FF: High School Special Part 3

Cast:

 

Super Junior Member

SHINee Member

DBSK Member

2PM Member

Beast Member

SNSD Member

Kangta

And other K-Pop artists appereance, just wait and see ^^

Genre: Friendship and Romance

Disclaimer: Kyuhyun is mine, Taemin is mine, Junho is mine..kekekeke~

Rating: G

 

Part 3

 

Yong Soon POV

 

“Aigoo…kau masih saja asik dengan gitarmu itu..”ucap Yeon Ji padaku yang sedang asyik memainkan gitarku, memang kalau waktu senggang seperti ini aku lebih suka bermain dengan gitarku, karena hanya ini satu-satunya hal yang bisa membutaku yakin kalau ayahku masih ada.

 

“Memangnya kenapa?”tanyaku tidak terlalu menanggapi ucapannya.

 

Yeon Ji mendengus kesal dan berjalan ke arahku dan duduk di sampingku.

 

“Ayo berangkat..sudah siang…”ucapnya sambil mengambil gitar di tanganku dan menaruhnya di sudut kamar ini.

 

“Berangkat!”ucapnya lagi.

 

“Ne..ne..arasso!”seruku kemudian mengambil tas selempangku dan memakainya, dia tersenyum sennag kemudian menggamit lenganku dan berjalan keluar dari kamar.

 

“Sebentar..ada uang ketinggalan..”ucapku kemudian kembali mengambil gitarku, aku ingin membawanya hari ini.

 

Pagi yang cukup cerah tidak seperti hari-hari sebelumnya yang tampak mendung, Yeon Ji berjalan sambil tersenyum senang disampingku, entah apa yang dia pikirkan, dia memang sering aneh-aneh seperti itu. Pada jam segini ternyata ramai sekali ya, kalau jam biasa aku berangkat pasti sudah sepi dan hanya beberapa siswa saja yang baru berangkat itu pun dengan berlari, aku berlari hanya jika pelajaran pertamanya Yong Hwa seonsangnim karena dia sangat tidak mentolerir keterlambatan sedikitpun sedangkan yang lain aku masih bisa santai, setidaknya masih ada waktu mentolerir,hehehe.

 

Aku terlalu asyik dengan pikiranku sampai aku tidak sadar sebuah tanga melingkar bahuku.

 

“Pagi..Yongie…”seru sebuah suara disampingku, aku langsung menoleh dan mendapat Key sedang berjalan santai sambil merangkul bahuku, cih, dia itu senang sekali melakukan ini padaku, pakai acara memanggil dengan nama kecilku lagi.

 

“Ya..ya..lepaskann aku Key..”ucapku sambil menyentakkan tangannya yang merangkul bahuku, dia tertawa pelan .

 

“Key..jangan suka menggodanya atau kau mau dihajar olehnya..”ucap Yeon Ji disampingku pada Key, mereka berpadangan sebentar kemudian tertawa, apa coba yang lucu.

 

 

Aku dan Key memang saling kenal karena aku satu sekolah dasar dengannya sebelum dia pindah ke Amerika saat SMP, aku juga tidak menyangka akan bertemu dengannya lagi disini dan dia ternyata sudah sangat berubah dari Key yang cengeng sekarang menjadi, well sedikit suka terbar pesona mungkin. Dia mengambil jurusan seni peran disini dan sekelas dengan Rae Bin, sepertinya hidupku hanya berputar disitu-situ saja, dia kenal dengan temanku atau aku kenala karena temannya berteman denganku. Dunia memang sempit.

 

“Aisshh..kalian ini”seruku kemudian lebih memilih berjalan lebih dahulu dan meninggalkan mereka yang sedang asyik mengobrol, Key dan Yeon Ji memang sangat cocok jika sudah mengobrol, alasannya mereka memiliki hobi yang sama belanja, dan sudah sering sekali setiap akhir pekan mereka pergi belanja bersama, mungkin mereka berencana pergi lagi minggu ini, ckckckck.

 

Begitu sampai di kelas aku menaruh gitarku di dekat meja, aku melihat tas Henry sudah ada di mejanya, tumben dia datang sangat pagi,kelas masih sepi dan sebenarnya saat ini tidak ada orang sama sekali, hanya tas-tas mereka, sayup-sayup aku dengar suara dengkuran halus, aku menoleh ke belakang tepatnya ke bangku di pojok kelas dan melihar Seobie sedang tertidur dengan menelungkupkan wajahnya ke meja, dasar anak itu selalu saja memanfaatkan waktu datang pagi untuk tidur sebentar di kelas tapi idenya cukup bagus dia datang pagi-pagi ke sekolah lalu tidur dan akan bangun jika seonsangnim datang sehingga dia tidak akan telat, pintar sekali temanku ini. Apa mungkin kucoba cara itu ya?

 

Tiba-tiba terlintas ide iseng, aku ingin mengerjainya seberapa pekanya dia jika sedang tidur, aku berjalan perlahan menghampirinya.

 

“Yang Yo Seob aku tidur di kelasku!”teriakku tepat disampingnya dan tiba-tiba dia sudah terbangun.

 

“Aniyo seonsangnim”ucapnya dengan menegakkan tubuhnya menghadap ke depan.

 

Aku tertawa terbahak-bahak melihatnya yang kaget seperti itu, dia baru sadar telah dikerjai olehku saat dia menoleh padaku yang sedang tertawa.

 

“Liha wajahmu seobie..lucu sekali..”ucapku sambil memegangi perutku yang sakit karen tertawa, dia menatapku tajam.

 

“Yong Soon-ah…kau!”serunya sambil menunjukku.

 

Oh..sepertinya aku harus segera kabur dari sini, aku pun segera berlari keluar dari kelas sebelum aku mendapatkan amukan dari temanku itu. aku beralri sambil sesekali melihat ke belakang memastikan dia tidak mengejarku.

 

Aku berlari sudah sangat jauh sampai aku ada di tengah-tengah gedung sekolah di sebuah taman yang memang berada di tengah-tengah seluruh jurusan yang ada disini, mataku menangkapa seseorang yang sedang duduk di bawah pohon dengan gitarnya. Sungmin Oppa, apa yang dia lakukan disitu? Tanyaku.

 

Aku memperhatikannya lama sampai aku mulai mendengar bunyi petikan gitarnya, oh ternyata dia sedang bermain gitar, aku berjalan menghampirinya, sekarang hubunganku dengannya sudah tidak canggung lagi seperti dulu, sekarang aku bisa dibilang dekat dengannya karena ternyata dia memiliki kesukaan pada alat musik yang sama denganku, gitar, kadang aku belajar darinya menurutku dia sangat hebat.

 

“Oppa..”panggilku ketika aku sudah sampai di depannya, dia mendongak dan tersenyum padaku dia menepuk-nepuk tempat duduk disampingnya menyuruhku duduk dan aku pun mengikuti perintahnya untuk duduk disampingnya.

 

“Tumben datang pagi…”ucap Sungmin Oppa.

 

“Ini gara-gara Yeon Ji yang sudah membangunkanku pagi-pagi sekali”jawabku sambil mengerucutkan bibirku, kesal karena tadi pagi Yeon Ji sudah membangungkannya pukul 5 apalagi kalau bukan suara teriakannya yang memekakan telinga itu sepertinya dia niat sekali membangunkanku.

