FF: Love Is Really Hurt Part 11

  1. CONFESSION

 

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

Kyu POV

”Ya!apa yang kalian lakukan tadi!”seru Teukie hyung sekali lagi menanyakan hal itu pada kami, tidak lebih tepatnya hanya padaku. Untuk yang kesekian kalinya dia bertanya seperti itu padaku. Apa dia masih tidak percaya juga.

Aku seperti sedang diinterogasi oleh polisi, sedangkan hyung-hyungku yang lain hanya menatapku seakan aku adalah tontonan, menyebalkan sekali mereka ini. Benar-benar sial sekali kenapa Teukie hyung masuk disaat yang salah. Aku hanya bisa menunduk dan sesekali melirik ke arah Yong Soon yang terkadang melirikku dengan pandangan tajam seakan menyalahkanku. Ya, memangnya aku yang salah! Salah sendiri kenapa menarikku sehingga aku ikut jatuh.

”Kenapa diam saja!kenapa kalian ada di posisi seperti tadi!apa kalian melakukan hal yang aneh-aneh, hah!”serunya lagi.

”Aniyo hyung…itu tidak seperti yang hyung pikirkan…dia hanya terjatuh dan ikut menarikku…”seruku mencoba menjelaskan untuk yang kesekian kalinya lagi.

Teukie hyung terus-terusan bertanya padaku meminta penjelasan meskipun aku sudah menjelaskannya puluhan kali bahwa kejadian itu tidak disengaja. Tetap saja dia tidak mau percaya dan terus menunduhku tanpa membiarkan Yong Soon untuk ikut menjelaskan karena dia pikir aku yang salah. Siroh!

”Sudahlah hyung…kyu kan sudah menjelaskannya…aku percaya mereka tidak melakukan hal itu..lagipula di sudah dewasa kenapa hyung sampai khawatir seperti itu…”seru Han hyung angkat bicara.

Han hyung memang salah satu hyung terbaikku, dia percaya padaku.

”Ne hyung…apa kata Han hyung benar…Kyu kan sudah menjelaskannya…aku percaya padanya…”seru Donghae hyung lagi.

Ah, gumawoyo Hae hyung!kau memang hyung favoritku. Aku menatapnya dengan pandangan berterima kasih dan dia hanya mengedipkan matanya.

”Yong Soon-ah…Kyu tidak melakukan apa-apakan padamu?”tanya Eunhyuk hyung pada Yong Soon yang masih menunduk.

”Ah aniyo…dia tidak melakukan apapun..itu hanya kecelakaan yang tidak disengaja…”jawabnya sambil mendongak.

”Tuh kan hyung…mereka tidak berbuat apa-apa…”seru Eunhyuk hyung pada Teukie hyung.

Ternyata Eunhyuk hyung memang baik sekali bukan hanya sebagai partner in crimeku tapi juga dia mau menolongku dari ceramah panjang Teukie hyung.

Ya dia sudah berbicara selama 1 jam di depanku dan Yong Soon, masa aku harus mendengarnya berbicara satu jam lagi. Andwe! Masalahnya kali ini aku tidka bersalah.

”Hyung makan malam sudah siap!”seru Wookie hyung dari ruang makan.

Syukurlah, hari ini ke semua hyungku mau menolongku. Sekarang Wookie hyung mencoba menyelamatkanku. Teukie hyung masih berdiri di hadapanku, memandangku meski tidak dengan pandangan marah seperti tadi.

”Sudahlah hyung…sebaiknya kita makan dulu…”seru Zhoumi hyung menarik tangan Teukie hyung untuk segera pergi.

Teukie hyung tetap diam, lalu dia pun menghela nafas perlahan.

”Baiklah…aku percaya padamu…”serunya.

”Ah gumawoyo hyung…”seruku sambil tersenyum dengan wajah sangat senang. Hufft akhirnya penderitaanku berakhir.

