FF: Love Is Really Hurt Part 9

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

LOVE DISEASE

 

Kyu POV

Aku masih berdiri terpaku di tempatku melihatnya menghilang di balik pintu. Aisshh Kyu babo! Apa yang aku tanyakan tadi padanya, kenapa aku malah bertanya seperti itu, seakan pertanyaan itu meluncur saja dari otakku. Karena tadi aku jelas sekali melihat Changmin memikirkan hal itu tadi di pikirannya. Dia cemburu melihatku bersama Yong Soon karena dia mencintai Yong Soon. Dan entah kenapa aku penasaran tentang perasaan Yong Soon terhadap Changmin, apakah dia juga mencintai Changmin?karena jujur aku tidak suka dengan kenyataan bahwa Changmin menyukai Yong Soon.  Oleh sebab itu aku bertanya padanya saat itu, aku ingin tahu perasaannya pada Changmin dan berharap dia akan bilang tidak menyukai makhluk itu. Sungguh sangat bodoh bertanya seperti itu, tentu saja dia langsung pergi.

Aku berjalan mengambil kotak makan berwarna biru yang tergeletak di lantai itu. Aku mengamatinya. Sepertinya aku sudah menemukan jawaban atas perasaanku. Ya aku menyukai gadis itu, tidak aku mencintainya dan aku tidak akan membiarkan Changmin mendapatkannya.

Aku membawa kotak bekal itu bersamaku dan berjalan keluar ruang musik menuju kelasku.

 

Yong Soon POV

Aigoo, kemana Changmin pergi? Aku terus saja mencarinya di setiap penjuru sekolah tapi tetap tidak menemukannya. Aku sudah pergi ke lapangan basket, aku juga sudah mencarinya di taman tapi hasilnya nihil. Kemana perginya dia? Ucapku dalam hati.

Aisshh kenapa dia tiba-tiba pergi seperti itu? Akhir-akhir ini dia aneh sekali, tiba-tiba marah gak jelas dan tiba-tiba juga baik lagi. Apa yang terjadi padanya. Akhirnya aku sampai di luar sekolah, aku mengarahkan pandanganku ke segala arah mencarinya dan aku menemukan sosoknya berdiri di bawah pohon dekat parkiran sepea. Aku segera berlari ke arahnya.

”Ya!kau ini kenapa sih?”tanyaku begitu sampai dihadapannya.

Dia hanya menatapku sekilas dengan tatapan yang sangat tajam, belum pernah aku ditatap sampai seperti itu olehnya. Sepertinya dia benar-benar marah padaku tapi kenapa? Apa karena Kyu? Memangnya kenapa dengan Kyu?banyak sekali pertanyaan muncul dibenakku, namun aku bingung harus mulai darimana bertanya padanya.

”Changmin-ah…”seruku memanggilnya.

Dia menghela nafas lalu menatapku.

”Sudah mau masuk…ayo kembali ke kelas…”serunya sambil berjalan melewatiku.

Ya ampun, kenapa sih dengannya. Ditanya tapi malah tidak menjawab dan pergi begitu saja. Aku pun segera mengejarnya untuk mensejajarkan langkahnya namun dia berjalan sangat cepat dan aku tertinggal di belakangnya.

Begitu sampai dikelas dia langsung duduk di mejanya dan terus menghadap kedepan tanpa sedikitpun menoleh ke belakang tempatku duduk. Aku melihat Kyu disampingku sedang asyik bermain dengan PSPnya sambil mendengarkan lagu lewat i-phone nya. Aissh sebenarnya kenapa dengan dua namja ini? Changmin yang tiba-tiba pergi begitu melihat aku dengan Kyu dan Kyu yang tiba-tiba mengajukan pertanyaan aneh. Ada apa sebanarnya? Tingkah mereka membuatku pusing saja. Aku menghembuskan nafasku dengan keras dan menelungkupkan kepalaku ke meja. Aku bingung dengan sikap mereka, bukan dengan sikap mereka lebih tepatnya dengan perasaanku terhadap mereka. Ya kenapa jantungku selalu berdegup sangat kencang jika aku berdekatan dengan mereka berdua ? jangan bilang kalau aku menyukai mereka berdua? Huwaaa ottohke???

 

 

Bel pulang sekolah berbunyi. Berhubung mulai hari ini aku tidak perlu latihan musik sepulang sekolah, aku bisa pergi ke tempat Hyo Hoon Onnie lebih cepat dari biasanya. Aku bergegas memasukan bukuku ke dalam tas. Aku mantap punggung Changmin yang duduk di depanku. Aku hendak memanggilnya untuk mengajaknya pulang namun kuurungkan niatku. Dia sedang seperti itu, pasti dia tidak mau pulang bersamaku. Sebaiknya aku pulang sendiri saja, pikirku. Tadi saja selama pelajaran berlangsung tidak sekalipun dia menoleh kebelakang dia sangat serius menghadap ke depan. Aku segera berdiri dan menyampirkan tas ku di bahu dan hendak keluar dari mejaku namun tiba-tiba sebuah tangan menahanku.

