FF: Love Is Really Hurt part 12

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

CONFESSION PART 2

 

Yong Soon POV

Aku menatap buku matematikaku yang ternyata sudah diisi. Huh!menyebalkan sekali namja itu, kenapa dia sampai menyuruhku ke rumahnya, mencari bukuku kalau tahu bukuku sudah diisi dan dia membawanya kemarin, aku tidak akan mau ke rumahnya. Gerutuku dalam hati.

Aku memasukan bukuku secara kasar ke dalam tasku karena aku benar-benar kesal dengan namja bernama Kyuhyun. Dia sudah membuatku repot kemarin. Sial sekali aku!

”Yong Soon-ah…ayo berangkat!”seru sebuah suara mengagetkanku.

Tiba-tiba saja Changmin sudah berdiri di ambang pintu kamarku. Siapa yang menyuruhnya masuk ke rumahku sembarangan.

”Ya!siapa yang menyuruhmu masuk ke rumahku sembarangan..”seruku padanya sambil berjalan menghampirinya.

”Ini kan juga rumahku…hahahaha…”serunya lalu tertawa.

”Sejak kapan?”tanyaku padanya dengan senyuman mengejek.

”Sejak ibumu bilang waktu itu kalau aku adalah calon suamimu…”serunya sambil terkekh pelan.

Aku segera menjitak kepalanya dan kulihat dia hanya meringis sakit. Enak saja, itukan cerita waktu masih TK, lagipula dia memang gila saat itu mengajakku bermain rumah-rumahan dirumahnya dimana aku menjadi istrinya dan saat mau pulang dia tidak memperbolehkanku pulang, dia bilang aku sudah menjadi istrinya sampai akhirnya ibuku bilang, nanti saat sudah besar dia akan menjadi calon suamiku. Tidak menyangka dia masih ingat akan hal itu.

”Itu cerita TK…”seruku sambil berjalan keluar rumah.

”Ya tapi tenang saja sebentar lagi akan jadi kenyataan kok…”serunya membuatku langsung menoleh. Dia berjalan mendekatiku yang sudah ada di dekat sepedanya.

”Ige mwoya? Andwe…siapa yang mau menjadikanmu suamiku…”seruku.

Tiba-tiba dia langsung menarik tanganku dan mendorongku ke dinding pagar rumahku. Dan dia mulai mendekatkan wajahnya padaku.

”Changmin-ah apa yang kau lakukan?”seruku.

”Benar kau tidak mau menjadi istriku…”serunya sambil mendekatkan wajahnya.

Aku berusaha menghindar dari tatapan matanya yang aneh, Changmin-ah apa yang akan dia lakukan?

 

Kyu POV

Mwo!apa yang dia lakukan pada Yong Soon! Aku benar-benar kesal melihat pemandangan di depanku. Apa yang di lakukan Changmin pada Yong Soon! Aku berusaha melihat dengan jelas apa yang mereka lakukan. Sepertinya Changmin tidak main-main dengan ucapannya kemarin.

Ok kalau itu yang dia mau, akan aku buktikan kalau Yong Soon lebih menyukaiku dibanding dia.

Lalu setelah itu aku melihat mereka berdua pergi bersama dengan menaiki sepeda Changmin. Kenapa Yong Soon selalu saja pergi naik sepeda dengan Changmin begitu juga dengan pulangnya.

 

Changmin POV

Wajah ketakutan melihatku. Aku benar-benar ingin tertawa melihat ekpresinya yang ketakutan seperti itu, dia pikir aku akan berbuat macam-macam padanya.

”Changmin-ah…”serunya.

Aku pun langsung tertawa di depannya dan dia tampak terkejut.

”Ya!kau mengerjaiku ya!”serunya dengan wajah kesal.

Aku hanya bisa tertawa terbahak-bahak karena melihat ekpresinya yang seperti itu, dia sungguh ketakutan sekali tadi . aigoo, lucu sekali dia.

”Kau menyebalkan!”serunya sambil memukul bahuku.

”Aishh…sakit tau!”seruku namun kemudian aku tertawa lagi karena mengingat ekspresinya tadi.

Dia memandangku dengan kesal dan memanyunkan bibirnya sambil berjalan ke arah sepedaku.

”Ya!cepat berangkat..kau mau kita terlambat!”serunya dengan jutek.

Pasti dia masih kesal padaku, habisnya kenapa dia bisa berpikiran seperti itu. Ya ampun Yong Soon, kau ini polos sekali. Itu yang membuatku menyukaimu dan soal perkataanku tadi untuk menjadikanmu istirku, lihat saja akan kubuat itu menjadi kenyataan.

”Kenapa malah senyum-senyum sendiri..cepat berangkat!”serunya lagi.

Aku pun segera naik ke sepedaku dan melajukannya.

”Pegangan istriku…”seruku menggodanya lagi dan kembali dia memukul punggungku dengan tangannya.

”Jangan banyak bicara!”serunya.

Aku hanya terkekeh pelan menanggapinya. Senang sekali bisa menggodanya seperti ini.

 

Yong Soon POV

Sunggh menyebalkan Changmin itu! Bisa-bisanya disepanjang jalan dia terus mengodaku gara-gara tadi. Lagian kenapa aku tidak curiga kalau tadi dia Cuma mengerjaiku saja. Aku menatapnya yang sudah menghilang di belokan, seperti biasa dia akan pergi ke lapangan basket. Sampai kapan dia akan seperti itu terus, jangan-jangan nanti setelah lulus darisini dia akan tetap main basket disini karena terlalu mencintai lapangan basket ini.

Saat aku sampai dikelas aku melihat namja itu sedang asyik dengan PSP ditangannya. Huh aku jadi kesal melihatnya lagi gara-gara kemarin. Aku pun berjalan kemejaku dan menaruh tasku dengan kasar agar dia sadar aku datang. Namun meski aku sudah menaruh tasku dengan kasar dia tetap saja tidak bergeming. Huh dasar maniak game sampai tidak sadar sekelilingnya.

”Kyu-ya!”seruku memanggilnya.

Dia tetap diam dan fokus pada PSPnya. Aku pun memanggilnya lagi.

