FF: Love Is Really Hurt Part 13

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

 

AT LEAST I STILL HAVE YOU

 

Yong Soon POV

Tiba-tiba Hyo Hoon Onnie menyuruhku duduk, wajahnya sangat serius sekali melihatku. Sebenarnya apa yang ingin dia bicarakan ya? Pikirku.

“Onnie…gwenchanayo?”tanyaku heran melihat perubahan sikapnya ini. Apa ada masalah? Pikirku lagi.

Dia mentapaku lekat-lekat lalu menghembuskan nafasnya perlahan, kini wajahnya berubah menjadi wajah khawatir. Aku semakin bingung dengan perubahan ekpresinya ini.

“Yong Soon-ah…apa kau memiliki hubungan dengan Kyuhyun?”Tanya Hyo Hoon Onnie langsung.

Darimana Hyo Hoon onnie kenal dengan Kyuhyun? Aku menatapnya bingung.

“Yong Soon-ah…iya kan?”tanyanya lagi.

Aku tidak mengerti kenapa dia bertanya seperti itu padaku, aku benar-benar bingung dengan semua ini.

”Yong Soon-ah…jawab aku!”serunya membuatku kaget dan langsung mendongak menatapnya. Dia terdiam menungguku menjawab tapi aku bingung kenapa dia bertanya seperti itu dan menuntutku untuk menjawabnya.

”Ne…”jawabku dengan wajah bingung.

”Waeyo Onnie?”tanyaku lagi.

Aku melihat dia menghela nafasnya dan aku bisa melihat sekarang wajahnya dipenuhi ke khawatiran, sebenarnya ada apa ini?”

”Yong Soon-ah..mianhe mungkin aku terlalu mengaturmu aku bukan siapa-siapamu tapi aku sudah menganggapmu sebagai adik kandungku…aku sangat menyayangimu…kau tahu itu..jadi jauhi Kyu…”ucapanya dengan wajah serius.

Aku tersentak mendengarnya berbicara seperti itu. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang dia bicarakan,kenapa dia memintaku untuk menjauhi Kyuhyun, memangnya ada apa dengan Kyuhyun dan darimana Onnie tahu soal Kyuhyun? Pertanyaan itu muncul di otakku.

”Onnie apa maksudmu?”tanyaku lagi masih tidak mengerti dengan apa yang dia bicarakan.

Dia terlihat menghela nafas lagi lalu menatap mataku dalam-dalam dan kemudian mendekatkan tubuhnya padaku.

”Apa kau tahu siapa Kyuhyun sebenarnya?”bisiknya padaku.

Mwo? Apalagi ini, aku semakin tidak mengerti dengan perkataannya. Siapa Kyuhyun sebenarnya? Apa maksudnya.

”Onnie…aku tidak tahu apa yang kau bicarakan…jelaskan padaku…”seruku padanya.

”Jadi kau belum tahu…ah…ya sudah yang penting jauhi dia…dia tidak baik untukmu…”serunya kemudian berdiri dan beranjak dari tempat duduk.

Aku pun segera berdiri dan menahannnya untuk pergi. Aku ingin penjelasan, aku benar-benar bingung dengan semua ini.

”Onnie…jelaskan padaku…”seruku lagi.

”Anni….pokoknya jauhi dia…”seru Hyo Hoon Onnie lagi.

”Onnie…kenapa dengan Kyuhyun…ceritakan padaku…”seruku lagi memohon padanya.

”Kenapa aku harus menjauhinya?”tanyaku padanya.

”Kau tahu siapa dia sebenarnya….”seru Hyo Hoon Onnie.

Dan aku hanya bisa menggeleng menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya.

 

 

Kyu POV

”Hyung waeyo?”tanyaku lagi mengikutinya keluar dari mobil.

Sejak tadi dia sama sekali tidak berbicara setiap aku tanya dia tidak mau menjawab. Dia masuk ke dalam rumah dengan membanting pintu. Aku mengikutinya dari belakang.

”Hyung!”serunya di ruang tamu. Entah siapa yang dia panggil yang jelas aku melihat Teukie hyung berjalan menghampiriku dan menatapku dan Siwon hyung bergantian. Aku yang memang tidak mengerti apa yang terjadi hanya menggeleng begitu Teukie hyung menatapku bertanya ada apa dengan Siwon hyung.

”Hyung..dia dan gadis itu sekarang berhubungan…”seru Siwon hyung kepada Teukie hyung.

Aku melihat Teukie hyung kaget mendengar ucapan Siwon hyung begitupun aku, jadi gara-agar dia melihatku dengan Yong Soon dia jadi seperti ini. Memangnya kenapa? Apa dia dan Teukie hyung yang menyuruhku menjauhi Yong Soon, apa maskdunya?

Aku menatap Siwon hyung dan Teukie hyung bergantian.

”Kyuhyun-ah…apa itu benar?”tanya Teukie hyung menyelidik.

Oh jadi gara-gara itu. Hah aku benci mereka semua, kenapa mereka tidak pernah memikirkan perasaanku, aku bukan anak kecil lagi, kenapa mereka begitu khawatir padaku sedangkan pada Siwon hyung tidak.

”Ne…memangnya kenapa?aku mencintainya…”seruku pada Teukie hyung.

