FF: Marry U Part 3

Part 3

 

Cast :

Cho Kyuhyun

Choi Yong Soon

Lee Hyuk Jae

 

Yong Soon POV

 

Sudah seminggu sejak kepulangan kami dari Jepang, aku mulai merasakan sesuatu berubah pada diri Kyuhyun, entahlah kenapa yang jelas sejak dia mengajakku jalan-jalan di Jepang sikapnya mulai tidak dingin dan secuek sebelum berangkat. Kini kami tinggal di sebuah apartemen, sebenarnya ayah Kyuhyun meminta kami untuk tinggal dirumah mereka dulu sampai kami menemukan rumah yang cocok, tentu saja kami tidak mau, pernikahan ini kan hanya pura-pura saja, apa jadinya jika kami harus tinggal disana lagipula sebentar lagi kami akan berpisah setelah Kyuhyun mendapatkan semua haknya di perusahaan itu. jadi kami memutuskan untuk tinggal di apartemen saja.

 

“Kau memasak apa?”tanya sebuah suara mengagetkanku yang sedang memasak di dapur.

 

Kyuhyun duduk di meja makan sudah rapih sepertinya dia sudah mau pergi.

Beginilah kegiatanku setiap pagi membuatkannya sarapan, mungkin terlihat seperti sepasang suami-istri yang harmonis tapi sebenarnya tidak, aku melakukan hal ini karena yah setidaknya aku harus berbuat baik selama aku menjadi istri pura-puranya ini,hanya sebulan apa salahnya, habisnya aku lihat dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri sepertinya saat dia masih tinggal di rumah orang tuanya semua yang dia butuhkan sudha disiapkan jadi dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri makanya aku berinisiatif membantunya yah dengan membuatkannya makanan.

 

“Cha…jajangmyeon…”ucapku sambil meletakkan sepiring jajangmyeon untuknya, aku tahu dari ibunya ini adalah makanan kesukaannya.

 

“Gomawo…”ucapnya kemudian mulai memakan sarapannya.

 

Satu hal yang belum aku lihat dari namja ini yaitu senyumnya, sepertinya dia pelit sekali untuk tersenyum, sikapnya sudah baik sih mulai tidak dingin dan cuek seperti dulu tapi tetap saja susah untuk tersenyum.

Aku memperhatikannya yang makan makananku dengan lahap, syukurlah dia menyukainya. Aku pun kembali ke dapur.

 

“Kau tidak makan?”tanya Kyuhyun dari meja makan.

 

“Anni…nanti saja…”jawabku.

 

Benarkan setidaknya dia mulai perhatian.

 

“Aku mau pergi…”panggilnya.

 

Aku baru saja membereskan kamarku dan melihatnya sudah mau pergi. Aku berjalan menghampirinya dan melihat dia tidak bisa memakai dasinya dengan benar. Hufft benar-benar anak manja sepertinya. Aku mendekat padanya dan bisa kulihat dia menatapku tajam, memangnya aku mau apa. Tanganku terulur untuk membetulkan dasinya, dia sempat sedikit terkejut namun saat tahu aku ingin membantunya dia hanya diam.

 

“Cha..selesai…sepertinya kau memang anak manja ya dirumah…”ucapku sambil tersenyum mengejek padanya.

 

Dia hanya mendnegus kesal dan kemudian berjalan pergi.

 

“Josimhe…”ucapku.

 

Aku baru saja selesai membereskan apartemen ini, kamarnyalah yang paling berantakan, aku dan dia memang berbeda kamar karena sudah jelaskan, pernikahan ini hanya pura-pura. Namun dia mengijinkan aku untuk masuk ke kamarnya yah hanya untuk membereskannya saja. Dia itu sudah sebesar masih saja suka main game dan parahnya setelah main game dia tidka pernah membereskannya kembali. Aku menaruh kaset-kaset game itu ke tempatnya dan memperhatikan kamarnya. Tiba-tiba mataku berhenti pada sebuah meja yang ada disamping tempat tidurnya. Fotonya saat masih kecil, aku mengambil figura itu dan memperhatikannya. Aigoo, saat masih kecil dia lucu sekali, matanya sipit sekali tapi…kenapa aku merasa pernah melihat anak kecil ini ya? Tapi dimana? Aku mencoba mengingat wajah yang rasanya familiar sekali untukku ini namun walaupun sudah mencoba mengingat aku tetap tidak ingat, ah mungkin hanya perasaanku saja pernah melihatnya, mana mungkin aku pernah bertemu dengannya sebelumnya.

 

Aku kembali meletakkan foto itu dan begitu melihat jam di tanganku, aku langsung terlonjak kaget. Omo, sudah jam 11 dan aku ada janji untuk mengajar piano disebuah tempat les piano, aku memang memiliki kemampuan bermain piano, tidak terlalu baik sih setidaknya kau masih bisa mengajari anak-anak kecil itu bermain piano, tempat itu miliki sahabatku dan dia yang memintaku untuk mengajar disana. Aku pun segera keluar dari kamar itu dan mengganti bajuku dan pergi ke tempat itu.

 

 

“Menunggu Hyuk Jae?”tanya sahabatku Choi Yeon Ji, dialah yang menawariku untuk mengajar disini.

 

Aku pun mengangguk sambil tersenyum padanya. Yeon Ji tidak tahu mengenai pernikahanku, dia hanya tahu aku adalah yeojachingu Lee Hyuk Jae dan jangan sampai dia tahu.

 

“Menuggu Yesung Oppakah?”tanyaku padanya.

 

“Ne…”jawabnya.

 

Ternyata Yeon Ji juga sedang menunggu namjachingunya menjemputnya, Yeon Ji adalah temanku semasa kuliah dan dia memang sudah berpacaran dengan Yesung Oppa, sunbae kami di kampus sejak masih kuliah dan aku mendengar sebentar lagi mereka akan menikah. Seandainya aku bisa seperti itu dengan Hyuk Jae. Aisshh sabar Yong Soon, hanya sebulan, hanya sebulan, aku mengingatkan diriku sendiri bahwa setelah sebulan ini aku benar-benar akan bisa bersama Hyuk Jae.

 

Langit mulai mendung dan aku tidak membawa payung sementara aku belum melihat Hyuk Jae, apa dia tidak bisa menjemputku? Setidaknya kalau tidak bisa dia harus menghubungiku. Ucapku dalam hati mulai kesal karena dia belum datang juga. Tak lama kemudian Yesung Oppa sudah datang untuk menjemput Yeon Ji.

 

“Yong Soon-ah..apa kabar?”sapa Yesung Oppa baik.

 

“Ne..baik Oppa…”jawabku.

 

Dia tersenyum padaku.

 

“Yeon Ji-ya..ayo pulang…”ucapnya pada Yeon Ji.

 

Kemudian Yeon Ji berpamitan padaku dan setelah itu mereka pergi dan tinggallah aku sendiri. Hyuk Ja-ya kemana kau? Aku terus memperhatikan jalan tidak ada tanda-tanda dia, sementara langit semakin gelap.

 

Akhirnya yang ditunggu datang juga, Hyuk Jae turun dari mobilnya sambil tersenyum yang menunjukan gummy-nya itu aku sudah mengembungkan pipiku kesal karena dia telat datang.

 

“Jeongmal mianheyo Yong Soon-ah…tadi jalanan sangat macet…”ucapnya dengan wajah memelasnya.

 

Enak saja dia hanya meminta maaf seperti itu, menyebalkan sekali. Aku tetap melipat kedua tanganku di depan dada dan mengembungkan pipiku.

 

“Kau marah ya?’tanyanya padaku sambil tersenyum.

 

Memangnya dia pikir aku sedang melucu apa? Aku menunggunya hampri sejam dan dia hanya meminta maaf seperti itu. Dasar Hyukkie. Tiba-tiba…

 

~Chu~

 

Hyuk Jae mencium pipiku dengan cepat dan membuat wajahku langsung memerah.

