FF: Love Is Really Hurt Part 14

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

 

Donghae POV

“Sudah ketemu?”tanya Yesung hyung padaku dan aku hanya bisa menggeleng.

Saat ini kami sedang melacak keberadaan Kyu yang tiba-tiba menghilang seudah tiga hari ini dia tidak pulang ke rumah, aku dan Yesung hyung sudah berusaha mencarinya tapi tetap belum ditemukan. Aku tidak tahu kemana dia bahkan baunya pun hilang tanpa bekas. Aku sangat mencemaskan dongsaengku itu. Apalagi setelah kejadian itu, apa dia baik-baik saja?tanyaku dalam hati.

Suasan dirumah kami menjadi kurang nyaman sejak kepergiaan Kyu, ayah tiba-tiba pulang dan saat mengetahui Kyu kabur dari rumah, ayah sangat marah besar pada Teukie hyung dan dengan Siwon, sudah tidak bisa dibayangkan lagi bagaimana marahnya ayah pada Siwon. Siwon pun merasa menyesal telah mengatakan itu tapi sekarang terlambat Kyuhyun sudah tahu dan sekarang dia menghilang entah kemana. Ayah menyuruhku mencarinya karena memang dari awal aku sudah berinisiatif untuk mengejarnya dan Yesung hyung akhirnya ikut juga bersamaku mencari Kyuhyun. Aku tidak menyangka ternyata Yesung hyung sangat perhatian pada Kyu padahal aku lihat dia jarang sekali berbicara dengan Kyu.

Kami sedang duduk di taman melepas lelah setelah mencarinya dimana-mana tidak ketemu. Harus kemana lagi? Pikirku. Bahkan dalam pikiranku, aku sama sekali tidak bisa melihatnya merasakan perasaannya, dia benar-benar hilang. Apa dia baik-baik saja? Kyuhyun-ah dimana kau?seruku dalam hati.

”Hae-ya…bagaimana kalau kita ke sekolahnya? Siapa tahu dia tetap masuk sekolah…kita belum mencari kesana kan?”seru Yesung hyung tiba-tiba.

”Ah ne…tapi apa dia ada disana?”tanyaku tidak yakin dengan idenya.

”Ya namanya juga usaha…siapa tahu ada…lebih baik kita coba dulu…”serunya kemudian berdiri dan berjalan ke mobil maka aku pun mengikutinya.

 

 

 

 

Yong Soon POV

Sudah tiga hari, kursi disampingku kosong. Ya Tuhan kemana dia? Sms ku tidak pernah dibalas, telepon pun tidak diangkat. Apa dia sakit? Aisshh kenapa dia? Aku masih bingung dengan perasaanku saat ini, apalagi akhir-akhir ini Changmin sangat dekat denganku dan selalu menunjukan sikap yang bisa membuat jantungku berdebar kencang. Apa aku tiak suka saat tahu Kyuhyun adalah vampir? Apa aku menjadi takut padanya?

Sekarang yang aku pikirkan adalah kenapa namja disampingku tidak masuk selama 3 hari, aku cemas, takut terjadi sesuatu padanya. Kyuhyun-ah kenapa kau tidak masuk? Aku menelungkupkan wajahku ke atas meja dan menatap kursi kosong disampingku. Aku seperti mengingat saat dia dikelas, biasanya dia sedang bermain dengan PSPnya tapi sekarang kursi itu kosong. Apa aku merindukannya? Entahlah, aku seperti belum siap menerima kenyatan kalau Kyuhyun adalah vampir. Arrgg Ottohke?

PLETAKK

Aku merasakan seseorang memukul kepalaku dan itu membuatku langsung mendongak dan ternyata Changmin lah yang memukul kepalaku dengan pensil. Aku hanya mendesah. Tidak ada niatan untuk bertengkar dengannya hari ini, entah kenapa aku malas sekali. Aku hanya ingin sendiri dalam diam.

”Ya!kau kenapa sih tiga hari ini aneh sekali?”tanya Changmin padaku.

”Anni..aku hanya sedang bad mood…”ucapku lagi.

Dia kemudian duduk di bangkunya dan menghadap ke arahku. Aku kembali melanjutkan kegiatanku kembali, yaitu menelungkupkan wajahku ke meja. Aku mendengar Changmin menghela nafasnya perlahan.

”Apa karena namja itu tidak masuk kau seperti ini?”tanya Changmin tiba-tiba berubah menjadi serius.

Aku langsung menatapnya begitu dia bertanya seperti itu.

”Apa kau memiliki perasaan khusus padanya?”tanya Changmin lagi masih dengan wajah yang serius namun ada sebuah pancaran kesedihan dari wajahnya.

”Aku tidak tahu…”jawabku singkat. Ya aku tidak tahu bagaimana sebenarnya perasaanku pada Kyuhyun, disaat dia pergi dan aku mengetahui siapa dia sebenarnya aku mulai dekat dengan Changmin lagi bahkan lebih dekat dari biasanya dan itu membuatku bingung dengan jawaban yang aku berikan pada Kyuhyun saat itu. Apa aku benar-benar mencintai Kyuhyun?

Changmin hanya mendesah lalu membalikan tubuhnya menghadap kedepan, aku tahu dia pasti marah padaku. Sudahlah saat ini aku sedang tidak peduli dia marah padaku atau tidak, aku hanya peduli pada kursi kosong disampingku.

 

Kyu POV

Sudah tiga hari, aku sangat merindukannya, baru tiga hari aku tidak melihatnya tapi rasanya seperti sudah bertahun-tahun tidak melihatnya. Aku berdiri menatap jendela kamar yang aku tempati selama 3 hari ini, membiarkan sinar matahari masuk karena biasanya tidak pernah ada cahaya matahari yang masuk kesini.

Aku meminta waktu pada Jonghyun ahjussi untuk menerima tawarannya, aku tidak tahu mau menerima atau tidak yang jelas saat ini aku tidak mungkin kembali ke rumahku dan tinggal disini juga tidak baik. Aku ingin menolak permintaan itu tapi aku tahu siapa Jonghyu ahjussi. Jin Ki ahjussi yang tahu aku baru dari kastil Jonghyun ahjussi terlihat cemas begitu aku kembali, sementara Taemin seperti merasa bersalah, memangnya ada apa?