Teuki hyung kemudian berjalan pergi meninggalkan ruangan, namun tiba-tiba dia berhenti dan menoleh ke belakang.

”Yong Soon-ssi…kau makan malam bersama kami saja?”serunya pada Yong Soon.

Aku melihat Yong Soon sedikit terkejut mendengar Teukie hyung berbicara padanya karena daritadi memang Teukie hyung sama sekali tidak berbicara padanya, memarahinya pun tidak, dia hanya menyuruhnya ikut duduk.

”Ah aniyo…aku akan segera pulang…”jawabk Yong Soon sedikit gugup.

Namun tiba-tiba Eunhyuk hyung langsung menarik tangan Yong Soon berdiri. Ya dasar playboy!gerutuku dalam hati.

”Anni…anni…kau harus makan malam bersama Oppa-Oppamu ini…”seru Eunhyuk hyung yang kemudian menarik tangan Yong Soon namun tiba-tiba Hae hyung langsung menjitak kepala Eunhyuk hyung.

”Ya!kau tidak lihat dibelakang ada yang marah!”seru Donghae hyung sambil tersenyum penuh arti padaku.

Aishh jangan-jangan dia bisa menebaknya lagi. Harusnya aku tidak cerita padanya saat itu.

”Oiya aku lupa…tidak apa-apa kan Yong Soon-ah…”serun Eunhyuk hyung sambil tersenyum pada Yong Soon dan Yong Soon hanya menanggapinya dengan wajah bingung.

Lain kali aku tidak akan membawanya kemari lagi. Kenapa jadi mereka yang mencari perhatian Yong Soon, menyebalkan sekali.

 

Yong Soon POV

Aku benar-benar merasa canggung makan malam bersama mereka. Apalagi setelah kejadian tadi, aku tidak menyangka kakak tertua Kyu akan melihat hal itu. Sungguh sekarang aku benar-benar malu, pasti mereka menganggapku yang aneh-aneh.

”Yong Soon-ssi…kau tinggal dimana?”tanya kakak tertua Kyu padaku.

Aku yang masih canggung dengan orang ini karena masalah tadi hanya menjawabnya dengan kikuk.

”Tidak jauh dari stasiun di kota…”jawabku singkat.

”Kau tinggal dengan siapa?”tanyanya lagi.

”Dengan ibu dan adik perempuanku…”jawabku.

”Ya!hyung biarkan dia makan dulu…kau ini bertanya seperti seorang polisi menginterogasi penjahat saja…”seru Wookie Oppa.

Dan membuat Teukie hyung mengembungkan pipinya kesal karena diinterupsi oleh adiknya.

”Ya!aku kan hanya ingin tahu saja…tidak apa-apa kan Yong Soon-ssi?”tanyanya padaku sambil tersenyum dan memperlihatkan lesung pipinya.

”Ah ne gwenchana Teuki-ssi..”jawabku sambil membalas senyumnya.

”Yong Soon-ah..kan sudah Oppa bilang panggil kami semua dengan Oppa…kau seperti bicara dengan rekan bisnis…”seru Donghae Oppa.

”Ah mian…”jawabku sambil tersenyum.

Aku melihat ke arah Kyu yang duduk disamping kananku sedari tadi menunjukan wajah kesalnya dan terkadang dia menatap tajam ke arahku. Ya!harusnya aku yang marah padanya karena telah melibatkanku dalam situasi ini. Untung saja mereka percaya apa yang dikatakan Kyu, kalau tidak bagaimana. Aku pasti di cap sebagai bukan gadis baik-baik. Nasib bukuku pun belum jelas. Hah ottohke? Apa yang akan aku lakukan besok? Ah sungguh sial bersama namja ini hari ini. Harusnya aku tidak usah ikut kesini. Huhuhu dia sungguh menyebalkan!gerutuku dalam hati.