 

Sungmin Oppa tertawa pelan disampingku.

 

 

“Oppa..kenapa disini?”tanyaku.

 

“Bermain gitar”jawabny singkat.

 

“Ne..arasso..kenapa disini?”tanyaku lagi.

 

Dia terkekeh pelan sambil menatapku.

 

 

“Disini lebih nyaman dibanding  tempat dimanapun di sekolah ini..kau bisa rasakan kan disini begitu sejuk..dan jadi banyak inspirasi..”ucapnya.

 

Aku mengangguk-anggukan kepalaku berusaha mencerna perkataan Sungmin Oppa, ok tempat ini  memang sejuk dan mungkin tempat paling nyaman di banding taman-taman lain di sekolah ini.

 

“Cha..kau mau mencoba memainkan beberap lagu..aku ingin mendegarmu bermain..”ucap Sungmin Oppa sambil menyerahkan gitarnya padaku, aku terkejut karena tiba-tiba dia memberikanku gitarnya.

 

“Oppa..aku malu…aku tidak sehebat Oppa..”elakku.

 

“Jeongmal? Murid kesayangan Yong Hwa seonsangnim..ayo mainkan…”pintanya lagi, akhirnya aku menurutinya dan mengambil gitar itu, mulai memainkannya.

 

 

“Baiklah anak-anak sampai disini dulu pelajaran hari ini”ucap Leeteuk sonsangnim mengakhiri peljaraannya, dia pun segera keluar kelas dan selanjutnya kelas kembali menjaid ribut dan mereka kembali melakukan aktivita aneh-aneh mereka itu.

 

Aku memasukan bukuku ke dalam laci mejaku, aku ingin segera keluar kelas ke tempat itu, aku tahu dia sedang latihan sekarang, entahlah selama beberapa minggu ini aku ingin terus bertemu dengannya. Aigoo, kenapa denganku ya?

 

Aku pun berdiri dari dudukku dan kemudian berjalan ke pintu keluar namun di pintu keluar aku dihalangi oleh seobie, sepertinya dia masih marah karena kejadian tadi pagi.

 

“Mau kemana kau?”tanyanya dengan wajah sinis dan aku hanya bisa nyengir.

 

“Mianhe Seobie yang tadi pagi..aku hanya bercanda….jangan marah ya..ah..aku akan memberikanmu voucher makan gratis yang aku dapat kemarin padamu jadi liburan akhir pekanmu kau bisa makan sepuasnya..”ucapku sambil tersenyum padanya yang masih menatapku sinis, untung aku punya iming-iming sesuatu yang bisa membuatnya memaafkanku, ya siapa yang tidak mau makan gratis di restoran, voucher itu aku dapat gara-gara minggu kemarin aku dipaksa ikut oleh Yeon Ji dan Key belanja.

 

“Jeongmal?”tanyanya sepertinya mulai tertarik, aku mengangguk mantap.

 

“Ne..besok aku berikan..”ucapku.

 

Dan tiba-tiba saja dia sudah tersenyum, dasar kalau urusan makan saja cepat.

 

“Ara..aku pegang janjimu ya…”ucapnya kemudian menyingkir dari pintu, aku mengangguk dan segera keluar kelas menuju tempat itu.

 

Aku sampai di taman di belakang gedung seni musik, taman tempat aku pertama kali bertemu dengannya, aku melihatnya sudah mulai berlatih, aku berjalan perlahan melewatinya yang sepertinya tidak sadar aku datang dan masih asyik menggerakan tubuhnya, aku duduk di bangku yang menghadap ke arahnya, entah sudah berapa kali aku melihatnya menari dan bagiku selalu bisa mempesonaku,  aku baru tahu ternyata dia tergabung dengan grup tari yang sangat terkenal di sekolah ini bahkan sampai keluar sekolah karena sering mengikuti berbagai kompetisi dan sering menjuarainya, Rae Bin juga bilang dia dianggap yang paling baik diantara ketiga temannya yang tergabung dalam satu grup yang bernama Lee Triplets, karena semuanya bermarga Lee, aku mencari tahu tentangnya dari Rae Bin diam-diam, saat kami sedang menceritakan kegiatan kami seharian ini di jurusan masing-masing dan dia pernah membawa-bawa namanya, makanya aku semangat bertanya padanya.

 

Sejak kejadian itu aku memang sering memperhatikannya dan datang kesini untuk melihatnya menari dan sampai suatu hari aku ketahuan olehnya, saat itu jujur aku malu sekali namun akhirnya itu yang membuat kami menjadi dekat, hanya padanya aku bisa berbicara apa saja bahkan soal ayahku dan dia pun begitu, dia juga sering bilang kenapa dia sering latihan disini karena dia ingin membuktikan pada seseorang yang telah meremehkannya bahwa dia bisa berhasil menjadi seorang penari hebat.

 

“Kau sudah datang?tidak ada pelajarankah?”tanyanya yang tiba-tiba sudah berhenti menari, aku tidak tahu dia sudah berhenti.

 

Aku tersenyum padanya.

 

“Ne..Leeteuk sonsangnim keluar lebih cepat..”jawabku.

 

Dia duduk disampingku, aku menyodorkan air minum padanya dan dia menerimanya lalu meminumnya, dia pasti lelah sekali.

 

“Bagaimana hari ini?”tanyanya padaku.

 

“Seperitnya kau kurang menyamakan dengan irama musiknya…”jawabku.

 

Aku memang disuruhnya untuk menilainya, aku memang tidak bisa menari namun entah kenapa begitu melihatnya menari, aku pasti tahu apa yang kurang dari dirinya. Dia mengacak-acak rambutku lembut, aisshh mukaku pasti memerah sekarang, kenapa dia senang sekali melakukan itu padaku>///<

 

“Harusnya kau masuk jurusan seni tari saja..kau berbakat menilai tarian sama seperti YunHo seonsangnim..”ucapnya.

 

“Aniyo..aku tidak bisa menari…”jawabku sambil tertawa.

 

“Jeongmal? Ayo coba..”ucapnya kemudian berdiri dan menjulurkan tangannya menyuruhku untuk berdiri juga.

 

“Aniyo…aku tidak bisa menari..”elakku, aku tahu dia pasti ingin agar aku menari.

 

“Ayo dicoba..”ucapnya kemudian menarik tanganku untuk berdiri dan menyuruhku berdiri di sampingnya.

 

“Ikuti aku..”perintahnya tapi aku malah melihatnya takut-takut, aku tidak bisa menari kenapa malah memakasaku, aisshh.

 

Aku menggeleng padanya.

 

“Yong Soon-ah..cobalah..aku tahu kau bisa..”ucapnya lagi dengan sedikit merengek, aigoo wajahnya lucu sekali jika seperti itu.

 

Aku sedikit ragu-ragu namun dia terus menatapku menungguku menganggukan kepalaku dan akhirnya, tidak ada salahnya mencoba, aku pun menganggukan kepalaku dan kulihat dia tersenyum senang, dia mulai menggerakan tubuhnya dan aku pun berusaha mnegikutinya, ok sedikit sulit tapi cukup menyenangkan ternyata, aku melihatnya tersenyum padaku dan aku pun ikut tersenyum juga. Entah kenapa aku merasa nyaman sekali dengan Jun Ho, dia bisa membuatku merasa menjadi orang yang berbeda saat bersamanya, dia selalu membuatku tersenyum dengan tingkah konyolnya, tidak menyangka kan orang yang terlihat keren saat menari ternyata memilki sifat yang sangat konyol.