 

“Hyukkie-ya!!”seruku kesal padanya yang tiba-tiba menciumku seperti itu.

 

Dia hanya terkekeh pelan kemudian masuk ke dalam mobilnya dan aku pun mengikutinya, dia selalu tahu bagaimana mengubah suasana hatiku yang buruk. Aku sangat mencintaimu Hyuk Jae ^^.

 

Drrt…Drrtt..Drrt..

 

Handphoneku bergetar di dalam tas, aku segera merogohnya dna ternyara ada sbeuah sms masuk dan itu dari Kyuhyun, tumben sekali dia mengirim sms padaku. Aku pun membuka sms itu.

 

From: Kyuhyun

 

Kau sudah pulang belum? Sudah mau hujan…apa perlu aku jemput?

 

Sepertinya dia sudah pulang ke rumah, tumben sekali dia memperhatikanku. Aku segera membalas smsnya.

 

To: Kyuhyun

 

Ne..aku sudah pulang…tidak perlu aku dijemput Hyuk Jae

Begitu selesai membalasnya aku kembali memasukan handphoneku ke dalam tas.

 

“Siapa?”tanya Hyuk Jae sambil terus menyetir.

 

“Kyuhyun”jawabku singkat.

 

“Oh suamimu”ucap Hyuk Jae.

 

“Hyukkie-ya…jangan panggil dia suamiku…”seruku kesal dengan sebutannya itu, aku tidak suka sekali dia menyebut Kyuhyun suamiku entahlah aku merasa dia seakan merelakanku untuk Kyuhyun setiap dia mengucapkan hal itu.

 

Dia hanya terkekeh pelan dan kembali berkonsentrasi menyetir.

 

Sampai juga di depan apartemenku.

 

“Kau mau mampir?”tanyaku pada Hyuk Jae sebelum turun dari mobilnya.

 

“Ani…ada suamimu…”jawabnya.

 

Dan aku segera mengembungkan pipiku kesal, dia senang sekali memanggil Kyuhyun dengan sebutan suamiku, dia senang sekali membuatku kesal. Menyebalkan >.<

 

“Anni..anni..naui buin..nampyeonmu kan hanya aku…”ucapnya sambil mengacak-acak rambutku lembut dan tersenyum padaku dengan senyum favoritku, gummy smilenya.

 

Aku pun segera turun dari mobil dan melambaikan tanganku padanya, setelah dia benar-benar pergi aku langsung menuju apartemenku. Begitu aku hendak membuka pintu aku kaget karena ternyata ada Je Ri yang mau pulang.

 

“Onnie..”serunya.

“Oh..Je Ri-ya…sudah mau pulang?”tanyaku padanya.

 

“Ne…aku hanya sebentar disini…”ucapnya dengan wajah yang sedikit aneh, kenapa dia terlihat sedih sekali, apa dia habis bertengkar dengan Kyuhyun.

 

“Tidak mau makan malam bersama?”tanyaku lagi.

 

Dia hanya menggeleng lalu tersenyum.

 

“Aku harus kembali besok…aku hanya ingin bertemu dengan Kyu Oppa untuk yang terkahir kali…”ucapnya lagi-lagi dengan raut wajah sedih.

 

Sebenarnya ada apa dengan mereka? Ya sudahlah, aku tidak punya hak untuk mencampuri hubungan mereka. Itu urusan pribadi mereka.

 

“Oh..ara..josimhe…sering-sering main kesini…pasti Kyuhyun sangat merindukanmu…”ucapku.

 

Dia hanya tersenyu kemudian membungkuk padaku dan begitu aku membungkuk juga dia pun segera pergi. Aku masuk ke dalam apartemen dan mendapati Kyuhyun tidak ada diruang tamu, kemana dia?

 

Aku pun berjalan masuk ke dalam dan melihat ke dapur ternyata dia sedang ada disana. Apa yang dia lakukan disana? Aku pun berjalan menghampirinya.

 

“Kyuhyun-ssi…apa yang kau lakukan?”tanyaku padanya.

 

Dia menoleh ke arahku sekilas.

 

“Memasak”jawabnya singkat, kenapa nadanya jadi ketus begitu.

 

Aku melihatnya sedang memasak ramyeon tapi menurutku airnya kebanyakan.

 

“Aishhh..aku mau membuat bubur…sini…biar aku yang buatkan…”jawabku mengambil alih pekerjaannya yang sebentar lagi akan menjadi gagal itu.

 

Aku mendorong tubuhnya untuk keluar dari dapur.

 

“Sudah…kau tunggu saja di meja makan…ramyeonmu akan segera jadi..”ucapku dan dia hanya mengikuti perintahku berjalan ke meja makan.

 

Aku pun segera membuatkannya ramyeon yang baru, hufft dia mau membuat sup tawar apa, airnya banyak sekali, benar-benar dia itu anak manja sekali.

 

“Igo…makanlah…”ucapku sambil menaruh ramyeon itu di depannya.

 

Dia menatapku dengan tatapan dinginnya lagi. Aisshh kenapa namja ini tiba-tiba berubah menjadi dingin lagi. Mungkin karena dia sedang bertengkar dengan Je Ri kali tapi setidaknya jangan aku yang menjadi korban tatapan dinginnya itu, jujur aku takut setiap melihat tatapannya itu seakan mau memakanku hidup-hidup.

 

“Sudah selesai jalan-jalannya dengan Hyu Jae.”ucapnya tiba-tiba dengan nada sangat sinis dan menekankan kata-kata Hyuk Jae.

 

Kenapa namja ini? Apa salahnya aku pergi dengan Hyuk Jae, diakan kekasihku. Ah sudahlah moodnya sedang tidak baik, sebaiknya tidak usah diladeni saja. Aku pun berjalan meninggalkannya yang sedang memakan ramyeonnya dan menuju kamarku. Hari ini lumayan lelah karena ternyata banyak murid baru, mereka lucu-lucu sekali. Memang anak kecil itu selalu menggemaskan.

 

 

Akhir pekan yang aku tunggu-tunggu karena hari ini aku akan jalan-jalan dengan Hyuk Jae, sudah lama sekali rasanya aku tidak jalan-jalan dengannya, pagi-pagi sekali aku sudah bangun dan menyiapkan bekal yang akan aku bawa untuk jalan-jalan. Aku sudah tidak sabar lagi menunggu Hyuk Jae menjemputku.

 

“Pagi..”sapaku sambil tersenyum pada Kyuhyun yang sepertinya baru bangun tidur dan kali ini sungguh kebetulan sekali dia membalas senyumku, tiba-tiba aku terpaku melihat senyumnya. Aku seperti pernah melihat senyum itu dan itu membuatku sedikit gugup, kenapa aku jadi seperti ini?

 

“Mau makan?”tanyaku padanya berusaha menghilangkan kegugupanku dengan bertanya seperti itu.

 

“Boleh…”jawabnya dan kemudian menopangkan wajahnya dengan tangan di konter dapur. Aku merasa dia terus memperhatikanku. Omona ada apa dengan namja ini?

 

Aku mengambil beberapa telur gulung yang sudah aku buat untuk bekal tado dan menaruhnya di piring untuk sarapan Kyuhyun. Aku berbalik dan mendapti dia menatapku langsung tepat dimataku dengan tatapan yang sangat lembut, belum pernah aku di tatap seperti itu olehnya dan aku yakin mukaku sekarang sudah memerah dan jantungku berdegup lebih kencang dai biasanya, kenapa aku jadi seperti ini terhadapanya?

 

“Eh..Kyuhyun-ssi..ini sarapanmu…”ucapku sambil menyodorkan piring itu padanya. Dia mengambilnya dan tersenyum padaku.

 

“Gomawoyo…”ucapnya.

