FF: High School Special Part 2

Cast:

Super Junior Member

SHINee Member

DBSK Member

2PM Member

Beast Member

SNSD Member

Kangta

And other K-Pop artists appereance, just wait and see ^^

Genre: Friendship and Romance

Disclaimer: Kyuhyun is mine, Taemin is mine, Junho is mine..kekekeke~

Rating: G

Part 2

Yeon Ji POV

Aku baru saja selesai mandi ketika melihat Yong Soon masih terlelap di tempat tidurnya, aku berdehem melihatnya yang masih berada dalam alam mimpinya itu, meski belum sebulan mereka bersama sebagai teman sekamar namun sepertinya gampang sekali menghapal tingkah gadis tomboy ini, bagaimana tidak, dia satu-satunya penghuni asrama ini yang bangunnya paling mepet dengan jam masuk sekolah, semua sudah tahu itu karena sudah menjadi kebiasaannya berlari menuju kelas pertamanya. Aku bukannya tidak membangunkannya pagi-pagi tapi memang gadis ini susah sekali dibangunkan.

Aku berjalan mendekati tempat tidurnya dan menarik selimutnya dan berjalan perlahan dan duduk di tepi tempat tidurnya dan mendekatkan diriku padanya lebih tepatnya ke kupingnya.

“Ya!bangun Choi Yong Soon!kau mau telat lagi, hah!”teriakku tepat di telinganya dan seketika itu juga membuatnya langsung terbangun.

“Ya!aku masih ngantuk…”ucapnya duduk di atas tempat tidurnya sambil mengucek-ucek matanya.

Sepertinya aku sudah tahu cara membangunkannya yang paling ampuh kenapa tidak kepikiran olehku sejak seminggu yang lalu ya. Mulai hari ini aku akan membangunkannya dengan cara seperti itu.

“Ini sudah jam berapa Choi Yong Soon..cepatlah mandi..”ucapku sambil menariknya dari tempat tidur, dia hanya menurtu ketika aku menariknya karena matanya yang masih setengah terpejam, langsung saja aku dorong tubuhnya masuk ke dalam kamar mandi, hah sepertinya salah aku sekamar dengan gadis ini.

Aku berjalan menuju meja belajarku melihat jadwalku hari ini, kelas pertama dengan Jin Ki seonsangnim, guru yang aneh tapi lucu, aku masih ingat ketika pertama kali dia masuk ke kelas, tiba-tiba saja dia terjatuh saat baru membuka pintu dan membuat seisi kelas menertawakannya tapi anehnya dia tidak pernah marah. Benar-benar aneh, bahkan aku dengar dia sering sekali di keraji oleh sunbae kami yang memang terkenal nakal, Cho Kyu Hyun dan Jang woo Young namun ya lagi-lagi dia tidak pernah marah dengan dua murid itu, guru yang aneh.

Aku merapihkan dan memeriksa bukuku lagi yang sudah aku masukan ke dalam tas. Hemm aku harus segera berangkat. Aku segera menyampirkan tasku ke bahuku dan berbalik untuk pergi namun aku melihat Yong Soon baru saja keluar dari kamar mandi, aigoo gadis ini cepat sekali kalau mandi.

“Sudah mau berangkat?”tanya Yong Soon yang baru keluar dari kamar mandi dan kujawab dengan anggukan.

“Aku ada janji dengan Luna dulu…”ucapku sambil merapihkan seragamku.

“Aku pergi dulu ya…jangan terlambat masuk..”kataku mengingatkannya yang sering datang di detik-detik terakhir jam masuk.

Dia tersenyum sekilas sebelum aku benar-benar keluar dari kamar.

“Annyeong Yeon Ji-ya…”panggil sebuah suara dan aku mendapti Je Ri sedang tersenyum padaku di depan kamarnya sepertinya dia mau berangkat juga.

“Kau mau berangkat? Ayo pergi bersama..”kataku dan kemudian kami pun berangkat bersama.

Jarak dari asrama menuju gedung sekolah tidak terlalu jauh hanya lima menit saja namun itu baru sampai di sekolah belum ke tempat jurusan kami masing-masing ya setidaknya ada 10-15 menit kalau sudah hapal benar, aku masih berusaha menghapal semua tempat disini dan itu benar-benar pekerjaan yang sulit sekali, punya sekolah begitu luas ternyata tidak terlalu menyenangkan juga.

Di jalan Je Ri banyak bercerita tentang kelasnya, itulah menariknya punya banyak teman dari berbagai jurusan, aku bisa tahu bagaimana kelas mereka berjalan juga apa saja yang mereka pelajari dan itu sangat menarik bisa bertukar pengalaman seperti ini, sama seperti Yong Soon yang sering mengajariku bermain gitar, aku tidak menyangka gadis tomboy yang sekamar denganku punya bakat yang luar biasa dalam memainkan gitar.

Jam segini memang jamnya anak-anak berangkat ke sekolah, di jalan keluar asrama ini banyak sekali anak-anak yang hendak pergi sekolah, asrama kami memang terpisah antara laki-laki dan perempuan, yang laki-laki di sebelah barat sedangkan yang perempuan di sebelah timur namun jalan yang ditempuh untuk kesekolah sama sehingga biasanya disinilah kami akan bertemu dengan siswa laki-laki, di pertigaan ini. Tiba-tiba Je Ri berhenti berjalan dan menatap lurus ke depan, aku ikut berhenti dan mengikuti arah pandanganya, dia sedang menatap seorang namja yang berjalan sendiri dengan tas punggung abu-abu, namja yang tinggi menurutku.

“Je Ri-ya..waeyo?”tanyaku sambil mengibas-ibaskan tanganku di depan wajahnya.

“Ah..aniyo…aku duluan ya Yeon Ji…annyeong…”ucap gadis itu kemudian langsung berlari menuju namja itu dan mereka terlihat berjalan bersama, sepertinya aku tahu kenapa dia seperti itu tadi, baru seminggu saja dia sudah memilki namja yang dia incar, sepertinya namja itu juga tingkat 1 dilihat dari warna dasinya, teman sekelas ternyata..ckckckckck.

Aku melanjutkan jalanku sendiri, hufft kenapa jadi merasa sepi seperti ini ya? Apa sebaiknya tadi bareng dengan Yong Soon saja, mana Luna juga tidak terlihat, jangan-jangan dia lupa janji kami lagi. Ah sudahlah tidak apa-apa sendiri juga.

Tiba-tiba seseorang menarik tasku, aisshhh aku tahu ulah siapa ini.

“Ya!Kim Jonghyun..bisa tidak pakai cara yang baik memanggil orang!”ucapku kesal dan dia pun muncul disampingku sambil tersenyum percaya diri, cish, teman sekelasku yang sama anehnya seperti Jin Ki seonsangnim namun beruntungnya dia memilki suara yang sangat bagus, tiga oktaf.

“Sendirian? Mana temanmu yang seperti laki-laki itu?”tanya Jonghyun sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari Yong Soon.