”Mwo!kau gila Kyu!dia manusia!”seru Siwon hyung tiba-tiba membentakku. Aku kaget mendengarnya membentakku, untuk yang kedua kalinya. Dulu juga saat aku pulang dari tempat manusia untuk pertama kalinya dia juga membentakku. Kenapa dia sangat tidak suka melihatku bisa berinteraksi dengan manusia. Dia seperti sangat membenciku. Sama seperti saat itu waktu dia sedang berbicara dengan Teukie hyung mengenai rahasia yang tidak boleh aku ketahui. Apa ada hubungannya dengan rahasia itu sehingga sikapnya begitu dingin padaku.

”Memangnya kenapa?!kau bisa kenapa aku tidak!”sungutku tidak mau kalah.

”Kyuhyun-ah…aku sudah bilang padamu….dia manusia Kyu…kau tidak akan bisa bersamanya….”seru Teukie hyung padaku.

”Memangnya kenapa hyung kalau dia manusia! Aku bisa mengendalikan diriku…aku tidak mungkin membunuhnya…hyung percayakan padaku!kenapa kalian selalu saja menganggapku seperti itu…kalian egois!”seruku dengan setengah berteriak.

Aku benar-benar kesal dengan perlakukan mereka padaku yang menurutku tidak adil. Aku menatap mereka satu persatu, Teukie hyung masih menatapku dengan lembut bahkan dia berusaha menghampiriku semenatar Siwon hyung menatap tajam ke arakhku.

”Karena kau bukan bagian dari kami Kyu!”seru Siwon hyung dengan setengah berteriak.

”Siown-ah!”teriak Teukie hyung.

”Kyuhyun-ah…”seru Teukie hyung menyentuh pundakmu. Aku segera menghempaskan tangannya.

”Hyung apa maksudmu?!”seruku pada Siwon hyung.

”Kau bukan manusia setengah vampir Kyu…kau vampir murni…apa kau tidak pernah merasakannya hah…kau itu berbeda dari kami Kyu…”seru Siwon hyung.

Aku hanya bisa diam menatapnya, aku tidak tahu apa yang harus aku katakan, aku benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi? Apa maksud  semua ini.

”Hyung kau bohong! Aku sama seperti kalian!”seruku lagi.

”Andwe…kau bukan bagian dari kami!apa kau tidak menayadarinya Kyu..tidak ada dikeluarga ini yang saat berburu bola matanya berubah warna..hanya kau Kyu…dan itu hanya dimiliki vampir murni Kyu…”jelas Siwon hyung lagi.

”Siwon-ah…cukup!”seru Teukie hyung dan dia pun langsung memegang pundakku dan menatapku.

”Anni Kyuhyun-ah..kau bagian dari kami…”ucapnya sambil menatapku lembut.

Otakku seakan berpikir dan mencerna kata-kata yang diucapkan Siwon hyung. Benarkah aku berbeda? Ya bola mataku akan berubah menjadi merah terang jika berburu dan mata itu hanya dimiliki oelh vampir murni, aku tahu itu tapi mungkin saja itu masih bagian dari transformasiku menjadi makhluk abadi tidak mungkin aku adalah vampir murni. Aku tumbuh sampai usiaku 18 sedangkan vampir murni tidak mungkin tumbuh. Tidak mungkin!aku bagian mereka!

”Andwe!”seruku lagi.

”Dan lagi apa yang kau lakukan saat pertama kali keluar…kau berburukan Kyu? Dan kau tahu siapa yang kau buru…gadis itu! Kau tertarik dengan darahnya! Apa kau mau membunhuhnya sama seperti kau membunuh ibu! Sekalipun dia orang yang kau cintai…buktinya kau bisa membunuh ibumu sendiri!”seru Siwon hyung.

Kata-katanya yang terakhir benar-benar membuatku tidak bisa berpikir lagi. Membunuh ibu?aku?aku membunuh ibuku sendiri.

”Siwon-ah!apa yang kau katakan!”seru Donghae hyung yang tiba-tiba sudah datang dan tanpa kusadari sekarang ruang tamu ini sudah penuh dengan hyung-hyungku yang lain yang juga menunjukan wajah kagetnya.

Tiba-tiba aku merasa lemas dan jatuh terduduk di lantai. Kilasan ingatan saat aku masih kecil berkelebat di dalam otakku, aku seakan mengingat masa kecilku dulu. Ya aku tidak pernah melihat ibuku, aku sama sekali tidak dibesarkan oleh ibuku, apa benar aku yang membunuhnya? Apa karena aku adalah vampir murni? Apa karena aku yang telah membunuh ibuku mereka tidak pernah mau menceritakan masa kecilku. Apa ini? Tidak aku tidak mungkin membunuh ibuku. Aku bukan vampir murni. Aku menyentuh kepalaku dan menggeleng-gelelngkan kepalaku.

”Andwe…andwe…andwe…”ucapku lirih.

Tiba-tiba aku merasakan seseorang menyentuh pudakku.

”Kyuhyun-ah….gwenchana..”seru Sungmin hyung berusaha membantuku berdiri.

Tapi aku segera menepis tangannya. Rasanya hatiku sakit sekali. Aku bukan bagian dari mereka bahkan aku membunuh ibuku sendiri. Aku ingin menangis. aku tidak percaya ini semua.

 

Yong Soon POV

”Mwo??”seruku tidak percaya dengan apa yang kudengar barusan, tanpa terasa air mataku malah mengalir.

Kyuhyun-ah…kenapa dia bisa seperti itu. Andwe…tidak mungkin…pikirku. dia tidak seperti itu. Kyuhyun..Kyuhyun!

