FF: Marry U Part 2

Part 2

Cast :

Cho Kyuhyun

Choi Yong Soon

Lee Hyuk Jae

 

 

Yong Soon POV

 

Aku menatap pria disampingku yang sedang sibuk dengan PSP ditangannya dan headphone di kepalanya, matanya terus tertuju pada layar PSPnya, aku mendesah pelan dan kembali menekuri buku bacaanku, Ya Tuhan liburan macam apa ini, bersama orang sedingin es disampingku ini, ini bukan liburan tapi penderitaan. Ok ini memang bukan liburan, kami datang ke Jepang untuk bulan madu tentu saja kami tidak akan melakukannya jadi kami hanya menganggap ini sebagai liburan tapi liburan dengan orang seperti ini, rasanya liburanku tidak akan menyenangkan, hah belum apa-apa aku sudah merindukan Hyuk Jae-ku.

Aku menutup buku bacaanku dan menaruhnya ke dalam tas, aku tidak tahu apa yang sudah orang tuanya siapkan untuk kami, Kyuhyun hanya bilang kami akan menginap di rumah orang tuanya di Jepang ini.

 

 

Aku menarik koperku dengan terburu-buru karena Kyuhyun sudah berjalan lebih dahulu tanpa menghiraukanku, dia tidak sadar apa kalau langkahnya itu panjang-panjang. Aku mendengus kesal dengan sikapnya yang seperti ini, aku tidak berharap di bantu, hanya saja bisa tidak dia berjalan lebih lambat sehingga aku tidak tertinggal seperti ini, apa dia sengaja agar aku tertinggal di bandara ini, mana aku tidak tahu Jepang, ini pertama kalinya aku kemari.

“Ya!jamkamman!”teriakku pada Kyu yang masih berjalan dengan cepat.

Namun tiba-tiba dia berhenti dan…

BRUKK

Aku menabrak tubuhnya dan membuatku terjatuh duduk. Aisshh dasar pria menyebalkan, kenapa dia berhenti mendadak seperti itu. aku bangun sambil mengusap-usap kepalaku yang terkena punggungnya, sakit juga, sepertinya tubuhnya hanya tulang saja.

“Lama sekali”ucapnya dengan ketus.

Aigoo, apa pria ini punya kepribadian ganda?!>.<

Aku hanya mendengus kesal dan dia pun kembali berjalan, kini dia lebih lambat sehingga aku bisa mengimbanginya. Sampai di luar bandara sudah ada sebuah mobil hitam yang menunggu kami, darimana aku tahu menunggu kami karena Kyuhyun langsung berjalan menghampiri seorang pria yang sedang bersandar di mobil sedan hitam itu.

“Hujangnim”ucapnya pada Kyu sambil membungkuk. Pria itu menoleh padaku dan tersenyum kemudian membungkuk dan aku pun balas membungkukan badanku.

“Selamat datang di Jepang”ucap pria itu padaku dan aku pun membalasnya dengan senyuman.

Aku rasa pria ini usianya tidak terlalu jauh dengan Kyu dilihat dari wajahnya apalagi menurutku wajah pria ini seperti anak kecil.

“Mari saya antar…”ucap pria itu lagi dan aku melihat Kyu mengangguk kemudian dia menoleh padaku.

“Masuk..”ucapnya padaku.

Pria itu membukakakn pintu untukku dan aku pun masuk ke dalam sementara Kyu duduk di depan.

Sepanjang perjalanan menuju tempat yang entah ada dimana, pandangan mataku tidak pernah lepas melihat pemandangan diluar, Tokyo, sungguh sangat indah, sudah lama aku bermimpi untuk kesini, karena apa? Aku ingin bertemu dengan seseorang, seorang sahabat terbaikku yang entah dia masih mengingatku atau tidak.

Tokyo benar-benar kota yang indah dan bersih tidak kalah dengan Seoul, rasanya aku ingin segera berjalan-jalan disini, aku sudah membayangkan diriku berjalan sendiri menikmati indahnya pemandangan kota Tokyo.

 

Kyu POV

 

Aku melihatnya terus memandang keluar jendela dan sesekali tersenyum, apa dia begitu senang bisa liburan kesini? Gadis yang aneh. Entah kenapa aku malah terus memperhatikannya melalu kaca spion mobil dan tanpa sadar aku malah ikut tersenyum melihatnya tersenyum seperti. Aisshh apa yang terjadi padaku?