 

Aigoo, kenapa aku jadi kehabisan nafas seperti ini melihat senyumnya itu. dia itu benar-benar berkepribadian ganda sepertinya, bisa di suatu saat dia menjadi pria yang snagat dingin tapi kali ini dia benar-benar berubah menjadi pria yanga hangat dan lembut. Ya Tuhan lama-lama disini aku takut akan jatuh cinta padanya>.<. masih beberapa minggu lagi aku bersamanya dan aku harus siap jika dia mulai menunjukan sifat seperti ini jangan sampai aku jatuh hati padanya, Ingat aku memiliki Hyuk Jae, aku tidak boleh mengkhianatinya.

 

Aku memasukkan bekalaku ke dalam tas yang sudah aku siapkan.

 

“Kau mau pergi?”tanya Kyuhyun yang tiba-tiba sudah ada disampingku.

 

Aku terlonjak kaget saat wajahnya hanya beberap senti saja dari wajahku, dia memiringkan kepalanya menatapku menunggu jawabanku. Aku berusaha berkonsentrasi tidak melihat wajahnya yang sekarang begitu dekat denganku. Belum pernah dia mendekatiku seperti ini, biasanya kami bicara dalam jarak 1 meter tapi sekarang lebih dekat dan jujur itu membuat jantungku berdegup tidak karuan. Aku berusaha mengatur perasaanku sebelum menjawab.

 

“Ne..aku mau pergi dengan Hyuk Jae…”jawabku tidak melihat wajahnya dan sibuk memasukan bekal itu ke dalam tasku.

 

“Oh”jawbanya singkat dan kemudian pergi meninggalkanku.

 

Aneh sekali dia itu. sudahlah aku harus segera pergi, aku janjian dengan Hyuk Jae di depan apartemenku, jangan-jangan dia sudah menunggu dan ternyata benar ada sebuah pesan masuk dari Hyuk Jae yang bilang dia sudah ada di depan apartemenku, aku pun bergegas memasukan bekalaku dan berbagai keperluan lain lalu berjalan keluar dapur, aku melihat Kyuhyun sedang duduk di sofa sambil menonton TV.

 

“Kyuhyun-ssi”panggilku padanya.

 

“Hmm”jawabnya tanpa menoleh sedikitpun. Ya Tuhan namja ini benar-benar aneh baru tadi pagi dia tampak lembut sekarang dingin lagi.

 

“Aku akan pergi sampai sore sepertinya…kau mau pergi juga atau tidak? Kalau tidak aku sudah membuat sup kimchi untuk makan siangmu…kau tinggal menghangatkannya saja..tidak perlu ditambah apa-apa lagi…”ucapku dan dia hanya menjawabnya dengan ‘hmm’ saja sama seperti tadi. Hufft namja ini.

 

Aku pun berjalan menuju pintu namun aku berhenti dan berbalik lagi.

 

“Kyuhyun-ssi…jangan coba-coba untuk memasak…aku tahu ini apartemenmu tapi dapur itu milikku…awas kalau terjadi sesuatu…”pesanku padanya.

 

Aku takut dia melakukan hal-hal yang aneh selama aku pergi, aku tahu dia tidak bisa apa-apa kemarin saja bikin ramyeon airnya kebanyakan, makanya aku sengaja membuat sup kimchi untuk makan sianganya, setidaknya hanya perlu di hangatkan saja dan aku ras dia seharusnya bisa.

 

Lagi-lagi dia hanya menjawabnya dengan dehaman saja. Ah sudahlah, jangan sampai membuat Hyuk Jae menunggu. Aku pun bergegas keluar apartemenku.

 

 

Hyuk Jae mengajakku ke taman bermain, lalu ke taman, dan disinilah kami sekarang di taman. Aku membuka bekalku dan menunjukannya padanya.

 

“Wah..pasti enak..”ucapnya dengan mata berbinar begitu melihat bekal yang aku bawa. Aku terkekeh geli melihat ekpresinya itu.

 

Aku mengambil sumpit dan menyumpit telur gulung yang aku buat lalu menyuapkannya pada.

 

“Hyuk Jae-ya…buka mulutmu…”ucapku padanya dan dia pun membuka mulutnya dan aku suapi dia.

 

“Cha..gantiaan…”ucapnya mengambil sumpit yang lain lalu menyumpit telur gulung lagi dan menyuruhku untuk membuka mulutku dan dia pu  menyuapiku.

 

“Oh ya…ini kimchinya…”ucapku membuka kotak bekalku yang lain dan memberikannya pada Hyuk Jae.

 

Aku melihatnya makan dengan lahap, lalu aku teringat sesuatu, apa Kyuhyun sudah makan? Apa dia bisa menghangatkan sup kimchi itu atau dia malah mencoba memasak yang lain dan membuat kekacauan di dapur. Aisshh kenapa aku begitu khawatir padanya. Sudahlah Yong Soon sekarang kau sedang bersama Hyuk Jae.

 

Namun jujur aku masih khawatir padanya, mungkin lebih baik aku meneleponnya.

 

“Hyuk Jae-ya…aku kesana dulu ya…”ucapku pada Hyuk Jae dan dia hanya mengangguk dan mempersilahkanku pergi sebentar.

 

Aku segera menelponnya. Lama aku tunggu tapi tidak di angkat juga dan entah kenapa itu membuatku menjadi khawatir padanya. Aishh kenapa tidak diangkat? Gerutuku sendiri. Angkatlah. Jebal!!

 

Akhirnya dia mengangkatnya juga.

 

“Kau sudah makan?kau ingat pesanku tadikan?”tanyaku bertubi-tubi begitu dia mengangkat teleponnya.

 

“Ne..aku baru saja makan..maaf tadi handphoneku aku letakkan di kamar…”jawabnya.

 

Entah kenapa aku menjadi lega, dia menuruti pesanku tadi, syukurlah kupikir dia akan melakukan hal-hala yang aneh habis sebelum berangkat sikapnya seperti itu, aku takut dia tidak mengindahkan pesanku.

 

“Baguslah…”ucapku.

 

“Kapan kau pulang?”tanyanya.

 

“Mungkin sore…yang jelas makan malam aku akan pulang…aku tidak akan membuatmu makan ramyeon yang kebanyakan air lagi…”jawabku.

 

“Oh”jawabnya sangat singkat dan langsung mematikan sambungan telepon.

 

Aishh namja ini seenaknya saja mematikan telepon. Sudahlah yang jelas dia sudah makan jadi aku tidak perlu khawatir lagi padanya. Aku pun berjalan kembali ke tempat Hyuk Jae tadi.

 

 

“Neomu haengbokhayo Hyuk Jae-ya…”ucapku begitu dia mengantarku sampai ke apartemenku.

 

Aku benar-benar bahagia hari ini, bagaimana tidak, sudah lama sekali kami tidak berjalan-jalan bersama karena kesibukan kami juga hal ini. Rasanya benar-benar senang sekali bisa menghabiskan waktu bersama orang yang kau sayangi setelah lama tidak pernah bersama.

 

“Ne…nado…”ucapnya sambil mengecak-acak rambutku lembut.

 

Aku keluar dari mobilnya dan dia mengikutiku keluar.

 

“Jadi…kau mau mampir dulu Hyuk Jae-ya?”tanyaku dengan sedikit menyindirnya yang tidak pernah mau aku ajak ke apartemenku.

 

“Ani…ada suamimu…”ucap Hyuk Jae kembali menggodaku.

 

Aisshh dia benar-benar menyebalkan, aku mengembungkan pipiku kesal dan dia berjalan  mendekatiku.

 

“Aku senang menggodamu karena wajahmu sangat lucu ketika marah…”ucapnya kemudian meraih wajahku dan mulai mendekatkan wajahnya padaku. Aku memejamkan mataku dan merasakan sesuatu yang hangat dan lembut menyentuh bibirku perlahan, rasanya sudah lama sekali dia tidak menciumku dan jujur aku rindu dengan ciumannya. Ciuman yang manis dan lembut. Namun tiba-tiba Hyuk Jae melepaskannya.

 

“Sepertinya suamimu memergoki kita berselingkuh…”ucap Hyuk Jae.