”Aku antar kau pulang…”serunya membuatku terperangah.

Ada apa dengan Kyu? Aishh benar-benar mereka berdua hari ini aneh sekali.

”Anni…tidak usah…aku bisa pulang sendiri….”ucapku sambil berusaha melepaskan tangannya.

Namun dia malah menarikku pergi dan membuat seisi kelas menjadi gaduh. Gawat, matilah aku!apa-apaan sih namja ini. Dia menarikku keluar kelas. Di sepanjang koridor semua murid menatap garang kearahku seakan mereka sangat tidak suka melihat pemandangan ini. Ya aku juga tidak mau seperti ini tapi dia terus saja menarikku seakan aku adalah barang yang bisa dia seret-seret. Menyebalkan sekali. Bagaimana besok? Pasti mereka akan menginterogasiku. Ya ampun!

”Hyung…”seru Henry begitu kami melewati kelasnya.

Kyu tidak menggubrisnya dan terus saja menarikku. Henry menatapku bingung dan aku memasang wajah yang sama bingungnya dengan Henry, aku juga tidak tahu kenapa sepupunya yang aneh ini menarikku sepanjang koridor sekolah. Sampai di lapangan parkirpun dia tetap memegang tanganku tapi kali ini bukan mencengkramnya melainkan mengenggamnya. Kali ini dia tidak menarikku secara paksa tadi tapi menjadi berjalan berdampingan ke arah mobilnya.

Ya ampun jantungku berdgeup sangat kencang saat ini. Aku yakin mukaku pasti sudah sangat merah. Ya Tuhan kenapa aku harus mengalami hal ini? Kenapa semuanya jadi seperti ini. Aku hanya bisa menunduk sambil berjalan. Aku tidak berani melihat wajahnya saat ini, aku takut dia melihat wajahku yang merah saat ini.

Begitu sampai di depan mobilnya dia menyuruhku mausk.

”Masuk…”katanya.

”Anni…aku bisa pulang sendiri..”jawabku.

Namun dia malah membukakan pintu mobilnya dan menyuruhku masuk lagi dengan sedikit mendorongku. Ya namja ini benar-benar aneh. Aku tidak mengerti jalan pikirannya. Akhirnya aku terpaksa masuk ke dalam mobilnya

Selama perjalanan kami lebih banyak diam. Hufft sebenarnya apa maunya namja ini sih, mengantarku pulang secara paksa seperti ini. Lagipula aku tidak mau pulang, aku kan mau bekerja. Ya bagaimana ini? Dia tidak boleh tahu kalau aku kerja part time. Hanya Changmin yang boleh tahu. Ahh mengingat Changmin membuatku menjadi sedih lagi, apa besok akan kembali seperti biasa lagi. Aku harap begitu, aku harap besok Changmin akan kembali menjemputku dengan sepedanya ditambah dengan senyumannya yang khas itu. Ya aku harap besok akan kembali seperti semula, aku akan melihat Changminku lagi, Changmin sahabat terbaikku.

”Waeyo?”tanyanya tanpa menoleh ke arahku dan tetap fokus ke arah jalan.

”Ah anni….”jawabku singkat.

”Kau ini aneh sekali daritadi kuperhatikan ekpresi wajahmu beruba-ubah terus..tadi sedih dan barusan senyum-senyum sendiri…apa itu kebiasaanmu?”serunya kali ini dia melirik kearahku.

”Aku tidak seperti itu tau…kenapa sih semua orang selalu bilang aku aneh…aku tidak aneh tau…”seruku sambil memanyunkan bibirku.

Kenapa sih semua orang senang sekali mengatakan aku aneh, memangnya aku aneh apa? Ok aku memang bergolongan darah AB yang kata orang sedikit aneh tapi aku tidak aneh meski golongan darahku AB. Aku normal, mereka saja yang menganggapku aneh. Menyebalkan sekali.

Aku melihatnya menyunggingkan senyum dan terkekeh pelan. Baru kali ini aku benar-benar melihatnya tersenyum dan tertawa. Aku malah tertegun memperhatikan wajahnya. Omo dia sangat tampan saat tersenyum, andai dia mau terus tersenyum seperti itu terus. Ya apa yang aku pikirkan. Babo!jangan sampai aku menyukai namja ini!ucapku dalam hati.

Aku memperhatikan jalan diluar dan sebantar lagi sampai, bagaimana aku bilang padanya untuk menurunkanku. Ya dia juga tidak bertanya dimana rumahku, dia mau mengantarku pulang tapi dia tidak bertanya dimana rumahku. Dasar namja babo!

”Ya!kau tidak bertanya dimana rumahku?”tanyaku padanya.

