FF: Love Is Really Hurt Part 10

Cast:

Super Junior

SHINee

DBSK

Genre: Horror, Romance, Friendship

Yong Soon POV
Hari ini pementasan musiknya. Hufft aku benar-benar deg-deg an, semoga semuanya berjalan dengan lancar tidak hanya pertunjukannya saja tapi keseluruhan acara ini karena aku yang bertanggung jawab atas acara ini, kalau gagal, matilah aku. Sebenarnya aku masih tidak bersemangat hari ini karena, ya Changmin masih tetap dingin padaku padahal sudah 3 hari tapi dia tetap saja seperti itu. Meski dia menjemputku, tidak dengan mengantar pulang karena selalu saja Kyu memaksaku untuk diantar pulang olehnya meski aku sudah berusaha menolaknya tapi tetap saja dia memaksa. Dasar namja egois!
Changmin sama sekali tidak memberikanku ucapan semangat, biasanya setiap kali aku dan teman-teman akan tampil dia akan selalu datang ke backstage dan memberikan semangat untukku tapi sekarang dia tidak ada. Aku rindu Changmin yang dulu. Seruku dalam hati.
”Kau gugup?”tanya seseorang yang sudah berdiri disampingku. Aku segera menoleh dan mendapati Kyuhyun berdiri disampingku dan tersenyum padaku. Aisshh akhir-akhir ini entah kenapa dia selalu saja tersenyum, dulu aku memang berharap dia akan selalu tersenyum karena menurutku dia lebih tampan jika tersenyum tapi entah kenapa aku jadi malah merasa aneh dengan tingkahnya itu.
”Ah anni…”jawabku singkat.
Namun tiba-tiba tangannya langsung mengenggam tanganku. aku tersentak kaget dan langsung menoleh kearahnya lagi. Namun dia hanya menatap lurus ke depan.
”Tanganmu dingin berarti kau gugup…”serunya tanpa menoleh ke arahku.
Mukaku pasti sudah menjadi merah sekarang. Omo kenapa sih dia selalu melakukan hal-hal seperti ini secara tiba-tiba dan selalu mengejutkanku dengan segala perlakuan yang dia berikan, contohnya seperti ini, apa dia mau membuatku mati karena jantungku berdegup sangat kencang setiap dia melakukan hal ini. Dia semakin mengenggam erat tanganku.Ya Tuhan aku sudah tidak gugup lagi tapi sekarang aku benar-benar merasa malu.
”Ya…kalian bersiap-siap sebentar lagi giliran kalian…”seru Na Ra.
Dan seketika itu juga aku segera melepaskan tanganku dari genggamanya takut jika Na Ra menyadari bahwa Kyu mengenggam tanganku. aku melihatnya terkekeh pelan melihatku melakukan hal itu. Aisshh apa yang dipikirkannya.