”Yong Soon-ah…”seru Hyo Hoon Onnie memegang bahuku.

Aku menoleh ke arahnya.

“Onnie…Kyuhyun…dia tidak seperti itu kan…Onnie…”seruku dengn air mata yang terus mengalir.

Hyo Hoon Onnie langsung mendekapaku. Aku pun menangis sejadinya di bahunya. Entah kenapa hatiku sakit sekali mendengar cerita Hyo Hoon Onnie, kenyataan yang benar-benar membuatku terkejut. Kyuhyun adalah…andwe…bukan hanya karena itu…tapi lebih kepada cerita masa lalunya.

”Yong Soon-ah…mianhe aku cerita ini padamu…aku hanya ingin kau tahu…aku tidak mau terjadi sesuatu padamu…aku sayang padamu…mianhe…jeongmal mianhe…”seru Yong Soon Onnie sambil mengelus rambutku.

Aku hanya bisa terus menangis di pelukan Hyo Hoon Onnie, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini. Kyuhyun-ah!

 

 

 

Donghae POV

Aku melihat adik yang paling aku sayangi itu hanya bisa terduduk sambil memegangi kepalanya dan sesekali menggeleng. Sungmin hyung mendekatinya dan berusaha menengakannya namun tangannya di tepis oleh Kyuhyun dengan kasar. Dia sangat terpukul karena perkataan orang ini! Aku melihat Teukie hyung yang hanya bisa terdiam sambil menunduk, begitu pun hyung ataupun dongsaengku yang lain, mereka hanya terdiam. Kenap mereka hanya diam? Apa mereka tidak sedih melihat Kyuhyun seperti ini!apa mereka benar-benar tidak menganggap Kyuhyun adalah dongsaeng mereka karena pada kenyataannya Kyuhyun adalah vampir murni. Kyuhyun tetap dongsaeng kandung kami meski dia terlahir sebagai vampir murni. Kenapa mereka tidak bisa menerima itu! Aku benar-benar membenci Siwon, bisa-bisanya dia berkata seperti itu pada Kyuhyun padahal kami sudah sepakat melupakan kejadiaan itu dan tidak akan pernah menceritakan hal itu pada Kyuhyun bahkan ayah yang menyuruh seperti itu tapi apa yang dia lakukan. Andai ayah ada disini pasti dia sudah habis. Aku melihat ke arah Kyuhyun lagi yang tubuhnya berguncang pasti dia ingin menangis tapi tidak bisa. Aku muak melihat Siwon yang hanya diam saja. Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat. Aku tidak terima dongsaengku diperlakukan seperti itu.

”Siwon-ah!kau benar-benar keterlaluan!”seruku sambil menarik kerah bajunya.

Dia tetap diam tanpa  melihatku. Aku sudah siap memukulnya sampai sebuah tangan mencegahku.

”Hae-ya…hentikan!”seru Eunhyuk hyung kemudian menarik tubuhku namun aku berontak dan berusaha memukulnya lagi namun kali ini Hankyung hyung dan Zhoumi hyung menarik tubuhku menjauh.

Aku tidak bisa melawan kekuatan mereka berdua dan hanya bisa pasrah diatrik oleh mereka meski aku berusaha melepaskan diri.

”Hae-ya…sudah…”seru Hankyung hyung sambil menahanku.

Namun tiba-tiba aku melihat Kyuhyun berdiri dan berlari keluar ruangan itu.

”Kyuhyun-ah!”panggil Sungmin hyung namun Kyuhyun sudah menghilang.

Apa yang akan dia lakukan? Aku merasakan perubahan emosi yang tidak baik dari Kyuhyun. Aku memiliki firasar buruk. Aku segera melepaskan diriku dari rangkulan Hankyung hyung dan segera berlari mengejarnya.

”Kyuhyun-ah…”panggilku.

Aku sampai diluar rumah dan dia sudah menghilang, dimana dia? Aku khawatir padanya. Aku harus menemukannya. Aku pun segera berjalan keluar gerbang rumahku mencium baunya dan mengejarnya. Semoga dia tidak melakukan sesuatu yang aneh.

 

Teukie POV

Kyuhyun pergi, Donghae hampir berkelahi dengan Siwon. Hyung macam apa aku? Kenapa aku bisa membiarakn ini terjadi? Kyuhyun, dongsaengku. Kenapa Siwon begitu tega menceritakan hal itu, aku sangat sakit saat dia berkata seperti itu tadi. Aku hanya bisa mengepalkan tanganku sambil terus menunduk. Apa yang harus aku lakukan? Aku memang hyung yang tidak becus mengurur dongsaeng-dongasengku. Aku telah gagal.

Flashback.

”Teukie-ya…”seru ibuku sambil membelai rambutku dengan lembut.

”Ne Umma…”seruku menatap wajah ibuku.

”Kau tahu kenapa kami memanggilmu Leeteuk?”tanya ibuku sambil terus membelai rambutku.

Aku hanya menggeleng sambil menatapnya.

”Karena kau adalah anugrah terindah untukku dan appamu..kau begitu spesial untuk kami dan kau tahu… kau akan menjadi orang yang spesial juga untuk mereka…”seru ibuku sambil menatap ke dua dongsaengku yang sedang beramin kejar-kejaran di taman.

”Jagalah dongsaeng-dongsaengmu…karena kau sangat spesial untuk mereka….sayangi mereka…arasso?”seru ibuku sambil merengkuh wajahku.