”Bisa tidak kau memanggilku dengan namaku….kau juga pernah bilang tidak mau dipanggil ’Ya’ kan? Aku tahu dimana rumahmu…jadi diam saja…aku jamin kau selamat sampai rumahmu…”serunya tanpa menoleh.

Aisshhh kutarik lagi kata-kataku yang bilang di tampan! Menurutku dia lebih aneh dariku, bisa-bisanya tadi dia tersenyum tapi sekarang tiba-tiba dia kembali jutek dan dingin seperti biasanya. Apa dia punya kepribadian ganda? Pikirku.

Aku harus turun dibelokan itu tapi bagaimana caranya bilang padanya. Ah aku punya ide, aku melihat ada supermarket di dekat jalan itu, sebaiknya aku minta berhenti disitu dan bilang kalau aku ada keperluan kesana dulu.

”Kyu-ya…berhenti…”seruku padanya.

”Waeyo?”tanyanya memberhentikan mobilnya.

”Sampai disini saja…aku ada keperluan dulu kesana…”tunjukku ke arah supermarket itu.

”Ne…aku tunggu saja…”jawabnya singkat.

”Ah…andwe…aku akan lama…ibu menyuruhku berbelanja….sudah sampai disini saja ya…gumawo sudah mengantarku…”ucapku sambil membuka pintu mobil dan kulihat Kyuhyun hanya mengangguk.

Aku pun keluar dan melambaikan tanganku padanya sambil tersenyum. Kemuian dia pun pergi. Untunglah dia tidak memaksa ikut, aneh sekali mau-maunya dia mengantarku pulang bahkan hampir saja dia mau menungguku. Ah sudahlah mungkin memang hari ini adalah hari teraneh untukku dan besok semua akan kembali seperti semula. Aku pun bergegas menuju tempatku bekerja.

 

”Annyeonghaseyo onnie…”seruku pada Hyo Hoon Onnie yang sedang membuat es krim di dapur.

Aku segera mengganti seragamku dengan pakaian kerjaku dan memakai celemek.

”Tumben tidak diantar Changmin…”seru Hyo Hoon Onnie masih sibuk menghias es krim yang dibuatnya.

”Ne…dia sedang sibuk…”jawabku asal.

Aku pun segera keluar dari dapur takut Hyo Hoon Onnie bertanya yang lain-lain soal Changmin, entah kenapa aku malas membahas masalahku dengan Changmin.

 

Kyu POV

Aku menatap kotak bekal warna biru itu sambil tersenyum-senyum sendiri dikamarku. Aisshh gadis itu benar-benar sudah membuatku gila. Selalu saja kepikiran tentang dia. Sepertinya aku memang benar-benar sudah menyukainya. Tiba-tiba terlintas sebuah ide di pikiranku. Aku pun bergegas keluar kamar sambil membawa kotak bekal itu menuju dapur. Tujuanku mencari seseorang yaitu Wookie hyung. Pasti dia sekarang ada disana.

”Ya!Kyu mau main tidak?”seru Eunhyuk hyung begitu aku berpapasan dengannya.

”Ah anni hyung…aku sibuk…”ucapku sambil terus berjalan menuju dapur.

Sampai di dapur aku melihat Wookie hyung sedang sibuk dengan masakannya sambil sesekali melihat buku resepnya. Aku berjalan perlahan ke arahnya dan berdiri tepat disampingnya.

”Hyung…”sapaku padanya.

Dia hanya menoleh sedikit dan kembali mengaduk masakannya, lalu tangannya menggapain toples berisikan garam yang diletakkan di atas lemari. Aku berusaha membantunya mengambil dan menyerahkannya padanya.

”Gumawo..”serunya tanpa menoleh ke arahku.

Dasar Wookie hyung ini kalau sudah bertemu dengan masakan pasti tidak akan sadar dengan sekellilingnya.

”Ada apa? Masakannya sebentar lagi jadi…makannya bersama hyungmu yang lain…tidak ada acara makan duluan…”seru Wookie hyung sambil tetap mengaduk makanannya.

Memangnya aku selalu seperti itu apa. Gerutuku dalam hati. Sepertinya akan susah meminta bantuannya kali ini, berhubung Han hyung sedang pergi aku tidak punya pilihan lain selain meminta bantuannya.

”Hyung???”panggilku lagi.

”Ne..”jawabnya cuek.

Aisshh, kalau bukan aku butuh sekali tidak akan aku meminta bantuannya,mending dengan Han hyung saja yang sangat baik. Ucapku dalam hati.

”Buatkan aku bekal bibimbap dong…”seruku sambil menyerhakan kotak bekal warna biru itu padanya.

Dia berhenti memasak dan menatapku aneh, dia mengerutkan keningnya bingung melihatku. Memangnya ada yang salah.

”Tumben kau mau membawa bekal…ya sudah besok aku buatkan…”serunya sambil mengambil piring dan memindahkan masakan dia atas wajan itu ke piring.

”Anni…maksuku ajari aku membuat bibimbap…”seruku lagi.

