FF: You’re Mine (KyuSoon Couple)

 

 

You’re Mine

 

Yong Soon POV

 

Aku mengetuk-ngetukkan pulpenku ke atas meja dengan tangan menopang daguku, entah kenapa aku masih belum bisa melupakan kejadian saat Taemin ulang tahun pernyataannya yang membuatku sangat terkejut, aku tidak menyesal bukan karena itu hanya saja entahlah hal itu masih terus aku pikirkan,toh semua sudah lewat dan tidak bisa diulang tapi aku merasakan sesuatu, sesuatu yang membuatku bingung, sangat -.-

 

“Stop thinking about that Choi Yong Soon!”seruku pada diri sendiri.

 

“Masih memikirkannya Choi Yong Soon?”tanya sebuah suara mengangetkanku, aku berbalik dan melihat namja dengan mata besar itu berdiri di ambang pintu kamarku, seperti biasa tidak pernah mengetuk pintu, sangat tidak sopan-.-

 

“Kebiasaan ya Choi Minho masuk kamar tanpa mengetuk”ucapku sinis.

 

Minho Oppa berjalan menghampiriku dan berdiri tepat di depanku, aku menatapnya aneh.

 

“Kau masih memikirkannya?”tanyanya lagi, aku menghela nafas perlahan, dia menatapku tepat di mataku, aku mengalihkan pandanganku agar tidak bertatapan dengannya.

 

“Itu sudah seminggu yang lalu…kau pikir aku masih memikirkannya…tidak…untuk apa…”jawabku.

 

“Bagus…jangan sampai kau punya perasaan lagi padanya…”ucap Minho Oppa sambil menepuk kepalaku perlahan dan tersenyum.

 

“Lima tahun sudah cukup membuatku hanya menganggpanya sahabat”ucapku.

 

“Aku harap begitu..jal ja..”ucapnya kemudian berbalik pergi keluar kamarku.

 

Aku mendudukan diriku di atas tempat tidurku, menarik nafas dan menghembusakannya perlahan, ya aku sudah lupa dengan perasaanku padanya saat itu, sudah lewat lima tahun dan bukankah aku hanya mencintai namja bodoh itu, hanya dia.

 

**

Percuma, tetap saja ingat, aku menutup buku yang baru aku baca, belum sampai dua halaman karena di halaman pertama saja aku langsung ingat kejadian itu, ya Tuhan >.<

Kenapa aku harus ingat sih, padahal kan aku sudah mengingatkan diriku bahwa itu sudah berlalu, aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padanya tapi kenapa kata-katanya terus terngiang di pikiranku, huaa aku bisa gila kalau seperti ini. Aku tidak menyesal dan aku tidak kecewa, kenapa masih saja rasanya aneh disini, ucapku dalam hati menyentuh dadaku. Iya rasanya beda, menyesalkah aku? Tidaaakk aku setia>.<

 

Aku memasukan buku ke dalam tas selempangku dan beranjak dari taman kampusku, aku harus mencari tempat yang bisa membuatku lupa dengan hal itu.

 

Kyu POV

 

“Hyung aku pergi dulu ya…”ucapku pada hyungdeulku yang baru selesai latihan,lebih tepatnya aku juga baru selesai latihan, hari ini aku mau menjemput gadis bodoh itu di kampusnya, entahlah kenapa beberapa hari ini aku begitu merindukannya padahal baru minggu lalu kami bertemu.

 

“Mwo? Mau kemana kau Kyu?!”seru Teukie hyung memanggilku.

 

“Menjemput Yongie..”jawabku sebelum keluar.

 

“Ya!masih ada latihan!”seru Teukie hyung.

 

“Sebentar hyung…aku akan kembali sebelum latihan..ara..”ucapku dan segera keluar sebelum mereka menahanku lagi.

 

Aku memakai kacamataku dan topi lalu berjalan keluar gedung, di pintu masuk aku bertemu dengan Minho dan dia menyapaku.

 

“Hyung mau kemana?”tanyanya padaku.

 

“Menjemput adikmu..”jawabku singkat dan langsung berjalan kembali.

 

Aku menunggunya tepat di depan kampusnya, aku melihat jam di tanganku sebentar lagi pasti dia akan keluar, aku hapal jadwalnya. Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya, kenapa ya akhir-akhir ini aku selalu ingin bertemu dengannya bahkan aku harus selalu mendengar suaranya setiap hari. Sepertinya aku semakin gila dengan gadis bodoh itu.

 

Tak berapa lama aku melihat sosoknya berjalan perlahan keluar dari gerbang kampusnya, senyumku terkembang begitu melihatnya, aisshh kenapa aku begitu senang.  Aku membuka sedikit kaca mobilku menunggunya lewat disampingku.

 

“Ehmmm…”ucapku begitu dia lewat disampingku namun sepertinya dia tidak sadar, dasar gadis bodoh, sangat tidak peka, aku pun segera keluar dari mobilku dan mengejar langkahnya lalu menarik tangannya, membuatnya berbalik dan terkejut melihatku.

 

“Ya!mau apa kau kesini?!”serunya sambil memeprhatikan sekelilingnya, seperti takut ketahuan saja.

 

“Menjemputmu..mau apa lagi”jawabku.

 

“Siapa yang menyuruhmu menjemputku?”tanyanya.

 

“Sudah cepat masuk…”ucapku menarik tangannya, terkadang dia banyak tanya sekali, siapa yang menyuruhmu menjemputku? Pertanyaan paling aneh yang pernah kudengar memangnya aku supirnya, aku namjachingunya, wajar jika aku menjemputnya, otaknya isinya apa sih??

 

“Andwe..andwe..aku mau pulang sendiri..”ucapnya melepaskan tanganku.

 

“Mwo?!aku sudah capek-capek kesini merelakan waktu istirahatku untuk menjemputmu dan kau tidak mau pulang denganku”ucapku sambil melepas kacamataku.

 

“Aisshh namja babo kau mau semua orang mengenalimu,hah..aku tidak mau mati muda di serang fansmu..pakai lagi”serunya.

 

“Memangnya kenapa kalau semua orang tahu kalau Choi Yong Soon adalah kekasih Cho..”

 

“Ayo..pulang..pulang…”ucapnya memotong ucapanku dan langsung menarik tanganku dengan sebelumnya memakaikan kacamataku lagi, aku tahu bagiamana memaksanya.hehehehe.

 

“Lain kali aku tidak akan pernah menurutimu seperti ini lagi”serunya begitu masuk ke dalam mobil, aku terkekeh geli mendengarnya.