”Apa kabar?”seru sebuah suara yang membuat kami semua menoleh kebelakang dan mendapati seorang namja ah bukan seorang yeoja. Kenapa wajahnya bisa mirip namja dan juga yeoja sih, sebenarnya dia namja apa yeoja?pikirku. dia berjalan turun dari tangga sambil menyunggingkan senyum, jujur senyumnya sungguh menyeramkan. Aku bisa merasakan suasan ruangan ini berubah menjadi tegang dan entah kenapa tiba-tiba Kyu sudah merapatkan duduknya denganku. Begitu juga Donghae Oppa yang ada disamping kiriku.

Dia berjalan semakin mendekat dan aku juga bisa merasakan kakak-kakak Kyu yang lain terlihat tegang. Kenapa dengan mereka?

Orang itu sudah sampai di hadapan kami dan menatap kami satu persatu dan tibalah matanya padaku dan dia terpaku melihatku sambil menaikan alisnya. aku baru menyadari setelah melihatnya dari dekat, matanya hitam dan kulitnya pucat sekali. Membuatnya terlihat menyeramkan sekali. Dia tersenyum padaku dengan senyuman yang sangat menyeramkan.

”Teukie…kau menyiapkan makananan untukku?”serunya mengalihkan pandangannya pada Teukie Oppa yang segera berjalan menghampiri orang ini.

”Dia tamu kami..”seru Teukie Oppa sangat dingin dan menatap tajam ke arah orang ini.

Apa yang mereka bicarakan? Aku tidak mengerti.

”Ara…aku sudah makan kok..aku kesini hanya ingin berkunjung melihat si bungsu…”serunya sambil menatap Kyu.

Aku melirik Kyu yang menatap tajam ke arah orang ini, aku baru sadar kalau Kyu sekarang sedang mengenggam tanganku, pantas daritadi aku merasa dingin. Apa dia setakut itu pada orang ini. Kyu semakin mengeratkan genggaman tangannya begitu orang itu berjalan lebih dekat padaku dan Kyu.

”Hemm sepertinya ada hubungan khusus disini?”seru orang itu lagi memperhatikanku dari atas sampai bawah dan tertuju pada tangan Kyu yang mengenggam tanganku. Aku berusaha melepaskan tangannya namun dia tetap mengenggamnya malah semakin erat. Dia terkekeh pelan kemudian duduk disalah satu kursi di meja makan itu.

”Sepertinya kalian tegang sekali menyambutku…hyuk kenap kau ketakutan seperti itu…”serunya pada Eunhyuk Oppa.

”Ah anni hyung…”jawab Eunhyuk Oppa singkat tapi jelas terlihat sekali bahwa dia ketakutan melihat orang yang dipanggilnya hyung ini. Apa dia salah satu kakanya Kyu juga?

Aku baru sadar bahwa semua orang disini memang memasang wajah seperti ketakutan, semuanya bahkan Kyu pun menunjukan wajah takutnya meski hanya sekilas terlihat di wajahnya tapi tidak dengan sikapnya yang benar-benar menunjukan bahwa dia sangat ketakutan. Daritadi dia tidak melepas genggaman tangannya yang sangat dingin. Itu menunjukan sepertinya dia takut. Memangnya kenapa dengan namja ini sampai mereka terlihat takut, hanya Teukie Oppa yang masih tenang.

”Ah kalian ini hanya diam saja…tidak suka aku datang…ya sudah lanjutkan saja kegiatan kalian…”serunya kemudian dia berdiri dan berjalan pergi, namun tiba-tiba langkahnya berhenti dan berjalan mendekatiku.

Aku merasakan Kyu menengang disampingku dan menarik tubuhku untuk merapat padanya. Kenapa dia? Aku menatapnya namun pandangan matanya tetap lurus ke depan.

Tiba-tiba orang itu semakin mendekat padaku dan terus mendekat, aku berusaha menjauhkan wajahku namun dia terus mendekat sehingga wajahnya hanya beberapa senti saja dari wajahku, aku tersentak kaget karena tiba-tiba dia mengelus pipiku dengan tangannya yang sangat dingin seperti es.