 

Aku menautkan alisku tidak mengerti dengan ucapannya dan dia menyuruhku menoleh dan ternyata Kyuhyun baru datang sepertinya dari minimarket karena dia membawa kantong palstik belanjaan, wajahnya menatapku dengan tajam,  aku semakin tidak mengerti kenapa dia menatapku seperti, toh wajar saja, Hyuk Jae adalah namjachinguku sedangkan dia tidak lebih dari suami pura-puraku dan dia pun sudah berjanji untuk memberikanku keleluasaan untuk bertemu dengan kekasihku.

 

Kemudian dia berjalan melewatiku dan Hyuk Jae.

 

“Hyuk Jae-ya…jangan sebut itu lagi…siapa yang selingkuh!aku milikmu bukan miliknya!”seruku semakin kesal dengan candaanya yang sekarang tidak lucu lagi menurutku.

 

“Mianhe…aku hanya bercanda..naui buin…cha…masuklah ke dalam…”ucapnya kemudian mengacak-acak rambutku.

 

Aku masih mengembungkan pipiku kesal dengan sikapnya.

 

“Buin..jangan marah lagi ya…senyum dong…”ucapnya kemudian mencubit pipiku.

 

“Hyukkie-ya!!”seruku mengusap-usap pipiku yang dicubit olehnya.

 

“Makanya jangan cemberut terus dong…ya sudah masuk sana…”ucapnya.

 

Aku pun tersenyum padanya dan melambaikan tangannya dan menunggunya sampai benar-benar pergi. Setelah itu aku kembali ke apartemenku.

 

Aku masuk ke apartemenku dan melihat Kyuhyun baru keluar dari kamarnya, wajahnya terlihat sangat menyeramkan, dia menatapku tajam, aku mengehmbuskan nafasku perlahan dan berusaha tidak peduli dengan tatapannya itu, aku segera masuk ke dalam kamarku dan menaruh tasku lalu ke dapur, aku tahu pasti dia belum makan, yah walaupun dia bersikap dingin lagi, aku tidak boleh marah padanya karena memang tidak ada alasan aku marah padanya, mungkin memang dia sering bad mood sehingga seperti itu.

 

“Apa yang kau lakukan tadi dengannya?”tanya Kyuhyun tiba-tiba sudah ada di dpaur, dia berdiri sambil menyilangkan tangannya di depan dada dan bersandar di diding dapur dan menghadap ke arahku yang sedang memasak.

 

Apa maksud pertanyaannya? Melakukan apa? Ciuman tadi? Ya Tuhan apa maksudnya? Dia bertanya seperti seakan sedang memergoki istrinya berselingkuh, ok aku memang istrinya tapikan hanya pura-pura, aku juga tidak marah saat Je Ri datang ke sini, entah apa yang mereka lakukan, apa aku marah? Tidak. Kenapa sekarang dia harus marah?

 

“Eopsoe…”jawabku seakan tidka peduli dengan pertanyaannya, kurasa aku tidak perlu menjawabnya.

 

“Kau itu istriku…apa yang kau lakukan dengannya?!”tanyanya lagi kini dengan nada yang sedikit tinggi.

 

Apa-apaan namja ini!istrinya? sejak kapan aku menjadi istrinya?!aku tidak pernah menganggapnya suamiku!

 

“Kyuhyun-ssi…dengarkan aku..aku bukan istrimu!kita sama sekali tidak saling mencintai dan kita punya pasangan masing-masing…dan kau pernah bilang aku boleh bertemu dengannya..jadi kau tidak berhak melarangku untuk melakukan apapun dengannya!”seruku dengan nada yang juga sedikit tinggi.

 

Dia menatapku tajam.

 

“Setidaknya jangan lakukan itu di depanku!”ucapnya lagi.

 

Apa yang terjadi dengan namja ini. Aku berjalan menghampirinya dan menatapnya tajam.

 

“Kyuhyun-ssi…kenapa kau jadi mengaturku..aku tidak pernah mengaturmu…apa aku marah saat Je Ri datang kesini dan entah apa yang kau lakukan degannya..jangan egois Kyuhyun-ssi!”ujarku lagi.

 

Aku pun berjalan meninggalkannya menuju kamarku, entah kenapa perasaanku tiba-tiba saat aku mengatakan itu, kenapa aku malah kepikiran mengatakan hal itu di depannya, kenapa aku jadi seperti dia sekarang? Kenapa aku harus peduli tentang hubungannya dengan Je Ri, bukan urusanku apa yang mereka lakukan. Tapi jujur saat aku bertemu Je Ri entah kenapa hatiku sakit, meski aku berusaha menepis itu tapi ya aku sakit melihatnya dengan Je Ri. Aisshh ada apa denganku?

 

“Yongie…”panggilnya mengejarku yang menuju kamarku.

 

Ini pertama kalinya dia memanggilku dengan namaku dan itu nama kecilku, darimana dia tahu? Aku tidak suka seseorang memanggilku dengan nama kecilku karena nama itu hanya boleh diucapkan oleh orang itu bukan orang lain bahkan Hyuk Jae pun tidak boleh memanggilku seperti itu tapi kenapa dia bisa tahu, apa Eomma yang bilang?

Aku berjalan cepat menuju kamarku, aku malas berdebat lagi dengannya yang sangat egois itu, baru aku hendak menutup pintu kamarku dia menahannya. Tiba-tiba dia ikut masuk ke dalam kamarku.

 

“Kyuhyun-ssi..keluar dari kamarku…”seruku padanya.

 

Namun dia hanya menatapku dan berjalan menghampiriku, apa yang akan dia lakukan, aku berjalan mundur dan dia terus maju. Aku terus mundur dan aku merasakan diding di belakangku, aku sudha terpojok. Dia menatapku tepat di mataku, apa yang akan dia lakukan? Aku takut dia akan melakuakn sesuatu padaku.

 

“Kyuhyun-ssi…”panggilku namun dia tetap diam dan tiba-tiba saja tangannya menarik wajahku untuk mendekat padanya dang sekarang wajah kami hanya berjarak beberapa senti saja bahkan aku bisa merasakan hembusan nafasnya. Andwe!! Apa yang akan dia lakukan?!

 

“Kalau aku tidak bisa memilikimu dengan cara baik-baik maka aku akan melakukan ini”ucapnya.

 

Kemudian dia menciumku dengan kasar. Aku berusaha melepaskan ciumannya namun dia menarik tengkukku untuk semakin memperdalam ciumannya. Andwe!!

 

Dia mulai menciumku dengan penuh nafsu dan tangannya mulai menggerayangi tubuhku, menyentuh setiap inchi tubuhku, aku sudah tidak bisa berpikir jernih lagi dan mulai mengikuti alur permainannya. Ciumannya mulai turun keleherku dan dia menghempaskan tubuhku ke tempat tidur dan dia mulai melakukannya.

 

 

Aku merasakan tubuhku di peluk oleh seseorang, aku berusaha membuka mataku yang masih terasa berat, aku merasakan hembusan nafas orang yang memelukku itu dan begitu aku mendongak, aku melihat Kyuhyun yang tidur memelukku dan aku kembali teringat kejadian semalam. Andwe! Apa yang telah kami lakukan?! Aku melepaskan pelukannya dan berjalan turun dari tempat tidur mengenakkan kembali semua pakaianku yang bececeran di lantai. Aku masuk ke dalam kamar mandi dan memandangi diriku di depan cermin.

 

Apa yang sudah aku lakukan? Andwe! Aku telah mengkhianati Hyuk Jae! Aku..aku..

 

Aku jatuh terududuk di depan wastafel memeluk tubuhku sendiri dan mulai menangis. Aku benar-benar membencinya! Aku membencimu Kyuhyun! Apa yang telah dia lakukan padaku! Aku sudah mengkhianati cinta Hyuk Jae..ottohke? aku tidak pantas untuknya, aku bukan gadis baik-baik lagi. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak sanggup bertemu Hyuk Jae lagi. Tangisku semakin kencang saat mengingat Hyuk Jae!