 

“Lain kali kau akan selalu mau menuruti perkataanku”ucapku.

 

Dia mendengus kesal dan aku hanya bisa tertawa pelan melihat tingkah gadisku yang bodoh ini. Aku menoleh ke samping dan dia menatap ke jendela samping. Aku tersenyum sekilas sebelum kembali melihat ke jalan.

 

Tumben sekali dia diam, aku kembali menoleh ke samping dan dia masih dalam posisi seperti, aku melihatnya tampak berbeda hari ini, selain diam dia juga seperti sedang memikirkan sesuatu, apa dia sedang bad mood? Gadis itu mudah sekali berganti-ganti mood, sekarang karena apalagi.

 

“Yongie..”panggilku namun dia tidak menjawab panggilanku, dia sedang memikirkan apa sih?

 

Yong Soon POV

 

“Yongie..yongie…”

 

Aku tersadar dari lamunanku dan menoleh ke samping.

 

“Sudah sampai?”tanyaku pada Kyunnie dia mengangguk.

 

Aku melihat keluar dan mwo? Kemana dia membawaku? Aku kembali menoleh padanya dan dia tersenyum evil.

 

“Kau bilang mau mengantarku pulang!aku mau pulang!”seruku padanya, dia malah membawaku ke toko es krim bukan ke rumah, dasar babo!

 

“Siapa bilang aku mau mengantarmu pulang aku kan hanya bilang mau menjemputmu..ayo turun..kita kencan..”ucapnya sambil memakai kacamatanya dan turun dari mobil.

 

Seenaknya saja namja ini, kencan? Cih! Aku mau pulang.pokoknya aku tidak mau turun.

 

Tuk..Tukk..

 

Namja bodoh itu mengetuk pintu mobilnya, aku menggeleng tanda aku tidak mau turun, aku mau pulang bukan makan es krim. Dia semakin merusak moodku yang sudah buruk. Dia menatapku tajam dan aku tetap menggelang. Dia mengacungkan jari telunjuknya dan kemudian membuka kacamatanya, isshh babo! Dia mau semua orang melihatnya, hah? Sudah tahu sedang ramai seperti ini.

 

Aku segera keluar dari mobilnya dan memakaikan kacamata itu lagi.

 

“Cukup sekali..lain kali aku akan membiarkanmu diketahui oleh fansmu..”ancamku dengan menatapnya tajam, sementara dia hanya tersenyum, menyebalkan sekali dia>.<

 

Aku berjalan mendahuluinya masuk ke toko es krim namun tiba-tiba dia menahan tanganku dan mengenggamnya untuk masuk bersama, selalu berlebihan.

 

Kyu POV

 

Lagi-lagi dia termenung, apa sih yang dia pikirkan, kenapa sejak tadi dia hanya menopang wajahnya sambil melihat keluar seperti itu. begitu pesanan sampaipun dia sama sekali tidak menyentuhnya, tidak biasanya, dia pasti akan langsung menghabiskan es krim yang ada dihadapannya tapi kenapa dia terlihat tidak tertarik sekarang. Ada apa dengan gadis ini?

 

Aku mengambil sendok dan menyendok es krimnya lalu menyodorkanya ke depan bibirnya, dia terkejut. Dia berusaha mengambil sendok itu dari tanganku tapi aku tidak mau, akhirnya dia menyerah dan membuka mulutnya.

 

“Cha..lanjutkan makannya”ucapku.

 

“Hemmm..”jawabnya sambil mulai menyendok tapi terlihat sangat tidak bersemangat, kenapa sih sebenarnya dia itu >.<

 

Dia memakan es krimnya dengan tidak semangat.

 

“Ya!kau kenapa?”tanyaku padanya.

 

Dia berhenti menyendok es krimnya dan menatapku.

 

“Kenapa? Aku tidak kenapa-napa..”jawabnya.

 

Tiba-tiba handphoneku berbunyi, Teukie hyung menelepon pasti dia menyuruhku pulang. Aku mematikan teleponnya.

 

“Sudah sana kembali latihan..kau ini nakal sekali”ucapnya.

 

“Ini kan gara-gara kau..”ucapku.

 

“Siapa suruh menjemputku..aku bisa pulang sendiri dan untuk apa juga membawaku kesini..sudah ayo pulang…”ucapnya sambil berdiri dari duduknya, aku menatapnya bingung dengan sikapnya yang sangat aneh sejak tadi, dia kenapa?

 

“Aku pulang sendiri saja..kau langsung latihan,ara!”ucapnya begitu sampai diluar toko, dia langsung berjalan pergi.

 

Aku menatap gadis itu dengan banyak tanda tanya, apa moodnya benar-benar buruk sampai seperti ini? Yongie kau kenapa?

 

Yong Soon POV

 

Aku naik bus untuk kembali ke rumah, gara-gara namja bodoh itu waktu perjalanan pulangku semakin lama, pake acara mengajak makan es krim segala, aku sedang tidak mood melakukan apapun hari ini dan dia malah semakin membuat moodku buruk.aisshh ottohke kenapa perasaanku jadi seperti ini terus >.<

 

Aku duduk paling belakang dan merapat ke jendela bus, menyandarkan kepalaku disana, mengehela nafas perlahan dan memejamkan mataku, ayolah lupakan hal itu!aku tidak menyesal, semua sudah lewat, aku harus lupa!

 

**

Baru saja aku menyelesaikan tugas kuliahku ketika aku mendengar handphoneku berbunyi, siapa yang malam-malam seperti ini meneleponku, aku menjangkau handphoneku di pinggir meja belajarku, melihat layar dan mendesah pelan, namja bodoh itu, entahlah kenapa aku merasa malas untuk mengangkatnya ya, dia sih sudah membuat moodku menjadi buruk>.<. aku kembali menaruh handphone itu ke tempatnya tidak mempedulikannya yang masih terus berbunyi, aku sedang tidak ingin bicara dengan siapa-siapa saat ini.

 

Aku memasukan buku ke dalam tasku dan naik ke atas tempat tidur, mengambil novel kedua favoritku setelah twilight, wuthering heights dan mulai membaca ulang lagi, ya aku sudah menyelesaikan novel itu sebanyak tiga kali dan masih belum bosan, novel pertama yang aku baca saa masih SMP di Inggris dan sampai sekarang aku masih suka novel itu sangat…

 

Aku mulai membaca dari halaman pertama

 

“Kalau aku mengatakannya saat itu…kau pasti jadi milikku….”