Changmin POV
”Changmin-ah…bolanya!”seru Jin Hoon membuyarkan lamunanku.
”Ah ne…”jawabku sambil melemparkan bola itu padanya.
Selanjutnya aku memilih untuk meninggalakan lapangan dan duduk di pinggirannya sambil meminum air yang ada disampingku. Aisshh aku benar-benar tidak konsentari hari ini, beberapa kali aku malah terdiam saat sedang membawa bola. Sebenarnya sudah selama 3 hari aku seperti ini, ya gara-gara Yong Soon, anni…bukan gara-gara dia, aku saja yang terlalu cemburu padanya, sedangkan dia sama sekali tidak tahu kenapa aku marah padanya, tentu saja dia tidak tahu. Dasar gadis polos! Aku merasa aneh seperti marah seorang diri tapi aku masih kesal gara-gara dia seenaknya saja dipeluk oleh Kyuhyun, dia kan baru kenal dengan makhluk itu, bisa-bisanya dia sedekat itu. Gerutuku dalam hati. Ah Yong Soon babo!kenapa dia tidak bisa lihat kalau aku cemburu padanya. Sudah 3 hari ini aku mendiamkannya berharap dia akan sedikit lebih peka tapi tetap saja dia masih bertanya-tanya kenapa aku marah, kenapa dia tidak bisa berpikir alasan aku marah padanya.
”Ya!ada apa denganmu? Sepertinya semakin hari mood mu semakin buruk…”tanya Ji Hoon yang tiba-tiba sudah duduk disampingku.
”Ah..anni tidak apa-apa…”jawabku singkat sambil kembali meneguk air putih di dalam botol yang aku pegang.
”Pasti soal Yong Soon…ah kalian ini aneh sekali…”serunya.
Aku menoleh padanya dan mengangkat alisku tidak mengerti dengan perkataannya.
”Ne??aneh??”tanyaku.
Dia hanya mengangguk dan tersenyum.
”Lebih tepatnya kau yang aneh sih…habisnya tentu saja dia tidak akan tahu kenapa kau marah sebab kau tidak pernah berterus terang tentang perasaanmu padanya…coba kau katakan perasaanmu padanya…”seru Ji Hoon.
”Ah andwe…”jawabku singkat.
Aku takut dia tidak memiliki perasaan yang sama terhadapku dan malah membuat persahabatan kami menjadi hancur, aku tidak mau itu.
”Ya!kau mau keduluan oleh Kyu…kurasa dia juga suka dengan Yong Soon…bukankah kau cemburu karena dia?”seru Ji Hoon lagi.
Aku hanya bisa mengangguk. Ya aku cemburu karena Kyuhyun terlalu dekat dengan Yong Soon dan Yong Soon sepertinya senang sekali dekat dengan Kyuhyun terutama sekarang-sekarang ini mereka semakin dekat saja gara-gara Kyu dan Yong Soon tampil bersama di pemnetasan musik ini. Bahkan sekarang setiap pulang pasti Kyuhyun yang mengantarnya. Menyebalkan sekali, Yong Soon-ah tidak bisakah kau lihat bahwa aku tidak suka melihatmu dengan Kyuhyun.
”Cepat katakan padanya…jangan takut ditolak…aku rasa Yong Soon juga memiliki perasaan terhadapmu soalnya waktu minggu lalu aku cerita tentang perasaanmu dia…”
”Mwo???kau cerita apa padanya???apa kau bilang aku..”potongku cepat.
Jangan-jangan Ji Hoon cerita yang macam-macam lagi. Apa dia bilang kalau aku menyukainya? Pantas saja minggu kemarin Yong Soon bersikap aneh padaku, pasti dia percaya cerita Ji Hoon, ya itu memang benar tapi tidak secepat itu dia tahu. Aisshh kemarin saja sudah aneh begitu apalagi kalau aku yang mengatakannya langsung. Ah anni aku tidak mau bilang sekarang, aku harus memastikan dulu perasaannya padaku, aku tidak mau malah merusak persahabatan kami.
”Mianhe Changmin-ah..habisnya aku…aku hanya ingin membantumu…”seru Ji Hoon sambil nyengir.
”Kau lihat sendiri kan ekspresinya…makanya aku tidak siap bilang sekarang…nanti malah merusak persahabatnku dengannya sekarang saja sudah begini….”seruku.
”Ya Changmin-ah! Kenapa kau malah menyerah begitu…dia tidak menunjukan ekpresi tidak suka malah sepertinya dia tidak keberatan…”seru Ji Hoon dengan mata menerawang sepertinya mengingat-ingat ekpresi Yong Soon saat itu.
”Ya!karen ulahmulah untung dia tidak bertanya macam-macam padaku…padahal sikapnya sudah aneh sekali saat itu…”seruku sambil menatap tajam ke arahku.
Temanku yang satu ini memang paling tidak bisa jika diberikan rahasia,pasti tidak aman. Aku salah berbicara saat itu padanya.
Bosan juga marahan dengannya seperti ini. Masalahnya dia sama sekali tidak peka dan malah semakin dekat dengan makhluk itu. Aisshh, kalau Yong Soon tahu siapa Kyuhyun sebenarnya bagaimana ya?aku tidak akan mengizinkan Kyuhyun mendapatkan Yong Soon, Yong Soon manusia sedangkan makhluk itu..andwee tidak boleh…mereka tidak boleh bersama…ok sekarang si Kyuhyun bisa mengendalikan dirinya bagaimana kalau dia hilang kendali…meski dia adalah manusia setengah vampir tapi aku merasakan aura aneh pada dirinya kenapa auranya berbeda ya dengan manusia setengah vampir lain. Aku pernah bertemu mereka sekali saat Yunho hyung mengajakku ke rumah mereka waktu aku masih sekolah dasar, ya Yunho hyung memang membina hubungan baik dengan para makhluk setengah itu, aku juga heran bukankah mereka adalah musuh kami, saat aku tanya kenapa Yunho hyung hanya bilang kami harus merahasiakan identitas kami dari manusia jadi sebaiknya kami tidak melakukan konfrontasi. Sungguh hyungku itu bijak sekali. Tapi manusia setengah vampir itu memiliki aura yang berbeda dengan Kyuhyun, apa memang setiap manusia setengah vampir memiliki aura yang berbeda. Ah masa?
Sayagnya aku tidak boleh menceritakannya pada Yong Soon soal siapa Kyuhyun ataupun tentang siapa aku sebenarnya. Aku hanya bisa menjaganya, jika dia sedang dekat-dekat dengan Kyuhyun, ya waspada saja meski aku tahu manusia setengah vampir tidak meminum darah manusia tapi mereka tetap vampirkan dan vampir meminum darah entah itu darah binatang atau manusia.
”Changmin-ah kau tidak melihat pertunjukan Yong Soon?”tanya Ji Hoon tiba-tiba kembali membuatku tersadar dari lamunanku lagi.
”Ah ne??”tanyaku.
”Kan sekarang ada pementasan oleh klub musik bukannya Yong Soon ikut klub musik ya…”serunya.
Aisshh jeongmal baboya! Aku lupa hari ini kan pementasannya. Biasanya aku akan selalu datang ke backstage sebelum dia tampil dan memberikannya semangat. Aku pun segera berdiri dan berlari menuju aula tempat pementasan itu berlangsung. Aku segera menuju backstagenya. Aku segera membuak pintunya namun aku segera menutupnya kembali, aku melihatnya sedang mengobrol dengan Kyuhyun. Huh! Menyebalkan sekali. Aku pun segera berbalik dan berjalan keluar dari aula itu, apakah dia sudah lupa denganku sebagai sahabatnya. Aku menimbang-nimbang untuk kembali atau tidak. Aku ingin lihat penampilannya tapi aku kesal dengannya yang dekat sekali dengan Kyuhyun. Ahh tapi sebagai sahabtnya aku harus melihatnya. Ucapku dalam hati. Aku pun segera kembali ke dalam aula dan saat itu dia sedang tampil. Seperti biasa dia selalu tampil sangat memukau. Dia memang pianis yang handal. Sejenak mata kami bertemu dan aku melihat dia tersenyum padaku namun entah kenapa aku malah tidak membalas senyumnya dan mengalihkan pandanganku ke arah lain, sepertinya aku masih kesal padanya, apalagi sekarang dia berduet dengan Kyuhyun. Apa memang sebaiknya aku menyatakan perasaanku padanya? Sungguh aku sakit setiap melihat mereka bersama.

