FF: Love Is Really Hurt Part 7

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

 

MY ONLY GIRL

 

Yong Soon POV

Aku segera mengambil tas di dalam kamarku dan mengenakan sepatu dengan terburu-buru. Hari ini aku agak sedikit telat tidak seperti biasanya. Aku segera berpamitan pada ibuku dan berjalan keluar rumah. Aku melihat ke arah jalan tidak ada tanda-tanda Changmin, hemm mungkin dia sudah duluan karena memang hari ini aku agak sedikit telat tidak seperti biasa dan dia tidak mungkin melewatkan pagi harinya dengan tidak bermain basket, makanya dia selalu berangkat pagi-pagi.

Ah sebaiknya aku segera berangkat, Changmin tidak mungkin lewat lagi dia pasti sudah pergi. Aku mempercepat langkahku takut terlambat.

”Ya!siapa suruh kau berangkat sendiri!”seru sebuah suara mengagetkanku dan sepedanya berhenti tepat di hadapanku.

Aku mengelus dadaku mengatasi rasa kagetku karena tiba-tiba dia berhenti di hadapanku dengan sepedanya.

”Aku pikir kau sudah berangkat lagipula hari ini aku telat…kau kan tidak mau ketinggalan bermain basket…”ucapku.

”Sudah cepat naik…masih bisa 15 menit main…”serunya bersiap melajukan kembali sepedanya.

Aku segera naik ke belakang dan memegang erat-erat pingganggnya dan langsung saja dia menjalankan sepedanya dengan kecepatan maksimal. Aishh, dia ingin membuat kita berdua mati konyol, untung saja jalanan tidak terlalu ramai tapi jujur aku masih tetap takut. Hufft semoga aku sampai dengan selamat. Doaku dalam hati.

 

Akhirnya kami sampai disekolah tepat waktu, tentu saja bagaimana tidak tepat waktu, dia melajukan sepedanya seperti terbang. Aku segera merapihkan rambutku yang acak-acakan gara-gara cara berkendaranya yang mengerikan.

”Masih sempat…aku duluan ya…”serunya langsung berlalu setelah memakirkan sepedanya.

Aku melihatnya sudah menghilang, cepat sekali dia. Dasar sepertinya basket sudah menjadi hidupnya sampai-sampai dia tidak bisa sehari saja tidak melihat lapangan itu. Harusnya tadi aku memilih jalan saja kalau tau begini, biarlah telat toh pelajaran pertama adalah sastra korea, pelajaran yang kurang aku sukai tapi entah kenapa malah dijadikan mata ujian akhir. Hufft.

Aku berjalan menuju lokerku terlebih dahulu seperti biasa untuk menaruh bekalku.

”Baru datang?”seru sebuah suara disamping lokerku dan ternyata itu Chae Kyung.

”Ne…”jawabku sambil tersenyum padanya.

”Kau sudah mengerjakan PR sastra korea?”tanyanya.

Omo! Aku baru ingat ada PR juga. Aisshh matilah aku kenapa aku bisa lupa begini. babo!

Aku Cuma bisa nyengir padanya menandakan bahwa aku belum mengerjakan, dia hanya tersenyum melihatku dan menyodorkan buku sastra koreanya padaku. Huwaa Chae Kyung memang paling mengerti diriku yang tidak terlalu suka pelajaran itu, makanya terkadang aku lupa mengerjakan PR pelajaran itu.

”Sudah bisa ditebak…”serunya sambil tersenyum kemudian berjalan. Aku mengikutinya berjalan disampingnya sampai di kelas.

Begitu sampai dikelas, mataku tertuju pada seseorang yang sedang mendengrakan lagu dengan earphonenya, seorang namja yang duduk tepat disampingku. Hufft, kenapa dia sudah datang duluan? Aigoo, Yong Soon-ah….ottohke? entah kenapa aku merasa canggung sekali melihatnya mungkin gara-gara kejadian kemarin, kenapa dia bisa seperti itu kemarin. Anni..anni..tidak boleh…ucapku dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.

”Gwenchanayo?”tanya Chae Kyung yang heran melihat tingkahku.

Aku segera tersadar aku sudah melakukan hal bodoh.

”Ah..gwenchana…”ucapku sambil tersenyum.

Dan saat itu mataku dan matanya saling beradu tiba-tiba jantungku langsung berdegup sangat kencang. Meski tatapannya sedingin biasanya tapi entah kenapa aku malah mengingat tatapan lembutnya waktu itu. Aku melihatnya segera mengalihkan padangannya dan begitu pun aku. Ya Tuhan kenapa ini?