 

Kata-kata itu kembali masuk ke dalam pikiranku, shiro! Aku kembali menutup novel itu dan menruhnya ke atas meja disamping tempat tidurku. Aku mengacak-acak rambutku frustasi. Ottohke???

 

Kyu POV

 

Dasar gadis bodoh, kenapa tidak diangkat juga sih?akhir-akhir ini dia menjadi sangat aneh, kenapa dia?

 

“Kyu..ayo latihan lagi”panggil Donghae hyung padaku, aku mengirim sms singkat pada gadis itu sebelum kembali ke ruangan untuk latihan. Semoga kali ini dia membalas smsku.

 

**

Latihan baru saja selesai dan sama tidak ada tanda-tanda gadis itu membalas smsku, aisshh apa yang terjadi padanya?? Dasar bodoh! Aku memperhatikan layar handphoneku yang masih kosong belum ada balasan dari gadis bodoh itu.

 

Aku duduk dilantai dipojok ruangan sambil menyelonjorkan kakiku, mataku masih menatap layar handphoneku berharap dia akan membalas smsku.

 

“Igo…”ucap sebuah suara, Sungmin hyung memberikanku sebotol air mineral, aku mengambilnya dan tersenyum padanya.

 

“Gomawo hyung…”ucapku dia pun duduk disampingku memperhatikan hyungdeul yang lain yang sedang asyik melakukan kegiatan masing-masing. Sesekali aku masih menatap layar handphoneku berharap dia sudah membalas smsku, kembali menjadi Yongie yang biasa, aku sangat penasaran kenapa dia tiba-tiba menjadi aneh seperti ini.

 

“Bertengkar lagi?”tanya Sungmin hyung tiba-tiba membuatku menoleh ke arahnya.

 

“Anni…”jawabku singkat.

 

Tiba-tiba aku melihat Minho masuk diikuti member SHINee yang lain, ah mungkin mereka pikir sudah kosong.

 

“Hyung…aku pikir sudah selesai…”ucap Minho pada Teukie hyung yang kaget melihat mereka masuk.

 

“Oh..sudah mau latihan?”tanya Teukie hyung.

 

Jin Ki mengangguk.

 

“Tapi kalau hyung masih mau pakai..pakai saja dulu sebenarnya nanti sih jam 2..”jawab Jin Ki.

 

“Taemin-ah..saengil chukkae!”seru Eunhyuk hyung langsung merangkul Taemin yang berdiri bersebelahan dengan Key. Oh iya ya kemarin dia ulang tahun.

 

Taemin tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada Eunhyuk hyung, lalu yang lain akhirnya mengucapkan selamat ulang tahun juga untuk Taemin, Sungmin hyung tiba-tiba menatapku, aku balik menatapnya.

 

“Wae?”tanyaku.

 

“Ah..anni…”jawabnya kemudian tertawa pelan, aneh sekali hyungku ini-.-

 

“Ya..kalian buat pesat seperti apa kemarin..ah kenapa tidak mengajak kami?”seru Eunhyuk hyung pada mereka.

 

“Mianhe hyung itu juga mendadak..kami pikir kami tidak bisa menyiapkan kejutan untuk Taemin karena kesibukan kami tapi ternyata ada yang mau membantu…”ucap Key.

 

“Nugu?”tanya Eunhyuk hyung lagi.

 

“Yong Soon dia membantu kami menyiapkan pesta kejutan untuk Taemin”jawab Key sambil tersenyum.

 

Aku langsung terkejut begitu mendengar nama gadis itu disebut, Yongie menyiapkan pesat kejutan untuk Taemin? Dia tidak cerita padaku.

 

“Kyu…”panggil Sungmin hyung.

 

Aku menoleh padanya, dia menatapku dengan tatapan yang aku tahu apa maksudnya, aku marah? Tidak, aku percaya padanya, untuk apa aku memutuskan untuk bertunangan dengan gadis bodoh itu jika aku tidak percaya padanya, aku tahu mereka hanya sekedar sahabat, meski aku tahu Taemin memiliki perasaan lain pada Yongie tapi aku percaya pada Yongie, dia tidak memiliki perasaan apa-apa padanya.

 

“Aku percaya padanya..”ucapku sambil tersenyum tipis.

 

Author POV

 

Yong Soon menarik nafas dan menghembuskannya perlahan sebelum masuk ke gedung SM, kalau bukan ada hal yang penting dengan Minho dia tidak akan pernah kesini lagi sampai dia benar-benar lupa dengan kejadian itu. Yong Soon melangkah masuk seperti biasa, dia segera menuju lift karena dia sudah tahu tempat yang dia tuju karena Minho sudah mengiriminya sms sebelum berangkat, satu yang dia harap, tidak bertemu Taemin.

 

Begitu pintu lift terbuka di lantai dia tuju dia langsung berjalan keluar namun baru beberapa langkah seseorang menarik penutup kepala sweaternya membuat Yong Soon hampir terjengkang ke belakang, dia sudah berbalik dan bersiap memarahi orang yang menariknya tersebut sampai begitu dia menoleh ke belakang ternyata Kyuhyun yang melakukannya. Yong Soon semakin kesal begitu tahu Kyuhyunlah yang melakukannya.

 

“Ya!mau apa aku?”seru Yong Soon ketus.

 

Kyuhyun tersenyum sekilas kemudian langsung mengarahkan telunjuknya ke dahi Yong Soon.

 

“Kemana kau beberapa hari ini? Kenapa tidak mengangkat teleponku? Kenapa tidak membalas smsku, hah?”ucap Kyuhyun sambil mendorong dahi Yong Soon, membuat Yong Soon mengembungkan pipinya.

 

“Aku sibuk!”ucap Yong Soon sinis.

 

Kyuhyun memutar bola matanya mendengar jawaban gadisnya itu.

 

“Sesibuk apa sampai kau tidak mengabari calon suamimu Cho Yong Soon?!”tanya Kyuhyun menatap Yong Soon tajam.

 

Baru Yong Soon hendak membalas perkataan Kyuhyun, matanya menangkap seseorang yang sedang memperhatikannya, orang itu sedang berjalan bersama beberapa orang lain, wajah Yong Soon langsung memerah begitu mata mereka saling menatap dan orang itu tersenyum padanya. Begitu juga dengan orang itu yang tidak lain adalah Taemin, wajahnya ikut memerah namun dia memaksakan senyum pada Yong Soon.