Dan kali ini Wookie hyung membulatkan matanya tidak percaya pada apa yang didengarnya. Memangnya salah ya jika aku mau belajar masak.

”Kyu kau tidak sakit kan?”serunya sambil menaruh tangannya di dahiku.

Aku menatapnya heran dan menepis tangannya.

”Ya hyung aku baik-baik saja…aku hanya mau belajar masak…jebal hyung…ajari aku…”seruku memohon dengan memasang puppy eyesku.

”Aisshh…belajar darimana kau aegyo seperti itu…”seru Wookie hyung memalingkan wajahnya.

”Dari Sungmin hyung…ayolah hyung bantu aku…”seruku memohon lagi.

”Ara…sudah sana cepat siapkan bahan-bahannya…nanti akan aku ajari…”serunya padaku.

Ah syukurlah dia mau membantuku belajar membuat bibimbap, aku pun segera berjalan ke lemari mencari bahan-bahan untuk membuat bibimbap tapi tunggu aku sama sekali tidak tahu apa bahan-bahannya kecuali nasi hanya itu yang aku tahu.

”Hyung…memangnya bahannya apa saja?”tanyaku dengan wajah seinnocent mungkin.

Aku melihat Wookie hyung hanya mendengus kesal dan akhirnya dia yang menyiapkan semuanya. Mianhe hyung akubenar-benar tidak tahu soalnya.

 

Donghae POV

Sudah seminggu ini aku berusaha mencari anak laki-laki itu tapi tetap tidak menemukannya dan aku semakin bingung mendengar percakapan antara Kibum dan Yesung hyung. Aisshh sepertinya aku belum menemukan titik terang dari hal ini. Aku mengacak-acak rambutku dan tiba-tiba pintu kamarku terbuka.

”Hae-ya…”seru Hyukkie sambil masuk ke dalam kamarku.

”Waeyo?”tanyaku padanya begitu dia berjalan menghampiriku dan duduk di tepi tempat tidurku.

”Aku merasa ada yang aneh dengan Kyu akhir-akhir ini…bagaimana menurutmu?”tanyanya padaku.

”Ya…hyukkie dia memang selalu aneh bukan…”seruku tidak terlalu tertarik pada pembicaraannya buka aku tidak sayang pada dongsaengku yang satu itu tapi dia memang suka bertingkah aneh kadang-kadang dan wajarlah. Aku tidak terlalu ambil pusing, kecuali jika keanehannya seperti yang sedang kuselediki ini baru aku antusias. Paling-paling berhubungan dengan game lagi. Dongsaengku yang satu itu memang terlalu gila dengan game.

”Ini beda hae..masa tadi aku melihatnya sedang memasak bersama Wookie…bukankah Kyu sama sekali tidak pernah memasak…aneh sekali kan? Terus sudah beberapa hari ini dia tidak pernah lagi main game tengah malam dan berteriak jika kalah…biasanyakan dia tidak pernah lepas dari game…”cerita Eunhyuk panjang lebar.

Aku menggumam, iya yah dia memang sedikit aneh akhir-akhir ini, apalagi tadi Eunhyuk bilang Kyu belajar masak, tidak mungkin dia kan hanya bisa makan bukan membuatnya.

”Jeongmal?”tanyaku memastikan.

”Ne…ayo ikut aku….”seru Eunhyuk berjalan keluar dari kamarku.

Aku pun mengikutinya sampai ke dapur dan benar saja, aku melihat Kyuhyun sedang membuat bibimbap bersama dengan Wookie. Wah Kyu sepertinya sedang sakit, dia tidak pernah memasak sebelumnya. Ckckckck benar-benar aneh..ada apa dengannya?

”Ya hae-ya…enhyuk-ah…sedang apa kalian?”tanya Sungmin hyung sambil menepuk bahuku kami menoleh dan menariknya untuk melihat apa yang terjadi.

”Jeongmal???”seru Sungmin hyung seakan tidak percaya melihat Kyu yang sedang belajar membuat bibimbap.

”Kyu sedang ngapain? Belajar masak?”seru Zhoumi ikut menonton bersama kami.

”Mollayo…”jawabku.

Akhirnya kami malah asyik menontonnya yang sedang belajar masak dan terkadang dimarahi oleh Wookie hyung karena salah mengambil bumbu. Lucu sekali melihatnya manut-manut saja dimarahi Wookie biasanya dia tidak akan terima di bentak oleh Wookie, wah benar kata Eunhyuk dongsaengku akhir-akhir ini jadi aneh sekali.

 

Yong Soon POV

Saat hendak mengambil tas karena aku sudah mau pulang, Hyo Hoon Onnie menghampiriku.

”Kau sedang ada masalah ya dengan Changmin?”tanya Hyo Hoon Onnie tiba-tiba.

Aku tersentak mendengarnya bertanya seperti itu.

”Ah anni…”jawabku singkat.