 

 

 

Kyu POV

Ada yang salah dengan otakku sepertinya. Kenapa aku terus memikirkan gadis itu terus dan tadi entah kenapa aku malah menoleh ke arahnya dan menatapnya begitupun juga dia. Aku kembali fokus memainkan i-phoneku sambil menunduk. Aku meliriknya, dia sedang sibuk mencatat sesuatu. Kenapa jadi canggung seperti ini? Pasti gara-gara kemarin. Babo sekali aku kenapa aku malah menghampirinya dan menghapus air matanya. Apa yang kupikirkan saat itu? Bisa-bisanya aku melakukan hal itu. Dan beginilah jadinya.

”Aww sakit tau!!!”teriak suara di sebelahku.

Aku segera menoleh ke sampingku dan melihat Changmin sedang mencubit pipi Yong Soon dan membuatnya meringis kesakitan sambil memegangi pipinya dan kemudian Yong Soon membalasnya. Heran sekali aku melihat gadis ini, dia bisa seceria ini hari ini padahal kemarin dia menangis. Aku melihat Yong Soon yang tertawa begitu lepas sambil bercanda dengan Changmin. Entah kenapa setiap aku melihatnya bersama Changmin dia pasti akan sangat bahagia, apa mereka punya hubungan khusus? Aisshh kenapa aku malah memikirkan hal itu, untuk apa aku tahu seperti apa hubungan mereka, itu bukan urusanku. Aku mengalihkan padanganku dari mereka yang masih asyik bercanda, namun aku merasakan makhluk itu menatap tajam ke arahku. Apa maksud isi pikirannya? Dasar makhluk tidak beradab.

 

Changmin POV

”Changmin-ah lepas sakit tau!!!”serunya karena kedua pipinya sedang aku cubit sekarang.

Aku hanya tertawa terbahak-bahak melihatnya memasang muka cemberut. Aku senang sekali melihat wajahnya yang seperti itu. Dia terkadang masih seperti anak kecil, termasuk aku juga.hehehe. itu yang aku suka dari dirinya siftanya yang masih seperti anak-anak.

”Changmin-ah kau sahabat yang paling menyebalkan!”serunya begitu aku melepaskan tanganku dan dia mnegusap-usap pipinya yang tadi aku cubit.

Kata-katanya membuatku seidkit terhenyak. Sahabat? Ternyata dia hanya menganggapku sahabat? Hufft Yong Soon-ah kenapa kau tidak bisa melihatku bukan sebagai seorang sahabat tapi sebagai seorang namja. Apakah kau tahu kenapa selama ini aku tidak mempedulikan semua yeoja yang mencoba mendekatiku, itu karena aku berharap kau menyuakiku sebagai seorang namja bukan sahabat. Ucapku dalam hati.

”Gwenchananyo?”tanya Yong Soon tepat di depan wajahku dan membuatku sangat kaget dan langsung mengalihkan pandanganku.

”Ne…gwenchana…”seruku.

Aku mendengar Yong Soon tertawa terbahak-bahak.

”Kenapa mukamu jadi merah?ah jangan-jangan kau menyukaiku ya….”serunya sambil terkekeh.

Ya kata-kata itu tepat sekali dan itu membuatku langsung berbalik memunggunginya menghadap ke depan kelas. Dia tidak boleh tahu. Aku pura-pura membuka bukuku dan membacanya. Aku masih mendengarnya bebarapa kali terkekeh pelan. Aigoo, bagaimana ini?

 

 

Yong Soon POV

Hampir seharian ini aku dan Kyu sama sekali tidak saling berbicara. Aisshh bagaimana ini? Aku tidak berani kalau menyapanya lebih dulu. Ok Yong Soon kemarinkan hanya seperti itu tidak lebih kenapa aku harus merasa canggung. Anggap semuanya biasa saja. Tapi jujur entah kenapa setiap di dekatnya aku pasti merasakan perasaan lain, aku seperti selalu ingin ada disekitarnya seperti magnet. Apa yang aku pikirkan? Lupakan Yong Soon. Ucapku dalam hati.