Aku menoleh kesamping begitu menyadari orang disampingku terus menerus menatapku. Kim Ryeowook, dia yang sekarang sedang mengantarkan kami, dia adalah pelayan keluargaku saat kami tinggal di Jepang dan masih menjaga rumah keluargaku disini sampai sekarang karena memang terkadang ayah harus menyelesaikan urusan bisnisnya disini dan dia lebih memilih tinggal di rumah kami tapi meski dia adalah pelayan keluargaku, aku menganggapnya hyungku karena usianya yang lebih tua setahun daripada diriku, aku tidak pernah menganggapnya sebagai pelayan, dia adalah hyung sekaligus sahabatku begitulah aku menganggapnya.

Dia terkekeh pelan, pasti dia ingin meledekku. Aku hanya menatapnya tajam namun dia kembali terkekeh pelan lalu menatap lurus ke depan.

 

Rumah masih sama, tidak ada yang berubah, semuanya dirawat dengan baik, rasanya rindu sekali dengan rumah ini, sudah hampir 7 tahun aku tidak kembali kesini, aku memang sempat tinggal disini selama 10 tahun, aku memang lahir di Korea tapi saat usiaku 7 tahun keluargaku pindah kemari namun saat aku berusia 17 tahun, kami pindah kembali ke Korea sampai sekarang.

Aku keluar duluan dari mobil kemudian disusul oleh Wookie yang kemudian membukakan pintu untuk Yong Soon. Gadis itu tampak takjub begitu turun dari mobil, pasti dia kaget melihat rumah ini. Rumah yang sangat luas dengan gaya rumah tradisional Jepang.

“Nona…ayo masuk…”ucap Wookie pada Yong Soon yang membuatnya langsung masuk dan mengangguk kemudian berjalan bersama Wookie yang membawa barang-barang Yong Soon ke dalam rumah. Dasar Wookie hyung!

Aku mengikuti mereka di belakang, begitu masuk ke dalam rumah, tidak ada yang berubah semuanya masih sama sejak terkahir kali aku tinggalkan.

“Tuan muda sudah datang…”seru sebuah suara dari orang yang sangat aku rindukan.

“Kim ahjumma…apa kabar?”ucapku pada Kim ahjumma atau ibunya Wookie hyung yang berjalan menghampiriku dan kemudian langsung memelukku, aku memang sudah menganggap ibunya Wookie hyung seperti bibiku sendiri karena selama aku tinggal disini, dia lah yang merawatku.

“Baik…bagaimana kabarmu? Aigoo…kau sudah besar sekali bahkan sudah menikah…Omo..ini istrimu?”tanya Kim ahjumma begitu melihat Yong Soon yang berdiri tidak jauh dariku. Dia berjalan menghampiri Yong Soon.

“Annyeonghaseyo..”ucap Yong Soon sambil membungkuk.

“Annyeonghaseyo agassi…siapa namamu, agassi?”tanya Kim ahjumma.

“Joneun Choi Yong Soon-imnida…”ucap Yong Soon sambil tersenyum.

“Omo..cantik sekali…”ucap Kim ahjumma.

Sementara Yong Soon hanya menanggapinya dengan senyuman.

“Oh ya Yong Soon-ah…ini Kim Ryeowook dan ibunya…”ucapku pada Yong Soon memperkenalkan mereka satu persatu dan kulihat Yong Soon tersenyum pada Wookie hyung dan Kim ahjumma.

“Agassi..mari saya antar ke kamar anda…”ucap Wookie hyung pada Yong Soon sambil membawa barang-barang Yong Soon dan Yong Soon mengikutinya di belakang.

“Kau yakin dengan rencananmu,Kyu-ya?”tanya Kim ahjumma.

“Ne…kami punya kehidupan masing-masing ahjumma dan bukan takdir kami bersama…”ucapku.

“Aku tidak pernah melarangmu ataupun akan mengatakan yang sebenarnya pada ayahmu hanya saja aku harap kalian bisa bersama…”ucap Kim ahjumma lagi dan aku hanya bisa mengangguk. Aku percaya padanya tidak akan berbicara pada ayah mengenai hal ini.