“Ya!kalau dia dengar habislah kau”ucapku padanya.

“Orangnya tidak ada ini…”ucap Jonghyun.

“Tumben berangkat jam segini..oh ya mana baby Jino..dia tidak terlihat…biasanya dia selalu mengintil padamu…”ucapku mencari sahabat sejatinya itu, Choi Jino, kenapa aku memanggilnya baby Jino, anni bukan hanya aku tapi teman-teman sekelas kami memanggilnya dengan sebutan itu karena tingkahnya yang seperti bayi, cengeng dan manja, dan lagi wajahnya memang seperti bayi, ya wajar kami memanggilnya seperti itu.

“Masih sarapan..aku malas menunggunya..lebih baik duluan saja karena aku punya firasat akan bertemu dengan Yeon Ji-ya…”ucapnya dengan nada sok-sok menggoda, aku mencibirnya dan berjalan mendahuluinya, dia itu senang sekali, sok-sok menggodaku seakan-akan dia mau menjadi playboy disini.

Aku mendengarnya berusaha mensejajarkan langkahnya denganku.

“Kyunnie..jebal!”rengek seseorang yang berjalan di depan kami, seorang namja sedang berjalan disamping Kyu Hyun sunbae sambil mengatupkan tangannya seakan memohon, namja itu lebih tinggi dari pada Kyu Hyun sunbae namun sepertinya tingkahnya layakanya anak kecil saja, kenapa dia merengek-rengek seperti itu sampai menarik-nari seragam Kyu Hyun sunbae lagi.

“Jebal…Kyu!”rengeknya lagi sambil menarik ujung seragam Kyu Hyun sunbae.

“Aisshh..Changmin-ah..arasso..jangan tarik-tarik begini…”ucap Kyu Hyun sunbae sambil melepas genggaman namja itu pada ujung serangamnya.

“Ah neomu gomawoyo Kyunnie..”ucap namja itu dan langsung memeluk Kyu Hyun sunbae, Kyu Hyun sunbae terlihat risih dan langsung saja melepaskan pelukan namja itu lalu meninggalkannya berjalan lebih dulu sementara namja itu mengejar langkah Kyu Hyun sunbae yang panjang dan berjalan sambil merangkulnya.

Ah aku tidak tahu kalau Kyu Hyun sunbae punya teman juga, aku pikir tidak ada yang amu berteman dengan namja super cuek dan dingin serta sering buat masalah di sekolah ini, siapa yang tidak tahu Cho Kyu Hyun menurutku hampir semua murid disini meski beda jurusan pasti tahu siapa Cho Kyu Hyun siswa tingkat 2 jurusan seni suara itu.

“Kenapa kau memperhatikan mereka terus?”tanya Jonghyun sambil memiringkan wajahnya menatapku.

“Ah..anni..aneh saja ternyata Kyu Hyun sunbae bisa juga punya teman..”jawabku.

“Wah..kau tidak tahu ya…namja tadi yang merengek-rengek pada Kyu Hyun sunbae itu adalah teman sekamarnya namanya Shim Chang Min, dia juga jurusan seni suara dan sekelas dengannya…menurut yang aku dengar sih hanya Chang Min sunbae saja yang bisa membuat Kyu Hyun sunbae seperti itu..penurut..mereka sudah berteman sejak pertama kali masuk kesini dan ternyata menjadi teman sekamar…tapi sifatnya Chang Min sunbae berbeda 180 derahat dari Kyu Hyun sunbae..dia itu sangat rajin dan merupakan murid kesayangan guru-guru kita….kau tahu dia juga idola gadis-gadis disini..ah aku ingin sekali seperti Chang Min sunbae…”ucap Jonghyun panjang lebar sambil menerawang menatap langit.

Wow darimana dia tahu sebanyak itu tentang murid-murid disini padahal belum sebulan kami sekolah disini tapi sepertinya dia sudah hapal semuanya.

“Jonghyun-ah..darimana kau tahu semua itu?”tanyaku penasaran darimana dia bisa tahu sebanyak itu mengenai senior-senior disini.

“Makanya Yeon Ji..jangan bergaul dengan gadis tomboy itu terus..sekali-kali bergaulah dengan para senior…”ucap Jonghyun.

Aku hanya mendesah pelan kemudian kembali berjalan, malas sekali aku harus berinteraksi dengan para senior itu, bukannya aku tidak mau hanya saja aku merasa sedikit risih, tidak banyak senior yang aku tahu paling hanya yang terkenal saja seperti Kyu Hyun sunbae dan Woo Young sunbae yang memang bad boy sekolah ini sementara Chang Min sunbae baru tahu tadi.

“Nah..anak – anak untuk pertemuan selanjutnya dengan Jun Su seonsangnim..kalian langsung ke ruang musik ya…saya akhiri pelajaran hari ini..selamat siang…”ucap Jin Ki seonsangnim mengakhiri pelajarannya.

Aku merapihkan bukuku dan memasukannya ke dalam tas, matahari begitu menyengat diluar sana. Ada jam kosong sebelum masuk ke jam selanjutnya, enaknya ngapain ya? Kalau di dalam kelas saja aku bosan, aku memperhatikan sekelilingku, teman-temanku sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing, ada yang sedang mengobrol dan ada juga yang sedang main kejar-kejaran, seperti anak ekcil saja =.=”

Sementara di belakang, aku melihat anak laki-laki sedang sibuk mengerumuni Hyun Seung juga si Jonghyun itu dan pastinya baby Jino yang setia disampingnya. Apa lagi yang di bawa Hyun Seung dari rumahnya, dasar anak orang kaya tukang pamer.

Aku melihat kursi disampingku, Luna tidak masuk hari ini, sepertinya dia sakit, hah aku sudah menuduhnya macam-macam tadi pagi karena tidak menepati janjinya ternyata dia sedang sakit. Malas di kelas sebaiknya aku keluar saja, mungkin berkeliling gedung ini sekalian menghapal ruangan-ruangan disini. Aku melangkahkan kakiku keluar ruangan dan mulai menyusuri koridor sambil membaca tulisan nama di depan pintu masing-masing ruangan.

Kakiku berjalan semakin jauh dari kelasku sambil terus memperhatikan setiap pintu dan menghapal namanya namun aku berhenti begitu sampai di depan sebuah pintu yang tidak ada namanya namun aku mendengar sebuah suara dari dalam, penasaran aku hendak membuka pintu untuk melihat apa yang ada di dalam.

“Hei..hei…apa yang aku lakukan, hah?”ucap sebuah suara membuatku menoleh dan ternyata itu adalah Kyu Hyun sunbae, dia menatapku dengan tatapan tajam.

“Su..sunbae…”ucapku sedikit gugup melihatnya yang berdiri tepat di depanku, dia menyipitkan matanya dan menatapku dengan seksama.