Jin Ki ahjussi menyuruhku untuk menolaknya namun dengan cara yang benar sehingga tidak akan membuat Jonghyun ahjussi memaksamu dengan cara kasar. Dia begitu menginginkanku bergabung bahkan dia menawariku posisi yang tinggi. Setelah tiga hari ini memikirkan hal itu sepertinya aku akan menerimanya. Mianhe, Jin Ki ahjussi, berkali-kali dia menasehatiku untuk tidak menerima tawaran itu karena dia mengkhawatirkanku tapi sepertinya tidak ada yang mengkhawatirkanku sekarang buktinya mereka sama sekali tidak mencariku. Ya mereka sepertinya memang tidak pernah menganggapku bagian dari mereka karena memang ku bukan bagian dari mereka. Cepat atau lambat aku benar-benar akan menjadi vampir murni dan tawaran untuk bergabung dengan mereka cukup menarik. Apalagi yang bisa vampir murni lakukan, kedunia manusia sudah mustahil hanya disini tempat mereka. Aku akah menghabiskan sisa hidupku tidak awal hidupku lebih tepatnya di kota ini dan akan selalu disini selamanya, tak akan pernah melihat manusia lagi. Entah kenapa saat memikirkan itu hatiku sakit sekali dan seketika itu juga berkelebat bayangan Yong Soon, terutama saat aku menyatakan perasaanku padanya, aku benar-benar bodoh saat itu kenapa aku menyatakan perasaanku padanya kalau tahu jadinya begini. kenapa aku terlahir sebagai vampir murni? Kenapa aku tidak menjadi manusia atau setidaknya warewolf seperti Changmin, sehingga aku masih bisa bersama gadis yang aku cintai.

Memikirkan Changmin membuatku sedikit kesal, pasti sekarang dia dengan santainya berdekatan dengan yeojachinguku, yeojachingu? Apakah masih bisa disebut seperti itu. Arrgghh, Yong Soon-ah…aku masih ingin bersamamu. Seruku sambil mengacak-acak rambutku frustasi.

Aku berjalan mengambil hoodieku yang disampirkan di kursi, aku merogoh sakunya dan menagambil Hpku di dalam, sudah 3 hari aku mematikan ponsel aku, aku segera menghidupkannya dan tidak berapa lama, banyak sms yang masuk. Aku mulai membukanya dan sangat terkejut ternyata semua sms itu dari Yong Soon , apa dia benar-benar menghkhawatirkanku sampai seperti itu. Mianhe Yong Soon-ah..aku tidak bisa bersamamu…aku memang bodoh dan pengecut meninggalkanmu seperti ini tanpa menjelasakannya padamu. Aku tidak sanggup bilang semuanya padamu, aku tahu kau akan seamkin membenciku jika tahu siapa aku sebenarnya. Aku kembali mematikan ponselku dan menaruhnya di atas meja. Aku kembali memandang keluar lewat jendela.

Saat ini yang ada di otakku adalah Yong Soon, aku benar-benar merindukannya, sangat merindukannya. Aku teringat setiap hal yang aku lakukan bersama dengannya. Pertemuan pertamaku dengannya, dia yang menangis dihadapanku dan tanpa sadar aku malah memeluknya, kejadian di kamarku bahkan sampai disaat aku menyatakan perasaanku dan dia menjawabnya dengan jawaban yang aku tunggu-tunggu, semua kenangan itu berputar di otakku.

Senyumnya, tangisannya, marahnya. Semuanya, aku rindua semuanya. Aku ingin bertemu dengannya. Aku harus bertemu dengannya meski hanya melihatnya dari jauh, itu cukup bagiku. Baiklah malam ini aku akan kembali kerumahnya melihatnya untuk yang terkahir kali sebelum aku mengmbil keputusan untuk bergabung dengan mereka dan itu berarti aku tidak akan pernah melihatnya lagi.

 

 

 

 

Donghae POV

Kami telah sampai di depan sekolah Kyuhyun, sepertinya ini jam pulang sekolah karena banyak anak-anak yang keluar. Aku memperhatikan mereka dari dalam mobilku mencari Kyuhyun. Sampai semua sudah pulang aku tetap tidak melihatnya, sepertinya dia juga tidak masuk sekolah tiga hari ini. Lalu aku melihat Henry keluar dari sekolah tapi dia bersama seorang gadis dan gadis itu adalah Yong Soon.

Aku segera keluar dari mobil dan memanggil mereka. Siapa tahu Yong Soon tahu dimana Kyuhyun.

”Henry-ya!!Yong Soon-ah!”seruku memanggil mereka berdua.

Aku melihat mereka menoleh dan setelah itu mereka berjalan menghampiriku.

”Aku kira Zhoumi hyung yang menjemput ternyata Donghae hyung dan Yesung hyung…”seru Henry begitu sampai di depanku.

”Annyeonghaseyo Oppa…”Seru Yong Soon membungkukn badannya.

”Annyeong Yong Soon-ah…oh ya kenalkan ini Yesung…kau pasti belum bertemu dengannya kan waktu itu…”seruku padanya.

Kemudian aku menyuruh Yesung hyung untuk memperkenalkan diri.

”Annyeong…Lee Jong Woon-imnida…panggil saja aku Yesung…”seru Yesung hyung tersenyum pada gadis itu, tumben sekali!

”Annyeong…joneun Choi Yong Soon-imnida…”seru gadis itu sambil membungkuk kemudian tersenyum.

Aku hendak bertanya padanya tentang Kyuhyun.s

”Ya…”seru kami bersamaan.

”Kau duluan Oppa…”seru Yong Soon.

”Anni kau saja duluan..”seruku memintanya berbicara dulu.

Dia hanya mengangguk.

”Oppa tahu Kyuhyun kenapa tidak masuk?”tanyanya.

Berarti benr Kyuhyun sama sekali tidak masuk dan sepertinya dia juga tidak memberitahu gadis ini. Aigoo, apa dia benar-benar ingin menghilang dari kami semua?seruku dalam hati. Tapi apa yang harus aku jawab? Aku harus cerita apa padanya.

”Hyung dia sudah tahu siapa kita…”Seru Henry membuatku membelalakan mataku tidak percaya, aku mentap gadis itu dan dia mengangguk.

Ige mwoya? Dia sudah tahu siapa aku dn juga keluargaku. Aku juga melihat Yesung hyung terkejut mendengar perkataan Henry. Aku memandang Yesung hyung kemudian di mengangguk.

”Baiklah….ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu…kau ikut kami ya…”seruku padanya.

Dan aku melihat dia mengangguk dan kemudian masuk ke dalam mobil.

 

”Apa kau sekarang takut padanya?”tanyaku padanya setelah dia bercerita darimana dia bisa tahu. Jadi itu kenapa Siwon sangat marah karena dia melihat Kyu bersama gadis ini. Aku pun kemudian menceritakan apa yang terjadi kenapa Kyu sampai kabur. Dia sangat terkejut mendengarnya dan hanya bisa terdiam.

”Anni…aku tidak takut padanya…aku tau Kyu bukan orang jahat…”serunya sambil tetap menunduk.

Kemudin Yesung hyung menghapiri kami yang sedang duduk di bangku taman dan memberikan minuman kaleng pada kami bertiga.

”Gumawo…”seru Yong Soon pda Yesung hyung kemudian Yesung hyung duduk disampingku.

“Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui ini semua?”tanya Yesung hyung tiba-tiba.