Yong Soon POV
Pementasannya berjalan dengan lancar dan acara hari ini juga berlangsung sukses, huwaa syukurlah namun tetap saja aku tidak bisa benar-benar senang, aku masih memikirkan Changmin, tadi dia datang tapi saat aku tersenyum padanya dia malah memalingkan wajahnya dan berlalu pergi. Dia masih marah padaku tapi aku masih tidak mengerti kenapa dia marah padaku?
”Akhirnya selesai juga acara ini…untung semuanya berjalan lancar…”seru Key ketika kami selesai rapat bersama panitia acara ini.
Ya untunglah acara ini sudah selesai, aku bisa santai sekarang karena tidak ada jadwal lahi selama dua bulan mendatang dan yang jelas sebentar lagi aku akan melepaskan jabatan melelahkan ini, ya itulah yang aku tungguh. Hidup bebas.
”Ne..melelahkan sekali hari ini…kau tidak mau pulang? Apa kau masih betah disekolah ini…”seruku sambil meliriknya yang masih bersandar di tempat duduknya di ruang OSIS ini. Aku melihat keluar matahari sudah mulai tenggelam, sebaiknya aku segera pulang. Kasihan Ji Won sendirian dirumah. Ah sejak kapan peduli dengan adikku itu. Aku segera mengambil tasku di atas meja dan berjalan keluar ruangan tapi sebelum benar-benar keluar aku menoleh ke arah Key.
”Kuncinya kau saja yang pegang tidak usah diberikan padaku…aku pulang duluan ya…”seruku padanya.
Dan dia hanya menggumam, dasar aneh masih betah saja dia disekolah. Aku berjalan melewati koridor. Langit senja sungguh sangat indah, semburat warna oranye muncul dilangit memberikan kesan hangat sebelum nanti benar-benar dingin karena bulan akan datang.
”Ya!lama sekali…”seru sebuah suara mengagetkanku karena orang itu sekarang sedang bersandar di dinding gerbang sekolahku.
Ada apa sih dengan namja ini? Untuk apa dia menungguku, memangnya aku tidak bisa pulang sendiri.
”Siapa yang menyuruhmu menungguku…”seruku sambil berjalan pergi melewatinya namun tangannya sudah menahan tanganku.
”Wae?”tanyaku padanya.
”Aku antar pulang…”serunya dingin dan langsung menarik tanganku menuju mobilnya.
Kenapa dia? Kenapa wajahnya seperti itu? Kenapa dia menjadi dingin seperti itu. Dia menyuruhku masuk ke dalam mobilnya dan aku hanya bisa mengikuti keinginannya. Kenapa dia selalu memaksaku seperti ini dan entah kenapa aku selalu tidak pernah bisa menolaknya.
Sepanjang perjalanan dia lebih banyak diam. Sesekali aku melirik ke arahnya namun dia sepertinya terlalu fokus menghadap ke jalan. Aku pun memalingkan wajahku menatap ke jendela samping.

Kyu POV
Aku melirik ke arah Yong Soon yang sedang menatap keluar jendela. Entah kenapa aku jadi teringat kata-kata Changmin tadi.
Flashback
”Ingat aku tidak akan membiarkanmu mendapatkannya!aku lebih dulu mengenalnya…aku tahu segalanya tentangnya dan kau…kau tidak tahu apa-apa…”seru Changmin setelah selesai acara itu.
Dasar makahluk aneh, dia pikir aku akan menuruti apa yang dia katakan. Aku mencintai Yong Soon dan aku tidak akan menyerahkannya pada Changmin meski Changmin adalah teman dekatnya.
”Oh ya…kita lihat saja siapa yang bisa mendapatkan hatinya…”seruku sambil menunjukan senyum evilku.
Aku pun segera meninggalkannya, hanya membuang-buang waku saja.
”Kau dan dia terlalu berbeda…tidak akan pernah bersatu…dia manusia dan kau bukan…”seru Changmin menghentikan langkahku.
Aku terdiam sebentar lalu kembali berjalan. Aku tahu aku berbeda dengannya, Changmin juga berbeda dengannya tapi memang akan jauh lebih mudah untuknya dibanding denganku tapi bukan berarti aku akan menyerah, aku tidak peduli akan hal itu, buktinya Siwon hyung dan ayah bisa menunjukan bahwa kami bisa menjalin hubungan meski dengan manusia.
Flsahback end.
Aku memberhentikan mobilku di dekat kedai di pinggir jalan. Lalu menoleh ke arahnya.
”Kau lapar? Bagaimana kalau kita makan dulu..”seruku padanya.
Dia terlihat sedikit terkejut sepertinya daritadi dia sedang melamun, apa yang dia pikirkan? Memang semenjak dia bertengkar dengan Changmin, dia sedikit aneh, dia sering melamun seperti itu, entah apa yang dia pikirkan. Apa Changmin begitu berarti baginya sampai-sampai dia selalu memikirkannya? Memangnya sudah selama apa mereka berteman?
”Ah….ne…”jawabnya.
Kemudian kami pun makan di kedai itu. Kami memesan jajangmyeon dan orange juice. Kami hanya terdiam satu sama lain terutama dia yang semakin aneh saja. Aku pun memberanikan diriku untuk berbicara lebih dulu.
”Apa yang kau pikirkan?”tanyaku.
”Anni…”jawabnya singkat.
”Apa ini soal Changmin?”tanyaku padanya lagi.
Dan dia menatapku kaget.
”Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku kemarin? Apa kau juga mencintai Changmin?”tanyaku padanya sambil menatap ke dalam matanya mencari jawaban dari pertanyaanku.
”Ah sebaiknya kita pulang…”serunya sambil mengalihkan pandangannya dan dia hendak berdiri namun lagi-lagi aku menahan tangannya.
”Seminggu ini kau aneh sejak Changmin melihat kita di ruang musik itu…oleh sebab itu aku bertanya padamu…Kau menganggap Changmin sebagai apa?”tanyaku padanya.
Kulihat dia terdiam lalu menghela nafas pelan.
”Dia sahabat baikku…sudahlah tidak usah kau pikirkan..aku mau pulang…Ji Won sendirian dirumah…”serunya lalu berjalan pergi.
Aku pun segera berdiri lalu membayar dan mengejarnya. Namun dia berhenti di depan.
”Hujan…”serunya sambil menengadah ke atas langit.