 

Kyu POV

Apa yang akan dia lakukan pada Yong Soon, aku melihat wajahnya mendekati wajah Yong Soon, aku bersiap jika terjadi sesuatu, aku akan memukulnya dengan tanganku yang bebas jika dia berani melakukan sesuatu pada Yong Soon, aku sudah bersiap melihatnya semakin mendekatkan wajahnya pada Yong Soon dan saat tangannya menyentuh pipi Yong Soon aku sudah siap untuk menghajarnya tidak peduli dia pamanku atau bukan, namun tanganku di tahan oleh Donghae hyung. Menyuruhku untuk tetap tenang.

’Ya Hyung bagaimana kalau dia melakukan hal itu pada Yong Soon’ seruku melalu pikiran berbicara pada Hae hyung.

’Heechul tidak akan melakukannya…dia tidak akan mau identitas vampir diketahui manusia..tenang saja…dia tidak akan gegabah…kami sudah siap jika terjadi sesuatu tapi aku yakin Heechul tidak akan melakukan hal itu..’seru Donghae hyung menjawab pertanyaanku.

Aku melihat kesampingku, wajah Yong Soon sangat tegang ketika Heechul mengelus pipinya berulang kali. Jujur aku tidak suka melihatnya melakukan hal itu pada Yong Soon, bukan karena aku takut dia akan melakukan sesuatu pada Yong Soon tapi lebih kepada aku cemburu, aku cemburu melihatnya diperlakukan seperti itu oleh pria lain, meski aku tahu maksud pria ini apa.

’Sabar…sabar..’ seru Hae hyung berbicara pada pikiranku.

Sabar, aku tidak bisa sabar bagaimana mungkin aku membiarkan gadis yang aku cintai diperlakukan seperti itu oleh  seorang pria.

Kemudian Heechul hyung terkekeh pelan.

”Manis sekali…tapi sayang sekali aku harus pergi…serunya sambil menatapku dan tersenyum dengan senyumannya yang khas.

Kalau bukan karena suruhan Hae hyung untuk bersabar aku pasti sudah memukulnya, aku tidak peduli nanti Yong Soon akan tahu siapa kami, aku hanya tidak suka dia diperlakukan seperti itu.

”Sering-seringlah main kesini…aku Kim Heechul….kau sungguh sangat manis…”serunya lagi sambil mengelus pipi Yong Soon sekali lagi dan itu benar-benar membutku kesal, namun kembali Hae hyung menahan tanganku.

”Baiklah..aku rasa aku menganggu kalian…aku pergi dulu…sampai jumpa manis…”serunya sambil tersenyum pnuh arti pada Yong Soon  dan dia pun berjalan ke arah pintu keluar. Sepertinya benar apa kata Hae hyung, Heechul hyung tidak akan bertindak gegabah dengan menunjukan siapa dirinya disini, buktinya dia menggunakan pintu keluar untuk pulang tidak seperti biasanya yang langsung menghilang.

Begitu Heechul hyung menghilang, aku bisa sedikit lega begitu juga hyung-hyungku yang lain yang sepertinya sangat tegang sejak tadi

 

Yong Soon POV

Entah kenapa aku merasa sedikit takut melihat senyuman terakhir yang diberikan oleh namja bernama Kim Heechul tadi. Kenapa namja itu begitu menyeramkan.

”Ah Yong Soon-ah..kau pasti bingung…tadi itu sepupu kami Kim Heechul namanya…dia memang sedikit aneh…mianhe kalau itu menganggumu…”seru Teukie Oppa yang kini sudah bisa tersenyum.

”Ah ne…gwenchana oppa…”jawabku sambil tersenyum.

”Nah sekarang kau habiskan makananmu dulu baru pulang…ini aku yang masak loh…”seru Wookie Oppa kembali duduk dikursinya diikuti oleh yang lain.