”Jangan bohong daritadi kau seperti orang bingung…siapa lagi kalau bukan Changmin yang aku pikirkan…iya kan? Jujur saja padaku…aku tahu….”serunya sambil tersenyum dan mengacak rambutku.

”Ah onnie bisa saja…ne aku memang sedang bertengkar tapi sudahlah itu hanya masalah kecil besok juga sudah baikan lagi….”seruku sambil tersenyum.

”Ne…jangan lama-lama marahannya kalian kan pacaran? Jangan marahan terus….”seru Hyo Hoon Onnie.

”Onnie…aku tidak pacaran dengan Changmin…”seruku kesal karena selalu saja dia berpikiran aku memiliki hubungan khusus dengan Changmin.

”Bukan tidak tapi belum…bagaimana perasaanmu terhadapnya?”tanya Hyo Hoon Onnie sambil mengerling padaku.

Aku hanya memalingkan wajahku, malas menanggapi pertanyaannya karena aku tidak tahu harus menjawab apa, bahkan aku tidak mengerti bagaimana perasaanku yang sebanarnya terhadap Changmin, aku sedih saat dia menjauhiku, aku nyaman di dekatnya tapi apakah itu membuktikan bahwa aku menyukainya sebagai seorang namja bukan sebagai sahabat?tidak ada jawaban yang kutemukan sampai saat ini.

”Kau menyukainya kan?kalian berdua ini malu-malu…padahal sama-sama suka tuh…bersiaplah saat dia mengatakannya padamu…”seru Hyo Hoon onnie sambil mencubit pipiku.

”Onnie!!”seruku hendak membalasnya namun dia sudah menghilang.

Aku pun segera menyampirkan tasku di bahu dan berjalan keluar dapur.

”Sudah dijemput tuh!ternyata marahnya hanya bertahan beberap jam saja…dia terlalu mencintaimu…sampai tidak tega membiarkan gadisnya pulang sendiri…”seru Hyo Hoon Onnie terus saja meledekku.

Aku hanya melemparkan pandangan marahku padanya dan dia hanya terkekeh menanggapinya. Begitu aku keluar toko, aku mendapati Changmin sudah menunggu dengan sepedanya. Aku hendak tersenyum padanya namun Changmin tetap seperti tadi, dingin sekali. Hufft kenapa kalau masih marah malah tetap menjemputku. Gerutuku dalam hati.

”Ayo pulang…sebentar lagi hujan….”serunya dingin.

Sebenarnya malas sekali pulang dengannya jika keadaanya seperti ini, lebih baik aku pulang sendiri tapi aku berpikir lagi, kalau aku memilih pulang sendiri pasti dia akan tambah marah dan dijamin hubungan kami akan semakin memburuk. Ya sudahlah aku tetap pulang dengannya.

”Kau lupa membawa jaketmu…kebiasaan…”serunya.

Dan kemudian dia melepas jaketnya dan mengenakannya di badanku. Dia tetap masih dingin, meski dia memberikanku jaketnya. Changmin-ah kau kenapa sih? Aku bingung jika kau seperti ini tidak mau bercerita apapun padaku. Ucapku dalam hati. Aku pun segera naik kebelakang sepeda dan memegang erat-erat pinggangnya.

 

Kyu POV

Huwaa akhirnya selesai juga acara masak-memasak ini yang lebih banyak berisi bentakan Wookie hyung karena aku yang sering salah. Pengorbanan. Setidaknya sekarang aku bisa membuat bibimbap. Sekarang waktunya untuk tester. Aku tahu daritadi keempat hyungku menontonku dari balik pintu itu. Aku pun memilik ide untuk menjadikan mereka testerku. Aku pun segera berjalan keluar dapur dan mendapati mereka sedang berjalan pergi.

”Ya Hyung..jamkaman…”seruku pada mereka.

Namun mereka tetap saja berjalan, apa aku harus memanggil mereka satu persatu.

”Hae hyung…hyukkie hyung…sungmin hyung….zhoumi hyung!!!”seruku memanggil mereka.

Mereka pun berhenti, aku pun segera menghampiri mereka dan langsung memberikan sumpit pada Sungmin hyung yang akan aku suruh menjadi tester pertama. Sungmin hyung dengan takut-takut mengambil satu potong bibimbap itu dan berusaha memakannya. Aisshh lama sekali.

”Hyung tenang saja…tidak beracun kok….kalau kalian kenapa-kenapa yang tanggung jawab Wookie hyung…dia yang mengajariku… ”seruku padanya.

”Ya apa kau Kyu…enak saja…sudah tidak mau membersihkan dapur main suruh tanggung jawab saja…”seru Wookie hyung dari dapur.

”Kajja…dimakan…”seruku pada Sungmin hyung yang hanya menatap bibimbap itu, kemudian dengan perlahan dia mulai memasukan kemulutnya. Aku menunggunya sampai selesai mengunyah, lalu menyuruh hyungku yang lain untuk mencoba.