 

“Johta…kau berbakat”ucapnya sambil mengacungkan kedua jempolnya ketika kami selesai menari, aku hanya tertawa menanggapinya.

 

Author POV

 

Seorang namja memperhatikan dua orang  yang sedang menari dan tertawa bersama.

 

“Dasar anak kecil”ucapnya.

 

Kyu Hyun yang masih dendam pada Yong Soon karena masalah itu tidak sengaja melihatnya di taman sedang bersama Jun Ho namun melihat hal itu Kyu Hyun merasa aneh dengan perasaannya kenapa rasanya dia tidak suka  melihat kedekatan Jun Ho dengan Yong Soon.

 

“Kenapa aku jadi memperhatikan mereka?”ucap Kyu Hyun kemudian berbalik pergi dari tempat itu namun begitu berbalik dia melihat Chang Min sudah berdiri di hadapannya.

 

“Ya Chang Min-ah..kau mengagetkanku saja…”ucapnya melihat Chang Min yang hanya tersenyum padanya, dasar teman yang aneh, pikir Kyu Hyun.

 

 

“Kau sedang melihat apa?”tanya Chang Min mengikuti arah pandang Kyu Hyun tadi dan kemudian menangkap dua orang sedang tertawa bersama.

 

“Bukannya itu gadis yang menimpukmu waktu itu?kau mengikutinya lagi?”tanya Chang Min dengan wajah polosnya itu.

 

“Ya..siapa yang mengikutinya..aku hanya kebetulan bertemu..”jawab Kyu Hyun buru-buru.

 

“Kau bohong Kyunnie..untuk apa kau ke taman ini..bukannya tadi kau melihat gadis itu dan langsung mengikutinya..”ucap Chang Min sambil tersenyum penuh arti.

 

Kyu Hyun tidak peduli dan langsung berjalan meninggalkan sahabatnya itu sebelum sahabatnya itu melihat wajahnya yang sudah memerah karena malu. Kenapa aku malah mengikuti gadis itu tadi? Pikir Kyu Hyun yang melihat Yong Soon berjalan melintasinya dan tanpa sadar dia malah mengikuti kemana gadis itu pergi, entah kenapa dia begitu penasaran dengan gadis itu.

 

“Kenapa aku ini?”ucap Kyu Hyun sambil terus berjalan kembali ke kelasnya.

 

Jun Ho tersenyum sendiri di kelasnya sambil menatap bukunya yang sudah dia taruh di atas meja dan tinggal menunggu guru selanjutnya datang. Pikirannya kembali mengingat kejadiaan tadi saat dia menari bersama Yong Soon, dia merasa menjadi dirinya sendiri ketika bersama Yong Soon, dia tidak perlu berpura-pura menjadi sosok yang dikagumu di depan gadis itu dan sepertinya apapun bisa mengalir saja diceritakan pada gadis itu.

 

Tangannya bergerak menulis sesuatu di bukunya.

 

“Yong Soon..”gumamnya, tanpa sadar tangannya malah menulis nama itu di bukunya dan dia buru-buru menghapusnya.

 

“Aigoo..kenapa aku malah teringat gadis itu terus..”ucapnya.

 

“Ya Jun Ho-ya..apa yang kau tulis?”seru Dong Hae yang tiba-tiba sudah ada disampingnya, menjulurkan kepalanya di bahu Jun Ho.

 

Jun Ho langsung menutup buku bahasa Inggrisnya itu dan memasukannya ke laci mejanya dengan terburu-buru.

 

“Aniyo..tidak ada apa-apa..”ucap Jun Ho sedikit gugup, takut kalau temannya itu melihat apa yang dia tulis tadi, Dong Hae menyipitkan matanya seakan mencari sesuatu yang disembunyikan oleh Jun Ho, temannya itu.

 

“Ya..Hyukkie…kau mau kemana?”seru Jun Ho berusaha mengalihkan perhatian Dong Hae dengan meamanggil Eunhyuk yang mau keluar kelas.

 

“Bahasa Inggriskan? Aku mau melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan”ucapnya kemudian segera keluar dari kelas.

 

Dong Hae masih menatapnya curiga dan beruntung Ki Bum seonsangnim datang lebih dahulu menyelamatkan Jun Ho dari interogasi Dong Hae.

 

“Let’s start the class.. Lee Jun Ho..answer the homework in front of the class..”perintah Ki Bum seonsangnim pada Jun Ho dan Jun Ho pun langsung maju ke depan kelas membawa bukunya.

 

Eunhyuk memang paling malas masuk kelas bahasa Inggris dan lebih senang membolos di pelajaran itu dan hanya datang jika ujian saja, dia mengandalkan Jun Ho untuk mengajarkannya bahasa Inggris.

 

Eunhyuk berjalan meninggalkan kelas ingin menuju ke taman niatnya namun di tengah jalan dia bertemu dengan gadis yang sudah membuatnya menjadi Eunhyuk yang berbeda selama dua bulan ini, gadis yang sudah dia sukai sejak pertama kali gadis itu masuk sekolah ini. Eunhyuk pun mulai mengikuti gadis itu.

 

 

Rae Bin POV

 

Kenapa sepertinya aku merasa ada yang mengikutiku ya? Pikirku, aku menoleh ke belakang dan tidak mendapati siapapun di belakangku, mungkin hanya perasaanku saja. Aku menghela nafas berjalan ke kelasku kembali.

 

Aku merasa masih ada yang mengikutiku, aku kembali menoleh ke belakang dan hanya ada beberap murid yang melintas dan bahkan tidak menengok ke arahku, mungkin aku saja yang terlalu takut, aku mencoba bersikap biasa dan terus berjalan namun aku masih merasa ada yang mengikutiku, aku mempercepat langkahku agar cepat sampai di kelas, sampai sebuah tangan menyentuh bahuku.

 

“Rae Bin-ah”ucapnya membuatku terlonjak kaget dan menengok ke belakang, aku menghembuskan nafas lega begitu melihat siapa yang melakukannya.

 

“Taemin-ah..kau mengagetkanku saja”ucapku sambil mengelus dadaku karena kaget, dia terkekeh geli melihatku.

 

“Mwo?”tanyaku tidak suka dengan caranya tertawa itu seakan mengejekku.

 

“Lagian kau aneh sekali..jalan cepat-cepat seperti itu kayak dikejar setan..”ucapnya kemudian tertawa.

 

“Ya!setannya itu kau”ucapku dan kemudian berjalan mendahuluinya.

 

Dia berteriak memanggil namaku namun aku tidak peduli dan terus saja berjalan menuju kelasku, hufft dia itu memang menyebalkan sekali, tidak tahu apa aku sedang ketakutan seperti ini.

 

Sampai di depan kelas, seseorang tepat berdiri di depan pintu dan membuatku menabrak tubuhnya.

 

“Aisshh..bisa tidak jangan berdiri di depan pintu!”ucapku padanya yang ternyata adalah Gikwang.

 

Kenapa  aku sudah bertemu dengan orang aneh, ya Tuhan jangan sampai seharian ini aku bertemu dengan orang aneh lagi.

 

“Minggir..minggir..aku mau masuk..”ucapku mendorong tubuhnya untuk menyingkir, dia hanya berpindah sedikit memberiku jalan masuk.