Aku mengangguk mantap dan tersenyum. Ibuku lalu mengacak-acak rambutku dan mencium keningku.

”Teukie kecilku…jadilah seorang pria yang spesial…”seru ibuku lagi.

Lalu dia memelukku erat sekali. Aku pun membalas pelukannya.

”Umma saranghae…”ucapku.

”Nado Teukie-ya…”seru ibuku lagi sambil mengecup puncak kepalaku.

Flashback end.

Aku gagal Umma, aku tidak bisa menjaga dongsaeng-dongsaengku, bahkan Kyuhyun, anak yang sangat umma sayangi. Adikku yang paling aku sayangi. Apa yang harus aku lakukan Umma? Aku gagal!

”Teukie hyung…gwenchanayo?”seru Wookie hyung sambil mengusap pundakku perlahan.

Aku mendongakkan wajahku dan menatap sekelilingku, ternyata mereka semua sedang menatap ke arahku. Wajah mereka menunjukan kekhawatiran, aku beralih menatap adikku, adikku yang saat itu bermain kejar-kejaran. Dia sekarang sudah berubah, kenapa dia begitu tega pada adiknya sendiri. Aku mengepalkan tanganku menahan emosiku. Aku pun segera menghampirinya.

BRUKK

Aku memukul wajahnya sehingga dia tersungkur.

”Teukie hyung!”seru seluruh dongsaengku.

”Aku kecewa padamu Siwon-ah!”seruku.

Dia hanya menatapku sambil memegangi bibirnya yang sudah mengeluarkan darah hitam.

 

Yong Soon POV

Aku sampai di rumahku dengan langkah gontai, aku masih belum percaya apa yang Hyo Hoon Onnie ceritakan tadi. Aku masuk ke rumahku dan segera berjalan ke kamarku, entahlah aku malas melakukan apapun hari ini. Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan saat ini, aku benar-benar bingung menghadapi kenyataan ini.

”Yong Soon-ah…”panggil ibuku saat aku hendak masuk ke kamar.

”Ne Umma…”jawabku berhenti di depan pintu kamarku.

”Kyuhyun mana?”tanya Ummaku.

”Sudah pulang…”jawabku singkat dan hendak membuka pintu kamarku namun Ibuku menahan tanganku.

”Yong Soon-ah….kau menyukai Kyuhyun?”tanyaku ibuku.

Ada apa ini? Kenapa seharian ini semua orang bertanya hal itu padaku. Tadi Hyo Hoon Onnie sekarang ibu. Apa yang sebenarnya sedang terjadi.

”Maksud Umma?”tanyaku tidak mengerti.

”Ah aniyo…gwenchana hanya bertanya saja…oh ya tadi Changmin kesini tapi kau belum pulang mungkin nanti sore dia kemari…”seru ibuku.

Aku hanya mengangguk dan kemudian ibuku pun pergi, aku masuk ke dalam kamarku dan segera menghempasakan tubuhku di tempat tidurku.

 

Author POV

Ibu Yong Soon tampak sedang berpikir di dapur sambil menyiapkan makan malam. Apa dia harus menceritakan hal itu pada anaknya? Dia tahu Yong Soon menyukai Kyuhyun dan Kyuhyun pun menyukai Yong Soon, cerita ini seperti Dejavu baginya tapi dia tidak mau itu terjadi pada anaknya tapi itu akan sulit untuk mencegahnya sama seperti saat itu.

”Han Soo Hee…”lirihnya.

”Umma…”sebuah suara milik gadis kecil menghampirinya. Gadis itu tersenyum.

”Ada apa Ji Won?”tanya ibu Yong Soon.

”Onnie mana?”tanyanya gadis kecil itu.

”Di kamarnya…”seru ibu Yong Soon sambil mengelus lembut kepala gadis kecil ini.

”Ya aku kira Yong Soon Onnie pulang dengan Kyu Oppa…”seru Ji Won dengn wajah sedih.

”Memangnya kau pernah bertemu dengan Kyu Oppa?”tanya ibu Yong Soon lagi.

Gadis itu hanya mengagguk.

”Waktu itu dia bermain game denganku…umma sepertinya Yong Soon Onnie dan Kyu Oppa saling menyukai ya…mereka sangat cocok sekali…”seru Ji Won sambil terkekeh.

Sementara ibunya hanya mengacak-acak rambutnya lembut. Dia tertegun dengan perkataan anak bungsunya ini. Benarkah Yong Soon memiliki nasib yang sama seperti Soo Hee? Pikirnya.

 

Author POV

Seorang laki-laki mengamati pertengkaran yang sedang terjadi di keluarga ini. Meski mereka semua adalah kakak-kakak mereka tapi sepertinya dia senang sekali melihatnya terutama melihat seorang laki-laki yang terduduk di lantai dan tak lama kemudian pergi menghilang. Dia menyunggingkan senyum.

”Kau tahu sekarang siapa dirimu…”gumamnya.

”Kibum-ah…”seru sebuah suara dari arah belakang.

Pria ini menatap kibum dengan pandangan sedih.

”Apa kau begitu membenci adikmu sehinggat kau tega berbuat seperti ini?”tanya pria itu.