”Mollayo…aku bingung…aku tidak tahu Oppa…”jawabnya.

Ya aku sudah bisa menebak jawabannya, tentu saja sekarang pasti dia bingung dengan semua ini.

 

Yong Soon POV

Mereka terus menanyaiku tentang bagaimana perasaanku tentang hal ini. Aku bingung harus menjawab apa. Aku hanya tertunduk tidak berani menatap mereka satu persatu. Ya Tuhan kenapa hal ini harus terjadi padaku, kenapa sekarang aku kembali bingung dengan perasaanku lagi.

”Yong Soon-ah…mungkin berat untukmu menerima ini semua dan aku tahu kau pasti kaget…bahkan Kyuhyun pergi tanpa menjelaskan apapun…aku tahu kau pasti kesal dengannya….maafkan adikku….dia melakukan ini karena dia sangat mencintaimu…dia tidak mau menyakitimu…”ucap Donghae Oppa.

Aku semakin menundukan wajahku. Dia tidak mau menyakitiku, dia hampir saja membunuhku di taman. Meski aku tidak sadar saat itu tapi aku benar-benar kaget saat Donghae Oppa bercerita seperti itu.

”Dia memang sangat jahat….dia pergi begitu saja…apa dia pernah berpikir tentang perasaanku..tentang kecemasanku padanya…dia jahat…”ucapku lirih. Aku merasakan mataku memanas saat mengatakannya tapi aku menahan diriku untuk menangis.

”Mianhe Yong Soon-ah….”seru Donghae Oppa.

”Apa kau masih mencintainya setelah kau tahu siapa dia?”tiba-tiba Yesung Oppa bertanya sesuatu yang membuatku kaget. Dia menatapku dengan wajah serius.

Aku mendongakkan wajahku menatapnya.  Apa aku masih mencintainya? Ya aku masih mencintainya, meski makhluk apapun dia, aku akan selalu menyukainya karena dia kyuhyun tidak peduli siapapun dia. Aku akan tetap mencintainya. Ya itulah jawabanku, aku bukan takut padanya, aku bukan tidak menerima dirinya yang berbeda denganny tapi aku takut..aku takut tidak bisa bersamanya karena kenyataan ini. Hatiku sudah terikat padanya, aku tidak mau berpisah dengannya.

“Mianhe aku bertanya seperti itu…”seru Yesung Oppa dengan wajah sedih, dia seperti menganggap diamku menandakan bahwa aku tidak suka ditanya seperti itu.

“Aniyo Oppa gwenchana…ne Oppa aku masih mencintainya…apa Oppa tau tiga hari yang lalu dia menyatakan perasaannya padaku dan aku menerimanya….sekarang tidak ada alasan lagi untuk tidak mencintainya karena aku sudah bilang iya dan itu berarti aku mencintainya…”jawabku sambil berusaha tersenyum tapi aku tahu senyum yang aku tunjukan adalah senyuman miris.

“Jadi kau dan Kyu…”seru Donghae Oppa.

”Ne..tapi entahlah dia masih menganggap itu atau tidak…”jawabku singkat.

”Dasar Kyu Babo! Kenapa dia tidak mempertahankan cintanya!”seru Donghae Oppa lagi.

”Gwenchana Oppa…mungkin dia takut sama seperti aku saat mendengar cerita itu pertama kali…”seruku.

”Dia pasti sakit mengetahui kenyataan bahwa dia melakukan itu…”seruku sambil menatap lurus ke depan.

Kyuh dimana kau sekarang? Apa kau tidak tahu kakak-kakakmu mencemaskanmu dan mencarimu dan aku pun begitu, aku merindukanmu Kyu, apa pernyataan perasaanmu kemarin hanya sebuah kebohongan? Jelaskan padaku Kyu jangan pergi seperti ini. Apa kau pikir aku hanya pura-pura menyukaimu. Seruku dalam hati. Bogoshipoyo Kyuhyun-ah.

 

Kyu POV

”Kyuhyun-ah…kau sudah mendapat jawabannya?”tanya Jin Ki ahjussi yang kini sedang duduk dihadapanku.

Aku masih terdiam, aku masih belum yakin dengan jawabanku, tapi aku bisa melihat wajah Jin Ki ahjussi yang berharap aku akan bilang tidak, tapi alasan apa yang membuatku harus berkata tidak. Toh aku memang akan tinggal disini.

”Kyu-ya…aku harap kau bilang tidak…”seru Jin Ki ahjussi, tentu saja dia tahu apa yang ada dipikiranku sekarang. Aku hanya terdiam.

”Kau mau tahu alasanmu untuk bilang tidak? Gadis itu alasannya..apa kau tidak mencintainya?”tanya Jin Ki ahjussi yang benar-benar membuatku kaget.

Aku menatapnya dan dia menatapku dengan pandangan penuh arti, dia tahu apa yang ada dipikiranku sekarang, ya aku memang sedang memikirkan gadis itu. Entahlah sejak semalam aku terus saja memikirkannya.

”Jawab aku Kyu…”seru Jin Ki ahjussi lagi.

Aku hanya bisa menggeleng lemah. Aku mencintainya bahkan sangat mencintainya.

”Pertahankan itu…pertahankan cintamu….kembali padanya dan keluargamu…jangan terima tawaran itu…”seru Jin Ki ahjussi seakan menjawab pertanyaan yang baru akan aku ajukan.

”Tapi bagaimana?Jonghyun ahjussi…”

”Temui gadis itu dulu…aku akan membantumu…”seru Jin Ki ahjussi dengan wajah serius, seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan.

Tapi aku tidak berani menanyakannnya aku hanya mengangguk. Ya aku memang sudah berencana untuk menemuinya malam ini karena mungkin ini yang terakhir tapi Jin Ki ahjussi berusaha menyakinkanku untuk menemui gadis itu, kenapa ya?

”Kau masih memakai kalung itukan?”tanya Jin Ki ahjussi.

”Ah ne..”jawabku.

”Itu akan membantumu…”seru Jin Ki ahjussi dan kemudian dia pergi meninggalakan ruangan itu.

Ya memang gadis itu yang membuatku berat mengatakan ’iya’ aku masih ingin bersamanya meski sulit sekali bahkan pada kenyataannya aku hampir membunuhnya saat itu, dia memang tidak tahu siapa aku sebenarnya dan itu lebih baik ketimbang dia tahu. Aku tidak mau menyakitinya. Bogoshipoyo Yong  Soon-ah.

 

Yong Soon POV

Aku baru keluar dari tempatku bekerja dan seperti biasa Changmin sudah menungguku, dia tersenyum tipis padaku. Apa di masih marah karena hal tadi, karena aku tidak mau menjawab pertanyaannya. Mianhe Changmin-ah pikiranku sedang kacau saat ini. Aku membalas senyumnya dengan senyuman tipis juga, tanpa banyak bicara aku sudah duduk dibelakangnya. Selama perjalanan kami hanya dia sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Aku masih terus memikirkan Kyuhyun. Kemana dia? Aku ingin bertemu dengannya.