”Bagaimana?”tanyaku pada kesemua hyungku.

”Mashitta!!!”Seru Eunhyuk hyung sambil mengacungkan jempolnya dan diikuti oleh anggukan kepala yang lain.

”Yeah…aku berhasil…gumawo wookie hyung!!!”teriakku pada Wookie hyung yang ada di dapur.

Besok pagi aku akan mengisi kotak bekal makan ini dengan masakanku dan akan kuberikan pada Yong Soon.

 

Yong Soon POV

”Gumawo…”seruku pada Changmin begitu sampai di depan rumahku.

Dia hanya tersenyum sekilas sebelum betul-betul menghilang. Tumben sekali biasanya dia akan mampir dulu ke rumahku. Aisshh aku tidak suka dengan Changmin yang seperti ini. Aku rindu Changmin yang dulu. Aku berjalan dengan lemas masuk ke dalam rumahku.

”Loh Changmin mana?”tanya ibuku begitu aku berjalan masuk ke dalam kamarku.

”Sudah pulang…”jawabku singkat dan masuk ke dalam kamarku.

Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, kenapa semuanya jadi seperti ini. Ya Changmin-ah kenapa kau marah seperti itu. Aku menatap layar handphoneku, biasanya jam segini kalau Changmin tidak mampir ke rumahku pasti dia akan meneleponku tapi ini sama sekali tidak ada. Ya ampun sehari marahan dengannya saja sudah seperti ini. Huhuhu.

”Yong Soon-ah…kau bertengkar dengan Changmin?”tanya ibuku yang tiba-tiba sudah duduk disampingku.

Aku seger terbangun dan mengangguk lalu menggeleng. Aku tidak tahu itu dikatakan sedang bertengkar atau tidak.

”Kalian ini…”seru ibuku sambil mengacak-acak rambutku.

”Sudahlah…besok juga pasti sudah baikan…ingat kalau yang salah kau…kau harus minta maaf…ara…”seri ibuku kemudian mencium keningku dan menutup pintu kamarku.

Aku kembali merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Ya mungkin aku yang salah, sebaiknya besok aku minta maaf saja.

 

 

 

 

Kyu POV

Ya selesai, aku segera memasukan bibimbap itu ke kotak makan itu dan keluar dari dapur. Aku melihat hyung-hyungku menatapku aneh. Aku menaikan alisku bingung kenapa mereka melihatku seperti itu.

Aku segera berjalan mengambil tas ku dan memasukan bekal itu ke dalamnya.

”Henry-ya..ayo cepat..”seruku memanggil Henry.

Dia pun segera berlari turun dan menyambar selembar roti tawar lalu meneguk susunya dan berjalan mengahmpiriku.

”Ne..aku siap hyung!”serunya sambil memakan rotinya.

Aku pun segera berjalan mendahuluinya untuk mengambil mobil tapi hyung-hyungku tetap saja menatapku dengan aneh. Mereka ini kenapa sih?

Aku sudah tidak sabar untuk sampai disekolah dan istirahat makan siang dimana aku akan latihan dengannya.

”Hyung kenap kau terlihat senang sekali?”tanya Henry padaku di dalam mobil.

”Ah..anni…”jawabku singkat.

Jangan sampai dia tahu bisa-bisa hyung-hyungku di rumah akan meledekku habis-habisan kalau tahu.

 

 

Yong Soon POV

Bahkan sampai makan siang pun dia tetap diam, sama sekali tidak mengajakku berbicara. Aigoo Changmin-ah apa kau benar-benar marah padaku. Aku mengetuk-ngetukkan pensilku ke mejaku berharap menarik perhatiannya tapi tetap saja dia diam. Saat bel istirahat berbunyi dia segera pergi tanpa menoleh ke arahku. Aku hanya menghembuskan nafasku perlahan.

”Ayo latihan…”seru Kyu yang sudah berdiri disampingku dan membuatku kaget.

”Ne??”tanyaku bingung.

Dia pun segera menarik tanganku mengikutinya. Aisshh namja ini bisa tidak sih sopan sedikit, main tarik-tarik saja memangnya aku barang. Kembali semua orang memperhatikanku dengan sangat tajam. Apalagi ini istirahat tentu saja banyak orang di sepanjang koridor, matilah aku. Dasar Kyuhyun!geurutku dalam hati.

Kalau bukan karena aku harus latihan dengannya, aku tidak akan pernah mau dekat-dekat dengannya.

 

Setelah selesai latihan tiba-tiba saja dia meyodorkan kotak bekal milikku, memangnya kotak bekalku tertinggal ya. Pikirku. Aku benar-benar tidak ingat. Ya mungkin tertinggal.

”Gumawo…”seruku padanya.

Sepertinya kotak bekal ini menjadi berat. Aku segera membukanya dan ternyata di dalamnya ada bibimbap.