Changmin juga jadi aneh sejak tadi, aku kan hanya bercanda kenapa dia anggap serius. Sekarang dia sudah menghilang tanpa berpamitan sedikitpun padahal hari ini aku sudah membawakannya bekal makan siang seperti permintaannya kemarin. Terkadang sahabatku yang satu itu sungguh sangat merepotkan, bisa-bisanya dia memintaku membawakannya bekal makan siang yang harus buatanku sendiri.

Aku melihat ke depan Chae Kyung masih asyik dengan bukunya, sungguh maniak buku. Dan saat melihat kesamping sudah tidak ada Kyu lagi, cepat sekali dia pergi. Kelas hampir sepenuhnya kosong hanya tinggal 3 orang saja termasuk aku. Aku segera beranjak dari kursiku untuk mengambil bekalku dan Changmin di loker aku akan menyerahkannya pada Changmin di lapangan basket.

”Chae Kyung-ah…kau tidak mau makan?”tanyaku saat melewati bangkunya.

Dia menutup bukunya dan tersenyum sambil menggeleng.

”Ok…aku duluan ya…”seruku sambil tersenyum dan berjalan keluar kelas. Namun.

BRUKK

Aku merasakan tubuhku menabrak sesuatu dan membuatku kehilangan keseimbangan dan akan jatuh namun saat itu juga aku merasakan sebuah tangan mendekapku menahanku untuk jatuh. Saat aku mendongak mataku dan matanya saling bertatapan. Omo jantungku berdegup sangat kencang saat ini bukan hanya karena posisi kami yang seperti orang yang sedang berpelukan tapi juga karena jarak wajah kami yang hanya beberapa senti saja dan dia semakin mendekatkan wajahnya padaku. Omo apa yang akan dia lakukan? Aku bisa merasakan wajahku memerah sekarang tapi dia tetap setenang biasanya, sekarang jarak kami benar-benar sangat dekat, aku bisa merasakan hembusan nafasnya di wajahku, aku hanya bisa memejamkan mataku, aku tidak mau tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Omo andwe!!aku tidak mau itu menjadi ciuman pertamaku. Andwe!!

Namun tiba-tiba Dia segera melepaskan dekapannya, aku pun segera meyeimbangkan tubuhku untuk berdiri. Aishh, kenapa debaran jantungku masih belum berhenti juga, aku pun hanya menunduk takut kalau dia melihat wajahku yang sudah sangat merah.

”Mianhe…aku tidak lihat jalan…”serunya sambil berlalu masuk ke dalam kelas. Sedingin biasanya.

Apa yang akan dilakukannya tadi. Aisshh pasti setelah ini hubunganku dengannya akan semakin canggung. Huwaa kenapa dia harus seperti itu tadi. Aku menoleh kebelakang dan mendapatinya sedang asyik mendengarkan lagu menggunakan earphone. Aku pun menghela nafas dan berjalan keluar menuju lokerku.

 

 

 

 

 

Kyu POV

Babo apa yang hanpir aku lakukan? Kenapa aku malah ingin menciumnya? Hampir saja itu menjadi ciuman pertamaku. Untung saja tidak jadi. Jangan sampai gadis itu mengambil ciuman pertamaku. Aku berusaha mengalihkan pikiranku dengan mendengarkan lagu, namun entah kenapa aku malah ingat dia terus.

Aisshh, perutku lapar sekali. Kenapa aku tidak bisa makan dengan tenang di sekolah ini. Gerutuku dalam hati. Aku merasakan seseorang menatap tajam ke arahku maka aku pun menoleh dan mendapati makhluk itu yang menatapku. Cih kenapa dia selalu menatap ke arahku dengan tatapan seperti, sebegitu takutnyakah dia aku akan membantai seisi sekolah ini, dia pikir aku makhluk seperti mereka yang tidak beradab dan menganggap diri mereka adalah pelindung manusia. Kenapa vampir harus selalu bermusuhan dengan warewolf ? apa itu memang hukum alam?

Aku hanya membalas tatapannya tidak kalah tajam, pikirannya sangat menarik terlalu dipenuhi ke khawatiran.

 

 

Yong Soon POV

Kemana anak itu? Pikirku. Tumben sekali dia sudah menghilang dari lapangan basket. Aku hanya melihat beberapa murid kelas 1 dan 2 yang masih bermain basket dan aku sama sekali tidak menemukan sosok orang itu. Biasanya dia akan terus disini sampai bel masuk berbunyi tapi kali ini dia sudah menghilang padahal aku sudah membawakannya bekal makan siang. Merepotkan saja, lihat saja nanti saat di kelas akan aku marah-marahi dia karena aku harus membuat bekal makanan dobel untukknya dan membuatku hampir telat pagi ini. Selalu saja merepotkanku.