 

Kyuhyun mengikuti arah pandang Yong Soon dan menadati gadisnya itu sedang bertatapan dengan Taemin, Kyuhyun merasa tidak suka melihat cara Taemin menatap Yong Soon, apalagi setelah dia tahu Yong Soon membantu menyiapkan pesat kejutan untuk Taemin. Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat-kuat dia kembali melihat ke arah Yong Soon dan dia bisa menangkap perbedaan ekspresi Yong Soon saat ini dibanding yang dulu jika bertemu Taemin dan itu menimbulkan tanda tanya bagi Kyuhyun.

 

“Aku ada urusan dengan Minho Oppa..”ucap Yong Soon pada Kyuhyun yang sedang menatapnya penuh tanda tanya lalu segera pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih bingung kenapa sekarang Yong Soon sangat berbeda ketika bertemu dengan Taemin.

 

Yong Soon POV

 

Sial, kenapa harus bertemu dengan Taemin>,<. Aku masing ingat tatapan matanya tadi dan itu kembali membuat jantungku berdegup sangat kencang, aigoo ottohke??? Aku berjalan keluar gedung SM dengan masih terbayang-bayang senyum Taemin tadi, aku memukulkan kepalaku perlahan agar tidak mengingat hal itu lagi.

 

Tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan mencengkram tanganku, aku menolah dan mendapati Kyunnie disampingku.

 

“Aku antar pulang”ucapnya dengan nada yang sedikit aneh menurutku, agak serius.

 

Aku melepaskan tangannya perlahan.

 

“Andwe..aku bisa pulang sendiri..lagian kau sedang latihan..sudah sana latihan saja..”ucapku sambil tersenyum tipis, dia dia dan hanya menatapku, menatapku tepat di mataku, mata coklatnya seakan mencari sesuatu di dalam mataku, kenapa dia?

 

“Sudah sana kembali latiha, jangan mengecewakan fansmu di album ke-5..annyeong…”ucapku lagi sambil tersenyum dan berbalik untuk pulang.

 

Apa Kyu merasa aku berbeda? Dia tidak boleh tahu kegalauanku, aku tidak mau membuatnya berpikiran yang macam-macam tentangku, aku sudah berjanji untuk bisa dipercaya olenya, maksudku aku tidak sedang bingung antara Taemin dan Kyu hanya saja banyak sekali yang menjadi pikiran buatku sejak kejadian itu bukan berarti aku kembali memiliki perasaan pada Taemin, hanya saja..mungkin aku kaget mendengar pernyataannya waktu itu  aku butuh waktu untuk meredakan keterkejutanku dengan pernyataannya dan menganggap semuanya kembali seperti biasa.

 

Susah menganggap semua biasa lagi, jelas-jelas semua berbeda setelah pernyataan itu, aku menyesal? Tidak, aku tahu salah aku sendiri kenapa saat itu aku tidak menunjukan perasaanku pada Taemin, ya aku pernah menyukainya bukan menyukai sebagai fans tapi sebagai namja dan bahkan dia cinta pertamaku hanya saja aku tidak berani menunjukan perasaanku padanya dan akhirnya bertekad untuk melupakannya namun ternyata itu suatu kesalahan siapa yang menyangka Taemin memiliki perasaan yang sama denganku saat itu dan akhirnya semuanya berkahir seperti ini.

 

Aku turun dari bus di halte yang tidak jauh dari rumah,duduk sebentar dia bangku halte, malas untuk pulang, ada apa dengan perasaanku? Kenapa sekarang jadi seperti ini? Aku bingung…

Apa mungkin satu hati milik dua orang? Tidak mungkinkan? Jadi hatiku milik siapa?

 

“Kenapa jadi semakin membingungkan???”ucapku menatap luru ke depan dengan pandangan frustasi.

 

“Aku harus setia..setia..siapa yang kau cintai Choi Yong Soon? Namja bodoh itu..kau sudah bertunangan dengannya…jangan kecewakan dia..dia sangat mencintaimu meski menyebalkan..sementara Taemin sangat baik selalu membuatmu tersenyum..selalu membantumu tidak pernah mengataimu bodoh…ahh kenapa kau membandingkan mereka???”ucapku lagi sambil memukul kepalaku perlahan.

 

Sekarang aku benar-benar bingung, kenapa jadi tambah bingung, ini gara-gara Taemin tersenyum seperti tadi, kenapa dia malah menunjukan senyum seperti itu, kenapa dia berekpresi seperti itu saat bertemu denganku,itu membuatku sulit..semakin sulit menentukan hatiku milik siapa>.<

 

Kyu POV

 

Aku memandang lurus ke dinding kamarku, aku masih memikirkan ekspresi Yongie saat bertemu dengan Taemin tadi kenapa dia terlihat malu-malu, apa yang sudah terjadi antara mereka? Apa itu yang membuatnya berubah tapi apa yang terjadi?

 

“Aku percaya gadis bodoh itu..ya aku percaya padanya..aisshh dasar Yongie babo..kenapa dia selalu sukses membuatku cemburu seperti ini…”ucapku.

 

“Kyu..makan malam dulu…”ucap Wookie hyung menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamarku, aku mengangguk singkat dan berjalan keluar kamar.

 

Aku meliha hyungdeulku sedang berkumpul dan sudah memulai makan mereka, aku duduk tepat disamping Donghae hyung yang sedang berebutan makanan dengan Eunhyuk hyung, ck, dasar aneh-.-, aku mengambil mangkuk nasiku dan mulai memilih apa yang akan aku makan.

 

“Kyu..”panggil Teukie hyung.

 

“Nde..”jawabku sambil mengambil kimchi di tengah-tengah meja.

 

“Seminggu ini kita akan latihan serius dan tidak ada lagi kabur-kabur seperti kemarin…kau hanya boleh bertemu Yong Soon akhir pekan saja..ara?”seru Teukie hyung.

 

Aku menatapnya tidak percaya, mwo? Dia tidak mengijinkanku bertemu dengan Yongie seeminggu ini? Aishh-.-

 

Aku mengangguk perlahan, mau tidak mau harus mau. Tidak bertemu dengannya selama seminggu ini saat kondisinya seperti ini, hah ottohke? Sepertinya aku memang disuruh belajar untuk percaya padanya. Ya, mungkin ini memang waktu yang tepat untuk belajar percaya padanya. Ok aku percaya padanya.

 

Author POV

 

“Ya!Yong Soon-ah!”panggil sebuah suara membuatku kembali dari lamunanku.

 

Yeon Ji menatapku kesal, aku sedang menemaninya pergi tapi malah sejak tadi aku diam saja.

 

“Kau kenapa sih? Aneh sekali…kata Rae Onnie juga kau jadi aneh…”ucap Yeon Ji.