Aku pun mengikuti mereka untuk duduk lagi. Sepertinya mereka sudah kembali normal lagi seakan tidak ada kejadian tadi dan wajah takut mereka sekarang sudah kembali dengan wajah ceria mereka. Eunhyuk Oppa yang sedari tadi ketakutanpun sekarang sudah berebut makanan dengan Wookie Oppa.

”Gwenchanayo?”tanya Kyu disampingku melihatku tidak menyentuh makananku.

”Ah ne…gwenchana…”seruku sambil menyuap makanan dipiringku.

Suasan sudah seperti awal lagi, mereka bertanya beberapa hal padaku dan terkadang kami tertawa bersama begitu juga dengan Kyu yang sudah kembali memasang wajah kesalnya. Aisshh namja ini gampang sekali merubah ekpresi wajahnya.

”Hyung kenapa Heechul…ah noona…”seru sebuah suara yang tiba-tiba datang.

”Henry-ya…”seru Han hyung.

Henry tersenyum pada semua orang dan juga padaku.

”Wah noona kau berkunjung kemari?”tanyanya sambil berjalan menghampiri kami.

”Ah ne…”jawabku singkat sambil tersenyum.

”Yong Soon-ah…kau kenal dengan Henry?”tanya Donghae.

”Ne..dia kan hobaeku Oppa…”jawabku.

”Anni maksudku sepertinya kau dekat dengannya sampai dia memanggilmu noona…”seru Donghae hyung lagi.

”Hyung dia kan sunbaeku di klub musik yang pernah aku ceritakan itu…”seru Henry bersemangat sekali.

Aisshh, anak ini sering bercerita tentangku pada kakak-kakaknya. Omo apa yang dia katakan tentangku.

”Oh jadi dia yang sering kau ceritakan itu?”seru Eunhyuk Oppa.

”Ne hyung…sama kan seperti ceritaku…”serunya lagi.

Eunhyuk Oppa hanya mengangguk dan menatapku penuh arti. Ya!apa yang Henry ceritakan pada kakak-kakaknya ini.

”Yong Soon-ah…kau sudah selesai makan kan…ayo aku antar pulang…”seru Kyu yang tiba-tiba berdiri dan melirik kearahku.

”Ya!Kyu nanti saja…”seru Wookie Oppa.

Namun tiba-tiba Kyu sudah menarik tanganku dan mneyeretnya pergi. Aku hanya bisa tersenyum pada semua orang di ruang makan ini dan bisa kulihat mereka hanya terkekeh pelan. Kebiasaan sekali anak ini menarikku seenaknya saja.

”Kyu!aku bisa jalan sendiri!kau ini kenapa sih!”seruku padanya di depan pintu rumahnya.

Tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah seorang namja yang sudah tidak asing lagi bagiku, bagaimana tidak, dia itu adalah pujaan wanita di negeri ini. Lee Siwon. Omo, apa dia adalah kakaknya Kyu juga? Aku benar-benar terperangah melihatnya masuk ke dalam rumah, ternyata jika dilihat dari dekat dia lebih tampan dari yang ada di tv.

”Hyung…”seru Kyu sepertinya kaget melihatnya masuk. Benar ternyata dia juga kakaknya Kyu. Omo aku tidak tahu kalau dia juga salah satu anggota keluarga Lee.

”Kyu-ya…”serunya kaget melihat Kyuhyun namun matanya beralih ke arahku dan dia menatapku dari atas sampai bawah. Tunggu rasa-rasanya aku pernah melihatnya dimana ya? Bukan di tv tapinya. Dimana ya?

Dia membelalakan matanya setelah mengamatiku dan tiba-tiba dia menatap ke arah Kyuhyun, lama mereka saling bertatapan sampai akhirnya dia beralih menatapku lagi dan kemudian berjalan melewatiku dengan sedikit melirik ke arahku. Aneh sekali.