”Yong Soon-ah…mencari siapa? Aku ya?”seru seseorang berjalan menghampiriku.

”Untuk apa aku mencarimu…aku mencarimu sahabatmu itu tau…kemana dia?”tanyaku pada Ji Hoon yang sudah berdiri di depanku sambil terengah-engah sepertinya dia habis bermain basket, nah kemana partnernya itu.

”Tadi dia main sebentar habis itu pergi…dia tidak bilang mau kemana…aku pikir dia menemuimu…”serunya sambil duduk disampingku dan mengambil botol air minum yang dia letakkan dia atas bangku.

”Huh dia merepotkanku saja…kau tahu aku harus bangun pagi membuatkannya bekal karena dia minta dibuatkan bekal dan sekarang dia yang butuh bekal ini malah pergi…”curhatku pada Ji Hoon, kulihat Ji Hoon hanya mengerenyitkan alisnya dan terkekeh pelan.

”Ya!kenapa malah tertawa?”seruku padanya.

Dan kini dia semakin tertawa, aku pun duduk disampingnya sambil menggembungkan pipiku, kesal pada sahabatnya yang satu itu.

”Kalian ini seperti pasangan saja…”seru Ji Hoon kembali tertawa.

Aku pun memukul bahunya dan kulihat dia hanya meringis sambil tetap tertawa. Dasar dia sama anehnya dengan Changmin.

”Yong Soon-ah…”serunya yang membuatku menoleh ke arahnya.

”Ne..”jawabku.

Ji Hoon terdiam, kenapa dia? Aneh sekali. Aku membulatkan mataku menunggu kata-kata selanjutnya darinya, dia kemudian menghela nafas perlahan.

”Sebenarnya kau menganggap Changmin sebagai apa?”tanyanya.

Dan itu membuatku langsung tertawa, kenapa dia bertanya seperti itu sudah pasti aku menganggapnya sebagai sahabat terbaikku, apa dia pikir aku akan marah dengan Changmin karena hal ini, tentu saja tidak aku memang kesal padanya tapi paling hanya berlangsung beberapa menit saja setelah itu aku akan menganggap hal ini tidak pernah terjadi. Aku memang orang yang seperti itu gampang melupakan kekesalanku terutama terhadap makhluk yang satu itu karena dia memang sering membuatku kesal. Mungkin karena itu persahabatanku dengan Changmin bisa selama ini karena setiap dia membuatku kesal, aku dengan mudahnya melupakan hal itu apalagi jika sudah mulai bercanda bersamanya lagi.

”Ya!jawab pertanayaanku…”serunya lagi.

”Ji Hoon-ah…tentu saja aku menganggap Changmin sebagai sahabat baikku…tenang saja aku tidak akan kesal padanya terus-terusan karena hal ini…”seruku sambil berdiri hendak beranjak pergi.

”Sudah ya..aku harus mencari dia untuk memberikan ini..”seruku sambil menunjukan kotak bekal warna biru itu dan aku pun berlalu pergi namun.

”Bagaimana kalau Changmin menganggapmu lebih dari sahabat?”seru Ji Hoon menghentikan langkahku.

Aku segera berbalik dan memasang wajah meminta penjelasan. Apa maksud perkataannya itu? Changmin menganggapku lebih dari sahabat?

 

Changmin POV

Aku merasakan sejak tadi Yong Soon terus menatapku, ada apa dengannya? Ok aku memang senang dia menatapku seperti itu tapi rasanya aneh ditatapnya seperti itu, sebelumnya dia tidak pernah menatapku seperti itu. Aku menyumpit lagi bibimbap yang dibuatkan untukku.

”Ya kenapa kau menatapku terus? Kau mau?”tanyaku sambil menyodorkan kotak bekal itu.

”Ah..anni….”jawabnya dan langsung mengalihkan pandangannya menatap hijaunya rerumputan taman sekolahku.

Ada yang aneh dengan dia? Kenapa ya? Aku penasaran sekali melihat perubahan sikapnya itu. Dia kini hanya menatap lurus kedepan tidak menatap ke arahku lagi. Begitu aku selesai memakan bekalnya aku menggeser dudukku perlahan ke sampingnya, sepertinya dia belum sadar, pasti dia sedang melamun. Kemudian aku menyentuh pipinya dengan telunjukku dan itu membuatnya kaget dan langsung menggeser duduknya menjauh dariku.