 

“Naega? Aku baik-baik saja…”ucapku, apa mereka merasa aku aneh? Tentu saja sudah hampir dua minggu sejak kejadian itu dan aku masih bingung dan bahkan sudah tiga hari ini aku tidak menghubungi namja bodoh itu, entahlah aku sedang tidak mood dengannya lagipula ternyata dia juga tidak menghubungiku, sepertinya dia sedang sibuk dengan persiapan album yang sebentar lagi akan rilis. Baguslah dengan begitu dia jadi tidak terlalu memperhatikan perubahanku, biarkan aku yang berpikir masak-masak mengenai hal ini.

 

“Tuh kan melamun lagi?kau kenapa sih?!”tanya Yeon Ji dengan wajah kesal.

 

“Aisshh aku sedang tidak mood..kita pulang saja…”ucapku padanya.

 

“Kenapa? Taemin?”tanya Yeon Ji padaku mmebuatku kaget, kenapa dia tahu? aku menatapnya bingung.

 

“Aku tahu kau Choi Yong Soon..memangnya kenapa dengan Taemin?”tanyanya lagi.

 

“Ya..yeon Ji-ya..kau tau darimana?”tanyaku semakin bingung kenapa dia tahu? aku kan tidak cerita pada siapa-siapa.

 

“Tuh kan padahal aku Cuma menebak saja..ternyata benar..memangnya da apa?”tanyanya lagi, aisshh jadi sebenarnya dia hanya menguji saja, cih aku tertipu sekarang dia jadi tahu kan>.<

 

“Anni..tidak ada apa-apa…sudah ayo pulang..”ucapku kemudian berjalan meninggalkannya di belakang.

 

“Kau ini mencintai Kyu tapi masih bingung dengan perasaanmu pada Taemin..aku punya cara supaya kau tidak bingung..siapa yang akan paling kau cemaskan ketika salah satu dari mereka kecelakaan?atau siapa yang paling kau cemburui ketika mereka dekat dengan seorang yeoja?”tanya Yeon Ji yang tiba-tiba sudah disampingku, dia menatapku menunggu jawaban, aisshh pertanyaan macam apa itu.

 

“Ya!Yeon Ji-ya..babo…”ucapku dan kemudian kembali berjalan menduhuluinya sementara aku mendengarnya terkekeh pelan di belakangky, menyebalkan sekali , bukannya memberi solusi >.<

 

**

Aku melemparkan tasku ke atas tempat tidur, kenapa selalu saja ada orang yang membuat moodku buru, sekarang Yeon Ji, cih menyebalkan sekali dia>.<

 

Pertanyaan bodoh macam apa itu? siapa yang paling membuatku cemas jika mereka kecelakaan? Tentu saja namja bodoh yang ceroboh itu bahkan aku rela liburanku di Jeju berantakan gara-gara namja bodoh itu, lalu siapa yang paling membuatku cemburu jika mereka dekat dengan yeoja tentu saja namja bodoh sok polos itu, rasanya aku ingin membunuhnya jika mendengar gosip-goisipnya itu, kenapa aku memilih namja itu karena Taemin tidak pernah membuatku merasa seperti itu?!

 

Jamkaman, ara..Taemin tidak pernah membuatku merasa cemburu atau cemas berlebihan karena dia memang tidak pernah melakukan hal itu dia terlalu baik…Taemin bisa hilang dalam pikiranku sesaat tapi tidak dengan namja itu, dia selalu menempel setiap detik karena dia selalu saja bisa membuatku memikirkannya terus-terusan dengan kelakukannya yang menyebalkan beda dengan Taemin dia terlalu baik..sangat malah..itu yang membuatku tidak akan pernah melupakan namja bodoh, sisinya yang itu…kenapa aku baru sadar sekarang ya?alasan kenapa aku tidak pernah bisa melupakan namja bodoh itu meski aku sudah dekat dengan banyak namja sekalipun…dia membuatku tidak bisa lupa padanya…lagi-lagi dia yang menang-.-

 

Aku berjalan menuju lemari pakaianku menatap sebuah kertas tertempel di pintunya yang dia ganti seenaknya dengan namanya itu.

 

“Wish i could be Cho Kyuhyun wife”

 

Harusnya itu Edward Cullen tapi dengan pintarnya dia mengganti dengan namanya dan sepertinya aku lebih menyukai kata-kata yang sekarang tertempel di pintu lemari pakaianku itu dibanding yang dulu.

 

“Dia tidak akan mendengar ini..nan jeongmal saraghae Kyunnie..”ucapku.

 

Kyu POV

 

“Aisshh jinjja..lelah sekali..”ucapku begitu kami selesai latihan, aku menyelonjorkan kakiku dengan menyadarkan tubuhku didinding, duduk dilantai.

 

Aku menjangkau tasku dan mengambil handphoneku, eopseo tidak ada sms atau apapun dari gadis bodoh itu? aisshh dia itu benar-benar? Kenapa sih dengannya? Aku mendesah pelan. Tiba-tiba Donghae hyung duduk tepat disampingku, aku jadi ingin menanyakan sesuatu siapa tahu Donghae hyung tahu meski harus mempertaruhkan gengsiku. Mau tidak mau, aku ingin tahu cerita sebenarnya.

 

“Hyung..”panggilku, dia menoleh padaku.

 

“Aku mau tanya sesuatu”ucapku, jangan pikirkan harga diri saat ini yang penting kau tahu ada apa dengan gadis itu.

 

“Mwo?”tanyanya lagi.

 

Aku mempersiapkan diriku untuk bertanya hal ini.

 

“Hyung..kau tahu apa hubungan Yongie dengan Taemin?”tanyaku, dia membulatkan matanya kaget kemudian tertawa terbahak-bahak, aisshh menyebalkan sekali hyungku ini.

 

“Jadi selama beberapa hari ini kau aneh karena hal itu Kyu..karena kau berpikiran Taemin dan Yong Soon memiliki hubungan sesuatu?”ucap Donghae hyung.

 

“Kau ini Kyu…kalian sudah bertunangan tapi masih saja tidak percaya satu sama lain..kau percaya padanya kan Kyu…”ucap Donghae hyung lagi.

 

“Ne..keundeu aku hanya ingin tahu saja hyung…ayolah kau pasti tahu…”ucapku lagi, dia menghela nafas perlahan.