Ya wookie hyung dan Kim ahjumma tahu tentang rencanaku ini, aku memang sudah memberitahu mereka lebih dahulu dan mereka berjanji untuk merahasiakan ini walau pada awalnya Kim ahjumma terus-terusan membujukku untuk tidak melakukan hal ini namun pada akhirnya dia memberikan semua keputusan padaku.

 

Yong Soon POV

Aku mengikuti pria ini mengantarkanku ke kamarku, begitu katanya, apa dia tahu soal hubunganku dengan Kyu yang hanya pura-pura. Dia berhenti di depan sebuah kamar dan membukanya. Aku berhenti di depan pintu melihatnya masuk dan meletakkan barang-barangku di dalam.

“Masuklah..ini kamar anda…”serunya sambil tersenyum.

“Ng?iya…”aku memberanikan diriku masuk ke dalam kamar, meski rumah ini tampak tradisional namun ternyata isinya tidak seperti gaya rumah ini, semuanya sangat berkelas, tentu saja, keluarga Cho.

“Gamsahamnida…Ryeowook-ssi..”ucapku sambil membungkuk padanya namun kemudian aku mendengarnya terkekeh pelan.

“Formal sekali….usia kita tidak berbeda jauh panggil saja aku dengan namaku..Wookie..atau mungkin kau mau menambahkan Oppa…”ucapnya kemudian tertawa.

Wah ternyata dia bisa juga melucu.

“Ah..ne..kalau begitu panggil saja aku Yong Soon..”ucapku.

Dia menautkan alisnya bingung namun kemudian dia tersenyum.

“Arasso..tidak ada yang mau dipanggil tuan atau nona di sini…baiklah kalau begitu…oh ya kau tidak perlu takut kami sudah tahu semua..jadi kalian liburan kan kesini??”ucapnya sambil tersenyum.

Mwo?mereka sudah tahu?!Kyuhyun tidak bilang, aisshh dasar pria itu! tapi syukurlah mereka sudah tahu sehingga aku dan dia tidak perlu berpura-pura mesra atau seperti apa, pantas sejak tadi Kyu terlihat biasa.

“Oh..begitu..ne..ne…”ucapku.

Sepertinya Wookie Oppa orang yang sangat menyenangkan, yah setidaknya ada satu orang yang bisa aku ajak bicara secara normal seperti manusia biasa dan siapa tahu dia bisa merekomendasikan tempat-tempat yang menarik selama liburanku di Jepang.

“Baiklah…kau pasti lelah..istirahatlah…kalau butuh apa-apa panggil saja aku…selamat istirahat…”ucapnya sambil tersenyum kemudian keluar kamar.

Aku segera merebahakan tubuhku ke atas tempat tidur dan mulai memejamkan mataku, sepertinya aku sangat lelah hari ini, besok aku akan memulai liburanku disini.

 

Hari pertama aku di Jepang

Aku membuka mataku begitu merasakan cahaya matahri mulai masuk ke dalam kamarku, aku menggeliat sebelum akhirnya benar-benar bangun. Begitu bangun tidur aku segera menuju kamar mandi.

Tak lama setelah selesai mandi pintu kamarku diketuk. Aku segera berjalan membuka pintu dan ternyata itu Wookie Oppa.

“Pagi…tidurmu nyenyak semalam..kajja kita sarapan…”ucapnya, aku pun mengangguk dan kemudian mengikutinya menuju ruang makan, disana aku melihat Kyu sudah duduk, dia melirik ke arahku sekilas, hufft benar-benar dingin sekali. Ah sudahlah yang pasti hari ini aku harus jalan-jalan tapi aku tidak tahu apa-apa disini..ottohke? ah aku pasti bisa berjalan-jalan disini tanpa tersesat. Pokoknya aku harus jalan-jalan^^

Kami makan dalam diam, tentu saja, hanya ada aku dan Kyuhyun disini. Rasanya sungguh tidak enak.

“Ehmm..Kyuhyun-ssi..apa rencanamu hari ini?kau mau keluar rumah?”tanyaku membuka pembicaraan.

“Tidak ada…aku mau dirumah….”ucapnya singkat.

Aku menghela nafas perlahan, baiklah kalau begitu aku akan pergi berjalan-jalan sendiri saja.