 

Tiba-tiba pintu kamar mandi di ketuk.

 

“Yongie…”panggilnya.

 

Dia masih saja memanggilku dengan panggilan itu, aku benar-benar benci mendengar suaranya itu, aku benci!aku tidak mau melihat wajahnya lagi!aku membencinya! Dia merusak masa depanku!

 

“Pergi!aku tidak mau melihatmu!aku membencimu!pergi dari kamarku!”teriakku dari dalam kamar mandi masih dengan tangisan yang terus turun.

 

Kemudian aku mendegar pintu kamarku di tutup, sepertinya dia sudah pergi. Aku benar-benar tidak mau melihatnya lagi. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku menelungkupkan wajahku diantara kedua kakiku dan kembali menangis.

 

 

Sudah sebulan sejak kejadian itu. aku benar-benar menepati janjiku, aku tidak pernah melihatnya selama sebulan ini, aku selalu keluar kamar saat dia sudah pergi dan masuk ke kamar lagi saat dia sudah pulang. Aku benar-benar tidak mau melihat wajahnya itu, melihatnya hanya akan membangkitkan kenangan itu dan aku benar-benar seperti akan membunuhnya jika mengingat kejadian malam itu. meski begitu, aku maish berusaha baik padanya, entahlah kenapa aku masih saja baik padanya dengan tetap memasakannya makanan setiap hari, sepertinya aku memang tidak bisa menjadi orang jahat. Aku masih memasakannya makanan setiap hari tapi ya itu biasanya kami makan malam bersama sekarang aku menunggunya masuk ke kamarnya dulu baru aku makan, aku benar-benar tidak mau melihatnya.

 

Masalah Hyuk Jae, sudah sebulan ini pula aku tidak berani bertemu dengannya, kebetulan juga dia sedang pergi keluar negeri dan entahlah saat dia kembali apa aku sanggup bertemu dengannya, aku merasa sudah mengkhianati kepercayaan Hyuk Jae padaku dan aku sudah tidak pantas lagi untuknya. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan?

 

Aku baru selesai mandi dan sedang menunggunya pergi baru aku akan keluar, sebenarnya aku malas berlama-lama di kamarku karena hal ini hanya akan terus mengingatkanku tentang kejadiaan sebulan lalu. Arrggg, aku harus lupa!aku harus lupa!ucapku pada diri sendiri. Mau bagaimana lagi, tidak ada kamar yang bisa aku tempati di apartemen ini selain kamar ini tidak ada kamar lain karena dengan berada di kamar aku tidak perlu melihat wajah orang yang paling aku benci, orang yang telah merampas masa depanku.n aku masih mendengarnya bolak-balik di luar, lama sekali orang itu pergi. Aku benar-benar bosan seperti ini terus tapi mau bagaimana lagi. Aku menghela nafas berat namun tiba-tiba aku merasakan sesuatu di perutku, aku merasa perutku bergejolak dan membuatku merasa mual sekali. Aisshh!

 

Aku segera berlari ke kemar mandi untuk muntah tapi ternyata tidak ada yang keluar sama sekali namun rasa mual itu semakin menjadi-jadi. Aigoo, apa aku salah makan? Sepertinya tidak. Apa aku telat makan? Memang semalam aku telat makan gara-gara orang itu pulang terlambat dan aku harus menunggunya masuk ke kamar sebelum aku keluar tapi masa sampai seperti ini, paling-paling hanya perih tidak sampai mual. Aku kembali berusaha memuntahkan isi perutku tapi sama sekali tidak mau keluar. Perutku benar-benar mual ditambah lagi tiba-tiba aku merasa pusing, pusing sekali. Kenapa denganku. Aku hendak berjalan kembali ke kemarku namun tiba-tiba rasa pusing itu semakin menjadi dan semuanya menjadi gelap.

 

 

Aku berusaha membuka mataku perlahan, kenapa terang sekali? Aku berusaha menyesuaikan penglihatanku dengan cahaya lampu, ada dimana aku? Seingatku aku berada di kamarku tapi sekarang aku tidak merasa seperti ada di kamarku. Aku merasakan tanganku sedikit sakit ketika aku menggerakannya, aku melihat tangaku diinfus,aku ada dirumah saki? Aku mengedarkan pandanganku dan benar aku sedang dirumah sakit sekarang ini. Apa yang terjadi padaku? Aku sama sekali tidak ingat.

 

Aku melihat kesampingku Kyuhyun tertidur dipinggir tempat tidurku, aku bingung kenapa aku bisa ada disini, tiba-tiba Kyuhyun terbangun, wajahnya terlihat lega sekali begitu melihatku, hufft sebenarnya aku tidak mau melihat wajahnya tapi entah kenapa sebuah perasaan senang muncul dalam hatiku begitu melihat wajahnya yang tidak pernah aku lihat selama sebulan ini. Apa aku rindu padanya? Anni! Dia tersenyum padaku.

 

“Yongie…kau sudah bangun?”tanyanya padaku.

 

Kenapa dia senang sekali memanggilku seperti itu?tidak ada yang boleh memanggilku Yongie kecuali orang itu?!aku sebenarnya ingin marah dan bertanya padanya kenapa memanggilku seperti itu tapi kurungkan niatku karena aku merasa badanku masih sangat lemas. Aku hanya menjawabnya dengan anggukan, pusing kembali menyerangku sehingga membuatku memejamkan mataku menahan rasa pusing itu.

 

“Gwenchanayo? Apa yang sakit? Kau mual lagi? Apa kau pusing?”tanyanya bertubi-tubi.

 

Kenapa dia jadi sok perhatian seperti itu? aku hanya menggeleng lemah dan memejamkan mataku, sebaiknya aku tidur lagi.

 

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan masuklah seorang perawat membawa sebuah nampan yang berisi makanan. Perawat itu tersenyum padaku dan juga Kyuhyun.

 

“Nyonya Cho…makan dulu ya supaya bayimu sehat…”ucap perawat itu.

 

Bayi?apa maksudnya?

 

“Mwo?!”seruku melihat ke arah perawat itu lalu pada Kyuhyun, aku bisa melihat wajah tegang Kyuhyun. Andwe, jangan bilang aku hamil! Tidak..tidak mungkin! Ucapku dalam hati.

 

“Ne…Nyonya sedang hamil sekarang…”ucap perawat itu sambil meletakkan nampannya di depanku.

 

Aku membulatkan mataku tidak percaya dengan yang diucapkannya, aku hamil, hamil anaknya Kyuhyun?!andwe! tidak mungkin! Aku tidak mau!

 

Aku menatap Kyuhyun yang hanya bisa menundukan wajahnya, aku benar-benar membencinya sekarang, sangat membencinya.

 

“Cha…mungkin nyonya mau disuapi oleh suami nyonya…saya permisi dulu…”ucap perawat itu kemudian meninggalkan kamarku.

 

Kyuhyun masih menundukan wajahnya. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan saat ini, aku benar-benar ingin membunuhnya sekarang. Aku benci dia! Aku menyibakkan selimutku dan hendak turun dari tempat tidur, aku ingin pulang!

 

Tiba-tiba Kyuhyun menahan tanganku.

 

“Yongie…kau masih lemah…jebal…”ucapnya.

 

“Aku mau pulang!”seruku menghempaskan tangannya.

 

“Yongie…jebal..jangan siksa bayimu seperti ini…”ucapnya lagi dengan wajah memelas, aku belum pernah melihat wajahnya yang seperti ini sebelumnya, apa bayi ini begitu berharga baginya, apa dia melakukannya hanya untuk mendapatkan bayi ini. Kau sungguh egois Kyuhyun!aku benar-benar membencimu!

 

“Bayiku? Ini bayimu…kau egois Kyuhyun-ssi…apa kau melakukan ini hanya untukku mendapatkan bayi ini, hah!”seruku padanya dengan nada yang tajam.