“Kyunnie…jangan begitu pada junior…”ucap sebuah suara lain di belakangnya, dan sepertinya aku kenal namja itu, ah ya itu Chang Min sunbae, dia tersenyum ramah padaku dan entah kenapa bibirku bergerak membalas senyumnya, aku pikir Chang Min sunbae disukai banyak gadis bukan hanya ramah tapi wajahnya juga tampan, ya,..ya…apa yang kau katakan Choi Yeon Ji.

“Aku pikir dia anak kecil tidak tahu sopan santun itu”ucap Kyu Hyun sunbae pada Chang Min sunbae dan Chang Min sunbae hanya tertawa pelan dan kemudian beralih menatapku lagi, dia berjalan mendekat padaku dan menatapku.

“Kau tersesat?”tanya Chang Min sunbae.

“Ah..aniyo sunbae…aku hanya sedang berjalan-jalan…kelasku disana kok”jawabku sambil menunjuk kelas diujung koridor ini.

“Oh..anak seni suara juga….salam kenal Shim Chang Min-imnida..siapa namamu?”tanya Chang Min sunbae, sementara aku melihat Kyu Hyun sunbae hanya mendengus kesal kemudian berjalan pergi meninggalkan kami sambil memakai hedphonenya. Walapun dia nakal tapi gayanya cukup keren pantas juga banyak gadis-gadis yang suka padanya terutama di kelasku, mereka sepertinya lebih suka tipe seperti Kyu Hyun sunbae dibanding dengan tipe yang di depanku saat ini, mwo?!apa yang aku bilang tadi?

“Eh…Choi Yeon Ji-imnida..sunbae…”ucapku, dia kembali tersenyum padaku, senyumnya manis sekali.

“Kelasmu sudah selesai?’tanya Chang Min sunbae lagi.

“Aniyo..sunbae..masih ada lagi..aku permisi kembali ke kelas..”ucapku mohon pamit padanya.

Dia mengangguk dan tersenyum, ya Tuhan kenapa jantungku berdegup sangat kencang saat dia tersenyum seperti, aku pun segera berbalik menuju kelasku kembali.

Author POV

Kyuh Hyun kembali ke tempat tadi dan melihat temannya masih mematung menatap gadis yang sedang berjalan kembali ke kelasnya itu, dia segera menepuk bahu temannya itu untuk menyadarkannya.

“Ya!kau suka pada gadis itu?”tanya Kyu Hyun tiba-tiba membuat Chang Min kaget dan segera menoleh pada temannya yang sudah berada disampingnya itu.

“Ah..aniyo”jawabnya cepat.

Kyu Hyun terkekeh pelan dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kau sudah bertemu dengan gadis yang menimpukmu dengan sepatu itu?”tanya Chang Min berusaha mengalihkan pembicaraan dari gadis yang baru ditemuinya tadi dan memang dia merasakan sesuatu ketika bertemu dengan gadis itu tapi dia ingin menyangkalnya, dia tidka mungkin suka pada gadis baru itu, pikir Chang Min.

Kyu Hyun mendengus kesal.

“Belum..lihat saja akan kucari anak kecil itu..kujamin dia tidak akan hidup tenang di sekolah ini..”ucap Kyu Hyun dengan mengepalkan tangannya.Chang Min hanya tertawa melihat tingkah temannya itu, lagian ada juga ya yang berani melawan Kyu Hyun, berarti gadis itu benar-benar hebat apalagi dia itu masih junior lagi, pikir Changmin dan dia sangat penasaran siapa gadis yang Kyu Hyun maksud itu.

“Sudahlah Kyunnie…mungkin dia tidak sengaja melakukan itu…tidak usah menganggunya..kasihan dia masih baru disini..”saran Changmin.

“Cih..justru karena dia masih baru…dia harus dikasih pelajaran..berani-beraninya dia melempar sepatu ke kepalaku”ucap Kyu Hyun dengan penuh emosi.

Lagi-lagi Chang Min hanya tertawa melihat tingkah temannya itu dan kemudian menepuk bahunya.

“Ayo kembali ke kelas…”ucap Chang Min.

“Kelas Jin Ki..ah malas…aku mau tidur di taman…”jawab Kyu Hyun kemudian langsung berjalan meninggalkan Chang Min yang lagi-lagi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah temannya yang seenaknya saja. Dia berjalan kembali ke kelasnya, sementara ada seorang gadis yang terus memperhatikannya dari kelasnya.

Kyu Hyun berjalan menuju taman tempat dia bisa membolos dari kelas Jin Ki seonsangnim, dia sudah mulai malas masuk kelas itu sejak 6 bulan pertama masuk kesini, alasannya dia merasa Jin Ki seonsangnim tidak bisa dikerjai karena sama sekali tidak pernah marah jika dikerjai dan Kyu Hyun merasa itu sangat tidak asik dan sejak saat itu dia tidak mau lagi masuk kelas.

Kyu Hyun duduk di bangku taman yang berada di tengah-tengah sekolah sehingga bisa melihat seluruh gedung milik jurusan masing-masing, Kyu Hyun mengenakan headphonenya dan mulai mendengarkan lagu sampai matanya menangkan seseorang yang sudah dia cari selama sebulan ini, Kyu Hyun mengeluarkan senyum evilnya.

“Ternyata anak seni musik…tanpa dicari pun..aku bisa menemukanmu..”ucap Kyu Hyun sambil menatap luru ke jurusan seni musik, tampak seorang gadis sedang membawa buku partitur musik yang cukup banyak membuatnya sedikit kewalahan dalam berjalan.

“Kau tidak akan hidup tenang disini…”ucap Kyu Hyun dengan senyum sinis kemudian berdiri dari duduknya sbeuah ide muncul di otaknya untuk mengerjai gadis yang sudah melemparnya dengan sepatu.

Yong Soon berjalan cepat sambil membawa buku partitur itu, dia mengumpat beberapa kali, kenapa tidak berangkat pagi jadi beginilah nasibnya dihukum oleh Yong Hwa seonsangnim, sungguh sial pikirnya. Dia akan naik ke lantai dua sampai sebuah kaki membuatnya tersandung dan menjatuhkan semuanya juga dirinya.

BRUKK

Seseorang tertawa melihatnya yang terjatuh, Yong Soon berdiri untuk melihat siapa yang berani-beraninya menyengkat kakiknya itu dan dia langsung kaget begitu melihat seorang namja tersenyum evil padanya.

“Neo?!!”tunjuknya pada namja itu dan namja itu hanya tertawa sinis.

“Wae? Sudah aku bilang kan kau tidak akan hidup tenang disekolah ini…”ucap Kyu Hyun tersenyum sinis.

Yong Soon benar-benar kesal dengan tingkah namja ini, tidak peduli dia senior atau bukan, Yong Soon juga baru tahu saat melihat dasinya ternyata dia senior disini sebelumnya saat pertama bertemu Kyu Hyun tidak memakai dasinya.