”Kyu-ya!”seruku lagi.

Benar-benar namja ini!

”Kyu-ya!”seruku memangginlanya dan sambil duduk di depannya.

”Waeyo?”tanyanya sambil melepaskan earphone yang dia gunakan. Pantas saja dari tadi dia tidak mendengar aku memanggilnya ternyata di sedang mendengarka lagu juga.

”Kenapa kau mengisi Prku?”tanyaku padanya mengenai kenapa buku Prku sudha terisi semua.

”Memangnya kenapa? Aku hanya iseng harusnya kau beruntung aku sudah mengisikannya…”serunya tanpa menoleh ke arahku.

”Ya!aku kan jadi tidak mengerti…kau ini membuatku semakin bodoh saja di pelajaran matematika dengan mengisikan Prku…”seruku lagi.

”Aisshh…kau ini cerewet sekali…mana bukumu…sini aku ajarkan…”serunya kali ini dia langsung memasukan PSPnya ke tasnya. Aku pun segera mengambil bukuku dan menunjukan padanya.

”PR ini kan mudah masa kau tidak bisa mengerti cara yang aku tulis…”serunya sambil menatapku.

”Ya sudah jelaskan saja!”seruku lagi.

Akhirnya dia menjelaskan caranya satu persatu. Aku tidak menyangka namja pecinta game ini pintar matematika.  Dia menjelaskan caranya satu persatu dengan cara yang mudah sehingga aku cepat mengerti. Aku mengangguk-anggukan kepalaku setiap dia bertanaya aku mengerti atau tidak. Sungguh dia sangat telaten mengajariku yang agak sedikit kurang dalam pelajaran ini, biasanyakan dia kalau biacar ketus dan dingin tapi saat mengajariku dia benar-benar bicara dengan lembut dan tidak marah jika aku tidak mengerti

 

Kyu POV

Gadis ini benar-benar tidak mengerti sama sekali!untunglah aku sabar mengajarinya. Sesekali dia menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mengerti dan aku harus menjelaskannya kembali sampai dia mengagukan kepalanya tanda dia mengerti.

”Nah seperti itu…sekarang kau mengerti?”tanyaku memastikan untuk yang terakhir kalinya.

”Ne..gumawoyo Kyu-ya…”serunya sambil tersenyum menatapku.

Aigoo, senyumnya manis sekali. Baru kali ini dia tersenyum padaku semanis itu, biasanya dia hanya menunjukan wajah kesalnya padaku.

’kau harus menjauhinya Kyu’ perkataan Teukie hyung kembali terngiang dipikiranku. Ah mianhe hyung aku tidak bisa, sudah terlambat sekarang untuk menjauhinya karena aku sudah terlanjur jatuh cinta padanya.

”Oh ya hari ini aku mau ke rumahmu…”seruku.

”Mwo?untuk apa?”tanyanya.

”Aku sudah janji pada adikmu untuk membawakan beberapa kaset game milikku…”seruku lagi.

”Dasar maniak game!terserah kau saja tapi aku tidak pulang denganmu…aku mau pulang dengan Changmin…”serunya.

Changmin lagi, Changmin lagi…kenapa dia lebih senang pulang dengan Changmin ketimbang bersamaku.

”Ya!kenapa kau lebih senang pulang dengan Changmin naik sepedanya?”tanyaku padanya.

”Karena itu sudah kebiasaanku sejak kecil…”jawabnya singkat dan setelah itu kembali ke mejanya.

Jadi dia sudah berteman dengan Changmin sejak kecil, pantas mereka dekat sekali. Naik sepeda? Dia suka naik sepeda. Hemm.

 

 

Yong Soon POV

”Yong Soon-ah mianhe hari ini aku tidak bisa pulang denganmu aku ada latihan lagi…”seru Changmin padaku ketika bel sekolah berbunyi.

”Ah ne ara…”jawabku dengan malas.

”Nanti sepulang latihan aku mau mampir ke rumahmu…”seru Changmin lagi.

”Untuk apa?”tanyaku lagi.

”Ya!kau ini bisa tidak sih merasa senang jika aku berkunjung ke rumahmu…”serunya sambil mencubit pipiku. Kebiasaan sekali dia melakukan itu.

”Bagaimana mau senang hampir setiap hari kau ke rumahku…”seruku sambil mengelus pipiku yang sakit karena dicubit olehnya.

”Aku kan calon suamimu…”serunya lagi.

Dia mulai lagi menggodaku. Aisshh tidak puas-puasnya dia menggodaku. Aku hendak memberinya pelajaran namun dia langsung mengacak-acak rambutku lalu beralari keluar kelas.

Aku melirik ke arah Kyu yang masih membereskan tasnya, apa dia memang mau ke rumahku ya? Tanya atau tidak ya? Ah nanti dia pikir aku berharap dia kerumahku.

”Mwo?”tanyanya padaku karena menyadari sejak tadi aku memperhatikannya.

”Ah anni…kau jadi kerumahku?”tanyaku akhirnya bertanya juga padanya.

”Waeyo? Kau berharap aku kerumahmu…”serunya membuatku menyesal telah bertanya padanya. Harusnya tadi aku tidak usah bertanya padanya saja, jawaannya benar-benar sama seperti yang aku pikirkan.

”Percaya diri sekali dirimu! Aku hanya bertanya saja!”seruku sambil menayampirkan tasku dan berjalan keluar.

”Yong Soon-ah…”serunya memanggilku.

”Ayo…”serunya kembali menarik tanganku. Orang ini senang sekali main tarik-tarik saja tanganku.

Akhirnya kami pulang bersama.

 

Seperti sudah kuduga sebelumnya dia langsung asyik bermain dengan adikku. Dua orang ini kenapa bisa seakran ini padahal mereka baru dua kali bertemu, apa mungkin gara-gara mereka memiliki kesukaan yang sama? Sepertinya begitu. Daripada aku memperhatikan mereka bermain dan malah membuatku mengangtuk lebih baik aku mengerjakan PR yang tadi.

Aku segera mengambil bukuku di kamar dan mengerjakan Prku tidak jauh dari tempat mereka bermain.