 

Tak lama kemudian Han Geng seonsangnim datang dan langsung membuat seisi kelas terdiam, sebenarnya guru ini tidak galak tapi dingin sekali, seakan dia tidak bisa berinterkasi denganssiswanya, aku bertanya-tanya kenapa dia bisa menjadi guru ya? Seonsangnim menatap kami satu persatu sebelum membuka pelajarannya, seperti suatu kebiasaan, dia mengabsen murid-muridnya hanya dengan melihat wajahnya satu persatu, dia hapal setiap murid di kelas ini dan tahu jika ada yang tidak masuk hari ini.

 

“Ok..lengkap..kita mulai…”ucapnya kemudian dia mulai menjelaskan tentang berbagai jenis tarian tradisional di dunia ini.

 

Aku tidak terlalu fokus mendengarkan karena aku merasa seseorang memperhatikanku dari luar, aku menoleh ke jendela tapi tidak ada siapapun, aku kembali berusaha fokus namun lagi-lagi aku merasa seseorang memperhatikanku, aigoo, kenapa aku merasa seperti ini ya? Pasti aku salah, tidak mungkin ada yang memperhatikanku. Aku harus fokus.

 

Tiba-tiba Hangeng seonsangnim keluar ruangan, kami semua langsung melihat kemana dia pergi dan aku mendapati Hangeng seonsangnim sedang menghampiri seseorang, kami semua langsung melihat ke jendela dan aku begitu terkejut ketika melihat siapa yang sedang dihampiri Hangeng soensangnim, Sunbae itu. apa yang dia lakukan di kelasku? Omo apa dia yang dari tadi memperhatikanku? Tidak mungkin.

 

“Ya..Lee Hyuk Jae..apa kau mau masuk kelasku kembali? Apa yang kau lakukan dengan mengintip melalu jendela”ucap Hangeng seonsangnim dengan lancar aku pikir bahasa Koreanya tidak terlalu bagus sehingga dia jarang berbicara ternyata aku salah.

 

Aku tidak mendengar ucapa sunbae itu karena sepertinya dia berbicara pelan sekali berbeda dengan Hangeng seonsangnim, tiba-tiba Hangeng seonsangnim menoleh ke arah jendela dimana anak-anak sedang memperhatikannya dia menatap tajam ke arah kami dan membuat kami segera kembali ke tempat duduk masing-masing namun sebelumnya mataku dan sunbae itu saling bertemu dan kemudian dia tersenyum padaku, aku segera kembali ke tempat dudukku tanpa membalas senyumnya, sunbae yang benar-benar aneh.

 

Hangeng seonsangnim kembali dan pelajaran pun dilanjutkan.

 

Begitu Hangeng seonsangnim keluar dari ruangan, aku segera membereskan bukuku dan memasukannya ke dalam laci mejaku. Saatnya makan siang.

 

“Mau ke kantin?”tanya Krystal padaku dan aku pun mengangguk, aku dan dia berjalan bersama keluar kelas namun saat di depan kelas aku melihat sunbae itu sudah berdiri di depan kelasku.

 

Krystal menatapku, aku menyuruhnya untuk duluan saja dan dia pun mengangguk lalu pergi duluan ke kantin. Sunbae itu tersenyum padaku dengan gummy smilenya itu.

 

“Annyeong…mau makan siang?”tanyanya padaku sementara aku hanya menautkan alisku tidak mengerti dengan sikapnya yang menurutku sangat aneh ini, kenapa dia menungguku.

 
“Kajja..”ucapnya kemudian dia langsung menarik tanganku pergi, aku yang kaget dengan perlakuannya hanya bisa mengikutinya yang masih menarik tanganku menuju kantin.

 

 

“Sunbae..sebenarnya kenapa kau mengikutiku?”tanyaku begitu dia kembali setelah mengambilkanku makanan, dia menaruhnya di hadapanku.

 

“Cha…makan dulu..”ucapnya lagi-lagi sambil tersenyum, ada dengan sunbae ini? Kenapa sejak kemarin dia selalu saja mengikutiku, dan sekarang malah mengajakku makan siang bersama, aku bisa merasakan tatapan tajam dari beberapa gadis disini yang sepertinya tidak suka idolanya di dekati gadis sepertiku, aku juga tidak mau tapi aku juga heran dengan sikapnya yang benar-benar aneh ini.

 

 

“Sunbae….”panggilku memintanya menjawab pertanyaanku tadi.

 

“Mulai sekarang jangan panggil aku sunbae lagi panggil aku Eunhyuk Oppa dan oh ya mulai saat ini aku akan selalu menjemputmu saat makan siang…”jelasnya membuatku membulatkan mataku, apa-apaan namja ini? Aku hanya bisa menatapnya  tidak percaya sementara dia hanya tersenyum menatapku.

 

Aigoo, ada apa ini?

 

Author POV

 

Tingkat 1 seni peran baru saja selesai kelas Jae Joong seonsangnim. Je Ri terlihat memperhatikan seorang namja yang duduk tidak jauh darinya memasukan bukunya ke laci, kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya sebuah PSP putih dan kemudian namja itu asyik menatap layar PSPnya itu.

 

Je Ri mengelurkan sesuatu dari tasnya sebuh kotak makan, namun kemudian dia masukkan kembali tempat makan itu ke dalam tasnya, dia menggigit bibir bawahnya menimbang-nimbang apa akan memberikannya atau tidak, Je Ri masih memegang tempat makan itu di dalam tasnya namun kemudian dia benar-benar memasukan tempat makan itu ke dalam tasnya kembali, berdiri kemudian menghampiri namja tinggi itu.

 

“Minho-ssi…”panggil Je Ri pada namja yang bernama MinHo itu.

 

MinHo menghentikan permaniannya dan menatap gadis itu, Je Ri mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk berbicara pada namja dingin ini.

 

“Kau mau ke kantin?”tanya Je Ri setelah sekian lama hanya diam, MinHo masih tampak datar sedangkan Je Ri menunggu jawabannya.

 

“Tidak”jawab namja itu singkat dan kemudian kembali asyik dengan PSPnya.

 

“Kau tidak lapar?”tanya Je Ri lagi namun kali ini MinHo tidak menjawabnya, Je Ri kembali ke mejanya mengambil kotak makan itu dan kembali ke meja MinHo.

 

“Ini untukmu”ucap Je Ri sambil memberikan kotak bekal itu pada MinHo, MinHo meletakaan PSPnya dan menatap Je Ri.

 

“Kita makan berdua saja”ucapnya membuat Je Ri kaget namun tak urung membuatnya menyinggungkan senyum, Je Ri mengambil bangku di depannya dan duduk di hadapan MinHo lalu membuka kotak makan itu, beberapa potong kimbap yang dia buat pagi-pagi sekali di asrama.

 

“Cha..selamat makan..”ucap Je Ri tersenyum senang sambil memberikan sumpit pada MinHo, MinHo menerimanya dengan ekpresi datar namun Je Ri tetap tersenyum, dia senang MinHo mau menerima bekalnya itu.

 

 

“Apa wajahku memang terlalu imut ya?”tanya Wookie pada JunSu disampingnya, mereka sedang berjalan menuju gedung jurusan seni musik, karena Wookie dipanggil lagi oleh Heechul seonsangnim dan JunSu terpakasa mengantarkannya karena Wookie malu harus kesana sendirian, dia takut nyasar.