Yong Soon dengan cepat merapihkan buku partiturnya, tidak ada waktu meladeni namja ini saat ini karena dia sudah di tunggu Yong Hwa seonsangnim diatas dan bisa gawat kalau dia telat, begitu semua buku terkumpul, dia hendak naik tangga namun terpikir untuk membalas namja tidka punya otak ini dan Yong Soon langsung menginjak kaki namja itu membuat Kyu Hyun mengaduh kesakitan.

“Itu balasanku untuk sekarang lihat nanti!”ucap Yong Soon kemudian menaiki tangga.

“Ya..ya…kau mau mematahkan kakiku,hah..kau sudah mencedarai kepalaku sekarang kakiku..dasar anak kecil..”ucap Kyu Hyun berusaha mengejar Yong Soon yang sudah naik tangga meski menahan rasa sakit kakinya yang diinjak oleh Yong Soon.

Yong Soon tidak peduli dan terus saja berjalan sementara Kyu Hyun terus mengejarnya.

“Seonsangnim”ucap Yong Soon berhenti di tengah-tengah tangga dan melihat Yong Hwa seonsangnim sudah menunggunya.

Kyu Hyun ikut berhenti di belakang Yong Soon dan melihat Yong Hwa seonsangnim sedang menatap tajam ke arahnya.

“Apa seni suara sedang ada jam di gedung musik, Cho Kyu Hyun?”tanya Yong Hwa seonsangnim seakan menyindirnya yang memang sudah masuk ke gedung musik, disini memang ada peraturan tidak boleh sembarang masuk ke jurusan lain jika tidak ada keperluan.

Kyu Hyun hanya mendengus kesal dan berbalik turun namun sebelumnya dia melihat Yong Soon menjulurkan lidahnya padanya seakan semakin menanatangnya. Dalam hati Kyu Hyun berjanji akan terus mengerjadi yeoja itu, lihat saja akan kubuat dia tidak betah disini, ucap Kyu Hyun dalam hati.

Yong Soon POV

“Kalau permainan gitarmu semakin diasah kau akan semakin hebat Yong Soon-ah tapi ingat jangan pernah telat lagi..kalau kau telat lagi aku tidak segan-segan akan memberikanmu nilai yang buruk di pelajaran gitarku meski kau berbakat…arachi?”ucap Yong Hwa seonsangnim begitu kelas selesai padaku yang sedang membereskan kertas partitur yang digunakan tadi, sungguh sial sekali aku hari ini sudah telat malah bertemu dengan setan juga kenapa bukannya bertemu malaikan itu malah bertemu setan.

“Ne..algeseumnida seonsangnim..”ucapku kemudian Yong Hwa seonsangnim berjalan keluar kelas, aku menghela nafas dengan berat, kemudian melihat kelas yang sudah kosong sementara aku harus merapihka kertas-kertas itu dan menyimpannya ke ruang musik, aku tidak mau telat lagi mulai saat ini.

Pertuku sudah berbunyi menandakan harus segera diisi dan memang ini istirahat makan siang tapi kembali aku harus merapihkan buku-buku ini dan menyimpannya sebelum menuju kantin, aigoo, aku sudah lapar sekali. Sebaiknya cepat-cepat membereskannya agar aku segera makan di kantin.

Aku mempercepat mengambil buku-buku itu tanpa menyadari seseorang sedang membantuku merapihkan buku itu.

“Henry…”ucapku begitu melihat Henry sedang membantuku merapihkan buku-buku pertitur itu, dia tersenyum padaku sehingga membuat matanya yang sipit tinggal segaris saja.

“Boleh aku membantumu”ucapnya kemudian mengambil semua sisi buku di bangku di sebelah kananku.

Aku tersenyum sendiri melihat temanku yang bernama Henry yang mulai akrab denganku seminggu ini karena kelas isntrumen bebas, saat itu aku iseng ingin mencoba memainkan biola tanpa tahu biola siapa yang diletakkan disana, aku pikir itu milik sekolah dan aku menggunakannya. Henry panik begitu melihat biolanya hilang sementara aku tidak tahu kalau itu miliknya dan cuek saja memainkannya sampai akhirnya dia menghampiriku dan meminta biolanya, saat itu aku sungguh malu dan takut dia marah padaku tapi ternyata tidak dia malah senang bisa bertemu degan seseorang yang menyukai biola juga, yah walaupun aku tidak terlalu mahir memainkan biola tapi aku pernah berlajar dengan ibuku waktu kecil, ibuku sangat pandai bermain biola dan sebenarnya dia lebih ingin aku mendalami biola dibanding gitar tapi sayangnya aku lebih suka gitar ^^

“Cha..selesai”ucapnya yang sudah mengambil banyak buku.

“Gomawoyo Henry..”ucapku kemudian menumpuk buku itu bersama dan bersiap membawanya.

“Ya..ya…biar aku bantu membawanya..”ucapnya kemudian mengambil setengah buku yang mau aku bawa.

“Henry..aku yang dihukum bukan kau..”ucapku ingin mengambil kembali setengah buku itu.

“Anni…tidak apa-apa..biar aku membantumu..kau mau cepat-cepat makan siang kan…kasihan kan perutmu sudah minta diisi..hehehe”ucapnya kemudian berjalan lebih dahulu keluar kelas.

Aigoo, apa dia mendegar suara pertuku yang sudah minta diisi, aisshh malu sekali diriku.

Begitu selesai menaruh buku-buku itu,aku dan Henry langsung berjalan menuju kantin.

“Ya…ya…Yong Soon-ah..kau jadian dengan Henry?”tanya seorang namja berwajah seperti anak kecil sambil mengacak-acak rambutku dengan sadis sehingga membuatnya berantakan dan dia segera berlari pergi.

“Yang Yo Seob!!awas kau!”seruku kemudian berlari mengejarnya.

Anak itu memang senang sekali melakukan hal itu padaku, dia pikir aku boneka yang bisa dia seperti itukan, menyebalkan sekali dia! Aku melihatnya sudah duduk manis di kantin bersama beberapa gadis yang sekelas dengan kami dan ada juga yang tidak. Aku segera menghampirinya dan kemudian dengan sengaja menutup kepalanya dengan tutup kepala sweaternya dan kemudian menoyor kepalanya.

“Rasakan pembalasanku..Soebie..”ucapaku kemudian tertawa meninggalkannya yang sedang mengembungkan pipinya membuatnya tampak seperti anak kecil saja.

Aku berjalan mengambil makan siangku kemudian mengedarkan pandanganku mencari kursi kosong, dimana ya? Aku mencari tempat kosong atau paling tidak ada seseorang yang kukenal sedang duduk sendiri atau maish ada bangku kosong, sepertinya teman sekamarku tidak ada dan teman-teman yang ku kenal lain juga tidak, bersama Sobei, malas sekali dia sedang asyik mengborol dengan gadis-gadis, sok-sok tebar pesona, dengan Henry tidak ah, dia sedang berkumpul dengan teman-temannya yang aku tidak tahu. Tiba-tiba seseorang melambaikan tangannya padaku. Sungmin sunbae, entah kenapa setiap bertemu dengannya aku agak sedikit canggung mungkin gara-gara pertemuan pertamaku dengannya waktu itu yang tidak terlalu menyenangkan.