“Aku sudah selesai..”ucapnya menaruh sumpitnya kemudian berdiri dan beranjak pergi dari tempat itu.

Ya Tuhan apa aku bisa bertahan dengan orang seperti dia???

 

Aku melihatnya sedang duduk di taman tetap dengan PSP ditangannya, sepertinya hidupnya hanya untuk benda hitam itu. sekarang sebaiknya aku segera pergi keluar rumah menikmati pemandangan kota Tokyo. Aku pun bergegas menuju kamarku dan mengambil tas selempangku. Aku siap menjelajah Tokyo hari ini namun begitu aku mau keluar dari kamarku, Wookie Oppa berdiri tepat di depan pintuku.

“Waeyo Oppa?”tanyaku padanya.

“Ah…anieyo…aku pikir mungkin kau ingin jalan-jalan melihat Tokyo..”ucap Wookie Oppa sambil tersenyum.

“Ne..aku baru mau keluar…”jawabku.

“Oh…bagaimana kalau aku antar jalan-jalan..aku beberapa tempat menarik disini…otte?”tanyanya padaku.

“Wah..gomawoyo Oppa…”ucapku sambil tersenyum padanya.

“Kajja..kita pergi…”ucapnya berjalan mendahluiku dan aku pun mengikutinya di belakang. Syukurlah ada yang mau mengantarku berjalan-jalan. Wookie Oppa ternyata orangnya sangat baik sekali.

 

 

Kyu POV

Aku melihatnya pergi bersama Wookie hyung, mau kemana? Kenapa aku harus peduli. Ah sudahlah terserah dia mau pergi kemanapun bukan urusanku. Aku kembali sibuk dengan permainan di PSPku tapi jujur entah kenapa pikiranku malah melayang pada gadis itu. kenapa aku terus saja memikirkan gadis itu? andwe!!

 

Yong Soon POV

 

Wookie Oppa benar-benar mengajakku berkeliling kota Tokyo, tanpa terasa hari sudah mulai sore dan aku benar-benar lelah.

“Jeongmal gomawoyo Oppa…aku senang sekali hari ini..”ucapku ketika dia mengajakku makan disebuah restoran.

“Ne..cheonman…sayang selagi disini harus dimanfaatkan dengan baik…”ucapnya.

Tak lama kemudian pesanan kami datang dan kebetulan aku sangat lapar makan makanan itupun langsung aku makan dengan lahap.

“Kau sudah punya pacar?”tanya Wookie Oppa ketika kami sudah berjalan pulang.

Aku yang sedang memperhatikan jalanan pulang langsung menoleh ke arahnya.

“Ne…waeyo?”tanyaku padanya.

“Pasti berat ya…kau harus pura-pura menikah dengan Kyu…”ucapnya.

“Aku juga tidak mau seperti ini..aku merasa telah mengkhianatinya tapi dia yang meyakinkanku…”jawabku lagi.

“Kau pasti sangat mencintainya…”ucapnya lagi.

“Ne…sangat…”jawabku.

Dan tiba-tiba pikiranku melayang pada Hyuk Jae yang ada di Seoul, sedang apa dia disana sekarang? Oh ya aku baru ingat sehrian ini aku belum menghubunginya. Sebaiknya setelah sampai dirumah aku harus menghubunginya, aku benar-benar merindukannya, sangat.

Begitu sampai dirumah aku melihat rumah sudah sepi, sepertinya Kyu sudah tidur atau paling tidak dia sedang ada di kamarnya.

“Sekali lagi terima kasih Oppa…”ucapku padanya ketika kami memasuki rumah bersama.

“Tentu saja…kan sudah aku bilang kalau kau butuh bantuanku panggil saja aku…aku bisa jadi tour guide juga kan..”ucapnya sambil terkekeh pelan.

Setelah itu aku segera menuju kamarku karena aku benar-benar lelah hari ini,seluruh kota Tokyo hampir aku jelajahi. Besok kemana lagi ya???

 

 

Sudah selama tiga hari ini Wookie Oppa selalu mengajakku berjalan-jalan, senang sekali, aku tidak perlu sibuk denga tersesat karena ada orang yang sangat mengetahui Tokyo bersamaku. aku yang memang tidak terlalu tahu tempat-tempat indah disini hanya menurut saja kemana Wookie Oppa mengajakku selama tiga hari ini.