 

“Cish…narsis sekali dirimu..imut darimana coba?”ucap JunSu kepada temannnya itu.

 

“JunSu-ya..tau tidak kemarin saat aku kesini ada junior yang mengangapku satu angkatan dengannya..apa karena wajahku yang imut ini ya?”ucap Wookie dengan percaya dirinya.

 

JunSu memutar bola matanya melihat tingkah temannya yang sok imut ini,kenapa dia harus berteman dengan dua orang yang punya wajah imut bahkan salah satunya sekamar dengannya.

 

“Aku mual mendengarmu bilang imut terus..sudah cukup aku mendengar SungMin selalu mengeluhkan wajah imutnya itu…”ucap JunSu.

 

Wookie hanya melirik sekilas pada teman disampingnya ini, padahal mereka beda jurusan tapi bisa akrab sekali ini juga gara-gara SungMin yang mengenalkannnya pada Wookie lalu mereka juga pernah duet bersama saat pementasan campuran di sekolah ini beberapa bulan yang lalu dan sejak saat itu mereka semakin dekat.

 

“Wookie-ya…”panggil JunSu sambil menarik baju temannya yang berjalan sedikit di depannya.

 

Wookie langsung berhenti dan berbalik.

 

“Mwoya?”tanya Wookie.

 

JunSu menarik tangan Wookie dan menyuruhnya melihat ke dalam sebuah kelas, disana ada seorang namja dan yeoja yang sedang makan siang.

 

“Mereka sedang makan siang…terus kenapa?”tanya Wookie.

 

JunSu hanya menghela nafas perlahan melihat tingkah temannya.

 

“Aisshh..bagaimana kalau kita kerjai mereka sedikit”ucap JunSu dengan senyum setannya.

 

Wookie mengerutkan dahinya tidak mengerti dengan ucapan sahabatnya itu, JunSu kembali menghela nafas perlahan, susah sekali bicara dengan temannya ini, ucap JunSu dalam hati, namun tiba-tiba Wookie tersenyum senang.

 

“Ah..arasso..kau mau ikut makan bersama mereka?”tanya Wookie sambil tersenyum.

 

JunSu hanya geleng-geleng kepala, aigoo, harus apa lagi yang aku lakukan supaya dia mengerti? Ucap JunSu pada dirinya sendiri.

 

“Aniyo..bukan itu..Wookie-ya bukankah disekolah kita tidak boleh pacaran..maksudku kalau ketahuan..nah bagaimana kalau kita laporkan mereka pada Heechul seonsangnim…”ucap JunSu.

 

Wookie kaget dan tidak percaya temannya akan mengeluarkan ide seperti itu.

 

“Ya..kau ini..kasihan mereka..”ucap Wookie.

 

“Tenang saja paling Cuma dihukum saja…aku sedang ingin mengerjai orang nih..lagipula memang tampak seperti pacaran kan..lagian kenapa tidak makan di kantin kenapa di kelas..ya kan?”jelas JunSu.

 

Wookie masih tampak berpikir, memang sih untuk apa mereka berdua di kelas makan siang disana kalau tidak memiliki hubungan apa-apa harusnya kan di kantin. Namun belum sempat Wookie menjawab apa-apa tangannya langsung ditarik oleh JunSu dan segera membawanya ke tempat Heechul seonsangnim.

 

 

“Gomawo”ucap MinHo begitu selesai makan masih dengan ekspresi datarnya, Je Ri tersenyum senang MinHo mau memakan bekalnya itu. dia segera memasukan kembali bekalnya yang sudah kosong itu ke dalam tas.

 

“Nona Kim..Tuan Choi..”ucap sebuah suara membuat mereka menoleh dan ternyata itu Heechul seonsangnim yang menatap mereka garang dan dibelakangnya ada JunSu dan Wookie, Wookie hanya menatap iba mereka berdua.

 

Yeon Ji baru saja selesai makan siang bersama Yong Soon yang sudah lebih dahulu pergi karena ada urusan penting katanya.

 

“Hah, dia meninggalkanku sendiri”ucap Yeon Ji kemudian dia berdiri dari duduknya untuk kembali ke kelas namun matanya menangkap suatu benda di atas meja, handphonenya Yong Soon, pasti anak itu lupa lagi, ucap Yeon Ji dalam hati. Dia pun segera mengambil handphone itu dan berniat memberikannya pada Yong Soon.

 

Dia berjalan keluar kelas namun saat sampai di depan pintu kantin dia berpapasan dengan ChangMin sunbae.

 

“Sunbae..”ucap Yeon Ji kaget tidak menyangka akan bertemu dengannya.

 

“Oh..hai Yeon Ji..sudah makan?”tanya ChangMin sunbae.

 

“Sudah…permisi..”ucap Yeon Ji kemudian segera pergi darisitu, dia tidak menyangkan kalau ChangMin sunbae masih ingat dengan namanya.

 

“Omo..dia masih ingat namaku..”gumam Yeon Ji sambil terus berjalan dan senyumpun mengembang di bibirnya.

 

 

Yong Soon membawa gitarnya ke taman tempat tadi pagi dia bersama Sungmin, sepertinya dia merasa tempat ini sangat nyamana sama seperti pemikiran Sungmin, dia duduk di tempat tadi, di bangku tepat di bawah pohon dan mulai memainkan gitarnya.

 

“Ya!berisik sekali”ucap sebuah suara membuatnya menoleh ke belakang tempat duduknya dan muncullah seorang namja yang benar-benar dia benci, cih kenapa bertemu dengan namja ini lagi sih, pikir Yong Soon.

 

Namja itu berdiri dan menatap tajam ke arah Yong Soon.

 

“Mwo? Wae?”tantang Yong Soon.

 

“Kau tahu aku sedang tidur, berisik sekali..lagipula apa yang kau lakukan disini..tempat ini milikku”ucap namja itu ketus.

 

“Mwo?milikmu..heh ini namja tidak punya otak tempat ini milik semua orang dan aku bebas ingin kesini…”jawab Yong Soon sama ketusnya.

 

 

Yeon Ji POV

 

Aku berhenti di ujung lorong yang menghadap ke arah taman, mataku menangkap sosok Yong Soon yang sedang beradu mulut dengan seorang namja dan bisa kupastikan itu adalah Kyu Hyun sunbae, siapa lagi yang berani di lawan oleh Yong Soon. Aku menghela nafasku perlahan, aigoo dia itu selalu saja mencari masalah dengan Kyu Hyun sunbae padahal sudah seminggu ini mereka tidak bertemu sekarang malah bertemu.

 

“Yeon Ji-ya”ucap sebuah suara mengangetkanku dan terlebih tangannya ada di pundahkku.

 

Aku berbalik dan melihat ChangMin sunbae berdiri tepat di belakangku.

 

“Sunbae..”ucapku dia tersenyum kemudian ikut melihat ke arah pandanganku.

 

“Mereka itu..bertengkar terus…”ucap ChangMin sunbae.

 

“Ne..”tanggapanku hanya itu.

 

 

“Kau temannya Yong Soon?”tanya ChangMin sunbae dan kali ini aku mengangguk.

 

“Teman sekamarnya..”jelasku lagi.

 

“Sepertinya teman sekamar kita memiliki tempramen yang tinggi ya…”ucap ChangMin sunbae sambil terkekeh pelan.