”Gumawo untuk yang kemarin…aku memberikannya untukmu…”seru Kyu tanpa menoleh sedikitpun ke arahku.

Aneh sekali dia memberikan sesuatu pada orang tapi tidak menatap orangnya.

Aku pun tersenyum menerimanya. Benar saja aku memang lapar, hari ini aku lupa membawa bekal, karena masalah dengan Changmin membuatku malas membuat bekal.

”Gumawoyo…”seruku sambil tersenyum padanya dan berajalan mendekat ke arahnya yang sedang berdiri disamping piano ini.

Dia menoleh ke arahku dan menyunggingkan sedikit senyum. Kyeopta, kenapa dia tidak selalu senyum saja seperti tadi, pasti akan sangat tampan. Aishh, apa yang aku pikirkan.

Dia menyenderkan badannya di dinding di depanku dan dia menutup matanya. Dia terlihat manis sekali ketika tertidur seperti itu. Tanpa sadar aku malah terus memperhatikannya.

”Ya!kenapa kau tidak memakan bekalnya…”serunya menatap ke arahku yang tepat sedang memperhatikannya. Aku segera memalingkan wajahku karena aku merasakan mukaku pasti sudah merah karena malu.

”Anni…bagaimana kalau kita makan bersama…kau juag belum makan kan…”seruku.

Aku pun segera berjalan menghampirinya dan menyodorkan bekal itu padanya.

”Ini kau yang membuatnya?”tanyaku padanya.

”Ne…”jawabnya singkat.

Aku mencoba potongan pertama, hemm ternyata enak juga.

”Mashitta!”seruku sambil tersenyum.

”Ayo kau juga harus coba bekal buatanmu sendiri…”seruku sambil menyodorkan bekal itu padanya dan dia mengambil sepotong lalu memakannya.

”Enak kan?”seruku padanya.

Dan dia hanya tersenyum. Aku suka sekali melihatnya tersenyum, kenapa dia tidak selalu tersenyum seperti itu. Aku terus saja memperhatikan wajahnya sampai tiba-tiba wajahnya mendekat padaku dan tangannya tiba-tiba menyentuh pipiku. Omo jantungku berdegup sangat kencang saat ini, semoga dia tidak mendengarnya.

”Makanmu seperti anak kecil…”serunya.

Aku hanya bisa menunduk an tidak berani menatap matanya. Ottohke? Aku semakin deg degan setiap bertemu dengannya.omo apa yang terjadi padaku.

 

Hari ini aku tidak pergi bekerja karena Hyo Hoon Onnie ada keperluan sehingga tokonya ditutup. Kesempatan untuk pulang cepat dan istirahat di rumah. Aku menatap kursi yang kosong di depanku. Changmin sudah pergi daritadi, aku ingat hari ini ada latihan basket pantas dia sudah menghilang. Seharian ini dia sama sekali tidak bicara apapun padaku.

”Kau sedang bertengkar dengan Changmin ya?”tanya Chae Kyung yang tiba-tiba sudah menghampiriku.

”Mollayo…dia mendiamkanku terus…aku tidak tahu aku salah apa…”jawabku sambil tertunduk.

”Sepertinya aku tahu kenapa…”serunya sambil melirik ke arah Kyu.

Memangnya kenapa dengan Kyu? Tanyaku dalam hati.

”Ya sudah…aku sudah dijemput…jangan dipikirkan terus…pilih salah satu…annyeong…”seru Chae Kyung kemudian berjalan keluar.

Aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan.

”Ayo pulang…”seru Kyu berdiri tepat disampingku.

”Mwo??anni..aku bisa pulang sendiri…”jawabku cepat namun kembali namja ini selalu saja senang menarik tanganku. seenaknya sendiri, egois, memangnya aku mau pulang dengannya. Aishhh, dia punya kepribadian ganda apa? Terkadang baik terkadang seperti ini egois sekali.

 

Kali ini aku tidak bisa memberi alasan lain untuk turun tidak dirumahku, karena anehnya dia bisa tahu dimana rumahku. Sama seperti kemarin sepanjang perjalanan dia hanya diam begitu juga aku. Kenapa sih aku harus terjebak dengan namja ini? Tak lama kemudian kami sampai dirumahku. Sungguh hebat sekali dia bisa tahu dimana rumahku tapi darimana dia tahu, Henrykah?

”Gumawo…”jawabku singkat dan segera turun dari mobilnya.

Namun dia juga ikut turun.

”Ya mau apa kau?”tanyaku padanya.

”Aku punya nama…”jawabnya singkat.

Huhh menyebalkan sekali namja yang satu ini.

”Kyu-ya…mau apa kau ikut turun?”tanyaku padanya lagi.

”Memangnya aku tidak boleh berkunjung ke rumahmu…”jawabnya enteng.

”Andwe!!tidak boleh!!sudah pulang sana…”seruku sambil menyuruhnya pulang.