Tiba-tiba dia berhenti di taman dekat rumahku, aku bingung kenapa dia berhenti.

”Ayo kita bicara…”serunya kemudian menarik tanganku, aku yang bingung hanya menuruti kemana dia pergi, dia membawaku duduk dibangku taman yang agak jauh dari jalan dan agak sepi karena memang hari sudah mulai gelap saat ini.

Dia menyuruhku duduk, aku pun hanya mengikutinya saja, dia pun kemudian duduk disampingku. Namun kemudian hening menyelimuti kami. Katanya tadi dia mau bicara tapi kenapa sekarang malah diam, aku meliriknya yang hanya menatap lurus ke depan.

”Apa karena Kyuhyun selama tiga hari ini menjadi aneh?”tiba-tiba dia bertanya seperti itu dan kembali itu hanya membuatku menunduk.

”Apa kau puny perasaan padanya?”tanya Changmin lagi dan aku tetap pada posisiku menunduk. Aku tidak berani menatapnya.

”Apa kau mencintainya?”tanya Changmin sambil menarik bahuku agar aku menghadapnya. Aku hanya bisa tetap menunduk, aku tidak bisa menjawabnya.

”Jawab aku Yong Soon-ah! Apa kau tahu betapa sakitnya hatiku saat melihatmu seperti itu! Melihatmu berubah menjadi aneh hanya karena orang itu tidak masuk…kau mencintainyakan Yong Soon! Katakan padaku!katakan agar aku tidak perlu berharap lebih padamu!”seru Changmin, dia kemudian menadongakkan wajahku membuatku harus menatapnya, pancaran matanya sangat sedih, aku belum pernah melihat wajahnya yang sesedih ini.

”Aku mencintaimu Yong Soon sejak dulu…”seru Changmin kemudian yang membuatku terkejut dan membulatkan mataku tidak percaya, ternyata selama ini Changmin mencintaiku.

Tiba-tiba aku merasakan sentuhan hangat di bibirku, dia menciumku. Aku hanya bisa terdiam, jantungku berdebar sangat kencang, apa aku juga mencintainya? Tidak aku hanya mencintai Kyuhyun tapi aku tahu Changmin menempati tempat spesial juga dihatiku. Arrgghh apa ku juga mencintainya?apa aku juga mencintai Changmin? Kemudian dia mulai melumat bibirku dan menaruh tangannya dipipiku. Anni Changmin-ah apa yang kau lakukan? Aku berusaha melepsanya namun itu membuatnya berpikir aku membalas ciumannya. Aku berusaha mendorong tubuhnya namun dia semakin dalam menciumku. Namun kemudian dia melepaskan ciumannya.

”Changmin-ah…”seruku begitu dia melepaskan ciumannya.

”Mianhe…jeongmal mianheyo…aku tidak sengaja….”serunya sambil menatapku dengan pandangan sedih.

Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan padanya, aku tidak tahu harus marah atau apa, aku bingung. Aku tahu sebenarnya aku juga menyimpan perasaan pada Changmin tapi sekarang hanya ada Kyuhyun dihatiku.

”Mianhe Changmin-ah…aku tidak bisa menerima perasaanmu…aku…”

”Kau begitu mencintai makhluk itu!”seru Changmin kini wajahnya menunjukan kemarahan. Makhluk itu? Apa Changmin tahu.

”Kau tahu?”tanyaku.

”Aku tahu siapa dia? Dia musuhku….dan aku tidak suka melihatmu dekat dengannya..”serunya dengan wajah penuh kebenciaan.

”Mianhe Changmin-ah ini salahku…andai aku bisa melihat perasaanmu sejak awal tidak akan seperti ini…mianhe…jeongmal mianhe…”seruku sambil berdiri dan hendak berjalan. Namun Changmin menahan tanganku.

”Apa aku masih punya kesempatan? Akan aku buat kau menyadari kalau kau mencintaiku juga…”seru Changmin dengan wajah serius.

”Aku tidak tahu…”Seruku kemudian melepaskan tangannya dan pergi meninggalkannya.

Rasanya saat ini aku ingin menangis, menangis sejadi-jadinya. Aku berjalan dengan cepat sampai ke rumah. Aku benar-benar tidak tahu apa yang aku pikirkan sekrang, pikiranku benar-benar kacau, apa yang sebenarnya terjadi ini? Aku bingung kenapa semuanya seperti ini.

 

Kyu POV

Apa aku harus menemuinya? Aku berdebat dengan hatiku di depan rumahnya. Menemuinya atau hanya melihatnya?. Aku berpikir apa yang sebaiknya aku lakukan. Akhirnya setelah berpikir lebih baik aku melihatnya saja, entahlah aku semakin tidak yakin dengan ini semua. Kedengarannya bergabung dengan mereka lebih baik.

Aku melihat kamarnya sudah gelap, apa dia suah tidur ya? Pasti sekarang sudah sangat malam. Aku membuka jendelanya perlahan namun saat aku melongok ke dalam tidak ada dia dikamarnya. Kemana dia?

Namun tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan dia masuk terkejut melihatku yang berdiri di luar jendelanya.

”Kyuhyun-ah!”serunya.

Aku hanya bisa terpaku di tempatku, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku benar-benar ingin menghampirinya dan memeluknya tapi aku kemudian berpikir lagi. Anni..aku harus segerap pergi. Aku pun segera pergi.

 

Yong Soon POV

”Kyuhyun-ah!”seruku melihat dia yang berdiri di belakang jendelaku, namun tiba-tiba dia langsung pergi.

Aku pun segera menagmbil jaketku dan keluar kamar, aku harus bertemu dengannya.

”Yong Soon-ah…kau mau kemana? Ini sudah malam…”seru ibuku saat aku berlari keluar dari kamarku.

”Aku Cuma sebentar…”seruku langsung membuka pintu tanpa menutupnya.

Aku segera berlari mengejarnya, namun dia sama sekali tidk terlihat lagi. Kemana dia? Aku pun terus berlari melewati jalanan yang sudah mulai sepi, aku terus memperhatikan sekelilingku siapa tahu aku menemukannya. Aku sudah terengah-engah karena terus berlari namun aku tetap tidak menemukannya. Kyuhyun-ah, aku ingin bertemu denganmu!ucapku dalam hati.

Aku sudah berjalan sampai di taman namun aku tetap tidak melihatnya. Kemana dia? Aku berhenti dan mengatur nafasku yang sudah ngos-ngosan karena aku berlari dari rumahku sampai ke taman. Aku memperhatikan taman yang sudah kosong ini mencari sosoknya dan aku melihatnya. Itu Kyuhyun! Aku begitu senang sekali karena aku bisa menemukannya. Aku segera berlari ke arahnya.