 

“Kau dengarkan ceritaku tapi jangan cemburu..cerita ini sebelum dia bertemu denganmu…”ucap Donghae hyung, entah kenapa tiba-tiba aku menjadi agak sedikit cemas, apa jangan-jangan Taemin itu mantan pacarnya Yongie? Dia tidak mau mengatakan siapa mantan pacarnya hanya Donghae hyung saja karena salah satunya Taemin?apa karena dia masih menyukai Taemin? Iya dia masih menyukainya sebagai fans tapi bagaimana jika dia benar-benar menyukainya sebagai namja? Anni..anni aku percaya padanya..ne..

 

“Ne..apa?”ucapku.

 

Donghae hyung menatapku serius.

 

“Yang aku tahu selama ini sih..Yong Soon memang sudah mengenal Taemin sejak dulu sebelum bertemu denganmu…mereka bersahabat..aku pernah melihat Yong Soon dan Taemin mengobrol dan tertawa bersama dan…”ucapan Donghae hyung terpotong, dia menatapku sedikit takut.

 

“dan apa hyung..cerita setengah-setengah…”ucapku tidak sabar.

 

“Hehehehe..mian..hanya ingin melihat ekspresimu dulu..jadi dulu Yong Soon memang menyukai Taemin..kurasa sebenarnya dua-duanya saling menyukai hanya saja mungkin Taemin bukan takdir gadismu itu..jadi ya..Yong Soon tidak menyukainya lagi dan dia bertemu denganmu lalu jatuh cinta padamu…”terang Donghae hyung.

 

Benar kan apa pikiranku? Yong Soon pernah menyukai Taemin dan Taemin masih menyukainya sampai sekarang bagaimana dengan Yongie? Meski menurut Donghae hyung dia tidak menyukai Taemin tapi aku takut..

 

“Jadi..taemin juga mantan pacarnya selain hyung…”ucapku.

 

“Mwo? Siapa yang mantannya? Aku? Ya aku hanya kakaknya bukan mantannya..memang Yong Soon tidak pernah cerita dia tidak punya mantan pacar..pacar pertamnya itu kau mana mungkin dia punya mantan pacar…”jawab Donghae hyung, aku membulatkan mataku tidak percaya, aku pacar pertamanya? Dia tidak pernah bilang itu? jadi dia selama ini bohong kalau dia punya mantan pacar, dasar bodoh untuk apa dia seperti itu?

 

Tapi tidak aku pungkiri aku merasa sedikit senang karena aku adalah pacar pertamanya, berarti aku lebih dibanding Taemin atau Donghae hyung bahkan Seulong. Aku pacar pertamanya dan akan menjadi suaminya.

 

“Ya..kenapa kau tersenyum seperti itu…”ucap Donghae hyung.

 

“Aniya…”ucapku kemudian meninggalkan Donghae hyung yang masih menatapku heran, aku berjalan keluar ruangan, tanganku bergerak mengirinya sms.

 

To: Yongie Babo

 

Bogoshippo…saranghae yeongwonhi^^

 

Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya akhir pekan ini, sepertinya akan sangat menyenangkan menggodanya dengan fakta bahwa aku pacar pertamanya, pasti dia akan sangat kesal. Aku tidak peduli dia pernah suka dengan Taemin yang jelas dia belum pernah pacaran dengan Taemin itu berarti dia lebih menyukaikukan.hehehehe

 

Yong Soon POV

Satu-satunya cara agar semua bisa berjalan seperti biasa adalah, aku harus bicara dengan Taemin semuanya, juga termasuk perasaanku dulu padanya, agar aku benar-benar yakin aku tidak menyesal dan bahwa kesalah yang dulu adalah suatu kesalahan yang manis ya pada akhirnya kau bertemu dengan namja bodoh yang membuatku menggilainya setengah mati dan bahkan bodohnya aku mau bertunangan dengannya, aku menatap cincin perak di jari manisku, aku tersenyum mengingat apa yang sudah dia lakukan saat melamarku, dia menepati perkataannya saat itu, pergi sendiri ke Inggris melamarku dihadapan orang tuaku. Betapa hebat bujukannya sehingga ayahku menyetujuinya dan bahkan mengerjaiku lebih dahulu ketika ayah bilang aku sudah dijodohkan dan ternyata dengan namja bodoh itu, mereka mengerjaiku-.-

 

Aku mengambil handphoneku di atas meja belajarku dan melihat ada sebuah pesan masuk ternyata.

 

From: Kyunnie Babo

 

Bogoshippo..saranghae yeongwonhi^^

 

Aku menautkan alisku sedikit aneh dengan smsnya, dia tidak pernah mengirimku sms seperti ini, cih mungkin dia sedang tidak waras, namun bibirku menyunggingkan senyum juga, sudah tiga hari tidak mengabariku dan sekarang dia mengabariku seperti ini, akhir-akhir ini dia menjadi semakin romantis, darimana dia belajar seperti itu?

 

Aku sengaja tidak membalas smsnya dan malah menggerakan jariku mengetik sms untuk Taemin.

 

To: Sweet Taemin

 

Taemin-ah..bisa kita bicara besok?

 

Tak lama kemudian sebuah sms balasan masuk.

 

From: Sweet Taemin

 

Bisa..memangnya ada apa?

 

To: Sweet Taemin

 

Aniya..hanya ingin bicara saja denganmu..dimana?

 

From:Sweet Taemin

 

Di taman biasa kita bertemu dulu bagaimana?

 

To: Sweet Taemin

 

Ok ^^

 

Aku menaruh kembali handphoneku ke atas meja, ya aku harus bilang semuanya agar jelas dan aku semakin yakin hatiku itu milik siapa, milik namja bodoh itu

 

**

Aku berjalan cepat dari halte terdekat, sial sekali aku telat, pasti Taemin sudah menungguku disama, hemm semoga dia tidak marah aku terlambat, oh ya tentu saja dia tidak akan pernah marah beda dengan namja bodoh, detik pun dihitung -.-

 

Aku menggerakan kepalaku mencari sosoknya, oddie? Aku berjalan semakin masuk ke tengah-tengah taman sampai mataku menangkap seseorang dengan sweater biru dan topi yang menutupi wajahnya, jamkaman itukan sweater yang pernah aku berikan padanya di ulang tahunnya yang lalu, issshh kenapa dia harus pakai itu>.< aku berjalan mendekati sosok itu yang aku yakin 100% adalah Taemin.

 

“Taemin-ah..”panggilku dengan agak berbisik agar  tidak terdengar.

 

Dia menoleh padaku menaikkan topinya sedikit sehingga wajahnya terlihat dan tersenyum padaku. Deg. Selalu saja melihat senyumnya aku menjadi deg-degan, tidak hanya senyum Taemin, sepertinya aku yeoja yang muda terpesona karena senyum seseorang.