”Ya…aku sangat membencinya Yesung hyung..dan sekarang aku senang dia tahu semuanya…biar dia tahu kalau dia yang telah membunuh ibuku…”seru Kibum sambil tersenyum kemudian berjalan melewati Yesung yang benar-benar tidak habis pikir kenapa Kibum begitu membenci Kyuhyun hanya gara-gara hal itu. Yesung menoleh ke belakang hendak memanggil Kibum lagi namun saat menoleh ke belakang Kibum sudah menghilang. Saat itu dia melihat Kyuhyun berlari keluar ruangan. Yesung pun segera mengejarnya setelah melihat Donghae ikut keluar mengejar Kyuhyun.

 

Sementara itu di Madeira…

”Sebentar lagi dia datang…”ucap Jonghyun lebih kepada dirinya sendiri. Heechul menatapnya dengan sebelah alis terangkat.

”Ternyata kita tidak perlu khawatir…Siwon membuat semuanya mudah untuk kita…”seru Jonghyun lagi.

”Bukan Siwon tapi Kibum…..”seru Heechul sambil merapihkan rambutnya di depan cermin di ruangan itu.

”Anak itu begitu membenci Kyuhyun sepertinya….aku jadi ingat kejadian itu…”seru Jonghyun dengan pandangan menerawang.

Heechul berhenti menatap cermin dan menoleh ke arah Jonghyun.

”Peristiwa yang menarik…hemm aku pensaran bagaimana tanggapan adikku melihat Kyuhyun yang sebentar lagi akan bergabung dengan kita….”seru Heechul dan Jonghyun hanya tersenyum.

 

Kyu POV

Aku berjalan tanpa tahu arah dan tanpa sadar aku malah sudah sampai di sebuah taman, ya taman tempat aku datang pertama kali. Apa aku benar-benar kehilang kendali saat itu? Aku sama sekali tidak tahu. Aku terduduk di salah satu bangku. Hari sudah malam sama seperti saat itu. Aku memasukan kedua tanganku ke dalam saku hoodieku dan menatap langit malam ini yang benar-benar gelap tanpa cahaya bintang sedikitpun. Aku menghela nafas beberapa kali. Otakku masih mencerna perkataan Siwon hyung tadi. Saat mengingat-ingat kata-kata terakhirnya aku kembali merasakan sakit di hatiku. Aku memejamkan mataku berusaha menangis tapi tidak bisa. Aku ingin menangis sekarang, rasanya sakit seperti ini. Kenapa aku bisa melakukan itu pada ibuku sendiri. Bahkan aku hampir membunuh Yong Soon.

”Yong Soon…”lirihku.

Aku segera beranjak dari tempatku duduk dan pergi ke rumahnya. Aku ingin bertemu dengannya mungkin untuk yang terakhir kali karena aku tahu sejak aku tahu siapa diriku aku tidak akan bisa menemuinya lagi. Kami tidak mungkin bersama, kata-kata Teukie hyung saat itu kembali terngiang dipikiranku, dia benar, harusnya aku mendengar kata-katany saat itu. Dia manusia dan aku…aku vampir murni…kenyataan yang sangat menyedihkan. Kalau aku memaksakan untuk terus bersamanya aku hanya akan membahayakannya. Aku akan pergi ke Madeira setelah ini dan tak akan pernah kembali lagi kesini dan juga ke rumahku selama ini. Tempatku bukan disana.

Aku sudah sampai di depan rumahnya, pasti dia sudah tidur, pikirku. Aku sama sekali tidak meneleponnya hari ini bahkan aku mengingkari janjiku untuk menjemputnya. Pasti dia marah padaku. Ya sudahlah itu akan lebih baik, biar saja dia marah padaku untuk membuatku lebih gampang untuk melupakannya.

Aku berjalan kesamping rumahnya dan melihatnya sedang tertidur di tempat tidurnya memunggungiku. Benar dia pasti sudah tidur. Aku hanya bisa melihatnya melalu jendela kamarnya yang sedikit terbuka.

”Yong Soon-ah..jeongmal mianhe…sarangheyo yeongwonhi…”ucapku setengah berbisik.

Setelah itu aku pun berbalik dan segera pergi ke tempat dimana seharusnya aku berada.

 

Yong Soon POV

Malam ini aku benar-benar tidak bisa tidur, aku hanya berguling-guling di atas tempat tidurku. Aku masih teringat cerita Hyo Hoon Onnie, ya mana mungkin aku lupa akan hal itu. Kyuhyun-ah apa itu benar? Aku terus saja mengecek handphoneku sama sekali tidak ada sms atau telepon darinya hari ini. Aku ingin menghubunginya lebih dulu tapi entah kenapa aku merasa takut. Apa aku takut kalau benar dia adalah seorang vampir? Apa aku tidak bisa menerima kalau dia  berbeda denganku? Apa aku tidak mencintainya?

Aku merasakan udara semakin dingin dan angin mulai masuk ke kamarku. Aku beranjak dari tempat tidurku dan menyadari bahwa jendelaku belum sepenuhnya tertutup. Aku segera menutupnya namun tanganku tertahan begitu aku melihat ke atas langit, langit malam ini benar-benar gelap tidak ada bintang sedikitpun apa akan hujannya? Pantas udaranya dingin sekali. Aku segera menutup jendelaku dan kembali ke tempat tidurku. Apa yang akan terjadi besok? Bagaimana kalau aku bertemu dengannya? Apa aku akan ketakutan? Ya Tuhan kenapa harus seperti ini jadinya.