 

“Apa maksudmu?”tanya Kyuhyun.

 

“Kau melakukannya hanya ingin mendapatkan seorang bayikan? Apa keluargamu yang memintanya, hah?!”seruku dengan setengah berteriak.

 

Aku benar-benar kesal dengan namja di hadapanku ini, tega-teganya di berbuat seperti itu padaku. Apa dia pikir aku mainannya, aku tidak percaya dia memiliki pikiran seperti itu, benar-benar jahat!

 

“Yongie…aku melakukannya bukan karena hal itu…aku melakukannya karena aku mencintaimu!”serunya.

 

“Aku mencintaimu Yongie…sangat mencintaimu…”ucapnya lagi.

 

Aku terpaku mendengar ucapannya, dia menatapku lembut. Apa yang barusan dia katakan? Dia mencintaiku? Bohong, itu tidak mungkin, dia tidak mungkin mencintaiku. Dia kembali mengenggam tanganku dan lagi-lagi aku menghempaskannya.

 

“Jangan berbohong padaku Kyuhyun-ssi…aku tidak percaya padamu…dan berhenti memanggilku Yongie…aku tidak pantas memanggilku seperti itu…”ucapku padanya.

 

“Apa kau tidak memperbolehkanku memanggilmu Yongie…apa aku memang sudah terlalu lama meinggalkanmu sehingga kau benar-benar membenciku bahkan kau tidak mengijinkaku memanggilmu Yongie..apa sekarang panggilan itu kau berikan pada Hyuk Jae…”ucapnya dengan tatapan sedih.

 

Aku tidak mengerti apa yang dia katakan? Membencinya? Dia meninggalkanku? Tidak boleh memanggilku Yongie? Apa maksdunya? Aku menautkan alisku bingung. Tiba-tiba dia merogoh sesuatu di sakunya.

 

“Apa kau sama sekali tidak ingat padaku bahkan setelah aku memanggilmu Yongie?”tanyanya sambil menunjukan sebuah cincin yang dibentuk dari ranting, aku membulatkan mataku tidak percaya dengan apa yang aku lihat, kenangan itu kembali berputar di otakku.

 

Flashback.

 

“Igo..”ucap seorang anak laki-laki padaku yang sedang bermain pasir.

 

“Untuk apa?”tanyaku begitu melihat dia menyerahkan sebuah cincin yang dibentuk dari ranting ke tanganku.

 

“Aku melihat ayah dan ibu punya cincin seperti ini…waktu aku tanya pada mereka..ayah dan ibu bilang cincin ini menandakan kalau mereka suami-istri…”jelasnya.

 

“Lalu kenapa kau memberikannya padaku?”tanyaku masih tidak mengerti dengan perkataannya itu.

 

“Aisshh..babo..itu berarti..kau adalah istriku…”ucapnya dengan mantap dan kemudian memasangkan cincin itu dijariku.

 

Aku yang memang belum mengerti hanya mengangguk saja dan tersenyum padanya begitupun juga dia.

 

Flasback end.

 

“Kyunnie…”lirihku, entah kenapa air mataku malah turun, apa benar yang ada dihadapanku adalah Kyunnie, teman kecilku? Yang selalu menganggap aku adalah istrinya.

 

“Ne…kau ingat..”ucapnya.

 

Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan sekarang, aku hanya bisa terdiam.

 

“Jadi kumohon…jagalah bayi itu…terserah kau mau menganggapnya bayiku atau bayimu..yang jelas aku akan bertanggu jawab atas apa yang telah aku lakukan padamu…jadi kumohon kau juga mau menerimanya…”ucap Kyuhyun lagi.

 

Aku tidak bisa menjawab, seakan sibuk dengan pikiranku sendiri, Kyunnie, teman kecilku, cinta pertamaku. Sekarang aku benar-benar menemukannya bahkan dia menjadi suamiku meski bukan suami dalam artian sebenarnya tapi setelah dia melakukan itu padaku apa bisa dianggap kami benar-benar suami istri?

 

Tiab-tiba aku kembali teringat Hyuk Jae dan itu membuatku kembali merasa bersalah. Ottohke?

 

 

Hari ini badanku jauh lebih baik dari kemarin dan dokter bilang besok aku sudah boleh pulang. Kyuhyun setia sekali menemaniku sepertinya dia menepati kata-katanya untuk bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan padaku, meski begitu entah kenapa kami malah menjadi sangat canggung, aku hanya berbicara seperlunya padanya dan begitu pun juga dia namun dia lebih sering menanyakan keadaanku,hampir setiap saat di bertanya apa aku pusing? Sakit? Ataupun mual? Setidaknya dia membuktikan kalau dia bertanggung jawab masalah dia adalah Kyunnie sahabatku, entahlah aku belum mau membicarakan hal itu saat ini.

 

“Kau mau minum?”tanyanya padaku.

 

“Anni…”jawabku.

 

Ya hanya komunikasi seperti itu saja setiap hari, entahlah bagaimana keadaan kami dirumah nanti. Tiba-tiba pintu kamarku di ketuk dan ternyata orang tuaku dan orang tuan Kyuhyun yang datang.

 

“Omona…calon ibu…”ucap Cho ahjumma langsung berjalan menghampiriku, aku berusaha tersenyum pada mereka. Cho ahjumma mencium kedua pipiku.

 

“Bagaimana kabarmu?sudah baikan?”tanya ibuku.

 

“Ne..eomma…Kyuhyun selalau ada disini…”jawabku berusaha kembali berpura-pura hubungan kami yang harmonis. Kyuhyun melemparkan senyuman terima kasih karena mau berpura-pura semua baik-baik saja di depan orang tua kami.

 

Jujur sebenarnya aku tidak pura-pura, memang benarkan dia selalu ada disampingku.

 

“Tentu saja…calon ayahkan harus seperti itu…”ucap Jung Soo ahjussi, ayah Kyuhyun.

 

Dan Kyuhyun hanya menanggapinya dengan senyuman.

 

 

Akhirnya aku kembali ke rumah juga setelah tiga hari menginap di rumah sakit. Kyuhyun membantu membawakan barang-barangku.

 

“Istirahatlah di kamarmu…”ucapnya dan aku hanya mengangguk, memang sih badanku masih agak lemas.

 

Belum sampai di depan kamar Kyuhyun sudah memanggilku.

 

“Yong Soon-ah…”panggilnya.

 

Dia memanggilku tidak menggunakan nama kecilku lagi, apa dia menanggapi perkataanku saat itu yang mengatakan aku tidak mau dipanggil Yongie lagi, apa dia benar-benar menuruti perkataanku? Jujur aku sakit mendengarnya memanggilku dengan nama itu padahal Yongie adalah panggilan khusus untuknya, hanya untuknya bahkan selama bertahun-tahun aku tidak membolehkan siapapun memanggilku dengan sebutan itu karena aku hanya ingin mendengarnya yang memanggilku seperti itu tapi sepertinya dia sudha tidak mau lagi, aku kecewa…

 

“Nde?”jawabku.

 

“Emm..boleh aku meminta sesuatu padamu?”tanyanya dan aku menjawabnya dengan anggukan.

 

“Bisakah kau tidak mengunci kamarmu…maksudku bukan aku ingin melakukan sesuatu padamu hanya saja aku ingin memastikan kau baik-baik saja dan siapa tahu kau butuh bantuanku..kau bisa memanggilku…”lanjutnya.

 

Aku kembali menjawabnya dengan anggukan kemudian berjalan kembali ke kamarku. Selanjutnya harus bagaimana??

 

Aku melihat jam ternyata sudah malam, pasti dia belum makan dan sepertinya sejak tadi dia belum makan apapun, ok sepertinya aku memang tipe orang yang sangat baik bahkan pada orang yang kubenci..benci? apa sekarang aku masih membencinya…entahlah.

 

Aku membuka pintu kamarku dan ternyata sangat sepi, mungkin Kyuhyun ada di kamarnya, aku pun berjalan menuju dapur untuk memaskannya sesuatu.