Aisshh apa aku benar-benar babo, rasanya soal ini sulit sekali. Aku kembali membuka PR kemarin yang Kyu ajarkan tadi pagi tapi tetap saja aku tidak bisa mengerjakannya, apa berbeda ya? Aku menagack-acak rambutku frustasi.

Aku melihat dua orang itu masih asyik bermain, terkadang mereka berteriak jika kalah ataupun menang. Kompak sekali mereka. Tanpa aku sadari aku kembali memperhatikan Kyu, kenapa ya akhir-akhir ini aku sering sekali memperhatikannya? Kalau dipikir-pikir hampir seminggu ini aku lebih banyak menghabiskan waktuku bersama namja ini, tidak biasanya aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan namja selain Changmin. Sudah sebulan aku mengenalnya, pribadinya sungguh unik, kadang dia bisa lembut kadang sangat dingin.

”Ya!aku menang!”serunya sambil tertawa lepas.

Dia seperti anak kecil, masa hanya menang main game sampai sesenang itu, tanpa aku sadari aku tersenyum sendiri melihat tingkahnya. Aisshh apa yang aku pikirkan? Kenapa ya namja ini selalu saja membuat jantungku berdegup lebih cepat setiap di dekatnya dan setiap sikapnya padaku yang terkadang bisa sangat berubah-ubah setiap waktu dari yang dingin sampai sangat perhatian. Aigoo, kenapa aku malah memikirkan dia sih? Anni…anni..aku tidak boleh menyukainya…tapi sepertinya aku menyukainya >///<

”Yong Soon-ah…”seru sebuah suara membuatku tersentak dari lamunanku tadi.

Aku melihat Changmin menyembulkan kepalanya dari balik pintu. Setelah dia melihatku dia langsung masuk tanpa aku suruh, kebiasaannya yang menganggap rumah ini adalah milikinya. Namun dia langsung terkejut begitu melihat Kyu sedang duduk bermain game bersama adikku.

”Dia?”tanya Changmin dengan wajah yang sedikit tidak suka dengan kehadiran Kyu, mereka berdua kenapa sih selalu saja menunjukan wajah tidak suka mereka satu sama lain, sebenarnya ada apa diantara mereka.

”Dia punya hobi yang sama dengan adikku…”seruku padanya.

”Oh…”jawabnya singkat lalu duduk disampingku.

”Apa yang kau lakukan?”tanyanya lagi.

”Mengerjakan PR…”jawabku.

”Pasti tidak bisa…kau ini selalu saja…sini aku bantu…”serunya sambil mengacak-acak rambutku.

”Ya!kau ini sudah suka mencubit suka juga mengacak-acak rambut orang…”seruku sambil merapikan rambutku yang berantakan.

Dan dia hanya menjulurkan lidahnya. Kemudian dia mengambil bukuku dan membacanya sebentar lalu dia mulai mengajariku.

 

Kyu POV

Yong Soon berbicara dengan siapa? Pikirku. Aku mendengar Yong Soon berbicara dengan seseorang, aku melongok ke ruangan depan dan mendapati Yong Soon sedang bersama Changmin. Apa yang dilakukan makhluk itu disini.

”Ji Won-ah…kau main sendiri dulu ya…”seruku pada Ji Won dan gadis kecil itu pun mengangguk.

Aku segera berjalan menghampiri mereka.

”Ehmm!”seruku pada mereka dan mereka menoleh padaku.

Seperti biasa Changmin akan menatap tajam ke arahku.

”Sedang apa kau?”tanyaku pada Yong Soon.

”Mengerjakan PR…kau sudah selesai main?”tanyanya.

Aku tidak menjawab dan malah duduk disampingnya. Changmin terlihat tidak suka dengan itu tapi aku tetap duduk disampingnya dan melihat pekerjaannya.

”Ini terlalu sulit…aku punya cara yang lebih mudah…”seruku sambil tetap melihat pekerjaanya tapi aku bisa merasakan kalau Changmin tampak tidak suka dengan hal itu, aku bisa membaca isi pikirannya itu.

Yong Soon hanya menatapku bingung. Aku pun segera menuliskan caraku di bukunya dan mulai menjelaskan padanya. Aku bisa melihat Changmin menjadi kesal karenanya. Hahaha lihat siapa yang bisa mendapatkan hati Yong Soon.

 

”Wah akhirnya selesai juga…Gumawo…”serunya senang.

”Kepada siapa?”tanya aku dan Changmin bersamaan.

Ya kenapa bisa bersamaan seperti itu. Yong Soon hanya menatapku dan Changmin bergantian.

”Kau mengucapkan terima kasih pada siapa?”tanyaku mengulang pertanyaanku tadi.

”Tentu saja padaku…”seru Changmin sambil menatap sinis ke arahku.

”Ya!kau membantunya dengan cara yang sulit…aku mengajarkannya dengan cara yang lebih mudah dimengerti untuknya…”seruku tidak mau kalah.

”Aku yang mengajarinya lebih dulu…”serunya lagi.

”Ya!kalian berdua ini…hanya masalah itu saja sampai bertengkar…aku ingin mengucapkan terima kasih pada kalian berdua karena telah membanntuku mengerjakan PR…gumawoyo chingudeul..”serunya pada kami berdua.

Harusnya kan dia berterima kasih hanya padaku.

 

 

 

 

Yong Soon POV

Akhirnya mereka pulang juga. Aku segera menutup pintu rumahku begitu melihat mereka sudah menghilang. Mereka itu selalu saja tidak pernah akur.

”Onnie…Oppa sudah pulang ya?”tanya Ji Won padaku yang masih di depan pintu.

”Oppa yang mana?”tanyaku padanya

”Dua-duanya…”jawabnya.

”Mereka sudah pulang semua…”jawabku sambil berjalan melewatinya masuk ke dalam untuk menyiapkan makan malam.

Saat aku sedang memaskan Ji Won menghampiriku dan memperhatikanku.

”Onnie….onnie mau pilih yang mana?”tanya Ji Won tiba-tiba.

”Ne?”tanyaku sambil menoleh padanya.

”Ya…Onnie mau pilih siapa Kyu Oppa atau Changmin Oppa…mereka berduakan suka sama Onnie…”seru Ji Won sambil tersenyum padaku.