 

 

Kyu POV

Kota ini tidak pernah aku datangi lagi sejak terakhir kali usiaku 3 tahun, sudah banyak yang berubah disini kecuali orang-orangnya yang tentu saja masih sama. Mereka akan selalu disini tidak akan pernah mati. Malam hari di Madeira adalah seperti pagi hari di tempat manusia sangat ramai. Karena mereka tidak mungkin sanggup melihat matahari, aku heran kenapa aku masih sanggup melihat matahari padahal aku adalah vampir murni. Ahh aku bingung sebenarnya aku ini makhluk apa? Kenapa tidak ada yang ciri-cirinya mirip denganku. Aku melewati setiap jalan di kota itu tanpa tahu mau kemana. Pikiranku benar-benar kacau.

”Kyu Hyung…”tiba-tiba seseorang mengagetkanku karena dia memanggilku. Setahuku aku tidak memiliki kenalan di kota ini karena aku memang jarang sekali kesini bahkan bisa dibilang tidak pernah.

Aku menoleh dan mendapati seorang anak laki-laki memakai jubah merah yang menutupi kepalany. Aku seperti pernah melihat anak ini tapi dimana ya? Aku berusaha mengingat siapa anak laki-laki ini? Dia kemudian berjalan menghampiriku dan membuka tudung kepalanha lalu tersenyum padaku. Ah aku ingat dia adalah anak laki-laki yang merupakan pengawal penjaga kastil Madeira yang pernah aku temui di sekolahku waktu itu. Ternyata dia masih mengenaliku. Aku pun membalasnya dengan senyuman tipis karena memang perasaanku sedang kacau dan tidak mau terlalu banyak bicara, aku hanya ingin sendiri saat ini.

”Hyung…aku sudah menunggumu daritadi…Jin Ki ahjussi ingin bertemu denganmu…”serunya kemudian langsung menarik tanganku pergi.

Aku yang bingung hanya mengikutinya yang terus menarik tanganku sampai di sebuah jalan kecil kemudian dia melepaskan tanganku.

”Hyung…kau bisa menghilangkan?lebih cepat sampai kesana…aku takut ada yang melihat kita…”serunya lagi.

Aku meneggelang padanya menanadakan aku tidak bisa menghilang. Dia pun langsung menyentuh tanganku lagi dan tiba-tiba kami sudah sampai di sebuah ruangan yang meski aku sudah lama tidak melihat ruangan ini tapi aku tahu ini adalah salah satu ruangan di kastil Madeira.

”Ahjussi…”seru anak laki-laki itu yang aku ingat sekarang bernama Taemin. Ya namanya Taemin.

Seorang pria mengenakan jubah hitam berbalik, aku seperti mengenal wajahnya apa, apa dia salah satu dari dua penjaga itu. Pikriku. Dia melihatku dan tersenyum. Kemudian dia berjalan menghampiriku. Aku membungkukan badanku, setidaknya aku harus menghargai pria ini sebagai salah satu penjaga kastil ini.

”Kyuhyun-ah…kau sudah besar sekali…”serunya sambil menyentuh pipiku. Tangannya sangat dingin sekali, apa semua vampir murni sedingin ini. Aku sedikit tersentak merasakan jarinya yang sangat dingin.

Dia tersenyum kemudian menurunkan tangannya, wajahnya putih pucat sekali dengan mata semerah darah. Namun entah kenapa dia malah tidak terlihat menyeramkan sebagaimana vampir-vampir murni yang lain.

”Duduklah…”serunya menyuruhku duduk.

Aku pun duduk dan dia duduk tepat dihadapanku. Aku melihat Taemin meninggalkan ruangan ini.

”Kau pasti lupa padaku…perkenalakan aku Lee Jin Ki…pekerjaanku..ya seperti yang kau lihat aku menjaga kastil ini….”serunya sambil tersenyum.

”Aku Lee Kyuhyun…”jawabku membalas senyumnya.

”Aku tahu….kau pernah kesini sebelumnya…apa kau ingat?”tanyanya padaku.

Aku menggeleng karena aku benar-benar tidak ingat aku pernah bertemu dengannya sebelumnya, aku pernah kesini dulu saat masih kecil tapi aku tidak pernah ingat aku pernah bertemu dengannya.

”Tentu saja saat itu kau masih kecil sekali…ahh tidak menyangka kau sudah besar sekali sekarang….”serunya sambil terkekeh.

Apa dia tahu tentang diriku yang sebenarnya? Sepertinya dia begitu mengenalku, bahkan dia sepertinya tahu aku akan kemari, aku ingat Taemin bilang Jin Ki ahjussi mau menemuiku. Mungkin aku bisa tanya padanya.

”Siapa aku?”tanyaku spontan.

Dia mengerutkan keningnya tidak mengerti, kemudia dia tersenyum.

”Sebenarnya aku ingin cerita itu padamu tapi sepertinya kau sudah ingin bertanya duluan…kau memang pintar Kyu..apa kau kabur dari rumah?”tanya Jin Ki ahjussi.

Aku hanya mengangguk sambil menunduk. Dia sepertinya tahu semua tentangku.

”Kyuhyun-ah…aku punya kekuatan untuk melihat masa depan seseorang dan saat itu kau datang bersama ayahmu setelah kejadian itu…maaf  Kyu aku tahu kau pasti tidak bisa mempercayai apa yang dikatakan Siwon padamu…”serunya.

Aku mendongak melihatnya, aku tidak percaya bahakan dia tahu sampai sedetail itu. Dia tahu Siwon hyunglah yang bilang seperti itu padaku.