”Ya!kau ini kenapa sih?daritadi kau aneh sekali?”seruku padanya.

”Ah..anni..tidak ada apa-apa…kau sudah selesai makan? Sebaiknya kita kembali ke kelas…”serunya sambil berdiri.

Namun aku segera menarik tangannya dan memeluknya. Aku mersakan dia seperti terkejut dengan perlakukanku dan dia hanya diam mematung.

”Yong Soon-ah…kenapa kau tidak pernah mau membagi semua masalahmu denganku….kenapa kau hanya membagi bahagiamu…aku juga ingin kau bisa membagi sedihmu menceritakan semua masalahmu…aku kan sahabatmu…sekarang kau seperti ini pasti kau ada masalah…memangnya ada apa?”seruku sambil terus memeluknya.

Dia kemudian melepaskan pelukanku dan menatapku sambil tersenyum.

”Aku baik-baik saja kok…lihat aku sudah tersenyum lagi kan…”jawabnya.

Aku pun mengacak-acak rambutnya. Dasar gadis yang aneh!gampang sekali dia merubah wajahnya dari sedih menjadi senang. Kalau begini dia tidak akan pernah mau cerita, aku ingin melihatmu menangis di hadapanku Yong Soon, menceritakan semua kesedihanmu selama ini berbagi denganku tapi sepertinya tidak akan pernah, sepertinya kau lebih memilih menyimpannya sendiri dan hanya menunjukan wajah bahagiamu saja padaku padahal aku ingin sekali bisa mendekapmu saat kau menangis.

”Changmin-ah…gumawoyo sudah mau menjadi sahabatku selama ini…”serunya lagi kali ini wajahnya serius.

”Ne…aku akan selalu menjadi sahabatmu…”ucapku sambil kembali memeluknya.

Yong Soon-ah andai kau tahu, aku tidak hanya ingin menjadi sahabatmu tapi juga seseorang yang ada dihatimu, aku akan berusaha membuatmu menyadari akan hal itu. Ya aku akan membuatmu juga mencintaiku.

 

Yong Soon POV

”Na Ra miaenheyo hari ini aku tidak bisa ikut latihan…”seruku pada Na Ra di ruang musik.

Sebenarnya hari ini kami harus latihan lagi tapi hari ini aku harus buru-buru ke toko dan tentu saja aku tidak mungkin bilang kalau aku kerja part time.

”Waeyo?”tanyanya.

”Aku harus segera pulang….ibuku menyuruhku pulang cepat hari ini….mianheyo…”seruku sambil mengatupkan kedua tanganku meminta maaf. Aku melihat dia agak sedikit kecewa tentu saja, pementasan tinggal seminggu lagi, harusnya kami sudah mulai latihan intensif. Selama ini saja aku sering telat dan tidak ikut beberapa kali karena rapat persiapan pementasan ini.

”Ne baiklah…oh ya besok kau akan mulai latihan dengan kyu ya saat istirahat…berhubung kau pasti akan mulai sibuk dan kemungkinan besar tidak akan bisa ikut latihan sepulang sekolah seperti hari ini…dan kalian berduakan akan berduet jadi kalian latihannya past istirahat saja…”serunya panjang lebar.

Mwo? Latihan dengan Kyuhyun? Sejak kapan kami harus berduet, kukira kami akan memainkan bagian kami masing-masing. OMO, aku hanya bisa membulatkan mataku mendengar Na Ra berkata seperti itu. Aku melihat Kyuhyun yang sepertinya juga terkejut mendengar perkataan Na Ra namun selalu saja dia bisa terlihat biasa lagi, memasang wajah dinginnya itu. Aku melihat dia menatapku sekilas, hanya sekilas dan kembali lagi menghadap piano. Huh benar-benar jutek sekali dia. Ya Yong Soon kenapa kau malah memikirkan bagaimana sikapnya padamu, sudah bagus dia kembali seperti di awal tidak seperti kemarin-kemarin, dimana sikapnya selalu membuat jantungku berdegup sangat kencang. Tapi ottohke? Aku akan latihan hanya berdua dengannya?

”Yong Soon-ah!”seru seseorang memanggilku dari pintu dan ternyata itu Changmin.

Aku pun segera berpamitan.