”Kau ini masih kecil jangan bertanya seperti itu…”jawabku singkat tanpa memperhatikannya lagi. Dasar anak kecil sudah bertanya yang aneh-aneh!

”Onnie sama Kyu Oppa saja…Kyu Oppa sangat perhatian sekali pada Onnie…jangan sama Changmin Oppa…dia itu milikku..”serunya lagi.

”Aisshh Ji Won-ah…apa sih yang kau bicarakan…sudah sana nonton tv saja…kau mengangguku memasak tau…”seruku mengusirnya.

Anak itu, bisa-bisanya dia  berbicara seperti itu. Aku sedang menyiapkan sup kimchi, kenapa aku malah kepikiran perkataan Ji Won tadi ya? Kyu atau Changmin? Aisshh apa yang aku pikirkan sih? Ya aku menyukai mereka berdua, Changmin yang selalu baik padaku dan Kyu yang sangat perhatian padaku meski terkadang hal itu malah membuatku kesal. Tapi akhir-akhir ini kenapa perasaanku pada Kyu semakin bertambah ya? Omo apa jangan-jangan aku jatuh cinta padanya?(~.~) andwe!! Hufft untung besok libur, aku tidak perlu melihat mereka berdua.

 

 

Kyu POV

”Hyung..”seruku sambil membuka pintu kamar Donghae hyung.

”Wae?”tanya seseorang menepuk bahuku dari belakang.

Ternyata Donghae hyung yang ada dibelakangku. Mengagetkanku saja.

”Pinjam sepeda dong?”seruku padanya.

Di keluarga ini yang bisa naik sepeda hanya Donghae hyung sehingga hanya dia yang memiliki sepeda. Sedangkan aku, dulu bisa tapi entahlah sekarang bisa atau tidak. Aku ingin mengajak Yong Soon jalan-jalan besok naik sepeda.

Donghae hyung menerutkan dahinya bingung.

”Ya!ada angin apa kau mau meminjam sepedaku? Setahuku sejak kau jatuh waktu main sepeda dulu kau tidak mau menyentuh yang namanya sepeda lagi…”seru Donghae hyung heran melihat tingkahku.

”Ah…aku sekarang ingin naik sepeda lagi hyung memangnya tidak boleh…”jawabku.

Donghae hyung masih menatapku heran tapi kemudian dia mengangguk memperbolehkanku meminjam sepedanya.

Aku pun segera pergi mengambil sepedanya namun Donghae hyung tiba-tiba memanggilku.

”Apa karena Yong Soon?”tanya Donghae hyung sambil tersenyum jahil.

”Ah..aniyo…”ucapku sedikit gugup karena dia sekarang sedan tersenyum penuh arti padaku dan membuat mukaku merah.

”Sudahlah hyung…”seruku sambil berlalu pergi. Aku masih mendengar Donghae hyung yang tertawa. Menyebalkan sekali dia itu.

Begitu melihat sepeda itu aku berpikir, aku masih bisa tidak ya? Sudah lama sekali sejak terkahir kali aku menggunakan sepeda ini. Waktu itu aku ingat, aku sedang bermain sepeda dengan Donghae hyung dan Eunhyuk hyung di dekat hutan belakang namun tiba-tiba sepedaku tersandung akar pohon yang menyembul di tanah dan membuatku terjatuh sehingga kakiku sobek, sejak saat itu aku tidak mau lagi menyentuh yang namanya sepeda tapi kali ini aku harus kembali mennyentuh yang namanya sepeda karena Yong Soon.

”Kau sedang apa Kyu?”tanya Eunhyuk hyung yang tiba-tiba saja sudah ada disampingku, kulitnya berkilauan karena terkena sinar matahari.

”Aisshh..silau hyung…”seruku mengolok-oloknya.

”Kau ini…”serunya sambil mengacak-acak rambutku.

”Kau mau naik sepeda lagi Kyu?”tanya Eunhyuk hyung lagi.

”Ah..ne..sepertinya enak naik sepeda…”jawabku seadanya karena aku tahu pasti dia akan bertanya yang macam-macam padaku, lebih baik aku langsung mengutarakan tujuanku.

”Wah..kau sudah tidak trauma lagi ya…baguslah..naik sepeda itu bagus…bagaimana kalau kita bersepeda bersama ke hutan…”ajak Eunhyuk hyung padaku.

Hutan? Jalan itu? Kalau aku jatuh lagi  bagaimana? Aisshh aku memang sedikit trauma dengan sepea karena pernah terjatuh. Ya Kyu itukan cerita waktu kecil sekarang kau tidak mungkin jatuh. Setelah menimbang-nimbang akhirnya aku pun menyetujui ajakannya itu.

”Pakai jaket ya hyung…silau tau…nanti aku jatuh lagi…”seruku kembali mengolok-olok kulitnya yang berkilau jika terkena sinar matahri.

”Aisshh kau ini…aku ambil jaketku dulu…”serunya kemudian masuk ke dalam rumah.

Tak lama kemudian dia sudah kembali lagi dengan mengenakan jaket sepertinya dia mematuhi perkataanku. Hehe.  Akhirnya kami pun bersepeda ke dalam hutan.

 

Author POV

Seorang pria sedang mengamati dengan seksama dua orang yang sedang bersepeda masuk ke dalam hutan, seluruh tubuhnya tertutupi oleh jubah hitam, dia duduk diatas pohon dan mengamati kedua orang itu. Senyum misterius tersungging di bibirnya.

”Sepertinya gadis yang kemarin kutemui adalah gadis yang dibicarakan si Jonghyun..hemm sekarang aku tidak meragukan kemampuan Jin Ki meramal…benar-benar akurat…permainan sebentar lagi akan dimulai…”gumamnya.

Pria itu terus saja mengamati dua orang yang sedang bermain sepeda. Lalu tiba-tiba salah seorang dari mereka berhenti. Heechul merapatkan jubah yang dia pakai, agar tidak ketahuan oleh laki-laki itu. Heechul berpikir pasti dia menyadari keberadaanya. Heechul terus mengawasi apa yang dia lakukan, takut kalau laki-laki itu akan menemukannya. Dia memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan laki-laki itu di balik jubahnya.