”Kau pasti sudah tahu dia kan? ya dia juga kakakku…”seru Kyu sambil membuka pintu dan menyuruhku keluar lebih dahulu.

Aku pun berjalan mendahuluinya, lalu saat sampai di depan mobilnya dia menyuruhku masuk maka aku pun segera masuk.

”Oh ya…”serunya sambil mengambil tas sekolahnya yang ternyata masih ada di dalam mobilnya sejak tadi dan begitu juga dengan tasku.

”Ini…mian aku tidak tahu kalau aku sudah membawanya…aku baru ingat tadi…”serunya sambil menyodorkan buku matematikaku dengan wajah tanpa dosa.

”Mwo!Kyu-ya!kau membuatku ke rumahmu sampai hampir saja terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan kakakmu menuduh kita sampai kau bilang bukuku hilang!ternyata kau sudah membawa bukuku di tasmu!”seruku padanya dan dia hanya santai saja menanggapinya. Omo aku benar-benar membencimu Kyuhyun! Kau sudah membuatku sial hari ini gara-gara kau!umpatku dalam hati. Aku hanya bisa menatapnya dengan pandangan tajam sambil mengembungkan pipiku.

”Ya!kau manis sekali kalau sedang cemberut…”serunya sambil menoleh ke arahku dan tiba-tiba dia mendekatkan badannya padaku. Omo apa yang akan dia lakukan! Aku malah memejamkan mataku. Saat aku membuka mataku lagi ternyata dia tadi memakaikanku sabuk pengaman. Aku pikir dia akan melakukan hal yang macam-macam.

”Ya!otakmu mesum sekali! Memangnya aku akan menciummu…hahahaha..”serunya sambil mencubit pipiku.

”Ya!sakit tau!janga pernah mencubit pipiku!”seruku sambil mengelus pipiku yang sakit karena di cubit olehnya.

”Dan aku masih marah karena hal ini!ingat itu!”seruku lagi memperingatkannya kalau aku masih marah soal bukuku.

Kemudian dia melajukan mobilnya. Aku hanya menatap ke samping keluar jendela. Hari sudah gelap ternyata.

”Kenapa Changmin boleh?”seru Kyu tiba-tiba membuatku menoleh ke arahnya.

”Ne??”tanyaku tidak mengerti dengan perkataannya.

”Ah anni…”jawabnya.

 

 

 

 

Kyu POV

”Kyu…aku ingin bicara denganmu…”seru Teukie hyung begitu aku kembali setelah mengantar Yong Soon. Sepertinya aku tahu apa yang akan dibicarakan oleh Teukie hyung.

Aku pun segera berjalan ke kamarku dan Teukie hyung mengikutinya. Begitu sampai di kamarku, aku segera duduk di atas tempat tidurku dan Teuki hyung duduk di bangku di depan meja belajarku.

”Jangan bawa dia kemari lagi…”seru Teukie hyung membuka pembicaraan, aku tahu memang itu yang akan dikatakannya.

”Ne..ara…”jawabku singakt. Ya karena memang tidak ada jawaban lain lagi yang harus aku katakan.

Semuanya benar tidak seharusnya tadi aku membawanya kesini. Aku tidak menyangka Heechul hyung akan datang kesini. Untung saja dia tidak berbuat sesuatu padanya.

”Untung saja hanya Heechul hyung yang datang bagaimana kalau klan lain dan mencium bau manusia dari rumah ini…jangan lakukan lagi…”seru Teukie hyung dengan wajah seriusnya.

Kali ini aku hanya mengangguk. Ya aku tahu aku salah telah membawanya kesini. Aku hanya bisa menunduk mendengarkannya.

”Dan satu lagi Kyu….”serunya membuatku mendongakkan kepalaku menatapnya.

Dia menghela nafas sebelum melanjutkan kata-katanya.

”Apa kau memiliki perasaan pada gadis itu?”tanya Teukie hyung langsung dan membuatku terdiam, tidak tahu harus menjawab apa.