 

“Yong Soon-ah..duduklah..”ucapnya sambil menepuk-nepuk tempat disebelahnya.

 

Aku duduk dengan agak kikuk. Begitu aku duduk kami malah sama-sama terdiam. Kau kan mau bicara dengannya?kenapa malah diam?!

 

“Chogi…”ucap Taemin membuatku menoleh padanya.

 

“Sudah lama ya kita tidak kesini…keberatan kalau kita main dulu…”ucapnya sambil tersenyum padaku, lagi-lagi terpesona-.-

 

Tiba-tiba Taemin menarik tanganku berdiri.

 

“Kita main sepeda…”ucapnya penuh semangat sambil menarik tanganku, aisshh mungkin nanti saja aku bicaranya, sepertinya dia senang sekali pergi denganku.

 

Taemin mengajakku bermain sepeda, dia terlihat sangat bersemangat, aku yang awalanya tidak terlalu tertarik karena memang tujuanku kesini untuk berbicara serius dengannya namun jadi ikut-ikutan semangat bermain, ya sudah lama tidak seperti ini dengan Taemin tentunya.

 

Pada akhirnya kami berlomba sepeda siapa yang tercepat sampai ke ujung taman ini dia yang menang. Aku tertawa senang begitu aku yang menang, dia memang tidak terlalu mahir naik sepeda. Aku tertawa melihatnya yang terlihat sangat kesal dan mengurucutkan bibirnya aku menghampirinya dan mencubit pipinya.

 

“Ya!Yongie..appo…”ucapnya sambil mengelus pipinya.

 

“Kalau marah kau semakin imut”ucapku hendak mencubit pipinya lagi.

 

“Mwo?!aku tampan Yongie!”serunya, selalu tidak terima dipanggil imut padahal aku lebih suka Taemin yang imut dibanding Taemin yang tampan.

 

Aku kembali tertawa melihat tingkahnya itu dan tiba-tiba saja Taemin berjalan pergi meninggalkanku, apa dia marah? Aku pun langsung mengejar langkahnya mensejajarkan dengannya.

 

“Ya..kau marah? Mianhe…aku Cuma bercanda…ya..mianhe…”ucapku sambil menarik-narik lengannya sementara dia masih terlihat tidak peduli.

 

“Taemin-ah..mianhe…”ulangku lagi.

 

Tiba-tiba dia menoleh padaku dan tertawa terbahak-bahak.

 

“Mukamu sangat lucu saat merengek tadi Yongie..”ucapnya, dia mengerjaiku ternyata, aku mengembungkan pipiku kesal, dasar kenapa semua orang selalu memanfaatkanku seperti itu >.<

 

“Aishhh..kau semakin jelek kalau seperti itu…ayo aku traktir es krim…”ucapnya kemudian merangkul bahuku dan membawaku berjalan bersamanya membeli es krim.

 

**

“Igo..coklat kesukaanmu”ucapnya sambil memberikan sebuah es krim cone rasa coklat.

 

“Gomawo..”ucapku dan kemudian dia duduk disampingku.

 

Angin sore musim panas terasa lebih sejuk saat ini, meski tetap lebih hangat dibanding angin sore musim panas Inggris.

 

“Selalu seperti anak kecil..igo…”ucap Taemin sambil menyerahkan tissue padaku, sepertinya aku makan tidak pernah bisa benar.

 

Taemin terlihat menahan tawanya melihatku membersihkan mulutku.

 

“Yong Soon-ah…”panggilnya membuatku menoleh padanya.

 

“Mianhe untuk yang waktu itu..aku hanya..”

 

“Ne gwenchana…bukan salahmu..punya perasaan seperti hak semua orang…”potongku, aku mengalihkan pandanganku ke arah lain karena aku yakin tidak akan sanggup menatapnya.

 

“Kumohon setelah ini kau tetap bisa bersamaku maksudku sebagai sahabat dan bukan menjauhiku…anggap saja pernyataan itu tidak pernah aku ucapkan…”ucapnya lagi.

 

Aku menghela nafas perlahan.

 

“Kau pikir aku akan berhenti menjadi sahabatmu hanya karena itu..babo..tidak lah..kau tetap sahabatku..sahabat pertamaku disini..seorang anak kecil yang imut dan polos yang sekarang sudah tampan tapi dia tetap Taeminku..”ucapku.

 

Dia terkekeh pelan.

 

“Selamanya sahabat…menyedihkan sekali….”ucapnya lagi.

 

“Ya kecuali kau bisa mengulang lima tahun yang lalu dan datang duluan…”ucapku kali ini menoleh padanya dengan senyum mengejek,mengajaknya bercanda tentu saja.

 

“Ya..aku memang datang duluan…”serunya.

 

Aku tertawa pelan.

 

“Tapi kau terlambat mengatakannya…ah sudahlah kenapa menyesali masa lalu..”ucapku padanya dia menanggapinya dengan senyuman.

 

“Yong Soon-ah…kau sudah tunangan ya dengn hyung..”ucapnya sambil memperhatikan hariku, aku langsung menutupi cincin di jariku itu dan mendadak mukaku langsung memerah. Kenapa dia memperhatikan sih >.<

 

“Wow..kau akan segera menikah?”tanyanya dengan wajah tidak percaya.

 

“Ya!aku tidak akan menikah secepat itu tau!aku masih muda!”seruku tidak terima bilang bahwa aku akan segera menikah, andwe! Aku belum mau menikah untuk saat ini, aku masih 19 tahun apa namja bodoh itu sudah gila jika mengajakku menikah dalam waktu dekat ini >.<

 

Taemin tertawa melihatku.

 

“Iya..aku tahu mana mungkin kau menikah dulu sebelum bertemu dengan Edward Cullen…”ucapnya lagi aku meliriknya sinis.

 

“Ayo pulang…”ucapnya dan langsung menarik tanganku berdiri.

 

Jadi, apa yang aku bicarakan dengannya hari ini? Eopseo..tapi setidaknya sekarang aku tahu kalau dia memang hanya menganggapku sahabat dan dia bisa menerima kondisiku dan tidak mempermasalahkan masa lalu yang membuat kita bukan takdir, becaus my fate is only Cho kyuhyun babo.

 

Kyu POV

 

Aku baru saja sampai di depan rumahnya ketika aku melihatnya berjalan bersama seseorang, seorang namja, aisshh siapa lagi dia? Seulong? Tapi rasanya bukan, gadis itu terlihat tertawa senang, cih dia tidak pernah tertawa sesenang itu denganku, semakin lama mereka semakin berjalan mendekat dan begitu sampai di depan pagar rumahnya aku tahu siapa namja itu, Taemin…

 

Mereka terlihat terkejut melihatku terutama Taemin, aku berusaha terlihat biasa, ya walaupun aku sudah ingin marah-marah pada gadis bodoh itu, pergi dengan Taemin? Kencan?aku menatap tajam gadis bodoh itu.