Aku bingung harus kesana atau tidak, aku melihat dia sedang berkumpul dengan teman-temannya dan rasanya tidak enak tiba-tiba masuk ke dalam perkumpulan mereka tapi hanya tempat itu yang menyisakan tempat kosong. Aku menarik nafas kemudian menghembuskannya perlahan, ya sudah disitu saja. Aku pun melangkahkan kakiku perlahan menuju ke tempat itu.

“Disini saja..”ucap Sungmin sunbae begitu aku sampai di hadapannya, teman-temannya yang lain menatapku sebentar kemudian tersenyum.

“Tidak apa-apakan dia makan disini?”tanya Sungmin sunbae pada kedua temannya itu.

“Ne..duduklah..siapa namamu?”tanya temannya Sungmin sunbae yang memiliki tatapan mata tajam sambil menyuruhku duduk disampingnya, aku tersenyum sekilas kemudian duduk.

“Choi Yong Soon-imnida..”ucapku sambil membungkukan kepalaku.

“Kim Jun Su-imnida..yang ini Kim Ryeo Wook..”ucap teman Sungmin sunbae yang bernama Jun Su itu sambil menunjuk teman sebelahnya, seorang namja dengan wajah imut tersenyum padaku.

“Kim Ryeo Wook-imnida…”ucapnya.

“Jurusan seni musik?”tanya Jun Su sunbae lagi dan aku pun mengangguk.

“Pantas…”ucapnya lagi sambil melirik ke arah Sung Min sunbae dan tersenyum penuh arti sementara Sung Min sunbae hanya menundukan wajahnya dan tersenyum sekilas.

“Kau yang sering dibicarakan Yong Hwa seonsangnim itu bukan?”tanya Ryeo Wook sunbae.

“Nde?sunbae?”tanyaku tidak mengerti.

“Ne…Choi Yong Soon seoranga gadis yang memiliki bakat luar biasa dalam bermain gitar…Yong Hwa seonsaengnim sering bilang seperti itu di kelas kami…”jelas Ryeo Wook sunbae dan aku hanya bisa menanggapinya dengan senyuman.

“Ya..Sung Min-ah…ternyata dia sama sepertimu…benar-benar cocok…”ucap Jun Su sunbae lagi-lagi sambil melirik ke arah Sung Min sunbae dengan senyuman penuh arti. Kenapa mereka??

“Sudahlah..habiskan makan kalian..Yong Soon-ah..jangan dengarkan mereka..kau makan saja makan siangmu…”ucap Sung Min sunbae sambil tersenyum padaku, terdengar deheman dari Ryeo Wook sunbae dan Jun Su sunbae.

“Ne..sunbae..”jawabku dan memperhatikan sekilas kedua sahabat Sung Min sunbae yang sedang tersenyum-senyum, aneh sekali.

“Yong Soon-ah..jangan panggil kami sunbae..panggil saja Oppa..”ucap Jun Su sunbae.

Aku menautkan alisku mendengar ucapannya.

“Ne..benar kitakan sudah saling kenal..jadi panggil saja kami Oppa..”ucap Ryeo Wook sunbae.

Aku melirik ke arah Sung Min sunbae yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah temannya itu.

“Ne..Oppadeul…”ucapku sambil tersenyum padaku.

Begitu selesai makan siang, aku meminta pergi duluan dari sana karena aku tidak mau lama-lama diledekin terus oleh Wookie Oppa dan Jun Su Oppa, ya mereka menyuruhku memanggil mereka seperti itu, entahlah dengan maksud apa, aku sebenarnya tidak terlalu suka memanggil mereka seperti itu apalagi pada Sung Min Oppa.

Aku berjalan kembali menuju gedung seni musik, melewati jalan setapak keluar kantin, jujur aku akui sekolah ini sangat indah banyak taman-taman yang membuat suasana disini terasa rindang. Sama seperti jalan menuju gedung seni musik ada sebuah taman kecil dengan banyak bunga dan ada lapangan kecil di belakang. Sayup-sayup aku mendengar suara musik dari belakang taman, suara apa itu? pikriku. Akhirnya kakiku bergerak ke arah asal suara itu karena aku penasaran apa itu, musiknya lumayan enak makanya aku penasaran. Aku berjalan perlahan menuju arah suara itu, aku melihat seseorang sedang menari, menari dengan lincahnya.

Aku terpaku melihatnya menari, wow dia sungguh sangat hebat dan terlihat keren. Dia terus menggerakan tubuhnya seirama musik dan dia benar-benar sangat keren, aku belum pernah melihat anak seni tari sebelumnya menari dan ternyata mereka terlihat sangat keren. Apa dia salah satu penari hebat di seni tari?

“Kau sedang apa?”tanya namja itu yang ternyata sudah ada di depanku, dia menatapku lekat-lekat dan hanya berjarak beberapa senti saja di depanku, refleks aku segera mundur dan menundukan wajahku.

“Jwesonghamnida..”ucapku kemudian berbalik untuk pergi sebelum dia bertanya yang aneh-aneh, namun sepertinya hari ini aku benar-benar sial aku tidak melihat di bawah ada batu dan kakiku sukses membenturnya dan membuatku terjatuh.

BRUKK

“Gwenchanayo?”tanya namja itu sambil membantuku berdiri.

“Ah..ne..ne..gwenchana”jawabku berusaha berdiri sendiri namun aku merasakan perih di dengkulku dan ternyata dengkulku berdarah, aisshh.

“Kakimu berdarah kau masih bilang baik-baik saja…ayo aku obati dulu…”ucapnya menarikku ke lapangan dan mendudukanku di salah satu bangku disana, aku hanya pasrah saja, dia pergi sebentar tak lama kemudian kembali dengan membawa kotak obat.

Dia mulai mengobati luka dikakiku itu perlahan-lahan sambil meniupnya, aku merasa jantungku berdegup sangat kencang melihatnya sedang serius mengobati lukaku.

“Apa yang kau lakukan tadi?mengintipku latihan?”tanyanya kemudian terkekeh pelan, dia masih menatap lukaku.

“Ah..mianhe..sunbae..aku hanya sedang lewat dan melihatmu sedang…”

“Apa aku sudah keren?”tanyanya tiba-tiba memotong ucapaku dan mendongakan wajahnya menatapku dan seketika itu juga jantungku seakan berhenti berdetak dan paru-paruku seakan kekurangan oksigen, matanya menatap langsung ke dalam mataku, apa yang terjadi padaku.

“Kau sangat keren sunbae”ucapku mengalihkan pandanganku dari matanya.

Aku mendengarnya tertawa pelan.

“Masih belum…masih sangat jauh dibandingkan dia…”ucap sunbae di depanku ini dengan mata menerawang ke atas.