Yong Soon POV
Kenapa harus hujan segala sih? Ini gara-gara aku menemaninya makan dulu. Lagipula kenapa sih aku mau saja diajaknya makan. Aishh kenapa aku selalu tidak bisa menolak permintaannya. Dia aneh sekali sejak tadi kenapa dia bertanya soal Changmin. Ya memang sejak tadi aku memikirkan Changmin terus, aku benar-benar ingin baikan dengannya. Sudah dua kali dia bertanya bagaimana perasaanku pada Changmin, aku sendiri tidak tahu bagaimana perasaanku pada Changmin sekarang ini, entah kenapa aku merasa sedih saat jauh dengannya tapi aku belum bisa memastikan bagaimana perasaanku karena aku juga merasakan perasaan yang hampir sama terhadap namja disebelahku ini. Anni..anni..apa yang aku pikirkan barusan. Andwe aku tidak suka Kyu!
Hujan turun semakin deras. Pasti Ji Won sendirian dirumah hari ini ibu lembur. Aisshh pasti dia ketakutan. Aku segera merogoh tasku dan mengambil handphoneku lalu menelepon rumahku.
”Ne…disini sedang hujan..aku akan segera pulang…tunggulah…hati-hati…”seruku kemudian menutup telepon.
Aku baru saja memberik kabar pada Ji Woon kalau perjalanan pulang ku terhambat oleh hujan. Ini gara-gara namja ini meminta makan dulu dan dia memarkir mobilnya jauh darisini. Pintar sekali. Umpatku dalam hati. Hari sudah semkin gelap dan mulai dingin. Aku mulai menggosok-gosokan tanganku memberikan kehangatan pada tanganku. selalu saja aku lupa membawa sweaterku.
Tiba-tiba aku merasakan seseorang menyampirkan jaketnya padaku, aku menoleh dan mendapati Kyu yang memberikannya dia melihatku dengan tatapan matanya yang lembut itu, tatapan yang dia berikan saat aku menangis. Omo rasanya aku benar-benar melted melihat tatapan matanya itu.
”Lupa membawa sweater…”serunya padaku lalu mengacak-acak rambutku.
Aisshh kenapa namja ini mudah sekali merubah sikapnya dari dingin menjadi hangat seperti ini. Ottohke? Apa dia punya kepribadian ganda.
Kami terdiam kembali. Hujan masih belum juga berhenti. Aku meliriknya, memastikan apakah dia kedinginan karena aku memakai jaketnya tapi yang aku lihat dia bisa saja seperti tidak merasakan apa-apa. Aku makin mengeratkan jaketnya ditubuhku karena udara benar-benar sangat dingin. Namja yang aneh, dia sama sekali tidak dingin padahal dia hanya mengenakan seragam sekolah.
”Sebaiknya kita pulang…pakai jaketku untuk menutupi kepalamu…”serunya tiba-tiba.
Aku pun hanya terdiam benar-benar terpaku melihat tatapan lembut matanya itu. Dia pun segera mengenggam tanganku dan menarikku untuk berlari menuju mobilnya. Untung hujannya sudah tidak terlalu deras lagi. Sampai di dalam mobil dia terlihat membersihkan tetesan air hujan di bajunya dan rambutnya. Aku hanya memperhatikan wajahnya, entah kenapa seharian ini aku selalu terpaku dengan wajahnya. Aku melihat masih ada tetesan hujan diwajahnya tanpa sadar aku malah mengulurkan tanganku dan menyentuh wajahnya. Dia sedikit tersentak menanggapi perlakukanku dan tangannya langsung menyentuh tanganku. Dingin. Tangannya dingin sekali. Aku segera melapaskan tanganku dan menatapnya khawatir.
”Kau dingin sekali? Apa kau sakit?”seruku sambil melepaskan jaketnya dan memberikan padanya.
”Ah anni…gwenchana…kau harus segera pulangkan..”serunya sambil mengalihkan pandangannya dan langsung melajukan mobilnya.
Begitu sampai di depan rumahku aku segera mengucapkan terima kasih padanya dan dia hanya memabalasnya dengan senyuman, aku pun segera masuk ke dalam rumah untuk mengganti bajuku. Begitu aku selesai mengganti bajuku aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, aku menerawang mengingat kejadian tadi. Apa yang aku lakukan tadi? Kenapa aku bisa menyentuh wajahnya. Apa yang aku pikirkan saat itu. Ada apa dengan perasaanku, kenapa aku harus merasakan perasaan ini pada kedua pria yang berbeda, tapi kenapa dengan pria ini lebih parah, selalu saja aku melakukan hal-hal aneh yang sepertinya bukan keinginanku, sama seperti tadi. Huwaa apa yang terjadi padaku?

Kyu POV
Apa yang dia lakukan tadi? Kenapa dia menyentuh wajahku? Aisshh gadis itu benar-benar membuatku gila.
”Kyu kau sudah tidur?”seru sebuah seseorang menyembulkan wajahnya di pintu kamarku.
”Ah hyung…wae?”tanyaku pada Eunhyuk hyung yang sekarang sudah masuk ke dalam kamarku.
”Anni…mau menemaniku main game?”serunya padaku sambil mengacungkan kaset game ke arahku.
”Baru hyung…tidak bermain dengan Hae hyung?”tanyaku lagi.
”Aku tidak tahu dia pergi kemana…dia tidak ada dikamarnya…”serunya lagi.
”Oh Ok..ayo kita bermain…”seruku turun dari tempat tidurku dan mulai menyalakan PS3ku.
Sudah lama sekali aku tidak bermain dengan hyungku, sepertinya kami akan begadang semalaman untuk bermain.