 

Kyu POV

Gadis itu selama tiga hari ini selalu pergi dengan Wookie hyung pagi-pagi sekali dan baru pulang saat malam hari, kemana mereka pergi? Entah kenapa aku sedikit tidak suka melihat kedekatan Wookie hyung dengan Yong Soon. Aisshh sudah tiga hari ini pula aku selalu memikirkan gadis itu, kenapa denganku?

“Kyuhyun-ah…”panggil Kim ahjumma yang tiba-tiba sudah ada disampingku.

“Ne..ahjumma..waeyo?”tanyaku padanya.

Dia duduk disampingku dan tersenyum.

“Bagaimana hubunganmu dengan Je Ri?”tanyanya.

“Baik..tapi entahlah aku belum bisa menyukainya sepenuhnya…”ucapku.

Aku dan Je Ri memang berpacaran tapi sampai sekarang aku tidak memiliki perasaan apapun padanya, aku memang berusaha menyukainya selama ini tapi tetap tidak bisa, kenapa? Karena hanya ada satu orang gadis yang sudah mencuri hatiku dan malangnya aku tidak tahu lagi dimana gadis itu berada, aku meninggalkannya dulu dan mungkin dia sudah lupa padaku tapi aku tetap tidak bisa melupakan perasaan yang sudah tumbuh dihatiku ini, mungkin itu yang disebut cinta pertama. Je Ri sejak dulu memang menyukaiku, aku dan dia satu SMA, saat itu dia menyatakan perasaannya padaku dan aku tidak bisa menolaknya, aku tidak tega padanya namun aku jujur padanya, aku menceritakan semuanya padanya dan dia bilang dia mengerti dan dia akan berusaha untuk bisa membuatku lupa pada gadis  itu namun sepertinya itu sulit sampai sekarang pun aku masih menyukai gadis itu, gadis yang entah ada dimana sekarang ini.

“Kau pasti bisa…”ucap Kim ahjumma dan aku hanya mengangguk.

“Oh ya…kau tidak mengajak Yong Soon jalan-jalan..yah setidaknya walaupun kalian hanya pura-pura..tapi kan dia tetap istrimu Kyuhyun-ah..ajaklah dia jalan-jalan besok…selama ini dia pergi dengan Wookie memangnya Wookie suaminya…”ucap Kim ahjumma kemudian tertawa.

Entahlah tidak ada niatan mengajakknya jalan-jalan.

“Mollaso…”jawabku.

“Kyuhyun-ah…setidaknya hargai dia…ajak dia jalan-jalan..arachi?”ucap Kim ahjumma, aku pun hanya mengangguk dengan enggan.

Ya kalau aku ingin mungkin aku akan mengajaknya.

 

Aku melihat Yong Soon sedang ada di taman sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang di telepon.

“Neomu haengbokhayo Hyuk Jae-ya…tapi aku merindukanmu…sangat merindukanmu..”ucapnya.

“Jeongmal…pokoknya nanti saat aku sudah pulang..kita harus bertemu…saranghae..jeongmal saranghae…”ucapnya lagi kemudian menutup teleponnya.

Bisa kulihat wajahnya berseri-seri. Sepertinya dia sangat mencintai namja itu, beruntung sekali. Aisshh apa yang aku katakan, namja itu beruntung memilki Yong Soon? Apa yang ada di otakku ini, hah?! Ah sudahlah lebih baik aku pergi darisini.

“Kyuhyun-ssi..”panggil Yong Soon.

Aku menoleh padanya dan kulihat dia sedikit bingung melihatku.

“Wae?sudah malam tidurlah”ucapku singkat kemudian aku kembali berjalan menuju kamarku.

Aku segera merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Ya Tuhan kenapa wajah gadis itu selalu ada dipikiranku?

 

 

 

Yong Soon POV

Aku mendengar suara kamarku di ketuk, ah pasti itu Wookie Oppa. Aku segera berjalan menuju pintu.

“Wookie Opp…”belum selesai aku mengatakannya ternyata bukan Wookie Oppa yang ada di depan kamarku. Kyuhyun. Ada apa?

“Kyuhyun-ssi…waeyo?”tanyaku langsung.