 

“Ne..padahal aku mau mengembalikan handphonenya…”ucapku.

 

“Sebaiknya kau kembalikan nanti dan lebih baik kembali ke kelas..biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka..”ucap ChangMin sunbae lagi.

 

“Keundeu sunbae…mereka nanti berkelahi bagaimana?”tanyaku.

 

Dia tertawa menatapku.

 

“Tenang saja..Kyu tidak akan berkelahi dengan seorang gadis…bahkan aku pikir dia mulai menyukai gadis itu…”ucapnya.

 

Aku kaget mendengar jawabannya.

 

“Mwo?”tanyaku lagi.

 

“Ah..aniyo..sudah kembali ke kelas saja..kajja..”ucap ChangMin sunbae kemudian menarik tanganku pergi dari situ.

 

 

Aigoo, apa yang ChangMin sunbae lakukan? Aku bisa merasakan jantungku berdegup sangat kencang dan mukaku terasa panas, apa ini tandannya aku menyukainya? Ah tidak..tidak..ChangMin sunbae hanya kakak bagiku dan lagipula pasti dia juga hanya menganggapku temannya.

 

ChangMin sunbae mengantarkanku sampai di depan kelasku dan jujur aku benar-benar malu saat itu, bagaimana tidak mereka memperhatikanku. Aku menghela nafas berat begitu sampai di tempat dudukku.

 

“Yeon Ji-ya..wae?”tanya Luna padaku.

 

“Ah…aniyo..”ucapku buru-buru.

 

“Kenapa wajamu memerah?”tanya Luna lagi.

 

“Ah..jeongmal..”ucapku sambil menyentuh wajahku dengan kedua tanganku. Luna tertawa melihatku seperti itu.

 

“Kidding..sepertinya kau senang sekali bersama ChangMin sunbae..”ucap Luna kemudian kembali tertawa, dia mengerjaiku rupanya, aisshh menyebalkan sekali dia, aku mengembungkan pipiku kesal karena dia mengejekku.

 

Author POV

 

“Heh, hak-hakku untuk ada disini”ucap Yong Soon pada namja yang sedang bertengkar dengannya ini.

 

Mereka masih saja bertengkar sejak tadi karena keduanya tidak mau kalah dan merasa pendapatnya sama-sama benar.

 

Tiba-tiba Yong Soon menangkap sosok namja yang sedang dekat dengannya, JunHo.

 

“Oppa..”ucapnya dan langsung berlari ke arah JunHo yang memang sedang lewat di depan taman itu.

 

Kyu Hyun hanya menatapnya bingung, dasar anak kecil, umpatnya dalam hati. Dia melihat gadis itu langsung menghampiri JunHo dan menyapanya, JunHo tersenyum pada gadis itu dan mengacak-acak rambutnya. Entah kenapa hal ini membuat Kyu Hyun kesal dan mengepalkan tangannya kuat-kuat.

 

“Aissshh..babo kenapa aku malah kesal!”serunya pada dirinya sendiri,kemudian dia melihat gitar Yong Soon terleatak di atas bangku kayu itu, tiba-tiba terlintas ide untuk mengerhai gadis itu dengan menggunakan gitar itu.

 

“Lihat saja anak kecil..akan kubuat kau minta maaf atas kesalahanmu waktu itu”ucap Kyu Hyun sambil tersenyum evil kemudian mengambil gitar itu dan membawanya.

 

Dia yakin kalai ini Yong Soon tidak akan bisa membalasnya lagi.

 

Begitu pulang sekolah Kyu Hyun sengaja menunggu Yong Soon di tempat biasa, dia tahu Yong Soon akan lewat sini sebentar lagi karena dia lihat jurusan seni musik sudah pulang, entah kenapa dia bisa hapal dengan jadwal gadis itu.

 

Benar saja tak lama kemudian gadis itu lewat, Kyu Hyun keluar dari persembunyiannya di balik pohon dan menghalangi jalan gadis itu.

 

“Mau apa lagi kau?!”ucap Yong Soon ketus.

 

Kyu Hyun menunjukan senyum evil pada gadis itu.

 

“Kau melupakan sesuatu?”tanya Kyu Hyun langsung.

 

“Mwo?”tanya Yong Soon tidak mengerti.

 

“Kau yakin tidak meninggalkan sesuatu tadi…”ucap Kyu Hyun masih memasang senyum evilnya itu.

 

Yong Soon terdiam sebentar dan kemudian menepuk dahinya sepertinya dia ingat ada sesuatu yang lupa dia bawa pulang, gitarnya.

 

“Ya!kau ambil gitarku ya!kembalikan!”ucap Yong Soon yang tahu bahwa gitar itu pasti ada di namja ini karena namja ini bertanya mengenai sesuatu yang dia lupakan.

 

“Sepertinya gitar itu sangat berarti untukmu kan..jadi aku tidak akan memberikannya Cuma-Cuma..”ucap Kyu Hyun menatap Yong Soon.

 

“Ya!mau apa kau?cepat kembalikan!”seru Yong Soon.

 

“Tentu tidak semudah itu anak kecil”ucap Kyu Hyun.

 

“Kau mau apa?!”seru Yong Soon seperti mengerti dengan apa yang diinginkan Kyu Hyun, dia pasti ingin sesuatu.

 

“Aku akan mengembalikan gitar itu asal…kau menjadi pembantuku selama sebulan…bagaimana?”ucap Kyu Hyun membuatnya membelalakan matanya tidak percaya, namja ini benar-benar sudah gila, pikir Yong Soon.

 

“Shiro!kau benar-benar namja tidak punya otak!”ucap Yong Soon.

 

Kyu Hyun terkekeh pelan.

 

“Terserah..keputusan ada di tanganmu…kau mau gitarmu kembali kan..jadi pikirkan baik-baik..”ucap Kyu Hyun dengan smirknya itu.

 

Yong Soon menggigit bibir bawahnya mencoba berpikir, tentu saja dia tidak mau menjadi pembantu namja tidak punay otak ini tapi gitar itu sangat berharga untuknya, dia merutuki dirinya sendiri yang bisa-bisanya lupa membawa kembali gitar itu dan beginilah akibatnya, hah dia benar-benar ingin balas dendam padaku, ucap Yong Soon dalam hati, dia melihat namja itu masih menatapnya dengan senyumnya yang menyebalkan itu.

 

Je Ri POV

 

Lelah sekali setelah membersihkan kelas, lagian menyebalkan sekali sunbae-sunbae itu, aku dan MinHo kan tidak pacaran dan hanya makan siang bersama kenapa mereka malah melaporkannya pada Heechul seonsangnim dan beginilah jadinya, aku kena hukuman membersihkan kelas setiap pulang sekolah selama tiga hari T.T

 

Benar-benar jahat mereka, aku berjalan kembali ke asramaku dengan lemas, benar-benar sial. Aku berjalan sambil menundukan wajahku.

 

“Mianhe..”seru sebuah suara disampingku, aku menolah dan mendapti sunbae yang tadi dan yang kemarin aku temui sudah berjalan disampingku.

 

“Untuk?”tanyaku tidak mengerti.

 

“Tadi..maafkan temanku ..”ucapnya lagi.

 

Aku menghela nafas perlahan, sudah tidak ada gunanya marah juga disaat-saat seperti ini.