”Kalung itu? Aku seperti pernah melihatnya…”gumam Heechul begitu melihat laki-laki itu melepaskan kalung yang dipakainya. Heechul berpikir keras mengingat-ingat dimana dia pernah melihat kalung tersebut. Namun tiba-tiba laki-laki itu menengok ke arah pohon tempat Heechul bersembunyi, menyadari dia hampir ketahuan. Heechul pun langsung menghilang.

Kyu POV

Kenapa aku seperti mencium bau vampir disini, aisshh gara-gara memakai kalung ini penciumanku agak sedikit terganggu. Maka aku pun melepas kalung ini dan membaui udara sekitarku. Benar ini bau vampir murni dan sepertinya aku kenal bau ini, seperti Heechul hyung, apa dia ke rumah lagi, anni dia disini. Aku mengedarkan pandanganku mencarinya, lalu aku melihat ke sebuah pohon dimana bau itu cukup kuat. Aku berjalan menuju pohon itu dan hendak naik namun tiba-tiba sebuah tangan menepku bahuku.

”Ya!kenapa berhenti?”tanya Eunhyuk hyung.

”Hyung…tadi sepertinya aku menicum bau Heechul hyung…kau menciumnya?”tanyaku padanya.

Dia hanya menggeleng dan kemudia memperhatikan kalung yang aku pegang.

”Kua pakai kalaung Kyu?”tanyanya.

”Ne..ini dari Teukie hyung…”seruku sambil kembali memakai kalung itu. Teukie hyung bilang tidak boleh ada yang tahu untuk apa kalung ini. Untunglah Eunhyuk hyung tidak bertanya yang macam-macam.

”Sebaiknya kita kembali…Wookie sudah menyiapkan makan siang…”seru Eunhyuk hyung sambil berjalan menuju sepedanya.

Aku menagmati pohon itu sebentar, masih tersisa baunya. Kenapa Heechul hyung mengikutiku ya? Mungkin itu hanya perasaanku saja.

”Kyu..kajja..palliwa…”serunya sambil melajukan sepedanya.

Aku segera naik ke sepdaku dan pulang ke rumah.

 

Keesokan harinya. Aku sudah bersiap-siap dengan membawa sepeda Donghae hyung ke mobil, hari ini aku berniat untuk mengajak Yong Soon jalan-jalan ke suatu tempat yang tidak jauh dari rumahnya dengan naik sepeda.

”Hyung aku ikut ya?”seru sebuah suara yang tiba-tiba sudah ada disampingku tersenyum dengan sangat lebar sammpai-sampai matanya hilang. Siapa lagi dirumah ini yang memanggilku hyung kalau bukan anak ini. Ya si Mochi, untuk apa dia mau ikut-ikutan segala.

”Mwo?”tanyaku menunjukan wajah tidak suka jika dia ikut.

”Aku tidak akan menagnggu kencan hyung aku hanya mau pergi ke taman dekat rumah Yong Soon noona itu loh…aku mau ini…”serunya sambil mengacungkan kameranya.

”Ara…kajja…”ajakku langsung.

Aku harus buru-buru pergi agar tidak dilihat oleh hyung-hyungku yang lain, bisa-bisa mereka bertanya yang macam-macam padaku, apalagi Teukie hyung yang menyuruhku untuk menjauhi Yong Soon, kalau dia tahu aku pergi menemuinya dia pasti akan memarahiku.

Aku turun di taman yang memang tidak jauh dari rumah Yong Soon setelah itu aku mengambil sepedaku. Henry sudah mulai asyik dengan kameranya.

”Kalau kau mau pulang duluan…pulang saja…ini kunci mobilnya…”seruku sambil melemparkan kunci mobil itu pada Henry.

Dia menangkapnya sebelum jatuh ke tanah.

”Ne hyung…semoga kencanya menyenangkan…”serunya sambil tersenyum dan melambai padaku. Aisshh menyebalkan sekali bocah itu.

 

Yong Soon POV

Hari libur yang menyenangkan, aku menghriup udara pagi yang masih segar. Hemm rasanya menyenangkan sekali. Aku sedang menyiram tanaman di depan rumahku. Sampai tiba-tiba seseorang memberhentikan sepedanya di depan rumahku. Omo!untuk apa dia kesini!

”Annyeong…”serunya sambil melambai dan tersenyum.

”Neo!!apa yang kau lakukan disini!”seruku sambil menunjuknya dan dia masih tetap tersenyum sambil melambaikan tangannya.

”Memangnya aku tidak boleh kemari…aku mau bicara sesuatu padamu…”serunya dengan wajah polosnya itu. Memuakkan sekali setiap kali dia memamerkan wajahnya yang polos itu.

Dia pun turun dari sepedanya dan berjalan ke arahku.

”Yong Soon-ah…ada siapa? Kenapa tidak disuruh masuk?”seru Ibuku yang keluar dari dalam rumah dan melihat Kyu yang berdiri disampingku.

”Annyeonghaseyo ahjumma…joneun Lee Kyuhyun-imnida…”seru Kyu sambil membungkuk lalu tersenyum pada ibuku. Hufft, anak ini selalu saja seperti itu setiap berkenalan dengan orang lain, menunjukan wajah sok manisnya.

”Temannya Yong Soon ya?”tanya ibuku padanya.

”Ne…”jawab Kyu masih tersenyum. Pintar sekali dia mengambil hati orang lain.

”Masuklah dulu…”seru ibuku menawarinya masuk ke rumah.

”Andwe..umma aku mau pergi dulu dengannya….”seruku langsung menarik tangannya pergi, dia hanya bisa bingung menatapku. Aku segera menyuruhnya melajukan sepedanya.

”Umma..aku pergi dulu ya….annyeong…”seruku kemudian menepuk punggunggnya untuk jalan.

 

”Ya!kenapa aku tidak boleh mampir ke rumahmu…ibumu kan menyuruhku masuk…”serunya sambil mengayuh sepeda, entah mau kemana.