“Cepat ganti bajumu kita pergi”ucapnya singkat, aku menautkan alisku bingung. Apa maksudnya?aku masih berdiri mematung di depan pintu.

“Palliwa..kita pergi”ucapnya lagi.

“Nde?”tanyaku memastikan.

“Apa aku kurang jelas berkata..kita akan pergi cepat ganti bajumu..aku tunggu”ucapnya lagi.

“Ah..ne…”aku segera menutup pintu kamarku lagi, apa aku tidak salah dengar? Pergi? Kemana? Kenapa dia baru bilang sekarang?

Mau tidak mau akhirnya aku mengganti bajuku, aku pun menghampirinya yang sudah menunggu di depan. Tiba-tiba dia langsung menarik tanganku. Dia benar-benar aneh sekali, selama ini dia tidak pernah bicara pada kami namun sekarang tiba-tiba mengajakku pergi, benar-benar namja aneh>.<

 

“Kau sudah kemana saja dengan Wookie hyung?”tanyanya saat dalam perjalanan.

“Banyak..hampir semua…”jawabku.

“Apa saja yang kalian lakukan?”tanyanya lagi.

“Hanya jalan-jalan…”jawabku lagi.

Kemudian dia kembali diam. Aisshh kenapa dengannya?? Aku hanya diam sampai akhirnya dia berhenti di sebuah taman, sepertinya aku belum kesini.

“Turun”serunya.

Aku pun segera turun.

“Kau pasti belum kesini”ucapnya lagi dan aku hanya mengangguk menandakan aku memang belum kesini.

“Ini salah satu taman terindah di Tokyo”ucapnya.

Aku hanya menganggukan kepalaku tanda mengerti.

Kyu POV

“Ne..indah sekali Kyuhyun-ssi…”ucapnya sambil menoleh padaku dan tersenyum.

Saat ini kami sedang duduk menikmati indahnya taman ini.

Sepertinya baru kali ini dia tersenyum padaku, apa sikapku padanya selama ini sangat buruk. Jamkamman kenapa senyum itu begitu familiar untukku, aisshh apa yang aku pikirkan.

“Aku sering kesini saat aku masih tinggal disini…”ucapku.

“Kyuhyun-ssi pernah tinggal disini?”tanyanya dengan wajah sangat antusias.

“Ne..saat usiaku 7 tahun aku pindah kesini sampai usiaku 17 tahun makanya aku punya rumah disini…”jawabku.

“Wah enaknya…”serunya.

“Kenapa?”tanyaku heran dengan ucapannya itu.

“Aku selalu ingin kesini…”ucapnya.

“Kenapa kau ingin kesini?”tanyaku.

Dia menghela nafasnya kemudian menoleh padaku.

“Jangan bilang-bilang Hyuk Jae ya…aku ingin bertemu seseorang…”ucapnya.

Gadis ini benar-benar!

“Mwo?!kekasih gelapmu…”ucapku berusaha menahan tawaku.

“Andwe!enak saja…aku orang yang setia…bukan dia seseorang yang berarti untukku sahabat terbaikku…dia pergi begitu saja saat usiaku 7 tahun..dia satu-satunya teman yang aku punya saat itu…aku sedih saat tahu dia pergi tanpa pamit padaku…aku tahu dari temannya kalau dia pergi ke Jepang dan sejak saat itu aku ingin sekali kesini untuk bertemu dengannya…tapi sepertinya dia sudah lupa padaku…satu-satunya kenangan yang aku miliki tentangnya hanya ini…”ucapanya sambil merogoh tasnya dan menunjukan bungkusan kain, dia merogohnya dan menunjukan bunga sakura yang sudah kering.

Aku membulatkan mataku begitu melihat isi tas kecil itu. bunga sakura itu?!!

“Dia sangat suka Jepang..ini darinya…ah entah dimana dia sekarang…”ucapnya lagi.

Tidak mungkin? Apa maksud semua ini?

Advertisements

11 thoughts on “FF: Marry U Part 2

  1. Ahhhhhhh jangan blg mereka itu sahabatan dr lama…wahhhh semakin seru aja,,,yakin pasti mereka sahabat dr kecil,,,mantaplahhhhannnhihiihiih kyu jelous lg sm wookie,,,part1 sm hyukie skrg sm wookie,,,,kerennnnn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s