 

“Gwenchana sunbae..”ucapku dan berusaha tersenyum padanya, memangnya aku salah apa sampai di kerjai oleh mereka seperti ini.

 

Aku kembali melanjutkan jalanku dan ternyata sunbae itu masih mengikutiku dan berjalan disampingku, kenapa lagi dengannya.

 

“Sunbae..aku tidak apa-apa kok..kenapa kau mengikutiku terus”seruku padanya.

 

Dia berhenti dan menatapku bingung.

 

“Aku juga mau pulang”ucapnya.

 

Aisshh aku malu sekali, kan ini juga memang jalan menuju asrama namja, babo sekali, aku hanya bisa tersenyum padanya, malu sekali aku.

 

“Mianhe sunbae…”ucapku.

 

“Ne..tidak apa-apa…”ucapnya.

 

Semoga aku tidak bertemu sunbae ini lagi, aisshh bisa semakin malu saja aku. Hufft >///<

 

 

Author POV

“Mwo? Kau menerimanya? Kau mau jadi pembantunya?”ucap Rae Bin tidak percaya begitu Yong Soon menceritakan masalah tadi.

 

Yong Soon pulang dengan wajah kusut dan membuat ketiga temannya penasaran dengan apa yang terjadi akhirnya setelah dipaksa bercerita, Yong Soon pun mulai menceritakan masalahnya itu dan mereka semua tidak percaya kalau Yong Soon menyanggupinya.

 

“Itu gitar kesayanganku..dari ayah..aku tidak mungkin melepasnya begitu saja…”ucap Yong Soon dan ketiga temannya hanya bisa mendesah pelan, mereka merasa kasihan dengan nasib sahabatnya ini. Mau ditolong tapi tidak tahu harus bagaimana.

 

Sementara yang lain merasa kasihan, Yeon Ji jadi teringat kata-kata ChangMin tadi yang mengatakan kalau Kyu mulai  suka dengan Yong Soon, ah andwe tidak mungkin. Ucap Yeon Ji mengenyahkan pikiran itu, tapi kalau iya bagaimana? Pikir Yeon Ji lagi.

 

“Berhati-hatilah..”pesan Rae Bin pada Yong Soon dan Yong Soon hanya mengangguk lemah, ah sial dia harus seperti ini gara-gara namja tidak punya otak itu, umpat Yong Soon dalam hati.

 

 

Sejak hari itu Yong Soon benar-benar menjadi pembantu Kyu Hyun, dia selalu ikut kemana Kyu Hyun pergi kecuali saat mereka sedang ada kelas tentunya dan ini membuat gosip tersendiri dikalangan siswa-siswi, ada yang bilang mereka pacaran lah dan ada juga yang bilang sepertinya Yong Soon mainan baru Kyu Hyun.

 

“Ambilkan makananku”perintah Kyu Hyun ketika mereka ada di kantin.

 

Yong Soon mentapanya tajam namun Kyu Hyun hanya diam, Yong Soon benar-benar benci dengan namja yang duduk di depannya ini, hufft aku harus sabar, ucap Yong Soon.

 

“Namja tidak punya otak..kau bisa ambil makananmu sendiri..”ucap Yong Soon pada namja di hadapannya ini.

 

“Aku punya nama anak kecil namaku Cho Kyu Hyun dan aku lebih tua darimu..sopanlah sedikit..dan ingat sekarang kau pembantuku..jadi cepat ambilkan makananku atau kau mau gitar itu kubuang,hah?”seru Kyu Hyun.

 

Yong Soon akhirnya terpaksa menuruti keinginan namja ini, mau bagaimana lagi ini menyangkut gitarnya, gitar kesayangannya yang ayahnya berikan saat usinya 7 tahun itu yang membuatnya ingin bisa bermain gitar, meski ayahnya tidak pernah bertemu dengannya tapi ayahnya secara rutin sering memberikan sesuatu padanya dan itu membuat Yong Soon yakin ayahnya masih sayang padanya meski sudah meninggalkannya dan dia berjanji untuk mencari ayahnya itu.

 

“Ini”ucapnya sambil meletakkan nampan berisi  makanan itu dengan keras ke atas meja sehingga menimbulkan suara.

 

“Anak baik”ucap Kyu Hyun membuat Yong Soon hanya mendengus kesal dan menatap tajam namja di depannya ini.

 

Sementara itu seorang namja memperhatikan meja mereka terus menerus.

 

“JunHo-ya..wae?”tanya DongHae disamping  JunHo yang terus saja menatap KyuHyun dan YongSoon, entah kenapa dia merasa tidak suka melihat pemdangan ini, meski dia tidak tahu kenapa YongSoon jadi dekat dengan KyuHyun karena apa yang jelas dia tidak suka melihat hal ini.

 

“Ah aniyo..”jawab JunHo kemudian kembali memakan makan siangnya.

 

Dia ingin sekali bertanya pada Yong Soon ada apa? Tapi beberapa hari ini dia tidak bisa bertemu dengannya.

 

Yong Soon POV

 

Hari ini aku akan pulang ke rumah paman karena kemarin paman memintaku untuk pulang minggu ini, senangnya terbebas dari melihat muka namja tidak punya otak itu karena kebetulan juga dia akan pulang ke rumahnya, hah aku berharap dia tidak akan pernah kembali kesini lagi.

 

Aku memasukan beberapa barang yang aku anggap penting karena aku akan menginap semalam disana dan kembali hari minggu kesini.

 

“Kau akan menginap?”tanya Yeon Ji yang sedang memperhatikanku memasukan keperluanku ke dalam tas.

 

“Ne..jangan rindukan aku ya…”ucapku sambil tertawa, Yeon Ji mengembungkan pipinya kesal.

 

“Aku pergi dulu ya..”pamitku padanya.

 

“Hati-hati…”ucapnya.

 

Aku pun segera keluar dari asrama, rasanya rindu juga dengan pamanku ^^

 

 

“Ahjussi”panggilku pada pamanku yang sedang merawat tanamannya di depan rumah, dia berbalik ke arahku dan tersenyum senang begitu melihatku.

 

“Yong Soon-ah..aigoo..aku merindukanmu nak..”ucap ahjussiku kemudian berjalan menghampiriku dan memelukku dengan erat, aku pun membalas pelukannya, aku juga merindukannya ^^

 

“Ayo masuk kau pasti lelah..”ucap ahjussiku kemudian menuntunku masuk ke dalam rumah.

 

Tidak banyak yang berubah dari rumahku, masih sama, tentu saja aku baru meninggalkannya tiga bulan yang lalu tidak akan banyak berubah tentu saja. Ahjussiku datang membawakanku teh.

 

“Minumlah dulu..”ucap ahjussiku.

 

Aku mengambil gelas teh yang dibuatnya dan meminumnya.

 

“Ahjussi ada apa ahjussi menyuruhku pulang?”tanyaku padanya karena tidak biasanya dia sangat ingin memintaku pulang, yah meski dia sering bilang rindu padaku tapi tidak seperti kemarin yang sangat ingin memintaku pulang.

 

“Begini Yong Soon-ah..ini ada hubungannya dengan ibumu..”ucap ahjussi membuatku langsung menatapnya serius, ada hubungannya dengan ibu?

 

“Apa?”tanyaku.