”Kyuhyun-ah!”seruku dan membuatnya menoleh, aku segera berlari ke arahnya dan memeluknya, aku tidak mau dia pergi lagi.

”Aku tahu kau pasti disini…”seruku sambil memeluknya erat sekali. Aku bisa merasakan perasaan nyaman ini, perasaan yang selalu muncul setiap aku ada di pelukannya. Aku membenamkan wajahku di dadanya. Aku benar-benar merindukannya. Tanpa terasa aku malah menangis.

”Kau jahat Kyu!kenapa kau tiba-tiba hilang!”seruku di sela-sela tangisanku.

Aku merasakan dia masih terpaku diam, dia sama sekali tidak membalas pelukanku. Apa dia benar-benar takut akan menyakitiku? Apa dia takut dia akan membunuhku? Apa dia tidak tahu aku lebih sakit dengan sikapnya ini, apa memang semua yang dia katakan saat itu bohong, tentang perasaanya.

Aku melepaskan pelukanku dan menatapnya yang hanya terdiam melihatku.

”Kau jahat…kau mempermainkan perasaanku…apa kau bohong dengan perasaanmu saat itu…”lirihku dengan air mata yang masih terus turun sementara dia hanya menatapku dengan pandangan dinginnya.

 

Kyu POV

Aku tidak sanggup melihata wajahnya yang dipenuhi air mata, ingin sekali aku mengulurkan tanganku untuk mengahpusnya dan merengkuhnya dalam pelukanku, aku ingin sekali membalas pelukannya tadi, aku lebih merindukannya tapi aku memang bodoh, aku telah mempermainkan perasaannya tapi aku tidak bohong soal perasaanku padanya. Aku mencintainya sangat mencintainya bahkan aku lebih mencintainya dibanding dia yang mencintaiku namun karena hal itulah aku tidak mau menyakitinya.

Dia menatapku dengan air mata yang terus turun. Yong Soon-ah berhenti menangis, kau hanya semakin membuat hatiku sakit.

’Gadis itulah alasanmu untuk menolaknya…’

’Pertahankan cintamu…’kata-kata Jin Ki ahjussi terus terngiang di otakku. Dialah alasanku, meski aku tahu akan sulit untuk kami bersama kali ini tapi ya di dalam hatiku aku tidak bisa melepaskannya, aku tidak bisa.

”Apa kau tahu Kyu…aku sakit..sakit sekali seperti ini…”serunya lagi dengan air mata yang terus turun.

Tidak, aku tidak bisa melepaskannya, aku begitu mencintainya. Aku tidak akan meninggalkannya, aku tidak peduli aku dan dia berbeda, aku akan selalu bersamanya. Aku tidak peduli lagi pada apapun yang akan terjadi antara aku dan dia, aku hanya ingin bersamanya. Ya aku hanya ingin bersamanya.

Aku pun segera merengkuhnya ke dalam pelukanku dan memeluknya sangat erat sekali.

”Uljima Yong Soon-ah…uljima…”ucapku sambil mengelus rambutnya perlahan. Dia mennagis sejadi-jadinya di dalam pelukanku dan aku hanya bisa semkin mengeratkan pelukanku. Aku tidak mau melihatnya menangis.

 

Yong Soon POV

”Sudah malam…”serunya sambil mengelus kepalaku perlahan.

Aku hanya mengangguk di bahunya, dia kembali mengelus kepalaku perlahan, aku tidak mau pulang, aku ingin seperti ini saja, aku tidak mau kehilangan dia. Aku tidak mau saat pagi hari dia sudah pergi, aku ingin selalu bersamanya.

Angin malam yang sangat dingin menerpa wajahku dan membuatku bergidik dingin ditambah lagi berada disampingnya. Dia menegakkan kepalaku yang tadi bersandar di bahunya dan menggeser duduknya, sepertinya dia merasa kalau aku kedinginan dan dia pikir karena ku berdekatan dengannya, atau apa dia takut akan ketahuan siapa dia sebenarnya. Aku menggeser dudukku mendekatinya lagi dan menaruh kepalaku di bahunya dan merangkul sebelah tangganya agar dia tidak menjauh lagi.  Aku memejamkan mataku merasakan saat-saat bersamanya. Aku tidak mau waktu berputar cepat, aku hanya ingin seperti ini terus, bersamanya.

”Yong Soon-ah…sudah malam…ayo aku antar pulang…kau harus tidur…”serunya sambil menepuk kepalaku pelan.

Aku membuka mataku dan mendesah pelan.

”Anni…aku tidak mau…aku masih ingin  bersamamu…aku mau pulang kalau kau berjanji besok kau akan masuk sekolah…”seruku sambil menatapnya.

Wajahnya menyiratkan kesedihan apa ini artinya dia tidak akan kembali besok? Sebenarnya kemana dia pergi.

”Aku belum bisa kembali besok…mianhe…”ucapnya sambil menunduk.

Aku mengembungkan pipiku kesal dan mengalihkan pandanganku. Tuh kan? Itu sebabnya aku tidak mau pulang, pasti di besok tidak akan kembali. Apa dia tidak merindukan keluarganya.

”Tapi tenang besok aku akan menemuimu lagi..ada beberapa urusan yang harus aku lalukan tapi aku janji akan menemuimu besok….”ucapnya. Aku menoleh ke arahnya dan melihatnya sedang tersenyum padaku, senyum yang sangat aku rindukan itu.

”Yaksok?”tanyaku sambil menaikkan kelingkingku.

”Yaksokhe..”serunya sambil menautkan kelingkingnya di kelingkingku dan tersenyum manis sekali.

Kemudian dia mengacak-acak rambutku lembut.

”Tapi kumohon sejam lagi…aku ingin bersamamu sejam lagi….setelah itu baru pulang…aku janji…”seruku sambil tersenyum semangat, aku harap dia tidak akan menolaknya, dia terdiam tanpak berpikir sebentar lalu dia pun mengangguk sambil tersenyum. Aku pun segera merebahkan kepalaku di bahunya lagi. Aku memajamkan mataku merasakan aroma tubuhnya yang sangat aku rindukan.

 

Tiba-tiba aku merasakan tangan yang dingin menyentuh mataku lalu turun ke hidungku dan kemudian mengelus pipiku perlahan. Tangannya benar-benar dingin, aku tetap memejamkan mataku, agar dia tetap melakukannya.

”Saranghae Yong Soon-ah…”lirih Kyuhyun sambil tetap mengelus pipiku.

”Nado saranghae….”ucapku sambil membuka mataku dan menatapnya yang sedang menatapku dan wajah kami hanya berjarak beberapa senti saja sehingga aku bisa merasakan hembusan nafasnya. Namun tiba-tiba dia langsung berdiri.

”Ayo aku antar pulang…”ucapnya dingin.