Percaya..kau harus percaya pada gadis itu, ingatku pada diri sendiri. Bagaimanapun juga dia tunanganmu sekarang dan sebentar lagi akan menjadi istrimu, aku harus percaya padanya.

 

Aku melihat Yongie berbicara sebentar dengan Taemin, lalu Taemin tersenyum padaku dan membungkuk lalu pergi. Gadis itu berjalan masuk ke dalam rumahnya. Aku menunggu tepat di depan pintu rumahnya.

 

“Wae?”tanyanya padaku.

 

“Ikut aku”ucapku langsung menarik tangannya.

 

Aku sebenarnya percaya padanya hanya saja aku ingin tahu apa yang terjadi antara dia dan Taemin beberapa minggu ini, aku memberhentikan mobilku di pinggir sungai Han.

 

“Kau mau marah-marah?”tanyanya.

 

“Tidak”jawabku singkat.

 

“Kau akan mulai menginterogasiku lalu kemudian marah-marah?”tanyanya lagi.

 

“Tidak”jawabku lagi.

 

“Lalu?”tanyanya sambil menoleh padaku.

 

“Aku sudah tahu semuanya Cho Yong Soon..aku tahu hubunganmu dengan Taemin sebelumnya..kau pernah menyukainya kan?”tanyaku padanya.

 

“Kau…itu dulu”jawabnya sambil menunduk.

 

“Ne..aku tahu itu dulu tapi apa yang kulihat kemarin dan tadi membuatku merasa yang dulu menjadi sekarang…aku ingin percaya padamu tapi kenapa sulit…kau seperti masih memiliki perasaan padanya…kau memperlakukan Taemin berbeda denganku sebenarnya aku kesal melihatmu bisa tertawa senang bersama dia sementara kau tidak pernah seperti itu jika bersamaku..wae?”ucapku lagi.

 

“jadi kau pikir aku memperlakukan Taemin berbeda denganmu…babo..coba kau lihat baik-baik aku memperlakukan Taemin dan namja-namja lain yang dekat denganku sama..aku memang nyaman dengan mereka..tapi denganmu aku memperlakukanmu berbeda karena kau special..hanya kau satu-satunya namja yang aku perlakukan seperti ini..”terangnya.

 

Aku menatapnya berusaha menahan senyumku.

 

“Jinjja?apa buktinya?”tanyaku sambil memriringkan kepalaku menatapnya.

 

“Aisshh dasar babo…”ucapnya.

 

Tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya padaku dan aku merasakan bibirnya menyentuh bibirku, kau berhasil aku kerjai Cho Yong Soon, tapi jujur aku tidak menyangka dia akan melakukan sampai seperti ini, kalau dengan begini dia bisa menciumku duluan sepertinya aku harus sering-sering menggunakan cara ini.hehehehe.

 

“Kau satu-satunya namja yang membuatku mau menciumnya duluan..”serunya dengan wajah serius, aku belum pernah melihatnya seserius itu.

 

Aku langsung tertawa terbahak-bahak melihat ekpresinya itu.

 

“Ya!Yongie..kau pikir aku marah padamu…kau ini sangat bodoh mudah sekali aku kerjai!”seruku kemudian tertawa lagi.

 

“Cho Kyuhyun!jadi kau mengerjaiku,hah!kau sengaja membuatku menciummu duluan,hah!”serunya dengan wajah sangat kesal, sudah lama tidak melihat wajah kesalnya itu dan ternyata semakin lucu.hahahaha.

 

“Sebenarnya tidak sampai seperti itu sih..hanya saja aku tidak menyangka kau seagresif itu…”lanjutku kemudian tertawa lagi.

 

“Cho Kyuhyun, aku pulang!”serunya hendak keluar mobil namun tanganku langsung buru-buru menahannya sebelum keluar, aisshh dia gampang ngambek sekali sih.

 

“Wae? Memangnya kenapa kalau seorang yeoja mencium tunangannya yang adalah pacar pertamanya…”ucapku lagi, mukanya langsung memerah begitu aku mengatakan hal itu, mianhe Yongie entah kenapa aku senang membuatmu kesal karena kau lucu saat sedang kesal.

 

“Kau sangat menyebalkan!!!”serunya sambil mengembungkan pipinya.

 

“Tapi kau sangat mencintaiku..ya kan..Cho Kyuhyun pacar pertama, ciuman pertama dan juga suami pertama dan terkahir seorang Choi Yong Soon..keren..aku yang pertama..bukan begitu Yongie sayang…”ucapku lagi.

 

Dan bisa kulihat wajahnya yang semakin kesal, sungguh aku tidak tahan untuk tidak tertawa melihat wajahnya itu. Dia menyilangkan tangannya di depan dada dan menatap luru ke depan dengan mengerucutkan bibirnya, aisshh dia semakin lucu saja. Ok sepertinya sudah cukup membuatnya kesal hari ini.

 

“Mianhe..Yongie..hanya saja aku senang..aku yang pertama dan terakhir untukmu…kau memang bukan yang pertama untukku tapi kau adalah yang terakhir untukku..”ucapku sambil mengacak-acak rambutnya sementara dia masih memasang wajah kesalnya.

 

Kalau aku beritahu sekarang apa dia akan semakin kesal?

 

“Oh ya…kita akan menikah dua minggu lagi…”ucapku.

 

Dia langsung menoleh padaku dan membulatkan matanya kaget.

 

“Mwo?!!Kau gila Cho Kyuhyun!

Advertisements

15 thoughts on “FF: You’re Mine (KyuSoon Couple)

      1. saya kn baru mampir di blog ini, yg FF Love is really hurt itu kan sudah part 14 15 16 yaa,, boleh tau ngga saya bsa dptkan part 1 dst nya dmn??? gomawo,,

  1. eonni cerita yg kyusoon tunangan itu di ff our secret bkn?aq blm bca seluruh ff disini,jd nggk tau?an itu di ff our secret bkn?aq blm bca seluruh ff disini,jd nggk tau?

  2. hahaha di ff ini kelabilan seorang choi yong soon sangat terlihat kkkk~ sampai pusing mau memilih kyu atau taemin, tapi untung saja ada yeon jin sang penyelamat hahaha 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s