 

“Kau tahu teman ibumu yang pernah kesini waktu usiamu 5 tahu? Kau ingat..nah kemarin dia kemari mencarimu dan menanyakanmu…dia ingin kau ke rumahnya besok karena katanya ada sesuatu yang ibumu belum sampaikan padamu..”jawab ahjussiku.

 

Aku tidak mengerti dengan apa yang ahjussiku bicarakan, sesuatu yang belum ibuku sempat sampaikan? Apa?

 

“Apa itu ahjussi?”tanyaku lagi.

 

“Aku juga tidak tahu…ibumu tidak pernah bilang padaku…lebih baik kau kesana saja..aku pikir ini serius..”ucap ahjussi lagi.

 

Aku mengangguk paham, memang eomma punya seorang teman yang sangat dekat dengannya dan beberapa kali dia pernah ke rumah dan begitupun aku yang sering ke rumahnya, dia memiliki seorang anak perempuan yang lebih tua empat tahun dariku. Kata eomma dia memang sudah berteman baik dengan wanita ini sejak masih SD dan selalu bersama sampai SMA. Dia juga sangat baik padaku begitu juga anaknya, aku sering bermain dengannya dulu.

 

Sebenarnya apa yang ingin dikatakan ya tentang ibu?

 

 

Author POV

 

Kyu Hyun berjalan menyusuri sebuah jalanan sempit yang dia sendiri juga tidak tahu ada tempat seperti ini di Seoul, matanya berkali-kali melihat kertas ditangannya memastikan alamat yang dia cari benar ada disini, kemudian dia berhenti di sebuah rumah bercat putih, sangat sederhana dengan taman kecil di depan yang penuh dengan bunga-bunga.

 

Kyu Hyun masuk ke dalam pagar dan melihat seorang ahjussi sedang menyiram tanaman, dia berjalan mendekati ahjussi itu.

 

“Permisi..”ucap Kyu Hyun.

 

Ahjussi itu berbalik dan sedikit kaget melihat orang di depannya itu.

 

“Apa ini benar rumah Choi Yong Soon?”tanya Kyu Hyun.

 

Ya dia sedang mencari rumah Yong Soon, entah apa yang merasuki otaknya sampai dia mencari tahu dimana rumah gadis itu, dia bertanya melalui ChangMin yang kemudian menanyakannya pada Yong Soon, dia sendiri tidak tahu untuk apa mencari tahu tempat tinggal gadis itu dan bahkan mencarinya.

 

“Benar…ada apa?”tanya ahjussi itu masih dengan wajah bingung.

 

“Yong Soon-nya ada?”tanya Kyu Hyun.

 

“Kau siapa?”ahjussi itu balik bertanya.

 

“Temannya..”jawab Kyu Hyun.

 

“Oh..dia baru saja pergi tadi…dia perg..”belum sempat ahjussi itu melanjutkan kata-katanya handphone Kyu berbunyi dan dia segera mengangkatnya.

 

 

“Ne..eomma aku pulang”jawabnya kemudian memutus sambungan telepon.

 

“Baiklah ahjussi aku pulang saja…”ucap Kyu.

 

“Tidak ada pesan yang mau disampaikan?”tanya ahjussi.

 

Kyu menggeleng dan kemudian berpamitan untuk pulang.

 

“Bodoh sekali, aku sampai mencari alamatnya seperti ini hanya gara-gara dia tinggal di seoul juga..”umpat Kyu sambil berjalan pulang.

 

Dia tidak habis pikir bagaimana dia bisa malah mencari alamat gadis yang sedang dikerjainya ini. Kyu Hyun mengacak-acak rambutnya sembari terus berjalan pulang.

 

 

 

Yong Soon menatap rumah besar ini, rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali dia disini, dengan perlahan dia melangkahkan kakiknya masuk ke dalam pekarang rumah ini dan baru saja sampai di depan pintu seorang wanita langsung menyambutnya.

 

“Yong Soon-ah…aigoo..kau sudah besar sekali…kau cantik seperti ibumu…”ucap wanita itu, Yong Soon hanya tersenyum kemudian wanita itu menarik tangan Yong Soon untuk masuk ke dalam rumah.

 

Di dalam rumah dia bertemu lagi dengan seorang pria yang meruapak suami dari wanita ini.

 

“Yong Soon-ah..kau sudah besar sekali..”ucapnya.

 

“Ne..ahjussi..”jawab Yong Soon.

 

Yong Soon disuruh duduk di sofa.

 

“Bagaimana kabarmu?”tanya wanita itu pada Yong Soon.

 

“Baik..ahjumma..”jawab Yong Soon sambil tersenyum.

 

“Tunggu dia datang dulu ya…kami akan memberitahumu kenapa kami menyuruhmu datang..mungkin ibumu belum sempat menceritakannya padamu..”ucap wanita itu lagi.

 

Yong Soon hanya mengangguk meski tidak mengerti dengan apa yang wanita ini bicarakan, mungkin dia akan tahu nanti, begitu pikirnya.

 

Lama mereka mengobrol menanyakan sekolah Yong Soon, apakah dia senang disana dan lain-lain sampai pintu rumah terbuka, Yong Soon masih mengobrol dengan ahjussi di hadapannya sementara wanita itu langsung menyambut seorang namja yang baru masuk itu.

 

“Yong Soon-ah…kau pasti belum kenala dengan dia…”ucap wanita itu membuat Yong Soon menolah dan seketika itu juga dia langsung terperangah melihat siapa yang ada disamping wanita itu.

 

Namja itu juga menunjukan ekpresi yang sama tida percaya.

 

 

“Neo?!!”seru mereka bersamaan.

 

“Kalian sudah saling kenal..syukurlah..”ucapa wanita itu meliahat Yong Soon dan Kyu Hyun yang hanya bisa saling menatap tidak percaya bahwa mereka akan bertemu dalam keadaan seperti ini.

 

Yong Soon POV

 

Namja tidak punya otak itu ternyata adalah anak dari Cho ahjumma, seharusnya aku sadar dari awal nama marga merekan kan sama, babo! Sekarang dia sedang duduk disampingku, huh sepertinya liburan seperti ini tetap saja harus melihat mukanya yang sangat menyebalkan itu. aigoo namja tidak punya otak ini ternyata anak seorang wanita yang sangat baik hati, sulit dipercaya melihat kelakuannya yang sama sekali tidak menunjukan sifat baik ibunya.

 

“Yong Soon-ah..entahlah ibumu sudah bercerita atau belum namun sepertinya belum..jadi disini aku akan menjelaskannya dulu agar kau tidak kaget dan untukmu juga Kyu…”ucap Cho ahjumma.

 

Aku hanya mengangguk dan melihat namja disampingku ini juga hanya mengangguk, hah aku benar-benar membenci namja ini kenapa aku harus selalu dikelilingi setan >.<

 

 

“Kalian akan bertunangan”ucap Cho ahjussi di akhir ceritanya dan membuatku seakan kembali mengulang pembicaraan tadi dan ya jadi memang seperti itu, apa-apaan ibuku sudah menjodohkanku dengan namja tidak punya otak disampingku ini bahkan sebelum aku lahir, ya Tuhan, kenapa hidupku jadi seperti ini?

 

“Appa..apa maksud appa?”tanya namja disampingku ini sementara aku tidak tahu apa yang harus aku katakan, kenapa semuanya jadi seperti ini.

Advertisements

One thought on “FF: High School Special Part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s