Kenapa lagi dengannya? Dia segera berjalan pergi, aku bangkit dari dudukku dan berjalan mengejarnya lalu memeluknya dari belakang erat sekali.

”Jangan pergi Kyuhyun-ah…jeongmal saranghae…”seruku sambil tetap memeluknya.

Dia tetap diam.

 

Kyu POV

Ini salah…tidak seharusnya dia terlalu mencintaiku, aku senang dengan kenytaan itu tapi tidak saat ini, aku tidak mungkin bersamanya cepat atau lambat. Saat aku benar-benar sudah menjadi makhluk abadi aku tidak bisa bertemu dengannya lagi karena itu sama saja akan membunuhnya. Aku berharap dia tidak akan terlalu mencintaiku sehingga nanti saat aku benar-benar harus pergi dia tidak akan tersakiti.

”Aku tahu siapa kau Kyu…”ucapanya membuatku terkejut dan membelalakan mataku aku berbalik dan memegang bahunya.

”Mwo?”tanyaku tidak percaya. Apa dia tahu siapa aku?

”Aku tahu Kyu tapi aku tidak takut dengan kenyataan itu..aku tidak membencimu…aku akan tetap mencintaimu meski aku tahu kita berbeda…”ucapnya sambil menatap ke dalam mataku.

Dia tahu, dia tahu siapa aku, darimana dia tahu. Dia masih terus menatap ke dalam mataku dan aku hanya bisa terdiam, aku tidak tahu apa yang harus aku katakan padanya.

”Andwe Yong Soon-ah…kita tidak mungkin bersama..aku dan kau jauh berbeda…”ucapku akhirnya.

”Andwe…aku tidak mau…aku tidak mau berpisah denganmu Kyu..apapun kau aku akan tetap mencintaimu….apa kau tidak mencintaiku Kyu?”tanyanya yang membuatku terdiam.

”Katakan Kyu…apa kau tidak mencintaiku?”tanyanya lagi.

”Aku sangat mencintaimu Yong Soon-ah tapi…”

“Tapi kenapa kau menyerah?!”tanyanya memotong kata-kataku.

”Aku tidak menyerah…aku hanya realistis…kau dan aku sangat berbeda..aku akan menjadi vampir murni dan kau manusia..mangsaku…aku tidak mau menyiktimu Yong Soon-ah..aku tidak mau membunuhmu sama seperti yang aku lakukan pada ibuku..aku tidak baik untukmu Yong Soon-ah…mengertilah itu!aku sangat..sangat mencintaimu tapi aku tidak mau menyakitimu!”seruku padanya.

”Aku tidak mau mengerti..kenapa kau tidak mau mencobanya…”serunya lagi.

”Nyawamu bukan sesuatu hal yang bisa dicoba-coba…”ucapku sambil berjalan pergi. Aku tidak mau terus berdebat dengannya.

 

Yong Soon POV

Aku melihatnya berjalan menjauh. Kenapa dia malah menyerah seperti itu. Aku terduduk di tanah menatapnya yang berjalan menjauh. Aku membenakan wajahku diantara kedua kakiku yang aku tekuk, air mata kembali turun lagi. Kyuhyun Babo!kenapa dia tidak bisa merasakan kalau aku benar-benar mencintainya, aku ingin selalu bersamanya. Babo, babo!rutukku dalam tangisanku.

”Kenapa kau terus menangis…”seru sebuah suara yang tidak mau aku dengan saat ini, kenapa dia kembali? Kalau dia tidak mau mempertahankan hubungan ini, lebih baik dia pergi dan tidak usah kembali, jangan pernah menemuiku lagi. Ucapku dalam hati.

Dia mengangkatku untuk berdiri, aku tidak mau menatapnya dan lebih memilih menatap ke arah yang lain.

”Aku mencintaimu…sangat mencintaimu…kau tahu itu…jadi kumohon jangan menangis lagi…aku sakit setiap melihatmu menangis….aku akan selalu bersamamu…aku janji…”serunya sambil merengkuh wajahku.

Dia kemudian memelukku lagi. Kyuhyun-ah jangan pernah tinggalkan aku, aku tidak peduli kita berbeda, aku tidak peduli, aku hanya ingin bersamamu.

 

”Kau mau pergi?”tanyaku padanya yang hendak berjalan menuju jendelaku.

”Aku akan kembali besok tapi tidak disekolah…”serunya sambil tersenyum menghadapku yang berada di atas tempat tidurku.

”Tidurlah…aku janji besok akan menemuimu…”ujarnya lagi.

”Kau tidak pulang ke rumah keluargamu?mereka mencemaskanmu…donghae Oppa, yesung Oppa dan Teukie Oppa…”seruku lagi.

”Aniyo…”jawabnya singkat tanpa memandangku mungkin dia takut aku menangkap kesedihan terpancar dari wajahnya.

”Lalu kau kemana?”tanyaku lagi penasaran kemana dia pergi selama tiga hari ini.

”Tenang saja..aku baik-baik saja..nanti aku ceritakan sekarang tidurlah…”serunya sambil berjalan ke arahku dia menyuruhku untuk berbaring dan dia memakaikan selimut padaku.

”Jal Ja yo…”ucapnya kemudian dia mencium keningku.

 

Kyu POV

Mwo? Kenapa aku merasa bau darah yang manis, sangat manis, saat mencium keningnya tadi. Tidak, aku harus tahan, kenapa ini? Aku merasakan kalung itu menjadi terasa hangat.

”Aku pergi dulu…”ucapku dan dia mengangguk, kemudian aku langsung pergi dari tempat itu tapi sialnya bau darah itu masih terus menghinggapi otakku. Aku merasakan kepalaku pusing, sangat pusing. Dulu aku juga mencium kening Yong Soon tapi aku tidak mencium bau darahnya kenapa sekarang aku malah menciumnya dan baunya sangat manis..manis sekali. Aisshh Kyuhyun apa yang kau pikirkan? Aku merasakan kerongkonganku menjadi panas sekali. Aku benar-benar haus sekarang, ah mungkin karena sudah beberapa bulan ini aku belum berburu. Sebaiknya aku berburu hari ini agar aku bisa bertemu dengannya besok. Aku mengeluarkan kalung itu dari dalam T-shirt yang aku pakai. Aku terkejut melihat rubi merah itu berubah menjadi berwarna ungu. Kenapa ini? Kalung itu berpendar kemudian kembali berwarna merah. Sebenarnya kalung apa ini? Sebaiknya aku bertanya pada Jin Ki ahjussi setelah pulang.

 

Donghae POV

”Hyung bukankah itu Kyu?”tanyaku pada Yesung hyung disampingku, karena aku melihat Kyuhyun di dalam hutan, apa yang dia lakukan?