“Sun..bae…”panggilku takut-takut.

Dia menoleh padaku dan tersenyum dan saat melihat senyumnya aku kembali sulit bernafas, kenapa senyumnya bisa sangat manis sekali, mata yang sipit membentuk eye smile yang membuat senyumnya tampak sangat tulus.

“Berhentilah memanggilku sunbae…panggil saja aku Jun Ho..namaku Lee Jun Ho…aku tidak suka seseorang meski dia juniorku memanggilku dengan embel-embel kesopanan seperti itu..jadi panggil saja aku Jun Ho..oh ya aku belum tahu namamu..siapa namamu?”tanya namja yang bernama Jun Ho.

“Choi Yong Soon-imnidal..sun..maksudku Jun..Ho..”ucapku agak sedikit takut langsung menyebutkana namaya begitu saja.

“Nah..lebih terdengar akrbakan jika kau memanggil dengan namaku saja..cha selesai..lain kali hati-hati…kau jurusan apa?”tanyanya begitu dia selesai menempelkan plester di lukaku dan berdiri dari jongkoknya.

“Seni musik…”jawabku sambil berdiri juga.

“Gomawoyo Jun..Ho…”ucapku masih sulit memanggilnya dengan namanya itu.

“Ne…cheonmaneyo…aku pergi dulu ya…”ucapnya dan tiba-tiba saja mengacak-acak rambutku, aku terpaku melihatnya yang berjalan menjauh, apa yang terjadi padaku kenapa rasanya berbeda saat dia menyentuh kepalaku. Aigoo, aigoo apa yang terjadi padaku??

Author POV

Gadis yang manis, pikir Jun Ho selama perjalanannya kembali ke kelas. Dia terus saja memikirkan wajah gadis itu sepanjang jalan.

“Kenapa aku bisa bersikap begitu baik pada gadis yang baru aku temui itu”ucap Jun Ho dalam perjalannanya kembali ke kelas, dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sampai sebuah tangan melingkar di bahunya.

“Ya..Jun Ho-ya…kemana saja kau? Kami mencarimu tahu…”ucap seorang namja sambil melingkarkan tangannya di leher Jun Ho dan Jun Ho berusaha melepasnya dengan menggelitik pinggang namja yang memang sangat gelian itu.

“Ya Lee Donghae…lepaskan aku..atau kau mau aku kelitikin terus”ucapnya membuat namja yang bernama Dong Hae itu melepaskan rangkulannya dan mengatupkan tangannya di depan Jun Ho seakan minta maaf.

“Mian..mian..lagian kemana saja dirimu seharian ini?”tanya Dong Hae yang sekarang berjalan berdampingan dengan Jun Ho.

“Hanya sedikit latihan..”jawab Jun Ho terlihat tidak semangat, Dong Hae tahu persisi kenapa sahabatanya ini seperti itu, dia masih memikirkan kata-kata itu sepertinya, pikir Dong Hae.

“Kau masih memikirkan kata-kata orang itu ya…lupakanlah Jun Ho-ya…kita Lee Triplets tidak akan kalah hanya gara-gara itu…”ucap Dong Hae sambil menepuk bahu Jun Ho pelan.

Jun Ho hanya menanggapinya dengan senyuman sekilas.

“Cha..aku punya berita bagus untukmu…”ucap Dong Hae penuh semangat, Jun Ho mengerutkan dahinya tidak mengerti dengan apa yang dimaksud berita bagus bagi Dong Hae untuknya.

“Mwoya?”tanya Jun Ho.

“Ayo ikut aku..mau lihat si monyet merayu wanita…”ucap Dong Hae membuat Jun Ho semakin tidak mengerti, langsung saja Dong Hae menarik tangan Jun Ho ke tempat yang dia tuju.

Mereka berhenti di tengah-tengah gedung seni tari dan melihat salah satu temannya yang termasuk anggota Lee Triplets sedang berdiri tidak jauh dari seorang gadis yang sedang bersama temannya sambil membawa setangkai bunga mawar merah, ya Lee Hyuk Jae atau Eunhyuk sedang berusaha mendekati seorang gadis yang dia sukai saat pertama bertemu dengannya seoran junior.

“Tuh lihat…”tunjuk Dong Hae pada Eunhyuk yang masih berdiri setia tak jauh dari gadis yang sepertinya dia incar.

Jun Ho memicingkan matanya untuk melihat jelas apa itu beneran Hyuk Jae dan ternyata benar itu Hyuk Jae, kemudian dia beralih ke dua orang gadis yang sedang duduk bersama.

“Yang rambutnya ikal Ho”ucap Dong Hae seakan tahu apa yang sedang dilihat Jun Ho, ya Jun Ho memang sedang mencari-cari mana gadis yang diincar sahabat satu gengnya itu.

“Oh..kau ajarkan apa dia Hae?”tanya Jun Ho pada Dong Hae yang sudah tersenyum-senyum tidak jelas.

“Lihat saja…si tampan Lee Dong Hae sudah memberikan pelajaran khusus pada monyet itu”ucap Dong Hae penuh percaya diri, mereka pun akhirnya asyik melihat tingkah Hyuk Jae yang menurut mereka benar-benar berbeda saat sedang menari dan sekarang.

Rae Bin POV

Aku merasakan seseorang terus memperhatikanku atau hanya perasaanku saja, aku sedang mengobrol dengan Krystal teman sekelasku. Aku menengok kebelakang dan melihat sunbae yang dulu pernah bertemu denganku di hari pertama disini sedang duduk tidak jauh dariku, dia seperti sedang membaca sesuatu yang aku tidak tahu.

“Rae Bin-ah…aku ke kelas duluan ya..”pamit Krystal, aku pun mengangguk dan dia pun pergi meninggalkanku.

Disini sungguh sangat nyaman rasanya lelah habis latihan benar-benar hilang jika berada disini, sepertinya ini akan menjadi tempat favoritku disini. Aku merentangkan tanganku dan menghirup udara dalam-dalam menengkana pikiranku, rasanya senang sekali bisa bebas seperti ini, tidak ada aturan. Menyenangkan sekali rasanya bebas.

Namun lagi-lagi aku merasakan seseorang memperhatikanku, aku mengedarkan padanganku dan aku melihat sunbae itu tersenyum padaku, aku hanya membalas senyumnya. Sepertinya lebih baik aku kembali ke kelas, aku pun berdiri dari dudukku dan berjalan kembali menuju kelasku.

“Rae Bin-ah…”panggil seseorang yang ternyata sudah ada disampingku, aku kaget melihat sunbae tadi sudah berjalan berdampingan disampingku.

“Ah..sunbae…annyeong…”sapaku berusaha ramah padanya.

“Ne..annyeong..”balasnya sambil tersenyum.

