-tiba sudah mulai menangis.

Apa dia sudah ingat semuanya? Syukurlah dia sudah ingat semuanya.

”Ne..aku akan selalu ada disampingmu…uljima…”seruku sambil melepaskan pelukanku dan merengkuh wajahnya kemudian menghapus air matanya.

 

Yong Soon POV

Ya aku ingat semuanya sekarang. Kyuhyun bukan sekedar temanku tapi dia adalah orang yang sangat aku cintai. Mata birunya menatapku lembut, siapapun dia meski dia vampir sekalipun aku akan tetap mencintainya. Dia membelai pipiku lembut kemudian dia mulai mendekatkan wajahnya padaku. Aku mulai mersaka hembusan nafasnya di wajahku.

”Ya! Apa yang kalian lakukan?!”seru sebuah suara membuat kami terkejut dan langsung membuat kami menjauh.

Teukie Oppa berdiri di depan pintu kamar sambil menatap kami garang.

”Ah aniyo hyung…kajja kau belum makan malam kan…”seru Kyuhyun kemudian langsung menarik tanganku berdiri, aku pun hanya mengikutinya. Teukie Oppa menatap kami curiga saat kami berjalan melewatinya.

”Kyu-ya..kenapa Teukie Oppa seperti itu?”tanyaku heran melihat sikap Teukie Oppa yang seperti itu.

”Dia tidak membolehkanku menyentuhmu istriku…”serunya sambil tersenyum penuh arti.

”Ya!Kyuhyun-ssi siapa bilang aku menerima menjadi istirmu…bahkan kau tidak melamarku…”seruku.

”Tidak perlu…kau milikku sekarang..”serunya kembali tersenyum penuh arti.

Aku bersiap memukulnya namun dia sudah berlari mendahuluiku untuk turun ke bawah.

”Ya!Kyuhyun-ah!”teriakku memanggilnya.

 

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s