 

“Ya!apa yang kau lakukan disini? Kembali ke kamarmu…”ucap sebuah suara mengagetkanku karena tiba-tiba dia sudah ada disampingku. Kyuhyun menatapku dengan pandangan marah.

 

“Aku sedang memasak untukmu”seruku.

 

“Tidak..usah..mulai sekarang kau tidak usah memasak untukku lagi…kata dokter kandunganmu lemah kau tidak boleh banyak bekerja…aku bisa mengurus diriku sendiri…”jelasnya.

 

Aku menatapnya tidak percaya, mana mungkin dia bisa mengurus dirinya sendiri selama ini aku kan yang selalu mengurusnya.

 

“Aishhh…kau tidak percaya…lihat saja…sudah sana..kau istirahat saja…”serunya sambil mengusirku dari dapur.

 

Aku hanya menghela nafas dan kemudian berjalan kembali ke kamarku, ya sudah kalau itu memang maunya.

 

 

 

Kandunganku sudah memasuki usia 5 bulan dan perutku sudah mulai membesar, selama lima bulan ini Kyuhyun sangat perhatian padaku, dia selalu ada saat aku membutuhkannya, yah terkadang aku ingin memakan sesuatu di malam hari dan benar dengan aku tidak mengunci pintu kamarku bisa dengan mudah aku memanggilnya jika aku ingin sesuatu.

 

Satu hal yang selalu membuatku benar-benat merasa berbeda dari sikap Kyuhyun adalah hampir setiap 2 jam sekali dia ke kamarku hanya sekedar mengecek keadaanku, aku tahu itu karena aku selalu memergokinya membuka pintu kamarku. Terkadang aku merasa perhatian ini dia tujukkan padaku atau karena aku sedang mengandung bayinya. Aisshh apa yang kau pikirkan Yong Soon. Aku tidak tahu apa setelah bayi ini lahir dia akan tetap bersamaku atau malah meninggalkanku, kenapa aku jadi malah memikirkan hal itu? apa aku memang sudah jatuh cinta padanya? Kyunnie…

 

Masalah Hyuk Jae pun aku belum mendapatkan solusi yang tepat, aku belum berani menghubunginya dan anehnya dia juga tidak pernah menghubungiku, apa dia belum kembali? Aku masih belum bisa bertemu dengannya apalagi dengan kondisiku yang seperti ini, apa tanggapannya? Aku yakin dia akan langsung meninggalkanku. Aku tahu aku yang salah, aku telah mengkhianatinya lebih dahulu.

 

Aku mendengarnya sudah berangkat, aku pun keluar kamarku, aku penasaran apa yang dia makan setiap hari selama aku tidak diperbolehkannya memasak. Aku berjalan ke dapur dan sepertinya dia habis membuat ramyeon, aku membuka pancinya dan ternyata isinya masih ada, aigoo, dia memang ingin membuat sup tawar apa. Airnya banyak sekali. Apa itu yang dia sebut bisa mengurus dirinya. Aku berjalan ke kamarnya dan benar saja dugaanku kamarnya sangat berantakan, bisa tidak sih setelah main game dia kembalikan semuanya ke tempat asalnya. Hufft.

 

Aku pun mulai membereskan kaset-kaset gamenya itu, semoga kau tidak seperti Appamu yang senang sekali main game, ucapku tanpa sadar sambil mengelus perutku. Omona apa yang aku katakan. Appa? Ya Tuhan…iya aku tahu dia adalah appa bayi ini tapi…aisshh apa yang aku pikirkan. Aku membereskan buku-bukunya yang juga berantakan serta tempat tidurnya.

 

Tiba-tiba terdengar bel apartemenku berbunyi, siapa yang bertamu? Aku pun segera berjalan untuk membukakan pintu.

“Annyeong Yong Soon-ah…”seru sebuah suara yang membuatku membulatkan mataku karena kaget. Hyuk Jae, dia disini, lalu ottohke???

 

“Boleh aku masuk?”tanyanya.

 

Dan aku pun mengangguk dan mempersilahkannya masuk ke dalam.

 

 

“Mianhe…”ucapku padanya dengan wajah tertunduk setelah sekian lama kami terdiam satu sama lain.

 

“Untuk apa?”tanyanya padaku.

 

Mendengar perkataannya membuat hatiku sangat sakit, aku tahu dia pasti kecewa dan tanpa sadar air mataku turun. Aku memang salah padamu Hyuk Jae.

 

“Ya…calon ibu tidak boleh menangis…”ucapnya membuatku mendongakan wajahku,

Dia menatapku sambil tersenyum.

 

“Aku kesini hanya ingin menyelsaikan hubungan kita…”ucapnya.

 

Dan saat itu rasanya hatiku benar-benar sakit, ya aku tahu dia pasti akan melakukannya, aku memang tidak pantas untuknya, aku telah menyakit Hyuk Jae.

 

“Aku tahu…oleh sebab itu aku ingin minta maaf padamu…aku telah menyakitimu Hyuk Jae-ya…”ucapku masih tertunduk.

 

Aku mendengarnya menghela nafas perlahan.

 

“Aku melakukan ini bukan karena apa yang telah kau lakukan…kau tahu aku masih sangat mencintaimu….bahkan aku pun rela menerima kondisimu yang seperti itu hanya saja…dia memintaku melepasmu…”ucap Hyuk Jae membuatku langsung mendongak dan kaget dengan ucapannya, meminta melepaskanmu? Nugu? Kyuhyun? Kenapa? Bukankah dia hanya akan bertanggu jawab sampai bayi ini lahir.

 

“Mwo?”tanyaku tidak percaya.

 

Akhirnya Hyuk Jae menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, saat aku dirawat di rumah sakit sebenarnya Hyuk Jae sudah pulang dan ingin bertemu denganku namun dia tahu kalau aku ternyata di rawat di rumah sakit, dia pun datang ke rumah sakit namun saat berjalan menuju kamarku dia bertemu dengan Kyuhyun di depan pintu. Kyuhyunpun meminta untuk berbicara dengan Hyuk  Jae dan dia menceritakan semuanya pada Hyuk Jae, semuanya bahkan cerita masa kecilku dengannya semua dia jelaskan dan pada akhirnya dia meminta Hyuk Jae melepasku dan dia berjanji akan menjagaku.

 

“Dia memohon padaku…bahkan berlutut dihadapanku…dia menangis…aku tidak tahu sebesar itu rasa cintanya padamu…aku sebenarnya tidak mau melepasmu..oleh sebab itu beberapa bulan ini aku berpikir dan aku tahu dialah jodohmu…aku rasa aku memang harus melepasmu meski berat…”ucap Hyuk Jae mengakhiri ceritanya.

 

Aku hanya bisa terdiam, tidak tahu apa yang harus aku katakan, apa sampai seperti itunya Kyuhyun mencintaiku, sampai meminta Hyuk Jae melepasku? Aku mengingat semua kebaikannya selama ini, perhatiannya, apa memang perhatian itu ditujukkan padaku? Karena dia mencintaiku…

 

“Nah..sekarang aku lega sudah mengungkapkannya padamu…aku harus pergi..besok aku harus kembali ke Jepang dan beberapa bulan disina..tapi begitu aku kembali aku ingin melihat keponakanku…”ucap Hyuk Jae sambil memamerkan senyum gummynya itu, senyum kesukaanku.

 

Aku mengantarnya sampai pintu. Dia berbalik menghadapku dan tersenyum.

 

“Berbahagialah dengan suamimu…sekarang kau pasti tidak marah lagi kalau aku menyebutnya suamimu…hehehehe…doakan aku semoga bisa dengan mudah melupakanmu…”ucapnya sambil mengacak-acak rambutku lembut dan kemudian mencium keningku.

 

“Mianhe…aku menciummu…terkahir kali…jeongmal saranghae Yong Soon-ah..”ucapnya kemudian dia pun pergi dari hadapanku.