Aku ingin mendektinya namun aku merasakan Kyuhyun berbeda, dia sedang berburu sepertinya. Yesung hyung mencegahku mendekat karena dia tahu Kyuhyun paling tidak bisa diganggu jika dia sedang berburu karena dia akan menjadi Kyuhyun yang lain saat itu, sisi vampir murninya lah yang mengendalikannya. Namun aku menepis tangan Yesung hyung dan mengangguk padanya, bahwa semua akan baik-baik saja. Yesung hyung pun hanya bisa mundur dan mempersilahkanku untuk menghampirinya.

Aku mendekatinya perlahan dan memanggilnya.

”Kyu-ya!”panggilku dan dia pun menoleh dan benar saja dia memang sedang berburu, aku melihatnya sedang menghapus sisa darah di bibirnya dan matanya berwarna merah terang sekarang.

Aku semakin berjalan mendekatinya namun tiba-tiba dia langsung menerjangku membuatku terjatuh ke tanah.

Yesung hyung segera menarik Kyuhyun dan mengunci tangannya. Mata merahnya masih terus menatapku.

”Kyuhyun sadarlah…ini kami..”bisik Yesung hyung di telinga Kyu, sepertinya dia sedang menggunakan kekuataannya dan tak lama kemudian mata Kyu kembali berubah menjadi biru dan tiba-tiba dia terjatuh.

Aku segera menghampirinya dan melihatnya sudah pingsan, aku menepuk pipinya beberapa kali tapi dia tetap tidak membuka matanya.

”Dia pingsan..”seruku pada Yesung hyung.

”Ayo kita bawa pulang…”seru Yesung hyung membantu Kyuhyun berdiri.

Kemudian kami memapah Kyu untuk dibawa ke mobil dan kami pun segera pulang.

 

Yong Soon POV

Apa dia akan datang hari ini? Pikirku. Dia sudah janji pasti dia akan datang. Aku yakin itu. Aku segera mengambil tasku dan berjalan keluar rumah. Aku pun mengunci pintu. Aku melihat keluar belum ada Changmin terlihat, entahlah karena kejadian kemarin, aku seperti tidak mau menemuinya untuk beberapa saat, apa dia membenciku. Aku meraba bibirku, mengingat kejadian kemarin. Changmin mengambil ciuman pertamaku bukan Kyuhyun. Arrgghhh kenapa bisa!kenapa bukan Kyu!seruku dalam hati. Aku menghela nafasku perlahan. Changmin menyukaiku sejak dulu kenyataan yang terlambat aku ketahui, seandainya dia berkata itu lebih dulu mungkin aku akan bersamanya namun saat ini hanya ada Kyu di hatiku meski Changmin tetap memiliki tempat disini, dihatiku tapi hanya sebagai seorang sahabat. Sekarang aku tahu siapa yang aku cintai dan siapa yang aku sayangi.

”Menunggu seseorang Yong Soon…”seru sebuah suara mengejutkanku.

Orang berjubah merah tiba-tiba sudah disampingku.

”Nuguya?”tanyaku karena aku tidak dapat mengenali wajahnya yang tersembunyi di balik jubahnya itu.

”Kau lupa padaku?”tanyanya lagi.

Aku semakin bingung dengan apa yang dikatakannya, setahuku aku tidak mengenal orang ini yang dari suaranya seperti seorang namja.

”Mianhe…aku lupa…memangnya kau siapa?”tanyaku padanya.

Aku mendengarnya terkekeh pelan.

”Kau lupa padaku manis…”serunya berjalan mendekat ke arahku.

Aku pun mundur beberapa langkah. Namun dia terus mendekatiku dan membuatku terpojok pada dinding pagar rumahku. Dan kini wajahnya tepat di depan wajahku.

Di menunjukan senyumnya dan aku tahu siapa dia Kim Heechul. Hanya dia yang tersenyum seperti itu. Namja yang aku temui di tempat Kyu saat itu berarti dia juga salah satu dari mereka tapi kenapa dia berbeda, matanya berwarna merah dan kenapa dia harus memakai jubah untuk melindunginya, meski aku belum tahu terlalu banyak tentang dunia vampir yang baru aku ketahui beberapa hari yang lalu tapi setahuku Kyuhyun, Donghae Oppa dan Yesung Oppa tidak memakai pakaian seperti ini saat dia keluar rumah, aku pernah dengar kalau vampir tidak bisa terkena matahari tapi kenapa Kyuhyun tidak dan kenapa namja ini malah seperti takut terkena matahari.

”Sepertinya kau sudah ingat…”serunya sambil mengelus pipiku. Dingin, dingin sekali bahkan lebih dingin dibanding Kyuhyun.

Aku segera menepis tangannya. Dia terkekeh.

”Jadi kau gadis yang disukai si bungsu itu…menarik sekali…dia benar-benar mempertahankanmu sampai-sampai si tua itu marah dan kasihan sekali dia…hanya karena gadis sepertimu…”serunya. Aku tidak mengerti dengan apa yang dia bicarakan. Kyuhyun kenapa?

”Apa yang terjadi padanya?Kyuhyun kenapa?”tanyaku.

”Kau mau tahu…”serunya.

”Kyuhyun kenapa?”tanyaku lagi.

”Ikut ku…”serunya.

”Ne?”tanyaku tidak mengerti.

”Kau mau bertemu dengan Kyuhyunmu kan? Akan kutunjukan sekarang dia seperti apa…”serunya.

Apa yang terjadi pada Kyuhyun? Apa dia baik-baik saja? Aku menjadi cemas karena perkataannya tadi. Kyuhyun-ah kau kenapa? Apa aku harus mengikutinya atau apa? Apa yang harus aku lakukan? Aku khawatir pada Kyuhyun tapi..

Tiba-tiba dia sudah mengenggam tanganku dan semuanya gelap.

 

Changmin POV

”Yong Soon-ah!”seruku memanggil Yong Soon yang tiba-tiba di bawa pergi oleh seseorang berjubah merah. Aku melihatnya dari jauh dia dibawa oleh seseorang memakai jubah merah. Aku tidak bisa melihat orang itu. Aku memacu sepedaku lebih cepat namun tiba-tiba orang itu menghilang.

”Shiroh!”ucapku.

Namun tiba-tiba aku mencium bau yang paling aku tidak suka, bau vampir. Sial ternyata orang itu adalah vampir, pantas dia bisa menghilang seperti itu. Gawat, apa yang akan dia lakukan pada Yong Soon!andwe!dia tidak boleh membunuhnya. Bagaimana ini! Aku segera memacu sepedaku kembali ke rumah. Ini pasti gara-gara makhluk itu! Lihat saja kalau sampai terjadi sesuatu pada Yong Soon, akan kubunuh dia!

”Yunho hyung!Yong Soon diculik oleh vampir!”seruku begitu sampai di rumah.

Hyung-hyungku hanya menatapku tidak percaya.