”Andwe…tidak usah….kau mau bicara apa padaku…rumahmukan jauh darisini kenapa kau naik sepeda?”seruku to the point menanyakan untuk apa dia ke rumahku.

”Tadi aku sedang jalan-jalan dengan Henry di taman dan kebetulan aku ingat rumahmu dekat dengan taman itu kan…ya kau ini, aku mau berkunjung malah kau bertanya seperti seakan tidak menerimaku…”serunya lagi.

”Ah sudahlah..mau apa?”tanyaku lagi penasaran dengan apa yang ingin dia katakan.

”Tidak ada..aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan…”serunya sambil menoleh ke arahku dan tersenyum.

Ya ampun namja ini benar-benar deh, kenapa dia selalu saja seperti itu, kadang dingin dan tiba-tiba hangat seperti ini dan hal itulah yang seringkali membuat jantungku berdegup sangat kencang.

”Ya!kau mau membawaku kemana?”tanyaku penasaran.

”Lihat saja nanti!pegangan!”serunya kemudian dia langsung mengayuh sepedanya lebih cepat dan itu membuatku kehilangan keseimbangan, aku pun dengan segera memegang bagian belakang bajunya. Dia hanya terkekeh pelan. Dasar Kyu!

Namun tiba-tiba dia malah menarik tanganku untuk melingkari pingangganya. Aku terkejut dengan perlakuannya namun saat aku ingin menarik tanganku dia menahannya. Dia mengenggam tanganku sangat erat dan entah kenapa aku diam saja dia memperlakukanku seperti itu, aku merasakan jantungku berdegup kencang dan tanpa sadar aku malah melingkarkan tanganku yang satunya lagi.

Selanjutnya kami lebih banyak diam, dia fokus dengan mengayuh sepdanya sementara aku berusaha meredam debaran jantungku yang semkin tidak terkendali. Aku yakin saat ini wajahku sudah sangat memerah. Omo kenapa aku seperti ini ya?

Kami sampai di sebuah jalan yang disampingnya banyak sekali pohon berjajar. Indah sekali. Aku tidak tahu kalau ada tempat seindah ini dekat rumahku. Sepertinya aku tidak pernah kemari bersama Changmin. Pasti akan lebih indah jika datang kesini saat musim gugur karena daun-daunnya pasti akan berguguran seperti hujan daun. Huwaa pasti indah sekali, daun-daun berwarna coklat yang turun seperti hujan. Ucapku dalam hati sambil memandangi sekelilingku.

Tak lama kemudian dia berhenti.

”Sudah sampai…”serunya sambil tersenyum namun dia terlihat sedikit kikuk apa karena tadi ya. Omo wajahku pasti sudah merah sekarang!

Ternyata dia membawaku ke sebuah padang rumput yang luas sekali, sungguh sangat indah. Banyak bunga yang bermekaran, tentu saja ini kan masih masuk musim semi. Aku tidak menyangka tak jauh dari rumahku ada padang rumput seperti ini. Kenapa dia bisa tahu ya? Pikirku.

”Kau suka?”tanyanya yang tiba-tiba sudah ada disampingku.

”Ah ne…”jawabku sedikit gugup.

”Ini tempat rahasiaku…”serunya sambil memiringkan wajahnya menghadapku dan tersenyum. Lama-lama seperti ini bisa membuatku pingsan.

 

 

Kyu POV

Kami sama-sama terdiam sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Kami sedang duduk bersandar pada pohon, dia duduk diampingku menatap lurus ke depan, sepertinya dia benar-benar menikmati pemandangan disini.

”Disini akan lebih indah saat musim gugur…”ucapku padanya dan membuatnya menoleh padakau.

”Jeongmal?wah aku ingin melihatnya…”serunya sambil tersenyum manis sekali.

”Nanti akan aku bawa kau kemari lagi saat musim guru..ara?”seruku padanya.

”Yaksok?”tanyanya lagi.

”Yaksokhe…’ucapku semangat.

”Jamkaman tapikan ini tempat rahasiamu…kenapa kau memperlihatkannya padaku?”tanyanya.

Aku hanya terkekeh pelan sebelum melanjutkan kata-kataku.

”Gwenchana…aku juga sudah melihat tempat rahasiamukan…jadi sekarang impas aku tidak merasa bersalah lagi…”seruku padanya.

”Huh dasar!”serunyan sambil menatap lurus ke depan. Kami kembali terdiam. Dia sesekali tersenyum. Sepertinya dia senang sekali aku ajak kemari.

”Yong Soon-ah…”panggilku.

”Ne?”dia menoleh padaku.

”Kenapa kau butuh tempat rahasia?”tanyaku penasaran kenapa dia sering pergi ke atas atap sekolah.

Dia terdiam kemudian menghela nafas.

”Banyak hal yang tidak bisa kuceritakan pada teman-temanku dan di atas atap sekolah lah seakan aku bisa menceritakan semua hal itu…”serunya dengan mata menerawang.

Pasti ini soal ayahnya. Sepertinya dia sangat sayang pada ayahnya, tidak dia juga sangat sayang pada keluarganya. Dia sangat perhatian sekali pada mereka. Aku tahu dia kerja part time untuk membiayai sekolahnya, Henry pernah cerita seperti itu, aku tidak menyangka gadis yang dia ceritakan dulu adalah Yong Soon. Henry sangat mengagumi gadis ini dan setiap pulang sekolah dia pasti bercerita tentang gadis ini di depan kami semua.

”Tapi kau tahu aku merasa aneh…dengan mudahnya aku menceritakan masalahku bahkan menangis di depan namja yang baru kukenal saat itu…aneh sekali…”serunya sambil menoleh ke arahku dan tersenyum.

”Siapa namja itu?”tanyaku tidak mengerti apa yang dia bicarakan, jujur ada perasaan sakit di hatiku begitu dia menyebut seorang namja itu.

Dia terlihat terkejut mendengar pertanyaanku dan ekpresinya langsung berubah kesal.

”Ya!kau ini pura-pura ya..huh kau ini menyebalkan sekali!”serunya kemudian berdiri.