Aku pun berjalan menuju pintu rumahku namun dia masih mengikutiku dengan wajah tanpa dosa. Sok innocent.

”Kyu-ya…pulanglag…”seruku sambil mendorong tubuhnya untuk menjauh tapi omo kenapa badannya dingin, apa dia sakit. Aku malah mendongak dan menatapnya seketika itu juga kami saling bertatapan, sepertinya dia juga heran kenapa aku menatapnya. Selalu begini setiap kali menatapnya pasti saja seakan tidak bisa lepas.Lama kami saling bertatapan sampai.

”Onnie…itukah kau?”seru Ji Won yang membuka pintu dan hanya mengeluarkan kepalanya saja.

Aku pun segera mengalihkan padanganku ke arah Ji Won.

”Ne..ini aku…”jawabku dan Ji Won langsung membuka pintunya lebar-lebar.

”Onnie..dia siapa?”tunjuk Ji Won pada Kyu.

Aisshh, dasar adikku genti sekali, tahu saja namja tampan. Apa yang barusan aku katakan, aku bilang Kyu tampan! Babo Yong Soon!

”Dia temanku…Kyuhyun namanya…”jawabku asal dan mau apalagi akhirnya aku menyuruh Kyu masuk.

”Annyeong..Lee Kyuhyun-imnida…”serunya kepada adikku sambil tersenyum, dia bisa bersikap manis di depan adikku tapi tidak denganku. Menyebalkan!

”Choi Ji Won-imnida…annyeong Oppa…”seru Ji Won dengan senyumnya.

Cihh, menyebalkan sekali mereka, aku pun segera masuk ke dalam rumah dan mempersilahkan Kyu untuk duduk. Sial kenapa dia harus datang ke rumahku segala. Aku segera ke dapur untuk mengambil minum untuknya.

Saat aku kembali lagi. Aku tidak menyangka Ji Won dan Kyuhyun sedang asyik bermain game. Omo cepat sekali mereka beradaptasi.

”Ji Won-ah…Oppa punya banyak sekali game dirumah…kalau kau mau nanti Oppa bawakan dan kita main bersama…”seru Kyu.

”Jeongmal…asyik…sering-sering main kesini ya Oppa…”seru Ji Won dengan mata berbinar.

Apa sering-sering main kesini? Bisa menjadi bencana untukku. Jangan sampai. Lagian kenapa hobi Kyu dan Ji Won bisa sama seperti ini. Aku hanya memperhatikan mereka yang asyik bermain, kapan mereka akan berhenti. Tanpa sadar aku terus menguap. Hoaamm rasanya mengantuk melihat mereka bermain.

 

 

Kyu POV

”Aku menang lagi Ji Won-ah…”seruku senang.

”Ne…Oppa hebat sekali…ajari aku biar selalu menang dong Oppa…”seru Ji Won dengan penuh semangat.

Senang sekali rasanya hari ini bisa bermain game lagi, sepertinya sudah lama sejak terkahir aku bermain game. Ternyata adiknya Yong Soon menyukai game juga sama sepertiku.

”Yong Soon-ah!”panggilku namun dia tidak menjawab, aku menoleh ke belakang dan mendapati Yong Soon sedang tertidur bersandar di dinding. Aisshh gadis ini bisa-bisanya dia tidur dengan posisi seperti itu.

”Onnie tertidur…”seru Ji Won sambil menghampiri Yong Soon hendak membangunkannya.

”Ah…andwe kasihan kakakmu…biar Oppa bawa dia ke kamar…mana kamarnya?”tanyaku pada Ji Won.

Dan dia pun menunjukan kamarnya. Aku segera menggendongnya dan membawanya ke kamarnya. Aku meletakannya diatas tempat tidurnya dan menyelimutinya. Aku mengamati wajahnya yang sedang tertidur pulas sekali.

”Cantik…”lirihku sambil mengelus pipinya perlahan.

Aku pun mendekatkan wajahku dan mencium keningnya. Apa yang aku lakukan barusan? Kenapa aku melakukan itu? Aisshh aku tidak pernah melakukan itu sebelumnya. Aku segera keluar kamarnya, memikirkan kenapa aku bisa melakukannya tadi. Aku mengeleng-gelengkan kepalaku. Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku malah mencium keningnya. Ya ampun sejak dekat dengannya selalu saja. Kenapa ya gadis itu begitu membuatku selalu memikirkannya, aku belum pernah menyukai seorang gadis sampai seperti ini.

”Ji Won-ah…Oppa pulang dulu ya…”seruku pada Ji Won

Dan dia pun mengangguk lalu tersenyum dan mengantarku sampai pintu rumahnya kemudian dia melambaikan tangannya dan menutup pintu.

Sepanjang perjalanan pulang aku terus saja memikirkan apa yang aku lakukan pada Yong Soon tadi. Kenapa aku bisa mencium keningnya? Ternyata benar aku memang sudah jatuh cinta pada gadis itu.

Advertisements

2 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s