”Mwo?! Apa yang kau bicarakan?”tanya Junsu hyung sambil tetap memakan sarapannya. Aisshh mereka ini, tidak tahu apa kalau keadaan sedang gawat!

”Hyung!ottohke!!”tanyaku panik.

”Ya!Changmin-ah..ceritakan pelan-pelan…”seru Yunho hyung.

”Hyung tidak bisa…ini gawat nanti aku ceritakan detailnya..pokoknya tadi Yong Soon dibawa pergi oleh seseorang yang dari bau tubuhnya adalah vampir..ottohke Hyung!”ucapku panik.

”Tenanglah Changmin…aku tahu harus ke siapa…Junsu cepat kita pergi ke tempat Teukie…kita harus bicara dengannya….dia bilang tidak akan ada vampir yang berkeliaran disini tapi kenapa masih ada..kajja…”Serunya pada Junsu hyung.

”Mwo?!aku sedang makan hyung!aku habiskan dulu…lagipula mana ada…Teukie hyung sudah berjanji…jangan-jangan anak ini sedang mengerjai kita saja lagi…”ucap Junsu hyung sambil tetap melanjutkan makannya.

”Hyung! Aku tidak bohong!”ucapku dengan wajah memelas.

”Junsu-ah….Yong Soon juga adikmu…kau mau dia ditemukan tidak bernyawa lagi hah…kkajja!”seru Yunho hyung.

Yunho hyung segera menarik Junsu hyung yang sedang makan, aku pun segera mengikuti mereka menuju ke rumah siapa tadi? Ah kakak si makhluk itu yang membuat Yong Soon seperti ini, aku tahu pasti ini ada hubungannya dengannya, lihat saja saat sampai di rumahnya aku akan memukulnya.

Kami berjalan keluar rumah menuju hutan di belakang rumh kami, lalu kami merubah wujud kami menjadi warewolf dan pergi menuju rumah mereka. Selama perjalanan aku menceritakan semua kejadian dari awal, ada Kyuhyun yang tiba-tiba pindah sekolah ke sekolahku, kedekatan Kyuhyun dengan Yong Soon , bahkan aku menceritakan semuanya, sebenarnya aku sakit menceritakan itu tapi aku tetap menceritakannya.

Yong Soon-ah aku harap kau tidak apa-apa..lihat saja sampai terjadi sesuatu padamu akan aku bunuh makhluk itu!ucapku lagi.

 

Kyu POV

Aku merasakan kepalaku pusing sekali dan aku merasakan seperti sedang berbaring di atas tempat tidur, bukankah kemarin aku sedang berburu, apa Jin Ki ahjussi sudah membawaku kembali ke Madeira. Aku mencoba membuka mataku perlaha. Cahaya lampu menyilaukan mataku, aku mengerjap-negrjapkan mataku, mencoba terbiasa dengan cahaya lampu. Begitu aku bisa melihat secara jelas aku merasa aku bukan ada di ruangan kasti Madeira tapi ini kamarku. Kenapa aku bisa disini? Aku segera bangkit dari tidurku.
”Kyuhyun-ah!kau sudah bangun!”seru Teukie hyung langsung memelukku erat sekali.

Aku menatap wajah hyung-hyungku satu persatu, mereka terlihat lega sekali. Mereka berkumpul semua, bahkan Siwon hyung, dia tersenyum padaku saat aku melihat ke arahnya. Entahlah aku harus benci atau merasa berterima kasih padanya karena dialah, aku tahu siapa diriku.

”Kau baik-baik saja kan?kami mengkhwatirkanmu Kyu…kau tidak boleh pergi lagi Kyu…siapapun kau..kau tetap dongsaengku…tidak akan berubah dan kami tidak pernah menganggapmu berbeda Kyu…kami sayang padamu..”seru Teukie hyung cepat sekali.

Aku hanya bisa terdiam, tidak tahu harus berkata apa.

”Kyu-ya…kami sayang padamu…”seru Han Hyung yang berdiri disamping Siwon Hyung menatapku lembut.

”Siapapun dirimu…apapun yang pernah kau lakukan..kau tetap dongsaengku…”kali ini Eunhyuk hyung yang bicara. Dia tersenyum menatapku.

Aku menunduk, tidak tahu apa yang harus aku ucapkan. Teukie hyung memegang pundakku dan mendongakkan wajahku.

”Aku sayang padamu Kyu…aku tidak peduli siapapun dirimu…apa yang telah kau lakukan…yang aku tahu kau adalah Kyuhyun adikku…kumohon jangan seperti itu lagi…kami sangat mencemaskanmu…”ucap Teukie hyung sambil menatap ke dalam mataku.

”Tuan muda…Yunho-ssi ingin bertemu dengan anda…”seru Shin ahjussi yang tiba-tiba sudah masuk ke dalam kamar dan berbicara pada Teukie hyung.

”Ada apa dia datang?”tanya Teukie hyung pada Shin ahjussi, namun Shin ahjussi hanya menggeleng. Teukie hyung menatap satu persatu hyung-hyungku yang sedang berdiri seakan bertanya kenapa orang yang bernama Yunho itu datang. Yunho? Siapa dia aku tidak pernah mendengar nama itu dan kenapa sepertinya Teukie hyung kaget saat mendengar orang itu datang.

Teukie hyung kemudian langsung berdiri dan berjalan keluar kamar, aku pun segera beranjak dari tempat tidurku namun ditahan oleh Wookie hyung.

”Kau belum boleh bangun…”serunya.

Namun aku tidak mengindahkannya dan segera beranjak dari temapt tidurku melihat siapa yang datang. Entahlah kenapa firasatku menjadi tidak enak.

 

Teukie POV

Yunho berdiri membelakangiku bersama dua orang lagi yang aku yakin itu adalah kedua adiknya, ada apa dia kesini?

”Yunho-ya…waeyo?”tanyaku padanya.

Dia menoleh padaku.

”Apa ada vampir berkeliaran disekitar sini?”tanyanya tiba-tiba membuatku bingung.

Apa maksud perkataannya, setahuku tidak ada vampir yang berkeliaran disini karena kami memang sudah berjanji tidak akan memperbolehkan vampir datang ke kota ini.

”Mwo?”tanyaku lagi.

”Lalu kenapa Yong Soon diculik, hah? Itu semua gara-gara adikmu…Kyuhyun!”seru salah satu dari dua orang namja yang bersamanya.

”Changmin-ah!”seru Yunho pada adiknya.

”Mwo?!”seruku semakin tidak mengerti. Yong Soon diculik karena Kyuhyun?ada apa ini!

”Andwe!”seru Kyuhyun yang tiba-tiba berjalan menghampiri kami.

Aku melihat adik Yunho menatap Kyuhyun sangat tajam. Sebenarnya ada apa ini? Yong Soon diculik oleh vampir? Aku benar-benar tidak mengerti maksud mereka. Aku menatap Kyuhyun dan Yunho bergantian.

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s