Ya kenapa dia malah marah, aku segera beranjak dari dudukku dan berniat untuk mengejarnya namun…

”Aww…”seruku tanganku terkena ranting dan membuatnya tergores. Aku melihat darah berwarna hitam mulai mengalir. Gawat dia tidak boleh melihatnya. Sial sekali. Cepat tertutup lagi. Ayolah!ucapku sambil berusaha menahan rasa sakit di tanganku.

”Kyu..gwenchana…tanganmu terluka…”seru Yong Soon yang sudah ada disampingku.

”Ah aniyo..aku baik-baik saja…”jawabku cepat dan menyembunyikan tanganku agar dia tidak melihatnya. Dan jangan sampai dia melihatnya karena tentu aku tidak mungkin menjelaskan padanya siapa aku dan juga jangan sampai mengenai kulitnya karena darahku seperti racun untuk manusia. Aku segera mengelap tanganku yang satu lagi ke bajuku karena ada bekas darah disana.

”Kyu mana tanganmu…sini aku obati…”serunya berusaha menarik tanganku.

”Ah andwe…aku baik-baik saja….”jawabku cepat.

Sial, darahnya masih mengalir, aisshh kenapa tidak sembuh juga sih, apa lukanya dalam ya.

”Kyu-ya…berikan tanganmu aku mau lihat…”serunya lagi.

Aku hanya menggeleng namun dia langsung menarik tanganku. Andwe! Saat dia melihat tanganku dia tampak terkejut. Matilah aku!

”Sepertinya memang tidak apa-apa…”serunya membuatku melihat tanganku dan benar saja lukanya sudah tertutup. Aisshh sial sekali untung segera tertutup.

”Ya kan apa kubilang…”seruku.

”Habisnya tadi kau berteriak kencang sekali…”serunya lagi.

Aku hanya bisa tersenyum. Untung saja dia tidak melihatnya. Kemudian dia terdiam lagi.

”Mianhe….apa aku berbuat salah padamu tadi?”tanyaku padanya.

”Ah…aniyo…kau tidak salah aku hanya…ah sudahlah Kyu…”serunya sambil tersenyum dan menatap kelangit sambil memejamkan matanya.

Entah kenapa tiba-tiba tanganku mengenggam tangannya yang diletakkan disampingnya. Dia menoleh ke arahku.

 

 

 

Yong Soon POV

Aku merasakan tangannya mengenggam tanganku, tangannya dingin dan itu membuatku menoleh. Dia menatapku lekat-lekat dengan pandangan matanya yang lembut itu. Membuat jantungku berdetak 10 kali lebih cepat.

”Saranghae…”ucapnya membuatku kaget dan hanya bisa terdiam. Apa yang dia katakan barusan? Aku seperti mencerna kata-katanya barusan.

”Jeongmal saranghae Yong Soon-ah…”serunya lagi masih menatap mataku dalam-dalam, dia terdiam menunggu jawabanku.

Apa yang harus aku jawab? Bagaimana sebenarnya perasaanku padanya? Ya Tuhan apa jawabanku. Aku menunduk, memikirkan apa yang harus aku jawab. Entah kenapa jujur saat dia mengatakan itu, aku merasa senang dan seperti sesuatu yang mengganjal selama ini seperti lepas. Apakah itu berarti aku juga mencintainya? Jadi perasaanku pada Changmin hanya sekedar perasaan suka kepada seorang teman sedang yang aku cintai adalah Kyu? Ottohke? Ya aku memang merasa berbeda setiap ada disampingnya, aku selalu merasakan hal aneh, sama seperti saat itu kenapa aku bisa begitu mudahnya menangis di depannya saat itu padahal aku baru mengenalnya beberapa hari tapi aku seperti sudah terikat padanya. Dan selalu saja setiap kejadian membawaku untuk bersamanya. apa itu takdir?

Aku memberanikan diri mendongak dan menatap wajahnya, dia masih menatapku dengan lembut. Aku mengehela nafas perlahan.

”Kyu-ya…aku tidak tahu perasaan apa ini atau mungkin ini memang takdir tapi entah kenapa hanya denganmulah aku bisa bercerita bahkan menangis di depanmu padahal saat itu aku baru mengenalmu dan sejak saat itu aku merasakan perasaan yang lain terhadapmu tapi aku tidak tahu apa…aku senang dengan perlakukanmu padaku meski kadang aku heran dengan perubahan sikapmu yang tiba-tiba tapi itu yang membuatku suka padamu…nado saranghae Kyuhyun-ah…”seruku sambil tesenyum padanya.

Dia terkejut mendengar perkataanku.

”Yong Soon-ah…jeongmal saranghae…”ucapnya lagi sambil tersenyum. Senyum yang selalu aku suka, senyum yang aku harap selalu dia sunggingkan.

”Nado Kyu-ah…”jawabku sambil tersenyum.

Tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya padaku. Aku memejamkan mataku. Saat aku merasakan hembusan nafasnya di wajahku tiba-tiba handphoneku berbunyi. Dia pun segera menjauhkan wajahnya. Aku bisa melihat mukanya berubah merah. Aku hanya tersenyum simpul lalu mengangakat telepon itu yang ternyata dari Hyo Hoon Onnie. Ada apa ya? Pikirku.

”Ne..Onnie..”

”…”

”Mwo?..ara..ara…”

”…”

”Aku akan kesana sekarang…”jawabku lalu menutup teleponnya.

”Waeyo?”tanyanya.

”Aku harus pergi Kyu..”jawabku dan segera berdiri.

”Aku antar…”serunya sambil menahan tanganku.

Ah andwe. Kyuhyun tidak boleh tahu kalau akau kerja part time, hari ini Hyo Hoon onnie butuh bantuanku karena hari ini pekerja yang biasa bekerja di hari libur sedang pergi dan sepertinya Onnie kerepotan menjaga tokonya sendirian dan dia meminta bantuanku. Lumayankan uang lembur tapi Kyuhyun tidak boleh tahu soal ini.

”Andwe…aku bisa pergi sendiri…”jawabku.

”Aniyo sekarang kau yeojachinguku dan aku harus mengantarmu…”serunya dengan wajah yang sangat serius dan aku hanya bisa mengikuti perkataannya.