Yong Soon POV
Ah dimana buku matematikaku? Matilah aku besok ada PR dan hari ini aku mau minta diajarkan oleh Chae Kyung. Bagaimana ini? Aku terus mengobrak-abrik menjaku tapi tidak ketemu juga. Dimanakah buku itu? Aku berusaha mengingat dimana terakhir kali aku meletakan buku itu. Ayo berpikir Yong Soon dimana kau meletakannya? Waktu itu setelah pelajaran matematika buku itu sudah tidak ada ditasku. Omo aku baru ingat buku itu dipinjam Kyu. Aisshh dia belum mengembalikannya padaku. Waktu itu dia bilang mau mencatat soalnya. Aku melihat jam dikamarku. Pasti dia sudah berangkat tapi tidak ada salahnya aku bertanya padanya siapa tahu dia masih bisa mengambil kembali bukunya karena ku yakin dia tidak akan membawanya karena hari ini memang tidak ada jadwal pelajaran matematika. Setelah aku mengirimnya sms tak lama kemudian dia membalasnya.
”Aku sudah ada disekolah…nanti saja kau ambil dirumahku…”
Ya masa aku harus mengambil bukuku dirumahnya hari ini. Dasar inikan salah dia, seharusnya dia sudah mengembalikan buku itu hari ini, sudah tahu ada PR dan pelajarannya besok kenapa dia tidak membawanya.
”Onnie…Changmin Oppa sudah datang!!!”teriak Ji Woon dari luar rumah.
Aku pun bergegas mengambil tasku dan segera keluar rumah, aku takut Changmin akan semakin dingin padaku. Namun aku sungguh kaget melihatnya. Begitu aku keluar dia sudah ada disepedanya sambil melambaikan tangan dan tersenyum padaku. Senyumnya yang biasa. Aigoo, dia sudah kembali seperti semula. Benarkah itu? Aku tersenyum kaku dan berjalan menghampirinya.
”Ya!aneh sekali senyummu itu…”serunya sambil mengacak-acak rambutku.
”Omo..Changmin-ah…mianhe…mianhe…aku senang kau tidak marah padaku lagi…”seruku sambil memeluknya dengan erat. Aku senang sekali karena dia sudah kembali seperti biasanya lagi.
”Ya!lepasakan…aku tidak bisa bernafas nieh…cepat naik nanti terlambat…”serunya berusaha melepaskan pelukanku.
”Ara…ayo berangkat!”seruku penuh semangat dan segera naik ke belakang.
Entah kenapa hari ini aku bersemangat sekali. Karena sahabat terbaikku sudah tidak marah lagi padaku.