Dia terus saja berjalan disampingku meski kami hanya terdiam, sebenarnya mau apa dia, aku melihat sepanjang jalan di koridor, orang-orang memperhatikanku, tentu saja bagaimana tidak orang yang disampingku sangat terkenal sebagai best dancer di Bong Dal dan menjadi idola murid-murid seni tari dan dia berjalan disampingku itu yang membuat mereka heran.

“Sunbae…”panggilku dan dia menoleh.

“Wae?”tanyanya.

Aku sebenarnya ingin bilang padanya bahwa aku risih melihat tatapan mata mereka-mereka ini namun sepertinya dia tidak merasa risih dan tetap saja santai berjalan disampingku.

Begitu sampai di depan kelasku, aku berhenti dan dia pun juga berhenti.

“Sunbae…sebenarnya ada apa?”tanyaku padanya, aku tahu dia pasti ingin mengatakan sesuatu, maka aku menunggunya berbicara.

“Tidak ada..hanya ingin berjalan disampingmu saja..”ucapnya kembali sambil tersenyum dan menunjukan gummynya itu.

“Sunbae…kau tahu sejak tadi kita terus di perhatikan…”ucapku sambil mengedarkan pandanganku ke segala arah dimana aku melihat mereka sedang memperhatikan kami dengan seksama.

“Biarkan saja…”ucap sunbae ini.

Aneh sekali dia, ada apa sih dengannya?

“Igo..”ucapnya kemudian menyodorkan setangkai bunga mawar padaku sambil tersenyum, aigoo apa lagi ini? Pikirku.

Aku menatapnya bingung namun kemudian dia menarik tanganku untuk menerimanya.

“Sun..bae…”ucapku tidak mengerti dengan apa yang dia lakukan sekarang.

“Ya Hyukkie-ya..bukan begitu…aigoo..”ucap sebuah suara lagi yang datang menghampiri kami, dua orang namja paling populer di seni tari berjalan menghampiriku. Lee Dong Hae lah yang sedang berbicara saat ini.

“Mianhe..kami menganggumu…”ucap seorang namja yang aku tahu dia adalah Lee Jun Ho, langsung menarik tangan sunbae itu.

“Ya!Dong Hae-ya..aku belum selesai”ucap sunbae itu.

Aku hanya terbengong-bengong melihat tingkah tiga orang bermarga Lee itu, benar-benar aneh mereka itu =.=”

Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku.

“Gi Kwang-ah..kau mengagetkanku saja..”ucapku melihatnya yang hanya menatapku dengn tatapan dinginnya yang biasa, ya namja ini sangat dingin, terkadang sangat menyeramkan untukku.

“Latihan sebentar lagi dimulai..kita pinjam ruang teater seni peran jadi kesana sebelum terlambat…”ucapnya dengan nada yang sangat datar tanpa ekspresi.

Aku pun berjalan lebih dahulu darinya yang berjalan di belakangku, aisshh apa namja-namja disini memang aneh-aneh ya.

“Rae Bin-ah..waeyo?”tanya seorang namja imut disampingku, Lee Tae Min, hah Lee lagi semoga Lee yang ini tidak aneh seperti Lee yang lain. Aku baru sadar semua yang tadi bertemu denganku bermarga Lee, ya Tuhan apa memang Lee itu aneh-aneh ya.

“Tae Min-ah…apa menurutmu marga seseorang berpengaruh pada sifat mereka?”tanyaku padanya.

Dia menatapku dengan menaikan sebelah alisnya tidak mengerti.

“Maksudmu?”tanyanya.

“Ah..sudahlah..”ucapku kemudian berjalan meninggalkannya yang masih terlihat bingung dengan pertanyaanku itu.

Author POV

Seorang gadis bernama Rae Bin masuk ke dalam gedung seni peran tujuannya menuju ruang teater karena hari ini kelas seni tari menggunakan ruang teater, dia memperhatikan koridor gedung seni peran yang penuh dengan poster-poster pertunjukan, seperti sedang masuk bioskop saja, pikir Rae Bin.

Di jalan dia bertemu dengan Je Ri teman sekamarnya yang sepertinya baru keluar dari kelasnya. Rae Bin langsung memanggil gadis itu.

“Je Ri-ya”panggilnya membuat gadis itu menoleh dan kemudian berjalan menghampirinya.

“Latihan disini?”tanya Je Ri begitu sampai di depan Rae Bin.

“Ne..kau baru selesai kelasmu?”tanya Rae Bin.

Je Ri menjawabnya dengan anggukan kemudian tiba-tiba Je Ri terpaku begitu melihat seorang namja yang baru keluar dari ruang teater. Rae Bin memeprhatikan teman sekamarnya dengan seksama dan melihat gadis itu sedang memperhatikan seorang namja tinggi dengan tampang yang tidak jauh dari Gi Kwang, dingin.

“Itu namja yang kau ceritakan?”tanya Rae Bin membuat Je Ri menoleh dan mukanya bersemu merah, dia mengangguk perlahan.

“Apa dia Lee juga?”tanya Rae Bin.

“Nde?”seru Je Ri tidak mengerti.

“Ah..aniyo..hanya bertanya saja..hehehe..sudah lupakan..”jawab Rae Bin namun Je Ri masih menatapnya bingung, Rae Bin hanya memastikan apakah namja itu juga bernama Lee, kalau benar berarti hipotesanya selama ini tentang marga Lee benar,s emuanya aneh, setidaknya yang disini.

“Ya sudah…kau masih ada kelas? Aku harus segera masuk…”ucap Rae Bin.

“Ne..masih ada ini baru mau kesana…”jawab Je Ri.

Rae Bin mengangguk kemudian masuk ke dalam ruang teater dan Je Ri pergi ke kelas selanjutnya.

Je Ri POV

Min Ho sudah menghilang harusnya aku segera pergi tadi, biar bisa bersama dengannya ke kelas selanjutnya, aisshh Je Ri-ya sepertinya kau sudah menyukai namja cuek itu >.<

Aku melihat koridor sudah sangat sepi sepertinya mereka sudah masuk semua, aisshh jangan bilang aku telat, aku mempercepat langkahku dan

BRUKK

Tanpa sengaja aku menabrak tubuh seseorang membuat kertas-kertas yang dipegangnya berhamburan ke lantai, aigoo.

“Jwesonghamnida…jwesonghamnida..”ucapku sambil mengumpulkan kertas-kertas itu dengan cepat.

“Ne..gwenchana…”jawab suara seorang namja, ternyata yang aku tabrak adalah seorang laki-laki.

Begitu selesai mengumpulkan kertas itu aku segera memberikannya pada namja itu. namja yang sepertinya tidak pernah aku lihat di jurusan seni peran, dia tersenyum padaku sambil mengambil kertas-kertas itu.

“Mianhe…”ucapku sekali lagi.

Dia tersenyum dan senyumnya seperti anak kecil sekali, wajahnya juga, pasti dia juga seangakatan denganku tapi aku tidak pernah melihatnya di kelas,,pikirku.

“Oh ya..kelas Heechul seonsangnim dimana ya?”tanya namja itu.