”Aku harap kau tidak terlalu dekat dengannya…kau tahu dia adalah manusia dan kita meski memiliki darah manusia tapi tetap saja darah vampir lebih mendominasi kita…kau harus hati-hati dekat dengannya….kau tidak mau menyakitinya kan?”tanya Teukie hyung lagi.

Perkataannya seakan menunjukan bahwa aku tidak boleh dekat dengannya lagi dan menunjukan bahwa dia tidak suka melihatku dengannya, dia tidak setuju aku menyukai Yong Soon, itu yang mau dia katakan. Aku tahu itu. Aku merasakan ketidak adilan lagi dari perlakukan hyung-hyungku.

”Hyung…kenapa hanya aku?”tanyaku akhirnya.

Ya kenapa hanya aku yang dia peringatkan seperti itu, kenapa tidak dengan Siwon hyung yang sudah jelas-jelas memiliki kekasih seorang manusia, kenapa saat itu tidak ada yang menasehatinya seperti saat ini. Kenapa mereka seakan menyutujui hubungan mereka, kenapa sekarang Teukie hyung malah berbicara seperti itu, aku tahu itu adalah penolakan secara halus bahwa aku tidak boleh lagi berhubungan dengan Yong Soon.

Tiba-tiba Teukie hyung sudah duduk disampingku di atas tempat tidur.

”Kami mengkhawatirkanmu Kyu…kami sayang padamu…”serunya sambil mengelus kepalaku.

”Juga Siwon hyung? Kenapa dia boleh?”tanyaku lagi padanya.

Teukie hyung terdiam. Benar selalu saja setiap kali kutanyakan hal itu tidak pernah dijawab, selalu saja, sebenarnya apa yang mereka rahasiakan dariku.

”Karena semuanya sudah terlanjur terjadi…”serunya.

Aku menaikan alisku tidak mengerti dengan pembicaraannya dan memintanya menjelaskan lebih rinci lagi.

”Ne..kami juga sudah pernah bilang untuk menjauhi gadis itu tapi…apa kau pernah tahu tentang ’pasangan jiwa’…meski vampir dibilang sudah tidak memiliki jiwa tapi sebenarnya kami memiliki pasangan jiwa…setiap vampir memilikinya…aku, kau, siwon, donghae dan semuanya punya….”serunya.

”Maksud hyung? Aku tidak mengerti…”ucapku.

”Pasangan jiwa adalah pasangan untuk vampir yang sudah ditetapkan dan terkadang kau tidak bisa memilih siapa itu bahkan mungkin saja dia seorang manusia sama seperti ayah dan ibu…tapi itu akan sulit untuk kita jika pasangan jiwa kita adalah manusia…kau tidak tahu bagaimana perjuangan Siwon untuk tetap bisa bersama gadis manusianya itu…sulit meski dia adalah manusia setengah vampir tetap saja kite berbeda Kyu…aku tidak mau kau seperti itu…terlalu jauh berjalan dan lama kelamaan ternyata dia adalah pasangan jiwamu…jadi sebelum itu terjadi…kumohon Kyu jangan terlalu dekat dengannya…”seru Teukie hyung.

Aku berusaha mencerna kata-katanya satu persatu. Pasangan jiwa? Yong Soon? Dia takut Yong Soon adalah pasangan jiwaku? Dia takut aku akan semakin jatuh cinta pada Yong Soon? Tidak aku memang sudah sangat mencintainya…mungkin dia memang pasangan jiwaku…apa karena itu sejak awal bertemu aku sudah merasakan perasaan yang aneh padanya dan selalu saja kami dihadapkan pada situasi dimana kami harus bersama.

”Kau mengertikan Kyu? Ini semua karena kami sayang padamu…ara?”seru Teuki hyung sambil menepuk bahuku.

Aku hanya tersenyum tipis menanggapinya.