Hari ini berjalan begitu cepat dan semua kembali seperti semula. Senangnya namun ada satu masalah lagi, aku harus mengambil buku matematikaku di rumah Kyu. Menyebalkan sekali namja ini dengan enaknya dia bilang ’ambil saja di rumahku’ harusnya kan dia yang tanggung jawab membawakan buku itu. Gerutuku dalam hati.
”Ya!mau ambil buku tidak…”serunya membuyarkan lamunanku.
”Tentu saja..memangnya aku mau besok tidak ikut belajar…”sungutku.
Dan dia hanya terkekeh pelan. Dia berjalan lebih dahulu di depan dan aku mengikutinya, aku tidak mau ditarik-tarik lagi seperti kemarin-kemarin. Karena sudah cukup rentetan pertanyaan dari hobae-hobaeku atau teman seangkatanku mengenai hubunganku dengan Kyu. Hari ini Changmin tidak bisa mengantarku pulang karena dia ada latihan basket dan hari ini juga Hyo Hoon onnie masih belum membuka tokonya, oleh sebab itu aku bisa mengambil bukuku di rumahnya. Aigoo, kenapa aku harus ke rumahnya sih? Aku membayangkan bagaimana rumahnya? Pasti dikawasan elit secara siapa yang tidak tahu ayahnya.
”Mana Henry?”tanyaku padanya. Tidak melihat sepupunya itu, biasanya diakan pulang dengan sepupunya.
”Dia ada pelajaran tambahan…”jawabnya singkat.
Selama perjalanan kami hanya terdiam, aku mengamati jalanan disampingku. Hufft sudah lama tapi belum sampai juga, rumahnya jauh sekali. Aku pikir dia tinggal di pusat kota sampai mobilnya masuk ke jalanan yang sepi, seperti jalanan hutan. Ya kenapa dia lewat sini. Aku menatapnya curiga, apa yang akan dia lakukan?
”Masih jauh?”tanyaku sedikit takut.
”Wae? Kau takut macam-macam denganmu…enak saja…aku orang baik-baik tau…sebentar lagi sampai…”serunya seperti mengerti jalan pikiranku.
Habisnya kenapa dia malah melewati jalan yang sepi malah tampak seperti jalanan hutan seperti ini. Kami melewati banyak sekali pohon sampai akhirnya aku melihat sebuah bangunan bergaya Eropa kuno ada di ujung jalan. Ya Tuhan rumahnya ada di pinggir hutan seperti ini. Aneh sekali! Ternyata rumah seoarang Lee disini.
”Sudah sampai…”serunya memberhentikan mobil dan turun dari mobilnya. Aku pun mengikutiny turun.
Aku terpaku memandang rumahnya yang sangat sangat besar, aigoo ini rumah atau penginapan? Kenapa besar sekali. Ok tentu saja rumahnya besar seperti ini, kalau tidak salah Kyu memiliki banyak kakak. Apa mereka semua tinggal disini, pantas rumahnya besar sekali. Tamannya juga luas sekali dan banyak sekali bunga, indah sekali. Kuakui rumah ini benar-benar bagus dan terawat meski bergaya Eropa kuno, aku berpikir kira-kira berapa banyak pelayan disini ya?
”Ayo masuk…”serunya membuatku berhenti mengagumi keindahan rumahnya.
”Anni..aku disini saja…cepat ambil bukuku dan aku akan segera pulang…”seruku.
Ya aku tidak mau masuk ke dalam rumahnya, niatku kesini hanya untuk mengambil bukuku saja dan dia yang harus mengambilnya.
”Ya!kau harus masuk…”serunya kemudian menarikku masuk.
”Ya!Kyu lepas!”seruku berusaha melepaskan tarikan tangannya namun dia begitu kuat menarikku dan aku pun terpaksa harus masuk ke dalam rumahnya.
”Hyung aku pulang!”serunya saat masuk ke dalam rumah.
Aku hanya berdiri mematung di depan pintu. Aku merasa canggung masuk ke rumahnya. Masalahnya aku belum pernah ke rumah pria sebelumnya kecuali Changmin yang memang sudah kuanggap keluargaku sendiri. Dia yang berhasil memaksaku memasuki rumah seorang pria. Menyebalkan!
”Ya!kenapa masih di depan pintu…ayo aku kenalkan dengan hyung-hyungku..”serunya sambil menarik tanganku lagi.
”Mwo? Kyu..aku kesini mau mengambil bukuku bukan berkenalan dengan kakakmu..”seruku.
Namun dia tetap menarik tanganku mengikutinya. Aku mengamati ruang tamunya yang sangat luas mungkin seluas rumahku. Banyak sekali barang-barang antik disini, meski dari luar terlihat kuno tapi sungguh isi dalam rumahnya sangat mewah. Aku menatap sebuah foto yang sangat besar sepertinya foto keluarganya. Satu..dua tiga…Omo dia punya 9 orang kakak dan bukankah yang ditengah itu pamannya yang sekarang memegang perusahaan milik ayahnya, kenapa yang ditengah pamannya kenapa bukan ayahnya? Pertanyaan itu muncul di otakku.
”Sungmin hyung!”seru Kyu memanggil seorang namja dengan rambut berwarna pirang, dia menoleh dan sedikit terkejut begitu melihatku yang berdiri disamping Kyu. Kyu langsung menarikku menghampiri namja itu.
”Hyung ini temanku…”serunya memperkenalkanku.
”Annyeonghaseyo..Choi Yong Soon-imnida…”seruku sambil membungkuk dan tersenyum padanya.
”Ah…Lee Sungmin-imnida…senang bertemu denganmu…”serunya sambil tersenyum.
Aigoo, dia aegyo sekali. Wajahnya sangat imut sekali. Apa dia kakaknya Kyuhyun menurutku lebih cocok menjadi adiknya. Dia sepertinya sangat ramah karena dia selalu tersenyum jika menatap ke arahku. Sungmin menarik tangan Kyuhyun dan memintanya untuk berbicara sebentar. Aku diam menunggu dia selesai bicara dengan kakaknya itu sambil mengamati rumahnya itu, rumahnya ada dua lantai dan banyak sekali ruangan disini. Namun mataku tiba-tiba tertuju pada seseorang yang berdiri di tangga, memakai pakaian hitam sedang menatapku, dia terlihat aneh sekali, matanya berwarna ungu. Omo pasti aku salah lihat. Aku segera mengalihkan pandanganku begitu Kyu kembali menghampiriku.
”Aku duluan ya Yong Soom-ssi…”seru Sungmin padaku sambil tersenyum dan aku pun membalas senyumnya.
Aku menatap kembali ke arah tangga itu namun sekarang sosok itu sudah menghilang. Ah mungkin aku salah lihat saja.
”Ya!cepat ambil bukumu…”seruku padanya.
Namun dia tidak menghiraukanku dan malah menarikku kembali ke sebuah ruangan.

Donghae POV
”Dia itu menyusahkan kita saja!”seru Eunhyuk yang sedang berusaha menggunakan lensa kontak di matanya.
”Ya!kau mau identitas kita ketahuan hah…”seruku padanya.
”Kenapa dia harus membawa manusia kesini…kalau appa tahu bagaimana…dia itu benar-benar evil…”seru Enhyuk yang baru saja selesai memakai lensa kontak warna hitam untuk menutupi warna matanya yang hijau.
”Sepertinya dia itu gadis yang sudah beberapa minggu ini membuat Kyu berubah…”seruku lagi.
Ya sepertinya gadis yang dibawanya sekarang itu adalah gadis yang disukainya. Tidak menyangka dongsaengku ini akan jatuh cinta pada manusia. Aku penasaran dengan gadis itu, aku segera beranjak dari tempat tidurku dan hendak keluar dari kamarku.
”Aku mau lihat ah seperti apa gadis itu…”seruku.
”Hae-ya…apa Teuki hyung tahu?”tanyanya sebelum aku membuka pintu kamarku.
”Mollayo..sudah ah..aku mau lihat..”jawabku singkat lalu keluar dari kamar.
”Ya tunggu Hae..”serunya memanggilku.