”Kau mau kemana? Aku ambil mobil dulu ya…”seru Kyu sambil mengayuh sepedanya.

”Tidak perlu Kyu tempatnya dekat darisini…”jawabku aku tidak tahu harus menjawab apa. Bagaimana ini? Pasti dia akan tahu. Ya sudahlah mau disimpan bagaimanapun tetap akan ketahuan juga.

 

Kyu POV

Yong Soon menunjukan jalannya padaku dan tak lama kemudian kami sampai di depan sebuah toko es krim, mau apa Yong Soon kesini? Tanyaku dalam hati. Namun tiba-tiba aku melihat seseorang yang sangat ku kenal meski dia memakai kacamata dan jaket serta topi yang menutupi wajahnya namun aku tidak mungkin tidak mengenali kakakku sendiri. Ya itu Siwon hyung. Apa yang dia lakukan disini?

”Hyung…”seruku begitu melihatnya keluar.

Yong Soon yang ada disampingku terkejut mendengar aku memanggil pria yang keluar dari toko itu dengan sebutan ’hyung’.

Siwon hyung menatap kaget ke arahku, dia sedang bersama Hyo Hoon noona ternyata.

”Kyu-ya…”serunya kaget melihat kami bisa bertemu disini.

Dia menatapku sekilas lalu beralih pada Yong Soon yang masih bingung, mungkin dia bingung kenapa aku memanggil pria ini dengan sebutan ’hyung’, dia pasti tidak mengenali Siwon hyung.

Dan tiba-tiba Siwon hyung langsung menarik tanganku pergi.

”Kyuhyun-ah…ayo pergi…”serunya menarik tanganku.

”Hyung waeyo?”seruku berusaha melepaskan tangannya namun dia malah semakin memperatnya dan menarikku pergi.

”Yong Soon-ah nanti aku jemput ya…”seruku yang masih ditarik oleh Siwon hyung.

Aku berbicara tanpa suara mengatakan ’saranghae’ dan aku melihatnya tersenyum dan melambaikan tangannya padaku.

 

Yong Soon POV

Kenapa Kyuhyun memanggilnya hyung? Apa dia kakanya Kyuhyun? Tapi kenapa aku tidak mengenalinya ya…apa itu kakaknya yang belum aku lihat. Dan tiba-tiba dia menarik tangan Kyuhyun untuk pergi. Kyuhyun melambaikan tangannya dan aku pun membalasnya sambil tersenyum.

”Yong Soon-ah..apa kau dan Kyu pacaran?”tanya Hyo Hoon Onnie disampingku dengan pandangan menyelidik.

Aku hanya bisa terdiam tidak menjawab, aku masih malu untuk bilang padanya.

”Ada yang harus aku bicarakan denganmu…”serunya dengan wajah serius dan langsung menarik tanganku masuk. Kenapa dengan Hyo Hoon Onnie? Kenapa wajahnya sangat khawatir seperti itu.

 

Madeira…

Author POV

”Sudah dimulai…sebentar lagi…”seru Jonghyun sambil tersenyum penuh misteri.

Sementara itu Heechul tiba-tiba muncul sambil tersenyum dengan senyuman yang tak kalah misteriusnya.

”Gadis flower itu menarik..”ucapnya.

”Kau sudah bertemu dengannya?”tanya Jonghyun sambil menatap Heechul.

”Ne…kemarin di rumah mereka…hampir saja aku menghabisinya saat itu…darahnya terlalu menggodaku…untung aku sudah makan tapi tetap saja membuat kerongkonganku terasa panas…menurutmu menjadikannya bagian dari kita atau menghabisinya?”tanya Heechul pada Jonghyun.

Jonghyun mengerutkan keningnya.

”Kau tertarik menjadikan gadis itu bagian dari kita?”tanyanya.

”Flower..jika dijadikan bagian dari kita bukankah lebih bagus…mereka akan menjadi spesies langka dengan kekuatan yang sangat hebat bagaiamana menurutmu?”tanya heechul lagi.

Jonghyun terdiam sejenak seperti berpikir.

”Tapi apa kau akan tahan dengan bau darahnya…ingat flower akan tetap memiliki bau manusia mereka…”seru Jonghyun lagi.

Heechul tampak berpikir, benar juga apa kata Jonghyun, kemarin saja hampir dia menghabisi gadis itu. Bau darahnya terlalu menggoda, dia heran Kyuhyun sama sekali tidak tergoda bukankah dia yang paling labil diantara mereka semua. Ada sesuatu yang aneh dengan anak itu?

”Jonghyun-ah….aku heran dengan Kyu…kenapa anak itu sama sekali tidak terganggu dengan adanya gadis flower itu disampingnya?”seru Heechul lagi.

”Jeongmal? Tidak mungkin…dia harusnya terganggu…dia memiliki indra penciuman seorang vampir…”seru Jonghyun kaget mendengar perkataan Heechul.

”Dan ada satu lagi hal yang aneh…dia memakai sebuah kalung dan dari aura yang kalung itu pancarkan sepertinya berasala dari Madeira dan sepertinya aku pernah melihat kalung itu tapi dimana ya…”seru Heechul tampak bepikir.

”Apa kalung itu berliontinkan rubi merah?”tanya Jonghyun memastikan.

”Ne…kau tahu sesuatu?”tanya Heechul lagi.

”Sepertinya aku tahu soal kalung itu…”gumam Jonghyun.

Tanpa mereka sadari Taemin mendengar semua percakapan mereka dan dia pun segera berlari menuju ruangan Jin Ki untuk memberitahu semua yang dia dengar.

”Ahjussi…”seru Taemin panik.

Jin Ki yang sedang membaca di kursinya kaget melihat Taemin yang datang dengan wajah ketakutan.

”Waeyo?”tanya Jin Ki.

”Jonghyun ahjussi…”seru Taemin.

Taemin pun menceritakan semua yang dia dengar pada Jin Ki.

”MWO!”seru Jin Ki tidak percaya. Dia terduduk dikursinya. Bagaimana ini jangan-jangan Jonghyun sudah tahu pikirnya. Dia berusaha memikirkan jalan lain agar Jonghyin tidak curiga padanya.

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt part 12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s