 

Aku menyentuh dadaku, sakit, rasanya sakit, aku benar-benar telah menyakitinya, menyakiti Hyuk Jae yang begitu tulus menyayangiku, dia bahkan rela melepasku untuk Kyuhyun dan Kyuhyun, dia teman kecilku yang selalu mencintaiku sampai saat ini dan aku pun menyakitinya. Kenapa aku harus dihadapkan pada pilihan seperti ini?

 

Hyuk Jae sudah melepasku, apa aku akan bisa mencintai Kyuhyun? Sebenarnya aku memang mencintainya, aku mencintai Kyuhyun sejak dulu, untuk apa aku masih menyimpan pemberiannya jika bukan aku masih memiliki perasaan padanya hanya saja perasaan itu selalu aku tutupi, selalu aku anggap tidak ada dan membiarkan perasaanku pada Hyuk Jae berkembang dan meski tanpa aku sadari perasaanku terhadap Kyuhyun yang aku tutupi selama ini terus hidup dan berkembang disana.

 

Flashback

 

“You’re mine…don’t give your heart to anyone else…”ucap Kyuhyun mantap padaku.

 

“Nde…arasso..aku hanya milikmu…”jawabku.

 

“Pokoknya kau harus janji tidak akan melihat namja lain dan menyukai namja lain..kau hanya boleh menyukaiku..yaksok?”tanyanya sambil menunjukan jari kelingkingnya dan aku pun menyambutnya.

 

“Ne..yaksok!”jawabku mantap dan kami pun tertawa bersama.

Flashback end.

 

Ya aku telah berjanji padanya untuk menjaga hatiku tetap untuknya tapi apa yang aku lakukan, aku malah mengkhianatinya. Dua namja sudah aku khianati tapi sekarang aku berjanji aku akan selalu mencintai Kyuhyun, aku akan membalas semua kebaikannya dan cintanya yang selalu dia berikan untukku. Aku akan menjadi istri yang baik untuknya.

 

Aku melihat jam sebentar lagi dia pulang, aku akan membuatkan makan malam untuknya, makanan kesukaannya. Aku pun mulai memasak, aku membuat jajangmyeon dan ddokboki, entah kenapa aku ingin makan itu sekarang. Ayo kita buat makanan kesukaan appa, ucapku sambil mengelus perutku.

 

Begitu selesai aku segera menaruhnya ke meja makan. Aku pun menunggunya pulang. Tak lama kemudian aku mendengar pintu apartemenku di buka, sepertinya dia sudah pulang. Aku sudah siap memasang senyum terbaikku padanya. Dia berjalan ke dapur dan dia begitu terkejut begitu melihatku duduk di meja makan dan ada makanan di depanku.

 

“Kau sudah pulang, Kyunnie? Cha ayo makan…kau pasti lapar…”ucapku berdiri menghampirinya dan langsung menggamit lengannya untuk duduk.

 

Dia menatapku heran namun aku segera menyodorkan jajangmyeon padanya.

 

“Ayo dimakan..atau kau mau aku suapi…”ucapku padanya yang masih terdiam. Pasti dia kaget sekali melihatku seperti ini.

 

Dia tersenyum kemudian menggeleng dan mulai menyumpit jajangmyeonnya. Dia melihatku dan kemudian berhenti makan.

 

“Ya…kenapa kau malah makan ddokboki…itukan pedas…kau bisa sakit…sini tukar denga jajangmyeon saja…”ucapnya sambil mengambil piringku dan hendak menggatinya dengan piringnya.

“Anieyo…anakmu ingin makan ddokboki…jangan jajangmyeon nanti dia seperti appanya yang senang sekali makan jajangmyeon…”ucapku dan sukses membuatnya terkejut untuk yang kedua kalinya.

 

“Yongie..”ucapnya.

 

Akhirnya dia memanggilku dengan sebutan itu lagi, entah kenapa aku malah tersennyum mendengarnya.

 

“Cepat habiskan makanmu…”ucapku dan kemudian dia menuruti perkataanku lalu menyumpit jajangmyeonnya lagi.

 

 

Malam ini aku tidak bisa tidur, berkali-kali aku berusaha tidur tapi tetap tidak bisa. Aku pun bangun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar Kyuhyun.

 

“Kyunnie…”panggilku sambil membuka pintunya.

 

Aku melihatnya sedang bermain game, lagi =.=”. Ya Tuhan jangan sampai anakku seperti appanya yang maniak game. Dia langsung menoleh padaku dan menghentikan permainan gamenya. Wajahnya langsung berubah cemas.

 

“Waeyo? Kau butuh sesuatu? Kau sakit?”tanyanya langsung.

 

“Anieyo…aku tidak bisa tidur…aku takut sendirian di kamarku..aku tidur disini ya Kyunnie…”ucapku langsung tanpa sadar.

 

Mwo?apa yang aku katakan barusan, aku ingin tidur bersama dengan Kyuhyun? Aisshh apa yang ada di pikiranku, aku melihatnya membulatkan matanya kaget.

 

“Ah..ng…ne…silahkan…”ucapnya.

Entah kenapa kakiku malah melangkah masuk ke dalam kamarnya dan naik ke tempat tidurnya, Ya Tuhan pasti aku sudah gila sekarang.

 

“Tidurlah…”ucapnya menutupi tubuhku dengan selimut dan bisa kurasakan jantungku berdegup sangat kencang sekarang. Aku benar-benar gugup sekarang.

 

Aku berusaha memejamkan mataku untuk tidur tapi ternyata aku tetap tidak bisa tidur namun aku tidak bisa tidur karena jantungku yang berdegup sangat kencang membutaku gugup dan tidak bisa berpikir apapun. Kenapa aku jadi seperti ini. Tiba-tiba aku merasakan seseorang berbaring di sampingku. Jantungku semakin berdegup sangat kencang, omona bagaimana ini? Kenapa aku malah meminta tidur disini, aku malah tidak bisa tidur disini.

 

“Mianhe…”liirhku, entah apa yang merasukiku hingga aku mengucapkan kata-kata itu, aku tahu dia belum tidur.

 

“Untuk?”tanyanya.

 

“Seharusnya kau menjaga hatiku Kyunnie…mianhe…”ucapku lagi.

 

Dia terdiam, dia tidur  atau marah padaku?

 

“Boleh aku memelukmu?”tanyanya padaku membuatku kaget namun belum sempat aku menjawab dia langsung memelukku dari belakang, melingkarkan tanganya di perutku perlahan.

 

“Aku sudah senang saat kau mengingatku..bagiku itu cukup dan aku semakin senang saat kau memanggilku dengan panggilan seperti itu… itu bukan salahmu..itu salahku yang meninggalkanmu..mianhe Yongie…saranghaeyo…”ucapnya kemudian mencium pipiku cepat.

 

Bisa kurasakan wajahku memanas sekarang dan detak jantungku yang semakin tidak karuan.

 

“Nado…”balasku dan dia kembali mencium pipiku sekilas.

 

“Cha tidurlah…aku akan memelukmu sampai pagi…”ucapnya.

 

Dan aku pun mulai memejamkan mataku, sepertinya aku bisa langsung terlelep dengan tangannya yang terus memelukku. Aku benar-benar mencintaimu Kyunnie dan mulai saat ini aku akan selalu mencintaimu dan menjadi istri yang baik untukmu.

Advertisements

13 thoughts on “FF: Marry U Part 3

  1. Ahhhhhhh happiending,,,,sukaaaaa,,,,ckckkckckkckc,,,kyu pemaksaan tp berakhir manis,,,,ahhh yongie n kyunnie!!!!co cweet,,,,ahhhh hyukjae smga dapat cew jepang yg cantik yaaa,,,,baik bgt hyukie dsini,,,hihihihihi anak 7th bs blg “you’r mine………….” Bagussss,,,,kereeeennn,,,mau baca afstornya dulu,,,good job 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s