”Ternyata itu benar…aku…aku yang telah membunuh…ibuku sendiri…”lirihku terbata-bata tidak sanggup mengucapkan itu.

Aku melihat Jin Ki ahjussi mengangguk dengan pandangan sedih sambil mengusa pipiku perlahan.

”Kyuhyun-ah…kau tidak jahat…kau melakukan itu karena kau tidak sadar…”ucapnya lagi.

Dia seperti mampu membaca pikiranku sampai dia bisa menjawab isi pikiranku seperti itu.

”Saat pertama kali melihatmu aku sudah merasa kau sangat berbeda…kau yang terlahir dari ayah seorang vampir murni dan ibu yang seorang manusia biasa membuatmu istimewa sama seperti kakak-kakakmu yang lain tapi sebagaimana yang kita tahu….dalam suatu pernikahan vampir murni dengan manusia makan anak mereka adalah manusia setengah vampir tapi pada kenyataannya akan ada satu orang anak yang akan menjadi vampir murni…”ceritanya terhenti lalu menatapku.

”Dan itu aku…”ucapku seakan melanjutkan ceritanya.

Aku benar-benar terpukul mendengarnya, kenapa harus aku? Kenapa aku tidak menjadi seperti hyung-hyungku yang lain? Kenapa aku harus menjadi vampir murni. Seruku dalam hati.

”Tenanglah Kyu…kau belum sepenuhnya menjadi vampir murni….kau masih bisa menatap matahari…kau masih bisa makan-makanan manusia…kau masih manusia setengah vampir…tapi suatu hari kau akan menjadi vampir murni sesugguhnya…jadi sebenarnya kau akan mengalami tiga kali transformasi…”cerita Jin Ki Ahjussi dan lagi-lagi dia menjawab pikiranku.

”Kapan?”tanyaku putus asa, kenapa tidak sekarang saja, lebih cepat lebih baik, aku mau kejelasan tentang makhluk apa aku ini?

”Tidak ada yang tahu Kyu…meski aku sekalipun karena itu bergantung pada dirimu…kau yang menentukan…”ucap Jin Ki ahjussi, membuatku terdiam tidak mengerti.

Aku bisa mengaturnya?apa maksudnya?apa aku bisa memilih untuk tidak menjadi vampir murni.

”Tidak bisa Kyu…kau akan tetap menjadi seperti itu mungkin kau bisa memperlambatnya tapi semoga kau tidak harus berubah sepertiku Kyu…semoga ada keajaiban…”ucapnya lagi.

Aku menundukan wajahku menatap lantai marmer kastil ini. Kenapa malah seperti ini? Aku benar-benar bingung dengan apa yang terjadi padaku.

”Kau bisa tinggal disini…aku tahu kau pasti masih sulit menerima ini…aku tidak akan bilang pada kakak-kakakmu…istirahatlah…itu kamarmu sudah aku siapakan…”serunya sambil tersenyum

Dia benar-benar tahu aku akan datang dan dia juga tahu kalau aku tidak mau kembali ke rumah dulu. Aku pun hanya mengangguk.

”Gamsahamnida…”seruku sambil membungkuk.

Kemudian aku melihatnya keluar ruangan itu. Aku kembali duduk ditempat duduk, masih terus memikirkan semua kejadian yang tiba-tiba saja terjadi, cahaya matahari mulai memasuki kamar ini, sudah pagi. Apa mereka mencariku?

 

 

 

Yong Soon POV

Aku menatap kursi disampingku yang masih kosong, apa dia tidak masuk sekolah hari ini, tapi kenapa? Apa dia sakit? Entah kenapa aku merasa khawatir padanya biasanya sepagi ini dia sudah datang. Aku tidak konsentrasi belajar dan masih saja menatap kursi kosong disampingku. Bertanya-tanya kenapa dia tidak datang hari ini.

”Yong Soon-ah…makan yuk?”seru Changmin membuatku terkejut dan berhenti memandnagi kursi disebelahku dan menatapnya.

”Ah ne…”jawabku singkat lalu berdiri dari tempat dudukku.

Changmin langsung menarik tanganku dan membawaku ke tempat biasa kami makan siang, di taman sekolah, di bawah pohon.

Dia membuka bekalnya dan mulai makan sementara aku, entahlah aku sama sekali tidak berselera makan. Kenapa aku terus memikirkan Kyuhyun, hari ini dia tidak masuk dan sama sekali tidak memberitahuku kenapa dia tidak masuk. Aku kembali mengingat saat dia menyatakan cintanya padaku lalu aku kembali mengingat cerita Hyo Hoon Onnie, Ya Tuhan apa aku takut padanya? Apa aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia adalah vampir? Apa aku akan tetap mencintainya meski dia adalah seorang vampir? Arggh aku bingung, aku tidak tahu dengan perasaanku sekarang terhadapanya, aku masih kaget mengetahui kenyataan ini.

”Ayo makan….aaaa….”seru Changmin yang aku baru sadar dia sudah menyodorkan bibimbap tepat di depan wajahku.

Aku pun membuka mulutku dan dia menyuapiku. Kemudian aku tersenyum padanya. Kemudian aku gantian membuka bekalku dan menyumpit bibimbap itu lalu menyuapi Changmin, aku melihatnya tersenyum lalu mencubit pipiku seperti biasa, kali ini aku tidak marah dan hanya menanggapinya dengan senyuman.