”Sekali lagi maaf ya Na Ra aku tidak bisa ikut latihan…”ucapku sambil meminta maaf sekali lagi.

”Ne…sudah cepat pulang sana…pangeranmu sudah menunggu…”serunya sambil tersenyum penuh arti menatap ke arah Changmin.

Aku jadi ingat cerita Ji Hoon tadi . Anni..anni tidak mungkin Changmin menganggapku lebih dari sahabat tadi siang saja dia bilang aku sahabatnya, tidak mungkin dia memiliki perasaan yang lain terhadapku.

 

Kyu POV

Aisshh, kenapa harus dengannya sih? Kenapa selalu saja dengannya? Sepertinya aku tidak bisa lepas dari gadis itu, selalu saja ada hal-hal yang membuatku harus selalu dengan gadis itu.

Aku melihatnya menatap ke arahku namun aku hanya menatapnya sekilas, lama-lama menatapnya malah membuat jantungku semakin berdegup sangat kencang. Aku mendengar dia dipanggil oleh seseorang dan ternyata makhluk itu yang memanggilnya, kembali dia menatap tajam ke arahku. Sepertinya dia menantangku. Yong Soon kemudian berjalan menghampirinya dan makhluk itu langsung menarik tangan Yong Soon dan menggandengnya. Entah kenapa aku merasa sakit melihat kejadian tadi. Aigoo, ada apa denganku? Kenapa aku harus peduli dengan mereka.

 

Hari ini aku latihan sama sekali tidak konsentrasi. Ini semua gara-gara gadis itu. Kenapa sih dia selalu saja muncul di pikiranku.

”Hyung gwenchanayo?”tanya Henry padaku.

”Ah ne…gwenchana…”jawabku sambil berjalan menahuluinya masuk ke dalam rumah.

”Kyu sudah pulang?”seru Eunhyuk hyung padaku.

Aku hanya mengangguk sambil tersenyum tipis dan berjalan menuju tangga. Entah kenapa hari ini aku menjadi tidak bersemangat sekali.

Saat aku mau melangkahkan kakiku menaiki tangga aku mendengar suara seseorang berteriak. Itu kan Siwon hyung. Dia sudah pulang ternyata.

”Hyung kenapa kau bisa membiarkan dia!ya ampun apa hyung tidak tahu bagaimana jadinya nanti!hyung kan tahu bagaimana Kyu!”seru Siwon hyung dengan setengah berteriak.

Aku berjalan menuju ruangan itu dan mendengarkan dari luar pembicaraan antara Siwon hyung dan Teukie hyung. Kenapa mereka selalu saja membawa namaku. Aku jadi ingat saat pertama kali aku keluar rumah Siwon hyung terlihat sangat tidak suka. Sebenarnya ada apa denganku?

”Cukup Siwon!aku rasa dia tidak akan seperti itu lagi kali ini!kenapa kau tidak mau percaya padanya!”seru Teuki hyung membalas perkataan Siwon hyung.

”Hyung sudah cukup selama ini kita merahasiakan ini darinya, dia harus tahu semauanya agar dia tahu kenapa kita melakukan hal itu padanya!”seru Siwon hyung.

Rahasia? Rahasia apa? Apa yang mereka rahasiakan dariku? Aku semakin tidak mengerti pembicaraan mereka. Apa maksudnya semua ini?

”Siwon!”seru Teuki hyung.

Namun tiba-tiba pintu terbuka dan aku melihat Siwon hyung dan juga Teuki hyung terkejut melihatku yang berada di depan pintu dengan tatapan bingung ke arah mereka berdua.

”Kyu…ada apa?”seru Teukie hyung.

”Ah…anni aku hanya lewat saja…”seruku hendak berjalan pergi.

”Kyu…”seru Siwon hyung menghentikan langkahku.

Aku berbalik dan menatapnya yang melihatku dengan tatapan aneh sekali. Apakah Siwon hyung akan menceritakan rahasia itu. Aku benar-benar bingung ada apa dengan ini semua.

”Kyu…kembalilah ke kamarmu…kau baru pulang kan? Istirahatlah…”seru Teuki hyung padaku. Aku yang bingung dengan kejadian ini hanya kembali berjalan menuju kamarku.

Aku masih mendengar mereka berbicara samar-samar. Sebenarnya ada apa di keluargaku?aisshh hal ini membuatku pusing. Aku harus mencari tahu ada apa ini.

 

 

Advertisements

One thought on “FF: Love Is Really Hurt Part 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s