Aku menutkan alisku, bukannya itu kelasku juga, memangnya namja ini sekelas denganku.

“Ah..aku juga mau ke kelas itu…kita bisa pergi bersama..”ucapku.

Dia pun mengangguk dan kami berjalan bersama. Aku penasaran padanaya kenapa aku baru melihat dia selama ini kalau memang dia mengambil jurusan seni peran.

“Kau baru disini?aku belum pernah melihatmu sebelumnya”tanyaku padanya.

Aku mendengarnya tertawa, aku menatapnya bingung.

“Tentu saja..aku jurusan seni musik tingkat 2…aku kesini hanya disuruh Heechul seonsangnim untuk mengiringi kelasmu yang sedang latihan musikal..”jawab namja itu.

Aigoo ternyata dia sunbae-ku meski beda jurusan, wow, aku sudah tidak sopan padanya, bagaimana ini? Semoga dia tidak marah padaku.

“Jeongmal mianheyo sunbae..aku tidak tahu…”ucapku takut-takut, lagi-lagi dia hanya tertawa.

“Tidak apa-apa…aku maklum kau baru disini belum hapal semua murid disini..siapa namamu?”tanya sunbae itu.

“Kim Je Ri-imnida..”ucapku berusaha sopan padaku.

“Aku Kim Ryeo Wook-imnida..”jawabnya sambil tersenyum kembali dan aku pun membalas senyumnya itu.

Tanpa sadar kami sudah sampai di depan ruang kelas Heechul seonsangnim, aku masuk lebih dulu kemudian diikuti sunbae.

“Kau terlambat nona Kim”ucapnya menatapku tajam, dia paling tidak suka ada yang masuk kelasnya terlambat dan aku bersiap-siap menerima hukuman darinya namun wajahnya berubah sumringah begitu melihat sunbae di belakangku.

“Aigoo..Wookie-ya..kemarilah..kita mulai latihannya…nona Kim..silahkan duduk..lain kali jangan terlambat lagi..”ucap Heechul seonsangnim padaku.

Aku mengangguk dan kemudian kembali ke tempat dudukku. Aku melihat Heechul seonsangnim berbicara dengan sunbae itu, sepertinya sunbae itu hebat sekali sampai-sampai Heechul seonsangnim sangat kagum padanya.

Author POV

Yong Soon baru saja selesai kelas terakhirnya dan dia ingin seger a sampai kamarnya untuk tidur, dia lelah sekali hari ini dan lagipula kakinya masih sakit karena terjatuh tadi. Dia berjalan cepat keluar dari gedung sekolah menuju asrama mereka.

Yong Soon tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang mengamatinya dan bersiap untuk balas dendam lagi pada gadis itu. namja itu bersembunyi di balik pohon dengan sebelah kaki di rentangkan, Yong Soon yang tidak terlalu memperhatikan jalannya langsung jatuh begitu kakiknya menyandung kaki namja itu.

“Heh anak kecil rasakan balasanku!”ucap namja itu keluar dari persembunyiannya.

Yong Soon berdiri dari jatuhnya dan menatap namja itu tajam, tangannya mengepal kuat dan ingin sekali dia menghajar namja di depannya ini.

“Ya!mau apa kau?!balas dendam, hah?!”seru Yong Soon tepat di depan namja itu.

“Tentu saja…memangnya kau pikir kepalaku mainan hah? Main kau timpuk saja dengan sepatumu itu”ucap namja itu yang tidak lain adalah Cho Kyu Hyun sambil menunjuk kepalanya.

Yong Soon menatap tajam namja itu.

“Yang salah siapa hah?!dasar namja tidak punya otak!”seru Yong Soon.

“Mwo?!”seru Kyu Hyun dan tanpa sadar mereka sudah saling berhadapan.

“Yong Soon-ah”panggil sebuah suara ternyata itu adalah Yeon Ji.

Dia langsung menghampiri Yong Soon dan menarik tangannya untuk menjauh dari Kyu Hyun sebelum mereka benar-benar berkelahi.

“Mianhe..sunbae…”ucap Yeo Jin membungkuk pada Kyu Hyun dan langsung menarik tangan Yong Soon pergi kembali ke asrama.

“Yeon Ji-ya..aku belum selesai memberi pelajaran pada namja tidak punya otak itu!”sungut Yong Soon yang tidak terima tangannya ditarik begitu saja oleh Yeon Ji sebelum dia memberi pelajaran pada Kyu Hyun.

Yeon Ji membawanya ke asrama dan menyuruhnya duduk di ruang tamu asrama sementara Yeon Ji pergi, Yong Soon yang masih emosi hanya mendengus kesal dan mengepalkan tangannya kuat-kuat, dia benar-benar benci dengan namja tidak punya otak itu.

Yeon Ji datang membawa kotak obat.

“Kau lihat kakikumu berdarah..masih saja…”ucap Yeon Ji kemudian mulai membersihkan kaki Yong Soon.

Yong Soon tidak tahu kalau kakiknya yang tadi luka kini kembali luka gara-gara terjatuh tadi.

“Ini gara-gara namja tidak punya otak itu tau!”sungut Yong Soon.

“Dia punya nama Yong Soon..dia sunbaeku di jurusan seni suara namanya Cho Kyu Hyun”ucap Yeon Ji sambil terus membersihkan luka Yong Soon.

Kemudian Rae Bin dan Je Ri datang dan kaget melihat Yeon Ji yang sedang mengobati luka Yong Soon.

“Yong Soon-ah..kau kenapa?”tanya Je Ri duduk disamping Yong Soon.

“Tanya saja pada sunbae-nya Yeon Ji yang sudah membuat kakiku seperti ini!”ucap Yong Soon ketus.

Rae Bin dan Je Ri menatap Yeon Ji bingung.

“Kau tahu Cho Kyu Hyun sunbae…mereka hampir berkelahi tadi…”ucap Yeon Ji membuat kedua gadis ini membulatkan matanya kaget, tidak menyangka kalau Yong Soon akan berurusan dengan namja bernama Cho Kyu Hyun itu.

“Yong Soon-ah..kenapa bisa?”tanya Rae Bin.

Yong Soon mendengus kesal namun kemudian mulai menceritakan pertemuan awalnya dengan Kyu Hyun sehingga membuat mereka seperti anjing dan kucing sekarang. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka ketahui

“Aigoo..Yong Soon-ah…kau ini..kenapa malah meladeni dia sih…”ucap Rae Bin.

“Dia duluan…dasar namja tidak punya otak memang seperti itu..lihat saja akan kubalas lagi..seenaknya dia bilang aku tidak akan hidup tenang disini..dia yang akan kubuat tidak tenang disini…”ucap Yong Soon mantap.

Sementara teman-temannya hanya bisa geleng-geleng kepala, semoga tidak terjadi sesuatu pada Yong Soon mengingat siapa yang dia hadapinya itu.

Advertisements

One thought on “FF: High School Special Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s