Yong Soon POV
Kali ini dia membawaku ke sebuah ruangan yang sangat luas sekali. Aku benar-benar gugup masuk keruangan itu karena apa? Disana ada 5 orang namja yang menatapku penasaran. Mereka pasti kakak-kakak Kyu. Omo kenapa dia mengajakku kesini? Apa maksudnya mengenalkanku pada semua kakaknya. Sungguh saat ini aku benar-benar malu.
”Hyung…kenalkan ini temanku…Yong Soon…”serunya.
Aku benar-benar takut saat itu dan hanay terdiam disamping Kyu. Dasar namja babo! Bagaimana ini? Mereka menatapku dengan pandangan sangat penasaran. Ya Tuhan! Ottohke? Akhirnya aku memberanikan diri berbicara.
”Annyeonghaseyo…Choi Yong Soon-imnida…senang bertemu kalian semua…”ucapku sambil membungkukan badanku.
Aku berusaha tersenyum pada mereka semua namun mereka terdiam dan masih saja menatapku dengan berbagai tatapan. Aku menarik ujung baju Kyu yang ada disampingku berharap dia segera membawaku keluar dari situasi ini dan lebih tepat lagi membawa aku keluar dari tempat ini.
Namun tiba-tiba seorang namja berjalan menghampiriku, dia tersenyum sambil berjalan ke arahku dan langsung menarik tanganku untuk berkenalan.
”Ya!hae hyung jangan pegang-pegang tangannya!”seru Kyu menyentakkan tangan namja ini agar melepaskan tanganku.
”Dasar pencemburu…”serunya melirik ke arah Kyu. Apa maksud mereka?
”Ah annyeong Yong Soon-ah…aku Lee Donghae…”seru namja ini kembali tersenyum.
Omo senyumnya manis sekali, wajahnya kekanak-kanakan sekali. Aku pun membalas senyumnya dan membungkuk.
Setelah itu satu persatu namja itu berjalan mengahmpiriku. Hufft syukurlah mereka baik terhadapku.
”Annyeong Yong Soon-ssi..Zhoumi-imnida…”seru seorang namja yang sangat tinggi, wajahnya panjang dengan hidung sangat mancung.
”Dia kakanya Henry dan yang ini juga…”seru Kyu menunjuk salah satu namja yang wajahnya sangat polos sekali.
”Hankyung-imnida…”serunya sambil tersenyum dan membungkuk. Aku pun ikut membungkukan padaku dan tersenyum.
Oh jadi Zhoumi dan Hankyung adalah kakak kandung Henry yang sering Henry ceritakan itu. Aku baru tahu ternyata seperti itu mereka. Henry selalu mengagumi kedua kakanya ini dan selalu membaganggakannya ternyata orangnya cukup ramah sama seperti cerita Henry.
”Annyeonghaseyo…Lee Hyuk Jae-imnida panggil saja Enhyuk Oppa…”seru seorang namja yang memperlihatkan senyum gusinya, wajahnya sangat lucu sekali.
”Ya!hyung jangan mencoba menggodanya…kenapa harus panggil Oppa segala…”seru Kyu menatap tajam ke arah namja tadi.
”Ya Yong Soon-ah mulai sekarang panggil kami Oppa saja…ara?”seru namja yang bernama Donghae.
Aku hanya bisa tersenyum mengangguk.
”Ne…”jawabku.
”Ayo kita mabil bukuku saja…cukup perkenalannya…”seru Kyu yang kembali menarik tanganku.
”Ya Kyu…kami belum kenalan semua…Yong Soon-ah jangan pergi dulu…kau harus kenal dengan kami semua dulu…ryeowook-imnida..panggil saja Wookie Oppa…”seru seorang namja yang bertubuh mungil itu menarik tanganku untuk duduk di sofa yang ada diruangan tersebut. Mereka duduk mengelilingiku seakan mereka baru bertemu sesuatu yang baru. Sementara aku melihat Kyu berdiri tak jauh dari tempatku dengan memanyunkan bibirnya tampak tidak suka.
”Ya Yong Soon-ah…bagaimana kau bisa berteman dengan adikku yang seperti itu?”tanya namja yang bernama Eunhyuk dengan wajah penuh penasaran.
”Kami bertemu tidak sengaja Oppa…”jawabku.
”Maksudnya?”tanya Donghae Oppa lebih penasaran lagi. Aku langsung hapal dengan nama dan wajahnya karena memang wajahnya paling gampang dikenali.
”Aku yang harus mengantarnya keliling sekolah waktu dia baru datang dan kebetulan kami sekelas…”jawabku lagi.
Mereka membuat suara O bersama-sama. Aku ingin tertawa melihat tingkah mereka. Ah sepertinya seru sekali memiliki keluarga besar seperti ini.
”Apa kau berkencan dengan Kyu?”tanya Wookie Oppa.
”Mwo?”tanyaku kaget mendengar pertanyaannya.
Tiba-tiba Kyu langsung menarik tanganku pergi.
”Sudah ya hyung acara perkenalannya….dia kesini mau mengambil bukunya…”seru Kyu pada kakaknya dan segera menarikku keluar dari ruangan itu.
”Seharusnya aku langsung mengambil bukumu saja…huh mereka menjadikanmu seperti mainan saja…”seru Kyu sambil berjalan di depan menuju kamarnya yang sepertinya ada di lantai atas.
”Apa aku bilang!aku hanya ingin bukuku!cepat aku tunggu di luar kamar saja!”seruku begitu sampai di depan kamarnya.
Dia pun segera masuk ke dalam.
5 menit
10 menit
Lama sekali! Apa yang dia lakukan? Aku hendak masuk ke kamarnya tapi kuurungakn niatku. Andwe untuk apa aku masuk ke dalam kamar seorang namja. Aku ini kan seorang gadis masa aku masuk ke dalam kamar seorang namja. Andwe tidak boleh.
Aku mondar mandir di depan kamarnya menunggunya keluar. Sampai aku kembali melihat sosok yang tadi aku lihat di tangga ada di depan sebuah kamar. Aku memperhatikannya dengan seksama dia seorang namja ternyata. Apa dia juga kakanya Kyu, aku mulai menghitung tadi yang berkenalan denganku baru ada Sungmin Oppa, Donghae Oppa, Eunhyuk Oppa, Wookie Oppa, Hankyung Oppa dan Zhoumi Oppa sedangkan kedua yang kusebut terakhir adalah kakaknya Henry. Berarti masih ada 4 lagi kakaknya Kyu. Apa dia salah satunya juga. Tapi dia terlihat sedikit lebih aneh dibanding yang lain, masa dia memiliki warna mata ungu, apa tadi aku salah lihat ya?