”Ya tumben kau tidak marah…kalau begitu aku cubit lagi ya…”seru Changmin kemudian mencubit pipiku lagi.

”Changmin-ah!”seruku sambil berdiri dan berlari. Dia berusaha mengejarku dan jadilah kami main kejar-kejaran di taman sekolah.

”Kena kau!”serunya begitu dia menangkapku dan memelukku dari belakang.

”Ya!Changmin-ah!lepaskan!”seruku berusaha melepskan diriku namun tiba-tiba dia mencium pipiku.

Aku yang terkejut hanya bisa terdiam, dia kemudian melepaskan pelukannya dan kemudian berjalan meninggalakanku yang masih terdiam sambil memegangi pipiku. Apa yang dia lakukan tadi? Dia belum pernah melakukan hal itu sebelumnya.

 

Kyu POV

”Hyung ini makanan untukumu…”seru Taemin masuk ke dalam kamarku sambil membawakan makanan.

Aku baru saja bangun dari tidurku, aku tersenyum padanya tanda terima kasih, dia pun meletakan nampan berisi makanan itu dimeja disamping tempat tidurku.

”Maaf….aku tidak terlalu tahu banyak makanan manusia…”ucapnya lagi.

”Ne…tidak apa-apa gumawo..ahjussi mana?”tanyaku sambil mengambil nampan itu dan mulai menyendok bubur dimangkuk itu.

”Tadi dia bilang mau pergi sebentar…dia menyuruhku membawakan makanan untuk hyung…”serunya sambil tersenyum lagi.

Aku kembali menyendok buburku dan memakannya sambil menatap jendela yang semuanya tertutup gorden, ah ya aku ingat mereka tidak bisa melihat matahari pantas semuanya tertutup, perasan tadi aku membuka gorden itu, ah mungkin Taemin menutupnya karena dia tidak akan sanggup terkena matahari. Aku lupa, harusnya aku tidak membukanya tadi pasti sulit untuknya menutup lagi.

”Bukankah ada satu penjaga kastil lagi?”tanyaku sambil menyuap bubur itu lagi.

”Oh Jonghyun ahjussi…ya dia ada di kastil seberang…kalau ini kastil milik Jin Ki ahjussi…”jelas Taemin dan aku hanya mengangguk paham.

Oh jadi Taemin adalah pengawal pribadi Jin Ki ahjussi, beruntung sekali dia dipilih menjadi pengawal pribadi penjaga kastil karena setidaknya dia tidak mungkin diganti-ganti dan akan tetap menjadi seperti ini selamanya setidaknya sampai dia tidak mati karena terjadi perang atau hal lain tapi sepertinya tidak akan pernah, sekarang dunia vampir lebih kondusif dan jarang sekali terkadi konfrontasi sesama klan ataupun dengan makhluk lain seperti warewolf. Syukurlah, kasihan anak ini jika dia harus dibinasakan karena sudah tidak berguna lagi sebagaimana pengawal-pengawal disini yang sering berganti-ganti setiap waktu.

Aku menyelesaikan makanku dan meminum susu yang dia buat.

”Hyung aku akan kembali sebentar lagi hyung…”seru Taemin kemudian mengambil nampan itu dan keluar dari kamarku.

”Jonghyun ahjussi!”seru Taemin dengan setengah berteriak.

Aku segera keluar kamar dan mendapati seorang pria berjubah hitam sedang tersenyum padaku tapi senyumnya sungguh menyeramkan ditambah lagi wajahnya yang putih pucat dan matanya yang merah. Aku melihat Taemin seperti ketakutan dan hanya menunduk.

”Jin Ki lupa bicara padaku kalau kau sudah datang…”seru Joghyun ahjussi sambil berjalan menghampiriku.

Aku hanya bisa menunduk.

”Lee Kyuhyun…berkunjunglah ke kastilku…”serunya sambil mendongakkan wajahku.

Matanya benar-benar sangat menyeramkan karena kali ini dia menatap tajam mataku. Dia pun segera menyentuh tanganku dan tiba-tiba saja aku sudah berada diruangan yang lain.

”Selamat datang di Madeira Kyuhyun-ah…”serunya sambil tersenyum namun senyumnya sungguh menakutkan.

Ruangan yang ini berbeda dari ruangan yang tadi, terkesan lebih gelap dan misterius, dindingnya gelap dengan lantai marmer berarna putih tulang.

”Kyuhyun-ah..bagaimana kabar keluargamu?”tanyanya sambil menatapku.

”Ne baik…”seruku singkat.

Entahlah aku merasa takut atau apa yang jelas aku tidak suka disini, aku ingin keluar dari sini.

”Sayang keluargamu selama ini sepertinya tidak bisa menerima kenyataan tentang siapa dirimu..ah pantas kau pergi dari rumah dan sepertinya kau datang ke tempat yang tepat Kyuhyun-ah…”serunya sambil tersenyum penuh arti.

Aku dia di tempatku sementara Jonghyun ahjussi berjalan mengitariku.

”Kekuatanmu sungguh menarik…kau mampu memiliki semua kekuatan vampir yang ada didekatmu..aku memang tidak salah pilih…”serunya lagi kembali tersenyum penuh arti.

Apa maksudnya? Aku sama sekali tidak mengerti.

”Kyuhyun-ah…kami sudah menunggumu…jadilah bagian dari kami…”serunya sambil menatapku serius.

Aku membelalakan mataku tidak percaya.

”Mwo?”seruku.

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s