”Sudah malam..tidurlah…”serunya sambil mengelus kepalaku dan berjalan keluar kamarku.

Mianhe hyung aku tidak bisa, aku tidak bisa menjauhinya, mungkin dia memang pasangan jiwaku dan aku tidak bisa menghindarinya karena aku memang sudah mencintainya sejak pertama bertemu.

 

Teukie POV

Mianhe Kyu, aku tidak bisa cerita yang sebenarnya, yang aku ceritakan memang benar tapi bukan hanya karena itu Kyu tapi karena hal lain yang tidak bisa aku ceritakan padamu.

”Sudah hyung?”tanya Siwon yang tiba-tiba sudah ada dihadapanku.

”Ne..”jawabku singkat.

”Gadis itu beda hyung…kau menciumnya kan…baunya berbeda dari manusia yang lain…flower..biasa kita menyebutnya seperti itu sama seperti…”

”Ya aku tahu tidak usah kau sebutkan..aku bisa menciumnya..sama persis…”potongku cepat.

”Untung Kyu belum menyadarinya…”seru Siwon lagi.

”Tentu saja dia tidak menyadarinya…kau terlalu khawatir Siwon-ah…”seru Donghae yang tiba-tiba sudah berada di belakang kami. Dia menatapku sekilas lalu beralih pada Siwon.

”Dia akan segera menyadarinya…”seru Siwon pada Donghae.

”Tidak akan…selama dia masih menggunakan kalung itu…”ucap Donghae.

”Hyung itu tidak akan berhasil…”seru Siwon tidak mau kalah.

”Buktinya sampai sekarang tidak terjadi apa-apa….kau saja yang terlalu khawatir…”jawab Donghae.

Sekarang mereka sudah mulai berdebat lagi.

”Tunggu saja sampai suatu hari gadis itu terluka dan Kyu mencium bau darahnya…”Siwon kembali tidak mau kalah.

”Kyu bisa mengendalikan dirinya…aku percaya itu…hyung berikan dia kepercayaan….gadis itu adalah pasangan jiwanya…kau mau memisahkan mereka?”seru Donghae kali ini menatapku.

”Mianhe hae…aku hanya berusaha melindungi dia dan juga gadis itu…”seruku. Sebenarnya aku tidak tega tapi aku tahu Kyu berbeda dan juga gadis itu.

”Belum tentu dia pasangan jiwanya…”seru Siwon kembali ikut berbicara.

”Aku punya kekuatan yang tidak kau punyai Siwon-ah…jangan remehkan aku…pokoknya aku tidak akan membiarkanmu memisahkan Kyu dari pasangan jiwanya…”seru Donghae menatap tajam ke arah Siwon.

”Hyung…apa kau sudah lupa kejadian itu…apa kau mau Kyu menamah jumlah manusia yang dia bunuh….hanya dia di keluarga ini yang pernah melakukan hal itu hyung…”seru Siwon.

”Siwon-ah!sudah kubilang jangan pernah mengatakan hal itu!jangan sampai Kyu tahu!”seruku sedikit kesal karena dengan mudah sekali Siwon menyebutkan kejadian itu. Padahal aku sudah berusaha melupakan kejadian itu dan menganggap itu tidak pernah terjadi. Jahat memang, tapi aku tidak mau terlalu larut dalam kenangan yang menyakitkan itu. Aku melihat Donghae sepertinya sudah mulai kesal.

”Sudahlah hae…kembalilah ke kamarmu…”ucapku menenangkannya karean aku tahu dia pasti kesal sekali dengan Siwon.

”Hyung…aku akan tetap mendukung Kyu dan kuharap hyung mau memberikannya kepercayaan…”seru Donghae padaku kemudian dia berjalan meninggalkan kami tapi sebelumnya dia menatap tajam ke arah Siwon dan begitu juga Siwon pada Donghae. Aigoo, kenapa mereka malah bertengkar seperti ini.

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s