”Ya Yong Soon-ah…bisa bantu aku mencari bukumu…”seru Kyu keluar dari kamar dan membuatku langsung menoleh padanya.
”Wae?”tanyaku padanya.
”Aku lupa dimana menyimpan bukumu?”serunya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Aisshh dasar namja babo!bagaimana kalau bukuku hilang.
”Ya cari yang benar!”seruku mulai kesal padanya sudah dipaksa ke rumahnya, disuruh berkenalan dengan semua kakaknya, meski ternyata kesemua kakanya menyenangkan tapi tetap saja awalnya aku sudah takut setengah mati mereka tidak menyukaiku sekarang bukunya tidak tahu diletakkan dimana. Sangat bagus Kyuhyun!gerutuku dalam hati.
”Aku sudah mencarinya!makanya aku minta bantuanmu untuk ikut mencari..”serunya lagi.
”Andwe…kau cari saja sendiri..aku tidak mau masuk ke dalam kamar seorang namja!”seruku tegas.
”Ya memangnya kenapa?aku juga pernah masuk ke kamarmu…”serunya membuatku terbelalak kaget.
”Omo..kapan kau masuk ke kamarku?!”seruku menatapnya dengan pandangan tidak percaya.
”Kau lupa kenapa kau bisa tidur di tempat tidurmu waktu aku ke rumahmu…aku yang membawamu ke kamarmu jadi ya..aku masuk ke kamarmu….kenapa sekarang kau malu untuk masuk ke kamarku….”serunya dengan santai.
”Neo!!!”tunjukku padanya.
Aku benar-benar kesal setengah mati dengannya. Bisa-bisanya dia masuk ke kamarku dan sekarang dia mengatakannya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
”Kau mau bukumu kembali atau tidak!aku sudah bingung mencarinya!”serunya lagi.
Kalau bukan karena buku itu, aku tidak akan pernah masuk ke kamarnya. Akhirnya aku terpaksa masuk ke dalam kamarnya. Begitu aku masuk kamarnya, satu kata yang ada dipikiranku, kamar ini sangat luas tapi kenapa berantakan sekali! Aisshh itu kaset game bertebaran dimana-mana. Sungguh sangat tidak rapih, kalau ini terjadi di kamarku pasti ibuku sudah mengomel seharian penuh. Pantas saja dia tidak bisa menemukan bukuku. Lain kali tidak akan kupinjamkan kalau cara menyimpannya seperti ini.
”Kau taruh dimana bukumu?”tanyaku memastikan dimana terakhir kali dia melihat bukuku.
”Sepertinya aku letakkan di atas meja…”jawabnya sambil berpikir.
Sepertinya, jawaban yang sangat bagus!berarti dia tidak yakin dimana tempatnya. Sampai jam berapa aku harus mencari bukuku di kamar seluas ini.
”Ya sudah aku cari sebelah sini kau sebelas sana..”seruku menyuruhnya mencari di dekat meja belajarnya sementara aku mencarinya di rak bukunya.
Aku menatap rak bukunya yang penuh ditempeli oleh foto-foto dan aku baru menyadari kalau di kamarnya banyak sekali foto-foto terutama foto dirinya, sungguh narsis juga namja ini. Fotonya di dominasi oleh foto-fotonya bersama kakak-kakaknya dan juga ada beberapa fotonya sendiri. Aku tertegun pada salah sato fotonya. Aku menatap foto itu, di foto itu dia sangat tampan sekali. Memakai kemeja putih dan kacamata hitam sama seperti yang dia kenakan ketika pertama kali datang kesekolah. Omo apa yang aku pikirkan.
”Ya!kau sudah selesai mencari disitu…ada tidak? Disini tidak ada…”serunya membuatku tersadar dari pikiranku.
”Masa tidak ada sih!kau harus tanggung jawab pokoknya!”seruku sambil berjalan menghampirinya.
”Ya!hati-hati jalannya jangan menginjak kaset-kaset gameku!”serunya melihatku yang menginjak salah satu kaset gamenya. Salah sendiri tidak merapihkan kaset-kaset ini.
”Salah sendiri menaruh disini!kenapa tidak kau rapihkan sih!pantas kau bingung mencari bukuku!kamarmu berantakan sekali tau!”seruku mengomel karena bukuku sekarang entah ada dimana.
Namun tiba-tiba kakiku terpeleset kaset-kasetnya yang bertebaran dan membuatku kehilangan keseimbanganku. Aku segera menarik Kyu didepanku agar aku tidak jatuh namun karena sepertinya dia juga tidak siap akhirnya kami jatuh bersama ke atas tempat tidurnya. Omo! Dia jatuh tepat diatasku tapi dia bisa menahan untuk tidak menimpaku dengan kedua tangannya. Namun saat ini wajah kami benar-benar sangat dekat. Mata kami saling bertemu, aku bisa merasakan jantungku yang berdegup sangat kencang dan aku merasakan mukaku yang kurasakan memanas. Omo bagaimana ini? Dia tetap diposisinya seperti ini dan benar-benar membuat jantungku semakin berdegup kencang.
”Ya!apa yang kalian lakukan!”seru sebuah suara membuat Kyu segera berdiri dan wajahnya benar-benar kaget melihat siapa yang berdiri di depan pintu kamarnya.
Aku segera berdiri dan melihat seorang namja sedang menatap garang pada kami berdua. Omo siapa dia? Apa dia kakaknya Kyu juga?Dia pasti melihat kejadian tadi. Matilah aku!

Advertisements

4 thoughts on “FF: Love Is Really Hurt Part 10

  1. Kyaaa aigoo akhirnya keluar juga ^^

    Aigoo kenapa ga langsung jdian ajah sih hahaha

    Itu teuki oppa kah?

    Ayo di lanjutt ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s